Label: , , , ,

Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh



Gimana kabarmu teman? Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan untukmu. Amiin ya Allah..

Ada 'oleh2' kisah untuk Na? pasti ada nih! eh.. tapi tunggu dulu.. Na yang duluan berkisah ya.. (hehe, boleh kan? boleh dong~ )


Alhamdulillah, lagi-lagi Allah menginginkan agar Na terus 'berpetualang'. Hari Jumat kemarin, Na diminta untuk ikut bantu2 'posyandu ala kadarnya' di daerah pemukiman pemulung oleh sekumpulan ibu2 (atau tepatnya, para Ibu ini adalah teman2nya Mamah yang masih muda~)


Posyandu ala kadarnya ??

pemukiman pemulung ??

Jangan2 ini baksos yang terselubung ... ????


Oh, ternyata bukan kok! Ini semua 'murni' dari niatan para Ibu untuk bergerak membantu mereka. Sebelumnya para Ibu ini sudah mulai membantu mereka dengan membuka sekolah PAUD (semacam taman kanak-kanak) dari dua minggu yang lalu. Tapi semuanya bersifat FREE alias tak ada pungutan liar yang harus mereka bayarkan. Apa yang diajarkan disana? banyak! salah satunya adalah matematika, dan yang bertindak sebagai guru matematika nya adalah... Mamahku... (Mamahku ini sangat 'ngotak' loh perihal matematika, lain dengan anaknya yg ini TT__TT )


Hanya sebuah tempat kecil tak berpenghuni yang atapnya penuh dengan sarang laba2, dinding2nya sudah retak, tidak memiliki pintu depan dan dikelilingi dengan timbunan sampah yang tersusun sepanjang kali. Alhamdulillah, kini 'gubuk' itu jadi bermakna karena sudah dijadikan sebagai tempat belajar. Jangan salah, walaupun mereka adalah anak dari para pemulung tapi akhlak mereka terbilang sangat sopan. Semua orang dihormati. Tak pernah ada ejekan atau kata2 kotor yang terucap dari mulut mereka..

Subhanallah.. hebat kan!


Yak, lanjut~

Dari hari Kamis, Mamahku sudah meminta Na untuk jadi tim kesehatan disana. Na yang mulai sedikit resah karena diminta jadi penyuluh (apa yg mau disuluh??? kesana juga belum pernah gitu?!!) makin dibuat resah karena Mamah sibuk mengingatkan,


" Jangan lupa pake jas putihnya ya, biar pada seneng kedatengan dokter.. "

" Mah, Na perawat.. bukan dokter TT__________TT " ujar batinku


Apa yang Na risaukan ternyata terjadi. Na sudah mengira 'posyandu dadakan' ini benar2 dadakan. Tapi yang kemarin terjadi sungguh benar2 dadakan. Allah sudah mengatur agar Na harus 'turun' tangan. Dua orang Ibu yang biasa melakukan prosedur posyandu tiba2 berhalangan. Alhasil tak ada satu Ibu pun (temen2 Mamah) yang paham akan prosedur posyandu yang sebenarnya. Ketika salah satu Ibu bertanya,

" Mba... kita enaknya gimana ya? "

Wusssssssssss.. langsung 'panick syndrome' menyerang Na. Wah, si Mamah.. gara2 Na pernah cerita kalo Na pernah ikut bantu2 posyandu, sekarang disuruh jadi penanggung jawab posyandu???? alhasil tiap ngomong sama 'gank' nya Mamah, Na jadi 'a i u e o' (terbata2 maksudnya..)


Dan, Alhamdulillah..
dengan segala keterbatasan yang ada, posyandu dadakan itu pun terlaksana dengan baik (dengan tambahan banyak kericuhan disana-sini sih..hehehe.. maklum..namanya juga dadakan )


Setelah acara posyandu selesai, sejenak Na keluar dari tempat tersebut dan melihat keadaan sekeliling dengan seksama..


Na benar2 dikelilingi oleh timbunan sampah. Sepanjang kali yang membatasi daerah permukiman pemulung ini di'hiasi' oleh sampah2 yang 'tersusun rapi'. Walaupun itu daerah perkampungan dan dihuni oleh para pemulung tapi ada juga beberapa rumah cukup besar yang lantainya memakai lantai ubin bahkan ada juga yang dinding temboknya memakai keramik. Agak sedikit kontras dengan rumah-rumah lainnya yang hanya beberapa petak dan lantainya masih dominan tanah...

Bagaimana dengan penduduknya?

Sudah seperti apa yang dibayangkan jika sudah mendengar kata 'pemulung'. Jauh dari bersih, jauh dari wangi, jauh dari segala yang nampak indah dimata. Apalagi anak-anak mereka.. Ya Allah... sedih aku melihat mereka..



Tiba2 saja lamunanku teringat dengan salah satu peringatan dari Allah, dimana Allah berfirman bahwa kita akan diuji dengan berbagai macam cobaan dan salah satu diantaranya adalah kemiskinan..


Mamahku pernah berkata, " sudah seharusnya orang Islam yang giat membantu mereka. Jelas2 kemiskinan itu gampang sekali membuat seseorang menjual agamanya.. "


Yah.. begitulah. Dengan alasan seperti itu, Mamahku kini ikut giat pergi mengajar disana bersama teman2 beliau yang lainnya. Mamahku hanya berharap, semoga masih ada orang Islam yang lainnya yang mau turun tangan membantu mereka. Membantu mengembalikan kepercayaan mereka akan turunnya pertolongan dari Allah. Tak ada niatan yang lain... hanya itu..


Dan tak lama kemudian lamunanku disadarkan oleh suara seorang Ibu (temannya Mamah) yang memanggilku, " Mba Ina.. ayo pulang... "

Lalu kami pun kembali kerumah masing-masing~


Begitulah kisahku teman,
Semoga ada hikmah yang dapat diambil dari kisah ini.. insya Allah



Semoga Allah senantiasa mencurahkan hidayah-Nya pada kita semua..

Amiin ya Allah..

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (3)

weee..dari dulu mau deh jadi aktifis2 kayak gitu, tapi kemampuan terbatas dan sikon kurang memadai...

wondering andaikan semua tempat ada..

inaa..semoga berhasil TT_TT ayow kamu bisaa..

kl gitu rajin2 ajah main kesini... insya Allah disini butuh banyak 'bantuan' :D

jangan sedih gitu dong ri TT___TT

subhanallah ukhti....


oia, ana punya award untuk ina...liat di blog anum ya? syukron