Label: ,




sahabat,



aku bingung ingin menulis apa..

hanya ingin menyampaikan..




semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya padamu

semoga Allah tetap mengistiqamahkan dirimu agar senantiasa taqwa pada-Nya

semoga Allah terus menambahkan keimanan dalam hatimu

semoga Allah memberkahi usiamu

semoga Allah meringankan bebanmu

semoga Allah mempermudah langkahmu

semoga Allah selalu membalas kebaikanmu dengan pahala yang berlipat ganda

semoga Allah senantiasa melindungimu

semoga Allah senantiasa memuliakan dirimu

semoga Allah memberikan ridho-Nya padamu


dan semoga..

kita bisa dipertemukan kembali dalam surga-Nya


amiin ya Allah... amiin..
Baca Selengkapnya "untukmu teman.."

Label: , , ,

lorong yang biasa kulewati bersama teman2 kampusku..



Beberapa tahun silam yg lalu saat Na masih giat belajar di bangku kuliah, rasanya keinginan tertinggi (cita-cita) itik adalah menjadi seorang perawat yang profesional (maklum, slogan inilah yang senantiasa di doktrin oleh para dosen di kampus Na pada para mahasiswanya). Perawat yang mandiri dimana merasa mampu menjadi seseorang yang berprofesi dalam bidang kesehatan dimana semua tim kesehatan lainnya adalah teman sejawat. Tak ada atasan atau bawahan...

Hampir selama 5 tahun keinginan tersebut terus ada dalam hati Na dan membuat Na terpacu sendiri untuk menjadi perawat yang profesional.

(aih bahasanyo.....)

Walaupun kenyataannya adalah.. bentuk 'profesional' itu sama sekali ga ada dalam diri Na. Jangankan diminta untuk mandiri, sebutan ' mrs. wishy-washy ' yg dulu pernah dilontarkan oleh guru bahasa Inggris (SMA) pada Na.. hingga kini tak pernah lepas dari bayang2. Gampangnya... saya ini ceroboh nan selebor.. Ga sedikit pasien yang sampai geleng2 kepala melihat betapa kikuknya saya saat berhadapan dengan mereka (bisa bayangin apa kata dosen2 saya tentang saya????)


Tapi jangan salah..meskipun dengan sikap 'wishy-washy' itu, Na teteup aja berkeyakinan bahwa kelak Na bisa menjadi seorang perawat profesional (berharap yg berlebihan ya..ahaha TT___TT~)


Kini keyakinan dan keinginan itu makin lama semakin pudar. Sudah 7 bulan lamanya Na 'mendekam' di rumah. Tak lagi bersentuhan tentang dunia keperawatan. Tak ada lagi buku2 keperawatan yang tebalnya sampai membuat Uni-ku pusing. Tak ada lagi kejadian2 yang 'chaos' yang disebabkan oleh kelalaian dan kecerobohan Na terhadap pasien... No more.. no more.. yg ada malah sekarang Na gampang sakit dan jadi pasien di rumah..ahaha..


Kadang jadi suka bertanya sendiri,

" apakah Na menyia-nyiakan 5 tahun lalu untuk berjibaku menjadi seseorang yang bergelar 'Ners' ? "


Ntahlah... belum ketemu jawabannya..


Sekarang kalau melihat temen2 kuliah yg sudah bekerja menjadi perawat, kadang suka timbul rasa sedih dan iri. Sedihnya karna merasa tertinggal jauh dengan mereka yang saat ini benar2 sudah menjadi seorang perawat (pekerja tetap), irinya karna ilmu yang sudah didapat selama 5 tahun itu terpakai..

Lagi2 terbentur masalah pekerjaan. Topik yang amat kurang Na senangi karena jujur, Na sering kebingungan sendiri dengan jawaban Na kl ditanya, " kenapa ga cari kerja? " (biasanya kl dah ditanya ini langsung diem dan garuk2 kepala). Jadi ingat, saat datang di acara walimahan sahabat SMA-ku kemarin, hampir seluruh teman SMA-ku bertanya, " sibuk apa sekarang? ", lantas Na jawab aja, " sibuk di rumah "

heehe.. ga bohong kan? :D


Semenjak Na belajar tentang agama (setidaknya lebih baik daripada yang sebelumnya) dan terbilang masih amat baru sekali belajarnya.. ntah kenapa cita2 ku itu makin tak terdengar lagi. Bahkan ketertarikan Na untuk menjadi seorang perawat makin kandas...

Kini, seperti apa yg Na pajang dalam profile Na sendiri dalam blog. Na bercita2 menjadi seorang bidadari (aku tau pasti ada yg mentertawakanku..hiks). Pengen gitu, jadi perempuan2 muslimah yg benar2 beriman, kaya istri2nya para Rasul, para sahabiyah, dan para-para perempuan lainnya yang sudah dijanjikan Allah jika di akhirat kelak, mereka akan menjadi penghuni surga (bahkan ada yang menjadi pemimpin bidadari)

Subhanallah.. apa iya ada yg ga mau kaya mereka?

Melihat tingkat ketaqwaannya para bidadari itu-lah yg membuat Na merasa,

" Waw...sepertinya mereka nikmat sekali bisa mencintai Allah dengan sungguh2, ga disibukin sama hal2 yg lainnya trus juga ga merasa capek dgn hal yang ga penting.... "

Dan ribuan pernyataan Na yg membuat Na terkesima dengan 'bidadari'


Taaapiiiiiiiii... secara gitu, Na ini seorang akhwat yang masih cupu, yang masih kluntang-kluntung amalan ibadahnya dan masih banyak kehinaan lainnya yg memalukan pada diriku.. . Kalau ada orang yg bertanya padaku,

" Na.. cari kerja gih "

" Ngga mau ah "

" Loh kok ga mau? lah trus maunya apa? "

" maunya jadi bidadari "

" ........ Na... sakit ya...?? "


Ahhaha... ntahlah.. tp yg selalu Na pikirkan adalah seperti di atas. Di saat orang2 sibuk bekerja demi masa depan mereka.. saya... sibuk dengan keinginan yang... ah... postinganku jadi curhatan begini.......




Maaf ya teman2.. postingan yg benar2 ga penting.... TT___TT
Baca Selengkapnya "cita-citaku.."

Label: , , , , ,

" Na.. mukamu.. merah.. kenapa??

eh..?? iya kah??? duh... "


Awalnya kapan ya.. yang jelas aku tak begitu mengingat awal bermulanya sindrom ini. Sindrom menundukkan pandangan sambil merasa jantung berdegup kencang, kadang sampai dibuat gelisah-keringet dingin dan kadang dibuat hidung jadi kembang kempis ditambah muka yg memerah.. (tunggu, kok tanda2nya kaya tanda2 orang lagi syok hemoragik begini...)

Tapi emang begitu kondisiku ketika bertemu dengan Para Pencari Tuhan (eh..bukan!!) Para Pecinta Sunnah maksudku. Melihat para wanita yang berjilbab lebar, bergamis besar, yang pakai cadar.. melihat mereka membuatku tersenyum sumringah, hidungku kembang kempis kaya balon mau ditiup, kadang juga ikut deg2an , tapi kadang juga malah tertunduk malu...
Kalau melihat laki-laki yg berpakaian sunnah.. waduh.. kacau... rasanya panik tingkat tinggi.. maunya cepet2 kabur atau menjauh dari TKP..

Jadi ingat saat kuliah dulu, pernah berpapasan dengan mba2 yang berjilbab lebar dan bergamis besar. Saking terpesona nya saya sampe nabrak tiang... (masya Allah.. agak memalukan.. dan kejadiannya bukan saat lagi sepi pula TT___TT )
Lalu pernah juga 'terpaksa' bertemu dengan laki2 yang berjanggut lebat dan berpakaian sunnah.. wagh.. secara tiba2 kepala saya jadi pusing .. berusaha semaksimal mungkin menjauh dan ngumpet (??)

Pokoknya ada saja perilaku saya yang aneh dan ga biasa yg terjadi saat bertemu mereka and somehow.. i feel like i'm fallin' love with them (ciyyeeeh..cucah cwit..cucah cwit..gambreng ajaaa~)


Apakah ada yg pernah merasakan hal yang sama sepertiku?


Berlanjut dari rasa jatuh cinta ini, aku mulai mengikuti jejak mereka. Mungkin tepatnya aku mulai mengikuti jejak orang2 yang amat mencintai sunnahnya Rasulullah Saw. Aku mulai ikut2an pake jilbab yg ga kecil lagi, mulai pake gamis sebagai pakaian harian (kecuali saat di rumah ya~), mulai belajar gosok gigi pake siwak (ada yg tau siwak? itu loh.. batang/dahan/ranting pohon yang dulu dijadikan alat untuk membersihkan gigi, ternyata hampir setiap saat Nabi Saw selalu bersiwak! ), mulai pula belajar makan dengan caranya Rasulullah Saw (walaupun kadang iya kadang ngga..) dan.. sepertinya baru itu-itu saja yg aku mulai :D


Ntah aku yang berlebihan dalam merasakan cinta atau menggebu2 saat mulai belajar ikut sunnah atau memang ada orang lain yang memandang dengan pandangan yang jauh berbeda dariku. Lagi-lagi, kukira semua orang berpikiran bahwa untuk hidup dengan mengikuti gaya hidupnya Rasulullah Saw adalah sesuatu yang memiliki nilai tambahan yaitu pahala (bahkan disebutkan dalam sunnah itu terdapat kejayaan) tetapi kenyataannya tidak. Tidak sedikit orang yang memicingkan matanya ketika mereka melihat orang2 yang berpakaian sunnah. Raut wajah mereka menunjukkan ketidaksukaan ketika melihat orang2 yg berpakaian jubah/gamis, memakai sorban, berjanggut lebat, celana ngatung, jilbab yang lebar atau bercadar dan yang lainnya..


Aku pernah secara spontan bertanya pada salah seorang sahabatku,


" Kalau seandainya aku pake cadar.. gimana? "

" Waw.. emang dah siap dengan cacian dan makian orang lain? "

" Kenapa dicaci-maki? "

" Yeah, kamu tau-lah Na.. kita kan hidupnya di Indonesia bukan di Arab sono. Sedangkan cadar itu kan budayanya Arab. Bakalan banyak yang bergidik dan bisa2 Na dianggap ikut aliran sesat. Atau jangan2 Na dah pindah aliran ya..... ?? "

" .................................................. Na masih Islam kok..."



Dengan pengetahuan tentang agamaku yang masih dibilang sebesar biji jagung, aku hanya memiliki keyakinan cukup kuat bahwa yang namanya hidup dengan mengikuti sunnahnya Nabi Saw pasti akan mendapatkan kejayaan. Walaupun cadar dulu hanya diwajibkan untuk istri2nya Nabi Saw, tapi ga ada larangan kalau wanita selain istri2nya Nabi untuk menggunakannya kan?? (tunggu..kok nada saya jadi meninggi begini?? tenang ... tenang.. ga mau berantem kok.. )


Kalau boleh berandai-andai..

Andaikan Rasulullah Saw masih hidup sampai saat ini, aku tak bisa membayangkan betapa sedihnya beliau melihat keberadaan kita sekarang..

Dulu, saat turunnya perintah Allah untuk para wanita yang sudah baligh agar menutup aurat-auratnya, saat itu pula mereka.. para wanita itu langsung menyambar kain yang ada dalam rumahnya untuk dijadikan sebagai kain penutup aurat. Ada yang merobek gorden rumahnya.. bahkan yang dijalanan katanya sampe ada yang ngumpet di balik batu (besar) karena ia masih membuka auratnya sedangkan di dekatnya tak ada kain yg bisa menutupi auratnya itu

Sekarang..

ah.. sedih membayangkannya..

Astaghfirullahal'adziiim....



Mungkin aku yang masih 'butut' ini cuma bisa ngajak temen2 untuk memiliki perasaan bangga menganut agama Islam. Walaupun ibadah kita masih blentang-blentung, terseok-seok, naik-turun atau statis.. dont worry be happy.. Allah Swt masih memberikan kita waktu kok untuk mulai membenahi diri, insya Allah


Ga usah takut akan cacian-makian atau hinaan atau sindiran atau apapun itu yang nyakitin hati kita, selama kita melangkah untuk membantu agama Allah (maksudnya Islam) pasti Allah akan senantiasa menolong kita.

Lagi-lagi.. walaupun aku sendiri terkadang masih merasa takut dan kadang merasa minder, tapi inget aja.. harusnya kita bangga jadi anak Islam, teman!!!


* A.. a.... a.. aku banggaaa jadi anak Islaaam ... ~~


(maaf..tiba2 jadi keinget lagu jaman TPA dulu.. )




Jadi,

masih malu pake baju yg auratnya tertutup?


Baca Selengkapnya "proud to be..."

Label: , , , ,

" Alhamdulillah.. Oh thank you Allah..
Ummi dirumah.. Alhamdulillah.. Abi bekerja.. Alhamdulillah..
thank you Allah for Your blessing's on me.. "



Ada yang pernah 'notice' sama lirik lagu di atas? ini lagu jadul banget sih, masih jamannya pake kaset. Sekilas lagu ini lagu yang biasa yang dinyanyiin sama anak2, tapi setelah 'asik' merenungi makna dibaliknya..


Waw.. mejikuhibiniu!!


Berawal dari seorang sahabat berkisah padaku. Dia menceritakan bahwa ada seorang saudarinya yang mengatakan, " Saya bersyukur dikasih wajah secantik ini.. dan tanda syukurnya ya dengan bermake-up dong " (atau mungkin maksudnya, sudah dikasih wajah cantik masa ga diperlihatkan kecantikannya?)


" Bukannya kalau kecantikan wanita itu hanya diperlihatkan untuk mahramnya doang ya, Na? ", Tanya sahabatku itu

" He eh.. Yah, mungkin Mba' itu belum paham.. dan bisa jadi, menurut dia.. itulah cara bersyukur yang benar.. ", Jawabku

" Hoo.. ya.. bisa jadi sih... "

Setelah ucapanku terlontar, aku merasa agak kaget. Waw, diriku hebat sekali! padahal diri sendiri juga masih ga bener dan belum begitu paham arti bersyukur itu apa dan bagaimana caranya yang benar kalau kita ingin bersyukur.. (lah trus kok omongan tadi bisa 'syuur' keluar begitu aja ya..??? heung.. aneh...)


Karena masih timbul tanda tanya besar dalam otakku, kebetulan ada seorang sahabat yg senantiasa bersabar sama sikapku yang lumayan menjengkelkan ini, dimana aku bertanya padanya perihal 'bersyukur'


Kira2 begini obrolan kami,


" Sebenarnya, cara bersyukur yang diinginkan Allah itu yg kaya gimana sih? "

" Imam Ghazali, pernah memberikan penjelasan tentang ini. Ada tiga syarat bagaimana mensyukuri nikmat Allah.. "

" Yang pertama, kita tahu siapa yang memberikan nikmat. Karena banyak orang yang tau dia mendapatkan nikmat tapi ga tau siapa yang memberikan nikmat itu atau malah merasa nikmat yang dia dapatkan diberi oleh siapa yang ada dihadapannya misalnya boss dia, ibunya, ayahnya, kawannya, pekerjaannya, kekayaannya.. dsb "

" Yang kedua, memuji yang telah memberikan nikmat. Sama seperti yang pertama, kita sudah tau siapa yang memberikan nikmat tapi kadang ga mau memujinya atau berterima kasih kepadanya.. "

" Yang ketiga, menggunakan nikmat itu untuk apa yang disukai oleh si pemberi nikmat... "

" Ini yang masih sering kita lalaikan. Kadang kita hanya melakukan tahap pertama dan kedua saja tetapi yang ketiga ngga.. "

" Dalam hal ini adalah Allah. Kita tau yang memberikan nikmat adalah Allah. Lalu mengucapkan hamdalah sebagai bentuk pujian kepada Allah. Lalu menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk hal2 yang disukai Allah.. "

" Ada banyak cara bagaimana menggunakan nikmat ini yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits. Yang dilarangnya tentu menggunakan nikmat itu untuk hal2 maksiat dan kesia-siaan.. "

" Jika dihubungkan dengan usaha dakwah. Tentu nikmat yang didapat, digunakan untuk jalan Allah.. "

" Pada prinsipnya, nikmat yang kita dapat akan habis. Hanya saja yang akan dipertanyakan adalah bagaimana kita menghabiskan nikmat itu? apakah dipakai dijalan Allah atau bukan... "


" waah... tiga hal yang luar biasa tapi sering kita lupain ya... " pikirku


Secara ngga disadari, tiap kita terima sesuatu (semisal, duit), biasanya ke-ucap " Alhamdulillah...", lalu abis itu dibarengi, " ... makasih Pak/Bu/siapapun itu yang memberikan kita duit ".

Setelah ituu, ini lah yang patut dipertanyakan pada diri masing2.. " duitnya dipake buat apa?? "


[ secara tiba2 saya teringat dengan uang saku yang belum lama kemarin dikasih sama Papah.. u.. uangnya dipake buat apa ya... aargh.. lupaa T___T ]


Na sendiri suka masih bingung, maksud dari 'dijalan Allah' itu yang seperti apa. Walau kadang contohnya kita juga dah tau, seperti: beramal (contoh beramal pun juga ada buanyak kan..). Tapi ga jarang kita suka mengira2 apa yang kita lakukan itu adalah hal yang baik,

Mungkin contohnya seperti kasus yang diatas. Ingin menggunakan nikmat kecantikan yang diberikan oleh Allah dengan baik, tetapi dengan cara mempertontonkan kecantikan itu. Padahal Allah sudah memberikan rambu2 untuk kita (wanita), bahwa kecantikan yang dimiliki itu hanya boleh dipertontonkan oleh mahramnya

Lalu, atas dasar 'perkiraan' inilah akhirnya kita menganggap bahwa dengan berdandan/bermake-up untuk dilihat cantik oleh orang lain, diperbolehkan oleh Allah..

Sayang ya, padahal maksud kita baik (ingin menggunakan nikmat yang didapat dengan sebaik-baiknya) tapi cara kita ga baik..


Nah, ini juga yang sering membuat kepalaku pusing. Kadang suka takut bertindak. Takut apa yang Na lakukan itu ga seperti yg Allah inginkan.. ga seperti apa yang Rasulullah Saw ajarkan..
apalagi kalau diingatkan bahwa nanti Allah akan meminta seluruh pertanggung jawaban atas tiap tindakan2 yang pernah kita lakukan selama hidup di dunia..


Ya Allah, istiqamahkanlah kami agar tetap melaksanakan apa yang Kau perintahkan dan menjauhi apa yang Kau larang...


Haa.. postingan yang lumayan acakadut (maaf ya..) tapi semoga teman2 dapat memahami maksud saya..



Jadi,

sudahkah kita melakukan hal2 yang disukai Allah?
Baca Selengkapnya "Oh Thank You..."

Label: , , , ,


terlalu banyak kenangan yang kulalui bersamamu

dan sepertinya...

aku harus rela untuk kehilanganmu




Ntah dia mengingatnya atau tidak. Namun saat itu aku merasa dia adalah teman yang mampu membimbingku untuk menjadi anak yang baik.

Saat naik ke bangku kelas 3 SMA, aku pisah lagi dengan tiga orang sahabat yang sudah terbentuk sejak kelas 1 SMA. Kami berempat berlainan kelas semuanya. Sedih rasanya, terlebih lagi... aku dapat kelas yang katanya... anak-anak kelas ini lumayan 'brutal'

Hanya ada beberapa anak perempuan dikelasku itu yang kukenal, sisanya... " eh, itu siapa ya.. kok kaya baru liat... " (maklum, bukan anak eksis.. jadi ga kenal banyak orang dan ga dikenal pula sama banyak orang). Bangku-bangku disamping anak2 perempuan yg kukenal itu sudah terisi semuanya... hanya tinggal beberapa saja, tetapi yaitu.. aku tak kenal dengan mereka..

Setelah mata sibuk memilih, akhirnya keputusanku jatuh pada dia.

" Ah, duduk sama dia aja deh. Dari wajahnya, sepertinya dia anak yang baik hati... "

Perjumpaan kami pun diawali dengan berkenalan.

Oh, ternyata dulu dia anak kelas 1-1 (sedangkan aku 1-2) dan saat kelas 2, dia ada di kelas 2-7 sedangkan aku di kelas 2-4. Katanya dia ingat wajahku dan kenal denganku sebagai anak rohis (duh, malu deh... padahal aku kan sering kabur... )


" Aih... dewasa sekali perilakunya... sudah cantik.. lembut hati pula... "


Itulah awalnya aku jatuh cinta dengannya..


Baru beberapa hari aku mengenalnya, aku langsung 'nemplok' dengannya. Belum apa2 aku sudah sering main kerumahnya (haa..jadi ingat peristiwa dimana aku ga sengaja memecahkan mangkuk milik tukang bakso dan harus menggantinya dengan mangkuk punya temanku.... TT____TT ), main curhat2an dengannya dan semakin lama aku mengenalnya.. aku makin merasa..


" Dia jauh lebih dewasa dariku... padahal kalau dilihat dari umur... harusnya aku yg lebih dewasa... "


Pengalaman manis dan pahit sudah sering kulalui bersamanya. Aku pernah menangis dipangkuannya dan dia pun pernah menangis dalam pelukanku. Kami berdua pernah tersenyum bersama, tertawa bersama, termenung bersama..


Satu hal yang amat kukagumi darinya adalah, sikapnya yang senantiasa bersabar atas berbagai macam ujian yang menimpa kehidupannya.. mungkin.. ah.. bukan mungkin.. tapi jika aku jadi dia, sudah pasti aku hanya bisa menangis dan merengek2 sambil menunjukkan betapa lemahnya diri ini..



Kini... sebentar lagi dia akan menjadi sosok yang makin sabar dan semakin lembut.. rasanya air mataku sudah siap tumpah saat melihat dia menggunakan pakaian pengantin...


--------------------------------------------------------------------------------------


Ah..teman....

Kini...

Kau akan menjadi sebaik-baik perhiasan di dunia

Kau akan diizinkan untuk masuk dan memilih secara bebas pintu surga

Kau akan tinggal bersama Rasulullah SAW di dalam surga

Kau akan mendapatkan ampunan serta pahala berlipat ganda dari Allah


Dan masih banyak lagi 'kesenangan' yang bisa kau miliki, wahai sohib...

tapi ada syaratnya untuk dapat 'kesenangan2' ini...

Yaitu...

Jadilah istri yang sholihah yang taat pada Allah dan Rasul-Nya, begitu pula dengan suamimu

Karena kelak perkara yang pertama kali akan ditanyakan pada hari Kiamat adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatanmu pada suamimu..


Ini bukanlah kata-kata dariku, wahai Sohib..

melainkan Nabi Saw yang menyampaikannya khusus untukmu..



Wahai sahabatku,

bersiap-siaplah menjadi penghuni surga Allah...

(jangan lupa.. ajak-ajak aku ya.... hiks... )




"Barakallahu laka wa baraka 'alaik, wa jama'a bainakuma fi khair"
Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang mahupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan"
(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majjah)



Baca Selengkapnya "teruntuk calon penghuni surga"

Label: , , , , ,

Hari Senin kemarin, Mamah memintaku untuk menemani beliau ke acara silaturahmi antar sesama alumni jemaah haji / umroh dari T-tora (maaf, sensor..khawatir dikira sekalian promosi..) Seharusnya sih Abangku yang nemenin beliau karena yang diundang adalah Mamah dan Abang, namun karena di hari-H nya si Abang tiba2 flu.. atas kehendak Allah, Na lah yang menggantikannya..

Kukira acara silaturahmi nya hanya bertemu sapa dan makan2, ternyata tidak. Ada seorang ustadz yang sengaja diundang untuk memberikan ceramah.

" Alhamdulillah.. asiik.. sambil nyelem minum air nih.. " pikirku

Seperti biasa kalau ada ceramah2 ditempat yang lain. Semua peserta duduk membentuk lingkaran. Yang bapak2 disebelah kiri dan Ibu2 disebelah kanan (oh iya.. semua peserta disana rata2 usianya di atas 50 tahun). Sebuah proyektor sudah dipersiapkan dan layar pun juga sudah dibentang...

Acara dimulai dengan membaca doa, sambutan ini-itu.. dan.. pak ustadz bersiap2.. lalu mempertontonkan judul ceramahnya beliau..

" BISA JADI HARI KIAMAT SUDAH DEKAT "


' glek '

'...'

'......'

'..............'

' disodorin tentang hari kiamat.......... ' kataku dalam hati sambil melirik kiri kanan, ternyata yang bermuka kaget ga hanya na aja.. semuanya juga begitu..


" Mungkin Bapak2 atau Ibu2 bertanya dalam hati.. kenapa hari gini ceramahnya tentang kiamat bukan tentang pemilu? "

Spontan seluruh jemaah tersenyum simpul. Tak lama kemudian pun, pak Ustadz menyampaikan maksud dan tujuan, mengapa harus tentang hari kiamat yang disampaikan.. bukan yang lain..


Pak Ustadz berkata,


Hari ini, tidak sedikit dari kita yang tidak memiliki pengetahuan tentang Hari Kiamat. Jangankan pengetahuan tentang Hari tersebut, bahkan yang mengerikan.. ada yang mendustakan adanya Hari Kiamat. Mereka tak mengatakan bahwa Hari Kiamat itu ngga ada. Mereka mengetahui kalau Hari Kiamat itu pasti ada, tapi yang mendustakannya bukanlah mulut mereka melainkan perilaku mereka,

Lalu, Pak Ustadz memberikan satu pertanyaan yang cukup menohok bagiku


" Apakah kita masih bisa bersantai2 ria hari ini padahal kita tau kalau Hari Kiamat itu sedang mendekat ke kita? sudahkah kita punya bekal menghadapi dahsyatnya Hari Kiamat? "


Pak Ustadz melanjutkan,

Pak/Bu, hari ini selain orang Islam.. mereka sudah memiliki persiapan loh untuk menghadapi Hari Kiamat. Mereka juga mengetahui bahwa dunia ini akan hancur. Bahkan mereka juga mempelajari tanda-tanda Hari Kiamat. Tidakkah kita malu?


Na ga' tau bagaimana jawaban temen2.. tapi yg pasti, Na malu waktu mengetahui mereka yg bukan Islam justru lebih paham tentang Hari Kiamat daripada kita sendiri sebagai umat Islam.

Pak Ustadz menyampaikan lagi,

Sampaikanlah pada orang2 sekitar kita untuk menghadapi Hari Kiamat. Setidaknya, kita punya pengetahuan tentang tanda-tanda Hari Kiamat. Tentunya ada maksud dibalik itu, karna dengan mengetahui tanda-tanda Hari Kiamat.. mau gak mau kita jadi ada tindakan, " sepertinya saya harus memperbaiki diri karna sebentar lagi mau kiamat... "

Seperti yg sudah kita pahami bahwa Rasulullah Saw adalah nabi akhir zaman. Tak ada lagi Nabi yang muncul setelah beliau. Umat yang lahir di zaman beliau hingga kini adalah termasuk umatnya beliau, umatnya Nabi Muhammad Saw. Jika beliau disebut sebagai nabi akhir zaman, pertanda kita sendiri termasuk manusia akhir zaman. Tak ada lagi manusia yang diciptakan Allah sesudah kita karna kita ini adalah umat akhir zaman. Memang pastinya kita menolaknya karna masih ada keinginan untuk hidup lebih lama di dunia.. tapi.. inilah ketetapan Allah..

Sejenak Pak Ustadz melemparkan sebuah pernyataan lucu,

" Mungkin Bapak2/Ibu2 sekarang berkata dalam hati... kenapa baru dikasih taunya sekarang pak ustadz? saat usia saya sudah lebih dari 50... "

Lagi2 seluruh jemaah hanya tersenyum simpul

' pernyataan yang cukup dalam...' pikirku

Setelah itu Pak Ustadz melanjutkan tentang apa saja tanda-tanda Hari Kiamat itu. Dari tanda2 kecil, tanda2 besar, siapa itu Imam Mahdi, apakah itu Dajjal dan sebagainya. Setelah ceramah berakhir, tidak sedikit raut wajah para jemaah disitu yang berubah.. sepertinya mereka merasa..

" bukan saatnya pensiun sekarang.. "


Aku tak menjabarkannya disini karna banyak...terlalu banyak tanda-tanda nya jika harus disampaikan satu per satu. Na sangat anjurkan teman2 untuk mencari tahu tentang tanda-tanda Hari Kiamat, baik itu dari Al-Qur'an, buku2 atau dari artikel di internet. Banyak kok.. malah banyak banget ^^


Oh iya, mungkin ada satu yang ingin kubagi untuk siapa pun yg membaca. Berkaitan tentang tanda-tanda Hari Kiamat, akan muncul makhluk yang bernama Dajjal. Ia adalah makhluk yang diciptakan Allah dimana ia sendiri adalah sebuah fitnah. Untuk melindungi diri kita dari fitnah Dajjal, Rasulullah Saw telah mengajarkan kita untuk berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari empat hal, di tasyahud akhir,

" Allahumma inni a'uudzubika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qabri, wa min fitnatil mahyaa wa mamaati, wa min fitnatil masiihiddajjaal "

[ Ya Allah, aku berlindung dari adzab jahanam, dan adzab kubur, dan fitnah hidup dan juga mati, dan fitnah dari Dajjal al-masih ]

Jadi selesai bacaan tasyahud akhir, ketika..

" ... fil 'aalamiina innaka hamiidummajiid.. " jangan langsung salam kanan-kiri dulu, tapi tambahkan doa yang diatas ya ^^


Yah... begitulah teman... kalau kata orang betawi, " aji mumpung masih idup di dunia, buruan tobat.. keburu kiamat!!"


Dan kalau kata Na,


Jadi..

masih merasa pengen seneng2 dulu sebelum kiamat dateng?




Baca Selengkapnya "the last of mankind"

Label: ,

akhirnya, setelah sekian lama bingung padahal ingin mengerjakannya.. award dari temen2 (bunda, mba lala dan ukhty anum) Na kerjakan apa adanya aja ya~

karena satu dan lain hal, Na kerjakan 'pe-er' ini lain daripada yg lain..
Na ga pake menampilkan gambar yang biasanya terpajang di tiap2 award (hehehe... lain sendiri boleh ya? boleh kan? boleh deh...)

award ini na bagikan (tapi yang dapet ga usah dikerjain kok!) untuk para blogger yang sering kuintip blognya tanpa mereka ketahui (fufufufu.. karna aku pengagum kalian looh~)
inilah para blogger yang sering membuatku terpana, terkesima, bersemangat, angguk2 sendiri, senyum2 sendiri.. bahkan sampai beruraian air mata (kelilipan maksudnya..)


mereka adalah...



Mari, bukan hanya karena mari adalah saudariku tapi memang isi postingan blognya sering membuat Na senyum2 sendiri sambil menyadari bahwa 'ternyata ada hal yang seperti itu ya di kehidupannya'

Kak Landy, seorang pekerja dakwah yang postingannya sering kali meninggalkan 'bekas' dalam hati saya.. benar2 sebuah 'pencerahan'...

Mba' Diah, seorang Ibu RT yang tinggal di Jerman, yang amat kukagumi karena kehidupan beliau tak pernah jauh dari agama

Bunda Menik, seorang Ibu RT sekaligus seorang bloggor sejati, aktivis blog deh! Saungnya tak pernah sepi dari teman2 sesama bloggor lainnya ^^

Lani, isi postingannya mengingatkan Na saat Na lagi sibuk2nya kuliah.. menyenangkan kalau baca postingannya Lani :D

Mba' Lala, seorang Ibu RT yg amat cerdas yang tinggal di Yogya.. kadang kalau lagi baca postingan2nya beliau.. wah.. bahasanya berat tapi amat bermanfaat bagi saya ^^

Ukhty Anum, blognya rame deh.. seramai authornya :D


Nah... inilah orang2 yg selalu kuintip (blognya) tiap lagi duduk manis didepan kompi... hehe.. (sedikit ya ^^;; )



Semoga Allah senantiasa memberikan teman2 kebaikan dan pahala yg berlipat ganda..
amiin ya Allah..


Keep up untuk berposting menyampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua yaaaaaaaaaaa~~



Baca Selengkapnya "rahasiaku terbuka!!"

Label: , , , ,

kita pasti masuk neraka dulu kan? dicuci dulu semua dosa kita
lalu kalau Allah mau memberikan syafaat-Nya pada kita
barulah kita bisa masuk surga
ya kan??


Beberapa waktu yang lalu, ada seorang sahabat bertanya padaku. " Na, jika seandainya ada orang yang berkata ini (kata2 yg diatas), apa pendapatmu tentang ucapannya? "

Tentunya Na langsung diam seribu bahasa untuk memahami kata2 diatas dengan baik dan memikirkan jawabannya..


Seingatku, Allah itu Maha Pengampun dan mau menerima taubat dari hamba-Nya yang teramat memohon ampunan dan mengharapkan kasih sayang-Nya
Dan seingatku juga.. ketika di dunia, Allah juga telah menghapus dosa-dosa dari hamba-Nya melalui ujian2 yang dialami oleh hamba-Nya yang ikhlas
Tapi itu semua akan terjadi kalau-lah Allah berkehendak atas kita..
Jadi.. wallahu a'lam..


Seandainya memang ada orang yang berkata seperti itu padaku.. kan kujawab apa ya? tapi sepertinya pikiran pertama kali yang terlintas adalah..

" kayanya semuanya juga ga mau masuk neraka walaupun tau dosa mereka tak terhitung saking banyaknya.... "


Jadi ingat.. dulu karna khawatir rasa takut akan adzab Allah itu hanya 'sekelebet' aja, kupaksa diriku untuk membeli buku2 tentang dahsyatnya adzab Allah. Ada yang tentang hari kiamat.. ada yang tentang adzab kubur... tentang neraka...

Alhasil... tak lama setelah membaca buku2 itu, hampir setiap ingin memejamkan mata, aku ketakutan... takut mati...

Kenapa aku takut mati?

Sepertinya.. karena aku takut akan siksa-Nya Allah..


Pernahkah teman2 melihat ada orang yang nangis sesungukan bahkan sampai merah matanya karena menangis? pernah ditanya apa yang menyebabkan ia menangis??

Kalau tidak salah ingat, ada salah satu hadits yang mengkisahkan salah seorang sahabat Nabi Saw yang senantiasa menangis karena mengingat dosanya. Saking seringnya ia menangis, sampai memberikan 'jejak' pada wajahnya. Adalagi kisah sahabat Nabi Saw yang suka menangis. Ketika ia sedang menangis, istrinya mendapatinya sedang menangis lalu sang istri pun ikut menangis. Sang suami bertanya, " mengapa kau menangis? ", lalu istrinya menjawab, " karna aku melihat engkau menangis..jadi akupun ikut menangis.. ". Sang suami berkata, " aku menangis karena takut pada Allah.... "


Ntah pada Ramadhan tahun keberapa, aku juga pernah mengalami hal yang sama. Ikut menangis karena orang lain menangis. Saat itu sedang tarawih dan Sang Imam membacakan surah Ar-Rahmaan. Belum sampai dipertengahan surah, suara Sang Imam sudah mulai bergetar dan mulai tersendat-sendat. Hal ini membuat beberapa jamaah ikut sesungukan

Aku yang masih ga ngerti, jadi ga khusyu' sholatnya. " Ini orang lagi kenapa sih.. ko malah nangis? ". Namun kian lama.. suara Sang Imam semakin terdengar amat pilu dan amat menyedihkan.. dan.. yap, aku si bocah ingusan yang benar2 ga mengerti keadaan.. jadi ikut2an nangis..

Selesai sholat, aku ga berani tanya kanan-kiriku, " kok tadi Imamnya nangis? ada apa? "

Dan pertanyaan itu baru terjawab setelah beberapa tahun terlewati......


Mungkin sudah banyak yg mengetahui, bahwa air mata yang keluar karna rasa takut kepada Allah, mampu membuat kita terlindungi dari siksa api neraka. Bahkan kalau aku tidak salah ingat, ada salah satu hadits yg menyebutkan bahwa anggota tubuh yang terkena air mata karena takut pada Allah, haram tersentuh api neraka..

Subhanallah.. padahal itu cuma air mata ya.. tapi air mata karena takut pada Allah..

Sahabatku mengatakan,
Adanya rasa takut pada Allah itu penting agar tak menimbulkan rasa sombong dalam diri kita. Kita sadar telah banyak berbuat dosa hingga akhirnya timbul rasa takut kalau Allah tidak memberikan ampunan-Nya pada kita. Kita juga tahu kalau adzab Allah itu teramat pedih.. karena itulah bisa timbul rasa takut pada Allah..
Tapi, walaupun kita takut... kita harus tetap berharap akan ampunan dari Allah..


Ya, Na akui.. rasanya kalau lagi mengingat semua dosa (yg teringat) suka timbul satu pertanyaan besar, " apakah Allah mau memaafkan semua kesalahanku ? "
Dengan amalan yang sampai sekarang terseok-seok.. malu jadinya kalau melihat orang-orang yang benar2 bertaubat dengan taubat sesungguhnya..
Mereka sampai 'habis2an' dalam beribadah karena begitu ingin mendapat ampunan dari Allah. Padahal kalau ditanya, " emang dosa terbesar apa yg pernah dilakukan? ", jawaban mereka belum tentu lebih parah dari jawabanku...

Walaupun takut, ternyata Allah masih meminta agar kita terus berharap. Karena Allah bertindak sesuai dengan prasangka hamba-Nya kepada-Nya

Na percaya.. sebejat apapun seorang manusia.. pasti dia pernah merasakan takut sama Allah karna tau apa yang dilakukannya itu adalah sebuah dosa.. dan na juga percaya, sehebat apapun seorang manusia berkuasa.. pasti dia pernah merasakan butuh bantuan dari Allah..


Semoga Allah senantiasa memaafkan segala kesalahan kita.. amiin ya Allah..





Jadi,
apakah ada yang mau menangis sesungukan karena merasa takut pada Allah?



Baca Selengkapnya "takut tapi berharap"