Label: , , , , ,


Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuuh!!

Ada yang rindu padaku?? (celingak celinguk lihat kanan-kiri-atas-bawah)

sepertinya... tak ada~




Hehehe.. mau dirindukan atau tidak, tetep keinginan untuk menulis dan menyampaikan masih saja terpendam. Alhamdulillah, sekarang diizinkan Allah untuk melakukannya ^^

Still remember that my Abang (hayah..) dah jadi Bapak2?? ini luoh anaknya sekarang..


Namanya Naura syifa chumaira, sekarang usianya sudah 7 bulan


Lalu, apa hubungannya dengan hilangnya Na dari dunia perblog-an dengan si mungil Naura? Yuap, saat ini.. Na sedang membantu meringankan bebannya Abang beserta Istrinya, pendek kata, Na jadi 'pengasuh' nya Naura. Dikarenakan sekarang Abang sudah tak lagi tinggal bersama mertua dari Istrinya (alias sudah punya rumah baru), akhirnya si Abang tak punya lagi 'pengasuh' Naura yang bisa menjaganya selama Istrinya pergi bekerja


Waow.. berarti.. daku pindah yaaa! (Horeee.. sekarang punya dua kamar luooh.. satu di rumahnya Mamah, satu lagi di rumahnya Abang)


Sekarang adalah hari ke-6 aku menjadi seorang Nanny 009. Kenapa 009? karna saya bukan James Bond, bukan pula telepon internasional, mengapa sembilan? itu karena.. silakan ditebak sendiri.. hehehe...


kok jadi beginian sih ngomongnya... lanjut ah~


Selama menjadi pengasuh bayi yang saat ini memiliki berat 7.5 kilo, 'jetlag' pun tak kuasa kuhindari. Badanku yg kalau ketiup angin bisa terbang (kata Mamah) langsung ringkih saat harus menggendongnya. Beberapa hari pertama kulalui dengan banyak tangisan batin (lahiriyah juga sih). Begitu banyak kecerobohan dan kelalaian terjadi hanya karena berasal kebodohanku yang super duper ini..


Ya Allah, ampunilah aku TT___TT


Setelah lewat beberapa hari, barulah kusadari.. betapa pentingnya rasa membutuhkan Allah sebagai Yang Maha Mencukupi dan Maha Melindungi


Saat kami hanya berdua adalah saat-saat dimana jantungku semakin berdebar kencang. Bagaimana tidak kencang? rasa khawatir ini menghantuiku kemana-mana. Walaupun pintu sudah kukunci rapat2, sampai jendela pun tak ada yang kubiarkan terbuka, ntah mengapa tetap saja ada rasa takut. Takut ada maling lah.. takut ada yang tiba2 ketok2 pintu lah.. takut ini lah.. takut itu lah... ah.. pokoknya Na benar2 merasa khawatir berat dengan keberadaan kami yang jauh dari perlindungan apa-apa dan siapa-siapa..


Namun, dengan melihat kepolosannya wajah Naura (apalagi kalau lagi tidur), ntah mengapa seakan-akan ia memberitahuku.. " Tante.. jangan takut.. kan ada Allah.. " dan setelah puas menatap wajahnya.. mencoba sambil berdzikir dan beristighfar.. barulah hati ini kembali tenang..


Banyak hal yang kupelajari lewat Naura. Baik saat ia lagi tertidur, tertawa, menangis, memperhatikan sesuatu, berbicara.. duh.. terkadang membuatku menangis. Na sangat takjub dengan tingkah laku seorang bayi. Dan tidak jarang hal ini membuat Na mencoba merasakan betapa 'sibuk' nya Mamahku saat mengasuhku sewaktu aku masih bayi..


Pernah suatu hari Mamah datang berkunjung menemaniku. Disaat Naura sudah tertidur dan kami berdua sedang melepas lelah.. Mamahku mulai bercerita..


" Bisa Na bayangkan, dulu Mamah lebih repot dari Na. Mamah tinggal di kontrakan sendirian sambil mengurus dua anak (uni dan abangku, dimana jarak mereka berdua adalah 3 tahun). Mamah masak-nyuci sambil gendong abang. Kalo lagi ngelonin ga bisa satu-satu. Sudah gitu masih dengan keterbatasan uang. Mamah jarang pakein pampers, pakeinnya celana tambel celana.. biarin deh cuciannya banyak. Trus Mamah selalu sedia baju yang khusus untuk shalat. Jadi kalau bajunya kena ompol atau kena [maaf] pup, cuma Mamah bersihin pake air aja, Mamah ga ganti baju karna baju Mamah cuma dikit. Dulu mana pernah Mamah beliin uni dan abang mainan. Semua mainan yang mereka mainin itu cuma dari barang2 bekas yang Mamah sulap jadi mainan anak... "


Semakin Mamah bercerita, semakin teriris pula hati ini.. aku tak pernah menyangka bahwa Mamahku sampai seperti itu.. TT___TT


Pantaslah mengapa surga sampai ada di bawah kaki seorang Ibu.. Ya Allah, semoga Mamahku mendapatkan tempat terbaik dalam surga-Mu.. amiin ya Allah


Sempat aku bertanya pada Allah, mengapa Allah memberikanku tanggung jawab ini? dan sepertinya sekarang aku baru sadar.. dengan menjadi seorang 'pengasuh', Allah ingin memperbaiki akhlakku. Aku tak bisa lagi mudah manyun dan cemberut hanya karena masalah sepele. Tak bisa lagi marah karena tak mendapatkan apa yang diinginkan. Belajar mengontrol emosi. Belajar tersenyum.. dan belajar yang lainnya.. termasuk belajar masak (apa?!!!). Ah, kl yg ini saya masih acakadut nan amburadul.. memalukan jika saya postingkan hasil masak saya disini..


Secara keseluruhan, aku diminta Allah agar aku bisa lebih belajar mengenal dan mendekatkan diri pada Allah dan Rasul-Nya lewat Naura, insya Allah


Yah, inilah alasan mengapa si itik tak kunjung berposting ria lagi. Karena si itik lagi jadi bocah yang mengurus bocah~

Jika Allah mengizinkan, si itik akan kembali menuliskan sesuatu di blog ini. Mohon maaf dan maklum ya teman2 atas keterbatasanku ini...



Jadi..

apakah ada yang merindukanku??

Sambil berharap.. setidaknya memang ada yang merindukan si itik...
(ah, becanda kamu nak~)



Baca Selengkapnya "my another little sister"

Label: , , ,

" Dulu aku begitu mencintaimu.. tapi sekarang semenjak mengenal Allah SWT, aku memilih untuk menghindarimu karena aku sudah merasakan betapa nikmatnya jatuh cinta pada Allah.. "



Di atas adalah kutipan seorang perempuan, tepatnya seorang istri penguasa di zaman Nabi Yusuf a.s. Namanya Zulaikha. Ada yang inget dan tau kisahnya?

Kurang lebih seperti ini..

Suami Zulaikha (kalau tidak salah bernama Al-Aziz) memelihara seorang hamba yang bernama Yusuf (alias Nabi Yusuf a.s). Sedari kecil Nabi Yusuf a.s dipekerjakan oleh Al-Aziz. Dengan penuh ketaatan sebagai seorang hamba terhadap majikan, semua perintah yang diperintahkan oleh Al-Aziz atau Istrinya tekun dijalankan oleh Nabi Yusuf a.s. Hingga akhirnya Nabi Yusuf a.s berubah menjadi sosok pemuda yang begitu tampan dan menawan hati. Seluruh mata memandang tak pernah bosan jika melihat ketampanan Nabi Yusuf a.s, begitu juga dengan Zulaikha.

Heung..Na ga pandai menceritakan kembali nih, kalau temen2 mau.. coba saja lihat lagi kisah para Nabi dan lihat bagaimana kisahnya Nabi Yusuf a.s (aaah..maaf ya teman2 TT___TT...)

Pada intinya, Na ingin mengambil hikmah yang luar biasa dibalik kisahnya Zulaikha. Yang tadinya ia amat mencintai Nabi Yusuf a.s hingga termakan oleh godaan setan, sampai pada akhirnya Zulaikha bisa berkata se- 'dahsyat' di atas..

Subhanallah.. begitukah jadinya jika orang sudah jatuh cinta pada Allah ?

Dulu Na kira, ucapan " Laa ilaaha illallaahu " hanyalah sekedar ucapan biasa. Ucapan yang mengandung arti, " Tiada Tuhan selain Allah ". Hanya itu.. ga ada yang lainnya..

Tapi ternyata, kalimat thayyibah itu menyimpan arti yang benar2 dahsyat! sampai2 di akhirat nanti, Allah akan mengeluarkan orang2 dari neraka yang didalamnya terbesit kata2 " Laa ilaaha illallaahu" walaupun itu sebesar dzarrah (sesuatu yang kecil)

Subhanallah.. segitu dahsyatnya ya..

Disebutkan juga bahwa dengan mengucapkan kalimat " Laa ilaaha illallaahu" dengan hati yang teramat ikhlas, akan mengeluarkan kebesaran makhluk dan memasukkan kebesaran Allah dalam hati kita

Awal membaca tulisan di atas, bingungnya minta ampun~
Apa maksudnya ya? mengeluarkan kebesaran makhluk dari hati?? memasukkan kebesaran Allah dalam hati??

Beginilah kalau seorang bocah ingusan membaca tulisan yang melangit (hehehe). Sampai sekarang pun Na masih harus 'menjejali' diri agar paham akan arti ' kebesaran Allah' dalam hati Na.

Setelah banyak tanya sana-sini, baca ini-itu, akhirnya datanglah jawaban dari Allah..


(Maafkan atas kebodohanku, tapi inilah yang aku pahami..)

Ternyata yang dimaksud akan kebesaran Allah adalah dimana kita meyakini bahwasanya apa2 yang terjadi di dunia ini hanyalah karena Allah. Allah yang Maha Menguasai apa2 yang terjadi sama kita

Walaupun terlihat sepele, tapi ternyata hal ini banyak dilupakan..atau melupakan..atau.. malah lupa.. oleh banyak orang (termasuk Na sendiri)

Yang selama ini sering disadari, adalah benda yang memberikan sesuatu pada kita. Misal, bisa internetan karena ada uang untuk bayar internet, uangnya datang dari hasil kerja payah kita. Kalo kita ga kerja, ga dapet duit dan ga bisa bayar internet dan akhirnya ga bisa internetan.. Itulah yang dimaksud dengan kebesaran makhluk (uangnya datang dari hasil kerja)

Jika kita sudah paham dan yakin akan Allah, maka pola pikirannya menjadi gini.. bisa internetan karena ada uang untuk bayar internet, uangnya datang dari Allah karena hanya Allah-lah yang memberikan rezeki pada kita (karena Allah yang Maha Memberi Rezeki)

Saat merenungi akan kebesaran Allah, sedikit demi sedikit hati ini mulai berubah menjadi hanya kepada Allah. Dan Na yakin, karena kebesaran Allah sudah masuk dalam hati Zulaikha, maka ketampanan Nabi Yusuf a.s pun akhirnya terlewati (hee..aku membayangkan betapa tampannya Nabi Yusuf a.s sampe cengengesan sendiri.. gimana kalau melihat aslinya ya...)

Memang ga gampang untuk mengubah pola ' kebesaran makhluk ' menjadi ' kebesaran Allah ' di dalam hati ini. Tapi kalau sudah diniatkan dalam hati, Insya Allah.. Allah akan membantu kita mengeluarkan kebesaran makhluk dalam hati kita dan dengan senangnya Allah akan menempati hati kita, Insya Allah... amiin ya Allah..

Oh iya, sedikit bocoran yang sebenarnya semua orang juga dah tau sih..

Untuk belajar memahami kebesaran Allah dalam hati, secara ikhlas dan penuh keyakinan, ucapkanlah lafadz " Laa ilaaha illallaahu" sesering mungkin. Kalau Na, sambil nyoba dzikir. Kapan aja dan dimana aja (asal bukan saat lagi di kamar mandi)

Awalnya memang 'asal lewat' saat mengucapkan kalimat thayyibah itu. Tapi kalau diucapkan dengan seksama dan penuh penghayatan bahwa hanya-lah Allah yang patut disembah dan hanya kepada Allah kita mohon pertolongan.. tentunya ga 'asal lewat' lagi jadinya.. Insya Allah ^^


Yah.. begitulah apa yang sedang Na pelajari saat ini dan masih mempelajarinya. Karena Na pikir, inilah pondasinya. Kalau pondasi ini ga beres, maka gimana jadinya kehidupanku selanjutnya?


Dah ah.. segitu aja..

Mohon maaf atas segala kesalahan dan perkataanku yang ga baik ya, teman2..


Semoga Allah memberikan hidayah-Nya pada kita dan tidak mencabut hidayah ini dari kita

Amiin ya Allah..

Baca Selengkapnya "kebesaran Allah"

Label: , , , ,

Ketika membaca buku Maryam, si gadis pilihan, ribuan pertanyaan dan pikiran melalang buana dalam otakku yang lumayan mulai terasah kembali dengan agama, Alhamdulillah.. (walaupun hanya secuil..)

Subhanallah, ternyata ada seorang gadis yang benar2 menyerahkan dirinya semata2 untuk Allah SWT. Maryam, dalam kehidupannya tak pernah lepas dari shalat, berdoa, bersujud, menangis, hanya untuk Allah..
Aku langsung tertegun sendiri sambil berdecak kagum, Ya Allah.. ternyata ada manusia yang seperti beliau.. dan beliau adalah seorang perempuan.. dan gadis pula! (teringat juga dengan kisahnya Rabi'ah Al-Adawiyah)

Memang tak kupungkiri bahwasanya sering kali aku 'iri' dengan laki2 yang bisa mendapatkan pahala 'jauh lebih enteng' dibandingkan dengan wanita. Maksudku, aku harus menjadi seorang 'istri' dulu dan menjadi seorang 'ibu' dulu kalau mau mendapatkan pahala yang 'mudah'. Lain halnya dengan laki2, mau dia masih membujang atau sudah menjadi seorang suami atau bapak, tiap langkahnya untuk menuju rumah Allah atau langkahnya dalam berdakwah, sudah terhitung pahala berkali lipat..

Lah sedangkan aku???

Setiap aku membaca kisah seputar wanita, tak ubahnya aku diminta senantiasa menjaga diri. Apapun yang ada dalam diri seorang wanita adalah haram bagi yang bukan mahramnya. Sampai2 aku terkejut saat mendengar bahwa, " Jangankan untuk melihatnya, melihat jemuran mereka saja sudah haram jika kita bukanlah mahram mereka! "

Masya Allah... kan merinding dengernya..

Bukan pertanda Allah mengekang kita, justru sebaliknya.. Allah sangat melindungi kita dan memuliakan kita. Lihat saja, segitu dimuliakannya kita.. sampe2 melihat jemuran kita aja, itu adalah hal yang haram bagi mereka yang bukan mahram kita

Teringat dengan percakapanku bersama seorang teman kuliah dulu. Ia berkata, " Chan, rata2 buku2 islam tentang perempuan, isinya secara ga langsung nyuruh kita cepat nikah ya... ", spontan kujawab " HE-EH " dengan anggukan super cepat..

Tapi setelah kubaca kisahnya Maryam, barulah hati ini 'terobati'. Karena Maryam hanyalah seorang gadis tetapi bisa menjadi gadis pilihan Allah. Bagaimana ia tak menjadi gadis pilihan, dari sekian banyak shahabiyahnya Rasulullah SAW, hanya Maryam yang Allah sebut dalam Al-Qur'an, hingga akhirnya nama Maryam pun dijadikan sebagai salah satu surat dalam Al-Qur'an

Subhanallah..

Setelah perjuangan Maryam untuk senantiasa taat hanya kepada Allah dan ridha atas segala ketentuan Allah, disebutkan bahwa di surga nanti, Maryam dijadikan sebagai salah satu istri Rasulullah SAW

Wagh.. gimana ga makin iri (ahaha, sekarang iri sana sini jadinya). Maryam masih-lah seorang gadis tetapi diakhirat nanti, Maryam dijadikan sebagai pendamping Rasulullah SAW.. (Ya Allah... ya apa aku bisa??)


Ada yang pernah berpesan padaku,

" Justru harusnya kamu lebih bersyukur dengan keadaan masih gadis. Banyak amalan ibadah yang bisa kamu kejar saat sekarang ini. Shalat lebih khusyu' karena tak mendengar tangisan bayi, berdoa jadi bisa lebih tenang karena tak buru2 mengingat lagi masak untuk makan malam, bertilawah jadi bisa lebih nikmat karena tak terganggu dengan keadaan rumah yang hiruk pikuk dan seharusnya malahan kamu lebih enak karena bisa membulatkan hati sepenuhnya hanya untuk Allah dan Rasul-Nya.. tak seperti saya yg harus membagi2nya untuk suami.. untuk anak.. "


Harusnya sih gitu.. tapi untuk membulatkan hati ini sepenuhnya hanya untuk Allah dan Rasul-Nya tak semudah membalikkan tangan TT___TT



Ya Allah.. akankah kami menjadi 'Maryam' yang lainnya?
Akankah kami menjadi si gadis pilihan-Mu?

Yaa Malik, Yang Maha Memelihara..
pelihara-lah diri kami agar kami menjadi gadis yang senantiasa memelihara diri
pelihara-lah hati kami agar hati kami senantiasa terisi dengan-Mu

Amiin Ya Allah..
Baca Selengkapnya "si gadis pilihan"

Label: , , ,

Sibuk iri melihat pemandangan orang2 yang menuju rumah Allah saat adzan berkumandang, tiba2 saja terlintas dalam pikiranku, " Bagaimana kalau Masjidnya pindah ke dalam kamar?? "

Masjid adalah tempat yang terbaik di muka bumi Allah karena di dalam masjid banyak kegiatan yang baik yang dapat dilakukan. Nah, karena anak perempuan lebih baik shalatnya di rumah dan lebih baik lagi di kamarnya sendiri.. Na berpikiran, bagaimana kalau kamarku diubah layaknya seperti masjid? Itung2 biar ga ngiri terus sama bapak2 yang senantiasa merasakan nikmatnya 'berduaan' dengan Allah saat berada dalam rumah Allah (hehehe..)

Setelah timbul pikiran itu, lantas pikiran tersebut diubah menjadi niat, " Ya Allah, aku ingin mengubah kamarku layaknya seperti sebuah masjid dimana banyak amalan ibadah yang bisa dilakukan disana bisa kukerjakan dalam kamarku ini.. mohon ridho dari-Mu Ya Allah.. "

Dan.. wuss.. satu per satu mulai diatur..

Awalnya yang dirapihkan adalah buku2. Yang tadinya lemari penuh dengan buku2 kuliah.. secara sekarang dah ga kuliah lagi alias nganggur, akhirnya buku2 itu 'plek' ta' masukkin ke dalam kardus gede. Lalu tempat buku2 kuliah itu kutukar dengan buku2 yang berbau Islami. Tiap ngelirik ke tumpukan buku2 Islami itu.. rasanya si buku pada bilang, " Hayoo.. jangan ditaro ajaaa.. dibaca Neeeng... bacaaa... " (ahaha, kl sudah datang perasaan ini rasanya Na cuma bisa tertawa meringis dan bilang.. iya bu..sabar..atu atu yak...)
Terserah sih mau nyediain waktu baca bukunya kapan, lebih enak kalau sehabis shalat biar nuansa nikmatnya bermunajat pada Allah masih terasa (tapi kadang2 Na suka ketiduran ^^;;; )

Lalu, sediakan selalu Al-Qur'an kesayangan di tempat yang mudah dijangkau dan mudah terlihat. Dan sebisa mungkin diletakkan di tempat yang baik karena Al-Qur'an itu adalah suci. Trus.. jangan cuma sekedar dipajang aja. Minimal satu hari dibaca Al-Qur'an nya.. walaupun cuma beberapa baris juga ga papa. Karena katanya nanti di akhirat, Al-Qur'an bisa membantu memberikan cahaya buat kita loh (eh, bener ga ya?yang Na inget sih gitu..betulkan ya kl Na salah)

Biar tambah khusyu' dan ada 'ruh' di kamar, rajin2 muter ceramah atau lantunan Al-Qur'an. Tadinya Na punya radio dan rajin muter radio yang isinya ceramah dan bacaan2 Qur'an. Tapi semenjak posisi kamar dirubah2, alhasil colokan buat nyolok ke radio jadi susah (ah, bahasanya jelek banget..tapi paham kan maksudnya??). Akhirnya sekarang kamar Na jadi sepi sama lantunan Al-Qur'an.. tapi sekarang lagi berusaha 'mengisi' lagi kamar Na dengan puter mp3 Al-Qur'an lewat hape.. hehehe.. ga ada radio, hape pun jadi lah~

Terus.. sediain peralatan shalat yang lengkap. Ga cuma sekedar mukena, sarung dan sajadah aja. Tapi perlengkapan (eh,tadi bilangnya peralatan yak??) shalatnya kudu yang bersih nan wangi. Terkadang masih banyak yang merasa bahwa shalat itu adalah kebiasaan dan kewajiban bukan kebutuhan (termasuk Na sendiri). Padahal shalat itu kan adalah saat2 dimana kita bertemu dengan Allah, bukannya sebaiknya menggunakan pakaian yang terbaik ya? jadi, mulai dari ada perasaan 'malu' sama Allah-lah.. Na mulai mengubah kebiasaan pake mukena ala kadarnya menjadi mukena yang ga ala kadarnya lagi (hehehe). Mukena yang dipake adalah mukena yang bersih dan menurut Na bagus. Dah gitu pakein minyak wangi biar harum (boleh loh, kan ga ada yang nyium kecuali kita sendiri). Ga cuma di mukena nya aja, di sajadahnya juga boleh.. kan biar enak juga saat sujud (pernah nyium bau apek saat sujud? kl Na pernah dan buat Na ga betah lama2 bersujud TT___TT)

Inilah beberapa tips dari Na memindahkan masjid ke dalam kamar. Walaupun kita ga bisa ikutan memakmurkan masjid seperti bapak2 yang senantiasa memakmurkan masjid, setidaknya kita bisa menghidupkan amalan yang mereka kerjakan dalam masjid di dalam kamar kita sendiri, Insya Allah

Kalau sudah ada perasaan kamarku seperti sebuah Masjid, akan timbul perasaan 'malu' untuk berbuat yang tidak baik karena merasa Allah senantiasa melihat kita (sebenarnya sih perasaan dilihat Allah ini harus selalu ada karena memang Allah senantiasa melihat kita bahkan saat kita ditempat tersembunyi)


Begitulah, teman..
Tentunya postingan ini banyak kesalahan karena ini hanyalah berasal dari pikiran seorang bocah ingusan aja. Jadi, mohon maaf dan maklum sebesar-besarnya ya~




kalau 'rumahku surgaku' diganti menjadi 'kamarku surgaku'
boleh ga ya..?
Baca Selengkapnya "kamarku masjidku"

Label: , , , ,



Semakin hari semakin Na dibuat meringis sekaligus malu melihat penampakkan jilbab saat ini. Meringisnya karena sedih melihat jilbab yang semakin lama semakin melenceng dari arti 'jilbab' itu sendiri, malu nya karena Na malu.. hal ini terjadi juga karena kesalahan Na. Oleh sebab itulah, Na merasa ingin memperbaiki kesalahan Na salah satunya dengan postingan ini, Insya Allah..


Banyak peristiwa yang pada akhirnya membulatkan pendapat menjadi sebuah keputusan secara umum, yaitu pendapat " ga semua perempuan yang berjilbab itu jauh lebih baik daripada perempuan yang belum berjilbab "

Ada yang setuju dengan pendapat/pernyataan/keputusan di atas?

Kebanyakan kalimat di atas menjadi bahan pertimbangan untuk semua orang ketika melihat perempuan berjilbab. Hanya dikarenakan melihat seorang perempuan berjilbab tetapi akhlaknya tidak baik dibandingkan dengan perempuan yang belum berjilbab, secara tidak sadar (atau sepenuhnya sadar) langsung mengultimatum, " Beuh, mendingan aku deh yg belum berjilbab tapi ga macem2 kaya dia.. apa dia ga malu ya? berjilbab tapi kaya gitu.. "

Ada yang pernah terceletuk kata2 seperti di atas??

Kalau buat Na, hal ini kembali pada pribadi masing2. Baik si akhwat yang sudah berjilbab maupun yang belum berjilbab (ku doakan semoga Allah memberikan hidayah-Nya untukmu, teman). Kalau tak mau disalahkan, tentunya masalah ini terus menerus dipermasalahkan dan akhirnya merasa paling benar sendiri..


akhwat berjilbab:
" Loh, ya lebih baik saya dong! Saya sudah melaksanakan salah satu kewajiban seorang perempuan yaitu untuk menutupi aurat dengan berjilbab. Ga usah meributkan masalah akhlak.. perbaikin dulu diri sendiri.. pake dulu jilbabnya baru ngomong masalah akhlak.."


akhwat belum berjilbab:
" Jelas lebih baik saya! walaupun saya belum berjilbab, saya lebih berhati2 jika ingin berjilbab. Saya akan pakai jilbab kalau saya sudah siap. Saya perbaiki dulu akhlak saya biar nantinya saya ga malu2in jilbab itu sendiri. Saya belum berjilbab tapi saya ga boncengan dengan laki2. Saya belum berjilbab tapi saya ga suka bergosip. Saya belum berjilbab tapi saya pake baju yang menutupi pinggang saya..! "


akhwat berjilbab dan yang belum berjilbab: " APAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..?!!!!!!!! "


(tenang..tenang..di atas cuma skenario saya aja.. bukan kejadian beneran kok... )


Tapi inilah yang akan terjadi kalau perasaan tak mau disalahkan alias merasa paling benar dominan di hati kita.

Jangan salah, Na pun juga pernah merasa seperti itu dan digituin loh. Na pernah mendapat 'celetuk' an dari salah seorang teman yang melihat perbuatan brutal Na dan ia memandang perbuatan itu sangatlah tidak layak dilakukan oleh perempuan yang berjilbab.


Malu???


BANGET!!!!


Rasa2nya Na sudah mencoreng jilbab sendiri. Dan parahnya lagi, akibat perbuatanku itu, seluruh anak perempuan yang berjilbab langsung memiliki CAP seperti diriku

Astaghfirullah.. Ya Allah.. maafkanlah kami atas kekhilafan ini..


Setelah puluhan tahun terlewati, barulah Na memahami akan makna ber-jilbab. Jilbab tak hanya sekedar dijadikan sebuah kewajiban bagi seluruh wanita di muka bumi Allah. Melainkan dengan berjilbab juga akan melatih akhlak kita.


Yang tadinya belum berjilbab,
Masih suka haha-hihi sama temen2. Tertawa lepas, ngegosip ria, berjalan2 di mall, nonton di bioskop tiap weekend. Memakai baju sesuai mode, mempercantik diri supaya dilirik orang lain, bergaul dekat dengan laki2 yang bukan mahramnya. Bacaannya novel2 romantis, komik2 serial cantik atau semacamnya. Shalatnya masih bolong2 dan sekalinya shalat ngebutnya minta ampun..


Yang sudah berjilbab,
Berusaha tertawa seperlunya tidak sampai terbahak2. Mengurangi nge-gosip karena sudah tau bahwa dengan bergosip sama saja seperti memakan daging saudara sendiri. Mengurangi aktivitas jalan2 di mall atau di bioskop karena kata Rasulullah SAW itu adalah tempat2 yang paling banyak membuat kita lalai. Tak lagi mengikuti mode karena cukup satu mode yaitu jilbab sesuai syar'i. Tak lagi mempercantik diri untuk dilirik orang lain karena itu dilarang Allah. Berusaha menjaga jarak dengan laki2 yang bukan mahramnya. Bacaannya berubah menjadi Al-Qur'an dan buku2 Islami sebagai bacaan harian. Berusaha memperbaiki shalat lima waktu dan memperindah dengan shalat tepat waktu, lalu menyediakan waktu saat shalat agar lebih nikmat saat berinteraksi dengan Allah..


Tentunya, ga semua perempuan yang berjilbab ataupun yang belum berjilbab memiliki sikap2 seperti di atas. Bisa jadi keduanya saling berkebalikan. Mengapa itu bisa terjadi?? Tanyalah pada diri kita masing2..

Merasa akhlaknya sudah lebih baik daripada perempuan yang sudah berjilbab? Lengkapilah dengan mematuhi perintah Allah yaitu dengan menutup aurat

Merasa akhlaknya lebih buruk daripada perempuan yang belum berjilbab? Lengkapilah rasa malu dalam diri, Insya Allah, dengan adanya malu akhlak kita berangsur2 menjadi baik


Yuk teman2, kita sama2 memperbaiki diri

Bagi yang sudah berjilbab, semoga Allah senantiasa menjaga keistiqamahan kita dalam menjaga aurat dan semoga Allah tidak mencabut hidayah ini dari kita

Bagi yang belum berjilbab, semoga Allah senantiasa mencurahkan hidayah-Nya pada kita dan semoga Allah selalu mengembalikan hati kita untuk taat kepada-Nya

Amiin ya Allah..


Jadi...

Do i better than u ?



Baca Selengkapnya "do i better than u? or.."

Label: , , ,

Tadinya kukira news ticker yang sedang berjalan di salah satu channel tv itu adalah berita yang lalu dan hampir tidak terlalu kugubris.. mengapa tak kugubris? karena tulisannya adalah..

" almost 140 people die in war of Gaza... bla bla bla... "

Heung??Gaza?? Israel dan Palestina?? ah.. mungkin itu berita beberapa tahun yang lalu.. lagipula sepertinya mereka baik2 aja..

Selang beberapa menit kemudian, barulah tersebar dimana2 bahwa ternyata memang benar.. saat ini.. detik ini.. Israel dan Palestina sedang berperang

Ya Allah.. betapa mengerikan apa yang terjadi disana saat ini..

Dan yang paling menyedihkan adalah banyak anak kecil dan wanita yang terluka parah dan akhirnya meninggal karena serangan bom yang tak ada hentinya..

Aku langsung teringat dengan salah satu firman Allah dalam surat An-Nisaa' ayat 79, yang mengatakan:

" kebajikan apapun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apapun yang menimpamu maka dari kesalahanmu sendiri.. "

Perang yang saat ini sedang berlangsung di Palestina mengakibatkan banyak kematian. Selain itu rakyat Palestina pun juga mengalami penderitaan. Listrik mati, air padam, kebutuhan obat2an terbatas, begitu juga dengan kebutuhan makanan..

Aku langsung berpikir, musibah yang saat ini sedang dihadapi mereka tentunya karena kesalahanku yang jarang.. bahkan tak pernah dalam pikiranku berpikir akan keberadaan mereka..

Ya Allah Yang Maha Pengampun.. Ampunilah kami..


Aku tak bisa mengungkapkan kesedihanku
melalui aksi solidaritas sesama muslim dengan berdemo..

Aku tak bisa mengungkapkan keberanianku
melalui aksi menjadi relawan mujahidah Palestina..

Aku tak bisa mengungkapkan kebencianku, kekesalanku, kemarahanku pada orang2 yang telah membumi hanguskan wilayah Palestina dengan aksi teatrikal..




Yang kulakukan sekarang hanya lah berdoa..


Dengan sepenuh keyakinan
bahwa Allah pasti akan menolong mereka,

Yakin dengan sepenuh keyakinan
bahwa Allah pasti akan menolong hamba-hamba-Nya yang mengalami kesulitan,

Yakin dengan sepenuh keyakinan
bahwa Allah pasti akan mendengar dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang penuh harap sampai berlinang air mata,


Karena itulah teman2, Na berharap teman2 juga mau berdoa untuk keselamatan orang2 Palestina.. memohon agar Allah memberikan perlindungan untuk mereka..

Dan untuk orang2 Israel, terserah teman2.. mau mendoakan mereka seperti apa..

Apakah mau berdoa seperti doa nya Nabi Nuh a.s yang memohon pada Allah agar memusnahkan musuh2 Allah atau mau berdoa seperti doa nya Nabi Ibrahim a.s yang memohon pada Allah agar memberikan hidayah pada musuh2 Allah..

Jazakumullah khairan katsira, teman2..



Semoga Allah senantiasa memberikan kita rahmat dan hidayah-Nya

Amiin ya Allah..
Baca Selengkapnya "saudaraku.."

Label: , , , , , ,

Assalamu'alaykum wr wb,
Ada oraaang?? wah.. ternyata blog saya masih begini2 aja ya.. tak ada kemajuan yang pesat.. hiks.. padahal sudah ditinggal liburan nih..

waaa.. liburan lagi?? hemm.. bener2 deh kl dah jadi 'pengangguran' ..

Alhamdulillah.. beberapa hari setelah melewati tahun baru Islam, Na menikmati waktu berlibur bersama keluarga (dengan tambahan saudari dan saudaraku). Na pikir ini merupakan salah satu cara bagaimana Na bisa menyatukan hati dengan keluargaku sendiri.. hehehe

Kami berlibur ke daerah puncak, tepatnya menginap di sebuah tempat penginapan 'evergreen'. Awalnya kami berniat berlibur ke daerah kota bunga, tapi karena sesuatu hal yang cukup mendadak dan Allah berkehendak atasnya, akhirnya niat tersebut tinggal-lah kenangan~

Alhamdulillah, kami dapat penginapan yang sangat bagus baik tempat maupun pemandangan sekitarnya. Kami menghabiskan tiga hari dua malam disana..

Subhanallah.. sudah lama tak lihat gunung sedekat itu, langit sebiru itu dan ada yang paling teramat menggugah hatiku.. yaitu.. aliran air yang gemericik melewati bebatuan besar, alias.. ada kaliii!!! tak segan2 Na berteriak.. " Waaaaaaa.. ada kaliiiiiiiii..!! " (ntahlah, setiap melihat kali yg aliran airnya jernih dengan bunyi gemericik itu.. aku merasa seperti bolang yg senang main di kali ^^ )

Oh iya, perlu diketahui bahwa selama di perjalanan ini, Na sibuk mengatur.. membereskan.. dan meluruskan niat. Jujur aja, Na takut kalau Allah ga ridho akan liburan ini.. sampai2 sebelum berangkat, Na berdoa.. " Ya Allah, kalau liburan ini ngga baik untuk diriku dan semuanya, maka ga pergi pun juga gapapa.. tapi kl dengan liburan ini bisa menjadi kebaikan untukku dan semuanya, maka izinkanlah kami pergi " Dan hasilnya, Alhamdulillah.. kami dapat berlibur dengan penuh kenangan dimana2~


~ Day One ~

Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah, perjalanan kami menuju puncak (kok kaya theme song nya acara apa itu, yang nyanyi2.. ah, aneh nih..) dimudahkan oleh Allah. Padahal di berita disebutkan bahwa jalanan disekitar puncak macet total dimana2, tetapi berkat pertolongan Allah, walaupun kami terkena macet.. tapi ga macet total.. masih bisa jalan kok mobilnya.. hehehe..

Lanjut,
Setelah mendapatkan tempat penginapan, bebenah, meletakkan barang2.. tiba2 waktu maghrib pun sudah lewat dan kami berniat ingin shalat isya' di masjid puncak (hee..apa nama masjidnya ya? ituloh.. yg ada airnya..trus bisa dapet teh dan kopi secara gratis..ah, Na lupa nama masjidnya.. maaf ya masjid T__T ). Ga hanya ingin shalat isya' disana aja sih, tapi ada niatan lain yaitu jalan2. Alhasil, KUN FAYA KUN!! Allah berkehendak akan keinginan kami untuk jalan2~
Sistem 'tutup buka' di puncak membuat kami harus mengurungkan niat untuk shalat di puncak karena ternyata saat kami berada disebuah toko untuk membeli keperluan makanan, jalanan lagi dibuka untuk ke arah puncak dan ditutup untuk ke arah Jakarta, otomatis semua jalur ke Jakarta terhenti dan membuat antrian macet yang puaaanjaaaaang dan puaaaaaaaaanjaaaaaaang~

Singkat cerita, kami diajak oleh penduduk sekitar untuk mengambil 'jalan pintas' menuju Gunung Mas (FYI, masjid puncak letaknya dekat dengan Gunung Mas). Dan, petualangan yang mematikan pun dimulai. Kenapa mematikan? karena ternyata.. jalan pintas yg dimaksud oleh mereka adalah jalan melalui perkebunan teh. Waah, enak dong~ pasti pemandangannya indah!
Eit.. tunggu dulu.. perkebunan teh yg kami lalui bukanlah jalan yang LAYAK untuk dilewati sebuah mobil, melainkan itu adalah track nya kuda-kuda untuk berjalan.. dan lagi.. TAK ADA LAMPU PENERANGAN DISANA!! alias gelap gulita, tak ada secercah cahaya setitik pun, saudara-saudara!!!!

Seisi mobil sudah mulai gelisah tetapi menutupi ketakutan mereka dengan sedikit guyonan sambil berdzikir. Begitu juga saya.. diajak ketawa pun hanya bisa ketawa sebelah dan dalam hati saya menangis ketakutan karena merasa amat bersalah. Na yakin, kejadian itu terjadi akibat niat Na yang ga bener, niat untuk jalan2 lebih mendominasi daripada niat untuk shalat isya' di masjid puncak. Na sampai berdoa dalam hati.. " Ya Allah, sungguh maafkan hamba, maafkan kelalaian hamba.. tolonglah kami ya Allah, semoga jalan ini benar2 menuju masjid.. jangan matikan kami dahulu ya Allah.. kami belum shalat isya.. "

Setiap mobil berjalan melewati bebatuan yang menanjak hingga membuat jalannya ndut-ndut-an, semuanya beristighfar.. perut terasa teraduk2.. ah, tak tergambarkan bagaimana khawatirnya kami saat itu..

Di perkebunan teh yang luas itu, hanya ada satu motor yang diisi oleh dua orang penduduk yang menawari kami tadi, lalu mobil APV (keluargaku) dan mobil karimun biru (keluarga lain yang ingin mengambil jalan pintas seperti kami). Aku tak tahu bagaimana keadaan di dalam mobil karimun biru itu selama perjalanan yang mematikan itu.. tapi kuyakin, mereka pun sama DEG-DEG-an nya seperti kami.. pun kedua mas2 yang mengantar kami dengan motornya sampai berkata, " Kita juga cape' Bos.. bentar lagi nyampe kok.. "

Begitulah, kalau Allah sudah berkehendak apapun akan terjadi. Alhamdulillah, ternyata kami masih diizinkan untuk shalat isya' di masjid puncak dengan selamat.. saking gemetaran dan takut.. saya sampe 'banjir' waktu shalat isya'.. (benar2 takut sih TT___TT)

Setelah shalat isya', kami disuguhi pemandangan yang sebenarnya biasa namun atas keajaiban-Nya, lampu2 kota yang letaknya di kaki gunung dijadikan begitu luar biasa saat dipandang seperti kilauan permata..berlian..mutiara.. ah, rasanya tak ada yg bisa menandinginya.. Subhanallah wal hamdulillah.. trimakasih ya Allah, setelah perjalanan yang mematikan tadi, Engkau menghadiahi kami dengan pemandangan yang menakjubkan itu..
Malam pun semakin larut dan akhirnya kami kembali pulang ke penginapan lewat jalan biasa (hehehe)

~ Day Two ~

Pagi2 sekali kami bangun untuk berjalan2 sekitar tempat penginapan. Awalnya mau berangkat sesudah shalat subuh berjamaah..tetapi ternyata hari masih gelap nian.. akhirnya kami baru berangkat jalan kaki sekitar pukul enam pagi..
Setelah puas mengelilingi tempat penginapan, saatnya.. bermain di kali!!!! haa.. senang banget bisa menyentuh air kali, walau kiri dan kanannya ada sampah.. tapi saya tetep memasukkan kaki ini ke dalam kali tersebut.. hehehe

Subhanallah, padahal ini sudah lumayan pagi loh tapi kok dikamera jadi gelap gini..

Yang ini dipoto waktu lagi ada di 'atas'.. heung.. masih gelap..

Perhatiin awannya deh.. mirip pasir ya ^^ (eh,apa cuma saya yg bilang mirip pasir?)

Nah yang ini waktu kita dah 'turun'.. gunungnya mirip gunung tangkuban perahu.. (sok tau)

Nuaah, kl yg ini asli trik kamera hape loh! aslinya ga sebiru ini!! saya juga bingung..ko jadi gini @__@

Kalau yg ini..hehe, perkenalkan.. inilah nenekku tercinta yang lagi asik nemenin cucunya main di kali~


Setelah puas main, kami berencana ingin datang berkunjung ke kota bunga. Alhamdulillah, lagi2 jalanan saat kami ingin ke atas tidak macet. Sesampainya disana kami melihat villa2 yang bentuknya lucu2 dan penuh warna warni (ada yg kaya gulali gitu..) lucu deh! Setelah puas lihat kanan kiri, akhirnya kami shalat dzuhur di masjid sana. Sedih, karena kebanyakan jemaahnya adalah pak satpam. Tapi itu pun harusnya sudah bersyukur ya.. tandanya pak satpamnya orang baik dong ^__^

Setelah puas berjalan2 dan melihat indahnya kota bunga, kami pun kembali ke penginapan. Di malam harinya, setelah shalat maghrib, kami berjalan kaki keluar melihat kondisi sekitar jalanan yang lagi muacet2 nya (sambil nyari obat juga sih). Saat melangkah kan kaki keluar penginapan.. Subhanallah... lagi2 Allah menyajikan pemandangan yang sangat indah untuk kami..
Langit pada malam itu terasa sangat indah seperti di planetarium. Seakan2 bintang2 itu bertebaran semaunya. Ada yang bergerombol, ada yang membentuk segitiga, ada juga yang paling cerah sendirian. Sudah gitu, bulan pun tak mau kalah.. malam itu, Allah membuat cahaya bulan sabit begitu mengkilau, seperti habis digosok.. cling banget!! ^^

Subhanallah.. rasanya ga bosan2nya kami mendongak ke atas untuk melihat 'sajian' ini secara cuma2. Saat melihat bintang2 itu bertaburan, Na langsung berpikir.. ' Bintang kan sebenarnya gede banget tapi dimata manusia jadi terlihat kecil karna jarak kita yg amat berjauhan.. dan sesungguhnya.. manusia-lah yang kecil.. ' (jadi, mungkin harusnya lagu anak2 dirubah ya.. bukan bintang kecil.. tapi bintang besar.. ahahaha.. mulai ngaco saya.. )
Dan, malam pun ditutup dengan indahnya~

~ Day Three ~

Saatnya untuk kembali ke rumah. Pagi2 sekali kami sudah bebenah, membereskan barang2 dan mulai sibuk merapihkan kembali kamar yang kami tempati. Tadinya berniat langsung pulang, eh ternyata Uni-ku masih ingin jalan2. Jadilah akhirnya sebelum pulang, kami 'main' dulu ke taman safari... horeee~~

Sudah lama sekali ga melihat hewan2 yang biasa ditonton di animal planet secara 'live'. Tiap kandang hewan yang kami lewati, rasanya semuanya sibuk berbicara.. "Ah..lucu bangeet!!".
Dari semua hewan yang ditonton, ada beberapa hewan khusus yang lumayan membuat kami 'terbelalak', diantaranya..
  • Gajah yang berdiri ditengah jalan sambil memungut makanan (yg langsung masuk ke mulutnya) dan uang (yg diberikan oleh pengunjung dan langsung masuk ke kantong si pelatih yang duduk diatas gajah)
  • Kudanil yang super ndut dan besar
  • Sapi Bali yang punya tanduk berpilin (bukan tongkat berpilin) yang sibuk mendekati jendela mobil pengunjung (abis mereka dah tau sih kl bakal dikasih makan..)
  • Jerapah yang kecapean dan dia asik menyenderkan lehernya ke tiang makanan (Na baru tau loh kl ternyata buntut jerapah itu puaaanjaang dan agak keriting..lucu deh)
  • Kumpulan monyet2 yang seliweran di jalanan (eh, ada anak monyet yang masih kecil banget, tubuhnya masih merah. lucuuu banget liatnya, kepalanya gede gitu ^^; )
Wah, rata2 semuanya membuat kami berisik deh ^^

Setelah itu, kami mulai menelusuri taman2 yang ada di dalam. Kami main ke baby zoo (saya poto bareng leopard dewasa loh, ternyata berat ya.. berat banget!!!), lalu melihat air terjun yang di atas (apa yah nama air terjunnya..lupa..), lalu lihat pertunjukan burung2 pemangsa, lalu.. pulaaang~~ semua orang sudah tepar termasuk saya yg kepalanya makin cenat cenut T__T

ini air terjun yang ada di taman safari, nenekku ikut mendaki ke sini loh!!


Alhamdulillah, sampai saat pulang pun Allah masih memudahkan kami dan menyelamatkan kami untuk pulang ke rumah dengan selamat. Kami terhindar dari macet total saat turun puncak dan saat di Jakarta, jalanan masih belum begitu ramai.. senangnya~


Trimakasih ya Allah.. Liburan yang Kau berikan padaku benar2 menyenangkan ^^
Baca Selengkapnya "itik liburan (lagi) ?"