Jumat, 18 Desember 2009

Marhaban Yaa Muharram

Bila mata bertemu mata akan datang rasa kasih.
Bila hati bertemu hati akan datang rasa sayang.
Tapi bila dahi bertemu sajadah akan terasa kebesaran Allah SWT.
SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1431 H


Alhamdulillah, tak terasa tahun sudah berganti yah teman2... bagaimana menurutmu, apakah tahun lalu lebih baik dari tahun sebelumnya? sudahkah ada perubahan2 yang bermakna terjadi dalam kehidupanmu? lalu... bagaimana dengan rencanamu di tahun ini? semoga tahun ini akan lebih baik lagi dari tahun2 sebelumnya ya.. amiin ya Allah

Rencanaku? Heung... apa ya... Ntahlah... Tahun kemarin benar2 tahun 'terdahsyat' bagi Na. Diawali dengan perubahan kebiasaanku dalam berpakaian sehari2, sehingga perubahan yang ada di dalam diriku... Subhanallah...

Bagaimana dengan tahun ini ya? Laa haula wa Laa quwwata illa billah ^____^

Mengawali tahun ini dengan niat memperbaiki diri lagi, ini.. ada 'sekedar' fadhilah2 dalam bulan Muharram yang mungkin bisa membantu kita dalam beramal, insya Allah

semoga bermanfaat yaa..
jangan lupa, niat untuk mengamalkannya dan menyampaikan pada orang lain :D


***********************************************************************************

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Bulan Muharam, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan ini termasuk salah satu dari keempat bulan haram sebagaimana difirmankan Allah SWT yang artinya,

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) din yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang
bertakwa." (At-Taubah: 36)

Empat bulan sebagaimana tersebut dalam ayat di atas adalah Muharam, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah. Dalam empat bulan ini kaum muslimin diharamkan untuk berperang melawan orang kafir.

Keutamaan Muharam "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang salat yang paling afdal sesudah salat fardu adalah salat malam."
(HR Muslim)

Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan, Muharam disebut dengan syahrullah (bulan Allah) memiliki dua hikmah. Pertama, untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharam. Kedua, untuk menunjukkan otoritas Allah dalam mengharamkan bulan Muharam. Pengharaman bulan ini untuk perang adalah mutlak hak Allah saja, tidak seorang pun selain-Nya berhak mengubah keharaman dan kemuliaan bulan Muharam.

Di samping itu, bulan Muharam juga memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah sebagaimana sabda Rasulullah saw. di atas, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang salat yang paling afdal sesudah salat fardu adalah salat malam." (HR Muslim).

Puasa pada bulan Muharam yang sangat dianjurkan adalah pada hari yang sesepuluh, yaitu yang lebih dikenal dengan istilah 'aasyuura. Aisyah--semoga Allah meridainya--pernah ditanya tentang puasa 'aasyuura, ia menjawab, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. puasa pada suatu hari yang beliau betul-betul mengharapkan fadilah pada hari itu atas hari-hari lainnya, kecuali puasa pada hari kesepuluh Muharam." (HR Muslim).

Pada zaman Rasulullah, orang Yahudi juga mengerjakan puasa pada hari 'aasyuura. Mereka mewarisi hal itu dari Nabi Musa. Dari Ibnu Abbas r.a., ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa. Rasulullah saw. bertanya, "Hari apa ini? Mengapa kalian berpuasa?" Mereka menjawab, "Ini hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir'aun. Maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur, maka kami pun berpuasa." Rasulullah saw. bersabda, "Kami orang Islam lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati Nabi Musa daripada kalian."

Abu Qatadah berkata, Rasulullah saw. Bersabda, "Puasa 'aasyuura menghapus dosa satu tahun, sedang puasa arafah menghapus dosa dua tahun." (HR Muslim, Tirmizi, Abu Daud).

Pada awalnya, puasa 'aasyuura hukumnya wajib. Namun, setelah turun perintah puasa Ramadan, hukumnya menjadi sunah. Aisyah r.ha. berkata, "Rasulullah saw. memerintahkan untuk puasa 'aasyuura sebelum turunnya perintah puasa Ramadan. Ketika puasa Ramadan diperintahkan, siapa yang ingin boleh puasa 'aasyuura dan yang tidak ingin boleh tidak berpuasa 'aasyuura." (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi).

Ibnu Abbas r.a. menyebutkan, Rasulullah saw. melakukan puasa 'aasyuura dan beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Para sahabat berkata, "Ini adalah hari yang dimuliakan orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah saw. bersabda, "Tahun depan insya Allah kita juga akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharam." Namun, pada tahun berikutnya Rasulullah telah wafat. (HR Muslim, Abu Daud). Berdasar pada hadits ini, disunahkan bagi umat Islam untuk juga berpuasa pada tanggal sembilan Muharam

Sebagian ulama mengatakan, sebaiknya puasa selama tiga hari: 9, 10, 11 Muharam. Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Puasalah pada hari 'aasyuura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Puasalah sehari sebelum 'asyuura dan sehari sesudahnya." (HR Ahmad).

Ibnu Sirrin melaksanakan hal ini dengan alasan kehati-hatian. Karena, boleh jadi manusia salah dalam menetapkan masuknya satu Muharam. Boleh jadi yang kita kira tanggal sembilan, namun sebenarnya sudah tanggal sepuluh. (Majmuu' Syarhul Muhadzdzab VI/406)

Wallahu a'lam. sumber : alislam.or.id

taken from here

************************************************************************************

Lalu, ini adalagi tentang kelebihan hari Asyuuraa' dan amalan2 pada bulan Muharram yang Na numpang kopas dari blognya Ummu Fathimah Azzahra

(be ready for read it... coz.. panjaaaaaaaaaaaaaaang sekali :D )


Abul-Laits Asssamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a berkata: Nabi SAW. bersabda yang bermaksud;

Barangsiapa yang berpuasa pada hari Assyuuraa' yakni 10 Muharram, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala 10,000 malaikat; dan barangsiapa yang puasa pada hari Assyuuraa', maka akan diberikan pahala 10,000 orang Haji dan Umrah, dan 10,000 orang mati syahid; dan siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Assyuuraa', maka Allah akan menaikkan dengan rambut satu darjat. Dan barangsiapa yang memberi buka puasa orang mukmin yang berpuasa pada hari Assyuuraa', maka seolah-olah memberi buka puasa semua umat Muhammad SAW. dan mengenyangkan perut mereka.

Sahabat bertanya; Ya, Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Assyuuraa' dari lain-lain hari.

Jawab Rasulullah: Benar!.

Allah telah menjadikan langit dan bumi pada hari Assyuuraa',
dan menjadikan Adam juga Hawa pada hari Assyuuraa';
dan menjadikan Syurga serta memasukkan Adam di syurga pada hari Assyuuraa';
dan Allah menyelamatkan dari api neraka pada hari Assyuuraa';
dan menenggelamkan Fir'aun pada hari Assyuuraa';
dan menyembuhkan bala Nabi Ayyub pada hari Assyuuraa'
dan Allah memberi taubat kepada Adam pada hari Assyuuraa';
dan diampunkan dosa Nabi Daud pada hari Assyuuraa';
dan juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Assyuuraa';
dan akan terjadi Qiyamat pada hari Assyuuraa'


Peristiwa 10 Muharram

Dinamakan juga Hari Asyura. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilah dan kebenaran.

Bertanya para sahabat : "Wahai Rasulullah ! Apakah kelebihan 10 Muharram berbanding dengan hari-hari yang lain ?" Sabdanya :

1.ALLAH menciptakan alam, langit, bintang dan sebagainya

2.ALLAH menciptakan gunung-ganang pada 10 Muharram

3.Diciptakan lautan pada 10 Muharram

4.Diciptakan Qalam (pena untuk menulis amal manusia) pada 10 Muharram

5.Diciptakan Arasy, Luh Mahfuz pada 10 Muharram

6.Diciptakan Nabi Adam a.s. pada 10 Muharram

7.Dimasukkan Nabi Adam a.s. ke dalam syurga pada 10 Muharram

8.Dilahirkan Nabi Ibrahim a.s. pada 10 Muharram

9.Diselamatkan Nabi Ibrahim a.s. dari api Namrud pada 10 Muharram

10.Diselamatkan anaknya Nabi Ismail a.s. dari sembelihan pada 10 Muharram

11.Ditenggelamkan Fir'aun pada 10 Muharram

12.Diampunkan kesilapan Nabi Daud a.s. pada 10 Muharram

13.Dilahirkan Nabi Isa a.s. pada 10 Muharram

14.Dikeluarkan Nabi Yunus a.s. daripada perut ikan Nun setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam pada 10 Muharram

15.Disembuhkan penyakit Nabi Ayub a.s. pada 10 Muharram

16.Diangkat Nabi Isa a.s. ke langit pada 10 Muharram

17.Diterima taubat Nabi Adam a.s. pada 10 Muharram

18.Dianugerahkan tahta kerajaan kepada Nabi Sulaiman a.s.

19.Diciptakan Arasy pada 10 Muharram

20.Awal-awal hujan yang turun dari langit pada 10 Muharram

21.Awal-awal rahmat diturunkan pada 10 Muharram

22.Diselamatkan bahtera Nuh a.s. daripada tenggelam sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.pada 10 Muharram


Peristiwa lain

Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
Diangkat Nabi Idris a.s. ke langit pada 10 Muharram
Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
Penglihatan Nabi Ya'qub yang kabur dipulihkan oleh Allah.
Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
Allah menjadikan 'Arasy.
Allah menjadikan alam.
Allah menjadikan Malaikat Jibril.

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ikrimah berkata; Hari Assyuuraa' ialah hari diterimanya taubatnya Nabi Adam. Dan ia pula hari turunnya Nabi Nuh dari perahunya. Maka ia berpuasa syukur; dan ia pula hari tenggelamnya Fir'aun dan terbelahnya laut bagi Nabi Musa a.s. dan Bani Israil. Maka mereka berpuasa; kerana itu jika dapat; engkau berpuasalah pada hari Assyuuraa'.

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah berkata; Bahawa siapa yang melapangkan pada keluarganya pada hari Assyuuraa', maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun itu.

Sufyan berkata; Telah kami cuba, maka rasakan kebenarannya.

Said bin Jubair dari Ibn Abbas r.a. berkata; Ketika Nabi SAW. baru hijrah ke Madinah, mendapatkan kaum Yahudi puasa pada hari Assyuuraa'; maka tanya kepada mereka tentang itu. Jawab mereka; "Hari itu Allah memenangkan Nabi Musa a.s. dari Bani Israil terhadap Fir'aun dan kaumnya. Maka kami puasa kerana mengagungkan hari ini". Maka sabda Nabi SAW.; "Kami lebih layak mengikuti jejak Musa dari kamu". maka Nabi SAW. menyuruh sahabat supaya berpuasa.

Abul Laits berkata; Dinamakan Assyuuraa' kerana ia jatuh pada sepuluh bulan Muharram. Ada lain pendapat yang mengatakan hari Assyuuraa' kerana Allah telah memuliakan pada Nabi-nabi dengan sepuluh kehormatan;

1.Allah telah menerima taubat Nabi Adam a.s.

2.Allah menaikkan darjat Nabi Idris a.s.

3.Hari berlabuhnya perahu Nabi Nuh a.s.

4.Nabi Ibrahim a.s dilahirkan pada hari Assyuuraa' dan diangkatkan sebagai kholilulLah juga diselamatkan dari api.

5.Allah menerima taubat Nabi Daud a.s.

6.Allah mengangkat Nabi Isa a.s. ke langit

7.Allah menyelamatkan Nabi Musa a.s.

8.Allah menenggelamkan Fir'aun

9.Allah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan

10.Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman a.s.


Semua ini terjadi pada hari Assyuuraa'. Sebahagian lain berpendapat, dinamakan hari Assyuuraa' kerana ia kesepuluh dari kemulian-kemulian yang diberikan Allah pada umat ini. Bulan Rejab. Allah menjadikannya sebagai kemuliaan bagi umat ini dan melebihkannya dari lain-lain bulan bagaikan kelebihan umat-umat ini atas lain-lain umat.

Bulan Sya'baan Allah melebihkannya dari lain-lain bulan bagaikan kelebihan Nabi Muhammad SAW. atas semua Nabi.
Bulan Ramadhan Allah melebihkannya dari lain-lain bulan bagaikan kelebihan Allah terhadap semua makhluk.
Lailatul qadr yang terlebih baik dari seribu bulan yang lain.
Hari Idul Fitri sebagai hari pembalasan(penerimaan upah)
Hari-hari sepuluh (1 hingga 10 Zulhijjah) iaitu hari-hari untuk berzikir kepada Allah.
Hari Arafah yang dosanya dapat menebuskan dosa dua tahun.
Hari Idul Adha iaitu hari berqurban.
Hari Jumaat yang termulia dari semua hari.
Hari Assyuuraa' yang puasanya dapat menebus satu tahun dosa.
Dan masing-masing waktu yang tersebut itu ada kemuliaan dari Allah diberikan kepada umat ini untuk membersihkan dan menebus dosa-dosa mereka. Di bawah ini ada beberapa terjemahan hadith untuk panduan kita bersama;

Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda, "Seutama-utama puasa sesudah puasa bulan Ramadan ialah puasa bulan Muharram dan seutama-utama solat sesudah solat fardu ialah solat malam". (Sahih Muslim)

Abu Musa Al Madani meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a.; "Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura adalah seperti berpuasa setahun dan siapa yang bersedekah pada hari Asyura adalah bagiku bersedekah setahun." (Riwayat Albazzar)

Dari Abu Qatadah Al-Anshari r.a. katanya Rasulullah s.a.w. ditanya orang tentang puasa hari arafah. Jawab baginda, "Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang". Kemudian Nabi ditanya pula tentang puasa hari asyura. Jawab baginda, "semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu".(Sahih Muslim)

Dari Aisyah r.a. katanya "Biasanya orang Quraisy pada masa jahiliah berpuasa pada hari asyura dan Nabi s.a.w. pun berpuasa. Ketika Baginda tiba di Madinah, Baginda juga berpuasa pada hari asyura dan menyuruh orang lain berpuasa juga". (SahihMuslim)

Dari Ibnu Abbas r.a. katanya, ketika Nabi s.a.w. tiba di Madinah, Baginda melihat orang yahudi berpuasa pada hari asyura. Nabi pun bertanya, "Hari apa ini ?". Jawab mereka, "Hari ini ialah hari yang baik. Pada hari ini Allah melepaskan Bani Israil dari musuh mereka, kerana itu Nabi Musa berpuasa kerananya". Sabda Nabi, "Aku lebih berhak daripada kamu dengan Musa". Oleh itu Nabi berpuasa dan menyuruh orang lain berpuasa pada hari asyura.(Sahih Bukhari)

Rasulullah s.a.w. bersabda; "Berpuasa kamu pada hari ke sembilan dan sepuluh Muharam dan jangan meniru cara orang-orang Yahudi." - Riwayat Al Baihaqi

Minggu, 13 Desember 2009

bayan masturoh


apakah kita menyadari
bahwa saat ini kita berbahagia asbab penderitaan
yang dialami oleh Rasulullah SAW, para sahabat dan sahabiyah?



Apa yang ingin Na sampaikan di bawah ini adalah sebagian kecil dari bayan masturoh yang kemarin Na dengar. Ini yang pertama kalinya Na mendengar bayan masturoh.. subhanallah... langsung banjir air mata ketika mendengar bayan ini..

Sudah ah, daripada banyak omong.. kusampaikan aja ya apa isi bayan masturohnya, insya Allah
(eh tapi sebelumnya maaf, karna apa yg kusampaikan ini sudah dalam bahasaku..mohon dimaklumi ya teman2..)



Bismillahirrahmaanirrahiim,

Di awal bayan, Pak Ustadz mengatakan bahwa sudah sepatutnya kita amat bersyukur dengan nikmat yang Allah SWT sudah berikan pada kita saat ini yaitu nikmat hidayah. Karena dengan hidayah ini, kita bisa mengenal Allah SWT sebagai Rabb kita, sebagai Tuhan kita. Tanpa hidayah, mungkin kita akan menjadikan batu sebagai Rabb kita, pohon sebagai Rabb kita, atau kita menjadikan benda-benda disekitar kita sebagai maksud hidup kita.

Bersyukur kepada Allah karena Allah SWT telah mengisi hati kita dengan kalimat yang lebih berat daripada bumi dan langit, yaitu kalimat " Laa ilaaha illa Allah "

Maksud Allah SWT mengisi hati kita dengan kalimat " Laa ilaaha illa Allah" yaitu Allah SWT ingin agar kita menafikkan seluruh keyakinan-keyakinan kita kepada makhluk, benda atau asbab-asbab yang lain dari dalam hati kita dan yakin hanya kepada Allah SWT..

Allah SWT tak ingin disandingkan dengan kebendaan di hati kita. Coba bayangkan, adakah seorang Raja yang mau duduk di kursi kerajaannya dengan benda lain? Allah SWT akan murka jika Dia disandingkan dengan makhluk atau kebendaan di dalam hati kita

Allah SWT sangat menginginkan agar dalam hati kita tidak ada keyakinan bahwa makanan itu bisa menghilangkan lapar atau air dapat menghilangkan kedahagaan, melainkan kita yakin bahwa hanya Allah SWT lah yang bisa menghilangkan rasa lapar, hanya Allah SWT yang bisa menghilangkan dahaga kita, hanya Allah yang bisa menyembuhkan dan hanya Allah yang bisa memberikan kebahagiaan

Allah SWT telah menghantar para anbiya 'alaihissalam termasuk Rasulullah SAW ke bumi untuk usaha mengajak manusia yakin kepada Allah SWT, memasukkan kebesaran Allah SWT ke setiap hati-hati kita..


Pak Ustadz kemudian mengisahkan tentang kisah Nabi Musa a.s ketika sedang mendapatkan tarbiyah dari Allah SWT, tarbiyah ketika Allah SWT mengajarkan tentang kebesaran-Nya untuk hati nabi Musa a.s

Ketika itu, Allah SWT bertanya, " apa itu yang ada di tanganmu, Wahai Musa? ", lalu dengan ke-takjub-an nya nabi Musa a.s pada tongkatnya, nabi Musa a.s pun menjawab, " ini adalah tongkatku "

Ucapan " ku " dalam kata " tongkatku " membuat Allah SWT tidak suka. Terlebih lagi ketika nabi Musa a.s membangga-banggakan betapa banyak fungsi yang dia dapatkan dari tongkatnya itu. Mulai dari menjadi tempat tumpuan badan, memukul dedaunan di pohon agar menjadi makanan kambing-kambingnya, dan yang lainnya. Sehingga akhirnya, Allah SWT meminta nabi Musa a.s melempar tongkat yang ia banggakan itu dan mengubah tongkat itu menjadi ular yang sangat besar ( seek the full story in here )

Allah SWT tak hantar para anbiyaa a.s untuk mengajarkan umatnya menjadi umat yang pandai membuat baju besi, atau pandai membuat perahu, atau kepandaian lainnya. Tujuan Allah SWT hantar para anbiyaa a.s pada umatnya hanya untuk mengajarkan kebesaran Allah SWT, untuk mengajak manusia yakin hanya kepada Allah SWT..

Pak Ustadz bilang, kita seharusnya kembali bersyukur karena hidup dengan keadaan sudah beragama. Dikisahkan tentang salah satu sahabat, yaitu Umar bin khattab r.a yang ketika ia menoleh ke kanan ia tertawa dan ketika ia menoleh ke kiri ia pun menangis..

Sahabat yang lain yang melihatnya jadi bertanya-tanya, " mengapa engkau begitu? "

Umar r.a menjawab,

Dulu, ketika aku belum beragama (Islam).. aku pernah bepergian, sebelum berangkat aku membuat patung "Tuhan" ku dari makanan. Namun di tengah perjalanan, aku lapar.. tak kutemukan ada makanan lain, kecuali patung " Tuhan" ku itu, lalu.. kumakanlah "Tuhan" ku itu.. itu sebabnya tadi aku tertawa karena mengingat kejadian ini,

Dalam keadaan yang sama, ketika aku belum beragama.. istriku pernah melahirkan seorang anak. Begitu takutnya ia padaku karena ia melahirkan anak perempuan, sehingga ia memperlakukan anakku itu seperti laki-laki. Betapa senangnya hatiku ketika aku mengetahui bahwa aku memiliki anak laki-laki. Saking senangnya, aku pernah membawa anakku pergi jalan-jalan,

Ditengah perjalanan, anakku yang berpenampilan seperti anak laki-laki itu berkata padaku bahwa ia ingin buang air kecil. Disitulah aku mengetahui bahwa anakku sebenarnya adalah perempuan. Tanpa pikir panjang, aku langsung menggali sebuah tanah cukup dalam. Begitu susahnya aku menggali tanah hingga baju dan wajahku penuh dengan debu bercampur tanah. Anakku yang melihat diriku sedang menggali tanah, datang menghampiriku untuk membersihkan keringat dan kotoran-kotoran yang ada di wajahku sampai janggutku juga ia bersihkan...

Tanpa mengetahui apa maksud Ayahnya menggali tanah, Anakku tak bertanya untuk apa aku menggali tanah.. ia hanya sibuk membersihkan wajahku. Tapi.. kebaikan yang ia lakukan padaku tak membuatku mengurung niat untuk menguburnya hidup-hidup..

Aku pun tetap memasukkannya ke dalam lubang itu dan meninggalkannya dalam keadaan ia sedang menjerit-jerit memanggilku...

Itulah sebab mengapa tadi aku menangis.......





Kemudian, Pak Ustadz juga mengisahkan tentang pengorbanan yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW..

Dulu.. sebelum Rasulullah SAW mulai berdakwah, beliau SAW memiliki banyak julukan yang baik-baik. Rasulullah SAW terkenal sebagai pemuda yang dapat dipercaya, jujur, amanah dan sifat-sifat baik lainnya yang memang ada dalam diri Rasulullah SAW. Namun ketika Rasulullah SAW mulai mengerjakan usaha atas agama, panggilan-panggilan itu tak ada lagi... panggilan-panggilan itu bahkan berubah menjadi cacian dan hinaan.. (Na tak sanggup menuliskan apa saja cacian itu... terlalu sakit untuk menulisnya TT____TT )

Jika Rasulullah SAW pulang ke rumahnya sehabis mendakwahi ummatnya, tak jarang pakaian yang beliau SAW kenakan itu menjadi penuh debu bahkan terkadang disertai adanya kotoran-kotoran yang dilempari orang2, atau darah yang mengucur akibat dilempari batu.. ( Allah....... mataku semakin berkaca2...)

Pernah suatu ketika, Rasulullah SAW pulang larut malam karena seharian berusaha untuk berdakwah pada ummatnya. Diketuk pintu rumahnya sekali-dua kali tak ada sahutan, lalu dengan membentangkan kain surbannya, Rasulullah SAW pun tidur di luar rumahnya. Ketika pagi menjelang, terkejutlah istrinya, Khadijah r.ha melihat sang suami tertidur diluar. Lantas, Rasulullah SAW pun langsung bangun dan meminta maaf kepada istrinya,

" Maafkan aku. Aku tak mau mengganggu tidur pulasmu, jadi aku tidur disini semalam "

Subhanallah..................


Pak Ustadz pun juga mengisahkan tentang pengorbanannya Khadijah r.ha,

Pada suatu hari, Rasulullah SAW pulang ke rumah dan melihat istrinya, Khadijah r.ha sedang sibuk menyusui anaknya, Fathimah r.ha. Betapa terkejutnya Rasulullah SAW, ketika mendapati bukan air susu yang keluar dari istrinya melainkan darah...

Setelah menenangkan dan menidurkan anaknya, Khadijah r.ha pun mendatangi suami tercinta. Rasulullah SAW meletakkan kepalanya dalam pangkuan istrinya seraya berkata,

" Wahai istriku, tidakkah engkau merasa menyesal karena memiliki suami sepertiku? dulu sebelum engkau kunikahi, kau adalah janda terkaya disini, kekayaanmu melimpah ruah, namamu terpandang.. tetapi kini, bahkan untuk menyusui anakmu saja kau harus mengeluarkan darah karena tidak ada apa2 lagi yang kau miliki saat ini... "

Dengan lembutnya, Khadijah r.ha menjawab,

" Wahai Rasulullah, jika aku nanti mati dan tidak adalagi harta kekayaan sepeninggalku sedangkan engkau ingin pergi berdakwah menyebrangi lautan.. maka galilah kuburanku.. gunakanlah tulang-tulangku untuk menjadi perahumu... "

Pak Ustadzpun menangis... aku pun menangis.... tak kuasa membendung air mata ini mendengar kisah yang begitu dahsyat...


Pak Ustadz lalu berkata,

Sadarkah kita bahwa saat ini kita berdakwah dengan penuh kemudahan asbab perjuangan-perjuangan para anbiyaa, para sahabat dan sahabiyah.. perjuangan Rasulullah SAW? jika dengan kemudahan-kemudahan ini tetap membuat kita tak mau melanjutkan perjuangan mereka.. apa yang harus kita katakan pada mereka di akhirat nanti?


Apa yang akan kau katakan kepada para janda-janda yang ditinggal mati oleh suaminya yang syahid karena dakwah di jalan Allah ?

Apa yang akan kau katakan kepada anak-anak yang yatim piatu karena kedua orangtuanya syahid di jalan Allah ?

Apa yang akan kau katakan kepada Rasulullah SAW yang sudah mengorbankan segala-galanya untukmu?

Apa yang akan kau katakan kepada Allah SWT ??


Seandainya usaha atas agama ini terus dilakukan maka Allah SWT akan memberikan keberkahan-keberkahan pada kita. Dari keberkahan semasa hidup hingga keberkahan saat kita sudah mati...

Maka sebaiknya kita azzam dalam diri kita, untuk mengorbankan harta, waktu dan diri kita untuk agama Allah... insya Allah


Subhanallah wa bihamdihi, Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhadu Allaailaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaih


******************************************************************************

Sebenarnya, masih ada banyak pesan-pesan dari Pak Ustadz yang belum Na sampaikan. Berhubung keterbatasan dari pemilik blog, jadi.. Na tawarkan saja, bagi siapapun yang ingin mendengar bayan masturoh ini, bolehlah kirim komen ke Na dan sertakan email, insya Allah.. nanti Na kirim lewat email..

Oh iya, Pak Ustadz juga menyampaikan pesan untuk para Ibu masturoh..

Berikan dorongan pada suami-suami anda agar lebih banyak berkorban lagi. Ridhoilah kepergiannya untuk berdakwah, disebutkan bahwa air mata seorang istri yang ridho akan kepergian suaminya untuk berdakwah mampu menggetarkan tiang-tiang 'Arsy Allah... (Subhanallah.. betapa bahagianya engkau wahai para ummi..... TT______TT )



Semoga apa yang tertulis dalam postingan ini ada manfaatnya, insya Allah. Mohon maaf dan maklum atas segala kekhilafanku ya teman-teman...





Jadi,
sudah siapkah dirimu untuk berkorban di jalan Allah??

Rabu, 09 Desember 2009

unknown feeling

tak kuasa hati ini setiap mendengar surat al-hadiid yang dilantunkan oleh pak sa'ad al-ghomidi. remuk..seremuk-remuknya hati ketika membaca terjemahan di awal-awal ayat.. aku sampai gemetar.. sekarang pun masih ada getarannya..


ya Allah, perasaan apa ini...

aku kembali merasakan sesak yang seperti dulu ketika aku mulai belajar mengucap lafaz-Mu..

bulu kudukku berdiri...

air mataku tak kunjung berhenti...




ya Allah,

bolehkah aku kembali belajar untuk mencintai-Mu?





Whatever is in the heavens and the earth declares the glory of Allah, and He is the Mighty, the Wise.

His is the kingdom of the heavens and the earth; He gives life and causes death; and He has power over all things.

He is the First and the Last and the Ascendant (over all) and the Knower of hidden things, and He is Cognizant of all things.

He it is who created the heavens and the earth in six periods, and He is firm in power; He knows that which goes deep down into the earth and that which comes forth out of it, and that which comes down from the heaven and that which goes up into it, and He is with you wherever you are; and Allah sees what you do.

His is the kingdom of the heavens and the earth; and to Allah are (all) affairs returned.

He causes the night to enter in upon the day, and causes the day to enter in upon the night, and He is Cognizant of what is in the hearts.

Believe in Allah and His Apostle, and spend out of what He has made you to be successors of; for those of you who believe and spend shall have a great reward.

And what reason have you that you should not believe in Allah? And the Apostle calls on you that you may believe in your Lord, and indeed He has made a covenant with you if you are believers.

He it is who sends down clear communications upon His servant, that he may bring you forth from utter darkness into light; and most surely Allah is Kind, Merciful to you.



Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.

Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman.

Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quran) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.

( QS. Al-Hadiid: 1- 9 )



Minggu, 06 Desember 2009

deaf-blind

deaf-blind,

Pelajaran kali ini Na dapat dari film dokumenter yang berjudul " deafblind ". Film yang mengisahkan empat orang yang mengalami kerusakan organ mata dan telinga secara bersamaan. Ya.. mereka adalah orang-orang yang mengalami buta dan tuli.. Dua diantara mereka masih anak-anak berusia sekitar 10 - 12 tahun, lalu satu wanita berusia 30 tahun dan terakhir adalah seorang bapak-bapak yang usianya sekitar 40 tahun-an

Awal film ini dibuka dengan kisah salah satu anak (aku lupa siapa namanya), dimana sang Ibu bercerita bagaimana kejadian pertama kali ketika ia mengetahui anaknya mulai tak bisa melihat dan mendengar dengan baik

" ketika ia berusia 3 bulan, aku pernah memperhatikannya dengan seksama. ketika aku menggerak-gerakkan jari ku kian kemari, anakku tak mengikuti gerakan jariku. kucoba berpindah tempat, anakku tetap tak berubah posisi..seperti tak melihat adanya perubahan.. "

Sang Ibu mulai curiga, khawatir terjadi sesuatu pada anaknya. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata benar akan kecurigaan si Ibu pada anaknya. Anaknya mengalami kerusakan pada bagian mata, hingga ia tak bisa melihat dengan jelas (tidak sepenuhnya tak bisa melihat, tetapi ada cahaya yang bisa terlihat)

Belum selesai penderitaan bagi si Ibu, datang lagi ujian ketika anaknya memasuki usia 6 bulan. Dokter mengatakan bahwa anaknya juga mengalami kerusakan pada pendengarannya. Tetapi ia tidak tuli secara total, hanya parsial (sebagian)


Tetapi Ibu ini masih bersyukur.. karena walau anaknya menderita buta dan tuli parsial, anak sulungnya ini masih mampu berkata-kata walau tak begitu jelas. Lain halnya dengan anak yang kedua yang juga mengalami penderitaan yang sama. Anak laki-laki ini juga mengalami deafblind, sedihnya kerusakan pada telinga yang dialaminya adalah total hingga anak ini tak bisa mendengar sama sekali

" Dokter mengatakan, hal ini membuat anakku tak bisa berkata-kata ", sahut si Ibu

" Dia hanya bisa bersuara, tak ada kata.... " lanjutnya

Walaupun begitu, anaknya sudah mengalami kemajuan. Ada beberapa kata yang bisa dimengerti anaknya walau dia tak bisa mendengar sama sekali. Kalau Na ga salah ingat, si anak bisa paham dengan kata2, " halo " dan " lagi " (maksudnya nambah untuk makan, karna si anak ini suka sekali makan sereal gandum ^^ )


Kisah lain, tentang seorang wanita yang menderita deafblind di usia 30 tahun.

Dia menceritakan bahwa dulu, dia masih bisa melihat pemandangan yang ada di taman yang senantiasa ia lewati di sore hari. Melihat hijaunya dedaunan, anak-anak berlari riang kemari, burung-burung dan angsa yang turun ke sungai sambil berenang...

Namun, secara perlahan-lahan.. apa yang biasa ia nikmati itu tak lagi terlihat seperti biasa. Menyadari adanya perubahan kondisi pada diri sendiri, wanita ini pun segera memeriksakan ke dokter

" Betapa kagetnya saya, ketika saya divonis menderita penyakit yang tak bisa disembuhkan dan akan terus mengalami penurunan fungsi.. "

Dokter mengatakan bahwa wanita ini menderita penyakit yang semakin beranjak usianya maka penyakit yang merusak organ mata dan telinga-nya itu pun semakin berkembang

Walaupun begitu, wanita ini tetap bersyukur karena ia masih fasih dalam berbicara...

Kisah terakhir adalah kisah seorang bapak-bapak yang juga mengalami deafblind

Yang membuat Na terkesima, walau ia buta dan tuli.. tetapi pekerjaannya adalah suatu pekerjaan yang tak bisa masuk diakal untuk seseorang yang menderita deafblind, dia adalah seorang tukang bangunan!

Diperlihatkan bagaimana si bapak ini memotong kayu yang tebal dengan menggunakan mesin pertukangan (ah, aku ga tau apa namanya itu... pokoknya kalau mesin itu dihidupkan, bunyi-nya bisiiiing sekali.. "DZIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING" .. ya..kurang lebih begitu ^^; )

Bapak itu berkata, (dengan logat yang tak seperti orang normal berbicara)

" orang-orang normal yang bekerja sebagai tukang bangunan hanya bisa melihat kerapihan mereka bekerja dengan mata, tetapi kalau saya dengan sentuhan "

( membayangkan..kok bisa ya si bapak itu ga terluka dengan mesin itu, padahal kan dia buta dan mesin itu punya alat pemotong yang tajam sekali.... subhanallah..)

Ketika ditanyakan, " apa pendapat anda tentang kenyataan yang sekarang anda hadapi? apakah anda marah pada Tuhan karena mendapat ujian yang seperti ini? lalu apa rencana anda di masa depan? "

Bapak ini menjawab,

" Apa yang saya alami ini saya anggap sebagai anugerah dari Tuhan. Saya memang pernah bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi pada saya, tapi kemudian saya pun harus tetap melanjutkan hidup saya. Jika saya terpaku akan keadaan saya yang buta dan tuli ini, itu hanya akan membuat saya semakin sakit dan tak menghargai hidup yang sudah diberikan Tuhan pada saya. Rencana saya di masa depan adalah ikut membantu program-program kesehatan bagi penderita yang sama seperti saya, saya ingin menjadikan diri saya bermanfaat bagi orang lain.. "


*****************************************************************************

Selesai menonton film dokumenter itu, rasanya makin banyak2 bersyukur dengan apa yang saat ini sudah Allah berikan untuk Na. Sambil terus membayangkan, bagaimana dunia mereka yang mengalami kebutaan dan tuli.. terperangkap kah mereka dalam dunia mereka sendiri yang tak nampak dengan jelas atau mendengar secara detail ?

Saat ini, memang Na mengalami penurunan fungsi mata. Yap, Na memakai kacamata dengan minus yang lumayan tebal bagi usia Na. Apa-apa yang kulihat tanpa menggunakan kacamata, hanya seperti melihat dalam air. Burem.. ^^;

Jika teman2 ingin tahu, seperti apa yang aku lihat jika tanpa menggunakan kacamata.. inilah hasilnya..



( yang A adalah penglihatanku jika menggunakan kacamata, dan B kalau kacamatanya dilepas)


Begini pun sudah sewajarnya Na harus bersyukur, jika membandingkan dengan orang-orang diatas yang mereka hanya bisa melihat cahaya, warna pun tak semuanya terlihat.. Subhanallah...



Mata dan telinga..

Dua nikmat dari Allah yang diberikan untuk kita secara cuma-cuma tetapi Allah tidak sia-sia dalam menciptakan sesuatu

Allah tak berhajat pada mata dan telinga untuk membuat manusia melihat dan mendengar ciptaan-Nya. Mata yang buta tetap bisa 'melihat' dan telinga yang tuli pun tetap bisa 'mendengar'

Tetapi mata dan telinga berhajat kepada Allah, agar mata bisa menampilkan pemandangan ciptaan Allah kepada makhluk-Nya dan telinga bisa menangkap suara yang Allah berikan kepada makhluk-Nya

Allah kuasa makhluk tak kuasa





Lagi dan lagi, kembali ke pelajaran kebesaran Allah. Betapa sombongnya diri ini karna jarang bersyukur atas nikmat Allah yang satu ini. Seberapa sering mataku kugunakan bukan untuk melihat sesuatu yang berguna untuk di akhirat nanti? seberapa sering kugunakan telingaku ini untuk mendengar hal-hal yang membuatku menyesal di akhirat nanti? padahal nanti, mata dan telinga akan menceritakan segalanya... tentang apa yang sudah kuperbuat pada mereka...

Ya Allah..

Lindungilah mata dan telinga kami..

Jadikan mata kami ini sebagai mata yang membantu kami masuk ke dalam surga-Mu

Jadikan telinga kami ini sebagai telinga yang membantu kami terhindar dari neraka-Mu


Amiin ya Allah..





Jadi,
sudahkah hari ini kita tak melakukan kemaksiatan akan mata dan telinga kita?

Kamis, 03 Desember 2009

kesungguhan

lamo tak basuo dengan anak2
rindu sekali dengar suara mereka ketika memanggilku,

" kak inaaaaaa~ "




Alhamdulillah, sejak tanggal 1 desember kemarin, Na mulai kembali beraktivitas seperti biasa. When people back to their office, im bek tu mai masjid (habis TK nya ada di pekarangan masjid sih) sama bek tu musholla kampung sebelah..

Agak2 deg2-an juga waktu pertama kali kembali mengajar disana. Selain was2 karena sudah lama tak berinteraksi dengan anak2, Na juga was2 khawatir 'ketabrak' sama anak2 yang biasanya main lari kesana kemari tak tentu arah. Perut masih nyut2-an, jadi jalan pun masih pelan2. Mungkin anak2 yang ngeliat agak2 aneh ya... ini kakak kok jalannya pelan2 banget sih (ahaha, jadi ingat waktu pertama kali belajar berjalan sesudah operasi..)

Alhamdulillah, anak2 TK dan di musholla sama seperti biasanya. Makin riang dan lincah. Tadinya kupikir (sambil berharap) ada anak yang menanyakan kabarku.. tapi setelah seliweran, kok kayanya anak2 ini ga ada yg 'ngeh' ya kalau saya sudah hampir sebulan ga hadir disini. Hihi.. namanya juga anak2, manalah mereka 'ngeh', yang bukan anak2 aja juga ada yang ngga 'ngeh'


Ah, sudahlah.. kok malah bahas ini sih, Next ah~


Lagi2, Na dapat pelajaran berharga dari anak2. Mungkin beberapa orang akan menanggapinya sebagai kejadian yang biasa, namun bagi Na.. waw..subhanallah.. aku seperti mendapatkan ilmu baru yang lama tlah hilang dari anak2 ini

Sore tadi saat mengajar di musholla, seperti biasa Na hanya duduk sambil mendengar bacaan Iqro dari anak2 yang maju dan duduk di depanku. Sambil mencoba membenarkan bacaan mereka yang salah, aku memperhatikan sesuatu..

Ternyata, ketika anak2 ini salah dalam mengucap lafaz dan kuminta agar mereka membenarkannya sampai berkali-kali.. mereka dengan tertatih-tatih berusaha membenarkan bacaan mereka. Ada yang jadi kelu lidahnya, ada yang jadi ngomel ke diri sendiri karna tak kunjung benar ucapannya, bahkan sampai ada yang mengernyitkan dahinya sambil bergumam sendiri. Padahal, aku kira mereka akan menyerah dan berkata, " ah..susah banget sih kak!"

Ada sih yg berkata seperti itu, tapi..walaupun begitu, ia tetap berusaha untuk mengucap dengan benar lafaz yang dimaksud

Subhanallah.. mereka benar2 bersungguh-sungguh ya...

Bahkan yang lebih luar biasa lagi, mereka meminta diulang dan mengulang bahkan ada yang dengan tegasnya mengatakan,

" duh kak, aku ngulang aja deh.. masih salah2 mulu bacanya.. "

Subhanallah, dulu mana pernah Na mau ngulang saat belajar Iqro. Mengulang satu halaman aja sudah manyun apalagi kalau disuruh mengulang dari Iqro yg sebelumnya (diturunin Iqronya, yang tadinya semisal sudah Iqro 4 tetapi karena masih salah terus bacanya jadi diturunin Iqro 3)




Kesungguhan mereka yang berbalur polos dan jujur makin membuat diri ini tak berkutik dan malu jadinya melihat perjuangan mereka yang begitu gigih dalam belajar... Sambil berpikir, jika anak-anak bisa seperti itu, mengapa aku tak bisa mengikuti mereka?


Mereka seperti Daruma -boneka yang berasal dari Jepang- walau Daruma dijatuhkan atau diguling-gulingkan, Daruma akan tetap berdiri kembali (karena dibawah boneka Daruma ada pemberat)


Walau mereka senantiasa salah dalam mengucap lafaz, mereka ga berhenti disitu aja. Tak menyerah, bahkan malah jadi asyik sendiri ketika sedang mencari tau apa kesalahannya lalu habis itu mereka berjuang dengan penuh kesungguhan. Saking sungguh-sungguhnya, belajar membedakan panjang pendek harakat dalam satu baris bisa sampai setengah jam lamanya (padahal lama waktu mereka mengaji secara total hanyalah sekitar 1 jam saja)

Beda sekali dengan saya yang mudah menyerah dan sering hilang rasa bersungguh-sungguh. Ketika Allah sudah mulai memperkenalkan Na dengan agama, awalnya Na amat bersemangat sekali. Bukan main banyak tanya bahkan bisa dibilang 'berisik' karena saking banyak ingin taunya. Betapa bersemangatnya ingin melakukan banyak amalan agama. Begitu terkesimanya melihat 'dunia Islam' yang 'baru'..wah, pokoknya.. ajib deh!!

Tapi itu dulu, kini.. rasanya seperti ga bersungguh-sungguh


Masuk surga?? Wah, mau banget!!! harus apa? menjalani seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya??? OK! Insya Allah!!!

Mau ketemu Rasulullah SAW di surga?? Wah, maaauu!! harus apa? ikut hidupkan sunnahnya di kehidupan sehari2??? OK!!! Insya Allah!!!!

Eh.. nonton film ini... buat Allah ridho ngga ya? banyak mengumbar auratnya nih... ah... tapi kan sesekali aja... saya masih lemah iman ini, Allah pasti mau memaklumi lah..

Duh, harus sering2 sholat sunnah ya.. capek nih.. ah, ngga ngelakuin semua juga pasti ditolerir lah.. saya masih lemah iman ini, orang yang taat agama juga kayanya ga gini2 amet deh sholat sunnahnya..


Dan ini semua berujung pada kemalasan dan merosotnya iman saya...

Ya Allah, maafkan saya yang benar2 lemah dan hina ini.....



Saat mengingat tentang kesungguh-sungguhan dalam beribadah ini, Na jadi ingat dengan kisah para sahabat r.a yang bentuk kesungguhan mereka dalam mempertahankan agama.

Ada kisah Bilal bin Rabah r.a yang tetap mengatakan " Ahad..Ahad" walau ditindih dengan batu yang besar dibawah panasnya terik matahari

Ada juga kisah sahabiyah, Sumayyah r.ha. Sahabiyah pertama yang mati syahid karena tetap mempertahankan ucapan, " Laa ilaaha Illa Allah Muhammad Rasulullah "

Dan tentunya masih banyak kisah para sahabat r.a atau para sahabiyah r.ha yang menunjukkan betapa mereka benar-benar mempertahankan iman mereka, benar-benar bersungguh-sungguh dalam mengartikan kalimat, " Laa Ilaaha Illa Allah, Muhammad Rasulullah!! "

Mereka kan bukan nabi atau rasul, hanya manusia yang sama kaya kita.. tapi mengapa mereka bisa seperti itu sedangkan kita tidak?




Mungkin, jawabannya ya ada pada diri kita sendiri ya..

Seberapa besar keinginan kita untuk bisa menjadikan akhir hidup kita dalam keadaan khusnul khotimah,

Seberapa kuat kemauan kita untuk bisa masuk surga tanpa harus di 'cuci' dulu di neraka,

Seberapa dalam kecintaan kita agar bisa memperoleh keridhoan Allah,

Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang jika ditelusuri lebih dalam lagi, akan membuka tabir..


" apakah engkau benar-benar bersungguh-sungguh.. ???????? "




Ah, maaf teman kalau postinganku saat ini agak2 aneh dan ngaco.. TT_______TT



Semoga kita semua tak kehilangan rasa bersungguh-sungguh dalam melakukan amalan ibadah.. amiin ya Allah





Jadi,
apakah engkau benar-benar bersungguh-sungguh ?
jawablah dengan amalanmu
...
Blog Widget by LinkWithin