Label: , , ,


ingin menangis tetapi tidak tau apa yang mau ditangisi,

Hari selasa lalu, sempat aku dibuat menangis lagi akan sesuatu. Awalnya sih hanya masalah sepele, tapi biasa .. masalah2 yang lain ikut serta ke dalam pikiranku dan akhirnya meledaklah emosiku di malam hari..

Aku ini orang yang pandai berbohong.. cengar cengir di depan orang lain tetapi sebenarnya maunya marah dan ngambek. Mungkin ini salah satu bukti kenapa Na masih merasa sebagai anak2.. yap.. na blm pandai mengatur emosi.. bukan mengatur sih.. tetapi mengendalikan emosi tepatnya.

Aku ini tipe orang yang jika sudah memikirkan sesuatu terlalu berlebihan.. maka lupa-lah dengan hal2 lainnya. Yang lebih menakutkan, aku sampai lupa dengan Allah..!! Ya Allah.. ampuni hamba.. hamba khilaf, ya Allah..

Padahal sudah jelas, justru saat2 genting seperti inilah kita harus menyerahkan segala urusan di dunia ini kepada-Nya. Tapi aku malah lupa..

Salah satu sahabat mengingatkanku dengan peristiwa yang dialami oleh 'Aisyah r.a, yaitu peristiwa haditsul ifki. Kejadian yang dipicu oleh beberapa orang yang ingin mencoreng nama 'Aisyah r.a. Membuat semua orang gempar dan tidak percaya padanya tanpa kecuali, bahkan Rasulullah SAW. Saat itulah 'Aisyah r.a berpasrah diri dan menyerahkan segala-galanya kepada Allah.

" Hasbunallah wa ni'mal wakiil... ( Cukuplah hanya Allah sebagai pelindungku ) "

Malu rasanya mengingat kehebatan beliau. Aku yang hanya 'disentil' dengan masalah sepele seperti ini sudah kacau.. bahkan sampai lupa pada Allah!! Bagaimana jika nanti aku akan dihadapkan hal yang lebih besar lagi??? aku ga berani membayangkannya....

Apakah ini pertanda bagiku, bahwa imanku masih cupu.. Mengapa aku belum bisa menghadirkan Allah di kehidupanku.. Bagaimana caranya ada orang yang bisa menghadirkan Allah di dalam kesehariannya. Bahkan untuk setiap nafasnya!

Teringat dengan sebuah firman Allah yang kurang lebih artinya seperti ini,
" Allah-lah yang membuatmu menangis dan tertawa.... "

Apakah ada yang bisa membuktikan dalam satu hari kita tidak tertawa atau tidak menangis? (mungkin kalau menangis iya.. tapi untuk tertawa?). Begitu juga dengan perasaan-perasaan takut dan khawatir. Di seluruh alam jagad raya ini tidak mungkin ada karena ketidaksengajaan melainkan Allah-lah yang telah mengadakannya. Seharusnya disini-lah kita berpikir.. bagaimana bisa kita tidak menghadirkan Allah dalam setiap saat, padahal Allah telah menghadirkan kita dalam bumi ini..

Aku harus belajar dari awal lagi. Balik ke titik 'nol' lagi. Menyadari bahwa aku ngga sendiri. Jadi ngga ada lagi pikiran2 bahwa aku lah yang paling madesu (masa depan suram) di dunia karna tidak ada yg memperhatikanku. Kembali bangkit dan tegar..

be brave.. do not afraid.. coz Allah always be with you..

Jazakallah khairan katsira untukmu sahabat..

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (5)

wii..kok jadi serasa bercermin liat postingan yang ini -_-; ..

kupikir.. ini merupakan kisah yg sering ditimpa sama orang2 ri. Baik yg merasa sudah dewasa atau tidak. Tergantung bagaimana dia menyikapinya.. ^^

Inaaaaa...
Maaf, lama tak bersua :(

Na, menangislah bila itu melegakanmu...
Allah tau apa yg ada di dalam hatimu.
DIa akan mengerti, selama kau bisa menata hatimu.
Na,
Believe in Allah SWT only ! no doubt about it :)

Buundooo~
alhamdulillaah, akhirnyo si bundo mampir jugo (hayah..ngaco bahasanyo)

Iya Bun, Na sudah puas menangis..
Terlebih lagi menangisnya karna malu sama Allah..
Yap, only Allah can help us! no doubt about it!! p^___^q

subhanallah