Label: , , , ,



Semakin hari semakin Na dibuat meringis sekaligus malu melihat penampakkan jilbab saat ini. Meringisnya karena sedih melihat jilbab yang semakin lama semakin melenceng dari arti 'jilbab' itu sendiri, malu nya karena Na malu.. hal ini terjadi juga karena kesalahan Na. Oleh sebab itulah, Na merasa ingin memperbaiki kesalahan Na salah satunya dengan postingan ini, Insya Allah..


Banyak peristiwa yang pada akhirnya membulatkan pendapat menjadi sebuah keputusan secara umum, yaitu pendapat " ga semua perempuan yang berjilbab itu jauh lebih baik daripada perempuan yang belum berjilbab "

Ada yang setuju dengan pendapat/pernyataan/keputusan di atas?

Kebanyakan kalimat di atas menjadi bahan pertimbangan untuk semua orang ketika melihat perempuan berjilbab. Hanya dikarenakan melihat seorang perempuan berjilbab tetapi akhlaknya tidak baik dibandingkan dengan perempuan yang belum berjilbab, secara tidak sadar (atau sepenuhnya sadar) langsung mengultimatum, " Beuh, mendingan aku deh yg belum berjilbab tapi ga macem2 kaya dia.. apa dia ga malu ya? berjilbab tapi kaya gitu.. "

Ada yang pernah terceletuk kata2 seperti di atas??

Kalau buat Na, hal ini kembali pada pribadi masing2. Baik si akhwat yang sudah berjilbab maupun yang belum berjilbab (ku doakan semoga Allah memberikan hidayah-Nya untukmu, teman). Kalau tak mau disalahkan, tentunya masalah ini terus menerus dipermasalahkan dan akhirnya merasa paling benar sendiri..


akhwat berjilbab:
" Loh, ya lebih baik saya dong! Saya sudah melaksanakan salah satu kewajiban seorang perempuan yaitu untuk menutupi aurat dengan berjilbab. Ga usah meributkan masalah akhlak.. perbaikin dulu diri sendiri.. pake dulu jilbabnya baru ngomong masalah akhlak.."


akhwat belum berjilbab:
" Jelas lebih baik saya! walaupun saya belum berjilbab, saya lebih berhati2 jika ingin berjilbab. Saya akan pakai jilbab kalau saya sudah siap. Saya perbaiki dulu akhlak saya biar nantinya saya ga malu2in jilbab itu sendiri. Saya belum berjilbab tapi saya ga boncengan dengan laki2. Saya belum berjilbab tapi saya ga suka bergosip. Saya belum berjilbab tapi saya pake baju yang menutupi pinggang saya..! "


akhwat berjilbab dan yang belum berjilbab: " APAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..?!!!!!!!! "


(tenang..tenang..di atas cuma skenario saya aja.. bukan kejadian beneran kok... )


Tapi inilah yang akan terjadi kalau perasaan tak mau disalahkan alias merasa paling benar dominan di hati kita.

Jangan salah, Na pun juga pernah merasa seperti itu dan digituin loh. Na pernah mendapat 'celetuk' an dari salah seorang teman yang melihat perbuatan brutal Na dan ia memandang perbuatan itu sangatlah tidak layak dilakukan oleh perempuan yang berjilbab.


Malu???


BANGET!!!!


Rasa2nya Na sudah mencoreng jilbab sendiri. Dan parahnya lagi, akibat perbuatanku itu, seluruh anak perempuan yang berjilbab langsung memiliki CAP seperti diriku

Astaghfirullah.. Ya Allah.. maafkanlah kami atas kekhilafan ini..


Setelah puluhan tahun terlewati, barulah Na memahami akan makna ber-jilbab. Jilbab tak hanya sekedar dijadikan sebuah kewajiban bagi seluruh wanita di muka bumi Allah. Melainkan dengan berjilbab juga akan melatih akhlak kita.


Yang tadinya belum berjilbab,
Masih suka haha-hihi sama temen2. Tertawa lepas, ngegosip ria, berjalan2 di mall, nonton di bioskop tiap weekend. Memakai baju sesuai mode, mempercantik diri supaya dilirik orang lain, bergaul dekat dengan laki2 yang bukan mahramnya. Bacaannya novel2 romantis, komik2 serial cantik atau semacamnya. Shalatnya masih bolong2 dan sekalinya shalat ngebutnya minta ampun..


Yang sudah berjilbab,
Berusaha tertawa seperlunya tidak sampai terbahak2. Mengurangi nge-gosip karena sudah tau bahwa dengan bergosip sama saja seperti memakan daging saudara sendiri. Mengurangi aktivitas jalan2 di mall atau di bioskop karena kata Rasulullah SAW itu adalah tempat2 yang paling banyak membuat kita lalai. Tak lagi mengikuti mode karena cukup satu mode yaitu jilbab sesuai syar'i. Tak lagi mempercantik diri untuk dilirik orang lain karena itu dilarang Allah. Berusaha menjaga jarak dengan laki2 yang bukan mahramnya. Bacaannya berubah menjadi Al-Qur'an dan buku2 Islami sebagai bacaan harian. Berusaha memperbaiki shalat lima waktu dan memperindah dengan shalat tepat waktu, lalu menyediakan waktu saat shalat agar lebih nikmat saat berinteraksi dengan Allah..


Tentunya, ga semua perempuan yang berjilbab ataupun yang belum berjilbab memiliki sikap2 seperti di atas. Bisa jadi keduanya saling berkebalikan. Mengapa itu bisa terjadi?? Tanyalah pada diri kita masing2..

Merasa akhlaknya sudah lebih baik daripada perempuan yang sudah berjilbab? Lengkapilah dengan mematuhi perintah Allah yaitu dengan menutup aurat

Merasa akhlaknya lebih buruk daripada perempuan yang belum berjilbab? Lengkapilah rasa malu dalam diri, Insya Allah, dengan adanya malu akhlak kita berangsur2 menjadi baik


Yuk teman2, kita sama2 memperbaiki diri

Bagi yang sudah berjilbab, semoga Allah senantiasa menjaga keistiqamahan kita dalam menjaga aurat dan semoga Allah tidak mencabut hidayah ini dari kita

Bagi yang belum berjilbab, semoga Allah senantiasa mencurahkan hidayah-Nya pada kita dan semoga Allah selalu mengembalikan hati kita untuk taat kepada-Nya

Amiin ya Allah..


Jadi...

Do i better than u ?




Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (3)

sudah seharusnya klu berjilbab disertai dengan tingkah laku yg sesuai dgn ajaran agama. klu berjilbab hanya sekadar penutup kepala, lbh baik ga usah berjilbab dulu deh.

percuma, ga ada bedanya dengan yg tidak berjilbab, mgkn saja yg tdk berjilbab lebih baik dr yg berjilbab
:)

Ya Allah,aku mohon ampunan dari-Mu..

Sepertinya aku masih salah dalam menyampaikan maksud postingan ini, maafkan aku teman2..

Pada intinya, Na hanya ingin menyampaikan bahwa istiqamahkanlah hati teman2 yg sudah berjilbab walau merasa akhlak belum baik

Hidayah dari Allah adalah sesuatu yang sangat berharga dan hidayah itu turun dari tempat/orang/waktu yang tak pernah kita kira. Walaupun alasan memakai jilbab hanya untuk sekedar menutup kepala..atau disuruh orangtua..atau yang lainnya, bukan karena mengetahui bahwa sesungguhnya berjilbab dan menutupi aurat itu adalah perintah dari Allah SWT, itu tak mengapa.. Insya Allah.. selama dari diri kita sendiri masih ada keinginan untuk bertaubat dan terus melakukan perbaikan diri dengan cara memperbaiki akhlak, Insya Allah

Allah SWT menilai manusia berdasarkan dari tingkat keimanan. Tentunya tiap2 dari kita tak pernah sama karena keimanan seseorang bisa naik atau turun. Dengan begitu, dalam pandangan Allah, tentulah beda wanita yang berjilbab dengan yang tidak berjilbab. Perihal siapa lebih baik dari siapa, hanya Allah yang Maha Mengetahui dan diri kita sendiri..

Itulah maksud mengapa postingan ini kuberi judul, " Do i better than u? or.. "

Dengan maksud agar kita senantiasa mengkoreksi diri sendiri saat memandang orang lain. Apakah aku lebih baik darimu? atau ..

Maha Suci Allah dari segala sesuatu yang berada di langit dan di bumi. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari segala perbuatan yang membuat-Nya murka..

Amiin ya Allah

memang tergantung masing2 orang ya mba.. karna pemahaman setiap orang kan beda2.. wallahu 'alam. untuk masalah jilbab pun, kadang lani nemuin ada yang bilang "pengen coba untuk jilbab-in hati dulu" padahal menurut lani sendiri dengan kita berjilbab terlebih dulu, malah insyaAllah.. hati kita pun ikut ter-hijab.

"ga semua perempuan yang berjilbab itu jauh lebih baik daripada perempuan yang belum berjilbab" kurang setuju sich.. menurut lani tergantung bagaimana si pemakai jilbab itu sendiri memaknai jilbab nya dia. tapi terkadang memang miris, berjilbab qo.. kaya gitu, kalo udah ngeliat yang "aneh2" begitu, lebih baik istighfar n minta sama Allah biar saudari lani itu diberi petunjuk..

wallahu 'alam.. mba..
tapi.. tulisannya mba ina.. emang ga ada matinya.. selalu ada postingan baru n ide baru...

oops.. komen ini udah melenceng ya mba.. maaf.. gomen..