Label: , , ,


Apakah ada yang menyadari bahwa sesungguhnya waktu terus berputar dengan cepat?

Kalau mau flash-back.. rasanya baru kemarin kita masuk ke taman kanak-kanak.. tiba-tiba saja sekarang sudah jadi sarjana atau pekerja.

Mungkin Na ga begitu merasakannya...

Tapi kuyakin.. kedua orang-tuaku merasakan hal itu..


Kebetulan tadi aku mengajak Hana main di depan (bukan kebetulan melainkan dia yg memaksaku..). Mau ga mau-pun harus kuturuti permintaan keponakan-ku itu.

Wah.. sudah berapa lama aku tak pernah keluar sore hari untuk melihat anak2 kecil disini sedang bermain ya? Lucu rasanya melihat mereka berlari2 dengan riangnya. Adaa aja yang mereka lakukan. Ntah itu berlari, bermain sepeda, bernyanyi2..

Ntah bagaimana caranya, tiba2 saja si Hana ikut dengan teman2nya yang sedang asik bermain dengan anak kucing. Aku yang sibuk memanggil Hana karna dia ikut2an megang2 kucing itu, spontan Ibu yang duduk di dekatku (yang sedang menjaga cucunya bermain) berkata,

" Ina inget ga, dulu waktu kecil.. kamu itu sukanya ngejar anak kucing sampeeee kemana2. Mainnya ma kuciiiiiing terus.. sampe2 kucingnya kecapean gara2 kamu kejar... "

HEE??!!
Spontan aku terbelalak dan kaget sekaligus malu mendengar ucapan si Ibu.

Kok aku ga pernah inget ya?? duh... segitunya kah aku dulu??

Ibu yang mengatakan hal di atas sudah menjadi tetanggaku semenjak aku baru pindah kerumah yang kutempati sekarang bersama keluargaku. Saat itu aku masih berusia 3 tahun (kl ga salah..) dan kini usiaku sudah 23 tahun.. wah... sudah 20 tahun lamanya kami bertetangga ya!

Dan mungkin Ibu itu juga menyadari bahwa si anak yg dulu tukang ngejar kucing sekarang dah jadi gadis.. ntah masih ngejar2 kucing apa ngga ^^; (hahaha..)

Mungkin, aku yang sebagai anak, ngga begitu menyadari akan adanya perubahan dalam diriku. Baik itu secara fisik atau jiwa aku sudah banyak mengalami perkembangan. Tapi, orang yang ada disekitarku dan hidup bersamaku, tentunya akan menyadari terjadinya perubahan2 ini..

Aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaan orangtuaku saat aku masuk SD.. beranjak menjadi remaja yang nakal.. lalu masuk ke usia dewasa dimana aku sibuk mencari jati diri..

Aku juga tak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka jika tiba saatnya aku harus berpisah dengan mereka.. (baca: menikah)

Tidak sedikit orangtua (atau kemungkinan besar..semua) orangtua akan mengatakan..

" Nak.. rasanya terlalu berat bagi Ayah/Ibu untuk melepasmu.. kau masih bocah bagiku.. "

(aku jadi teringat waktu Papah tidak mengizinkan aku untuk jadi anak kost karna menganggap aku masih anak kecil saat usiaku hampir 20tahun..)

Sekarang aku sedang berusaha memahami perasaan orangtua-ku. Walau tentunya takkan bisa, setidaknya aku mencoba mengerti apa yang orangtua-ku pikirkan. Dengan maksud, aku ingin agar orangtua-ku juga memahami.. toh si bocah ingusan mereka.. sekarang sudah menjadi gadis dewasa..

Ready.. set.. don't go...

Mungkin ini istilah yang tepat untuk menggambarkan bagaimana perjuangan yang telah dilakukan oleh orangtua-ku (dan tentunya orangtua di seluruh dunia) dimana mereka sudah mengeluarkan banyak keringat untuk membesarkan anaknya dan ketika tiba waktunya si anak untuk dilepas.. ada keinginan besar untuk menolaknya..


" Mah.. Pah.. aku hanyalah titipan Allah.. dimana akan tiba waktunya aku pergi.. sekeras apapun Mamah dan Papah mencoba menghalangi.. kumohon, ikhlaskan lah dan ridhoi-lah kepergianku.. karna ini adalah kehendak dari-Nya... "

ps: postingan ini bukan pertanda aku mau menikah ya (habis seakan2 seperti itu ya.. T__T). Tak lain hanyalah karna ucapan Papahku tadi yang mengatakan, " kl mau kerja.. deket2 rumah aja.. masih anak2 kok kerjanya jauh.. " [ahahaha..ternyata aku benar2 masih anak2 ^^;]

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (2)

saya..SAYA!! *angkat tangan waktu ditanya apakah kamu merasa waktu itu cepat*

hihi, iya ya, klo ada orang yang lebih tua yang bilang "kamu itu dulu begini dan begitu" jadi tersapu malu ndiri..

betewei, kalo kau anak-anak, aku apa naaa? bayi besar, khkhkkhk

ahahhaa.. kl bayi besar.. serem ri ^^;

biasanya tetep di'cap' anak2 walaupun udah segede gaban (eh,maaf..gaban itu ga gede ya..). maksudnya walaupun sudah usia kepala 2.. tetap saja di'cap' sebagai anak2.. kl udah kepala 3 tapi tetap di'cap' sebagai anak2... itu..juga mengerikan ^^;

tapi namanya juga anak, sampai sebesar apapun.. tetap saja di'cap' sebagai anak2..

(mulai ngaco ngomongnya... >__< )