Label: , , , , , ,

ini semua tentang wanita loh..
jadi bagi yang merasa bukan wanita..
ga dilarang kok untuk membacanya~



Kemarin malam, aku mendiskusikan sesuatu hal dengan salah satu sahabatku. Awal mulanya hanya karena postingan dari blog seseorang yang lumayan sering kuintip2 (tunggu, ko seakan2 saya ini pengagumnya dia???b..bukan kok!!!bener!!!!!)

Dalam postingan itu ia menuliskan kata2 seperti ini..

" Wanita memiliki kekuatan untuk menyebarkan sesuatu, kalau kemampuannya itu digunakan untuk menyebarkan kebatilan maka kebatilan akan cepat tersebar...."

Heung... ntah kenapa saat setelah membaca tulisan ini, kebatilan yang tertulis disitu langsung ku artikan seperti 'gosip'

" Bener banget.. perempuan tuh kl dah nyebarin gosip... wussss... angin yg berhembus kenceng juga kalah ngebutnya deh.. "


Berhubung sahabatku itu adalah perempuan juga, akhirnya kami pun saling bertukar pikiran dan pendapat mengenai tulisan di atas ini.. dan ternyata pikiran kami sama. Kami berdua sama2 setuju bahwa wanita memang punya kekuatan 'lebih' dibandingkan pria dalam hal menyebarkan sesuatu..

Ada yang bingung??? heung... begini maksudku..

Postingan yang lagi kubahas itu sedang menjelaskan peran penting wanita dalam dakwah. Ia mengemukakan bahwa wanita itu punya kekuatan dalam menyebarkan sesuatu. Kalau seandainya yang disebarkan adalah kebatilan maka kebatilan itu akan dengan mudahnya tersebar. Kuambil contoh kebatilan yang dimaksud adalah seperti gosip (karna gosip itu adalah sesuatu yang batil.. ya kan???). Jangankan tanya orang lain, aku sendiri memang mengakui kalau perempuan itu sangat amat menyenangi hal yang namanya bergosip. Baik itu fakta atau dusta, baik itu kami tau bahwa itu adalah sama seperti memakan daging saudara kami sendiri, tapi tiada hari tanpa kami lalui dengan bergosip. Ketika mulut ini baru berbicara A, tiba2 saja teman kami yang berada jauh dari jangkauan kami sudah mengetahui kalau kami berbicara A..

Terlihat hiperbolis.. tapi aku mengakuinya.. ya, itulah yang sering terjadi pada kami...


Ya Allah.. sungguh.. kami mohon maaf... lindungilah kami dari kejahilan ini..


Lalu tulisan itu pun berlanjut..

" ... begitupun kalau kemampuannya itu digunakan untuk perkara agama maka agama pun akan mudah tersebar "

Dari yang habis manyun dan sedih, tiba2 saja mulut ini jadi tersenyum sumringah dan rada cengengesan ga jelas membaca lanjutan tulisan itu

Walaupun aku belum ikutan terjun dalam kerja dakwah, tapi niatan untuk ikut kesana sudah ada... Walaupun aku ini masih bocah perempuan dan bukan wanita... tapi tetap masuk dalam kategori wanita kan? (aah.. apaan sih.. ngaco ah! lanjut!!)

Pada intinya, aku senang sekali mendengar bahwa kita ini sebenarnya juga sangat berperan dalam perkara agama. Bahkan segitu pentingnya sampai2 dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah menceritakan bagaimana akibat dari para istri Nabi yang tidak mendukung kerja dakwah suaminya (Nabi Nuh a.s yang telah berdakwah selama 950 tahun namun pengikutnya hanya sekitar 83 orang dikarenakan istri Nabi Nuh a.s tak mendukung kerja dakwah suaminya), begitu juga dengan kisahnya Nabi Luth a.s yang dakwahnya tidak didukung oleh istrinya..


Subhanallah.. ga nyangka kan, ternyata kita punya kekuatan seperti itu?


Kalau seandainya kita ngegosip kecepatannya melebihi angin berhembus kencang, secepat itu pula-lah langkah kita untuk mendekat ke neraka (na'udzubillah...). Tapi kalau gosip itu diubah menjadi ajakan kebaikan dan menjauhi kemunkaran (amar ma'ruf nahi munkar), maka dengan izin Allah.. alam semesta ini pun juga akan 'mendengarnya' dan mungkin.. surga pun akan menghampiri kita.. (amiiin ya Allah.. amiiin...)


Subhanallah... apa iya ada yg ga mau begitu?


Yang tadi itu tentang kekuatannya wanita lewat kemampuannya menyebarkan sesuatu. Sekarang kekuatannya wanita lewat perasaannya nih...


Sejauh yang aku ketahui, perempuan itu mempunyai perasaan yang jauh lebih halus dibandingkan dengan laki2 (eh, iya kan??). Cuma masalah sepele aja bisa dijadiin masalah yang luar biasa dan hebatnya sampai membuat orang lain ikut kena imbasnya (yg ini aku sekaliii TT___TT). Nah, kan lebih mendingan masalah sepele ini kita ganti jadi masalah yang tidak sepele..

seperti..

Yang tadinya pusing mikirin.. duh, hari ini pake baju apa ya ke kampus.. dah ga ngikutin mode lagi nih! diubah menjadi.. Ya Allah, hari ini temanku2 yg belum berhijab sudah memakai hijabnya belum ya...?

Yang tadinya sibuk mikirin.. duh, ga ada duit buat jajan somay nih! diubah menjadi.. Ya Allah, apa dulu Rasulullah pernah memakan makanan yang nikmat senikmat aku memakan somay..?

Yang tadinya ribut mikirin.. duh, disuruh2 mulu sama Ibu..capek nih! diubah menjadi.. Ya Allah, apa yg dirasakan oleh saudari2ku yang sudah tak bisa lagi membantu Ibunya karena Ibunya tlah tiada..?


Gitu deh.. masih banyak contoh lain agar pikiran sepele itu dikesampingkan dan disulap menjadi pikiran yang lebih baik lagi (insya Allah). Mungkin ini kali ya yg dinamakan risau dan pikir. Kan katanya kita juga harus mengikuti risau dan pikirnya Rasulullah SAW (walaupun aku yakin.. bahwa pastinya risau-pikirnya Rasulullah SAW tak pernah ada somaynya TT___TT), tapi setidaknya dengan punya risau dan pikir yang kaya gitu, seakan2 membuat kita hidup itu ga egois.. ga cuma mikirin diri sendiri tapi orang lain pun ikut dipikirkan

Capek?

Pastinya lah.. mikirin diri sendiri yang belum bener aja dah capek apalagi mikirin orang lain! Tapi.. hey, apa kita pernah menyadari, bahwa jauh sebelum Rasulullah SAW bertemu dengan kita, beliau sudah amat rindu akan bertemu dengan kita loh! Dan bayangin aja, seluruh hidupnya selalu digunakan untuk kepentingan umatnya. Apa kita tega ga membalas perasaannya Rasulullah SAW?


Untuk punya kekuatan menyebarluaskan dakwah dan punya perasaan risau-pikir perkara agama memang ga gampang. Tapi kalau kita mau berniat dengan sungguh2 dan hanya mencari keridhaan Allah, insya Allah.. pasti akan Allah mudahkan. Lagipula kan Allah sudah berjanji sama kita, siapapun itu yang menolong agama Allah.. pasti Allah akan membantu dia (intip deh QS. Muhammad: 7)


Yuk ah temen2.. kita bareng2 gali potensi kekuatan ini untuk menolong agama Allah. Walaupun kerjaan kita cuma bisa nangis doang, semoga tangisan itu tak menjadi air mata yang sia-sia jika yang kita tangiskan karena Allah, insya Allah.. amiin ya Allah



Wah, padahal ini cuma membahas satu kalimat doang loh...
tapi kok bisa jadi se 'gambreng' begini ya...
bener2 deh....


Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (3)

bertamu aja na...

skarang na lagi membuktikan salah satu kekuatan wanita itu, dari yang satu kalimat, jadi satu post~! huehehe...

@ mba' lala: silakaan.. trimakasih sudah mau berkunjung ^^

@ mari: haa.. ri.. kau buat daku malu.. ini sih karna saya banyak omong aja.. eh.. banyak tulis T___T

padahal kalimat intinya hanya sebaris..