Label: , , , , ,


Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuuh!!

Ada yang rindu padaku?? (celingak celinguk lihat kanan-kiri-atas-bawah)

sepertinya... tak ada~




Hehehe.. mau dirindukan atau tidak, tetep keinginan untuk menulis dan menyampaikan masih saja terpendam. Alhamdulillah, sekarang diizinkan Allah untuk melakukannya ^^

Still remember that my Abang (hayah..) dah jadi Bapak2?? ini luoh anaknya sekarang..


Namanya Naura syifa chumaira, sekarang usianya sudah 7 bulan


Lalu, apa hubungannya dengan hilangnya Na dari dunia perblog-an dengan si mungil Naura? Yuap, saat ini.. Na sedang membantu meringankan bebannya Abang beserta Istrinya, pendek kata, Na jadi 'pengasuh' nya Naura. Dikarenakan sekarang Abang sudah tak lagi tinggal bersama mertua dari Istrinya (alias sudah punya rumah baru), akhirnya si Abang tak punya lagi 'pengasuh' Naura yang bisa menjaganya selama Istrinya pergi bekerja


Waow.. berarti.. daku pindah yaaa! (Horeee.. sekarang punya dua kamar luooh.. satu di rumahnya Mamah, satu lagi di rumahnya Abang)


Sekarang adalah hari ke-6 aku menjadi seorang Nanny 009. Kenapa 009? karna saya bukan James Bond, bukan pula telepon internasional, mengapa sembilan? itu karena.. silakan ditebak sendiri.. hehehe...


kok jadi beginian sih ngomongnya... lanjut ah~


Selama menjadi pengasuh bayi yang saat ini memiliki berat 7.5 kilo, 'jetlag' pun tak kuasa kuhindari. Badanku yg kalau ketiup angin bisa terbang (kata Mamah) langsung ringkih saat harus menggendongnya. Beberapa hari pertama kulalui dengan banyak tangisan batin (lahiriyah juga sih). Begitu banyak kecerobohan dan kelalaian terjadi hanya karena berasal kebodohanku yang super duper ini..


Ya Allah, ampunilah aku TT___TT


Setelah lewat beberapa hari, barulah kusadari.. betapa pentingnya rasa membutuhkan Allah sebagai Yang Maha Mencukupi dan Maha Melindungi


Saat kami hanya berdua adalah saat-saat dimana jantungku semakin berdebar kencang. Bagaimana tidak kencang? rasa khawatir ini menghantuiku kemana-mana. Walaupun pintu sudah kukunci rapat2, sampai jendela pun tak ada yang kubiarkan terbuka, ntah mengapa tetap saja ada rasa takut. Takut ada maling lah.. takut ada yang tiba2 ketok2 pintu lah.. takut ini lah.. takut itu lah... ah.. pokoknya Na benar2 merasa khawatir berat dengan keberadaan kami yang jauh dari perlindungan apa-apa dan siapa-siapa..


Namun, dengan melihat kepolosannya wajah Naura (apalagi kalau lagi tidur), ntah mengapa seakan-akan ia memberitahuku.. " Tante.. jangan takut.. kan ada Allah.. " dan setelah puas menatap wajahnya.. mencoba sambil berdzikir dan beristighfar.. barulah hati ini kembali tenang..


Banyak hal yang kupelajari lewat Naura. Baik saat ia lagi tertidur, tertawa, menangis, memperhatikan sesuatu, berbicara.. duh.. terkadang membuatku menangis. Na sangat takjub dengan tingkah laku seorang bayi. Dan tidak jarang hal ini membuat Na mencoba merasakan betapa 'sibuk' nya Mamahku saat mengasuhku sewaktu aku masih bayi..


Pernah suatu hari Mamah datang berkunjung menemaniku. Disaat Naura sudah tertidur dan kami berdua sedang melepas lelah.. Mamahku mulai bercerita..


" Bisa Na bayangkan, dulu Mamah lebih repot dari Na. Mamah tinggal di kontrakan sendirian sambil mengurus dua anak (uni dan abangku, dimana jarak mereka berdua adalah 3 tahun). Mamah masak-nyuci sambil gendong abang. Kalo lagi ngelonin ga bisa satu-satu. Sudah gitu masih dengan keterbatasan uang. Mamah jarang pakein pampers, pakeinnya celana tambel celana.. biarin deh cuciannya banyak. Trus Mamah selalu sedia baju yang khusus untuk shalat. Jadi kalau bajunya kena ompol atau kena [maaf] pup, cuma Mamah bersihin pake air aja, Mamah ga ganti baju karna baju Mamah cuma dikit. Dulu mana pernah Mamah beliin uni dan abang mainan. Semua mainan yang mereka mainin itu cuma dari barang2 bekas yang Mamah sulap jadi mainan anak... "


Semakin Mamah bercerita, semakin teriris pula hati ini.. aku tak pernah menyangka bahwa Mamahku sampai seperti itu.. TT___TT


Pantaslah mengapa surga sampai ada di bawah kaki seorang Ibu.. Ya Allah, semoga Mamahku mendapatkan tempat terbaik dalam surga-Mu.. amiin ya Allah


Sempat aku bertanya pada Allah, mengapa Allah memberikanku tanggung jawab ini? dan sepertinya sekarang aku baru sadar.. dengan menjadi seorang 'pengasuh', Allah ingin memperbaiki akhlakku. Aku tak bisa lagi mudah manyun dan cemberut hanya karena masalah sepele. Tak bisa lagi marah karena tak mendapatkan apa yang diinginkan. Belajar mengontrol emosi. Belajar tersenyum.. dan belajar yang lainnya.. termasuk belajar masak (apa?!!!). Ah, kl yg ini saya masih acakadut nan amburadul.. memalukan jika saya postingkan hasil masak saya disini..


Secara keseluruhan, aku diminta Allah agar aku bisa lebih belajar mengenal dan mendekatkan diri pada Allah dan Rasul-Nya lewat Naura, insya Allah


Yah, inilah alasan mengapa si itik tak kunjung berposting ria lagi. Karena si itik lagi jadi bocah yang mengurus bocah~

Jika Allah mengizinkan, si itik akan kembali menuliskan sesuatu di blog ini. Mohon maaf dan maklum ya teman2 atas keterbatasanku ini...



Jadi..

apakah ada yang merindukanku??

Sambil berharap.. setidaknya memang ada yang merindukan si itik...
(ah, becanda kamu nak~)




Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (4)

I miss u mba..
bolak-balik kesini, tapi masih sepi.. tapi alhamdulillah sekarang udah eksis lagi.. hehe...

alhamdulillah... ada yg merindukanku!

hehe,
miss yu tu Lan (wah..terharu saya..ternyata lani suka bulak-balik main ke sini.. hiks.. TT___TT)

Semoga Allah senantiasa membalas rindumu padaku Lan.. amiin ya Allah..

inaaa... TTATT haru biru menyertai ketika membaca tulisan biru ituu..huhuhu

salamku buat mamah nya Na..

ehh..aku rindu ina lohh *angkat tangan*

huhuhu, daku sendiri saat mendengarnya cuma bisa diam (hampir berkaca2 pula mata ini..) spertinya hampir setiap ibu punya pengalaman 'hebat' ya..

insya Allah disampeikeun salamnya ^^

wuih... aciikk.. ada yg rindu saya lagi!!

Semoga Allah senantiasa membalas kerinduanmu padaku Ri.. amiin ya Allah