Label: , , ,

" Dulu aku begitu mencintaimu.. tapi sekarang semenjak mengenal Allah SWT, aku memilih untuk menghindarimu karena aku sudah merasakan betapa nikmatnya jatuh cinta pada Allah.. "



Di atas adalah kutipan seorang perempuan, tepatnya seorang istri penguasa di zaman Nabi Yusuf a.s. Namanya Zulaikha. Ada yang inget dan tau kisahnya?

Kurang lebih seperti ini..

Suami Zulaikha (kalau tidak salah bernama Al-Aziz) memelihara seorang hamba yang bernama Yusuf (alias Nabi Yusuf a.s). Sedari kecil Nabi Yusuf a.s dipekerjakan oleh Al-Aziz. Dengan penuh ketaatan sebagai seorang hamba terhadap majikan, semua perintah yang diperintahkan oleh Al-Aziz atau Istrinya tekun dijalankan oleh Nabi Yusuf a.s. Hingga akhirnya Nabi Yusuf a.s berubah menjadi sosok pemuda yang begitu tampan dan menawan hati. Seluruh mata memandang tak pernah bosan jika melihat ketampanan Nabi Yusuf a.s, begitu juga dengan Zulaikha.

Heung..Na ga pandai menceritakan kembali nih, kalau temen2 mau.. coba saja lihat lagi kisah para Nabi dan lihat bagaimana kisahnya Nabi Yusuf a.s (aaah..maaf ya teman2 TT___TT...)

Pada intinya, Na ingin mengambil hikmah yang luar biasa dibalik kisahnya Zulaikha. Yang tadinya ia amat mencintai Nabi Yusuf a.s hingga termakan oleh godaan setan, sampai pada akhirnya Zulaikha bisa berkata se- 'dahsyat' di atas..

Subhanallah.. begitukah jadinya jika orang sudah jatuh cinta pada Allah ?

Dulu Na kira, ucapan " Laa ilaaha illallaahu " hanyalah sekedar ucapan biasa. Ucapan yang mengandung arti, " Tiada Tuhan selain Allah ". Hanya itu.. ga ada yang lainnya..

Tapi ternyata, kalimat thayyibah itu menyimpan arti yang benar2 dahsyat! sampai2 di akhirat nanti, Allah akan mengeluarkan orang2 dari neraka yang didalamnya terbesit kata2 " Laa ilaaha illallaahu" walaupun itu sebesar dzarrah (sesuatu yang kecil)

Subhanallah.. segitu dahsyatnya ya..

Disebutkan juga bahwa dengan mengucapkan kalimat " Laa ilaaha illallaahu" dengan hati yang teramat ikhlas, akan mengeluarkan kebesaran makhluk dan memasukkan kebesaran Allah dalam hati kita

Awal membaca tulisan di atas, bingungnya minta ampun~
Apa maksudnya ya? mengeluarkan kebesaran makhluk dari hati?? memasukkan kebesaran Allah dalam hati??

Beginilah kalau seorang bocah ingusan membaca tulisan yang melangit (hehehe). Sampai sekarang pun Na masih harus 'menjejali' diri agar paham akan arti ' kebesaran Allah' dalam hati Na.

Setelah banyak tanya sana-sini, baca ini-itu, akhirnya datanglah jawaban dari Allah..


(Maafkan atas kebodohanku, tapi inilah yang aku pahami..)

Ternyata yang dimaksud akan kebesaran Allah adalah dimana kita meyakini bahwasanya apa2 yang terjadi di dunia ini hanyalah karena Allah. Allah yang Maha Menguasai apa2 yang terjadi sama kita

Walaupun terlihat sepele, tapi ternyata hal ini banyak dilupakan..atau melupakan..atau.. malah lupa.. oleh banyak orang (termasuk Na sendiri)

Yang selama ini sering disadari, adalah benda yang memberikan sesuatu pada kita. Misal, bisa internetan karena ada uang untuk bayar internet, uangnya datang dari hasil kerja payah kita. Kalo kita ga kerja, ga dapet duit dan ga bisa bayar internet dan akhirnya ga bisa internetan.. Itulah yang dimaksud dengan kebesaran makhluk (uangnya datang dari hasil kerja)

Jika kita sudah paham dan yakin akan Allah, maka pola pikirannya menjadi gini.. bisa internetan karena ada uang untuk bayar internet, uangnya datang dari Allah karena hanya Allah-lah yang memberikan rezeki pada kita (karena Allah yang Maha Memberi Rezeki)

Saat merenungi akan kebesaran Allah, sedikit demi sedikit hati ini mulai berubah menjadi hanya kepada Allah. Dan Na yakin, karena kebesaran Allah sudah masuk dalam hati Zulaikha, maka ketampanan Nabi Yusuf a.s pun akhirnya terlewati (hee..aku membayangkan betapa tampannya Nabi Yusuf a.s sampe cengengesan sendiri.. gimana kalau melihat aslinya ya...)

Memang ga gampang untuk mengubah pola ' kebesaran makhluk ' menjadi ' kebesaran Allah ' di dalam hati ini. Tapi kalau sudah diniatkan dalam hati, Insya Allah.. Allah akan membantu kita mengeluarkan kebesaran makhluk dalam hati kita dan dengan senangnya Allah akan menempati hati kita, Insya Allah... amiin ya Allah..

Oh iya, sedikit bocoran yang sebenarnya semua orang juga dah tau sih..

Untuk belajar memahami kebesaran Allah dalam hati, secara ikhlas dan penuh keyakinan, ucapkanlah lafadz " Laa ilaaha illallaahu" sesering mungkin. Kalau Na, sambil nyoba dzikir. Kapan aja dan dimana aja (asal bukan saat lagi di kamar mandi)

Awalnya memang 'asal lewat' saat mengucapkan kalimat thayyibah itu. Tapi kalau diucapkan dengan seksama dan penuh penghayatan bahwa hanya-lah Allah yang patut disembah dan hanya kepada Allah kita mohon pertolongan.. tentunya ga 'asal lewat' lagi jadinya.. Insya Allah ^^


Yah.. begitulah apa yang sedang Na pelajari saat ini dan masih mempelajarinya. Karena Na pikir, inilah pondasinya. Kalau pondasi ini ga beres, maka gimana jadinya kehidupanku selanjutnya?


Dah ah.. segitu aja..

Mohon maaf atas segala kesalahan dan perkataanku yang ga baik ya, teman2..


Semoga Allah memberikan hidayah-Nya pada kita dan tidak mencabut hidayah ini dari kita

Amiin ya Allah..


Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (5)

numpang baca lagi yaaa :D

Ina.. diriku kangen :)

mampir ke blog ina selalu dapet pencerahan :)

amin..
semoga hidayah ini ga dicabut sama Allah ya mba..

mba inaaaa....
ajarin nulis dunk..!!
*ngarep dengan sangat.
masih bingung ne mba..
pengen belajar nulis, tapi distop dulu, karna mo uas :D

Naaaa... silahkan ambil awards buat Ina di blogku yaaa :)

@ Mba Lala: iyaaa.. silakeeuun :D

@ Bunda: Buuundaaaa.. na juga kangen bundaaaa.. Alhamdulillah, syukurlah kalau dapet pencerahan :)

@ Lani: Amiin ya Allah, semoga Allah selalu mengistiqamahkan hati kita ya Lan,agar selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya

Waaa?? ngajarin nulis??? hayah Laan, kamu padahal lebih mahir dari aku loh,jangan merendah gitu :D
ow.. mau uas ya?? (eh,skarang dah selesai kali ya..) semoga dipermudah Allah ya Lan! amiin ya Allah..

@ mba Lala (lagi): Huaaaaaaaaaa.. dapet awards (lagi) yaaaaaaaaaaaaa??? waduh.. pe-erku makin banyak >___<