Label: , , , , , ,

ya Allah.. jadikan sakit ini sebagai salah satu asbab
turunnya hidayah ke seluruh alam..




Mungkin sebagian teman2 penasaran dengan postingan Na yang belakangan ini mengindikasikan kalau Na sedang sakit

Sebenarnya.. Na sakit apa sih ??

Awalnya Na belum berniat untuk berkisah.. tetapi setelah direnungi lagi.. mungkin dari kisah ini ada manfaat untuk teman-teman yang membacanya, insya Allah

ini mungkin postingan yang cukup panjang.. so.. be ready ya :D



bismillaah..



-awal tahun 2009-

Semenjak awal tahun 2009 ini, Na sudah merasakan sakit di bagian perut Na. Malah kalau diingat lagi, sakit ini sudah ada menjelang akhir tahun 2008, namun karena saat itu Na masih disibukkan dengan kuliah.. jadi Na merasa sok kuat hingga menutup-nutupi rasa sakit itu

Kuliah berakhir, pun Na segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit terdekat. Dengan alasan yakin bahwa sakit perut ini 'mungkin' adalah apendisitis (usus buntu), jadilah dokter internis (penyakit dalam) yang Na datangi

Periksa darah sudah.. periksa urine sudah.. periksa foto thoraks (dada) pun juga sudah.. semua hasilnya menunjukkan nilai yang normal tetapi dokter tetap tak mengetahui kenapa bagian perut kanan bawah Na bisa timbul rasa nyeri baik ditekan atau pun tidak. Alhasil, dokter hanya memberiku obat2an analgesik (pereda nyeri) dan beberapa obat anti vomit (muntah) karena sakitnya terkadang membuatku mual dan muntah



- ramadhan 1430 H-

Alhamdulillah, semenjak ditinggal selama 40 hari.. eh.. bukan.. maksud Na, semenjak memeriksakan diri dari Rumah Sakit hingga menjelang Ramadhan usai, rasa nyeri itu tak pernah hadir lagi. Kalaupun ada mungkin hanya serangan nyeri yang biasa dan hanya sekejap saja. Tapi di malam2 10 terakhir Ramadhan, Subhanallah... nyeri itu berkali-kali datang dan kini lama waktunya benar2 membuatku sampai menangis. Sakit yang seperti ditusuk2, berubah posisi pun tak mengurangi rasa nyeri. Yang lebih membuatku takut, kini Na merasa seperti ada sebuah tonjolan di perut kanan bawah Na..

" Chan.. sebaiknya periksa lagi.. jangan buat orang2 sekitarmu khawatir ah... ", ujar temanku saat kami sedang beri'tikaf bersama

Setelah memperhitungkan ini dan itu... akhirnya... Na memutuskan agar baru memeriksakan diri beberapa hari selepas merayakan hari Raya Idul Fitri...



- 26 September 2009 -

" mba.. sepertinya di rahim mba ada benjolan, mungkin ini kista.. jadi sebaiknya mba segera periksa ke Rumah Sakit terdekat untuk di USG ya.. "

Ujar seorang dokter akhwat berjilbab di sebuah klinik dekat rumah Om-Na,


Suara adzan maghrib kali itu membuat air mataku mengalir.. antara bersyukur dan sedih.. ntahlah... tak tergambarkan bagaimana perasaan Na saat itu. Sesampainya di rumah, Na hanya bisa menyampaikan kabar ini pada mamah Na dengan mata berkaca-kaca...



- 28 September 2009 -

Dengan ditemani Mamah, Uni dan suaminya, Na pergi ke salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Timur. Berhubung dokter yang harus didatangi adalah dokter Obgin (kandungan), Alhamdulillah.. Allah permudahkan langkahku untuk tetap jaga diri walau sedang sakit. Dokter Obgin yang kudatangi adalah dokter kandungannya kakakku, beliau adalah seorang akhwat juga, namanya dokter lucky savitri (kalau kata sahabatku, nama depannya kaya laki2 ^^; )

Setelah lama menunggu kedatangan dokter, akhirnya Na masuk keruang periksa ditemani mamah..

Biasanya dulu Na yang membantu dokter melakukan USG, sekarang..akulah si pesakit yang dilakukan USG..hehe..

Belum apa2, dokter sudah bisa menebak adanya kista dalam indung telurku (ovarium). Ketika dokter mulai meng-USG dan memperlihatkan ada kista dalam indung telurku... aku tak ingat ucapan apa yang pertama kali terlontar dari bibir ini.. tak bisa beristighfar.. ataupun bersyukur..

Mencoba menguatkan diri..

Dokter pun menjelaskan dengan baik. Walau Mamah tak bisa menutupi kekhawatirannya dan aku tak bisa berekspresi..

" Bu, sebaiknya kita harus segera melakukan tindakan..karena kista di indung telur anak Ibu sudah besar sekali.. "

" Mba.. sebaiknya bermusyawarah dulu dengan keluarga.. karena ini menyangkut masa depan Mba juga.. "

" Apa hubungannya dengan masa depan anak saya, Dok? ", tanya mamahku

" Begini bu.. biasanya kista2 itu ditemukan karna ketidaksengajaan. Para Ibu2 yang sedang hamil biasanya kaget karena waktu pertama kali periksa ternyata ada kista. Umumnya kista mereka bisa keluar ketika melahirkan. Nah, anak Ibu kan masih gadis.... "

Yang pada intinya, dokter sedang berusaha menjelaskan pada mamah.. bahwa, seandainya Na sudah punya calon.. sebaiknya diberitahu dan segera dinikahkan.. karna salah satu obat 'tradisional' menghindari kambuhan akan kista yaitu dengan.. menikah..


Wajarnya, Na akan tersipu malu ketika mendengar penjelasan dokter..tapi saat itu sepertinya wajahku agak2 datar.. tak tau mau berespon seperti apa..

" Dok, apa kalau ovarium anak saya ikut terangkat.. nanti anak saya masih bisa hamil dan melahirkan? ", tanya mamah ragu dan cemas

" Bu.. perempuan yang ovariumnya normal, ada yang ga bisa hamil... perempuan yang ovariumnya hanya satu, ada yang bisa hamil tanpa gangguan... bisa hamil atau ngga itu kuasa Allah.. bukan kuasa saya ataupun dokter lainnya.. "


Sekejap ruangan dokter kini pun diliputi rasa lemah...

Ya.. manusia itu tak kuasa.. sedangkan Allah Kuasa...


Keluar dari ruangan dokter, Na pun pergi menuju tempat duduk uni-ku berada. Tak bisa menutupi rasa sedih.. akhirnya tangisku pun meledak dalam dekapan uni...



- 29 september s/d 30 oktober 2009 -

Selama sebulan, setelah bermusyawarah dengan Mamah dan Papah.. diputuskan bahwa aku menjalani masa pengobatan saja dulu dengan obat2an tradisional. Segala macam obat Papah berikan untuk Na. Dari obat yang memang khusus untuk kista.. lalu untuk immune... bahkan obat untuk hormon juga ada... ntahlah... Na hanya sami'na wa atho'na aja pada papah... terlebih lagi papah sempat mengatakan,

" obat2 ini hanya akan menjadi racun bagi Na kalau Na tak percaya bisa sembuh karena Allah "

Selama sebulan, Na dan yang lain harap2 cemas. Menanti bulan depan.. melihat perkembangan apakah kistanya semakin membaik atau semakin mem..buruk.....


Selama sebulan ini pula, Na makin tak bisa menguasai emosi. Mudah tersinggung, mudah menangis, dan segalanya menjadi sesak dan sempit di hati Na..

" Allah memberikan Rahman dan Rahim-Nya kepada kita dengan berbagai cara "


Banyak doa dan banyak kata2 yang ajib, yang Allah berikan padaku lewat para sahabat dan teman-teman..

Dosaku sudah meng-gunung... mungkin.. ini saatnya dosa2 itu harus dikikis....

amiin ya Allah...



- 31 oktober 2009 -

Hati kian tak menentu karena hari ini Na kembali pergi ke rumah sakit. Antara yakin dan pasrah. Yakin bahwa hanya Allah yang bisa menyembuhkan dan pasrah akan kehendak Allah terhadapku..

" Mba, memang sebaiknya segera dilaksanakan tindakan.. karena kistanya semakin besar... ", ujar Dokter Lucky selepas memeriksaku kembali dengan USG

Innalillahi...

Lagi-lagi Na hanya bisa menangis dan menangis... kesal karena tak bisa tersenyum mendapat berita ini.. bahkan sampai takut.. jangan2 aku sudah berburuk sangka pada Allah..

Ya Allah... ampuni aku...


Na kembali bermusyawarah dengan keluarga, karena dokter lucky amat menegaskan agar kista ini harus segera diangkat dengan jalan operasi. Papah terlihat tetap menolak.. khawatir tindakan operasi ini tergesa-gesa.. khawatir nantinya akan berpengaruh buruk dengan keadaan Na.. dan.. pada intinya, papah amat khawatir dengan diriku... (maafin Na, Pah..)


Mamah hanya mengatakan jika Na memang sudah siap untuk dioperasi, maka buatlah papah agar mau meredhoi keinginan na.. Lalu, setelah dijelaskan dengan ala kadarnya, papah pun berserah diri,

" baiklah, jika itu keputusan Na.. itu terserah Na.. papah serahin semua pada Allah.. "


Bukan berarti jalan operasi ini amat kuinginkan. Namun memang Na ingin segera 'mengakhiri' keadaan yang tak menentu ini. Hati masih gamang...pikiran tak menentu... tiap sholat pun buat Na bingung ingin berdoa apa.


Berpikir... subhanallah... besar nian ujian kali ini.... sanggupkah Na menghadapinya?



- 4 Oktober 2009 -

Na kembali ke Rumah Sakit untuk membuat jadwal operasi dengan dokter lucky. Sambil berharap-harap cemas, akankah nanti tim dokter yang membedahku bisa mahram bagiku semua. Sempat Na mengatakan keinginan ini pada Mamah dan mamah pun hanya bisa berkata,

" emang bisa diminta ? kalau nanti ada dokter laki2..yah.. pasrah saja na.. "

Wah, ga mau mah!!!! itu hal yang paling mengerikan bagiku!!!!! (hanya berontak dalam hati aja sih..)

Alhamdulillah, Allah beri kemudahan bagi Na..

Dokter lucky menyetujui agar tim dokter yang nanti turun tangan semuanya adalah perempuan.. karena itulah teman, jangan ragu untuk meminta andaikan ada yang mengalami keadaan seperti ini ya. Walaupun Allah beri kemudahan saat kita sakit, tapi jika bisa diusahakan, maka berusahalah terlebih dahulu.. biar hasilnya, serahkan pada Allah

Lagipula,

bukankah Allah lebih memandang usaha kita dalam beramal dan bukan melihat hasilnya?


Kemudian,
Dibuatlah janji bahwa pada tanggal 7 Oktober 2009, aku akan menjalani operasi pada pukul setengah enam pagi (awalnya ditentukan pada tanggal 10 Oktober 2009, namun karena dokter lucky berhalangan akhirnya jadwal operasi dimajukan)



- 6 Oktober 2009 -

Malam ini Na mulai jadi pasien rawat inap di Rumah Sakit Evasari, Jakarta Timur. Na mulai dipersiapkan menjelang operasi esok. Dari di-pompa (klisma) sampai persiapan yang.. begitulah..

Malam itu Na ga bisa tidur karna efek klisma. Tiap jam Na harus bolak-balik ke kamar mandi. Nenek Na yang menemani pun tak bisa tidur karena melihat Na yang tak kunjung 'diam' di tempat tidur

Niat ingin banyak melakukan amalan di malam sebelum operasi kandas tengah jalan. Mata ingin dipejamkan tapi tak kunjung pulas. Baru sejenak memejamkan mata, tiba2 suara adzan subuh sudah berkumandang..


" subhanallah.. sudah subuh???? "



- 7 Oktober 2009 -


" Ya Allah.. jika aku mati.. kumohon.. matikan aku dalam keadaan syahid.... "


Itulah pintaku yang bisa terucap dalam sujudku. Subuh itu terasa sebentar.. tak bisa menikmati dzikir melawan ngantuk seperti biasa.. tak bisa mendengar suara langkah bapak2 yang baru pulang dari masjid selepas sholat subuh berjamaah..

Sebelum masuk ruang operasi, Na kembali dipersiapkan.. Alhamdulillah, perawat yang 'mempersiapkan' ku mau menghormatiku sebagai anak perempuan yang berjilbab. Jadi ketika sedang 'bebenah', semua tabir ditutup.. kemudian perawat mulai memasang selang2 untukku..




Subhanallah, selang2 itu masuk ke dalam tubuhku... sakit..

Sebelum masuk ke ruang operasi, keluargaku diperkenankan melihatku untuk yang 'terakhir' kalinya..

Kulihat wajah mamah pucat dan bersuara gemetar... begitu juga dengan papah yang berusaha membuatku tenang..

" Sabar ya na... ", kata mamah

" Na.. insya Allah.. ga papa.. " ucap papah


Karena dokter Lucky belum datang, jadi aku kembali menunggu di depan ruang operasi. Sambil berbaring... ku coba mudzakaroh asmaul husna. belum sampai ditengah, tiba2 Na lupa.. tak hapal.. dan saking kesalnya karena kukira aku digangguin setan (ingatnya kalau orang sakaratul maut maka setan berebut ingin mengganggu orang itu agar lupa mengucap kalimat thayyibah) akhirnya malah beristighfar sebanyak-banyaknya... (wah, Na benar2 kacau saat itu..)

Tak lama kemudian dokter Lucky pun datang, langsung bersiap-siap..dan.. masuklah aku ke ruang operasi. Ketika aku dipindahkan ke meja operasi.. aku ingat.. aku berkata dalam hati..


" Ya Allah.. kumohon.. syahidkan aku.... "


Setelah itu, aku hanya melihat para dokter mulai tusuk sana-sini, mengeluarkan peralatan dan... aku pun dibuat tak sadar karna efek bius lokal....


Dalam mimpi,

Na melihat banyak bunga... ya... Na dikelilingi bunga yang berwarna merah.. hanya bunga.. tanpa batang..tanpa daun... bunga yang banyak sekali... seakan-akan dimensi itu hanya diisi oleh bunga-bunga. Tak ada orang disana kecuali aku... dan suara-suara.. yang tak jelas ucapannya..

Ketika sadar, Na sudah selesai dioperasi dan sedang dibawa menuju ruang pemulihan. Sekejap kulihat Papah..dan Mamah.. yang menangis terisak-isak sambil berucap,

"Alhamdulillah.. sudah na.. sudah selesai.. "



Selama 4 hari, Na dirawat di Rumah Sakit. Selama 4 hari itu pula.. Allah banyak memberikan keajaiban-keajaiban bagi Na. Allah banyak berikan jawaban-jawaban yang pernah kutanyakan.. Allah juga membuka 'tabir-tabir' yang dulu tersembunyi....


Na diberitahu, bahwa ada 2 kista dalam indung telurku, yaitu di kanan dan kiri. Di kiri sebesar 13 cm dan yang di kanan masih kecil-kecil, tetapi keduanya tetap diangkat.

Allah telah menyelamatkan ovariumku yang kanan... Alhamdulillah ^___^




Kini, Na sudah dirumah.. menjalani masa pemulihan pasca operasi.. rindu sekali bertemu dengan anak-anak murid.. insya Allah, bulan depan Na mulai beraktivitas seperti biasanya.. insya Allah..



wah.. panjang banget ya ^^;;


Kisah ini kutulis dengan berharap semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman. Bagi yang ingin bertanya lebih mendetail.. silakan berkomentar, teman ^_________^










Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (5)

Subhanallah..
Gimana kabarnya Na? Smoga ALLAH memberikan kesembuhan pada dirimu.

Alhamdulillah..
sekarang sudah mulai membaik, insya Allah. Amiin ya Allah

jazakallah khairan katsira, pak DJ :D

hai NA..lam kenal yah..!!
nama sy lita..sya jg pernah melakukan operasi pengangkatan kista pada bulan september lalu..

kt dokter aq kena kista endomen/perut..dan sudah besar jd harus di operasi..oiya sy jg masih gadis ..dan pada waktu operasi sy maluu bgt dokter2 mengoparsi laki2 semua hanya satu perawat perempuan..tp mau gimana lg..~,~

btw. klo na tau cara2 agar kisat tidak datang lg,,kasih tau aq yah..soalnya sy masih takut klo akan kena kista lg..thx

salam kenal juga Lita :D

wah..kita sama2 pernah menjalani operasi pengangkatan kista ya :)

bagaimana caranya agar kista tak dtg lagi? dokter pernah mengatakan agar mulai sekarang hidup dengan pola makan yg sehat dan hidup sehat..

Hindari makan makanan junk food-MSG-instan2, perbanyak sayur2an, buah2an, rajin berolahraga, kurangi stress..

kurang lebih anjuran yg disampaikan adlh sama untuk semua orang yg ingin hidup sehat lah :)

kista datang atau tidak, itu semua kuasa Ilahi, jadi kita tinggal meminta pada Allah agar kista itu tidak datang lagi pada kita, insya Allah ^___^

semoga jawaban ini bermanfaat untuk kita semua ya Lit, amiin ya Allah

Subhanallah...kisah anti mirip sekali dengan kisah saya, tapi kalau saya yang diangkat ovarium yang kanan. Baru 2 minggu pascaoperasi. Kira-kira pascaoperasi hal yang harus diperhatikan apa saja ya? Kata dokter tidak boleh beraktifitas berat, tapi saya bingung kalau jalan kaki masuk berat nggak ya? Adalagi yang bilang kalau pascaoperasi justru harus lebih banyak bergrak, biar jahitannya nggak kaku.Mungkin pengalamannya bisa di share di sini.
Terima kasih, sangat menginspirasi ^^