Label: , , , ,

Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh



Gimana kabarmu teman? Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan untukmu. Amiin ya Allah..

Ada 'oleh2' kisah untuk Na? pasti ada nih! eh.. tapi tunggu dulu.. Na yang duluan berkisah ya.. (hehe, boleh kan? boleh dong~ )


Alhamdulillah, lagi-lagi Allah menginginkan agar Na terus 'berpetualang'. Hari Jumat kemarin, Na diminta untuk ikut bantu2 'posyandu ala kadarnya' di daerah pemukiman pemulung oleh sekumpulan ibu2 (atau tepatnya, para Ibu ini adalah teman2nya Mamah yang masih muda~)


Posyandu ala kadarnya ??

pemukiman pemulung ??

Jangan2 ini baksos yang terselubung ... ????


Oh, ternyata bukan kok! Ini semua 'murni' dari niatan para Ibu untuk bergerak membantu mereka. Sebelumnya para Ibu ini sudah mulai membantu mereka dengan membuka sekolah PAUD (semacam taman kanak-kanak) dari dua minggu yang lalu. Tapi semuanya bersifat FREE alias tak ada pungutan liar yang harus mereka bayarkan. Apa yang diajarkan disana? banyak! salah satunya adalah matematika, dan yang bertindak sebagai guru matematika nya adalah... Mamahku... (Mamahku ini sangat 'ngotak' loh perihal matematika, lain dengan anaknya yg ini TT__TT )


Hanya sebuah tempat kecil tak berpenghuni yang atapnya penuh dengan sarang laba2, dinding2nya sudah retak, tidak memiliki pintu depan dan dikelilingi dengan timbunan sampah yang tersusun sepanjang kali. Alhamdulillah, kini 'gubuk' itu jadi bermakna karena sudah dijadikan sebagai tempat belajar. Jangan salah, walaupun mereka adalah anak dari para pemulung tapi akhlak mereka terbilang sangat sopan. Semua orang dihormati. Tak pernah ada ejekan atau kata2 kotor yang terucap dari mulut mereka..

Subhanallah.. hebat kan!


Yak, lanjut~

Dari hari Kamis, Mamahku sudah meminta Na untuk jadi tim kesehatan disana. Na yang mulai sedikit resah karena diminta jadi penyuluh (apa yg mau disuluh??? kesana juga belum pernah gitu?!!) makin dibuat resah karena Mamah sibuk mengingatkan,


" Jangan lupa pake jas putihnya ya, biar pada seneng kedatengan dokter.. "

" Mah, Na perawat.. bukan dokter TT__________TT " ujar batinku


Apa yang Na risaukan ternyata terjadi. Na sudah mengira 'posyandu dadakan' ini benar2 dadakan. Tapi yang kemarin terjadi sungguh benar2 dadakan. Allah sudah mengatur agar Na harus 'turun' tangan. Dua orang Ibu yang biasa melakukan prosedur posyandu tiba2 berhalangan. Alhasil tak ada satu Ibu pun (temen2 Mamah) yang paham akan prosedur posyandu yang sebenarnya. Ketika salah satu Ibu bertanya,

" Mba... kita enaknya gimana ya? "

Wusssssssssss.. langsung 'panick syndrome' menyerang Na. Wah, si Mamah.. gara2 Na pernah cerita kalo Na pernah ikut bantu2 posyandu, sekarang disuruh jadi penanggung jawab posyandu???? alhasil tiap ngomong sama 'gank' nya Mamah, Na jadi 'a i u e o' (terbata2 maksudnya..)


Dan, Alhamdulillah..
dengan segala keterbatasan yang ada, posyandu dadakan itu pun terlaksana dengan baik (dengan tambahan banyak kericuhan disana-sini sih..hehehe.. maklum..namanya juga dadakan )


Setelah acara posyandu selesai, sejenak Na keluar dari tempat tersebut dan melihat keadaan sekeliling dengan seksama..


Na benar2 dikelilingi oleh timbunan sampah. Sepanjang kali yang membatasi daerah permukiman pemulung ini di'hiasi' oleh sampah2 yang 'tersusun rapi'. Walaupun itu daerah perkampungan dan dihuni oleh para pemulung tapi ada juga beberapa rumah cukup besar yang lantainya memakai lantai ubin bahkan ada juga yang dinding temboknya memakai keramik. Agak sedikit kontras dengan rumah-rumah lainnya yang hanya beberapa petak dan lantainya masih dominan tanah...

Bagaimana dengan penduduknya?

Sudah seperti apa yang dibayangkan jika sudah mendengar kata 'pemulung'. Jauh dari bersih, jauh dari wangi, jauh dari segala yang nampak indah dimata. Apalagi anak-anak mereka.. Ya Allah... sedih aku melihat mereka..



Tiba2 saja lamunanku teringat dengan salah satu peringatan dari Allah, dimana Allah berfirman bahwa kita akan diuji dengan berbagai macam cobaan dan salah satu diantaranya adalah kemiskinan..


Mamahku pernah berkata, " sudah seharusnya orang Islam yang giat membantu mereka. Jelas2 kemiskinan itu gampang sekali membuat seseorang menjual agamanya.. "


Yah.. begitulah. Dengan alasan seperti itu, Mamahku kini ikut giat pergi mengajar disana bersama teman2 beliau yang lainnya. Mamahku hanya berharap, semoga masih ada orang Islam yang lainnya yang mau turun tangan membantu mereka. Membantu mengembalikan kepercayaan mereka akan turunnya pertolongan dari Allah. Tak ada niatan yang lain... hanya itu..


Dan tak lama kemudian lamunanku disadarkan oleh suara seorang Ibu (temannya Mamah) yang memanggilku, " Mba Ina.. ayo pulang... "

Lalu kami pun kembali kerumah masing-masing~


Begitulah kisahku teman,
Semoga ada hikmah yang dapat diambil dari kisah ini.. insya Allah



Semoga Allah senantiasa mencurahkan hidayah-Nya pada kita semua..

Amiin ya Allah..
Baca Selengkapnya "Mamahku punya 'gank' ???"

Label: , , , ,

" Hana ga mau shalat ah.. capek.. "



Mulai dari kemarin, Hana, sudah minta ikut shalat Ashar bareng bersamaku. Tapi cuma Ashar doang sih, sisanya... ' ga mau ah.. ' dan kalau ditanya alasannya, dengan mudahnya dia menjawab, ' kalo anak kecil kan masih boleh ga sholat'

Hari ini, ketika Ashar tiba secara tidak sengaja aku lupa untuk shalat berjamaah bareng Hana. Selesai shalat, Hana dengan manyunnya bilang.. " kenapa Hana ditinggalin sih.. udah dibilang kalo mau sholat bareng Hanaa.. " dan dia pun berlalu sambil tolak pinggang~

Akhirnya untuk menebus kesalahan, Maghrib tadi kuajak ia untuk shalat berjamaah lagi. Selesai shalat Hana berkata,

" Tante Na.. Hana ga mau shalat lagi ah.. " sambil melipat kain mukena miliknya

" Loh, kenapa? "

" Hana kan capek kalo disuruh berdiri-duduk-berdiri-duduk.. "

" Kan emang harus begitu kalo shalat "

" Pokoknya Hana ga mau sholat lagi ah.. "

" Loh, nanti kalau Hana dah gede harus sholat loh.. kalo ngga nanti ga bisa masuk surga .. "

" Emang surga apa? "

" Surga itu hadiah dari Allah buat anak2 yang rajin sholat.. "

" Emang surga dimana? "

" Ketemunya nanti kalo sudah boleh diizinin Allah.. nanti Hana di surga dikasih banyak hadiah yg Hana mau.. emang Hana ga mau hadiah ? "

" Mau .. tapi Hana ga mau sholat.. mau hadiahnya aja... "


Spontan aku hanya senyam senyum sendiri dengar jawaban keponakanku itu. Belum sempat kujawab ocehan dia, Hana sudah berlari keluar dari kamarku selesai merapikan mukena nya sendiri


Selang beberapa hari kemudian, aku sempat berbincang2 dengan salah satu keluargaku dan ujung dari hasil pembicaraan kami adalah satu, bahwa untuk melaksanakan ibadah adalah hal yang berat


Benar kah itu?


Lalu aku mencoba mengingat-ingat aku yang dulu..


Ya, melaksanakan ibadah itu berat.. contohnya seperti sholat.
Dulu sampe dipanggil dan disahut2in sama orangtua, " Sudah sholat beluuuuuuum???!! " dan jawabannya selalu satu, yaitu tembakan... " TAAAAAAAAAARR..!! " (maksudnya 'entar' atau nanti.. ). Saking asiknya main 'tar-ter-tor' akhirnya sholatpun dilupakan...


Ya, melaksanakan ibadah itu berat.. contohnya seperti puasa
Dulu saat Ramadhan tiba, rasanya paling ga nahan kalau lihat air mengalir dari keran. Sudah tau itu bukan air matang tapi karna merasa sangat haus... ' glek glek glek '

" Ah.. ga sengaja keminum!!! eh tapi kan kl ga sengaja gapapa kan~~ " sambil berlalu dengan tenangnya dari keran kamar mandi

Menjelang berbuka, Papah bertanya,

" Kamu puasa penuh nak hari ini?? "

" Iya dooooooooong... masa begitu aja ga kuaaat... " jawabku dengan enteng

lalu hanya berbisik dalam hati... 'tak ada yang tau kejadian yg tadi.. kan ga sengaja... '


Dan masih banyak alasan2 lainnya yang mengatakan bahwa melaksanakan ibadah itu adalah berat...


Teringat pula dengan sebuah hadits panjang perihal surga dan neraka,

Ketika Allah menciptakan surga, malaikat berkata bahwa pasti semua orang ingin masuk kesana. Dan ketika Allah memberikan pintu2 penghalang yang menutupi surga (seperti sholat, puasa, zakat, dzikir, dsb), malaikat berkata, " tentu banyak manusia yg kesulitan masuk surga"
Lalu ketika Allah menciptakan neraka, malaikat berkata bahwa pasti semua orang tidak ingin masuk kesana. Ketika Allah memberikan pintu2 kemudahan yang terbuka untuk neraka (seperti maksiat, zina, murtad, dsb), malaikat berkata, " tentu banyak manusia yang mudah masuk neraka"


Ketika timbul pernyataan bahwa melaksanakan ibadah itu adalah berat.. agak malu dan seperti ditampar dengan tempayan (ahaha..ini ucapanku dulu saat SMA sekali..)

Aku pernah ditugaskan untuk merawat kakek2 dan nenek2 di sebuah panti jompo di daerah Jakarta. Saat sedang melaksanakan shalat dzuhur atau ashar, aku suka melihat bapak2 yang sudah tua atau ibu2 yang terlihat amat sakit tetapi mereka berjuang sepenuh tenaga untuk tetap melaksanakan sholat

Lalu kutanya mereka,

" Pak/Bu... susah ya sholatnya? "

" Ngga kok Nak.. kamu saja yang melihat saya kesulitan.. sebenarnya saya ga kesulitan kok.. "

" Hoo... "

Lalu jawaban itu membuat Na diam hening dan hanya menganggukkan kepala...


Sama malunya ketika melihat bocah2 yang lebih ingusan dari saya, tapi mereka sudah jadi seorang hafidz/hafidzah (penghapal al-Qur'an) dan tanpa merasa ada beban apa2..


Kalau disampaikan seperti hal yang diatas, biasanya dalam hati langsung berkata,

" Ya iya lah! aku juga bakal rajin sholat waktu tau usiaku dah makin mendekati ajal. Mau sesakit dan seberat apapun bakal diterjang deh. Sama juga untuk anak2. Kalo dari kecil orangtuaku sudah mendidik aku biar jadi penghapal al-Qur'an.. pasti aku juga melakukannya tanpa ada beban apa2. Tapi kalau sekarang... rasanya ga ada waktu untuk begitu. Dah sibuk sama kerja.. kuliah.. tugas ini itu.. jadinya kalau mau beribadah terasa amat berat... "


[ heung.. ntah kenapa tulisan diatas kok seperti suara batin saya ya.... ]


Padahal keuntungan dari semua amalan ibadah yang kita lakukan juga untuk diri sendiri ya. Begitu pula dengan kerugiannya.. kita juga yang kena...


Mungkin sebaiknya dari sekarang, pola pikir 'ibadah itu berat' dirubah menjadi ' ibadah itu menyenangkan'. Bukan pertanda Na ingin membuat enteng.. karna na sendiri juga masih merasakan 'berat' dalam melaksanakan amalan ibadah. Na hanya ingin mengajak temen2 (termasuk Na sendiri) untuk mencintai ibadah. Merasakan nikmat kalau lagi beribadah.. sama seperti merasakan nikmat kalau lagi ngetik untuk posting begini.. hehehhee (tunggu..kok jadi curhat begini?? )


Sudah ah... jadi ngaco deh...




Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian
Bersakit-sakit dahulu di dunia demi menghidupkan agama
agar kelak dapat bersenang-senang di akhirat nanti..

Amiin ya Allah
Baca Selengkapnya "is it heavy? for heaven?"

Label: , , ,

senang melihat orang susah
atau susah melihat orang senang?

[bukan iklan ya..]


Belakangan ini ntah kenapa jadi sering melihat kejadian satu orang melakukan kesalahan dan tiba2 saja kesalahan itu menjadi sebuah bencana bagi orang lain

Seperti yg dulu pernah kutuliskan, ketika ada seorang perempuan berjilbab melakukan sebuah kesalahan.. tanpa ada kata maaf atau melihat penyebab kekhilafan itu terjadi, semua orang langsung men-judgje bahwa SEMUA perempuan berjilbab belum tentu selalu berbuat baik atau benar

atau bahkan sampai timbul tudingan yang hingga kini masih saja dipermasalahkan..

masih lebih baik perempuan yg belum berjilbab tapi memiliki akhlak yang mulia dibandingkan dengan perempuan yg sudah berjilbab tetapi akhlaknya masih patut dipertanyakan

ntah sampai kapan statement di atas akan terus berputar-putar..


Ya Allah Yang Maha Pengampun.. Ampunilah kesalahan2 kami...


aku sendiri juga sadar bahwa sering kali aku ikut menimpali atau menghujat orang2 yang berbuat kesalahan baik itu yg ia sadari atau nggak (hiks..). Dan seperti ada rasa 'puas' setelah mengkritik habis2an akan kesalahan yang dia lakukan, sampai2 yang membuat kesalahan jadi diam seribu bahasa karna tak adalagi kata2 yg bisa diucap untuk membela dirinya..

padahal saat diri sendiri dikritik orang lain, rasanya hati jadi dendam dan mulut tak berhenti melakukan pembelaan. Sedih, sakit hati, malu, merasa hina.. semua perasaan hadir ketika kesalahan yang pernah dilakukan terungkap dan disebarluaskan bahkan dijadikan bahan olokkan oleh banyak orang..


Banyak yang bilang kalau manusia itu tak pernah luput dari kesalahan. Tidak sedikit orang yang tau kalau membuka aib orang itu sama seperti memakan daging saudara sendiri. Bahkan sampai disebutkan jika ada seseorang yang menutupi aib temannya di dunia maka di akhirat nanti, aib orang tersebut ditutup oleh Allah SWT

Tapi itu semua hilang menguap, ketika sudah melihat kesalahan orang lain dan kesalahan itu dianggap sudah melewati batas kewajaran. Jangankan melihat, hanya mendengar dari orang lain saja terkadang juga jadi ikut-ikutan menghujat padahal kita ga tau duduk permasalahannya apa..


Ya Allah... apa iya kami ini manusia yang sangat senang melihat orang lain menderita?


Bukan berarti kalau ada orang yang berbuat salah didiamkan saja dan bukan berarti juga kalau si pembuat kesalahan itu langsung dicaci maki


Lalu.. apa yang sebaiknya diperbuat ???


Seorang sahabat pernah menyampaikan pesan yang amat penting padaku. Ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw ketika berhadapan dengan orang yang melakukan kesalahan, beliau Saw tetap menghormati bahkan memuliakannya. Beliau Saw, tidak pernah menyebutkan nama atau apapun yang menciri2kan si fulan (pelaku) kepada orang banyak. Tujuannya supaya si fulan ga merasa malu.

Lain dengan yang biasanya terjadi sekarang. Walaupun tak disebut namanya tapi tetap saja ada ciri2 dari si pelaku yang disebutkan, kadang singkatan namanya, kadang ciri2 orangnya dan masih banyak yg lainya. Kalau menurutku, ini sama juga bolong karena seolah2 ingin menutup2i tapi sebenarnya malah jadi membuat orang berprasangka.. dan seringnya jadi prasangka buruk (padahal seharusnya kan ga boleh berprasangka buruk T__T )


Kemudian, Rasulullah Saw senantiasa memberikan penjelasan dengan baik bahwa perbuatan yang dilakukan oleh si Fulan adalah perbuatan yang kurang baik. Disertakan pula apa akibat dari perbuatan tersebut dan terakhir diberikan nasehat dengan ucapan yang baik. Hal ini dilakukan agar si Fulan mengerti dan paham bahwa perbuatan yg ia lakukan adalah 'salah' dan juga mengetahui seperti apa perbuatan yang 'benar' nya


Lagi-lagi apa yang Rasulullah Saw contohkan (dan sudah sepatutnya kita mencontohnya) sangat berkebalikan dengan yang sering terjadi saat ini. Rasanya kalau sudah ada yang melakukan kesalahan tanpa berpikir panjang kita langsung men-cap bahwa kesalahan yang dilakukan teramat fatal dan buruk (pokoknya hina banget!). Sudah lagi tak berpikiran, bisa jadi si pelaku tak sadar bahwa apa yang ia lakukan adalah salah dan berakibat buruk baik bagi dirinya ataupun orang lain. Dan kalau sudah begitu, mana bisa kita memikirkan bagaimana solusinya?
Yang ada, si pelaku tetap saja melakukan kesalahan karena tidak mengetahui perbuatannya itu salah dan tidak pula mengetahui perbuatan yang benar seperti apa. Alhasil.. dua-duanya jadi merugi..


Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw ketika berhadapan dengan si Fulan yang melakukan kesalahan. Tak ada timbul rasa malu dan merasa hina karena Beliau Saw tetap menjaga nama bahkan memuliakan si Fulan. Kalau sikap ini yang senantiasa kita contoh, maka.. semua jadi senang kan ^__^



Sahabatku juga sering meingatkan,
Ketika ada orang disekitar melakukan kesalahan besar terhadap kita, bisa jadi kita sendiri telah melakukan kesalahan yang dua kali lebih besar darinya. Janganlah memandang orang lain dari kesalahannya tapi pandanglah dari sikap baiknya. Niatkan dalam hati untuk senantiasa melakukan perbaikan diri (mengislah diri) bukan berniat untuk memperbaiki orang lain. Karena ketika kita melakukan perbaikan diri, Insya Allah.. orang2 disekitar kita juga ikut memperbaiki diri mereka masing-masing




Jadi,
sudahkah kita bercermin pada diri kita sendiri??
Baca Selengkapnya "salah siapa?"

Label: , , ,

buta mata tak nampak jalan di dunia
kerana tidak nampak cahaya ....



Beberapa hari yang lalu, tiba2 saja nasyid melayu yang cukup jadul ini terngiang2 di telingaku. Bakal ada apa ya? kok tiba2 ini nasyid nemplok di ingatanku?

Ternyata, selang berapa hari kemudian terjadi peristiwa.. mati lampu!!

Saat itu masih subuh dan di rumah hanya Na yang sudah bangun. Dengan keadaan Na yang baru selesai sahur dan lagi di kamar mandi untuk ambil wudhu, suddenly... "PET" (ceritanya ini menggambarkan mati lampu..)


" M...masya Allaaah.... M.. mati l..laampuuu....emaaaak......!!!!! " (teriak batinku)


Kamar mandi di kamarku lumayan mungil dan terisi dengan satu mesin cuci, dua bak sedang dan satu bak yang lumayan besar. Keadaan yang cukup 'ramai' ini membuatku nabrak sana-sini saat mencari pintu keluar karena aku sama sekali tak bisa lihat apa-apa

Awalnya lumayan panik dan sebisa mungkin istghfar terus (maklum, agak kurang menyukai suasana gelap dan hening tanpa ada suara sama sekali T___T). Setelah meraba-raba keadaan sekitar, Alhamdulillah.. ketemu juga gagang pintu dan ternyata aku masih harus dihadapkan lagi dengan sebuah rintangan.. yaitu... mencari hape untuk cadangan lampu sejenak

Kembali lah petualangan 'gelap' dimulai, tapi sekarang dengan misi mencari hape di kamarku. Lagi-lagi terbantu dengan adanya tangan yang sudah diciptakan Allah untuk memegang dan otak untuk re-calling, jadi kugunakan kedua organ itu untuk meraba-raba keadaan sekitar dan mencoba mengingat2, "terakhir hape ditaro dimana ya..?? "

Alhamdulillah, hape sudah ketemu dan misi masih belum selesai. Na harus berpetualang lagi untuk misi ketiga, yaitu.. mencari senter atau lilin di luar kamarku. Setelah sibuk mengobrak-abrik isi rumah (bener2 dah kaya maling deh..), alhamdulillah.. ketemu satu batang lilin! Horeeeeeeeeeeeeeeeee~~

Dengan pede nya, Na meninggalkan si hape dan berpegang pada si lilin itu. Karena lilinnya masih satu, mau ga mau kan harus nyari lagi karena api dari satu lilin kurang cukup untuk dijadikan penerangan..

Tiba2 saja, saat sibuk mencari lilin yg lain.. eh.. lilinnya jatuh dan.. " PET ", keadaan kembali gelap gulita..


" Allah Ya Rabbiiiiiiiiiiiiiiii.... gimana iniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii... ???? "



Masih dalam keadaan baru hanya aku sendiri yang 'hidup' di saat itu dan posisiku sedang berada di dapur. Hape kutinggalkan di atas meja makan. Padahal hanya butuh kurang dari sepuluh langkah dari dapur menuju meja makan, tapi karena keadaan benar2 ' pitch dark', aku pun harus berhadapan dengan kulkas... alias... saya nabrak kulkas... demi meraih penerangan dari hape..


Alhamdulillah, setelah nabrak ember, nabrak ujung kasur dan nabrak kulkas.. saya berhasil menemukan hape, sebuah senter, dua batang lilin, piring untuk tatakan lilin dan korek api..



Lamanya mati lampu di rumahku hanya sekitar 45 menit. Tapi selama itulah aku sedikit merasakan, bagaimana hidupnya orang-orang yang tak bisa melihat..


Saat dalam keadaan gelap gulita itu, yang terbayang dalam pikiranku adalah jembatan 'shirath'. Katanya keadaan disana benar-benar gelap dan mungkin lebih gelap lagi jika dibandingkan kalau kita tutup mata dan lampu sedang mati. Hanya orang-orang yang memiliki 'cahaya' di wajah mereka yang punya cadangan penerangan. Dan tentunya sudah bisa menebak, siapakah orang2 tersebut..

Tapi ga usah bersedih hati bagi yang ga punya 'cahaya' di wajahnya. Ada satu hal lagi yang bisa bantu kita untuk berjalan di jembatan shirath yang gelap itu. apa itu? dia adalah... Al- Qur'an


Yap,
Bersyukurlah pada Allah bagi orang2 yang sampai kini masih setia membaca dan mempelajari Al-Qur'an. Karena kelak Al-Qur'an akan memberikan syafaat (bantuan) dengan memberikan cahaya pada pemiliknya, Insya Allah


Jangan salah, para penyandang tuna netra aja bisa baca Al-Qur'an (huruf braille) loh! Mereka tau di dunia saja sudah kesulitan untuk melangkah karna mereka tak bisa melihat, apalagi kalau di akhirat nanti? mau minta tolong sama siapa?



Yah, begitulah teman..
dibalik peristiwa 'mati lampu' ini membuatku sadar diri. Sudah seharusnya memanfaatkan kedua mata ini dengan sebaik-baiknya. Mumpung masih diizinin untuk melihat, kita belajar baca Al-Qur'an nyok! demi setitik cahaya untuk akhirat nanti.. insya Allah



... tidak tahu kemana hendak dituju
ke hilir atau ke hulu...
Baca Selengkapnya "cahaya"

Label: , , , ,

" Dia belum Ibu kali.. masih kakak!! "


Itulah ucapan yang keluar dari salah satu muridku


Eh? murid?? maksudnya?? loh, bukannya lagi jadi 'nanny 009' ??



Yap, kali ini ternyata Allah menghendaki agar Na jadi 'guru' ngaji di sebuah mushalla yang letaknya ga begitu jauh dari rumah. Lalu, nasib si Naura gimana??? hehehe... singkat cerita, Naura kini balik lagi diasuh oleh nenek dan kakek (dari Ibu) nya dan mau tak mau saya pun harus di 'pulangkan' kembali ke rumah~

Kenapa gurunya pake kutip? ya soalnya saya sendiri masih ga merasa menjadi sebagai guru, lebih ke arah 'membantu' daripada jadi guru (malah terkadang, Na lah yang belajar dari murid-murid pengajian disana..hehehe.. )

Awalnya ada seorang Ibu yang tercetus untuk membuka pengajian khusus anak-anak dimana pengajian ini tak dipungut biaya sepeserpun (karena mushalla ini berada di daerah perkampungan). Karena gratis, ternyata yang berminat ada banyak dan si Ibu itu kewalahan jika mengajar sendirian. Akhirnya beliau pun minta tolong pada Mamahku,

" Bu, saya butuh temen nih buat bantuin saya ngajar ngaji di mushalla. Kalau Ina ga lagi sibuk, boleh bantu2 saya disana? "

" Oh.. BOLEH BANGET! ", jawab Mamahku dengan penuh semangat 45



Dan.. Hup... sekarang si itik berubah dari 'nanny 009' menjadi ' si kakak aneh yg bantuin ngajar di mushalla ' (waw.. sebutan yang cukup panjang ya...)

Baru seminggu tepatnya Na bantu2 mengajar disana. Selama seminggu itu pula-lah banyak pelajaran yang kuambil dari tingkah laku mereka (murid2 pengajian). Ada yang pemalu, ada yang patuh, ada yang badung (bandel), ada yang sedikit manja.. duh, semuanya menggemaskan deh!!!

Oh iya, karena pengajian ini bukan seperti pengajian yang pada umumnya (maksudnya pake bayaran), jadinya murid-muridnya yang datang pun semau mereka saja. Yang diajarkan pun tak memakai buku. Mereka hanya diberikan buku IQRO (bagi yang masih dalam tahap IQRO) atau Al-Qur'an (bagi yang sudah bisa membaca Al-Qur'an). Lama jam belajar hanya 45 menit tetapi efektifnya mungkin hanya sekitar 10-15 menit.. sisanya mereka bermain-main dalam mushalla yg mungil itu


Harusnya kan aku yang mengajar mereka.. tapi ini terbalik, aku malah banyak banget belajar dari mereka. Justru dari melihat gerak-gerik mereka lah, aku bisa sambil 'curi-curi' pelajaran. Melihat sikap mereka saat memulai pelajaran, yang diawali dengan bersyahadat, lalu membaca doa untuk kedua orangtua, lalu doa mau belajar dan doa 'sapu jagad' (doa mohon kebaikan dunia dan di akhirat).. secara tidak langsung, aku benar2 dibuat malu oleh mereka. Gimana ga malu? mana pernah aku mengawali doa-doa yang seperti mereka lakukan jika aku ingin mulai belajar?? Masya Allah... aku kalah dengan anak-anak yang usianya dibawah 10 tahun??? TT_________TT


Sebagai tambahan, mereka bukanlah anak-anak yang kedua orangtuanya paham akan agama. Mereka hanya anak-anak biasa, bocah-bocah ingusan yang sering kita lihat di perkampungan. Yang biasanya main bola dengan tanah dan lumpur.. ngubek2 comberan hanya untuk mencari ikan-ikan kecil.. dan kalau sudah bertengkar satu sama lain.. saya sendiri ga berani melerai karena pukulan mereka ga main-main. Lalu, ada satu hal yang terkadang membuatku harus 'ekstra sabar'.. apa itu? yaitu... harumnya mereka :D (tapi ga semuanya 'harum' kok, ada yang wangi beneran ^^ )

Jadi.. wajar kan kalau saya malu dengan mereka :D

Terkadang timbul rasa sedih saat lagi mengajar. Karena Na berpikir, bukankah tempat madrasah pertama bagi anak-anak ini adalah Ibu mereka? Apakah sulit untuk mengajarkan anak untuk membaca IQRO atau Al-Qur'an? bahkan hanya untuk beberapa menit saja? dan terkadang timbul pula rasa bersalah, karena seharusnya pemahaman mereka mengenai agama bukanlah didapatkan dari orang lain melainkan dari kedua orangtuanya sendiri

Tapi setelah melihat kondisi rumah-rumah disekitar mushalla, rasa sedih itu jadi hilang. Aku malah jadi malu dan bertanya sendiri, " Seandainya aku yang menjadi Ibu mereka dimana hidupku serba keterbatasan bahkan mungkin kurang.. bukankah menyuruh anakku untuk ikut mengaji adalah tindakan yang lebih baik daripada aku menyuruh dia bermain-main? "


Yah.. begitulah.. terkadang jadi perang batin kalau sudah mulai mengajar...


Ibu yang mengajakku untuk membantunya pernah berkata padaku,

" Sebisa mungkin kita tak hanya mengajari mereka baca IQRO atau Al-Qur'an saja. Kita juga ajari mereka tentang aqidah Islam, tentang sirah, kisah-kisah sahabat, hapalan-hapalan surat pendek, doa-doa keseharian... "

Semakin lama si Ibu menjelaskan tentang program yang ingin beliau buat, semakin membuatku menundukkan pandangan... alias malu... " BUU... AKU AJA JUGA GA BISA ITU SEMUAAA~~ " (teriak dalam hati)

Dan benar saja, apa yg si Ibu programkan mulai dijalankan. Saat si Ibu mulai menguji kemampuan murid-murid, aku mulai panik (laaah.. mana yg murid nih???). Pertanyaannya sih biasa dan sangat mudah. Cuma ditanya,

" Sebutkan rukun Islam "

" Sebutkan rukun Iman "

" Sebutkan Asmaul Husna, 20 nama yang pertama "

" Ibu kasih waktu... 10 menit.. kumpulkan ya "

" Waaaaaaaa.. buu.. ini... itu.... was wes wos... " (ceritanya ini suara anak-anak yg ribut)


MASYA ALLAH.. ga salah tuh pertanyaannya???? tunggu... t..tunggu...TUNGGUUU... KOK SAYA GA INGET YA??? (mereka sibuk nulis saya pun sibuk mengingat..)


Jadi, normal kan kalau saya bilang.. saya seperti diajar oleh mereka? :D


Si Ibu melanjutkan,

" Kalau bisa Na, kita buat pengajian ini ga sekedar pengganti jam bermain mereka. Walaupun gratis tak berarti yang kita ajarkan pun 'gratis' melainkan berharga untuk masa depan mereka.. "


Aku angguk2 aja selama si Ibu memberikan penjelasan sekaligus memberi nasehat yang cukup mengena di hati


Jadi teringat waktu aku berbincang2 dengan Istrinya Abangku. Aku pernah menanyakan tentang pengajian di kantornya. Secara keseluruhan, beliau menjelaskan bahwa ceramah2 yang biasa disampaikan adalah yang menyangkut tentang pekerjaan. Seperti hukum riba, hutang-piutang dan sebagainya. Pernah suatu kali tim pengurus pengajian mendiskusikan pada para pekerja mengenai materi apa yang ingin disampaikan. Kebetulan, Istrinya Abang termasuk di dalam kepengurusan tersebut. Beliau menyarankan bagaimana jika membahas mengenai Shalat secara keseluruhan

Bisa tebak apa jawaban para pekerja nya... ??


" Ya Ampuun.. itu kan pelajaran anak SD... masa kita yang udah 'bangkotan' gini dikasih materi kaya gitu.. "


(karena sebagian besar menolak usulan, akhirnya materi tentang shalat tak jadi disampaikan... )



Astaghfirullah.. ternyata kita benar2 menyepelekan pelajaran yang amat mendasar ya..


Padahal kalau ditanya tentang bacaan-bacaan dalam shalat, mungkin untuk menjawabnya kita masih takut2 (takut salah dan malu sendiri kalau ketauan salah)



Yah, begitulah..

Na benar-benar bersyukur pada Allah.. Alhamdulillah, kali ini Allah menghendaki Na untuk belajar lagi. Kapan lagi Na bisa mengulang pelajaran2 itu?



Sesuatu hal yang terbiasa dekat dengan kita maka akan timbul cinta dengannya
Jika kita dekat dengan dunia maka akan timbul cinta dunia
dan jika dekat dengan akhirat maka akan timbul cinta akhirat



Jadi...

Apa rukun Iman yang pertama??
Baca Selengkapnya "itik kembali berpetualang"

Label: ,

" Asshalaatu khoirum minnan nauuum.. ~ "




Tuan.. bangun tuan.. aku sudah mendengar suara adzan subuh berkumandang. Tuan.. tuan..

" Aaaah.. brisik..!! "

Hey, Tangan! kenapa kau tutup aku dengan bantal?? nanti Tuan semakin tidak mendengar suara adzan loh!

Bukan mau ku, Telinga! aku bergerak karena Otak yang memerintahkan aku! tanya saja dia kalau tidak percaya!

Hey, Otak! kenapa kau menyuruh Tangan untuk mengambil bantal dan menutupiku?? Tuan jadi tidak bisa dengar adzan. Nanti kalau Tuan tidak mendengar, Tuan jadi tak bisa shalat.. dan Allah akan murka pada Tuan!

Bukan mau ku, Telinga! aku bergerak karena keinginan si Hati. Kau berbicara saja pada Hati, mungkin dia mau mendengarmu

Wahai Hati yang baik. Mengapa kau meminta agar Otak mengendalikan Tangan untuk menutupiku dengan bantal? tidakkah engkau sedih jika Tuan dimurkai Allah?

" Aaah.. brisik!!!!! jangan ganggu aku!!! "

Ya Allah, maafkan Tuan kami. Hari ini kami sebagai anggota tubuhnya tak mampu menggerakkan tubuh Tuan..



Ntah ini hari yang keberapa si Kaki menangis karena tak bisa bergerak segera menuju masjid untuk melaksanakan shalat subuh. Ia sudah lelah meminta kepada Hati agar menyuruh Otak untuk menggerakkan dia. Tapi hati tak mau..

Dan sekarang giliranku yang meronta-ronta bertanya pada Hati, mengapa ia tega meminta Otak untuk menutupiku dengan bantal..

Otak pun sama lelahnya karena menerima semua ocehan kami.. sampai suatu hari Otak berkata,


" Sepertinya.. Hati Tuan mulai menghitam... "




Aku jadi teringat dengan keluh kesahnya Tangan padaku.

Belakangan ini Tuan tak ingin lagi menggerakkan tangannya untuk hal yang baik. Dulu Tuan amat mudah menggerakkan si Tangan untuk bersedekah, menjabat tangan teman yang lain, membantu Ibu membersihkan rumah.. tapi itu dulu... dulu sekali..

Saat Tuan mulai menghentikan kebiasaannya itu, Tangan berucap padaku..

" Sepertinya.. Hati Tuan mulai menghitam... "

Tak hanya si Tangan yang berkata seperti itu. Pertama kali yang menyadari bahwa Hati Tuan mulai menghitam adalah si Mulut

Mulut sudah memperingatkan kami untuk berjaga-jaga akan terjadinya perubahan sikap Tuan kami. Saat itu Mulut berbicara padaku,

" Hai telinga, sadarkah engkau bahwa kau tak pernah lagi mendengar ucapan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir dariku? "

" Benar mulut, aku menyadarinya. Ada apa dengan ucapan-ucapan baik itu? apakah Tuan sudah lupa?

" Aku tak tahu telinga. Sepertinya ada sesuatu yang menutupi Hati nya Tuan. Yang tadinya hati Tuan terasa lembut hingga si Mata mengeluarkan air saat Tuan sedang asyik berdzikir. Sekarang hati tuan tak terasa lembut lagi.. sepertinya sudah mulai mengeras.. dan terlihat ada titik hitam di hati Tuan.. dan lama kelamaan, aku pun tak bersuara lagi untuk berdzikir...

Lalu Mulut berdiam diri cukup lama, hingga pada akhirnya Mulut berkata,

" Bersiap-siaplah.. karna sepertinya Tuan kita yang sekarang tak seperti Tuan yang dulu.. "



Ternyata, benarlah apa yang dikatakan Mulut pada kami. Secara perlahan-lahan, sikap Tuan tak lagi mendekati kebaikan melainkan lebih menyukai sesuatu yang membuat kami tersiksa. Padahal dulu Tuan sangat baik pada kami bahkan kami sering dimanjakan olehnya


Aku sering dibuai dengan suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an baik itu yang keluar dari si Mulut. Aku juga sering diperdengarkan suara-suara dzikir jika Tuan sedang berbicara. Ah, aku benar2 digunakan untuk yang baik-baik oleh Tuan..


Kukira Tuan hanya memanjakanku saja, ternyata si Mulut pun sering dimanjakan olehnya. Tak
henti2nya Mulut digerakkan untuk berdzikir dan berucap yang baik-baik. Tuan lebih senang untuk tersenyum dibandingkan dengan cemberut. Saat Tuan tertawa, Tuan sangat jarang membuka mulut lebar-lebar. Tuan lebih senang hanya dengan menampakkan beberapa gigi saja

Mulut pernah berkata,

" Padahal aku ini paling gampang menjerumuskan Tuan ke dalam masalah besar bahkan bisa membuat Allah murka pada Tuan, tetapi justru itu malah membuat Tuan semakin menjagaku.. kalau sudah begini, bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta pada Tuan? "


Si kompak Tangan dan Kaki juga begitu. Mereka benar-benar bahagia jika Tuan mulai 'menyibukkan' mereka. Melangkah pergi ke masjid, bersedekah ke fakir miskin, membantu sesama. Sesibuk apapun Tuan menggunakan mereka, justru itu yang membuat mereka makin gembira


Yang lucu itu si Mata. Dulu Mata pernah kebingungan, kenapa Tuan kalau berjalan itu senangnya menunduk?

Gara2 itu si Mata bilang,

" akhirnya kalau Tuan lagi jalan2, kebanyakan aku lihatnya tanah, aspal, batu2an... "

Pernah juga si Mata heboh bercerita padaku,

" Hari ini Tuan aneh sekali, tadi Tuan tidak sengaja bertemu dengan wanita cantik. Tuan sempat memandangnya sepersekian detik tapi habis itu langsung menunduk.. padahal aku belum sempat berkedip dan setelah berkedip tiba2 saja sudah menatap aspal... "

Mata juga pernah berkisah,

" Saat malam hari adalah saat dimana Tuan bermunajat pada Allah. Dan ketika Tuan sedang mengadukan semua persoalannya pada Allah, aku tak kuasa melihat betapa nikmatnya Tuan bercengkrama dengan Allah.. tanpa disadari, aku sudah membasahi si Pipi... "



Tapi sayang.. itu hanya menjadi kenangan buatku dan teman-teman yg lainnya. Kini yang ada kami semua dibuat menderita bahkan menjerit kesakitan.

Aku kasihan sama Kaki. Dia sangat menderita karna sekarang Tuan lebih senang melangkah ke tempat-tempat yang penuh kelalaian

Aku juga kasihan sama Tangan. Dia merasa menjadi tumpul karena tak pernah lagi bekerja untuk hal-hal yang baik

Saat melihat kondisi mata.. aku makin tak tega..

Mata sampai berkata,

" aku lebih senang lihat aspal, aku lebih senang lihat tanah dan aku lebih senang melihat bebatuan daripada aku melihat pemandangan yang menyakitkan diriku... "


Kami semua sekarang benar-benar tidak tahu lagi.. bagaimana caranya agar dapat menyelamatkan Tuan kami..


Mulut sudah pasrah,

" Tolong hentikan aku... aku tak mau menjerumuskan Tuan ke dalam neraka hanya karena aku... tolong.. tolong hentikan aku....!!! "


Otak hanya bisa berdiam diri dan berpikir,

" ayolah teman.. bagaimana caranya agar Hati Tuan tak menghitam lagi.. ayolah teman.. berpikir.. berpikir...!!! "



Dan aku,

Aku hanya bisa memaksakan diri untuk mendengar perkataan-perkataan yang tak berguna. Tuan sudah menutupku agar aku tak mendengar lagi suara adzan.. agar aku tak mendengar lagi suara lantunan ayat Al-Qur'an.. tak lagi mendengar bacaan dzikir.. tak lagi... dan tak lagi....


Sampai pada akhirnya si Hati turun tangan dan berkata pada Tuan...


" Tuan.. tahukah engkau? bahwa di akhirat nanti.. kami semua akan bersaksi atas dirimu?

Kami semua harus bersaksi pada Allah dan bercerita panjang lebar..

kemana saja Tuan telah melangkah?

Apa yang Tuan lakukan dengan kedua tangan Tuan?

Ucapan apa yang sering terlontar dari mulut Tuan?

Apa saja yang pernah Tuan dengar?

Pemandangan apa sajakah yang pernah Tuan lihat selama ini?

Dipergunakan untuk apakah otak Tuan?

Dan ribuan pertanyaan lainnya...

Dan apakah Tuan mengetahui? Saat itu si Mulut akan dikunci rapat-rapat agar tak bisa mengucapkan kata-kata yang dusta?

Tahukah engkau... wahai Tuanku...?? "
Baca Selengkapnya "ketika mereka berbicara"

Label: , , , , , ,


Sebelum membaca lebih lanjut
Na sarankan teman2 membaca terlebih dahulu mengenai kisahnya dalam Al-Qur'an


Ada yang kenal dengan Nabi Musa a.s ? Seorang Nabi Allah yang saat masih bayi dihanyutkan oleh Ibundanya dikarenakan perintah Allah dan ternyata ditemukan oleh istri seorang Raja, dimana Raja tersebut sesungguhnya sedang ketakutan akan kedatangan anak laki-laki yang mampu mengalahkan kerajaannya ?

Hayo.. inget ga?? hehe.. ga inget juga ga papa.. Na sendiri juga ga inget2 banget kok (hehe.. pembelaan..)

Kebetulan kemarin Na mendapatkan kisah lagi tentang Nabi Musa a.s. Tepatnya mengenai tongkatnya Nabi Musa a.s (catet, Nabi Musa a.s itu memiliki sebuah tongkat yang selalu beliau bawa kemana-mana)


Ada apa dengan tongkatnya Nabi Musa a.s ??


Begini kisahnya...

Nabi Musa a.s termasuk sebagai Nabi yang diajak berbicara pada Allah. Saat Nabi Musa a.s berbicara pada Allah, Allah bertanya..

" Apakah itu yang ada di tangan kananmu, hai Musa? "

" Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya "

" Lemparkanlah ia, hai Musa!"

Lalu ketika tongkat itu dilempar, maka tongkat yang terbuat dari kayu itu berubah menjadi seekor ular

"Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula"

( QS. Thahaa: 17-21 )


Karena ini adalah kisah seorang Nabi Allah, maka kita pasti percaya (terlebih lagi peristiwa ini diceritakan Allah dalam Al-Qur'an). Tapi kalo peristiwa ' tongkat berubah jadi uler ' ini terjadi di zaman sekarang.. apa iya kita masih percaya?

Ternyata terdapat beberapa hal penting yang harus kita pahami dan pelajari dari dialognya Allah SWT dengan Nabi Musa a.s

Yang pertama,

Nabi Musa a.s diberitahu oleh Allah SWT bahwa bukan tongkatlah yang memberikannya manfaat (seperti untuk tempat tumpuan, untuk memukul dedaunan di pohon agar jadi makanan kambingnya) akan tetapi Allah SWT yang memberikan manfaat


Dulu, Na ini berpikiran kalau aku lapar.. ya aku makan. Jadilah yang tertanam dalam otakku, yang membuatku kenyang itu makanan karena kalau ga ada makanan aku tetap kelaparan. Ternyata pola pikir ini adalah pola yang salah karena kita sangat berkeyakinan pada benda sebagai sebab akibat. Ini membuat kita jadi ketergantungan dengan benda atau makhluk. Padahal hanya pada Allah-lah tempat kita bergantung.

Terlihat sepele dan ah.. itu semua orang juga dah tau. Tapi.. , benarkah kita sudah mengetahui ' Hanya pada Allah-lah kita bergantung? '. Kalau sudah tau.. sudahkah kita memahaminya? dan kalau sudah paham.. sudahkah kita mengamalkannya?

Sampai kini pun Na masih terseok-seok untuk mengamalkannya karena ketergantungan Na dengan benda atau bisa dibilang kebesaran makhluk dalam kehidupan Na mulai menggerogoti hati..

Ya Allah Yang Maha Melindungi.. kami memohon perlindungan dari-Mu..

Jadi karna sekarang sudah tau, lalu belajar untuk memahaminya dan berniat untuk mengamalkannya. Mulai sekarang yakinkan dalam hati ini bahwa apapun manfaat yang diberikan baik itu dari benda ataupun orang kepada kita, sesungguhnya itu berasal dari Allah.. bukan dari apa-apa dan bukan dari siapa-siapa..


Yang kedua,

Allah SWT tidak membutuhkan benda untuk memunculkan sifat benda. Contohnya seperti ini, Allah SWT bisa memanaskan apa saja tanpa api atau matahari, bisa mendinginkan tanpa es batu, bisa menghilangkan haus tanpa air.. dan dalam kisahnya Nabi Musa a.s, Allah menjelaskan bahwa sifat tongkat yang tadinya dijadikan sebagai sandaran dan untuk memukul dedaunan dan sifat2 tongkat lainnya dirubah 100% oleh Allah menjadi sifat yang berbahaya yaitu berupa ular

Maha Suci Allah dari segala apa yang Ia ciptakan

Bukan seperti manusia yang membutuhkan benda untuk memunculkan sifat benda. Kita butuh api untuk memanaskan, butuh es batu untuk mendinginkan, butuh air untuk menghilangkan rasa haus. Tapi jika Allah sudah berkehendak atas kita, bisa jadi saat kita kehausan..tanpa minum air, Allah menghilangkan rasa haus kita. Hal yang sama terjadi pada Nabi Musa a.s, dimana tongkatnya yang dikira cuma bisa buat tumpuan dan yang lainnya, tapi karena Allah berkehendak maka tongkat itu ternyata bisa menjadi sesuatu yang berbahaya yaitu ular


Yang ketiga,

Allah SWT memberitahukan Nabi Musa a.s bahwa tongkat adalah dunia yang penuh tipuan dan melalaikan. Untuk menghilangkan sifat keduniaan itu, maka Allah SWT menyuruh Nabi Musa a.s untuk membuang tongkatnya agar Nabi Musa a.s hanya yakin kepada Allah SWT. Dan ketika Nabi Musa a.s sudah yakin pada Allah bahwa tongkatnya yang berubah menjadi ular itu tidak berbahaya, Allah meminta Nabi Musa a.s untuk mengambilnya dan Allah akan mengembalikan wujud ular itu menjadi tongkat kembali

Membaca kalimat dunia yang penuh tipuan dan melalaikan seperti kalimat yang kalau kita dengar atau baca, batin akan menjawab, " iya.. iya... panas nih kuping dengernya... yg lain dong! "

Tunggu dulu, biarin aja panas.. biar lama2 kita ga cuma sekedar asal lewat aja kl denger atau baca peringatan itu. Allah SWT sering kali memperingatkan kita mengenai penipuan yang ada di dunia. Kenapa harus sering? karena ternyata manusia itu sebenarnya adalah makhluk yang pelupa. Sudah sering diperingatkan saja masih suka lupa (atau sengaja dilupakan), apalagi kalau tidak diperingatkan? apa jadinya???

Kenikmatan yg ada di dunia ini hanya sementara loh.. tapi bukan pertanda karna cuma sementara lantas kita harus 'mengenyangkan' kenikmatan itu. Jangan lupa kalau dunia juga penuh tipu daya. Bisa jadi apa yg kita anggap itu sebagai kenikmatan justru malah menjerumuskan kita pada kesengsaraan.. Na'udzubillah..

Lalu, gimana caranya biar ga terlena dengan dunia? ya dengan cara meninggalkan dunia untuk sementara

He???? maksudnya????

Sisihkanlah waktu kita dalam 24 jam ini untuk belajar menghidupkan suasana agama dan akhirat. Seperti misalnya untuk shalat lima waktu. Kita mengusahakan semaksimal mungkin agar saat shalat itu kita bener2 menghadapkan diri pada Allah. Belajar jangan ngebut shalatnya. Inget shalat itu untuk kepentingan akhirat kita. Jangan sampai kesibukan dunia bikin kita jadi 'super the flash' alias ngebutnya ampun2an waktu shalat karna takut ketinggalan sesuatu

Dulu pun Na kaya gini. Takut ketinggalan acara kartun tipi yg disenengin dah abis akhirnya shalatnya jadi ngebut (ah.. kekanak-kanakan sekali ya saya..), ada temen yg dateng pas Na lagi shalat, karna merasa ga enak akhirnya jadi ngebut lagi shalatnya.. Ah, pokoknya alasan yang ga banget ini sering kali buat shalat Na ngebut sengebut2nya (malah waktu itu pernah shalat yg mungkin hanya menghabiskan waktu kurang dari semenit karena saking takutnya dengan keadaan tempat shalat yg gelap gulita... TT__TT)

Kalo sekarang gimana? Alhamdulillah.. walau masih belum bener cara bermunajat saat shalat, tapi sekarang Na lagi belajar supaya shalatnya ga ngebut (bacaan shalatnya dipelankan dan sebisa mungkin dipahami artinya) Hehe.. ternyata lumayan susah loh.. tapi demi akhirat yang pasti, ga papa deh :D

Kalau kita emang mau meninggalkan dunia ini untuk sementara waktu supaya kita terhindar dari cinta dunia, maka kudu banyak melakukan pengorbanan (tentunya pengorbanan yg dilakukan juga ikhlas.. karna kl ga ikhlas sama juga bolong dong ya..). Korbanin jiwa, raga, waktu, harta, benda... wah semuanya deh!

Yang tadi aja baru belajar supaya kita berlama2 dalam shalat. Itu baru shalat yang lima waktu, belum shalat2 sunnah lainnya loh. Ada shalat Dhuha, witir, tahajjud, dan kawan2nya.

Udah selesai? belooom.. Masih banyak amalan2 ibadah lainnya nih yang belum ditulis. Kaya dzikir pagi dan petang, membaca Al-Qur'an dan mempelajarinya, datang ke tempat2 yang mengadakan ta'lim, baca buku Islam (eh, ini termasuk amalan ibadah kan?).. pokoknya semua amalan yang membuat kita jadi mendekatkan diri kepada Allah

Biasanya kan kalau kita menikmati sesuatu, sampai berjam-jam pun tak terasa sudah terlewati. Nah, begitu juga kalo kita merasa nikmat saat mendekatkan diri pada Allah lewat amalan2 ibadah yang tadi. Jadi, mulai sekarang kita belajar untuk menyisihkan waktu yang 24 jam ini untuk beribadah kepada Allah. Agar tak timbul rasa cinta kita pada dunia secara berlebihan. Lalu setelah melakukan aktivitas 'meninggalkan' dunia walaupun benar2 hanya sementara, kita kembali lagi ke dalam aktivitas sehari-hari di dunia yang memang harus kita jalani. Tanpa terlepas dari rasa keyakinan pada Allah bahwa sesungguhnya dunia itu bersifat sementara dan akhirat itulah yang selama-lamanya


Begitulah temen2, arti dari tongkatnya Nabi Musa a.s. Sekali lagi, yang Na tulis disini adalah penuh keterbatasan dan kekurangan dimana-mana. Sangat kusarankan agar temen2 juga mengintip Al-Qur'an dan buku2 mengenai kisahnya Nabi Musa a.s untuk menambah pengetahuan lagi (dan akan lebih menyenangkan hati saya kalau ada yang mau menambahkannya dalam postingan ini ^^)

Mohon maklum dan maaf ya. Semoga postingan ini bermanfaat baik untuk diriku sendiri atau pun siapapun yang membacanya, Insya Allah.. amiin ya Allah


Subhanakallahuma wa bihamdika asyhaduallaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaaik

Baca Selengkapnya "Tongkatnya Nabi Musa a.s"

Label: , , , , , ,

ini semua tentang wanita loh..
jadi bagi yang merasa bukan wanita..
ga dilarang kok untuk membacanya~



Kemarin malam, aku mendiskusikan sesuatu hal dengan salah satu sahabatku. Awal mulanya hanya karena postingan dari blog seseorang yang lumayan sering kuintip2 (tunggu, ko seakan2 saya ini pengagumnya dia???b..bukan kok!!!bener!!!!!)

Dalam postingan itu ia menuliskan kata2 seperti ini..

" Wanita memiliki kekuatan untuk menyebarkan sesuatu, kalau kemampuannya itu digunakan untuk menyebarkan kebatilan maka kebatilan akan cepat tersebar...."

Heung... ntah kenapa saat setelah membaca tulisan ini, kebatilan yang tertulis disitu langsung ku artikan seperti 'gosip'

" Bener banget.. perempuan tuh kl dah nyebarin gosip... wussss... angin yg berhembus kenceng juga kalah ngebutnya deh.. "


Berhubung sahabatku itu adalah perempuan juga, akhirnya kami pun saling bertukar pikiran dan pendapat mengenai tulisan di atas ini.. dan ternyata pikiran kami sama. Kami berdua sama2 setuju bahwa wanita memang punya kekuatan 'lebih' dibandingkan pria dalam hal menyebarkan sesuatu..

Ada yang bingung??? heung... begini maksudku..

Postingan yang lagi kubahas itu sedang menjelaskan peran penting wanita dalam dakwah. Ia mengemukakan bahwa wanita itu punya kekuatan dalam menyebarkan sesuatu. Kalau seandainya yang disebarkan adalah kebatilan maka kebatilan itu akan dengan mudahnya tersebar. Kuambil contoh kebatilan yang dimaksud adalah seperti gosip (karna gosip itu adalah sesuatu yang batil.. ya kan???). Jangankan tanya orang lain, aku sendiri memang mengakui kalau perempuan itu sangat amat menyenangi hal yang namanya bergosip. Baik itu fakta atau dusta, baik itu kami tau bahwa itu adalah sama seperti memakan daging saudara kami sendiri, tapi tiada hari tanpa kami lalui dengan bergosip. Ketika mulut ini baru berbicara A, tiba2 saja teman kami yang berada jauh dari jangkauan kami sudah mengetahui kalau kami berbicara A..

Terlihat hiperbolis.. tapi aku mengakuinya.. ya, itulah yang sering terjadi pada kami...


Ya Allah.. sungguh.. kami mohon maaf... lindungilah kami dari kejahilan ini..


Lalu tulisan itu pun berlanjut..

" ... begitupun kalau kemampuannya itu digunakan untuk perkara agama maka agama pun akan mudah tersebar "

Dari yang habis manyun dan sedih, tiba2 saja mulut ini jadi tersenyum sumringah dan rada cengengesan ga jelas membaca lanjutan tulisan itu

Walaupun aku belum ikutan terjun dalam kerja dakwah, tapi niatan untuk ikut kesana sudah ada... Walaupun aku ini masih bocah perempuan dan bukan wanita... tapi tetap masuk dalam kategori wanita kan? (aah.. apaan sih.. ngaco ah! lanjut!!)

Pada intinya, aku senang sekali mendengar bahwa kita ini sebenarnya juga sangat berperan dalam perkara agama. Bahkan segitu pentingnya sampai2 dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah menceritakan bagaimana akibat dari para istri Nabi yang tidak mendukung kerja dakwah suaminya (Nabi Nuh a.s yang telah berdakwah selama 950 tahun namun pengikutnya hanya sekitar 83 orang dikarenakan istri Nabi Nuh a.s tak mendukung kerja dakwah suaminya), begitu juga dengan kisahnya Nabi Luth a.s yang dakwahnya tidak didukung oleh istrinya..


Subhanallah.. ga nyangka kan, ternyata kita punya kekuatan seperti itu?


Kalau seandainya kita ngegosip kecepatannya melebihi angin berhembus kencang, secepat itu pula-lah langkah kita untuk mendekat ke neraka (na'udzubillah...). Tapi kalau gosip itu diubah menjadi ajakan kebaikan dan menjauhi kemunkaran (amar ma'ruf nahi munkar), maka dengan izin Allah.. alam semesta ini pun juga akan 'mendengarnya' dan mungkin.. surga pun akan menghampiri kita.. (amiiin ya Allah.. amiiin...)


Subhanallah... apa iya ada yg ga mau begitu?


Yang tadi itu tentang kekuatannya wanita lewat kemampuannya menyebarkan sesuatu. Sekarang kekuatannya wanita lewat perasaannya nih...


Sejauh yang aku ketahui, perempuan itu mempunyai perasaan yang jauh lebih halus dibandingkan dengan laki2 (eh, iya kan??). Cuma masalah sepele aja bisa dijadiin masalah yang luar biasa dan hebatnya sampai membuat orang lain ikut kena imbasnya (yg ini aku sekaliii TT___TT). Nah, kan lebih mendingan masalah sepele ini kita ganti jadi masalah yang tidak sepele..

seperti..

Yang tadinya pusing mikirin.. duh, hari ini pake baju apa ya ke kampus.. dah ga ngikutin mode lagi nih! diubah menjadi.. Ya Allah, hari ini temanku2 yg belum berhijab sudah memakai hijabnya belum ya...?

Yang tadinya sibuk mikirin.. duh, ga ada duit buat jajan somay nih! diubah menjadi.. Ya Allah, apa dulu Rasulullah pernah memakan makanan yang nikmat senikmat aku memakan somay..?

Yang tadinya ribut mikirin.. duh, disuruh2 mulu sama Ibu..capek nih! diubah menjadi.. Ya Allah, apa yg dirasakan oleh saudari2ku yang sudah tak bisa lagi membantu Ibunya karena Ibunya tlah tiada..?


Gitu deh.. masih banyak contoh lain agar pikiran sepele itu dikesampingkan dan disulap menjadi pikiran yang lebih baik lagi (insya Allah). Mungkin ini kali ya yg dinamakan risau dan pikir. Kan katanya kita juga harus mengikuti risau dan pikirnya Rasulullah SAW (walaupun aku yakin.. bahwa pastinya risau-pikirnya Rasulullah SAW tak pernah ada somaynya TT___TT), tapi setidaknya dengan punya risau dan pikir yang kaya gitu, seakan2 membuat kita hidup itu ga egois.. ga cuma mikirin diri sendiri tapi orang lain pun ikut dipikirkan

Capek?

Pastinya lah.. mikirin diri sendiri yang belum bener aja dah capek apalagi mikirin orang lain! Tapi.. hey, apa kita pernah menyadari, bahwa jauh sebelum Rasulullah SAW bertemu dengan kita, beliau sudah amat rindu akan bertemu dengan kita loh! Dan bayangin aja, seluruh hidupnya selalu digunakan untuk kepentingan umatnya. Apa kita tega ga membalas perasaannya Rasulullah SAW?


Untuk punya kekuatan menyebarluaskan dakwah dan punya perasaan risau-pikir perkara agama memang ga gampang. Tapi kalau kita mau berniat dengan sungguh2 dan hanya mencari keridhaan Allah, insya Allah.. pasti akan Allah mudahkan. Lagipula kan Allah sudah berjanji sama kita, siapapun itu yang menolong agama Allah.. pasti Allah akan membantu dia (intip deh QS. Muhammad: 7)


Yuk ah temen2.. kita bareng2 gali potensi kekuatan ini untuk menolong agama Allah. Walaupun kerjaan kita cuma bisa nangis doang, semoga tangisan itu tak menjadi air mata yang sia-sia jika yang kita tangiskan karena Allah, insya Allah.. amiin ya Allah



Wah, padahal ini cuma membahas satu kalimat doang loh...
tapi kok bisa jadi se 'gambreng' begini ya...
bener2 deh....

Baca Selengkapnya "kekuatan wanita"

Label: , , , ,

Kalau mau pinter.. jangan sendirian atuh..
ajak-ajak kita..


Sewaktu masih kuliah dulu, saat zamannya tugas kuliah berkelompok, pernah terjadi suatu perbincangan yang kukira itu hanya selentingan biasa.. tapi saat ini kusadari bahwa selentingan itu bukanlah selentingan biasa, namun benar2 luar biasa

Aku dulu termasuk tipe mahasiswi yang 'suka' sekali dengan kerja kelompok. Saking 'suka' nya sampai membuat beberapa teman beranggapan, " wah, kalo ada si Ichan di klompok kita sih.. kerjaan berees!! "

Waow.. apa itu berarti baik atau tidak ya? selidik punya selidik, setelah aku sibuk bertanya kemari pada teman2 " apa iya aku segitu hebohnya kalau lagi kerja kelompok? " dan ternyata tak sedikit yg menjawab.. " iya Chan, kamu kalo lagi kerja kelompok semangatnya paling membara sendiri, serasa ga papa kalo yg lain ga kerja.. "

Hee??? iya kaah???? kok aku sendiri tak menyadarinya ya TT___TT

Sampai pada akhirnya, aku teringat dengan ucapan salah seorang temanku yang dengan nada sedikit berguyon,


" Chan.. kalo pinter jangan sendiri atuh.."


-------------------------------------------------------------------


Kejadian beberapa tahun silam yang lalu terungkit kembali saat siang tadi aku membaca buku mengenai keutamaan beramal, yaitu keutamaan untuk menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar

Disebutkan bahwa 'Aisyah r.ha bertanya pada Rasulullah SAW (yg kurang lebih berbunyi seperti ini)

" Ya Rasulullah, jika terdapat orang2 yang senantiasa berbuat kemaksiatan dan hidup bersama2 dengan orang2 yg saleh, apakah Allah akan mengadzab salah satunya atau keduanya?" Dan Rasulullah SAW menjawab, " Allah akan mengadzab mereka karena masih terdapat kezhaliman "

Sesudah membaca hadits di atas membuatku bertanya-tanya. Bukankah kalau dosa itu ditanggung sendiri-sendiri ya? lantas kenapa si orang shaleh itu tetap kena adzab? kan yang dosa bukan dia...

Lalu teringat dengan hadits yang kurang lebih berbunyi,
" Ketika menemukan suatu kemungkaran, jika mampu maka ubahlah dengan tangan, jika tak mampu dengan tangan maka ubahlah dengan lisan, dan jika tak mampu dengan keduanya maka ubahlah dengan hati, itulah selemah-lemahnya iman "
(yg pasti ini salah, mohon maaf ya dan jika ada yg tau benarnya, tolong benarkan aku teman2..)

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa sekarang ini, cobalah merenungi akan kemungkaran yang sering terjadi dihadapan kita. Apakah iya kita sudah mampu mengubahnya dengan tangan? dengan lisan? jangankan keduanya, bahkan hati pun sama sekali tak tergerak. Saat ini kita melihat kemungkaran terjadi di depan mata kita sebagai suatu hal yang lumrah, sampai hati ini tak merasa bersalah dan berdosa membiarkan kemungkaran itu tetap terjadi. Padahal mengubah dengan hati adalah selemah-lemahnya iman...

Maka benarlah apa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW, bahwa jika terdapat orang2 yang berbuat maksiat hidup bersama dengan orang2 yg shaleh maka Allah SWT akan tetap mengadzab semuanya, dikarenakan orang2 yg shaleh itu tak mau mencegah terjadinya kemaksiatan sedangkan sebenarnya mereka mampu melakukannya..


Ya Allah, maafkanlah atas segala kelalaian kami.. kami mohon perlindungan-Mu..


Ternyata, apa yang diutarakan oleh temanku itu tak sekedar selentingan atau guyonan, melainkan peringatan dari Allah SWT melalui temanku untukku..

Yap.. kalau kita itu pinter, ternyata ga boleh nyimpen kepinteran itu untuk diri sendiri melainkan kudu dibagi2 juga buat orang lain. Pinter disini adalah hanya sebagai perumpamaan, sedangkan maksudku tak lain adalah dalam hal agama. Ternyata Allah SWT akan tetap memberikan adzab-Nya pada orang2 yg shaleh dikarenakan mereka tak mau menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar kepada orang2 yg belum shaleh (duh.. maaf.. aku tak pandai berkata2, semoga teman2 memahami maksudku..)

Kita tau bahwa berantem itu tidak baik, jika kita melihat ada orang yg lagi berantem dan kita mampu mendamaikan mereka, maka damaikanlah. Kita tau bahwa shalat itu sebaiknya dilakukan tepat waktu (tak hanya lima waktu), jika kita melihat ada orang yg belum shalat tepat waktu, maka ajaklah ia. Kita tau bahwa seharusnya wanita berpakaian menutup aurat, jika kita melihat ada yang belum menutup auratnya dan belum ingin menutup auratnya, maka sedihlah hati kita karena Allah belum memberikan hidayah-Nya dan berdoa semoga Allah memberikannya hidayah..


Lalu aku berpikir, ternyata kalau kita rusak satu.. rusak semuanya dong ya. Situ yang berbuat kejahatan, tapi sini juga ikut kena imbasnya. Bisa jadi orang yg membuat kejahatan tidak tau menahu bahwa apa yg dia lakukan adalah suatu kesalahan dan saat mengetahui ada orang lain yang tau bahwa apa yg ia lakukan adalah salah.. pasti ia akan berkata, " Kenapa ga ngasih tau?? kok malah dibiarin??? "

(iya ga? apa itu hanya pikiranku aja??)

Karena kalau aku yg ada di posisi si pembuat kesalahan tentunya akan bertanya2 dan agak marah (ah, maaf..saya orangnya rada emosian sih..) pada orang yang tau kalau saya ini salah dan tak mau mengatakannya pada saya hingga pada akhirnya aku tetap melakukan kesalahan itu.. (walah... mulai acakadut.. dari aku ke saya dan balik ke aku lagi...TT__TT)

Salah seorang sahabatku pernah berkata, " jangan sampai kau tak memberitahuku perihal bagaimana cara mendekatkan diri pada Allah dan Rasul-Nya "

Waktu dibilang gitu, ciutlah hati ini. Apanya yg mau diberitahu, padahal aku sendiri masih ga beres dengan caraku sendiri.. masa mau berbagi ke orang lain?

Tapi ternyata, tiap2 diantara kita itu memang sangat amat membutuhkan orang yang menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar. Bisa jadi amalan yang kamu lakukan lebih baik dari yg kulakukan, walaupun amalan itu hanya setitik bagimu, bagiku bisa menjadi seperti gunung..

Lagipula.. manusia itu kan pelupa, jadi butuh orang yang mengingatkan.. hehe.. ya ngga?? (iya aja ya..)

Menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar adalah sesuatu yang sudah diperintahkan Allah untuk kita. Bahkan (kalau ga salah inget) ternyata kita ini sebagai umatnya Rasulullah SAW adalah umat yang diberikan kelebihan oleh Allah dari umat-umat sebelumnya, dimana kita telah diciptakan oleh Allah SWT untuk saling menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar kepada sesama

Bangga kan? eh tapi tunggu dulu, jangan sampai kebanggaan ini membuat kita jadi sombong. Karena kesombongan itu hanya boleh dimiliki Allah SWT

Saat menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar pada orang lain, yakinkan pada diri sendiri kalau kita berbuat itu untuk memperbaiki diri sendiri bukan untuk merubah orang lain. Kita mengajak orang lain berbuat baik dan mencegahnya berbuat jahat semata2 hanya karena perintah Allah. Ajak saudara kita untuk ikut shalat berjamaah tapi ternyata ditolak.. ya sudah jangan dipaksa.. toh kita sudah mengajaknya, perihal dia mau atau tidak serahkanlah pada Allah (tapi abis itu kita berdoa sama Allah, minta maaf sama Allah.. karna mungkin penolakan itu terjadi karna kita sendiri masih ga bener cara ngajaknya.. dan berdoa semoga Allah memberikan hidayah pada saudara kita)


Karena itulah teman.. yuk, bareng2 mulai sekarang sibukkan diri menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar kepada sesama. Walaupun ajakan kebaikan itu cuma sebatas ' senyum itu sedekah' dan mencegah keburukannya sekedar ' jangan merokok, nti sakit loh ', insya Allah.. Allah akan menyenangi amalan kita itu.. insya Allah, amiin ya Allah..


Semoga postingan kali ini bermanfaat baik untukku sendiri atau siapapun yang membacanya, amiin ya Allah..

Mohon maaf dan maklum ya teman2, karna banyak kesalahan dan kekurangan dimana2.. (waaaow.. baru sadar.. postingannya puanjang yaaaaaaa TT____TT)




Jadi..

Apa ada yang mau disampaikan?
Baca Selengkapnya "ajak kita pinter dong!"

Label: , , ,



ada yang tak bisa tidur semalam?

sama donk!


Dua hari yang lalu dan kemarin adalah hari yang 'berat' buat Na. Kenapa? heung.. biasa, si setan penggoda itu mulai berhasil memancing emosi Na dan Na dibuat 'gelap' olehnya dengan menggunakan alasan 'kedatangan tamu' adalah penyebabnya.. (hiks, Ya Allah.. Maafin Na ya... )

Hari ini, alhamdulillah.. setelah semalam menangis meraung2 minta maaf sama Allah.. Na kuatkan diri untuk berkisah.. (yg sejujurnya pula, kisah ini Na tulis sebagai permohonan maaf..)

Ada apa kah gerangan dengan diri si itik yang masih bodoh dan ingusan ini??


* Selasa, 3 Februari 2009 *

Yah, benar dugaanku.. aku lagi tak diizinkan shalat sama Allah.. pantas saja kok daritadi Na merasa emosi nya mulai amburadul ga karuan lagi. Perihal sepele seputar 'perasaan' mulai lagi menggoyahkan hati ini.. aah.. astaghfirullahal'adziim.. sudah Na.. biarkan saja.. biaaar.. masa begitu saja sudah marah..

Hey, marah???? yg benar saja??? apa iya?? masa' sih???

- dan malam pun berlalu dengan pertanyaan menggantung dalam batin si itik. Dengan badan yang terasa makin melemah, si itik hanya bisa tergeletak 'tewas' di kamar tidurnya -


* Rabu, 4 Februari 2009 *

Sepertinya aku butuh Mamah disampingku

Yap, hari ini aku merasa tak kuasa jika harus mengasuh Naura sendirian. Dengan badan yang mulai lemah dan lesu, aku khawatir nantinya terjadi apa2 dengan Naura. Alhasil, kuminta Uni-ku untuk menyampaikan pesanku pada Mamah agar beliau bisa datang menemaniku (dengan catatan, datang kalau hanya ada yg mengantar.. tapi kl naik angkot lebih baik jangan..)

Hari makin siang dan Mamah pun belum datang. Sempat ingin berkaca2 pula, rasanya makin madesu.. sudah hati ini lumayan terkoyak karena masalah 'perasaan', apa jadinya jika nanti Mamah benar2 tak bisa datang? hancurlah hati ini..

Tapi, Alhamdulillah...ternyata Allah mendengar pinta si itik yang merasa sedang disakiti..

Mamah datang tepat pukul 12.oo siang saat adzan dzuhur berkumandang. Dan tepat pula dugaanku, beliau nekat naik angkot karena di rumah tak ada orang yg bisa mengantarnya. Aku tak mampu 'mengomeli' beliau karena kenekatannya itu.. hanya mampu berkata, " Mah, lain kali jangan naik angkot lagi ya.. jauh Mah... " dan Mamah pun hanya menyahut, " iya.. iya.."

Serasa minum obat mujarab, begitu melihat wajah Mamah.. si itik pun dengan izin Allah langsung pulih (walau di siang harinya 'tewas' seketika). Tak henti-hentinya beliau menyuruh si itik agar makan banyak, minum vitamin, dan teman2nya..
Ntahlah, si itik termasuk orang yang kalau belum jatoh, belom kapok... (ahaha.. menyeramkan ya...) dan sebenarnya, semakin sering nasehat itu didengar.. si itik makin kegirangan.. " setidaknya, ada satu orang yang memperhatikan kondisiku.. "

Hari pun mulai malam dan Mamah harus kembali pulang. Kupikir, keadaan mulai membaik sekarang.. tapi ternyata tidak.. lagi-lagi Allah memperlihatkanku ujian yang tak kusangka-sangka..

Lagi-lagi 'perasaan' ini di bolak-balikkan oleh-Nya. Rasanya detik itu setan sedang membisikkan perkataan-perkataan yang semakin membuatku tak kuasa menahan diri pada telingaku

" Diam kau.. diam kau.. diaaaam.. !!!! "

Karena merasa tak kuasa menahan emosi, akhirnya kuputuskan untuk segera tidur. Saat ingin tidur, sudah menjadi kebiasaanku untuk bersiwak dan berwudhu dahulu. Ketika masuk ke dalam kamar, kulihat tasbih biruku disamping komputer..

" Daripada aku menangis meraung-raung karena sesuatu yg sebenarnya tak perlu kutangisi.. lebih baik aku menangis meminta maaf sama Allah... "

Mulailah kubaringkan badan ini sambil memegang tasbih itu. Belum juga mulai, air mata ini sudah meleleh..

Aku malu sekali sama Allah. Benar2 aku telah mempermalukan diri sendiri dihadapan-Nya..
Betapa lemahnya diri ini, hanya karena persoalan yang...


Ya Allah.. Na minta maaf... Ya Allah.. sungguh.. Ina minta maaf...
Ina munafik sekali.. selalu mengumbar pada orang banyak mengenai cinta pada Allah dan Rasul-Nya namun kenyataannya, aku tak seperti itu..

Ya Allah.. Na minta maaf... Ya Allah.. Na ga tau lagi, kepada siapa Na harus minta maaf.. Karena hanya Engkau-lah yang mampu memaafkan kesalahan-kesalahan ini..

Ya Allah.. Na mohon.. maafin Na.. Maaf Ya Allah.. Na belum bisa memasukkan Engkau ke dalam hati ini.. Na terlalu bodoh untuk melakukan hal sebesar itu..


Malam itu pun rasanya muka ini sangat panas.. panas karena malu dan karena takut..

Aku tak bisa membayangkan, bagaimanakah perasaannya seseorang.. jika yang sedari awal ia telah memberikan segalanya untuk orang yang dikasihinya.. yang dicintainya.. tapi pada akhirnya, orang tersebut tak satupun terbesit dalam hatinya untuk kembali mencintainya.. jangankan untuk mencintainya kembali, ucapan 'terima kasih' pun tak pernah terpikirkan..

Itulah yang apa yang kupikirkan semalam (dan membuatku tak bisa tidur)

Aku membayangkan bagaimana perasaan Allah dan Rasul-Nya melihat kehinaan, kenistaan, kemunafikkan dan kejahatan2 lainnya yang sering kita lakukan (termasuk aku sendiri) baik itu yang disadari atau tidak

Allah SWT, yang telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya, yang memuliakan derajat manusia dari makhluk2 lain yang telah diciptakan-Nya, yang telah bertanggung jawab atas kehidupan manusia, dan ...

sekarang.. aku yang bodoh ini malah terus2an membuat kesalahan.. dan bertanya2... " setidaknya, sekali saja Na.. bahagiakanlah Allah.. senangkan lah hati Allah... tak mampu kah kau?"

Mengingat tiap detik napas ini senantiasa melakukan kesalahan, akhirnya aku hanya bisa meminta maaf pada Allah sambil menangis seperti seorang anak yang takut diomeli oleh Ibunya karena sudah melakukan kesalahan


Lalu, mencoba mengingat kebaikannya Rasulullah SAW pada umatnya...

Bayangkan.. Rasulullah SAW tlah meminta pada Allah agar perintah shalat tak jadi 50 kali dalam sehari demi umatnya, dan beliau harus bolak balik memohon pada Allah agar angka 50 itu turun menjadi lima, karena ke-khawatiran beliau pada umatnya. Segitu sayangnya Rasulullah SAW dengan umatnya, hingga saat menjelang wafatnya beliau.. Rasulullah SAW berkata... " Umatku.. umatku.. umatku... "


Sungguh, betapa hina nya diri ini.. mengatakan ingin belajar hidup seperti Rasulullah SAW.. padahal di hatiku belum tertata dengan baik, agar Rasulullah SAW bisa ikut 'duduk' dalam hati ini..

Dan itik pun makin terlarut dalam kesedihan dan tangisannya.. sampai terlelap tidur.. dan bangun2.. mata itu sudah membengkak kaya ditonjok mike tyson!!!!! aaaaaaaah.. bagaimana menyembunyikannya iniii????!!!!


* Kamis, 5 februari 2009*

'perasaan' itu berlarut hilang dengan timbul pertanyaan.. " ini.. itik yg tahan banting atau itik yang ga tau diri ya? "

aku mencoba mengalihkan 'perasaan' itu dengan bermain2 bersama Naura..

Hari ini kami berdua puas bercanda tawa bersama sampai nangis bersama.. bahkan.. kami berdua melakukan ta'lim loh!!

Siang hari tadi, saat sebelum ia tertidur.. seperti biasa kudendangkan kalimat thayyibah sebagai lagu pengantar tidur. Ntah apa yang terjadi.. kami berdua malah main tangis2an.. naura menangis karna memang mau tidur dan saya menangis karna memikirkan, apa nanti saat saya mati.. saya bisa gampang melafadzkan kedua kalimat yang amat dahsyat ini seperti saya mendendangkannya?

Dan saat ia bangun, aku mulai kembali mengajarinya kalimat thayyibah itu. Seperti biasa, ia mulai tersenyum2 saat aku sudah berkomat kamit. Ketika mengucapkan kalimat thayyibah secara berulang-ulang, teringat dengan kata2 (apa hadits ya?), ' kalau sering mengucapkan kata2 Laa ilaaaha illallaahu, maka malaikat akan datang '. Berharap ada malaikat yang datang menemani kami berdua.. dan tiba2 saja Naura melihat ke arah tak menentu.. kadang atas.. kadang ke kiri atau kanan sambil tersenyum.. ntahlah apa yang ia lihat tadi.. semoga memang malaikat Allah yang sedang turun menemani kami.. amiin ya Allah..

Lalu, setelah puas kami main senyam senyum.. kuajak Naura untuk ta'lim bareng denganku. Kubiarkan ia yg membuka dan memilih, halaman berapa yg akan dibacakan. Dan.. dengan kehendak Allah.. KUN FAYA KUN!! terbukalah bab fadhilah dzikir... dimana dalam hadits itu membahas juga masalah kalimat, ' Laa ilaaaha illallaahu'

(Subhanallah... rada merinding juga jadinya.. kok kebetulan yang dahsyat ya...)


Yah, itulah yang sedang terjadi pada itik yang penuh keegoisan dan kebodohan diri..

Aku bersyukur sekali, justru dengan datangnya masalah 'perasaan' itu, aku jadi bisa mengingat Allah. Malah sampai berpikir, jangan sampai aku terlarut dalam kesedihan yang bukan karena Allah. Sungguh amat disayangkan kl terjadi hal seperti itu... karena sepatutnya, semua hal yg terjadi ini dikembalikan kepada Allah..

Jadi ingat, kalau terkena musibah, ucapkanlah.. " Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun ", maka Allah akan mendirikan satu istana dalam surga untuk kita.. (ada yg menolak?)



Masya Allah.. ternyata aku benar2 masih bodoh dan lalai ya..

Ya Allah, kumohon akan perlindungan dari perbuatan jahilku sendiri..


" Tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim "




Jadi, pada siapa saja yang telah kubuat hatinya terluka...

maukah kau memaafkanku?

Baca Selengkapnya "maafkan aku.."

Label: , , , , ,

Tidakkah kau mencintai ku?
Hanya ini yang ingin kutanyakan jika saat itu aku bisa bersuara

Tak pernah kuduga bahwa aku adalah orang pilihan yang tlah dipilih oleh Allah
hingga akhirnya Dia menciptakanku, membentukku, dan menghidupkanku dalam kegelapan yang memiliki tiga lapisan tebal agar membuatku hangat di dalamnya

Kukira aku adalah buah hasil cintamu

Ternyata aku adalah buah hasil ketidakinginanmu

Betapa sedihnya aku saat mengetahui keberadaanku malah membawa malapetaka untukmu Kau dibuat resah, kau dibuat takut, kau dibuat tidak nyaman, kau dibuat kesakitan sampai kau dibuat menangis sejadi-jadinya hanya karena keberadaanku
Aku yang mendambakan dekapan hangatmu, manisnya air susumu, riangnya suaramu memanggil namaku.. hanya mampu bertanya-tanya..

Tidakkah kau mencintaiku?



-------------------------------------------------


Belakangan ini, berita di televisi mulai disibukkan dengan kabar tindak kriminal yang setiap mendengar atau melihat atau membaca kasus itu, sekejap dahi ini langsung mengernyit dan tangan Na spontan memegang perut

Tak lain yang Na maksud adalah berita aborsi...

Begitu mudahnya aborsi dilakukan hingga tindakan saat aborsi pun diabadikan dalam video..

Ya Allah, ampunilah kami yang penuh kelalaian ini....

Semenjak Na merasa diri Na sudah seharusnya khawatir dengan sesama perempuan, melihat keburukan-keburukan yang terjadi disebabkan atau diakibatkan dari seorang perempuan.. rasanya hati ini benar2 sakit dan tak jarang aku dibuat menangis karenanya


Aku adalah kamu dan kamu adalah aku,
karena kita sama2 makhluk ciptaan Allah yang bernama perempuan
Apa yang kau buka, bagianku pun ikut terbuka Apa yang kau lakukan, tubuhku pun ikut merasakan Walau kita berbeda badan, tapi kita memiliki jiwa yang satu


Mendengar kabar aborsi makin marak apalagi di kalangan gadis remaja yang belum nikah, hati ini makin tak menentu. Semakin mengingat peringatan dari Allah SWT, bahwasanya neraka penuh dengan wanita

Ya Allah Yang Maha Melindungi, lindungilah kami dari siksa api neraka-Mu...


Jika seandainya aku adalah yg ingin melakukan aborsi itu (na'udzubillah) apa yg aku pikirkan?

Ternyata memang jika sudah dapat bisikan syetan, aborsi adalah jalan yang pertama dan menjadi pilihan untuk dilakukan

Tak mungkin dengan keadaan aku yang masih belia dan sekolah ini menimang seorang bayi..
Bagaimana mau memberinya makan? aku sendiri masih membutuhkan gizi untuk bertumbuh dan berkembang. Belum lagi makanan bayi pun sangatlah mahal, aku dapat uang dari mana? laki2 yang bertanggung jawab pun hidupnya juga masih bergantung dengan orang tuanya..

Dan masih banyak alasan lagi yang diusulkan oleh syetan agar aborsi tetap terlaksana dan benarlah... setelah aborsi dilakukan, tak sedikit perempuan yang gagal menjadi Ibu tersebut merasa menyesal di kemudian harinya (tapi kebanyakan menyesalnya karena rasa sakit yang tak hilang akibat aborsi.. TT____TT)


Mamahku pernah mengatakan, bahwa sebenarnya saat janin tersebut ingin dikeluarkan secara paksa, ia mencoba 'berlari' kesana kemari dalam rahim sang Ibu. (Beliau pernah melihat video saat janin seorang Ibu terpaksa dikeluarkan karena jika tetap dilahirkan, akan membahayakan nyawa salah satu antara Ibu atau anak)

" Janinnya gerak2 Na, dia berusaha menjauhi tangan yang mau mengeluarkan dia , sedih melihatnya.."


Masya Allah..

Sebenarnya Na ga mau menuliskan postingan tentang aborsi, karena rasanya sakit banget. Tapi makin banyaknya kasus aborsi juga disebabkan kelalaian Na sebagai perempuan, khususnya sebagai seorang muslimah untuk menyampaikan betapa pentingnya kita menjaga diri

Disebutkan dalam salah satu ayat dalam Al-Qur'an, bahwasanya Allah menjadikan indah pandangan manusia dalam cinta terhadap apa yang diinginkannya, termasuk diantaranya adalah wanita ( coba intip QS. Ali-Imran: 14)

Sudah tau kalau kita ini dibuat indah, maka janganlah mempertontonkan keindahan ini kepada yang bukan mahram kita..

Teringat pula dengan salah satu hadits yang mengatakan bahwasanya jika ada seorang perempuan keluar dari rumahnya, maka syetan langsung mengerubunginya. Dibuatnya mata yang bukan mahram memandang kita dengan nikmatnya..

Astaghfirullah.. Ya Allah.. sungguh.. maafkanlah kami..


Wahai engkau yang satu jiwa denganku
Tutuplah auratmu mulai sekarang, mulai hari ini, mulai jam ini, mulai detik ini, mulai dari ketika engkau menarik dan menghembuskan napasmu di waktu ini
Wahai engkau yang diciptakan dengan segala keindahan
Jagalah dirimu dengan sebaik-baiknya
Senantiasalah memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT
karena hanya Dia-lah sebaik-baik pelindung bagi kita

Wahai engkau yang kucinta
Sayangilah dirimu...
Tunjukkanlah bahwa kita bukanlah penghuni neraka

Buktikanlah bahwa surga ada dibawah telapak kaki kita



Mungkin, aku pun ingin mengajak teman2 sesama perempuan untuk berbagi risau dan pikir tentang keadaan perempuan saat ini. Seperti yg Na tuliskan sebelumnya, aku adalah kamu dan kamu adalah aku, kita berbeda badan tetapi punya jiwa yang satu. Kita sama2 memperbaiki citra wanita yang sesungguhnya Allah sudah memuliakan makhluk ini semenjak diciptakan-Nya pertama kali


Perempuan yang menutup aurat secara sempurna bukanlah perempuan yang tidak mengenal mode, melainkan satu-satunya mode yang dicintai Allah dan Rasul-Nya adalah pakaian yang menutup aurat

Perempuan yang ada di rumah bukanlah perempuan yang dikekang dari dunia luar, melainkan karena ingin lebih menjaga diri

Perempuan yang tidak bekerja dan hanya menjadi Ibu Rumah Tangga bukanlah perempuan yang patut dikasihani, melainkan patut dicontoh dan dibanggakan karena ia sudah melakukan pekerjaan yang terbaik di muka bumi Allah, yaitu mengurus anak dan suaminya


Ini semua kulakukan demi cintaku padamu hanya karena Allah semata..

Semoga kelak, kita dipertemukan Allah dalam surga-Nya.. amiin ya Allah..
Baca Selengkapnya "this is for you"