Selasa, 2009 Juli 07

khidmat layaknya seorang istri

wawawawawawww... judul yang sangat menggelitik namun membuatku tersenyum sumringah dan hidungku kembang kempis~


Adakah yang mencari diriku yang hilang sejenak dari dunia blog?

Semenjak hari Kamis hingga Selasa lalu (1-6 Juli'09), Na menginap di rumah Nenek tercinta. Kebetulan juga, karena anak2 sekolah lagi libur, jadi madrasah dan TK pun libur.. Dulu pernah punya niatan ingin menginap disana tapi tak pernah tercapai, ternyata Allah berkehendak lewat dengan suatu 'sentilan', akhirnya Na memutuskan untuk pergi kesana~

Apa tujuanku menginap??????

Selain untuk melepas rindu pada Nenek dan Tante (yg juga tinggal bersama Nenek), ada maksud lain yang tersembunyi dalam hati.. yaitu... ingin belajar memasak...



PERHATIAN! ini bukan hasil masakan saya.. ya.... hehehe


Yap,
Secara usia saya sudah 24 tahun tapi tak pernah megang2 penggorengan, panci, kompor, ulekan.. Merasa diri cukup tahu malu karena hanya mampu buat mie rebus atau mie goreng.. akhirnya saya berguru pada ahlinya, yaitu Nenek saya..


Pengalaman Na memasak mungkin takkan diumbar2 disini (karna bisa kacau jadinya nanti). Mungkin Na akan berbagi, pelajaran apa aja yang Na dapatkan selama Na belajar memasak itu..


Na baru menyadari yang namanya memasak itu butuh pengorbanan segalanya..

Pagi2 harus bangun, cari tukang sayur. Sudah ketemu tukang sayur, harus pula bergelut mencari bahan2 masakan yang ingin dimasak hari itu. Ketika sudah ketemu, belum bertanya2 tentang harganya.... lalu 'main' tawar-menawar harga dgn bapak penjual sayur.. belum pula harus mengantri karna yg beli sayur ada buanyak...

Masya Allah... Emak.. betapa sulitnya kau ingin buat masakan untuk kami..

Na juga baru sadar kalau yang namanya bahan2 makanan itu ngga murah. Ayam, ikan, daging.. sayur-mayur juga mahal.. bahkan bumbu macam bawang merah, cabe, kemiri.... Tak bisa membayangkan betapa seorang Istri atau Ibu harus pandai2 mengatur keuangan agar semua kebutuhan terpenuhi..


Sekejap Na jadi berpikir juga dengan kehidupan para istri Nabi Saw yang hidupnya sangat zuhud (sederhana). Kalau lagi baca kisah2 mereka, rata2 makanan paling mewah adalah roti yang dicelupkan ke kuah daging. Itu pun bukan roti yang seperti zaman sekarang yang rotinya lembut dan enak...

Benar2 kehidupan yang penuh mujahadah sekali.. TT___TT

Ada satu hal yang sangat Na perhatikan ketika memasak.. banyak sekali aku menghabiskan waktu saat sedang memasak!!!!!! Kerjaku bagai siput yang jalan sangat perlahan2, belum cekatan juga.. Mengupas bawang bisa2 sampai 1 jam.. ngulek cabe bisa2 hampir satu jam lebih!! Rasanya kemarin tiap masak aku selalu memandang arah jam..

" Ya Allah.. belum Dhuha!! udah jam 10 lewat?!!!! "
Teringat dengan cerita seorang sahabat Na, dia mengatakan bahwa istri-istri para masyaikh (ulama) ketika sedang khidmat di rumah, mereka bisa sambil mengulang kembali hapalan2 Al-Qur'an atau sambil dzikir pagi. Lagi masak, keluarlah hapalan2 Al-Qur'an mereka.. lagi menyapu, sibuklah bibir mereka berucap dzikir..

Subhanallah..

Ingin mencontoh tapi kok ga bisa sama ya.. berhubung hapalan al-Qur'an Na sangatlah terbatas, jadi mampunya cuma berdzikir aja. Tapi kok hatinya ngga ke Allah ya..padahal dzikir itu kan mengingat Allah. Yang ada hatinya malah ke cabe (kebetulan nyoba dzikirnya pas lagi ngulek2 cabe). Belum lagi dzikirnya malah jadi marah2 karena kepanasan..

" Masya Allah.. panasnya.... Allaaahu akbaaar... panaaas..cabenya panaaaas... "
Butuh lebih dari satu jam Na lompat2 kian kemari, merendam tangan di air, melumasi tangan dengan minyak..ah, segala macam cara kukerjakan agar kedua tanganku tak terasa panas..


Gara2 panas ini, Na jadi berpikir.. apa yang Na sentuh bukanlah api melainkan cabe. Tapi panasnya luar biasa.. bagaimana dengan api di neraka? Allah.. tak mampu membayangkannya, cukup berdoa semoga kita dijauhkan dari api neraka.. Amiin ya Allah..


Mungkin, Na agak berlebihan dalam hal merasakan ini semua. But for sure, Na sangat kagum dengan para Istri yang benar2 khidmat untuk suami dan anak2nya. Kadang sampai sebegitu khidmatnya, jari2 si Istri jadi banyak 'bekas' nya..


Ah iya.. jadi inget juga dengan kisahnya putri Rasulullah Saw - Fathimah Az-Zahra - yang diceritain di dalam buku Fadhilah Amal..


Dikisahkan, suaminya (Ali r.a) agak sedih melihat keadaan istrinya. Bagaimana tak sedih, tangan istrinya sudah kapalan karena terlalu sering digunakan untuk menumbuk biji-bijian (untuk memasak), istrinya juga sering mengangkut air (diangkat ke atas pundak..kalau ga salah ingat..), bajunya sudah kumal penuh debu karena sering menyapu dan membersihkan rumah sendiri.. Karna Ali r.a kasihan melihat istrinya, kemudian ia menawarkan istrinya untuk mencari seorang pembantu (khadimat) di rumah Rasulullah saw

Saat Fathimah r.anha datang ke rumah Rasulullah Saw, kebetulan saat itu lagi banyak orang yang datang berkunjung. Akhirnya Fathimah r.anha memutuskan untuk pulang saja. Keesokan harinya, Rasulullah Saw datang mengunjungi rumah putrinya dan menanyakan apa keperluannya datang kemarin ke rumahnya

Fathimah r.anha ngga menjawab karna malu, dan akhirnya yg mengungkapkan keinginannya adalah Ali r.a. Setelah mendengar keluh kesahnya Ali r.a., Rasulullah Saw bersabda,

"Takutilah akan Allah, wahai Fatimah. Perolehilah takwa dan teruslah melakukan tugasmu terhadap Allah swt dan urusan rumah tanggamu. Sewaktu engkau hendak tidur, ucaplah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan AllahuAkbar 34 kali. Dengan ini kau akan mendapatinya lebih berguna dari seorang pembantu. "

Kemudian Fatimah r.anha berkata, "Aku puas dengan keputusan Allah swt dan RasulNya".

(ah, kurang lebih seperti itu bunyi haditsnya.. tolong dibenarkan ya kalau Na salah.. )



Subhanallah... lihat..

Walaupun sudah 'acakadut' begitu, saat beliau ditawari oleh suaminya untuk dicarikan pembantu.. beliau ngga langsung nyahut dan ngangguk dengan kecepatan kilat (kaya kita), bahkan sangat puas dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya..

Memang sih, itu kan putrinya Rasulullah saw.. tapi ga ada salahnya kita ikut mencontoh sifatnya kan?


Na belum begitu memahami sih, khidmatnya seorang istri pada suami dan anak2nya yang semata-mata hanya mencari ridho Allah Swt itu yang seperti apa.. (iya lah, gimana mau paham.. jadi istri juga belum...) Tapi sedikit demi sedikit, Na jadi belajar memahami tentang keadaan seorang wanita yang seluruh hidupnya penuh diabdikan untuk suami dan anak2nya. Ini karena dia memahami bahwa tugas seorang istri adalah bekerja di rumahnya. Mengurus semua keperluan dan kebutuhan suami dan anak2nya..



Yah, beginilah kalau itik disuruh memasak. Jadi banyak merenung dan ingat kejadian2 para sahabiyahnya daripada khusyu' sama masakan sendiri.. hehehe..


Wah, kali ini Na jadi curhat beneran deh.. maaf ya..

Semoga bukan hanya sekedar postingan curhat, tapi ada manfaat yang bisa didapat..insya Allah..







Jadi,

cara yang benar dzikir saat memasak itu gimana ya?

ajarin dong!!!

Rabu, 2009 Juli 01

sayang anak, sayang ibu

timang-timang.. anakku sayang..
jangan menangis.. ibu disini..



Di atas itu lirik lagunya siapa ya..? Na lupa.. ah, sudahlah.. bukan itu kok yang mau dibahas..



Beberapa bulan yang lalu, Na asik membaca buku tentang wanita dalam risau dan pikirnya Nabi Saw., diantaranya ada pembahasan tentang apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang istri yang sedang hamil dan melahirkan loh (walaupun masih bocah begini, boleh lah ya.. belajar..hitung2 buat persiapan... aih maak~)

Ini ada kutipannya, selamat menyimak dan dicatat ya.. (tak lupa diamalkan dan disampaikeun pula ke temen2 yg lain), insya Allah


" Sesungguhnya seorang perempuan yang mengandung, melahirkan hingga menyapih anaknya akan mendapat ganjaran sebagaimana orang yang berjuang di jalan Allah. Apabila ia mati dalam masa tersebut, maka ia mendapat pahala sebagai orang yang syahid. " (HR. Dailami ~ al Firdaus)

Makanan yang dianjurkan bagi Ibu hamil, antara lain:

  1. Buah jambu, delima, apel dan manisan

Diriwayatkan dari Khalid bin Ma'dan r.a., ia berkata: " Makanlah kalian buah jambu, karena dengan memakannya menjadi asbab ketampanan dan kecantikan seorang anak

  1. Kacang-kacangan dan Jadam Arab untuk kecerdasan anak

Nabi s.a.w bersabda, “ Beri makanlah (jadam) Arab kepada wanita-wanita hamil karena hal itu akan menambah kecerdasan bagi sang anak kelak. “ (HR. Dailami)

  1. Habbatussauda (jintan hitam) untuk mengatur haid dan meningkatkan aliran Air Susu Ibu

Rasulullah s.a.w bersabda, “ Gunakanlah Habbassauda karena di dalamnya terdapat obat dari segala macam penyakit kecuali as Sam (maut). “ (HR. Bukhari – Muslim)

  1. Buah anggur dan kurma berfungsi menguatkan otot rahim dan memperbanyak ASI
  1. Buah kelapa muda dan tebu untuk mengurangi produksi asam lambung dalam perut yang mengakibatkan mual
  1. Memperbanyak membaca Al-Qur’an terutama surah Yaasin setiap hari, surah Ibrahim: 32-34 (fadhilahnya/keutamaannya agar anaknya terhindar dari perbuatan syirik dan bid’ah). Surah al-Ahqaf: 15 (fadhilahnya akan menjadi anak yang shaleh, taat dan amanah). Surah an-Nahl: 126-128 (fadhilahnya akan terselamatkan dari keguguran, walaupun sang Ibu pernah mengalami keguguran). Membaca surah Yusuf pada pekan ke-16, Allah s.w.t akan mengaruniakan kesalehan kepada anak-anaknya. Surah Lukman pada pekan ke-20, surah Maryam pada pekan ke-24, surah Al-Kahfi pada pekan ke-30, surah ar-Rahman pada pekan ke-32, surah al-Waqi’ah pada pekan ke-36. Surah Muhammad dan surah Yunus: 31 untuk mempermudah proses kelahiran
  1. Memperbanyak berdzikir, dan qiyamul-lail serta berdoa setiap selesai sholat dengan berdoa,

Bismillahirrohmaanirrahiim,

Allaahummahfazh waladii maadaamafii bathnii, wasyfihi antassyyaa fii laa syifaa-a illaa syifaa u-ka syifaa allaa yughoodiru saqoma. Allahumma akhrijhu mimbathnii yauma wilaa datihi sahlawwatasliima. Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan shoodiqon ‘aaqilan ‘aaliman zaakiyan mu-minan shoolihan. Allahumma ahsan khuluquhu wafshohlisaanahu wa ahsan shoutahuu liqirooo atil qur-aani wal hadiitsi bibarokatu sayyidinaa muhammad sholallaahu ‘alaihi wa sallam

“ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, peliharalah dan selamatkanlah anakku selama dalam kandunganku. Dan sembuhkanlah ia, sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan melainkan penawar-Mu, sembuh yang tiada menimbulkan kesan buruk. Ya Allah, lahirkanlah ia dari kandunganku pada hari kelahirannya dengan kelahiran yang mudah dan sejahtera. Ya Allah, sempurnakanlah kesehatannya, berakal cerdik, berilmu serta beriman dan beramal sholeh. Ya Allah, perindahlah akhlaknya, fasihkanlah lidahnya dan baguskanlah suaranya untuk membaca al-Qir’an dan hadits, dengan keberkahan penghulu kami Muhammad s.a.w “


  1. Apabila bernazar kepada bayi maka wajib menunaikannya, jika tidak mampu maka wajib memberi makan orang miskin sebanyak enam puluh orang. Dianjurkan bernazar kepada bayi untuk berkhidmat (patuh) di jalan Allah, sebagaimana Istri Imran a.s ketika mengandung Maryam a.s.

Hal-hal yang dianjurkan ketka melahirkan dan selama persalinan


  1. Tidak menyerahkan proses kelahirannya kepada orang non muslim dan tidak diperbolehkan bagi wanita muslimah memperlihatkan auratnya, dengan tetap menjaga hijab ketika melahirkan sekalipun dalam keadaan darurat. Bagaimana pun keadaannya syariat tetap mengharamkan wanita berkhalwat (berkumpul/berdua-duaan) dengan lelaki ajnabiah (bukan mahramnya) meskipun dia seorang dokter. (Majmu’al Fatawa)

Rasulullah s.a.w bersabda, “ Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki dan perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Laki-laki tidak boleh berselimut dengan laki-laki dalam satu kain, begitu juga perempuan tidak boleh berselimut dengan perempuan dalam satu kain. “ (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Tirmidzi dari Abu Sa’id al Khudri)


  1. Sebaiknya ada keluarga atau mahramnya yang menyertainya, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w, “ Tidaklah seorang laki-laki berdua dengan wanita lain, kecuali yang ketiganya adalah syetan. “

Diriwayatkan dari Fathimah r.hu, menuturkan pada saat akan melahirkan anaknya, Rasulullah s.a.w mengutus Ummu Salamah r.hu dan Zainab r.hu untuk memberi semangat kepadanya dengan membaca surah Al-Baqarah: 255 (ayat kursi), al-A’raf: 54, Yunus: 3. al-Falaq dan an-Naas, serta membaca ayat berikut ini untuk mempermudah persalinan:

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazhzhoolimiin

“ Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, sesungguhnya aku termasuk di kalangan orang-orang yang zhalim “


  1. Setelah bayi lahir, sang Ibu hendaknya mengucapkan, “ Maasyaa Allaah, Laa quwwata illaa billaah “ (Allah Yang Maha Berkehendak, tidak ada kekuatan kecuali karena Allah)

Rasulullah s.a.w bersabda,

“ Tidaklah Allah s.w.t memberikan suatu nikmat kepada seseorang hamba yang berupa keluarga atau anak, lalu ia mengucapkan, ‘Masya Allah, laa quwwata illah billah’, melainkan ia tidak akan melihat adanya bencana padanya, kecuali takdir kematian. “ (HR. Abu Ya’la)


  1. Mendoakan Ibu yang melahirkan,

Baarokallaahulaka fil mauhuubi laka, wa syakartalwaahiba, wa balagho asyuduhu, wa ruziqtabirroh

“ Semoga Allah memberi keberkahan kepada engkau atas karunia-Nya dan engkau bersyukur karenanya. Semoga Dia memanjangkan umurnya dan engkau diberi karunia dengan anak yang taat. “ (al Adzkar)


  1. Doa Ibu untuk orang-orang yang mendoakan bayinya,

Baarokallaahulaka wa baroka ‘alaika wa jazaakallaahu khoiron, wa rozaqokallaahu mitslahuu wa ajzallaahu tsawaabaka

“ Semoga Allah memberi keberkahan dan menjauhkan hal yang tidak baik kepada kalian. Semoga Allah memberi balasan yang baik dan memberi karunia kepada engkau seperti itu serta memperbanyak pahala engkau. “ (al Adzkar)


  1. Setelah Ibu melahirkan, dianjurkan membaca surah Ibrahim: 40-41 dan berdoa,

Allahumma inni as-alukal’afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaa ya wa ahlii wa maa lii, Allahummastur’aurotii wa aamirrou’ati, Allaahummahfazhnii mimbaini, yadayya wa min kholfii wa ‘ayyamiinii wa ‘ansyimaalii wa min fauqii wa a’uudzubi’azhomatika an aghtaala min tahtii

“ Ya Allah, aku memohon pengampunan kepada-Mu, kesehatan yang baik dalam urusan agamaku, urusan duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah, tutuplah cacatku, peliharalah kecantikan wajahku. Ya Allah, peliharalah aku di depanku, di belakangku, di kanan-kiriku dan di atasku. Dengan keagungan-Mu aku berlindung kepada-Mu dari gangguan pada sisi bawahku. “ (HR. Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud dan Ibnu Majah)


  1. Doa untuk bayi yang baru lahir (ta’widz),

Bismillaahi arqiika min kulli syaiyyu-dziika min syarri kulli nafsin aw’aini haa sidin, Allaahu yasyfiik

“ Dengan nama Allah, aku membuat perlindungan untukmu dari segala sesuatu yang membahayakanmu dan dari kejatan semua orang atau dari mata orang yang dengki. Allah akan menyembuhkanmu. “ (Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri)

Rasulullah s.a.w juga mengucapkan ta’widz kepada cucunya Hasan dan Husain r.a. dengan doa,

A’uudzubikalimaatillaahi ttammaati minsyarri kulli syaithoon wa hammati wa min syarri kulli ‘aini laaammah

“ Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala godaan syetan, dari binatang berbisa, dari pengaruh mata yang jahat. “ (HR. Bukhari)


  1. Setelah dimandikan, disunnahkan memperdengarkan suara adzan pada telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya. Dari Husain bin Ali bin Abu Thalib r.a., bahwa Rasulullah s.a.w pernah bersabda, “ Barangsiapa yang mempunyai anak yang baru dilahirkan, kemudian diadzankan pada telinga kanannya dan iqamat pada telinga kirinya, maka ia tidak akan diganggu oleh Ummu Shibyan. “ (HR. Abu Ya’la)

  1. Membaca surah al Ikhlas dan berdoa,

Allaahumma inniii u’iidu haabika wa dzurriyyatahaa minasysyaithoonirrojiim, Allahummaj’alhu birron taqiyyaa wa ambit-hu fil inslaami nabaa tan hasana, Allaahumma ‘allimhulkitaaba wal hikmata wa faqqihuu fiddiin

“ Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan keturunannya dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, jadikanlah ia anak yang berbakti dan bertaqwa dan tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik. Ya Allah, ajarkanlah kepadanya al-Qur’an dan hikmah dan berilah kepahaman agama kepadanya. “


  1. Selama persalinan dianjurkan membaca surah al-Insyiqaaq dan al-zalzalah. Dan jika anak sering menangis, dianjurkan membaca surah al-humazah, al-falaq dan an-naas, kemudian berdoa,

Syahidallaahu annahu laaa ilaaha illahuwa, wal malaaaikatu wa ulul’ilmi qooimam bilqist, laaa ilaaha illaa huwal’aziizul hakiim, innaddiina ‘indallahil islaam, wa qurrobbi a’uudzubika min hamazatisyyayaathiin, wa a’uudzubika robbi ayyahdhuruun

“ Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga bersaksi), tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama yang paling benar di sisi Allah adalah Islam. Katakanlah, ‘Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari godaan sytetan. Dan aku berlindung kepada-Mu wahai Rabbku dari munculnya syetan. “


saat tali yang menghubungkan kita dengan ibu akan dipotong..




Subhanallah..

Banyak ya.. melihat doa-doa di atas.. sempat terpikir.. apakah iya nanti saat melahirkan bisa sambil dzikir? ternyata.. bisa loh!!! ada seorang Ibu yang sudah mempraktekkan dzikir dan doa (yang doanya itu seperti doanya nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan) ketika beliau sedang saat2nya ingin melahirkan.. (hehehe..lirik2 ke ummie.. )

Yuk, kita ikutan nyoba (eh maksudnya mengamalkan gitu sunnah-sunnah diatas). Biar kelak, Allah memberkahi anak-anak yang lahir dari rahim kita.. insya Allah.. amiin ya Allah..

Semoga bermanfaat ya teman2..







Alhamdulillah,

aku terlahir dari rahim Mamahku dengan sehat dan selamat..

terimakasih

Mah..



Rabu, 2009 Juni 24

baiti jannati vs home sweet home

home sweet home
vs
baiti jannati





Kemarin, waktu lagi nonton film kartun kesayangan (Tom and Jerry), tak sengaja memperhatikan bahwa di depan rumahnya Jerry (si tikus) ada papan bertuliskan " home sweet home "
Kenapa dibilang " home sweet home " ya ? ada yang tau?

Itu kan istilahnya orang luar, kalo di Islam pasti semua udah kenal dengan kata-kata, " baiti jannati" atau " rumahku surgaku "


Rumahku Surgaku,


Teringat waktu jaman masih nge-kost saat kuliah dulu. Rasanya rumah bagi kami anak-anak kost adalah hanya sebagai tempat tidur yang nyaman, tempat memenuhi gizi, tempat 'menyetor' muka pada keluarga, dan bisa dibilang sekedar tempat (sedih ya)

Kenapa kami bilang sebagai tempat tidur yang nyaman?
Karena hanya saat tidur di rumah masing-masing lah kami merasakan betapa nikmatnya kami terlelap dalam tidur kami~

Kenapa kami bilang sebagai tempat memenuhi gizi?
Karena hanya saat di rumah kami masing-masing lah kami bisa bermanja2 pada Ibu kami untuk dimasakkan makanan yg 'full gizi', karena kalau udah nge-kost lagi.. kami banyak makan ala kadarnya (dari warteg, warsun, wardang..eh.. ga ada yah singkatan warung padang..adanya RM padang..ahahaha). Itu pun kalau kami lagi 'kaya', kalau lagi 'miskin', paling hanya ketemu gorengan (ini pun sudah bersyukur.. karna kadang kalau lagi 'miskin' berat sampe puasa)

Kenapa kami bilang sebagai tempat 'setor' muka?
Karena hanya saat di rumah lah kami bisa bertemu muka dengan keluarga kami. Kadang kalau banyak tugas, dalam satu bulan kami hanya pulang 2x, ini pun kami masih anak jakarta.. bayangkan bagaimana nasib teman2 kami yang anak daerah? yang kadang hanya bisa bertemu keluarganya setahun sekali.. Kadang kami hanya benar2 'setor' muka kami, maksudnya.. sesampai di rumah hanya sekejap mata bertemu Ayah dan Ibu serta Kakak-Adik, lalu besoknya kami sudah 'menghilang' dari peradaban rumah...


Itulah anggapan Na saat masih nge-kost dulu. Rumahku- Surgaku, karna aku bisa makan enak dan bergizi, bisa tidur nyaman dikasur sendiri, bisa bertemu keluarga..



Rumahku Surgaku,

Na pernah dengar dan baca tentang fungsi rumah yang kini banyak berubah. Ada orang yang memfungsikan rumahnya hanya sebagai restoran, ada yang sebagai hotel, ada yang sebagai bioskop (banyak perlengkapan home theater yg ga kalah heboh sama bioskop), bahkan ada yang menganggap rumahnya sebagai (maaf) kamar mandi (karna yang paling dicintainya hanyalah kamar mandinya yang mewah) ..

Ketika melewati perumahan orang-orang kaya, dimana melihat rumah mereka bagai istana putri raja. Aih mak.. sayang sekali kalau istana-istana itu hanya dijadikan sebagai tempat macam restoran, hotel bahkan hanya seperti untuk kamar mandi (lalu buat apa mereka bangun rumah tinggi-tinggi dan mewah2 ya??) Sudah gitu, kadang melihat rumah mereka.. sepiii sekali, kayanya yang tinggal hanya para pembantunya aja.. ini makin membuat na bertanya2, trus bangun rumah mewah buat apa???


Rumahnya Rasulullah saw hanya beberapa petak, kecil mungil, tak ada perabotan-perabotan, heung.. apanya gitu hanya tersusun dari pelepah kurma. Sederhana banget deh. Padahal beliau kan seorang Rasul Allah. Jabatan tertinggi, orang termulia.. biasanya kalau sudah begini rumahnya pun harusnya kena dampak 'ter' juga. Tapi Rasulullah saw ngga begitu.. beliau tetap hidup sederhana, tetapi tak melupakan untuk memaksimalkan fungsi rumahnya

Maksud memaksimalkan fungsi rumah, rumahnya ga hanya sekedar dijadiin tempat untuk istirahat (hotel), atau hanya dijadiin tempat untuk makan bersama keluarga (restoran), tapi juga dijadiin sebagai tempat untuk beribadah

Rumahnya hidup akan suasana agama. Penghuni-nya senantiasa melaksanakan amalan-amalan ibadah. Ada yang rajin sholat sunnah, baca Al-Qur'an, dzikir, bantu2 Emak (jangan dikira nyapu-ngepel itu ga ibadah loh, kalo kita ikhlas.. akan terhitung sebagai amalan ibadah!! insya Allah), belajar dan mengajar tentang Islam (ta'lim wa ta'lum)

Salah seorang sahabat Na bilang, bahwa dulu.. rumah2nya para sahabat adalah seperti diatas. Rumah mereka hidup akan agama. Meski luas rumahnya hanya mentok kiri-kanan-depan-belakang.. tapi karena rumahnya senantiasa diisi dengan amalan ibadah yang ikhlas.. maka di surga, Allah beri 'hadiah' pada mereka rumah yang ga keliatan mana ujung mana pangkalnya, insya Allah.. (eh, kalau sudah di surga boleh minta apa saja, kan??)



Rumahku Surgaku,

Saat menemani Mamah pengajian 3 bulanan kemarin, Pak ustadz sempat menyampaikan tentang identitas diri. Kata Pak Ustadz, kini.. banyak orang Islam yang lupa dengan identitasnya sendiri. Salah satunya yaitu menunjukkan identitas Islam-nya dalam rumahnya. Pak ustadz kasih contoh, ada seseorang yg datang berkunjung ke suatu rumah bersama temannya. Si teman bertanya pada temannya itu,

" Eh.. ini rumah orang Islam ga sih... ?? "

" Ga tau.. ga bisa nebak nih... "

Bukan hanya dapat diidentifikasinya dengan melihat ada tulisan kaligrafi huruf arab besar dipajang di dinding2, ada lemari yang isinya buku2 islam, al-Qur'an dan terjemahan dan yang lainnya.. tapi kehidupan para penghuninya juga sama dengan apa yang mereka 'pajang' di rumah mereka...



Rumahku Surgaku... My Home is Jannati.. eh.. Baiti Jannati..


Siapa yang ga ingin rumahnya bagaikan surga? tentulah semua orang mau. Mungkin dari sinilah, Na ajak temen2 yang lain supaya menyulap rumahnya menjadi surga. Maksudku, kita sama2 belajar gimana caranya menghidupkan agama di rumah kita masing2 (Na sendiri juga masih tertatih-tatih..). No problemo lah.. rumah kita mungil nan sederhana.. toh kan Allah tak memandang kita dari kekayaan harta.. tapi dari kekayaan amal dan ikhlas.. hehehe..




Jadi,

yuk.. sama2 kita belajar menghidupkan agama di rumah kita masing-masing

:D

Senin, 2009 Juni 22

story for my father

Kalau ada Hari Ibu..

Hari Ayah, juga ada kan??





Lagi asik2nya intip blog2 para wanita dari negeri Jiran (belakangan ini Na jadi 'demen' mampir ke blog mereka ^^; ), tak sengaja intip postingan yang berisi tulisan dari sang author untuk Abi-nya (Ayahnya). Tanpa pikir panjang, langsung bisa kutebak.. ternyata kemarin adalah Hari Ayah se-dunia..


Yang sudah menjadi Ayah.. Na ucapkan, selamat ya.. karna Allah tlah menjadikan anda sebagai seorang Ayah dari keluarga anda sendiri..

Yang belum menjadi Ayah dan segera menjadi Ayah, selamat juga ya.. karna Allah tlah mempercayakan anda untuk mengemban tugas menjadi seseorang yang menyandang status "Ayah"


Dan,

Yang menjadi Papah-nya Na..rasanya tak cukup hanya mengatakan 'selamat' atau 'terima kasih' untukmu.. Tapi Na juga ga tau mau memberikan hadiah apa untukmu..

Mungkin,

Karna Na rada 'jago' berkisah (aih..aih, masih aja nyombongin diri saat buat puisi begini), Na berkisah aja ya, Pah.. ?

Kisah yang kutujukan untukmu..

Judulnya,

" Story for my Father "



***************************************************************

Ada sebuah kisah, dimana hidup satu keluarga yang terlihat bahagia. Mereka hidup penuh dengan kecukupan. Ayah sebagai orang bisnis yang sukses, Ibu sebagai Ibu-Ibu yang sukses juga, Kakak yang sukses dengan pergaulannya dan Adik yang sukses dengan kesendiriannya. Loh? kenapa sendiri? Ya, karena Ayah dan Ibunya terlalu sibuk dengan kesuksesannya masing-masing hingga akhirnya si Adik tidak sengaja 'terlantar' kan oleh orangtuanya sendiri. Sampai suatu hari, si Adik akan melangsungkan sebuah pementasan drama di sekolahnya. Disitu, dia mendapatkan peran utama, menjadi Raja. Jauh sebelum hari pementasan, si Adik sudah senantiasa memberitahu Ayahnya untuk ikut datang menonton pertunjukannya. Ayah yang mendengar hanya mengangguk-anggukkan kepala. Si Adik tidak yakin, lebih menjadi tidak yakin saat dirinya mengetahui bahwa 'waktu' Ayahnya bekerja sangatlah mahal.. saking mahalnya, hanya dalam satu jam, Ayahnya berharga sekitar 500 dolar..

Kemudian Adik punya rencana, " Ah, bagaimana kalau aku beli 'waktu' Ayahku? Aku pentaskan hanya satu jam. Berarti cukup dengan mengumpulkan uang 500 dolar, 'waktu' Ayah bisa aku beli!! "

Rencana Adik pun mulai dilakukan. Tapi ia tak mengira, bahwa uang 500 dolar adalah uang yang sangat banyak. Tabungan yang ia punya hanya mencapai 100 dolar. Itupun dia sudah menjual barang-barang tercintanya pada teman-teman kelasnya dengan harga murah. Tanpa pikir panjang, akhirnya si Adik mencuri uang yang ada di kasir kantin sekolahnya...

Adik tak menyangka bahwa tindakan mencuri nya tertangkap basah oleh kamera pengawas. Pihak sekolah akhirnya menghukum si Adik dan orang tuanya dipanggil ke sekolah..

Sesampai di rumah, Adik dimarahi abis-abisan oleh Ayah dan Ibunya. Terutama Ayahnya. Sang Ayah sampai memukul kedua tangan si Adik dengan bambu,

" Kau memalukan namaku!!! berani-beraninya kau mencuri!! apa uang jajan yang kuberi kurang cukup ???!!!! "

" Tapi Ayah.. a..aku.. "

" Jangan menjawab !!!!! "

Ibu yang tak tega melihat buah hatinya dipukuli, akhirnya mencoba membela. Si Adik pun bersembunyi di balik punggung Ibu.

" Kenapa kau mencuri, Nak..? apakah uang yang diberi Ayah sudah habis.. ? "

" B.. bukan Ibu. Aku hanya ingin agar Ayah datang menonton ke pertunjukanku. Tapi satu jam harga Ayah adalah 500 dolar, sedangkan aku tak punya uang sebanyak itu... "

Mendengar jawaban yang keluar dari bibir kecil buah hati mereka, Ayah dan Ibu pun langsung terduduk lemas. Ibu langsung memeluk erat buah hatinya dan Ayah pun langsung meminta maaf dengan bersungguh-sungguh pada si Adik

Akhirnya, tanpa mengeluarkan uang 500 dolar, si Adik bisa mengajak Ayahnya beserta Ibu dan Kakaknya pergi menonton pertunjukan drama di sekolahnya


**************************************************************************

Bagaimana hati tak pilu, Fathimah az-Zahra sering melihat Ayahnya pulang dengan tubuh yang 'tak menentu'. Terkadang ada darah yang mengalir di kepalanya. Terkadang ada kotoran di bajunya. Terkadang wajah Ayahnya terlihat lelah. Dan, senantiasa tubuhnya tak pernah tak terhinggapi dengan debu-debu pasir jalanan..

Melihat kondisi Ayahnya yang selalu pulang ke rumah dengan keadaan yang seperti itu, Fathimah tak bisa menyembunyikan kesedihannya dan menutupi air matanya..

" Mengapa kau menangis, putriku ? "

" Bagaimana aku tak menangis jika aku selalu menyambutmu dengan melihat wajah dan tubuhmu yang mulia dipenuhi dengan kotoran dan darah... "

" Aku keluar untuk berdakwah, untuk menegakkan kalimat Allah. Tubuh siapa yang pernah dihinggapi debu di jalan Allah, maka Allah pasti akan mengharamkan api neraka atasnya.. "


******************************************************************************


Ya Allah,

tak bisa kulanjutkan lagi tulisan-tulisan ini karna mataku sudah berkaca-kaca..

Kau lebih mengetahui isi hatiku karena Engkau Maha Mengetahui..

......


Semoga Allah semakin mencintaimu,

Pah...



Na sayang Papah

Rabu, 2009 Juni 17

ketika itik berubah menjadi angsa

dulu takut..
beberapa bulan yang lalu berharap..
kini ternyata malah jatuh cinta..


aih.. cinta lagi..



Sebelum membaca lebih lanjut, postingan kali ini hanyalah sebuah curcol Na. Mungkin tak terlalu banyak manfaatnya tapi Na berharap semoga dengan postingan ini, ada hikmah yang bisa didapatkan.. insya Allah



*********************************************************************************


Lagi dan lagi, kali ini Na dibuat jatuh cinta dengan jilbab lebar. Padahal dulu Na malah takut kalau ngeliat mba2 akhwat yang pake jilbab kelebaran dan kepanjangan. Terlebih lagi dengan mba2 akhwat yang memakai cadar dan semuanya serba hitam. Pikirannya mereka adalah orang2 yang beraliran sesat (padahal diri sendiri juga masih sesat)

Melihat akhwat2 bercadar atau yg berjilbab lebar (yg panjang jilbabnya kaya mukena) lalu memakai pakaian gamis yang besar2, ntah kenapa rasanya 'ribet'. Belum lagi membayangkan mereka berpakaian hitam di tengah teriknya matahari.. aih mak.. pastinya panas sekali. Mereka 'terkungkung' dibalik pakaiannya sendiri. Dengan pakaian sepanjang dan selebar itu, belum lagi katanya mereka suka memakai pakaian yang dobel2.. wah, pastinya repot, ribet, panas, dan pasti pusing.


" Pokoknya aku gak mau kaya mereka ah!! " pikirku


Lalu, Na ga ingat mengapa pikiran seperti ini tiba2 memudar...


Ntah tepatnya kapan, hanya satu yang Na sadari. Sepertinya Na dibuat jatuh cinta dengan pakaian2 yang serba lebar itu oleh seseorang yang saat itu..dibuatnya Na jatuh cinta padanya (horee..curcol again~~). Dia tak pernah mengatakan " aku sangat suka dengan wanita yang berjilbab lebar dan memakai baju gamis ", tapi dia selalu mengatakan tentang syarat dan ketentuan yang benar cara berpakaian seorang muslimah. Mau tak mau mulai-lah timbul rasa malu karna diri ini masih pakai jilbab ala kadarnya, baju yang 'one-piece' plus celana..


Kusadari.. kuakui.. ku jatuh cinta lagi..


Eh, bukan! Maksud Na..


Na sadar dan Na akui bahwa awal keinginan Na memakai jilbab yang mulai panjang dan mulai merintis pula pakai gamis karena Na ingin lebih diperhatikan olehnya. Akhirnya Na membulatkan tekad dan nekat mengambil langkah untuk menjadi akhwat yang berpakaian serba kebesaran. Awalnya agak2 takut dan khawatir dengan komentar2 orang2 disekitar Na. Mulai dari keluarga, tetangga, teman kampus, teman kost-an, sahabat lama dan semuanya. Alhamdulillah, kebanyakan diantara mereka tak ada yang terlalu 'ngena' komentarnya. Umumnya mereka hanya bertanya2,


" Ada angin apa bisa jadi begitu ???? "


Kalau ditanyain begitu, Na hanya bisa senyam-senyum aja. Sambil masih menyembunyikan niat 'buruk' itu, Na terus mengumbar dengan kata2, " ya.. boleh kan pakai pakaian seperti ini? "

Hari demi hari terus Na lewati dengan niat yang terselubung itu. Masih berharap semoga dia menjadi semakin memperhatikan diri ini. Walaupun pada kenyataannya, tak ada perhatian yang lebih semenjak Na berusaha berubah. Semua tetap sama.. hingga kadang Na berpikiran..

" Gak mungkin balik lagi pake baju yang kaya dulu, nasi udah jadi bubur.. tancap gas aja lah!! "

Karena merasa sudah ga berguna lagi ca-per dihadapannya, akhirnya Na berusaha mencari-cari sendiri apa itu arti jilbab lebar dan gamis bagi Na sendiri. Na mencari-cari alasan kenapa Na mau memakainya (secara gitu, alasan pertama saya pakai jilbab yg mulai rada lebar dan pake gamis kan tadinya karna pengen jadi lebih diperhatiin..tapi karena hasilnya tak ada.. ah.. madesu deh..). Lumayan lama dan cukup membuat diri Na jatuh bangun saat mencari jati diri itu..

Tanpa terlepas dari ribuan godaan setan, Na masih sering memiliki perasaan 'ingin dipuji'. Bahkan kini makin merebak, bukan hanya dari dia saja yang ingin Na dapatkan pujiannya melainkan orang lain pun juga.. Ya Allah, kenapa jadi terasa berat begini ??

Sengaja Na mulai mengumpulkan kenyataan-kenyataan (baca buku) tentang adzab Allah terhadap wanita yang mulai sengaja mempertontonkan auratnya pada orang lain yang bukan mahramnya. Na juga mulai mencari tau sebenarnya pakaian yang benar-benar seharusnya dikenakan oleh seorang wanita muslimah itu yang seperti apa. Kesengajaan ini Na lakukan demi mengubur kembali rasa ingin dipuji orang, karena pada akhirnya.. walau senang dengan pujian orang tapi kalau sudah tak dipuji lagi, jadi 'down' (ahaha.. kaya anak kecil banget TT__TT)


Lalu, Na juga ingin mengetahui.. bagaimana orang-orang (khususnya para akhwat itu) bisa menggunakan pakaian terbaik mereka, semata-mata hanya karena Allah ? Mengapa mereka bisa seperti itu sedangkan Na ga bisa ??

Na memang sudah paham dengan ketentuan bahwa jilbab itu harus menutupi dada. Kemudian berlanjut jadi bertanya, jika Allah hanya menentukan batasnya sampai menutupi dada, kenapa para akhwat itu berjilbab bahkan ada yang sampai menutupi betisnya? (ini benar2 kebesarankah??)

Oh ternyata Na menemukan fakta lainnya, ternyata perintah Allah agar wanita berjilbab itu ga cuma sekedar kepalanya aja yang ditutupin tapi aurat yang lain juga! Hokeh, sudah nutupin kepala dan jilbabnya sampai menutupi dada dan aurat lain pun dah ketutup kok. Tapi, jadi penasaran, kenapa para akhwat itu pakenya yang lebar2 begitu? benar2 mereka menyukai sesuatu yang besar nan lebarkah??

Hoayah, ada fakta lain yang Na temukan lagi. Ternyata maksud jilbab itu bukan hanya menutupi kepala dan menutupi aurat2 lainnya. Melainkan bentuk tubuh pun harus disembunyikan juga. Inilah sebabnya kenapa para akhwat itu tak bisa Na tebak, apakah mereka kurus atau ndut (abis ga keliatan sih..). Pantas saja mereka pake bajunya gamis.. bukan celana.. gamisnya juga gamis yang gede bukan gamis gaol gitu logh (bacanya pake logat anak2 muda). Trus jilbab mereka juga bukan jilbab nyang di-iket2 di leher.. poko'e sama sekali ga keliatan deh lekukan tubuh (hebat ya)


Pikiran2 macam ini yang Na jejali ke otak Na tiap saat. Karena merasa belum begitu paham gimana cara mereka bisa 'berubah' seperti itu hanya karena Allah.. akhirnya Na pikir, mungkin dengan mengikuti jejak mereka... sedikit demi sedikit, Na akan menemukan alasan mengapa kini Na jadi ikut2an seperti mereka..



Semata-mata hanya karena Allah..

Hanya karena kecintaan pada Allah swt dan pada Rasul-Nya..


Semata-mata hanya karena ingin mendapatkan ridho-Nya..




Kini,

Ku-ubah jilbab miniku menjadi jilbab yang menutupi kedua telapak tanganku


Ku-ubah baju2 'one-piece' ku menjadi baju2 gamis ala kadarnya (kadang masih pakai gamis punya mamah)

Ku-ubah pola pikirku tentang jilbab lebar dan cadar yang awalnya menyeramkan hingga akhirnya menjadi sesuatu yang kutuju

Ku-ubah keinginanku dipuji oleh orang lain menjadi hanya ingin dipuji oleh Allah swt


Ku-ubah cita-citaku yang semula ingin jadi bidadari dunia menjadi bidadari surga (amiin ya Allah.. amiin.. walaupun terlalu tinggi banget..tapi bolehkan..berharap~)


ini bukan foto ina ya.. hanya berharap semoga kelak bisa seperti beliau..

*************************************************************************


Semoga Allah swt senantiasa mempermudah langkah dan meringankan beban bagi setiap hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar..

Amiin ya Allah..





Jadi,

ternyata mendingan ca-per ke Allah daripada caper ke makhluk-Nya ya

kalau ca-per ke Allah sudah dijamin pasti akan diperhatikan lagi

kalau caper ke makhluk-Nya..

ga ada yang bisa menjamin deh!

:D