Label: , , , ,

Kalau mau pinter.. jangan sendirian atuh..
ajak-ajak kita..


Sewaktu masih kuliah dulu, saat zamannya tugas kuliah berkelompok, pernah terjadi suatu perbincangan yang kukira itu hanya selentingan biasa.. tapi saat ini kusadari bahwa selentingan itu bukanlah selentingan biasa, namun benar2 luar biasa

Aku dulu termasuk tipe mahasiswi yang 'suka' sekali dengan kerja kelompok. Saking 'suka' nya sampai membuat beberapa teman beranggapan, " wah, kalo ada si Ichan di klompok kita sih.. kerjaan berees!! "

Waow.. apa itu berarti baik atau tidak ya? selidik punya selidik, setelah aku sibuk bertanya kemari pada teman2 " apa iya aku segitu hebohnya kalau lagi kerja kelompok? " dan ternyata tak sedikit yg menjawab.. " iya Chan, kamu kalo lagi kerja kelompok semangatnya paling membara sendiri, serasa ga papa kalo yg lain ga kerja.. "

Hee??? iya kaah???? kok aku sendiri tak menyadarinya ya TT___TT

Sampai pada akhirnya, aku teringat dengan ucapan salah seorang temanku yang dengan nada sedikit berguyon,


" Chan.. kalo pinter jangan sendiri atuh.."


-------------------------------------------------------------------


Kejadian beberapa tahun silam yang lalu terungkit kembali saat siang tadi aku membaca buku mengenai keutamaan beramal, yaitu keutamaan untuk menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar

Disebutkan bahwa 'Aisyah r.ha bertanya pada Rasulullah SAW (yg kurang lebih berbunyi seperti ini)

" Ya Rasulullah, jika terdapat orang2 yang senantiasa berbuat kemaksiatan dan hidup bersama2 dengan orang2 yg saleh, apakah Allah akan mengadzab salah satunya atau keduanya?" Dan Rasulullah SAW menjawab, " Allah akan mengadzab mereka karena masih terdapat kezhaliman "

Sesudah membaca hadits di atas membuatku bertanya-tanya. Bukankah kalau dosa itu ditanggung sendiri-sendiri ya? lantas kenapa si orang shaleh itu tetap kena adzab? kan yang dosa bukan dia...

Lalu teringat dengan hadits yang kurang lebih berbunyi,
" Ketika menemukan suatu kemungkaran, jika mampu maka ubahlah dengan tangan, jika tak mampu dengan tangan maka ubahlah dengan lisan, dan jika tak mampu dengan keduanya maka ubahlah dengan hati, itulah selemah-lemahnya iman "
(yg pasti ini salah, mohon maaf ya dan jika ada yg tau benarnya, tolong benarkan aku teman2..)

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa sekarang ini, cobalah merenungi akan kemungkaran yang sering terjadi dihadapan kita. Apakah iya kita sudah mampu mengubahnya dengan tangan? dengan lisan? jangankan keduanya, bahkan hati pun sama sekali tak tergerak. Saat ini kita melihat kemungkaran terjadi di depan mata kita sebagai suatu hal yang lumrah, sampai hati ini tak merasa bersalah dan berdosa membiarkan kemungkaran itu tetap terjadi. Padahal mengubah dengan hati adalah selemah-lemahnya iman...

Maka benarlah apa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW, bahwa jika terdapat orang2 yang berbuat maksiat hidup bersama dengan orang2 yg shaleh maka Allah SWT akan tetap mengadzab semuanya, dikarenakan orang2 yg shaleh itu tak mau mencegah terjadinya kemaksiatan sedangkan sebenarnya mereka mampu melakukannya..


Ya Allah, maafkanlah atas segala kelalaian kami.. kami mohon perlindungan-Mu..


Ternyata, apa yang diutarakan oleh temanku itu tak sekedar selentingan atau guyonan, melainkan peringatan dari Allah SWT melalui temanku untukku..

Yap.. kalau kita itu pinter, ternyata ga boleh nyimpen kepinteran itu untuk diri sendiri melainkan kudu dibagi2 juga buat orang lain. Pinter disini adalah hanya sebagai perumpamaan, sedangkan maksudku tak lain adalah dalam hal agama. Ternyata Allah SWT akan tetap memberikan adzab-Nya pada orang2 yg shaleh dikarenakan mereka tak mau menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar kepada orang2 yg belum shaleh (duh.. maaf.. aku tak pandai berkata2, semoga teman2 memahami maksudku..)

Kita tau bahwa berantem itu tidak baik, jika kita melihat ada orang yg lagi berantem dan kita mampu mendamaikan mereka, maka damaikanlah. Kita tau bahwa shalat itu sebaiknya dilakukan tepat waktu (tak hanya lima waktu), jika kita melihat ada orang yg belum shalat tepat waktu, maka ajaklah ia. Kita tau bahwa seharusnya wanita berpakaian menutup aurat, jika kita melihat ada yang belum menutup auratnya dan belum ingin menutup auratnya, maka sedihlah hati kita karena Allah belum memberikan hidayah-Nya dan berdoa semoga Allah memberikannya hidayah..


Lalu aku berpikir, ternyata kalau kita rusak satu.. rusak semuanya dong ya. Situ yang berbuat kejahatan, tapi sini juga ikut kena imbasnya. Bisa jadi orang yg membuat kejahatan tidak tau menahu bahwa apa yg dia lakukan adalah suatu kesalahan dan saat mengetahui ada orang lain yang tau bahwa apa yg ia lakukan adalah salah.. pasti ia akan berkata, " Kenapa ga ngasih tau?? kok malah dibiarin??? "

(iya ga? apa itu hanya pikiranku aja??)

Karena kalau aku yg ada di posisi si pembuat kesalahan tentunya akan bertanya2 dan agak marah (ah, maaf..saya orangnya rada emosian sih..) pada orang yang tau kalau saya ini salah dan tak mau mengatakannya pada saya hingga pada akhirnya aku tetap melakukan kesalahan itu.. (walah... mulai acakadut.. dari aku ke saya dan balik ke aku lagi...TT__TT)

Salah seorang sahabatku pernah berkata, " jangan sampai kau tak memberitahuku perihal bagaimana cara mendekatkan diri pada Allah dan Rasul-Nya "

Waktu dibilang gitu, ciutlah hati ini. Apanya yg mau diberitahu, padahal aku sendiri masih ga beres dengan caraku sendiri.. masa mau berbagi ke orang lain?

Tapi ternyata, tiap2 diantara kita itu memang sangat amat membutuhkan orang yang menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar. Bisa jadi amalan yang kamu lakukan lebih baik dari yg kulakukan, walaupun amalan itu hanya setitik bagimu, bagiku bisa menjadi seperti gunung..

Lagipula.. manusia itu kan pelupa, jadi butuh orang yang mengingatkan.. hehe.. ya ngga?? (iya aja ya..)

Menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar adalah sesuatu yang sudah diperintahkan Allah untuk kita. Bahkan (kalau ga salah inget) ternyata kita ini sebagai umatnya Rasulullah SAW adalah umat yang diberikan kelebihan oleh Allah dari umat-umat sebelumnya, dimana kita telah diciptakan oleh Allah SWT untuk saling menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar kepada sesama

Bangga kan? eh tapi tunggu dulu, jangan sampai kebanggaan ini membuat kita jadi sombong. Karena kesombongan itu hanya boleh dimiliki Allah SWT

Saat menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar pada orang lain, yakinkan pada diri sendiri kalau kita berbuat itu untuk memperbaiki diri sendiri bukan untuk merubah orang lain. Kita mengajak orang lain berbuat baik dan mencegahnya berbuat jahat semata2 hanya karena perintah Allah. Ajak saudara kita untuk ikut shalat berjamaah tapi ternyata ditolak.. ya sudah jangan dipaksa.. toh kita sudah mengajaknya, perihal dia mau atau tidak serahkanlah pada Allah (tapi abis itu kita berdoa sama Allah, minta maaf sama Allah.. karna mungkin penolakan itu terjadi karna kita sendiri masih ga bener cara ngajaknya.. dan berdoa semoga Allah memberikan hidayah pada saudara kita)


Karena itulah teman.. yuk, bareng2 mulai sekarang sibukkan diri menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar kepada sesama. Walaupun ajakan kebaikan itu cuma sebatas ' senyum itu sedekah' dan mencegah keburukannya sekedar ' jangan merokok, nti sakit loh ', insya Allah.. Allah akan menyenangi amalan kita itu.. insya Allah, amiin ya Allah..


Semoga postingan kali ini bermanfaat baik untukku sendiri atau siapapun yang membacanya, amiin ya Allah..

Mohon maaf dan maklum ya teman2, karna banyak kesalahan dan kekurangan dimana2.. (waaaow.. baru sadar.. postingannya puanjang yaaaaaaa TT____TT)




Jadi..

Apa ada yang mau disampaikan?

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)