Label: , , , ,


Lagi-lagi Na harus belajar dari apa yang sudah ditulis (atau diketik) oleh tangan ini. Melihat catatanku kemarin membuatku berpikir dan merenung. Saat melihat tulisan, " Apakah ada yang bisa membuktikan dalam satu hari kita tidak tertawa atau tidak menangis? " Aku hanya mengingat bahwa kita ini hidup dalam keadaan normal dan lupa dengan orang2 yang mengalami kecacatan dalam hidupnya.

Ya.. jika teman2 tau.. ada orang yang dalam satu hari ia tidak tertawa dan tidak menangis. Ini disebabkan karena Allah telah memberikan 'ujian' yang sangat luar biasa pada mereka. Yaitu sebuah 'kecacatan'

Yang ingin Na sharing disini yaitu mengenai anak2 penyandang autis (Allah telah menghendaki aku untuk 'bertemu' dengan anak penyandang autis). Pengertian autis/autisme secara umum yaitu gangguan perkembangan komunikasi, sosial, prilaku pada anak (baca selengkapnya di sini). Secara perilaku mereka mudah dikenali. Mereka senang menyendiri, bisa bermain dengan satu permainan selama berjam-jam, tidak mau disentuh atau dipeluk, mereka bisa berkata tetapi tidak ada artinya, sering tertawa atau menangis tanpa alasan, mereka tidak bisa merasakan sakit atau bahaya dan tanda-tanda lainnya yang semakin aku membacanya, semakin sedih dan malu..

Subhanallah, Allah telah menciptakan manusia dengan segala rupa tanpa terkecuali. Baik itu normal ataupun tidak. Rasanya sangat menusuk dan membuatku malu jika melihat aku yang sering mengeluh dengan keadaan yang normal ini, dibandingkan dengan mereka yang apa adanya.

Ya Allah.. ampuni hamba ya Allah yang selalu mengeluh setiap saat,
Maafkan hamba karna hamba belum bisa mensyukuri atas segala nikmat yang telah Engkau berikan,

Aku sempat diam seribu bahasa ketika melihat sebuah tulisan di sini

Hari ini, sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik
Pikirkan, tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahwa kita buruk
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya

Sebelum kita mengeluh tentang suami atau istri anda
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kita mengeluh tentang jauhnya kita telah menyetir
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang, cacat, yang berharap mereka mempunyai pekerjaan, seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa

Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kita masih bisa hidup


Sungguh aku semakin malu dibuatnya. Tidak jarang aku merasa bahwa akulah yang paling merasa tidak bahagia di dunia ini karna aku selalu merasa disakiti. Aku sering merasa 'dipermainkan' oleh dunia. Dan merasa 'hebat' karna bisa menutupi dan memaksakan diri untuk selalu tersenyum di balik kepahitan yang aku terima.

Segala puji bagi Allah dan sebaik-baik pujian kuberikan hanya untukMu.
Terimakasih ya Allah, Engkau telah menyadarkan aku dari 'hal2 kecil' yang sering kulupakan. Terimakasih ya Allah, karna Engkau telah menciptakan aku dengan sempurna.
Terimakasih ya Allah, atas segala nikmat yang Engkau berikan padaku..


Semoga Allah selalu melindungi kita dari segala perilaku yang membuat-Nya murka dan semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan bagi para orangtua dari anak2 penyandang autisme. Dan dik.. semoga Allah selalu memberkahimu, memberikan keselamatan dan kesejahteraan untukmu..

Amin Ya Allah...

ps: kembali lagi mengulang.." Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan?"

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (2)

astagfirullaah...

liatlah ke bawah sebelum merasa menderita ya, bener banget nih naa..

btw..kok rasa2nya itu foto familiar ya...hemm *ingat-ingat* =_=;;

iya ri, jangan melihat ke atas.. tapi lihatlah kebawah. ini salah satu cara belajar utk selalu bersyukur dan rendah hati.

oh, itu foto ade waktu kecil ^^
mohon maaf kl ngga nyambung dengan temanya. karna na bermaksud menampilkan foto anak kecil yg normal. karna fotoku saat kecil sudah ditampilkan, foto hana jg sudah banyak yg dipajang.. alhasil.. si ade lah yg kena getahnya ^^;