Label: , , , ,

" Hana ga mau shalat ah.. capek.. "



Mulai dari kemarin, Hana, sudah minta ikut shalat Ashar bareng bersamaku. Tapi cuma Ashar doang sih, sisanya... ' ga mau ah.. ' dan kalau ditanya alasannya, dengan mudahnya dia menjawab, ' kalo anak kecil kan masih boleh ga sholat'

Hari ini, ketika Ashar tiba secara tidak sengaja aku lupa untuk shalat berjamaah bareng Hana. Selesai shalat, Hana dengan manyunnya bilang.. " kenapa Hana ditinggalin sih.. udah dibilang kalo mau sholat bareng Hanaa.. " dan dia pun berlalu sambil tolak pinggang~

Akhirnya untuk menebus kesalahan, Maghrib tadi kuajak ia untuk shalat berjamaah lagi. Selesai shalat Hana berkata,

" Tante Na.. Hana ga mau shalat lagi ah.. " sambil melipat kain mukena miliknya

" Loh, kenapa? "

" Hana kan capek kalo disuruh berdiri-duduk-berdiri-duduk.. "

" Kan emang harus begitu kalo shalat "

" Pokoknya Hana ga mau sholat lagi ah.. "

" Loh, nanti kalau Hana dah gede harus sholat loh.. kalo ngga nanti ga bisa masuk surga .. "

" Emang surga apa? "

" Surga itu hadiah dari Allah buat anak2 yang rajin sholat.. "

" Emang surga dimana? "

" Ketemunya nanti kalo sudah boleh diizinin Allah.. nanti Hana di surga dikasih banyak hadiah yg Hana mau.. emang Hana ga mau hadiah ? "

" Mau .. tapi Hana ga mau sholat.. mau hadiahnya aja... "


Spontan aku hanya senyam senyum sendiri dengar jawaban keponakanku itu. Belum sempat kujawab ocehan dia, Hana sudah berlari keluar dari kamarku selesai merapikan mukena nya sendiri


Selang beberapa hari kemudian, aku sempat berbincang2 dengan salah satu keluargaku dan ujung dari hasil pembicaraan kami adalah satu, bahwa untuk melaksanakan ibadah adalah hal yang berat


Benar kah itu?


Lalu aku mencoba mengingat-ingat aku yang dulu..


Ya, melaksanakan ibadah itu berat.. contohnya seperti sholat.
Dulu sampe dipanggil dan disahut2in sama orangtua, " Sudah sholat beluuuuuuum???!! " dan jawabannya selalu satu, yaitu tembakan... " TAAAAAAAAAARR..!! " (maksudnya 'entar' atau nanti.. ). Saking asiknya main 'tar-ter-tor' akhirnya sholatpun dilupakan...


Ya, melaksanakan ibadah itu berat.. contohnya seperti puasa
Dulu saat Ramadhan tiba, rasanya paling ga nahan kalau lihat air mengalir dari keran. Sudah tau itu bukan air matang tapi karna merasa sangat haus... ' glek glek glek '

" Ah.. ga sengaja keminum!!! eh tapi kan kl ga sengaja gapapa kan~~ " sambil berlalu dengan tenangnya dari keran kamar mandi

Menjelang berbuka, Papah bertanya,

" Kamu puasa penuh nak hari ini?? "

" Iya dooooooooong... masa begitu aja ga kuaaat... " jawabku dengan enteng

lalu hanya berbisik dalam hati... 'tak ada yang tau kejadian yg tadi.. kan ga sengaja... '


Dan masih banyak alasan2 lainnya yang mengatakan bahwa melaksanakan ibadah itu adalah berat...


Teringat pula dengan sebuah hadits panjang perihal surga dan neraka,

Ketika Allah menciptakan surga, malaikat berkata bahwa pasti semua orang ingin masuk kesana. Dan ketika Allah memberikan pintu2 penghalang yang menutupi surga (seperti sholat, puasa, zakat, dzikir, dsb), malaikat berkata, " tentu banyak manusia yg kesulitan masuk surga"
Lalu ketika Allah menciptakan neraka, malaikat berkata bahwa pasti semua orang tidak ingin masuk kesana. Ketika Allah memberikan pintu2 kemudahan yang terbuka untuk neraka (seperti maksiat, zina, murtad, dsb), malaikat berkata, " tentu banyak manusia yang mudah masuk neraka"


Ketika timbul pernyataan bahwa melaksanakan ibadah itu adalah berat.. agak malu dan seperti ditampar dengan tempayan (ahaha..ini ucapanku dulu saat SMA sekali..)

Aku pernah ditugaskan untuk merawat kakek2 dan nenek2 di sebuah panti jompo di daerah Jakarta. Saat sedang melaksanakan shalat dzuhur atau ashar, aku suka melihat bapak2 yang sudah tua atau ibu2 yang terlihat amat sakit tetapi mereka berjuang sepenuh tenaga untuk tetap melaksanakan sholat

Lalu kutanya mereka,

" Pak/Bu... susah ya sholatnya? "

" Ngga kok Nak.. kamu saja yang melihat saya kesulitan.. sebenarnya saya ga kesulitan kok.. "

" Hoo... "

Lalu jawaban itu membuat Na diam hening dan hanya menganggukkan kepala...


Sama malunya ketika melihat bocah2 yang lebih ingusan dari saya, tapi mereka sudah jadi seorang hafidz/hafidzah (penghapal al-Qur'an) dan tanpa merasa ada beban apa2..


Kalau disampaikan seperti hal yang diatas, biasanya dalam hati langsung berkata,

" Ya iya lah! aku juga bakal rajin sholat waktu tau usiaku dah makin mendekati ajal. Mau sesakit dan seberat apapun bakal diterjang deh. Sama juga untuk anak2. Kalo dari kecil orangtuaku sudah mendidik aku biar jadi penghapal al-Qur'an.. pasti aku juga melakukannya tanpa ada beban apa2. Tapi kalau sekarang... rasanya ga ada waktu untuk begitu. Dah sibuk sama kerja.. kuliah.. tugas ini itu.. jadinya kalau mau beribadah terasa amat berat... "


[ heung.. ntah kenapa tulisan diatas kok seperti suara batin saya ya.... ]


Padahal keuntungan dari semua amalan ibadah yang kita lakukan juga untuk diri sendiri ya. Begitu pula dengan kerugiannya.. kita juga yang kena...


Mungkin sebaiknya dari sekarang, pola pikir 'ibadah itu berat' dirubah menjadi ' ibadah itu menyenangkan'. Bukan pertanda Na ingin membuat enteng.. karna na sendiri juga masih merasakan 'berat' dalam melaksanakan amalan ibadah. Na hanya ingin mengajak temen2 (termasuk Na sendiri) untuk mencintai ibadah. Merasakan nikmat kalau lagi beribadah.. sama seperti merasakan nikmat kalau lagi ngetik untuk posting begini.. hehehhee (tunggu..kok jadi curhat begini?? )


Sudah ah... jadi ngaco deh...




Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian
Bersakit-sakit dahulu di dunia demi menghidupkan agama
agar kelak dapat bersenang-senang di akhirat nanti..

Amiin ya Allah

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (2)

(lho, sepertinya aku melewatkan post yang ini? *baru baca*)

hehehehe.. baca ini jadi senyam-senyum sendiri xp

he eh ri. Ini sbenarnya postingan agak lama tapi baru dipublish kemarin. biasa.. model di blogspot emang begini ^^

hehehe... sama dong..senyam senyum kita :D