Label: , , ,


Apakah ada yang menyadari bahwa sesungguhnya waktu terus berputar dengan cepat?

Kalau mau flash-back.. rasanya baru kemarin kita masuk ke taman kanak-kanak.. tiba-tiba saja sekarang sudah jadi sarjana atau pekerja.

Mungkin Na ga begitu merasakannya...

Tapi kuyakin.. kedua orang-tuaku merasakan hal itu..


Kebetulan tadi aku mengajak Hana main di depan (bukan kebetulan melainkan dia yg memaksaku..). Mau ga mau-pun harus kuturuti permintaan keponakan-ku itu.

Wah.. sudah berapa lama aku tak pernah keluar sore hari untuk melihat anak2 kecil disini sedang bermain ya? Lucu rasanya melihat mereka berlari2 dengan riangnya. Adaa aja yang mereka lakukan. Ntah itu berlari, bermain sepeda, bernyanyi2..

Ntah bagaimana caranya, tiba2 saja si Hana ikut dengan teman2nya yang sedang asik bermain dengan anak kucing. Aku yang sibuk memanggil Hana karna dia ikut2an megang2 kucing itu, spontan Ibu yang duduk di dekatku (yang sedang menjaga cucunya bermain) berkata,

" Ina inget ga, dulu waktu kecil.. kamu itu sukanya ngejar anak kucing sampeeee kemana2. Mainnya ma kuciiiiiing terus.. sampe2 kucingnya kecapean gara2 kamu kejar... "

HEE??!!
Spontan aku terbelalak dan kaget sekaligus malu mendengar ucapan si Ibu.

Kok aku ga pernah inget ya?? duh... segitunya kah aku dulu??

Ibu yang mengatakan hal di atas sudah menjadi tetanggaku semenjak aku baru pindah kerumah yang kutempati sekarang bersama keluargaku. Saat itu aku masih berusia 3 tahun (kl ga salah..) dan kini usiaku sudah 23 tahun.. wah... sudah 20 tahun lamanya kami bertetangga ya!

Dan mungkin Ibu itu juga menyadari bahwa si anak yg dulu tukang ngejar kucing sekarang dah jadi gadis.. ntah masih ngejar2 kucing apa ngga ^^; (hahaha..)

Mungkin, aku yang sebagai anak, ngga begitu menyadari akan adanya perubahan dalam diriku. Baik itu secara fisik atau jiwa aku sudah banyak mengalami perkembangan. Tapi, orang yang ada disekitarku dan hidup bersamaku, tentunya akan menyadari terjadinya perubahan2 ini..

Aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaan orangtuaku saat aku masuk SD.. beranjak menjadi remaja yang nakal.. lalu masuk ke usia dewasa dimana aku sibuk mencari jati diri..

Aku juga tak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka jika tiba saatnya aku harus berpisah dengan mereka.. (baca: menikah)

Tidak sedikit orangtua (atau kemungkinan besar..semua) orangtua akan mengatakan..

" Nak.. rasanya terlalu berat bagi Ayah/Ibu untuk melepasmu.. kau masih bocah bagiku.. "

(aku jadi teringat waktu Papah tidak mengizinkan aku untuk jadi anak kost karna menganggap aku masih anak kecil saat usiaku hampir 20tahun..)

Sekarang aku sedang berusaha memahami perasaan orangtua-ku. Walau tentunya takkan bisa, setidaknya aku mencoba mengerti apa yang orangtua-ku pikirkan. Dengan maksud, aku ingin agar orangtua-ku juga memahami.. toh si bocah ingusan mereka.. sekarang sudah menjadi gadis dewasa..

Ready.. set.. don't go...

Mungkin ini istilah yang tepat untuk menggambarkan bagaimana perjuangan yang telah dilakukan oleh orangtua-ku (dan tentunya orangtua di seluruh dunia) dimana mereka sudah mengeluarkan banyak keringat untuk membesarkan anaknya dan ketika tiba waktunya si anak untuk dilepas.. ada keinginan besar untuk menolaknya..


" Mah.. Pah.. aku hanyalah titipan Allah.. dimana akan tiba waktunya aku pergi.. sekeras apapun Mamah dan Papah mencoba menghalangi.. kumohon, ikhlaskan lah dan ridhoi-lah kepergianku.. karna ini adalah kehendak dari-Nya... "

ps: postingan ini bukan pertanda aku mau menikah ya (habis seakan2 seperti itu ya.. T__T). Tak lain hanyalah karna ucapan Papahku tadi yang mengatakan, " kl mau kerja.. deket2 rumah aja.. masih anak2 kok kerjanya jauh.. " [ahahaha..ternyata aku benar2 masih anak2 ^^;]
Baca Selengkapnya "ready..set..don't go.."

Label: , ,


Semalam aku 'kedatangan' tamu jauh di dalam mimpiku. Hampir 12 tahun aku melupakannya.. dan untuk yang pertama kalinya dia 'main' ke mimpiku..
Siapa dia? dia adalah sobatku saat SD.. sobatku yang mengalami nasib yang sama denganku, hanya karna masalah 'pigmen kulit' kami jadi korban pembulian..


Seorang anak laki2 pemberani karna terus bersama denganku dan membelaku saat aku dibuli karna pigmenku yg 'mencolok' diantara teman2 yg lainnya.. akhirnya hal ini membuatku merasa ada teman senasib-seperjuangan.. walau terus dibuli, aku merasa aman karna ada dia yang membelaku..

Kami berteman hanya sebentar.. dan sungguh.. sangat sebentar..
Allah lebih menyayanginya ketimbang diriku yang ngga tau apa2 ini..
Aku telah memanggil sobatku di usianya yang masih 11 tahun.. untuk menghadap-Nya..

Minggu pagi 12 tahun yang lalu bagai luka yang cukup mendalam untukku..
Saat itu aku hanya sendiri dalam rumah, tiba2 ada temanku yang memberi kabar bahwa sobatku telah berpulang..
Rasanya tenggorokanku hampir tercekik.. aku sampai bertanya berkali2.. benarkah ia yang telah pergi?? benarkah?? apa salah orang??

Karna aku ga tau harus berbuat apa, aku hanya menunggu orang rumah pulang. Kebetulan orang pertama yg pulang adalah Mamah. Aku yang masih 'blank' itu hanya bilang apa adanya.. dan aku sama sekali tidak mengeluarkan air mata..

Bahkan sampai aku memandang wajahnya yang sudah ditutupi dengan kain kafan itu.. tak setetes air matapun keluar.. dan tiba2 saja ada yang berkata..

" Apa kamu yang bernama Marina? Imam nitip salam untukmu Nak.. katanya maaf.. Imam ngga jadi menelpon kamu dan terimakasih karna sudah mau berteman dengannya... "

Ntah seminggu atau sepuluh hari.. aku baru menyadari... bahwa aku kehilangan sobatku..
Makin deras tangisanku saat mengetahui bahwa..

Di malam ia akan menghembuskan nafas terakhirnya, ia berencana utk menelponku dan menyatakan perasaannya... bahwa ia menyukaiku...

Imam..
Maaf jika aku melupakanmu..
Aku tidak tahu harus berbuat apa... hanya saja... ntah kenapa hari ini aku benar2 dibuat rindu denganmu..

Rasanya aku kembali mengingat kejadian belasan tahun yang lalu saat bersamamu..

Mungkinkah aku bisa bertemu denganmu di dalam surga-Nya?

Semoga Allah mengizinkan kita untuk bertemu kembali di dalam surga-Nya..

Wahai sobat... aku akan segera menyusulmu.. insya Allah...


ps: Subhanallah... dalam mimpiku... sobatku mengingatkan ku utk menghapal asmaul husna!! ^^
Baca Selengkapnya "a boy from the past.."

Label: , , , ,


" APAA..?? IBU KOK MAU NAIK HAJI GA BILANG2 SIH!! BUAT RATIB-AN BU!! UNDANG SEMUA!! "

Spontan Mamahku yang awalnya santai2 karna tidak ingin berita 'naik haji' ini terungkap di sekitar tetangga, jadi panik dan kesulitan karna teman2 Mamah sudah mengetahui kabar gembira ini dan meminta Mamah utk mengadakan 'ratib-an'

Alhamdulillah, Allah telah memberikan kabar gembira untuk Mamah dan Abangku. Insya Allah, bulan Desember nanti Mamah akan melaksanakan haji ditemani dengan Abang. Awalnya sih biasa, dari Papah yang serba tiba2. Akhir tahun lalu Papah memang mengatakan kalau beliau berencana ingin memberangkatkan Mamah dan Abang ke tanah suci. Lambat laun berita ini makin menghilang dan memudar..

Lalu.. setelah Ramadhan berlalu, tiba2 (lagi) si Papah yg serba tiba2 ini mengatakan, "Mah.. bulan desember insya Allah bakal berangkat ya sama si Abang.." Hal ini membuat Mamah dan Abang jadi 'grabak-grubuk' (apa 'sradak-sruduk' ya istilahnya?) karna belum ada persiapan apa2 sampai sekarang.

Itu hanya intronya aja, permasalahannya .. bek tu topik..

Mamah Na bukanlah orang yang suka berpesta atau syukuran (kl pun syukuran jg hanya kecil2an) karna Mamah ga suka repot2 (selain itu banyak pemborosan dimana2). Tapi pendapat ini dibantah dan di'cerca' sama tetangga kanan kiri. Mamah lantas dibilang pelit, sok, dan ucapan2 lainnya yg membuat telinga Mamah (termasuk aku sendiri) jadi memerah.. (gerah rasanya mendengar itu..).

Kebetulan hari ini aku pergi menemani Mamah utk mencari buku manasik haji di toko buku daerah Matraman. Setelah puas mengubek2 isi lemari (ahaha..maaf..hiperbolis sekali..) akhirnya kami berdua nyerah karna ngga berhasil menemukan buku yang diinginkan Mamah. Setelah shalat Ashar, kami berdua makan siang (atau sore?) di tempat makan terdekat.

Datanglah percakapan kami berdua dimana Mamah mengatakan,

"Na.. akhirnya Ibu2 dah pada tau!! Mamah ketauan!! Woah.. Ibu2 langsung bilang, ah.. Ibu mah bisa aja.. mau naek haji ga bilang2.. bikin ratib-an Bu.. undang2 kita.. "

Spontan aku ngakak ketawa melihat raut wajah Mamah yang dimanyun2-in itu..

Kami berdua lantas membahas seberapa pentingnya mengadakan syukuran atau ratib-an (aku sendiri ga paham sama arti ratib-an ini.. ). Pandangan kami sama, ini hanyalah tradisi yang dibuat oleh orang2 jaman baheula. Mau pergi haji, sibuk menyiarkan berita ke tetangga. Mengadakan pengajian, undang ustadz, dkk. Lalu pulang haji di kasih 'welcoming party' pake petasan. Hiiiy... apa iya Rasulullah SAW menyarankan hal itu??

Berlanjut dari haji ke masalah2 lainnya. Mamah termasuk salah satu Ibu yang ga mengadakan 'pesta' lagi ketika anak laki2nya menikah (baca: si Abang sudah mengadakan 'pesta' di kediaman rumah istrinya..). Sama, ini juga karna Mamah ga mau repot dan mubazir. Toh sudah membuat pesta disana..kenapa disini juga?kl 'pesta' nya ga pakai duit sih gapapa.. (ahaha..si Mamah bisa aja..).

Intinya aku sendiri juga memikirkan betapa sayangnya kl mengadakan 'pesta' atau 'syukuran' ditiap2 kegiatan. Sudah habis uang.. tenaga.. pikiran.. wah.. repot! Bukannya Mamahku pelit, tapi ya memang itulah adanya. Seandainya kami punya uang banyak, kayanya juga ga bakal mengadakan 'syukuran' di tiap2 kegiatan..

" Mau ngundang orang2 deket juga susah Na.. akhirnya si Ibu yang ga diajak malah jadi sedih.. trus Ibu yang diajak malah bercerita2 kl datang diundang... " Sambung Mamah sambil nyruput es teler yg menggiurkan itu..

" Lihat, sekarang kan Mamah malah jadi sibuk memikirkan mau ngundang dan buat makanan seperti apa? bukan khusyu' nanti ibadah Mamah mau seperti apa.. belum lagi yg nitip oleh2.. Mamah jadi beban.. nanti disana waktu lagi tawaf.. bukannya dzikir malah mencoba mengingat oleh2 buat Ibu2 yg nitip... kan Mamah jadi rugi sendiri... "

Aku makin mengangguk cepat..
Bener juga ya.. malah buat ngga khusyu' ibadah..

" Ya habis mau gimana lagi Mah, kita dah kena tradisi.. bukannya hidup sunnah.. " Sahutku,

Kasihan Mamah.. hanya karna tradisi 'ratib-an' ini.. sekarang Mamah jadi pusing..

Untuk menyenangkan hati Mamah, terlontarlah ucapan aneh dari bibir si bocah ini..

" Tenang Mah, insya Allah nti kl Na menikah.. Mamah ga usah repot2.. Na maunya sesederhana mungkin.. ga usah pake tradisi ini-itu.. kita pakenya tradisinya Rasul aja Mah... "

Lantas Mamah langsung nyengir dan menimpali,

" Iya.. itu kan maunya kita.. nah nanti yg dari pihak lakinya ga mau??"

" kl ga mau ya ga jadi nikah!"

Huahahahaa... beginilah kalo bocah dah asal bunyi...

Dan Mamahku hanya tersenyum sambil nyruput lagi es telernya...
Baca Selengkapnya "ratib-an oh ratib-an.."

Label: , , ,


" Sekarang dah dimana Mba?"

sambil senyum meringis kujawab... " sudah dirumah Dek.. "

" Ah.. mba bisa aja, pasti dah di RS terkenal ya! "

makin meringis kujawab lemah.. " yah, beneran.. i'm still at home.."

Akhirnya aku merasakan fase ini.. fase setelah lelah kuliah selama 5 tahun dan melewati masa indah saat wisuda lalu berleha2 dirumah.. ya.. aku merasakan fase 'anggur' alias.. 'pengangguran'.

Sudah hampir 3 bulan aku 'sibuk' di rumah. Awalnya aku memang ngga berniat utk langsung bekerja karna ingin meminta maaf sama Mamah karna aku sudah menelantarkan beliau selama 5 tahun, dimana aku jarang sekali mengabdikan diri sebagai anaknya. Dulu aku hanya bisa membantu Mamah saat hari Sabtu dan Minggu (ini pun kalau aku ga disibukkin dengan tugas2 kampus.. ). Karna itulah, aku berniat utk membalas kesalahanku, walaupun tak kan bisa dan takkan pernah bisa membalas jasa2 Mamah, setidaknya.. sebelum bekerja.. aku ingin dirumah menemani Mamah..

Lambat laun, pikiran utk bekerja menghampiriku. Tawaran utk bekerja di salah satu RS. yg terletak di arab nun jauh disana pun pernah menghampiri. Sempat terjadi 'chaos' waktu aku 'meng-iya-kan' tawaran ini. Bagaimana tidak mau? pikiran pertamaku adalah.. " Aku akan menginjakkan kaki-ku di tanah kelahiran Rasulullah SAW..!!!! ". Mamah dan Papah pun mengizinkan. Lantas aku pun semakin bersemangat jadinya. Satu per satu sahabat kuberitahu akan keputusanku. Banyak yang kaget dan bilang, " WAAAA... J..JAAUH YAAAA... " ada yang setuju.. ada juga yang 'setuju'.

Allah terus membolak-balikkan perasaanku. Dari yang awalnya aku yakin bahwa Allah sudah mengizinkanku utk bekerja disana sampai akhirnya sekarang Allah menjadi tidak ridho akan keputusanku itu. Bayangkan, aku sampai terbawa mimpi sudah membeli tiket utk pergi kesana!
Keinginanku yg sangat kuat ini berubah menjadi lemah karna kabar pengumuman (dari pihak kampus) mengenai bekerja di Arab tak kunjung tiba. Lambat laun pun, Mamah tidak jadi mengizinkan aku untuk kerja disana, jangankan di Arab, Mamah tidak mengizinkan aku utk kerja di luar negeri.

Sedih? ngga juga.. (loh kok bisa?)
Ya, karna semakin hari.. aku semakin menyadari bahwa, "Hey, disana aku sendiri! tak ada mahram bagiku disana!" walaupun sebenarnya disana kami akan difasilitasi asrama khusus wanita dan RS khusus muslimah, tapi tetap saja.. aku akan pergi menjauh lagi dari Mamah dan Papahku..

Akhirnya keputusan terakhir berbunyi, " Yasudah Na, carilah kerja di Jakarta saja.. ngga usah yg jauh2.. Mamah belum pernah ditinggal jauh2 sama anak mamah sendiri.. "
Bahagia rasanya saat mendengar ucapan itu dari Mamah. Alhamdulillah, aku memiliki Ibu yang cintanya sangat luar biasa ^___^~

Kini, aku sibuk mencari2 pekerjaan yang 'berbau' kesehatan di Jakarta. Aku sudah mencoba melamar di beberapa Rumah Sakit. Aku juga sudah mencoba melamar menjadi guru TK (ahahaha.. ntahlah.. kenapa ini ya yg terpikirkan..). Saat mengunjungi Ibu sahabatku yang sedang dirawat di Rumah Sakit di Jakarta, aku sekalian mencoba melamar disana.

Ada sesuatu yang terlintas dalam pikiranku..
Aku yang saat ini mencoba menghidupkan sunnah Rasulullah SAW (yaitu dengan cara berpakaian gamis dan memakai jilbab lebar), merasa nantinya akan banyak kesulitan jika aku mengenakan 'pakaian dinas' yang jauuuh dari apa yang seharusnya kami pakai (sebagai muslimah).
Ketika melihat ke seorang perawat yang berjilbab.. aku membayangkan itu diriku sendiri. Berjilbab, berbaju dan bercelana..

celana????

Itulah yg aku khawatirkan...
Dulu, saat aku masih kuliah profesi.. aku masih santai2 saja dengan pakaian profesiku. Walau terkadang mengganggu tapi kupikir mana aku punya kuasa utk merubah pakaian itu? Padahal ada satu teman kampusku yang tetap dalam keistiqamahannya. Beliau sudah berpakaian sunnah sejak awal kuliah dan ketika mengetahui bahwa saat profesi harus mengenakan celana, ia langsung mengajukan proposal untuk mengganti celana tersebut dengan rok.
Temanku ini berkeyakinan teguh bahwa celana adalah pakaian laki2. Dan Allah melaknat wanita yang berpakaian/berdandan seperti laki2 (dan sebaliknya). Temanku tak tinggal diam. Ia terus mencoba membujuk dosen2 kami agar mau mengganti pakaian profesi kami. Ia sampai mencari2 berita dan menemukan bukti bahwa ada salah satu rumah sakit di indonesia dimana pakaian perawatnya menggunakan rok panjang.. perawat2 disana mengatakan dengan berpakaian rok panjang tidak mengganggu aktivitas mereka sama sekali...

Namun Allah berkehendak lain. Hasil kerja keringat temanku tidak bisa ditanggapi oleh dosen2 kampusku. Dan pada akhirnya, temanku memutuskan untuk tidak mengikuti profesi ini. Dan dia tidak sedih karna dia tetap dalam ke-istiqamahannya..

Tersadar akan lamunanku, akhirnya aku menyadari mengapa belakangan ini aku merasa berat utk bekerja..

ya.. tak lain adalah karna masalah pakaian dinas dan lingkungan tempat aku bekerja..

Sebisa mungkin aku akan mencari pekerjaan dimana aku tetap menggunakan pakaian gamis ini dan meminimalisir bekerja di lingkungan yang banyak laki2 nya..

Ya Allah yang Maha membolak-balikan hati manusia, balikkanlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu..
Ya Allah.. kumohon.. istiqamahkanlah kami dalam menjalankan apa yang Engkau perintahkan dan menjauhi apa yang Engkau larang..
Baca Selengkapnya "and i'm still at home.."

Label: , , , ,

Sebelum membaca lebih lanjut, akan na jelaskan terlebih dahulu (insya Allah) maksud na berposting tentang hal ini. Ini hanya karna kerinduanku semata pada para sahabat2ku yang sekarang memiliki 'jalan' yang lain dengan na. Maksud tersembunyi nya adalah Na ingin bertestimoni tentang mereka.. hehehe...
Ada sahabat baru, ada sahabat lama.. tetapi mereka sahabatku semua. Karna Allah telah mempertemukanku dengan orang-orang 'luar biasa' ini, akhirnya hidupku menjadi semakin 'luar biasa' :D

postingan yg akan panjang looh.. siap2 bosan yaaa :D

These are my pals!!
  • Foni: sahabatku dari jaman SMA. Kami berdua sekelas saat duduk dibangku kelas 3. Rasanya benar2 hebat mengenal wanita yang satu ini. Cantik, tangguh, dewasa, bijak, kuat.. wah.. pokoknya dia itu kakakku! (walau secara bulan, lahir aku duluan daripada dia..). Kami berdua sering mengalami 'masalah' yang sama. Bahkan, sampai2 kami berdua sama2 menyukai pria yang sama! ahahaha.. kami memanggilnya dengan sebutan SO7 (karna wajahnya mirip dengan vokalis band indonesia..fufufufu..). Tapi lambat laun, foni jadi menyukai temannya si SO7.. hihihi.. lucu ya. Kami berpisah saat kuliah, jadi jarang bertemu lagi. Tetapi hal itu ngga jadi masalah buat kami berdua selama masih bisa ber-sms/telpon ria (kalau dah nelpon bisa menghabiskan waktu selama 2 jam! ^^; ). Kini, wanita dewasa ini semakin beranjak dewasa. Jika Allah mengizinkan, tahun depan ia akan menjadi seorang istri (hyaaa~ aku ditinggaal~~). Ah, aku tidak setuju!! (*eh) maksudku.. sedih tapi seneng juga mendengar kabar bahagia ini. Akhirnya, Allah akan memberikannya seseorang yang selalu hidup bersamanya.. Insya Allah! nanti aku akan datang juga Fon bersama pendampingku, yaitu..bayanganku! (*hayah.. ngaco..)

  • Mey: what should i say 'bout her. Sahabat yg kutemui di bangku kuliah ini jebolan dari SMA bulungan. Pertama kali bertemu yaitu saat kami berdua masih menjadi MABA (mahasiswa baru) di salah satu universitas terkenal (iya kah?) di indonesia. Kami berdua ngga sengaja bertemu saat mencatat 'mars2' anak MABA yg wajib dihapalkan selama masa orientasi kampus. Hanya karna 'pulpen', akhirnya kami bertegur sapa. Dan, hey! dia satu fakultas denganku!! hihi.. pertemuan yg luar biasa kan?. Di kampus, aku terkenal sebagai 'pacar' nya Mey. Maklum, aku benar2 lengket sama dia. Gimana ngga lengket. Wanita berparas cantik, baik hati, pintar, jago masak! dan ribuan keahlian lainnya yg dia miliki sehingga membuatku terkesima. Dulu aku sering nginep dikamar kost-nya. Lalu akhirnya aku memutuskan utk ikut jadi anak kost (tempat kost-ku ngga jauh dari kost-nya). Dari banyak sahabat yang kutemui, hanya Mey yang paaaaaaaling memaklumi akan ke'konyol'an sikap Na. Nasehat2 dari Mey itu selalu 'ngena' di hati. Kami berdua sama2 memiliki sifat 'ingin nyaman dan aman' or 'safety zone'. Kalau ada konflik, kami berdua sama2 saling tak memojokkan kesalahan orang melainkan menyalahkan diri sendiri. Sama2 berprinsip lebih baik terluka daripada melukai. Mey-lah yang mengajariku, 'dont sweat all the small things'. Mey juga yg mengajari Na utk ga panikan dan bersikap wajar jika sedang gugup. Kami berdua sama2 orang yang ngga mau jadi yg pertama. Tapi kalau ada yang mendukung, maka Mey akan lebih maju daripada aku.. hehe.. Saat ini Mey sedang mempersiapkan diri untuk bekerja sbg perawat professional.. Semoga Allah mempermudah langkahmu dan meringankan bebanmu, sahabat.. amiin ya Allah

  • Dini: Aku kenal dengan Dini saat aku numpang nginep dikostnya Mey (ternyata Dini itu tetangga kostnya mey). Dini itu orang yang memiliki wawasan luas. Segala ilmu dia tau. Segala berita juga tau. Mba'ku yg satu ini adalah satu2nya sahabatku yang mengenalkan dunia 'orang dewasa' padaku. Makanya, saat dia mengetahui ke 'lugu' an akan diriku mengenai dunia 'orang dewasa'. Dini langsung tertawa sekaligus marah (ahahha..bingung ya gimana 2 reaksi itu bisa bersatu). Dini adalah sahabatku yang paling mudah berinteraksi sosial dengan orang banyak. Temannya Dini buaaanyaaak banget! Satu hal yang membuat kami sering tidak cocok yaitu mengenai kegemaranku menonton film animal planet sedangkan ia tidak. Dini pernah mengatakan, 'kalau ada film animal planet yang ditayangkan jam 2 malam, penontonnya hanyalah satu.. yaitu si Ina..' (ahahaha..). Dini juga satu2nya sahabatku yang sering terlihat ceria dan bersemangat. Ia selalu menebarkan senyum disetiap saat. Dini sering mengingatkan Na agar tidak sering menampakkan wajah 'bodoh' di depan laki2 karna tampangku ini sering disalah artikan oleh mereka (baca: maksud Dini, aku sering menunjukkan wajah 'bodoh' dan membuat orang2 yang melihatnya jadi ingin menjahili-ku). Dini juga sering mengingatkan Na agar jangan takut sama orang yang jahat, harus menunjukkan bahwa diri kita kuat! hehe, padahal (lagi2) aku terlahir lebih dulu daripada Dini (hanya beda beberapa bulan), tapi tetap saja.. dia itu Mba' Dienz..

  • Intan: Alhamdulillah, Allah telah memberikan hidayah-Nya pada sahabatku ini. Intan adalah satu2nya anak azura yang baru berhijab di tahun 2008. Intan itu temen sekamarnya Mey. Intan adalah salah satu sahabatku yang memiliki sikap 'diam adalah emas'. Intan selalu berbicara seperlunya dan memang sangat tidak menyukai hal berghibah. Intan sangat suka menyanyi! hehe.. kalau aku dan intan berduet, tidak pernah sama (karna suaraku sember kemana2). Oh iya, Intan juga jebolan dari SMA bulungan (dia teman sekelasnya Mey saat mereka dibangku kelas 3). Sahabatku ini mengajariku bagaimana caranya agar bisa tekun dan cekatan dalam beraktivitas. Kalau melihat Intan lagi belajar, wah.. fokuuus sekali!! Saat ini Intan sudah menjadi muslimah yang bekerja di suatu perusahaan. Alhamdulillah, saat mencari2 pekerjaan, Intan tetap beristiqamah utk mempertahankan hijabnya. Ia pernah cerita ada perusahaan yg ia datangi tetapi memintanya utk melepas hijab itu. Spontan Intan langsung menolaknya. Oh iya, Intan juga tetap istiqamah dalam mempertahankan sikap tidak mau berghibahnya. Intan pernah cerita bahwa di kantor tempat ia bekerja, para pekerja wanitanya sering berghibah dimana2. Intan pernah menasehatiku, " jangan berghibah. Selain Allah memang melarangnya, berghibah itu ga enak. Anggap saja yg sedang dighibahkan itu kita sendiri ". Begitulah Intan, sahabatku yang sering menunjukkan diri apa adanya ^^

  • Sela: Uwaah..kalau ingat sahabatku ini, ingat dengan diriku sendiri. Hehe.. karna di Azura, aku dan Sela adalah mirip!. Sahabatku ini adalah teman sekamarnya Dini. Rumahnya jauuuuh deh.. di Tangerang sana (ahaha, aku jadi ingat bermalam disana saat merayakan ultahku yg ke..berapa ya Sel? lupa..). Sahabatku, Sela, adalah seorang arsitek yang kini sudah bekerja juga di sebuah perusahaan. Sela sangat menyukai kucing. Sela juga pecinta binatang! (thats why we're same!). Aku sangat suka Sela. Polos.. lucu..enerjik. Oh iya, Sahabatku ini sering mengingatkan aku untuk selalu berolahraga (ahaha..maaf ya Sel, akhirnya kita ngga jadi juga olahraga bareng saat masih ngekost..). Kami sering berdiskusi mengenai hewan. Dulu saat mengerjakan skripsi, Sela pernah membahas mengenai bangunan yang dibuat oleh lebah (sarang lebah), sampai akhirnya kami menyadari bahwa di depan kamarnya ada sarang lebah!! hehehe. Sela, sahabatku yang sering membuatku tertawa karna kepolosannya (apakah kami sama??). Teringat dengan kisah saat Sela berdiri di depan orang yang dikaguminya, padahal saat itu ia sedang presentasi, namun karna orang yg dikaguminya duduk didepannya.. ia langsung malu dan berusaha tidak memandang kearahnya. Sela pernah menasehatiku agar jangan sampai jatuh cinta yang berlebihan, karna nantinya akan rugi sendiri (betul Sel! aku setuju karna pernah begitu..). Sela adalah salah satu sahabatku yang bisa menggambar (ya, secara gitu..anak arsitek..). Gambarnya keren2 loh! Sela pernah berkeinginan membuat bangunan yang berguna bagi semua orang. Bangunan yang kokoh. Dari luar terlihat kuat tetapi di dalamnya hangat. Ah Sel.. aku rindu denganmu...

Yap..
Mereka inilah para sahabatku.. walau kini kami berbeda 'jalan' tetapi Allah tetap mempertemukan kami di dalam 'jalan' Nya, Insya Allah.. Amiin ya Allah.

Aah.. semakin rindu dibuatnya.. Aku merindukan masa2 saat aku bersama mereka. Saat kami senang.. sedih.. tertawa.. terdiam diri. Saat kami shalat berjamaah. Saat kami tertunduk bersama. Saat kami berada dalam pelukan hangat. Subhanallah, sahabat2ku memang menakjubkan!

Ya Allah, pertemukanlah kami kembali dalam surga-Mu
Jadikanlah kami para wanita yang terus beristiqamah dalam jalan-Mu
Lindungilah kami ya Allah dari segala perbuatan yang Engkau murkai
Hidupkanlah kami dalam keadaan berserah diri pada-Mu
dan Matikanlah kami dalam keadaan mengingat-Mu
Baca Selengkapnya "apakah ada kamu disini?"

Label: , , , ,


Lagi-lagi Na harus belajar dari apa yang sudah ditulis (atau diketik) oleh tangan ini. Melihat catatanku kemarin membuatku berpikir dan merenung. Saat melihat tulisan, " Apakah ada yang bisa membuktikan dalam satu hari kita tidak tertawa atau tidak menangis? " Aku hanya mengingat bahwa kita ini hidup dalam keadaan normal dan lupa dengan orang2 yang mengalami kecacatan dalam hidupnya.

Ya.. jika teman2 tau.. ada orang yang dalam satu hari ia tidak tertawa dan tidak menangis. Ini disebabkan karena Allah telah memberikan 'ujian' yang sangat luar biasa pada mereka. Yaitu sebuah 'kecacatan'

Yang ingin Na sharing disini yaitu mengenai anak2 penyandang autis (Allah telah menghendaki aku untuk 'bertemu' dengan anak penyandang autis). Pengertian autis/autisme secara umum yaitu gangguan perkembangan komunikasi, sosial, prilaku pada anak (baca selengkapnya di sini). Secara perilaku mereka mudah dikenali. Mereka senang menyendiri, bisa bermain dengan satu permainan selama berjam-jam, tidak mau disentuh atau dipeluk, mereka bisa berkata tetapi tidak ada artinya, sering tertawa atau menangis tanpa alasan, mereka tidak bisa merasakan sakit atau bahaya dan tanda-tanda lainnya yang semakin aku membacanya, semakin sedih dan malu..

Subhanallah, Allah telah menciptakan manusia dengan segala rupa tanpa terkecuali. Baik itu normal ataupun tidak. Rasanya sangat menusuk dan membuatku malu jika melihat aku yang sering mengeluh dengan keadaan yang normal ini, dibandingkan dengan mereka yang apa adanya.

Ya Allah.. ampuni hamba ya Allah yang selalu mengeluh setiap saat,
Maafkan hamba karna hamba belum bisa mensyukuri atas segala nikmat yang telah Engkau berikan,

Aku sempat diam seribu bahasa ketika melihat sebuah tulisan di sini

Hari ini, sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik
Pikirkan, tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahwa kita buruk
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya

Sebelum kita mengeluh tentang suami atau istri anda
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kita mengeluh tentang jauhnya kita telah menyetir
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang, cacat, yang berharap mereka mempunyai pekerjaan, seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa

Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kita masih bisa hidup


Sungguh aku semakin malu dibuatnya. Tidak jarang aku merasa bahwa akulah yang paling merasa tidak bahagia di dunia ini karna aku selalu merasa disakiti. Aku sering merasa 'dipermainkan' oleh dunia. Dan merasa 'hebat' karna bisa menutupi dan memaksakan diri untuk selalu tersenyum di balik kepahitan yang aku terima.

Segala puji bagi Allah dan sebaik-baik pujian kuberikan hanya untukMu.
Terimakasih ya Allah, Engkau telah menyadarkan aku dari 'hal2 kecil' yang sering kulupakan. Terimakasih ya Allah, karna Engkau telah menciptakan aku dengan sempurna.
Terimakasih ya Allah, atas segala nikmat yang Engkau berikan padaku..


Semoga Allah selalu melindungi kita dari segala perilaku yang membuat-Nya murka dan semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan bagi para orangtua dari anak2 penyandang autisme. Dan dik.. semoga Allah selalu memberkahimu, memberikan keselamatan dan kesejahteraan untukmu..

Amin Ya Allah...

ps: kembali lagi mengulang.." Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan?"
Baca Selengkapnya "bersyukurlah"

Label: , , ,


ingin menangis tetapi tidak tau apa yang mau ditangisi,

Hari selasa lalu, sempat aku dibuat menangis lagi akan sesuatu. Awalnya sih hanya masalah sepele, tapi biasa .. masalah2 yang lain ikut serta ke dalam pikiranku dan akhirnya meledaklah emosiku di malam hari..

Aku ini orang yang pandai berbohong.. cengar cengir di depan orang lain tetapi sebenarnya maunya marah dan ngambek. Mungkin ini salah satu bukti kenapa Na masih merasa sebagai anak2.. yap.. na blm pandai mengatur emosi.. bukan mengatur sih.. tetapi mengendalikan emosi tepatnya.

Aku ini tipe orang yang jika sudah memikirkan sesuatu terlalu berlebihan.. maka lupa-lah dengan hal2 lainnya. Yang lebih menakutkan, aku sampai lupa dengan Allah..!! Ya Allah.. ampuni hamba.. hamba khilaf, ya Allah..

Padahal sudah jelas, justru saat2 genting seperti inilah kita harus menyerahkan segala urusan di dunia ini kepada-Nya. Tapi aku malah lupa..

Salah satu sahabat mengingatkanku dengan peristiwa yang dialami oleh 'Aisyah r.a, yaitu peristiwa haditsul ifki. Kejadian yang dipicu oleh beberapa orang yang ingin mencoreng nama 'Aisyah r.a. Membuat semua orang gempar dan tidak percaya padanya tanpa kecuali, bahkan Rasulullah SAW. Saat itulah 'Aisyah r.a berpasrah diri dan menyerahkan segala-galanya kepada Allah.

" Hasbunallah wa ni'mal wakiil... ( Cukuplah hanya Allah sebagai pelindungku ) "

Malu rasanya mengingat kehebatan beliau. Aku yang hanya 'disentil' dengan masalah sepele seperti ini sudah kacau.. bahkan sampai lupa pada Allah!! Bagaimana jika nanti aku akan dihadapkan hal yang lebih besar lagi??? aku ga berani membayangkannya....

Apakah ini pertanda bagiku, bahwa imanku masih cupu.. Mengapa aku belum bisa menghadirkan Allah di kehidupanku.. Bagaimana caranya ada orang yang bisa menghadirkan Allah di dalam kesehariannya. Bahkan untuk setiap nafasnya!

Teringat dengan sebuah firman Allah yang kurang lebih artinya seperti ini,
" Allah-lah yang membuatmu menangis dan tertawa.... "

Apakah ada yang bisa membuktikan dalam satu hari kita tidak tertawa atau tidak menangis? (mungkin kalau menangis iya.. tapi untuk tertawa?). Begitu juga dengan perasaan-perasaan takut dan khawatir. Di seluruh alam jagad raya ini tidak mungkin ada karena ketidaksengajaan melainkan Allah-lah yang telah mengadakannya. Seharusnya disini-lah kita berpikir.. bagaimana bisa kita tidak menghadirkan Allah dalam setiap saat, padahal Allah telah menghadirkan kita dalam bumi ini..

Aku harus belajar dari awal lagi. Balik ke titik 'nol' lagi. Menyadari bahwa aku ngga sendiri. Jadi ngga ada lagi pikiran2 bahwa aku lah yang paling madesu (masa depan suram) di dunia karna tidak ada yg memperhatikanku. Kembali bangkit dan tegar..

be brave.. do not afraid.. coz Allah always be with you..

Jazakallah khairan katsira untukmu sahabat..
Baca Selengkapnya "Hasbunallah wa ni'mal wakiil"

Label: , , ,

Hmm, ini karna na lagi iseng buka tulisan2 na yg dulu. Agak kaget saat melihat tulisan ini.. setelah dibaca.. dipahami.. direnungi.. Na langsung cengengesan sendiri.. malu sendiri.. dan Na lupa.. saat menulis ini... siapa ya yg ada dibayangan Na?


Wahai engkau yang belum pernah kutemui,
Sesosok manusia yang kelak akan menjadi kepala dalam kehidupanku,
Sesosok manusia yang kelak akan bertanggung jawab penuh akan keberadaanku,
Sesosok manusia yang kelak akan kupatuhi segala perintahmu dan menjauhi segala laranganmu,
Sesosok manusia yang kelak akan tunduk padaku jika aku tunduk padamu,


Benarkah ia orang yang belum pernah Na temui? mungkin saja sudah.. atau mungkin belum, mungkin dia adalah orang yang pernah melihatku secara sepintas, atau mungkin dia adalah salah satu pembaca blogku ini (huoo..tiba2 aku merasa deg2an..) atau orang yang sama sekali aku tidak pernah mengenalnya. Yang Na yakini, Allah telah menghendaki atas 'pertemuan' kami...


Wahai engkau yang belum pernah kuangan-angankan,
Sesosok manusia yang kelak akan menjadi panutanku dalam beribadah dan aku menjadi ladang ibadah bagimu,
Sesosok manusia yang kelak akan menjadi cerminan bagi diriku sendiri,
Sesosok manusia yang kelak akan berbagi kisah hidup denganku,


Benarkah ia orang yang belum pernah Na angankan? ntahlah, Na ragu menjawabnya. Setiap ingin membayangkan wajah dia.. ga pernah bisa. Ngeblur.. blank.. mukanya kosong.. cuma ada janggutnya doang (ahahaha, ini cuma karna Na menyukai laki2 yg berjanggut..secara gitu.. Rasulullah SAW kan berjanggut, jadi otomatis ini salah satu syaratnya ^^~)
Tapi setelah dipikir2 lagi, jika aku menginginkan dia yg mengikuti jejak Rasulullah SAW (alias nyunnah), mau ga mau.. aku sendiri juga gitu dong ya? kan katanya nanti kita sama2 cerminan diri..kl dia nyunnah.. berarti..aku juga ikut nyunnah dong? wah... Na masih luntang luntung mengikuti sunnah Rasulullah SAW.. haa.. maafkan aku ya Rasul TT__TT


Seberapa besar cintamu kepada Yang Maha Memberikan rasa cinta?
Seberapa besar cintamu kepada Yang Menciptakan diriku dan dirimu?
Seberapa besar cintamu kepada Yang Paling Berhak untuk Dicintai?
Seberapa besar keyakinanmu bahwa engkau sudah jatuh cinta hanya kepada Allah SWT?


Setelah dipikir2 lebih dalam lagi.. apakah iya.. apa yang sudah kutulis disini akan kujalani? (hey.. aku sudah ga bisa berbohong lagi.. ini sudah tercatat Na!!). Mau ga mau memang harus kujalani karna itu sudah menjadi kewajibanku kelak (glek.. kok rasanya jadi berat ya.. yah, belum jg dijalani kok sudah takut..)


Seberapa besar cintamu kepada Yang Maha Memberikan rasa cinta?
Seberapa besar cintamu kepada Yang Menciptakan diriku dan dirimu?
Seberapa besar cintamu kepada Yang Paling Berhak untuk Dicintai?
Seberapa besar keyakinanmu bahwa engkau sudah jatuh cinta hanya kepada Allah SWT?


Saat menulis kata2 ini, aku jadi malu sendiri.. karna aku belum bisa mencintai Dzat Yang Paling Berhak utk dicintai. Cintaku pada Allah belum besar. Dan aku juga belum yakin benar aku sudah jatuh cinta hanya karena Allah..


Wahai engkau yang merasa lemah di hadapan-Nya,
Wahai engkau yang merasa tak berdaya di atas kekuasaan-Nya,
Wahai engkau yang menyadari bahwa aku ini adalah ujian bagimu, cobaan bagimu, neraka bagimu, dan surga bagimu
Wahai engkau yang selalu bertasbih mengingat Dzat yang menggenggam jiwaku ditangan-Nya dikala duduk, berdiri bahkan dalam tidur...


Betapa irinya aku ketika 'Aisyah r.a mengatakan bahwa Rasulullah SAW selalu mengingat Allah dalam keadaan apa pun bahkan saat mereka sedang menjalin cinta. Pun aku sangat iri dengan 'Aisyah r.a karna beliau bisa mencintai Rasulullah SAW semata-mata karna Allah.
Aku ingin kelak bisa mencontoh keadaan orang-orang yang kukagumi itu...


Sungguh, bahwa engkaulah yang aku cari..


Ya.. engkaulah yang aku cari..


Beginilah kalau itik sedang jatuh cinta. Agak memalukan (dan memang memalukan diri sendiri). Tapi inilah cintanya itik..
Aku tak ingin seperti orang2 yang jatuh cinta tetapi mereka sama2 saling menjerumuskan satu dan lainnya ke dalam neraka..
Ya Allah, lindungilah kami dari perbuatan yang membuatMu murka.


ps: ah.. lagi2 mengumbar cinta...




Baca Selengkapnya "jika itik jatuh cinta"

Label: , , ,


" Andai.. aku tlah dewasa.... "
ingat dengan lagunya sherina di petualangan sherina? yap.. lagu yang ia nyanyikan karna keinginannya utk cepat-cepat menjadi wanita dewasa.

Hmm.. lagi-lagi keinginanku yang satu ini muncul lagi ke permukaan dan membuatku terpukul... 'na.. kapan kau akan dewasa??'

Usia sudah kepala dua tetapi kenapa tingkah laku na ga ada jauh bedanya dengan anak2 yang berusia 2 tahun ya? ini bukan keinginanku..

Saking penasarannya, aku sering ikut2an tes kepribadian. Dari hal2 yang umum sampai spesifik. Ntah kenapa jawaban yang keluar selalu mengarah bahwa memang aku ini masih berperangai anak2.

Dari masalah warna, minuman, sepatu..ah.. pokoknya aku sendiri bingung bagaimana bisa hal2 sekecil itu dihubungkan dengan kepribadian seseorang? hihihi..aneh kan?
aku juga ingat saat salah seorang teman kosanku yang bertanya, " Na.. suka kopi?" , lantas dengan lantang kujawab, " Ngga.. pait din.. lagipula abis minum kopi suka deg2an.. "

Spontan temanku yg mendengar jawabanku ini tertawa terbahak2. "Bener2 deh Na... anak kecil sejati banget sih!!" Lah, Na malah bingung.. kopi kan emang pait.. trus deg2an itu katanya karna efek samping dari kopi yg terlalu kuat.. apanya yg anak kecil???????????

Belum lagi kemarin, saat wisuda. Haaa ... betapa aku tidak menyukai untuk menggunakan sepatu2 high heels!! Aku yang memaksa ingin merasa dewasa saat wisuda dengan menggunakan sepatu high heels, memaksa kedua temanku (Mey dan Lisa) untuk menemaniku belanja. Mey yang sudah mengenalku luar dalam, terbiasa dengan keinginanku utk mencari sepatu2 yang kaya anak2 (padahal tadi diri sendiri memaksa mencari sepatu high heels..) sedangkan Lisa sampai geleng2 kepala karna ke-egoisan dan kemanjaanku dalam mencari2 sepatu.

" Chan.. mana bisa sepatu karet kaya gitu dipake buat wisuda.. itu mah untuk main.. buat anak2 pula.. ni.. coba pake yg ini, dikit kok high heelsnya.. trus manis lagi.. ada bunga2nya.. "

" Kenapa sih wisuda harus pake high heels.. emang kl pake sepatu main ga boleh ya? na ga mau yg pake high heels ah sa.. nti jatoh lagi.. trus masa ada bunga2nya.. ga maooo... "

Dan akhirnya, sudah 5 jam (APA?!!!!!) kami keliling2 3 mall (APAAAAAAAAA??!!!) untuk mencari sepatu sesuai dengan keinginanku, akan tetapi hasilnya.. nihil.. (AAAAAAAPAAAAAAAAAAAAAAAAA????!!!! )

Diakhir pertemuan, Lisa berkomentar, "Chan, nanti saat menikah.. jangan pakai sepatu main ya.. apalagi sepatu ketsmu yang dah menangis2 itu.. kasihan suamimu nanti.. malu.. "

Teman sepermainanku juga ada yang bilang, "kl ngeliat ina tuh aneh. muka 1001 wajah. tapi paling kocak kalau lagi digodain tentang orang yg disuka.. mukanya ga bisa ditutupin.. langsung kelabakan.. trus merah mengkel.. ahahaha.. itu kan anak2 banget!!"

(hey! adakah orang yg kalau lagi digodain ga kelabakan??a..apa hanya aku aja???emang kl orang dewasa lagi digodain.. mereka gimana? membalas menggoda??? heee... ko aneh.....)

Semakin dipanggil bocah saat teman2 mengetahui kemampuan 'memasak'ku. Hanya mampu buat nutrijel.. Lalu film kesukaan.. si bolang (bocah petualang) dan animal planet.. bukan film2 orang dewasa.. (jadi ingat, dulu di kosan pernah diminta menonton film orang dewasa (baca: bukan film yg ada adegan2 porno) ntah kenapa saat menonton aku malah bilang.. " ga seru kl ga ada hewannya..." )

Aku ga tau harus kaya gimana lagi biar kaya orang dewasa. Tapi apa yang diucapkan sama teman2ku memang benar. Aku memang ga suka kopi karna pait, aku juga ga suka memakai sepatu2 high-heels karna takut jatoh apalagi kl ada bunga2nya..hii.. ga sukaa!! dan aku akui, aku ini si wajah 1001. Seringnya menampakkan wajah lugu (Atau bodoh?) dan mudah diisengin..

Sampai kapan aku kekanak2an seperti ini??

Satu2nya orang yang selalu membuatku tersenyum akan tingkah laku-ku yang seperti anak2 ini, hanyalah Rasulullah SAW. Karena, beliau memiliki istri yang sangat dicintainya, yang juga memiliki sifat kekanak2an dan manja, 'Aisyah r.a (horeee.. aku ada temannya!!!)

Ah.. postingan yg aneh dan ngaco..

maaf ya teman..
Baca Selengkapnya "andai aku tlah dewasa"

Label: , , ,


Kebetulan belakangan ini Na suka online menggunakan Y! dengan avatar si himawari ini. Awalnya karna dah bosen pake avatar2 yang ga jelas (dan terkadang masih suka narsis menampilkan foto sendiri.. hehehe..). Saat ingin mengganti avatar, melihat ada avatar yg sudah disediain sama orang yahu, yaitu gambar bunga matahari (hmm.. bukan si hima yg disamping ini sih.. tapi mirip2 dikit deh ^^ ), dan.. tiba2 saja aku jadi suka dengan bunga matahari ^__^~


Aku ga pandai menanam bunga apalagi utk merawatnya. Tapi aku tau bagaimana cara menanam bibit tanaman utk disurga nanti!!!! ada yang tau kl semesta alam sedang bertasbih seperti apa? mereka melantunkan dzikir..

" Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaa ha illallahu allahu akbar "

Nah, aku lupa haditsnya, tapi kl ga salah ada yang menyebutkan jika kita mengucap dzikir seperti semesta alam sedang berdzikir (seperti diatas), itu sama seperti sedang menanam tanaman di surga. Aduh maaf.. bahasaku belibet.. gimana ucap yg bener ya...

Ya, intinya gitu deh.. (haa..lagi2 aku yang ga jelas..maaf!!!)

Setiap sedang berdzikir, aku membayangkan aku yg sedang menanam bibit2 tanaman itu. Sambil berdoa.. Ya Allah, tumbuhkanlah tumbuh-tumbuhan yang sedang kutanam ini. Jadikanlah ia pohon yang besar atau jadikan ia bunga-bunga yang cantik, yang nantinya bisa dinikmati oleh orangtuaku saat mereka berada dalam surga-Mu..

Aku tak bisa membayangkan bagaimana kebun yang akan kita temui nanti di surga (dan memang tak akan bisa terbayangkan bagaimana indahnya didalam sana). Saat salah seorang sahabatku berkata,

" siapa tahu nanti di srga, Na didatangi bidadari/malaikat atau mungkin Allah sendiri dan bertanya pada Na ,"tahukah kamu dari mana taman dan tanaman yang indah ini datangnya? Sesungguhnya tanaman2 ini adalah dzikirmu sewaktu sesudah engkau sholat dahulu"

Rasanya takkan ada orang yang tidak gembira mendapatkan kabar gembira seperti di atas!

Jadi, mau memulai menanam tanaman untuk kita lihat nanti di dalam surga Allah? Yuk!!!!
Baca Selengkapnya "tanam bunga yuk~"

Label: , ,

Assalamu'alaykum wr wb,

Wah.. belakangan ini aku dikejar2 oleh masa lampau! semenjak posting 'dibawah', suddenly.. hal2 yang bersifat nostalgia muncul kembali dihadapanku. Sampai2 aku sendiri dibuat heran akan kisahku sendiri.. hihihi, aku yang aneh..

Kemarin, aku dikejutkan dengan berita dari seorang sahabatku yang mengatakan bahwa di Indonesia, tepatnya di daerah Jawa (aa..lupa jawa mana..) ada daerah yang dihuni oleh para nelayan dimana mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan jika ingin menjawab salam (baca: Assalamu'alaykum wr wb). Padahal KTP mereka adalah islam..

Ngeri plus sedih dan takut..

Beginikah kalau orang sudah lupa pada Allah?

Menjawab salam aja ga bisa, apalagi kalau untuk shalat? membaca Al-Qur'an? dan.. ibadah yang lainnya??

Jangan-jangan.. di Indonesia ini yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.. banyak yang seperti para nelayan tersebut lagi.. T___________T

Bagaimana dengan nasib para pekerja lainnya? apa para pak tani tau bagaimana cara shalat sedangkan ia sibuk mengurusi sawahnya seharian? apa para pengemis di jalan masih ingin berpuasa saat Ramadhan lalu sedangkan mereka terus berada dibawah terik matahari untuk mengemis? apa para tahanan masih ingin beribadah saat mereka jauh dari orang2 yang peduli akan kehidupannya di penjara???

hmmm....
Baca Selengkapnya "jangan buat aku lupa"

Label: , , ,

Ada yang aneh sama foto disamping, setelah kuedit sana-sini (bermaksud menutupi apa yang tak bisa ditutupi) kok hasilnya jadi begini ya? maaf, beginilah jadinya kl bukan ahli potosyop mengobrak-abrik fotonya sendiri~

Yak, perkenalkan. Ini adalah aku, Marina Eliza, saat berusia 3 tahun.
Anak ke-3 dari 4 bersaudara. Memiliki satu Kakak perempuan yang saat ini sudah memiliki anak perempuan (Hana), satu Kakak laki-laki yang juga sudah memiliki anak perempuan (Naura) dan adik perempuan yang lagi menikmati masa remajanya. Aku lahir di Jakarta, tepatnya di Rumah Sakit.. (Hey! kok jadi buat CV begini??!!!), NEXT!!!


Mungkin saat aku masih kecil, tak ada bayangan kalau aku akan menggunakan jilbab sampai saat ini (iyalaah..masih kecil gitu loooh~).

Walk to remember..

Pertama kali aku menggunakan jilbab, yaitu saat aku berusia kurang lebih 8-9 tahun. Ini sih karna dulu aku ikut ngaji di masjid depan rumahku (TPA/TQA). Disinilah mulai tertanam mengenai Islam dalam kehidupan sehari2ku. Baik itu dari belajar huruf arab, belajar tajwid, membaca dan menghapal al-Qur'an (waow..sekarang hapalannya sudah amblas tengah jalan..) dan yg lainnya. Tapi namanya juga masih anak2. Abis ngaji, ya lepas bablas~

Tapi kemudian, saat aku duduk di bangku kelas 6 SD. Aku bertekad ingin memakai jilbab ke sekolah. Karna sering sekali aku dikira orang bule yg nyasar sekolah di jakarta! sudah begitu aku dibilang tukang tipu karna mengaku2 sebagai orang islam (ini karna masalah namaku yg kurang menunjukkan identitas Islam, sampai2 KepSek tak percaya aku beragama Islam T__T). Ujung2nya, aku tak bisa menggunakan jilbab hanya dikarenakan pihak sekolah takut sekolahku akan dicap sebagai sekolah khusus Islam (padahal kalau aku jadi pakai jilbab, hanya aku sendiri yg menggunakan jilbab dari sekian puluh siswi di SD itu!!!!).
Ayahku sempat turun tangan mengatasi konflik ini (yg paling kuingat, saat Ayah masuk keruang KepSek dan menggebrak meja KepSek karna berbicara "Maaf Pak, Marina tak pantas memakai jilbab karna namanya..")

Alhamdulillah, setelah sampai di bangku satu SMP, aku mulai istiqamah memakai jilbab. Tapi, ya tetap saja perilaku-ku tak ubah anak badung yang sebadung-badungnya anak perempuan. Banyak yg bertanya, "Lo udah pake jilbab tetep aja metal, gimana sih!". Nah, lucunya aku selalu menjawab pertanyaan itu dengan jawaban, "Yang penting gw dah pake jilbab! nanti sikap dengan sendirinya juga ikut berubah.. kali...." (ahahahahaha...benar2 deh..)

Jilbab yang pertama kali kupakai adalah jilbab yang kucel dan kumel. Jilbab kaos putih yg pendek sebahu utk kesekolah hanya punya sedikit. Dan itu pun kl main juga dipakai. Alhasil salah satu sahabat SMP-ku berkata, "Na...pliis doong... itu jilbab digantii.. kucel banget sih! dah kaya bocah ingusan gitu.. ganti ah!" (Ah, Widya.. aku merindukanmu...sekarang jilbabku dah diganti kok!)

Lanjut ke bangku SMA. Aku ikut dalam rohis SMA. Hmm.. saat indah yang tak terlupakan terjadi kembali. Aku yg tadinya pakai jilbab kaos yg mini (sebahu), berubah!! karna jatuh cinta sama teman yg ikut rohis juga (aaaaa! jilbabku ternoda!!) lantas aku memakai jilbab segi empat (jilbab kain persegi) dan mulai ikut2an panjang kaya mba2 rohis lainnya.
Karna niatku memakai jilbab panjang utk menarik perhatian si laki2 tersebut, alhasil aku malah kembali menggunakan jilbab mini (karna cintaku ditolak! duesh!!!!). Beigitulah, jika niat bukan untuk Allah.. (maafkan hamba, Ya Allah..)

Memasuki bangku kuliah.. wah... inilah saat2 yang makin takkan terlupakan bagiku! aku mengalami metamorfosa disini. Subhanallah....

Selama 5 tahun aku menjalani siklus hidup sebagai anak kuliah. Allah SWT telah mempertemukan aku dengan jutaan orang yang membuatku 'melek' akan jilbabku dan penampilanku. Selama 5 tahun, aku berganti-ganti model jilbab. Aku seperti mencari identitas diri. Aku pernah menggunakan jilbab super mini (yg hanya menutupi leher saja). Pun pernah menggunakan jilbab lebar. Allah terus membolak-balikkan hatiku selama itu...
Aku tak pernah yakin dengan diri sendiri. Saat menggunakan jilbab super mini, salah satu teman rohis kuliahku langsung mengkritikku habis2an. Dan saat menggunakan jilbab lebar, temanku pun ada saja yang berkomentar. Rasanya saat itu aku mulai lelah karna terlalu memperhatikan apa yang dipikirkan orang lain terhadap diriku..

Lalu, belum genap satu tahun. Aku bertemu dengan salah seorang teman Kakak perempuanku yang mulai 'meracuni' ku dengan jilbab lebar. Awalnya masih harus muter tujuh keliling saat diperlihatkan foto-foto wanita berjilbab lebar (apalagi yg bercadar!!!). Uffff.... pengen ngumpet rasanya...

Tapi kini, aku malah terkesima dan berkaca2 saat melihat akhwat bercadar berdiri dihadapanku. Aku mulai mencoba bagaimana berpakaian dengan 'layak'. Aku mulai menyicil mengikuti jejak langkah 'Aisyah rha. (istri Rasulullah SAW) yang sekaligus saat ini menjadi idolaku. Begitu pula saat mengetahui bahwa pakaian yang mereka (istri2 Rasulullah SAW) gunakan bukanlah pakaian yang dua potong (baju dan celana) melainkan baju gamis (baju terusan) yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh sedikitpun. Jilbab yang mereka pakai adalah jilbab yang benar2 tertutup. Dan mereka pun bercadar.

Subhanallah, rasanya nikmat saat aku mulai memakai jilbab (yang sedikit agak lebar) dan berbaju gamis sebagai baju keseharianku. Rasanya aku yakin dengan identitasku yang sekarang (Insya Allah). Kuingin semoga Allah SWT tetap mengembalikan hatiku kepadaNya dan mengizinkanku utk beristiqamah dalam melaksanakan perintahNya, begitu pula dalam menjalankan sunnah2 Rasulullah SAW.

Tak ada hadiah yang lebih indah melainkan doa, semoga Allah selalu menjaga, melindungi dan tidak mengambil hidayahNya darimu, wahai sahabatku...

Walk to remember...

Yaa Ukhty.. bareng2 yuk memperbaiki diri. Sayang jika rambutmu yang indah dinampakkan begitu saja utk orang2 yang tidak halal untukmu. Begitu pula dengan lekuk tubuhmu. Simpan dan jaga baik2 untuk suamimu kelak (aiiiih..bahasamu naaak!!!! aku sendiri geli mendengar kata2 suami >___<~ )

ps: Sebenarnya postingan ini sebagai ucapan 'terima kasih' untukmu. Tapi setelah dipikir2, rasanya kurang cukup kalau hanya ucapan terimakasih doang. Apalah artinya terimakasih dariku, jika engkau sudah memiliki Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang, yang selalu memberikan hal yang terbaik untukmu ^^
Baca Selengkapnya "walk to remember"

Label: , ,

Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. (QS. al-Mulk, 67:19)


Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (QS. an-Nahl, 16:79)


Setelah sekian lama akhirnya aku mengingat kembali saat aku membaca kata "Al-Mushawwir (Yang Maha Pembentuk) " di salah satu rubrik 'Asmaul Husna' majalah langganan di rumahku. Disitu sang penulis bertanya,
" Mengapa mata manusia terletak di bagian wajah?, Mengapa kaki letaknya di bawah? " dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang makin dibaca makin membuat kepala angguk-angguk sendiri sambil bilang... "hmmm... iya ya..."

Lalu, apa hubungannya sama burung di atas? akan kubagikan suatu kisah yang berasal dari Harun Yahya, judulnya, -Anwar dan sang burung kecil-

Ketika Anwar sedang berjalan pulang dari sekolah, hujan mulai turun sangat lebat. Setelah makan malam, sebelum memulai pekerjaan rumahnya, dia bertanya kepada ibunya apakah dia boleh melihat hujan dulu sebentar. Ibu bilang bahwa Anwar boleh melihatnya sebentar saja. Anwar melihat ke jendela dan mulai memperhatikan hujan yang turun di luar. Ada orang berjalan di jalanan dengan memakai payung, dan yang tidak mempunyai payung merapatkan diri mereka ke bangunan. Tak lama kemudian, gumpalan hujan mulai terbentuk di mana-mana. Mobil yang lewat memuncratkan air ke sisi jalan dan orang berlarian dari pemberhentian agar tidak kebasahan. Anwar berpikir betapa menyenangkannya berada di dalam rumah dan dia harus lebih bersyukur kepada Allah Yang telah memberinya makanan dan rumah yang hangat untuk tinggal. Pada saat itu juga, seekor burung jelatik hinggap di bingkai jendela. Anwar berpikir bahwa burung malang itu pasti sedang mencari tempat berteduh dari hujan, dan dia segera membuka jendela.

“Hai, namaku Anwar,” katanya. “Kamu boleh masuk kalau kamu mau.”

“Terima kasih, Anwar,” kata sang burung kecil. “Aku ingin menunggu di dalam sampai hujan reda.”

“Kamu pasti kedinginan di luar sana,” Anwar ikut merasakan “Aku belum pernah melihat burung sedekat ini sebelumnya. Lihat betapa tipisnya kakimu! Bagaimana kakimu dapat menahan badanmu hingga tegak?”

“Kamu benar, Anwar,” sang jelatik setuju. “Kami burung memiliki kaki yang tipis dibanding tubuh kami. Namun, biarpun demikian, kaki-kaki tersebut mampu menahan tubuh kami dengan sangat mudah. Ada banyak otot, pembuluh darah dan syaraf didalamnya. Bila kaki kami lebih tipis atau lebih tebal lagi, akan sulit bagi kami untuk terbang.”

“Terbang pasti rasanya sangat menakjubkan,” pikir Anwar. “sayapmu terlalu tipis, juga, namun kalian masih dapat terbang dengannya. Jadi, bagaimana kamu dapat terbang sedemikian jauhnya tanpa merasa lelah?”

“Saat pertama kali kami terbang, kami menggunakan banyak sekali tenaga karena kami harus mendukung berat badan kami pada sayap kami yang tipis,” mulai sang jelatik. “Namun begitu kami di udara, kami menjadi santai dengan mebiarkan tubuh kami terbawa angin. Jadi, karena kami menghabiskan lebih sedikit tenaga dengan cara ini, kami tidak menjadi lelah. Saat angin berhenti bertiup, kami mulai mengepakkan sayap kami lagi. Karena kelebihan yang telah Allah ciptakan untuk kami, kami dapat terbang dalam jarak yang sangat jauh.”

Anwar kemudian bertanya, “Bagaimana kamu dapat melihat sekelilingmu saat sedang terbang?”

Sang jelatik menjelaskan: “Organ indera terbaik kami adalah mata kami. Selain memberikan kemampuan untuk terbang, Allah juga memberikan kami indera penglihatan yang sangat hebat. Jika kami tidak memiliki indera penglihatan bersamaan dengan kemampuan ajaib kami untuk bisa terbang, hal itu sangatlah berbahaya bagi kami. Kami dapat melihat benda yang sangat jauh dengan lebih jelas daripada manusia, dan kami memiliki jangkauan penglihatan yang luas. jadi begitu kami melihat bahaya di depan, kami dapat menyesuaikan arah dan kecepatan terbang kami. Kami tidak dapat memutar mata kami seperti manusia karena mata kami diletakkan pada pencengkramnya. namun kami dapat menggerakkan kepala kami berputar dengan cepat untuk memperluas wilayah penglihatan kami.”

Anwar mengerti: “Jadi, itulah mengapa burung selalu menggerakkan kepala mereka: untuk melihat ke sekeliling mereka. Apakah semua mata burung seperti itu?”

“Burung hantu dan burung-burung malam hari lainnya memiliki mata yang sangat lebar,” sang jelatik melanjutkan. “Berkat sel khusus dalam mata mereka, mereka dapat melihat dalam keremangan. Karenanya, burung hantu dapat melihat dengan sangat baik untuk berburu di malam hari. Ada juga jenis burung yang disebut burung air; Allah menciptakan mereka agar mereka dapt melihat dengan sangat baik di dalam air. Mereka mencelupkan kepala mereka ke dalam air dan menangkap serangga atau ikan. Allah menciptakan kemampuan ini dalam burung-burung ini agar mereka dapat melihat dengan jelas di dalam air dan menangkap mangsa mereka.”

“Tidak semua paruh burung sama, nampaknya. Mengapa demikian?” Anwar bertanya.

“Allah menciptakan berbagai jenis paruh yang berbeda untuk burung yang berbeda untuk melakukan pekerjaan yang berbeda,” demikian jawabannya. “Paruh kamu sesuai dengan sempurna terhadap lingkungan di mana kami tinggal. Ulat dan cacing sangat lezat bagi kami para burung pemangsa serangga. dengan paruh kami yang tipis dan tajam, kami dapat dengan mudah mengambil ulat dan cacing dari bawah daun pohon. Burung pemakan ikan biasanya memiliki paruh yang panjang dengan bentuk seperti sendok pada ujungnya untuk menangkap ikan dengan mudah. Dan burung yang makan dari tumbuhan memiliki paruh yang membuat mereka dapat makan dengan mudah dari jenis tumbuhan yang mereka sukai. Allah telah menyediakan dengan sempurna untuk setiap makhluk di Bumi dengan memberikannya kemampuan yang dia butuhkan.”

Anwar punya pertanyaan lain untuk sang jelatik: “Kamu tidak mempunyai telinga seperti yang aku punya, namun kamu masih dapat mendengarkan aku dengan sangat baik. Bagaimana bisa?”

“Indera pendengaran sangatlah penting bagi kami para burung. Kami menggunakannya untuk berburu dan saling memperingatkan akan adanya kemungkinan bahaya sehingga kami dapat melindungi diri kami. Sebagian burung memiliki gendang pendengaran yang membuat mereka mampu mendengar suara yang paling kecil. Pendengaran burung hantu sangat peka akan suara. Burung Hantu dapat mendengar tingkat suara yang tidak dapat didengar manusia,” sang jelatik memberitahukannya.

Anwar kemudian bertanya: “Kalian para burung berkicau dengan sangat merdu. Aku senang mendengarkan kalian. Untuk apa kalian menggunakan suara kalian?”

Sang burung mengangguk: “Sebagian dari kami memiliki kicauan yang berbeda untuk mengusir musuh kami. Terkadang kami membuat sarang kami di dalam lubang pada batang pohon, dan ketika musuh mencoba masuk, kami mendesis layaknya ular. Penyusup tersebut berpikir bahwa ada ular di dalam sarang itu, sehingga kami dapat melindungi sarang kami.”

“Apa lagi yang kalian lakukan untuk melindungi sarang kalian dari musuh?” Anwar ingin tahu.

“Kami membangun banyak sarang tipuan untuk menyesatkan musuh kami,” kata sang burung. “Dengan cara ini kami membuat para penyusup tersesat dan melindungi sarang dan telur kami yang telah kami sembunyikan di daerah tersebut. Untuk melindungi sarang kami dari ular berbisa, kami menutupi jalan masuk dan membuatnya sangat berliku-liku. Kewaspadaan lainnya adalah membangun sarang pada pohon yang cabangnya berduri.”

“Bagaimanakah sebagian burung dapat berenang dalam air? dan mengapa tidak semua burung dapat berenang?” Anwar bertanya pada temannya.

Sang jelatik menjawab: “Allah telah menciptakan sebagian dari kami dengan kemampuan untuk berenang. Dia telah memberikan mereka kaki berselaput jala agar mereka mampu berenang saat masuk ke dalam air. Sebagian lain dari kami memiliki jari tipis tanpa jala. jadi, selain burung air, burung tak dapat berenang.”

“Sama seperti sepatu renang!” Anwar berseru. “Saat aku berenang dengan memakai sepatu renang, aku dapat berenang dengan jauh lebih cepat.”

“Ada beberapa burung yang telah memiliki sepatu renang ini sejak lahir,” kata sang burung.

Saat Anwar dan sang burung sedang berbincang-bincang, ibunya menyuruh Anwar untuk masuk ke kamarnya dan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Pada saat bersamaan, hujan pun telah reda.

Anwar berkata pada temannya: “Sekarang aku harus masuk ke kamarku dan mengerjakan pekerjaan rumahku. Besok aku akan bercerita kepada teman-temanku tentang kemampuan istimewamu, dan bagaimana Allah telah menciptakan kamu dan makhluk lainnya melalui karya seni kreatif yang sedemikian sempurna.”

“Hujan telah reda, jadi aku dapat kembali ke sarangku,” jawab sang jelatik. “Terima kasih telah membawa aku masuk, Anwar. Saat kau menceritakan temanmu tentang kami, Bisakah kamu sampaikan juga kepada mereka untuk peduli kepada kami dan jangan melemparkan batu kepada kami atau kepada makhluk lainnya?”

“Ya, tentu saja aku akan menyampaikannya kepada mereka,” Anwar setuju. “Semoga Allah melindungimu.”
Anwar membuka jendela dan sang burung segera terbang, melayang menembus udara. Anwar memikirkan kesempurnaan dalam ciptaan Allah dan duduk mengerjakan pekerjaan rumahnya.


Itulah kisah Anwar. Subhanallah, andai seluruh manusia mau berpikir dan berterima kasih pada Yang Maha Pembentuk.. mungkin kita ga bakal melihat lagi ada orang yang alis matanya tipis dan berbentuk bulan sabit (karna dicabutin dan dibentuk) dan orang-orang sejenisnya yang sering tidak menghargai bagaimana ia telah dibentuk dengan sebaik-baiknya bentuk oleh Allah SWT.

Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari kisah Anwar dan temannya, Insya Allah

Wallahu a'lam bisshawab
Baca Selengkapnya "Yang Maha Pembentuk"

Label: , ,

" I love to see the sky, I love the giant squid, I love the Egyptian 's king,... We love the world"

Potongan lirik lagu diatas aku ambil dari salah satu iklan non-komersil di National Graphic Channel (NGC). Pertama kali melihat iklan itu, mata ini langsung terpana melihat kekaguman orang-orang yang menyanyikan lagu itu. Tiap-tiap diantara mereka memandang hal yang ada di dunia ini dengan mata penuh cinta. Dan kata-kata terakhir yang menambah 'takjub' akan iklan ini yaitu, 'we love the world'

Jika ada seseorang yang bertanya padaku, apakah engkau mencintai dunia? tentunya akan kujawab, "tentu! bagaimana aku tidak mencintainya?" Dan jika aku ditanya, apakah engkau mencintai yang menciptakan dunia? tentunya akan kujawab, "hmm..... ntahlah....." sambil tertunduk malu

Kemarin malam, kusempatkan diri ini untuk mengintip kitab biru-ku yang lumayan lama tertinggal setelah aku kedatangan tamu. Mahasuci Allah, apa yang sedang kupikirkan mengenai dunia (akibat melihat iklan NGC itu), langsung dijawab oleh Allah dalam firmanNya di Surah Ar-Rahman (hmmmm...salah satu surat yang cespleng)

Aku tak tahu, sudah berapa banyak hal 'dahsyat' yang aku lewati begitu saja yang terjadi di bumi ini..

Aku tak ingat bagaimana aku bisa lahir di dunia, tak pula mengingat bagaimana aku berbicara untuk yang pertama kalinya. Aku tak ingat apa yang terjadi saat aku memandang langit yang dihiasi matahari, bulan dan bintang. Aku juga tak bisa mengingat apa reaksiku saat pertama kali melihat ada bunga, pohon-pohon dan binatang disekitarku. Aku hanya bisa mengingat bagaimana aku bisa melupakan betapa cintanya Sang Maha Pemurah kepadaku..

Pernahkah aku bertanya pada Bunda, siapakah yang menciptakan aku? siapakah yang menciptakan mereka? dan pernahkah aku bertanya pada Bunda, bagaimana aku bisa melupakan Dia?

Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan?

Saat membaca arti ayat ini, aku berpikir... "dusta? aku? mendustakan nikmat? iyakah?"

Aku coba merenunginya lebih dalam..

Pernahkah aku bersyukur bahwa saat ini aku bisa melihat dan membaca? berjalan dan berlari? tertawa dan menangis? berdiri dan duduk? Pernahkah aku bersyukur bahwa saat ini aku.. hidup?

"ah..pernah ah.. buktinya aku sering ucap alhamdulillah kl dapet rejeki. aku juga sholat, kata orangkan sholat itu pertanda kl kita bersyukur..."

Hanya itu?

" ....... emang... mau gimana lagi? bukannya cuma bisa begitu? "

Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan?

" Hey... kenapa ini ditanya lagi?? aku kan sudah menjawabnya! ... apa bukan itu jawabannya??"

Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan?

" K.. kenapa ditanyakan lagi!! a.. aku tak tahu jawabannya!!!! "

Pertanyaan itu terus berulang dan diulang sampai 31 kali dalam surat Ar-Rahman. Dan aku hanya bisa berdiam diri, hening, memikirkan pertanyaan yang Allah ajukan padaku...
Baca Selengkapnya "Yang Maha Pemurah"

Label: , ,

Siang tadi sambil membaca sebuah buku pinjaman dari seseorang, Na menghidupkan kembali radio yang cukup lama tak kusentuh-sentuh (aiih bahasanyoo..). Kebetulan ada kajian yang membahas mengenai " Amal" . Yap, sudah kuniatkan ingin berbagi apa yang kudengar dari radio pada kalian, tentunya hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT, insya Allah

Begini pembahasannya (dari pak ustadz -yg aku ngga tau namanya siapa-)

Mungkin dari beberapa teman ada yang sudah paham bagaimana konsep untuk beramal. Tapi, tak ada salahnya untuk mengulang kembali (tentunya biar nambah inget ^^ ).
Pak ustadz menyampaikan, bahwa sesungguhnya dalam beramal itu diperlukan empat hal. Apa itu? yaitu: ikhlas, niat, bersungguh-sungguh dan menyegerakannya.

Na coba bahas satu persatu ya, dan tentunya hanya sebatas yang kuingat saja ^^

1. IKHLAS
Adalah point pertama yang dibutuhkan saat kita beramal. Aku lupa penjelasan dari pak ustadz. Cuma mungkin yang mudahnya, ya yang namanya beramal.. tentunya dengan keikhlasan bukan? (kl ga ikhlas namanya bukan beramal, tapi maksain diri). Ga gampang untuk menghadirkan hati ikhlas saat beramal (bener lho) karna kadang kita suka salah arti dengan ikhlas. Kita sering mengartikan ikhlas dengan rela, tapi kl dalam Islam tentunya ikhlas yg dimaksud adalah ikhlas karena Allah SWT.
Contoh kasus seperti ini,
di bes ada pengamen. Kebetulan ada sisa uang receh di kantong atau di dalam tas. Lalu dengan mudahnya kita mengeluarkan uang itu dan memberinya kepada si pengamen, tanpa disadari apakah itu memberinya ikhlas karena Allah atau hanya karna ingin berbagi aja? atau sekedar ritual beramal saja?
.
Karna itulah, saat beramal, hadirkan dalam hati perasaan ikhlas karna Allah SWT. Ikhlas uang kita berkurang dan tidak berharap apa-apa kecuali keridhoan dari Allah SWT. Sudahkah kita ikhlas yang seperti itu?

2. NIAT
ada beberapa hadits (kl ga salah ada dua deh) yang membahas mengenai masalah niat. Yang pertama membahas kalau kita ingin melakukan apa2 harus berlandaskan dengan niat dan yang kedua membahas apa2 yang kita dapatkan itu tergantung dari niatnya. Ribet? duh, maap.. lagi recalling sama memory yg tadi ^^;
Kurang lebih penjelasan dari pak ustadz seperti ini,
Kalau mau kita telaah lebih dalam, tidak ada perilaku manusia yang tidak dilandaskan dengan niat. Contoh gampang, semisal kita nge-net mau cek imel/ chatting/ posting blog (fufufufu) atau yg lainnya. Mana niatnya? yaitu: mau cek imel dan kawan2. Meski ga kita sadari, itulah awal niatan kita. Nah hubungannya dengan hadits yang kedua (apa2 yang kita dapatkan itu tergantung dari niatnya) itu, setelah kita nge-net dan kita udah cek imel atau yg lainnya. Thats it. Hanya itu saja yang kita dapatkan. Karna awal niat kita nge-net hanya ingin nge-cek imel atau yg lainnya.
Sama halnya dalam beramal. Saat kita ingin beramal tentunya ada niat yang sudah kita ucapkan dalam hati (dan ternyata, untuk berniat itu ga perlu diucapkan melalui lisan. Karna tempatnya niat itu adalah dalam hati bukan di lisan). Balik lagi ke contoh kasus yang ingin beramal ke pengamen. Seandainya kita beramal dengan niatan hanya ingin beramal, tentu setelah kita nyemplungin uang ke kantong dia. Sudah. Terpenuhilah niat kita. Tentunya sangat amat disayangkan kalau niatan kita hanya sebatas itu saja.
Kata pak ustadz, sayang kalau niat kita hanya terbatas pada dunia aja. Allah SWT telah berfirman, yang kalau tidak salah bunyi arti ayatnya seperti ini..(maaf ya ini bukan arti yang sebenarnya melainkan dari versiku),
Jika kita mengharapkan balasan yang segera (dunia) maka Allah-lah yang berkehendak dan jika mengharapkan balasan di akhirat, tentu Allah akan mengabulkannya.
Hmm... bingung kah?
Balik lagi ke contoh kasus ingin beramal ke pengamen. Misal niatan kita beramal agar kelak uang kita dilipatgandakan (apalagi dalam Ramadhan lalu, yang jika kita beramal maka Allah akan melipat gandakan beratus-ratus kali lipat). Semisal kita beramal Rp100 dan kita berharap Allah melipatgandakan uang itu menjadi Rp100.000 (dan uang ini kembali ke kita), maka yang berkehendak hanyalah Allah, bukan kita. Bisa jadi Allah memberikan kehendak-Nya dengan menggantikan uang Rp100 kita menjadi Rp100.000, bisa jadi tidak. Karna Allah yang berkehendak. Taapiiii.... jika kita beramal dengan niatan, 'semoga dengan uang seratus rupiah ini, aku bisa menyicil untuk membersihkan hartaku dan Allah ridho akan amalanku'. itu PASTI akan Allah kabulkan!!
Ah! aku tau contoh yang lebih gampangnya!!
Semisal ada seorang pria yang menikahi seorang gadis karena kecantikannya (geee...kenapa harus tentang pernikahaan >__< ), tentunya setelah mendapati gadis itu dan menikmati kecantikannya, yap.. thats it. its all yours. Tapi engkau hanya mendapatkan kecantikannya, ga ada yg lain! Tapi kalau ada pria yang menikahi seorang gadis karena Allah (baik itu karna ingin mengikuti sunnah Rasulullah SAW atau karna ingin mendapatkan berkah dari Allah dan yang lainnya), tentunya, apa yang dia niatkan itulah yang ia dapatkan! (hayo yang mau menikah, luruskan dulu niatmu.. hati2 tergelincir dengan niat sendiri.. rugi loh..)
Sebisa mungkin dan sedini mungkin kita mulai berniat bukan untuk dunia tetapi untuk bekal akhirat nanti.

3. BERSUNGGUH-SUNGGUH
Wah, penjelasan ini aku kelewat bablas teman! soale aku nyambi baca buku (pake acara batuk2 pula) alhasil ga begitu mendengarkan penjelasan dari sang ustadz! (maafkan aku ya pak..). Mungkin dari artinya 'bersungguh-sungguh', teman2 sudah paham akan maksudnya (insya Allah).

4. MENYEGERAKANNYA
ingat sama lagunya BIMBO? 'beramal baik.. janganlah ditunda-tunda...' (ternyata ada artinya loh lirik lagu ini!). Yap, betul banget! kalau kita ingin beramal, maka kita harus menyegerakannya. Denger adzan, ada niatan hati ingin shalat, saat itulah kita harus menyegerakannya. Liat ada pengemis, ada niatan hati ingin bersedekah, saat itu juga kita melakukannya (aku jadi teringat akan sebuah hadits yang mengatakan bahwa Fathimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW, tak pernah menyimpan harta sepeserpun dalam tangannya karna saat ia memiliki harta, saat itu juga ia langsung bersedekah). Begitu pula dengan amalan-amalan lainnya.

Yak, segitu aja penjabaran kajian yang tadi Na dengar dari radio. Tentunya banyak kekurangan dan kesalahan dimana-mana (terlebih lagi daritadi aku menyinggung masalah pernikahan, maklum.. hari ini dapat kabar gembira bahwa ada salah seorang temanku yang akan melangsungkan akad nikahnya dalam waktu dekat..hyaaa....). Mohon maklum dan maaf ya teman.

Sesungguhnya kesalahan itu pasti datangnya dari diriku sendiri dan kebenaran datangnya hanya dari Allah SWT. Semoga ada hikmah yang dapat diambil dan dilaksanakan dengan hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Wallahu a'lam bisshawab
Baca Selengkapnya "mau beramal?"