Label:

bismillahirrahmaanirrahiim..
Assalamu'alaykum wr wb..

Teman, aku cuma mau cerita, kalau tadi waktu Na pulang dari kampus menuju rumah.. tiba2 saja di daerah IGI (kelapa gading) sempat terjadi perkelahian antara pak polisi yg lagi menyamar jadi orang biasa dengan pak pencopet (yg kurang beruntung karena orang yg dicopet itu si pak polisi..). Detailnya sih Na ngga lihat (dan ngga mau lihat karna aku tidak menyukai kekerasan!!!). Berharap metro mini yg Na naiki terus melaju..ternyata Allah berkehendak lain.

Ternyata setelah si pak pencopet dibekuk, pak polisi dan si pak pencopetnya malah naik ke metro mini yg kunaiki!!!!!
Aduuh..beneran, ini hati rasanya pilu banget waktu mendengar pak pencopetnya memelas dan memohon ampun sama pak polisi (tapi tetap saja, terjadi kekerasan disini... hiks..). Dilema jadinya, waktu tau dia pencopet, tentu Na sebal dan ngga suka... tetapi waktu dia jadi tidak berdaya dihadapan si pak polisi... Na jadi merasa kasihan.. T___T

Na langsung berpikir,
seperti inikah manusia? ketika mengetahui bahwa dirinya 'lebih besar' dari orang lain maka akan timbul perasaan sombong.. perasaan dimana 'aku lah sang penguasa.. aku lah yang berkuasa..'
Astaghfirullahal'adziim...
padahal sudah jelas, yang memiliki kuasa terhadap seluruh alam ini hanyalah Allah swt

Tadi waktu pak polisinya ngamuk karna ada beberapa pertanyaan tidak dijawab sama si pak pencopet, si pak polisi berteriak.. "JAWAB NGGA!!!" spontan kami penumpang yg ada disitu tersentak kaget semua (*iyalaah...suaranya menggelegar gitu) termasuk Na yang secara ngga sengaja langsung mengelus2 dada.

Ngga lama kemudian si pak pencopet terus2an mohon ampun sama si pak polisi. Dan ngga tau gimana dan apa yg terjadi, tiba2 aja si pak pencopet diminta untuk turun keluar dan menceburkan diri ke kali (yg ada didaerah IGI). sekejap si pencopet itu lari turun dari metro mini menuju kali dan langsung menceburkan diri...

H....hye...................?????? k..ko nyeburin diri ke kali..???

Dan setelah itu, yg balik ke metro hanya si pak polisi..sedangkan pak pencopetnya dibiarkan lepas...

mungkin dari kejadian ini, Na sekalian mengingatkan teman2 untuk selalu berhati2 (termasuk Na sendiri). dan mohonlah perlindungan hanya pada Allah swt, karena hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung untuk kita.

-jadi teringat sama wajah pak polisi yg beringas itu dan wajahnya pak pencopet yg sangat memelas.... begitu kontras...-
Baca Selengkapnya "polisi samaran vs pencopet"

Label:

Bismillahirrahmaanirrahiim..

assalamu'alaykum wr wb, hai temaan! gimana kabarnya? sehat? alhamdulillah..

waduh, belakangan ini Na disibukkan dengan tugas2 yang sempat memakan waktu Na untuk menulis (mengarang indah) di blog ini. Sampai2 kemarin waktu ingin membuat penyuluhan buat para Mbah di 'barakuda', Na baru tidur jam setengah3 dan alhamdulillah.. penyuluhan berlangsung lancar dan baik (para Mbah dan dosen pembimbing Na terkesima sama gambar yg dibuat sama seseorang yg mau berbaik hati menggambar dan menggambar sampai 'blanky' karna Na meminta digambarin gambar Mbah yg lagi mandi-gosok gigi-sabunan-dkk... *hehehe..makasih ya ka!*)

Tak terasa sudah 2 minggu Na lewati hari2 di gerbong 'gerontik' ini. Dan tidak sedikit teman2 Na yg sudah menghitung2 berapa lama lagi menuju gerbang wisuda.. (*aiih, benar2 penantian sekali bulan agustus ini..)

Salah satu teman tadi pagi ada yg bertanya pada Na..
"Na, nanti wisuda.. mau pake baju apa? trus..setelah wisuda mau langsung kerja atau mau vakum dulu?"

Ketika ditanya pake baju apa, spontan Na menjawab.. " apa aja jadi, asal ngga pake sendal berhak. wisuda lalu aja aku pake sepatu kets!"
(*note: bulan agustus esok, untuk mengambil gelar 'Ners', jadi Na dan teman2 akan mengalami wisuda 2x. Wisuda yg pertama sudah dilakukan pada bulan agustus tahun lalu utk mengambil gelar Sarjana keperawatan)
Untunglah yg bertanya itu temanku yang lumayan paham dengan 'kondisi' Na yg serba ngga betah pake sendal high-heels (keseleo mulu), jadinya dia cuma senyum2 aja.

Yang ingin Na garis bawahi disini bukan mengenai si high-heels, melainkan pakaiannya.
Pernah Na sebutkan bahwa Na sedang mengalami proses peralihan (*eh,ini sih ngga disebut) untuk memakai baju gamis. Dan entah mengapa, semakin lama Na semakin menyukai baju2 gamis dan jilbab2 lebar (*yg menutupi bokong-sampai lutut). Seperti tadi, Na melihat perempuan yang menggunakan baju tersebut dan pandangan Na langsung berbinar2. Dan spontan Na mengucap.. 'Subhanallah...cantik banget....'
Ada keinginan dalam hati untuk memakai baju itu. Ngga tau, pokoknya mauu aja. Apa ya, mungkin alasannya karena memang seharusnya pakaian yg syar'i untuk kita (muslimah) adalah yg seperti itu kan?

"Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung"
(QS: An-Nur:31)


"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.'Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang."
(QS: Al-Ahzab:59)


Na benar2 jatuh cinta dengan wanita2 yang seperti itu. Bahkan yg bercadar! jadi ingat waktu ke puncak sama Mamah, Na bertemu dengan wanita bercadar yg sedang belajar naik kuda (aaaah... mauu!!!). Sepertinya selain karena akibat salah satu temanku yg sering mengatakan bahwa dirinya sangat menyukai wanita2 bercadar, lalu ada hadits yg mengatakan bahwa wanita yang memakai cadar dan istiqamah dengan cadarnya maka Allah akan datang menghampirinya. Masya Allah.....Bayangkan!!! siapa yg ngga mau coba?!!!!

Na berkeinginan, suatu hari akan memakai cadar. EEEEE??? BUKAAN!! maksud Na..
suatu hari Na menggunakan dan beristiqamah dengan jilbab lebar (Amiin ya Allaah..) dan pengennya nanti waktu di bulan Agustus.. Na sudah menjalankan niatku ini... (insya Allah..).
Ada satu hal yg mengganjal dengan keinginan Na ini... yaitu... sungguh, takut banget ada perasaan riya' ketika menjalankan salah satu perintah Allah swt-ini, karena kalau sudah timbul perasaan riya'... sama aja bolong... (Ya Allah..lindungilah kami dari sifat2 yang Engkau benci..)

Begitulah, Na jadi berpikir panjang setelah Na menjawab 'pakai baju apa aja jadi'. Itu kalimat yg bener2 asbun (*asal bunyi) banget. Ya ngga mungkin Na memakai baju apa aja jadi, nti disuruh berkemben ria lagi... (na'udzubillah). Karena itulah, Na menginginkan utk tetap memakai baju yg syar'i ketika wisuda nanti (bukan kebaya~karna kebaya itu menurut na... sangat amat membentuk tubuh wanita.. hiks..)

Tiba2 saja lamunanku membayangkan si 'itik' ini lagi wisuda.... (aaaaaaaaa.... aku sangat menantikan bulan agustuuuuus!!!)

-duh maaf... kisah yg ngga jelas...-

Semoga Allah mempermudah langkah kita dan menguatkan hati kita untuk terus beristiqamah dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Amin ya Allah..
Baca Selengkapnya "menanti bulan agustus"

bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu'alaykum wr wb,
Teman, gimana kabarnya? baik? Alhamdulillah syukurlaah! Kabar Na juga lagi baik (catat, ini dalam kondisi butek dan buntu dengan laporan2 T__T). Aku butuh penyegaran diri, bosan juga daritadi nulis terus ^^;

Tapi mau ngomongin apa ya? lagi ngga ada bahan nih (cari di brotherland alias tanah-abang..ahahaha...ko jadi jayus begini..). Lagi2 Na ngga menepati janji. Harusnya aku menuliskan lanjutan dari adab berpakaian, tapi dari kemarin malah asyik sama kisah2 sendiri..maaf ya teman.. Na sendiri juga belum lanjut baca buku Fiqih Sunnah utk wanita dikarenakan terlena membaca buku Rabi'ah Al-Adawiah ^^;

Hmm, tiba2 aja ingin membahas mengenai sebutan 'itik' bagi diriku sendiri. Sempat ada seorang teman yg bertanya mengapa aku menganalogikan diri ini dengan sesosok 'itik' ?

Begini kisahnya...

Pada awal profesi, Na mendapat keberuntungan yang luar biasa, kenapa? karena Na mendapatkan di bagian anak-anak! Waow, Na benar2 merasa tertantang sekali. Bagaimana tidak? nyuntik orang gede aja juga belum pernah..lah ini langsung dihadapken dengan anak kecil!!!
Yak, back tu topic.
Awalnya, sebutan 'itik' ini terucap ketika Na dan temen2 sekelompok menjajakkan kaki disalah satu RS yang berada di daerah Fatmawati. Pandangan dan perilaku yang diberikan pada kami oleh para senpai yg ada disana seolah-olah kami ini adalah 'itik' yang ngga mau ditengok karena masih jelek, bersuara sember, duh..poko'nya ngga mau diliat deh!
Ya, emang aku akui kalau.. Kami memang 'jelek' (ah, tiba2 saja aku teringat dengan kejadian betapa shocknya kami waktu diminta untuk mengoplos obat2an untuk anak2.. -waduh!! dulu dikampus cuma belajar dari buku!!! prakteknya ngga tauuuu!!!), bersuara sember? maksudnya itu..saking takutnya kami melakukan kesalahan, alhasil suara kami selalu kecil dan selalu minta maaf diawal kalimat (ahahaa, ini mah emang kebiasaanku). Lihat, benar2 seperti itik kan? padahal itik yang sesungguhnya kan ngga begitu.. maaf ya Allah... aku menjelek2an makhluk ciptaan-Mu.. ~T___T~

Dimulai dari sikap para senpai yg seperti itulah timbul sebutan 'itik' buat kami (hanya Na dan Mia yg mengatakannya). Sebelum berangkat ke RS, aku dan Mia selalu berkata..
" Yak.. si itik siap pergi!!"

Itulah awal sebutan 'itik' buat diriku. Lalu, kenapa sampai sekarang masih digunakan?? ternyata, Na jadi menyukai kata2 'itik'. Seperti menggambarkan keadaan seseorang yang masih kecil, masih banyak belajar, masih jelek, masih butuh bantuan orang2, kalau ditinggal maunya nangis mulu, dan bercita2 menjadi seorang angsa yang cantik (ini dia yg menjadi pertanyaanku. Itik kalau gede jadi bebek apa jadi angsa sih????)

Sama juga seperti ulat. Masih jelek, menjijikkan, membuat orang2 yg melihatnya tidak suka, kerjaannya hanya merusak tanaman (heey...bukan merusak..dia kan emang memakan daun!!) dan bercita2 menjadi kupu-kupu yang memiliki sayang yang cantik nan indah dan bisa terbang ke angkasa.
Tapi daripada ulet, aku lebih suka itik.. hehehhe :p

Begitulah Na menggambarkan diri Na. Na lebih suka melihat 'itik' sebagai sesosok makhluk ciptaan Allah yang sering belajar untuk menjadi angsa yang baik. Walaupun terlihat rapuh, tapi itik sering menunjukkan semangatnya untuk belajar mandiri. Na suka terkesima melihat itik yang belajar berenang. Kayanya susaaah banget buat dia, tapi si itik ngga lelah untuk berusaha dan terus berusaha lagi. Itu juga yg menjadikan alasan mengapa Na suka menggambarkan diri ini sebagai 'itik'.

Na ingin mencontoh kegigihan si itik dalam belajar. Belajar menjadi seorang hamba Allah yang baik. Berusaha tabah dan ikhlas dengan cobaan-cobaan yang ada. Tak mengapa dianggap jelek, dianggap menyusahkan, dan lainnya.. toh usaha untuk belajar ini semata2 dilakukan hanya karena Allah yang telah menciptakan (Insya Allah)

Yap, begitulah asal muasal adanya panggilan 'itik' dalam setiap penggambaran diri ku. Dengan berharap semoga nanti si 'itik' bisa berubah menjadi angsa.. Na juga berharap dan berusaha agar Na yang seperti 'itik' ini bisa berubah menjadi wanita muslimah sejati (aku menggambarkannya dengan kata2 'angsa').

duh..omongan yg ga penting ya T__T~
Maaf kalau merasa seperti itu... hiks..
Baca Selengkapnya "ada apa dengan itik?"

Label:

" Sekarang, sudah ngga ada lagi yang perhatian sama saya. Padahal waktu mereka kecil saya merawat mereka. Yah, apa boleh buat.. namanya juga sudah kakek-kakek begini.. siapa yang mau merawat saya? "

" Semalem saya baru tidur jam setengah satu malem, nungguin anak dan cucu pulang. Kasian mereka, pulangnya malem banget jadi saya tungguin aja.. "

" Tadi sehabis shalat subuh saya jatuh Nak..niatnya mau olahraga tapi kok tiba2 badan saya lemas dan tiba2 aja saya dah jatuh tersungkur. Karena dirumah masih pada tidur, jadi saya berusaha bangkit sendiri...."

" Semalam saya cuma bisa makan mie goreng..soalnya mantu lagi ngga masak. Saya juga dah ga bisa masak, ya jadinya saya makan mie aja..eh ternyata gara2 makan mie saya jadi muntah-muntah.."

" Sedih Nak, saya suka nangis..mikirin..saya salah apa sampai bisa punya mantu kaya gitu. Jangankan untuk dirawat, disapa juga ngga pernah.. padahal kita satu rumah.. "

( ucapan-ucapan ini 'asli' terlontar dari seorang kakek dan nenek yang Na dan temen2 datang kunjungi )


Masya Allah, rasanya ini hati pilu banget waktu mendengar mereka mengatakan hal-hal itu. Na ikut merasakan pedihnya derita si Kakek dan Nenek yang sekarang sedang menanti-nanti belas kasih dari anak-anaknya.

Badan yang sudah bungkuk. Kulit keriput. Tercium bau tidak sedap. Gigi ompong. Berjalan gemetar. Telinga sudah tidak mendengar dengan baik. Mata rabun. Sering sakit-sakitan..
Yah, itulah yang dihadapi oleh Kakek-Nenek yang kutemui tadi pagi.

Padahal nantinya kita juga akan mengalami hal yang sama seperti mereka. Akan mengalami proses menua. Rambut yang saat ini lurus dan tebal dan hitam mengkilat akan berubah menjadi putih dan tipis serta rontok. Badan yang dijaga baik-baik tegap serta berisi (dan tidak untuk dipamerkan pada orang2) akan berubah menjadi badan yang membungkuk, kurus tak terurus seperti tulang yg berbalut kulit. Kulit yang sekarang kencang akan berubah menjadi kulit yang mengendur disana sini. Gigi yang putih dan kuat akan berubah menjadi gigi yang sering copot dan patah. Kesehatan yang sering dijaga makin lama makin memudar.. sadarilah teman, kita pasti akan mengalami hal yang sama seperti mereka!

Walaupun begitu, tidak sedikit dari mereka yang masih mempertahankan kegigihan dan semangat mereka dalam menyembah Allah swt. Salah satu Nenek yang kurawat di panti, masih sering menjalankan shalat sunnah setiap hari walaupun dia sudah tidak mampu untuk berjalan tanpa menggunakan tongkat (tripod). Kakek yang kutemui hari ini mengatakan bahwa dirinya sering terjatuh waktu shalat, tetapi walaupun begitu beliau tetap melanjutkan shalatnya.
Subhanallah... aku jadi malu kalau mereka sedang menceritakan betapa mereka masih menginginkan untuk berjumpa dengan Sang Pencipta dalam shalatnya.

(jadi teringat dengan Nenekku sendiri..)
Baca Selengkapnya "habis manis sepah dibuang"

Label:

Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah membaca doa: "(Artinya = Ya Allah, perbaikilah agamaku karena ia merupakan pangkal urusanku, perbaikilah duniaku karena ia merupakan penghidupanku, perbaikilah akhiratku karena ia merupakan tempat kembaliku, dan jadikanlah hidup sebagai kesempatan untuk menambah setiap kebaikanku, dan jadikanlah mati sebagai pelepas diriku dari setiap kejahatan)." Riwayat Muslim.
Baca Selengkapnya "permohonan untuk memperbaiki diri"

Label:

Dari Syaddad Ibnu Aus Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Permohonan ampunan (istighfar) yang paling utama ialah seorang hamba membaca (artinya = Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakan diriku, aku hamba-Mu, aku selalu berada dalam ikatan-Mu dan perjanjian-Mu selama aku mampu, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat, aku mengaku kepada-Mu dengan dosaku, maka ampunilah aku, sebab tiada yang akan mengampuni dosa selain Engkau)." Riwayat Bukhari
Baca Selengkapnya "permohonan ampunan yg paling utama"

Label:

Mengingat sudah 2 hari ini Na membaca buku Rabi'ah Al-Adawiah, rasanya aku semakin bingung bagaimana harus bersikap dan bertindak agar bisa mencontoh beliau.
Ya Allah,
bagaimana caranya membuat agar setiap denyut jantung yang berdetak ini mengucap namaMu? bagaimana caranya agar setiap nafas yang terhembus ini senantiasa bertasbih padaMu? dan bagaimana caranya agar aku bisa membalas cintaMu, Ya Allah?

Sakit hati dan malu sewaktu membaca tulisan ini..
" Siapakah yang lebih berhak untuk dicintai jika bukan pada Allah swt? "

Ketika membaca buku ini, rasanya Na malu sekali..
pantaskah diri ini mengharap cinta Allah swt?
seorang hamba yang lemah, yang jarang bahkan sangat sedikit waktunya untuk bermunajat pada Allah swt, yang masih bergantung pada dunia, yang masih terus melakukan kesalahan-kesalahan..
pantaskah diri ini untuk memohon cinta-Nya?

Aku sadar bahwa Allah sangat mencintai hamba-hambaNya,
buktinya, sampai saat ini aku masih diberikan nikmat sehat hingga bisa hidup sampai detik ini.
Kebangetan.. sungguh2 keterlaluan kalau aku masih saja tidak berusaha untuk membalas cinta Allah..

Ya Allah,
aku tak bisa seperti angin yang berhembus yang selalu bertasbih menyebut namaMu,
aku tak bisa seperti burung-burung yang berkicau menyebut namaMu,
aku tak bisa seperti tanah yang terlihat diam namun sebenarnya dia terus berdzikir,

Ya Allah,
aku baru bisa mengingatmu jika aku sedang sendiri,
aku baru bisa mengingatmu jika aku tertimpa kemalangan,
aku baru bisa mengingatmu jika aku sedang membaca buku-buku islam..
baru segitu saja kemampuan hamba Ya Allah..
Maukah Engkau menerima cinta hambaMu ini?

Ya Allah,
tolong ajari hamba bagaimana cara mencintaiMu dengan sepenuh hati,
izinkan hamba untuk belajar mencintaMu dengan sebaik-baiknya cinta seorang hamba pada Penciptanya,

Ya Allah,
semoga aku bisa mencintaiMu...
Baca Selengkapnya "seberapa pantas diri ini untuk dicintai Allah swt"

bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu'alaykum wr wb,

Teman, gimana kabarmu? baik? Alhamdulillah ^__^

Huff, akhirnya aku menjajaki juga gerbong gerontik (tempat dimana aku dan teman2 merawat para lansia, baik itu nenek2 atau kakek2 ^^). Hari ini baru hari ke-2, dan hari ini benar-benar... fyuuuh.. melelahkan!! bagaimana tidak? aku dan kelompok geron tercintaku (with indah, graci and muti) beserta temen2 dari akper, kami sibuk membenahi dan membongkari (kalau kata graci.. all we can do is just..sweeping, mopping, fixing something, then sweeping again, and again then again..) kalau bahasa lumrahnya, tadi kami itu kerja bakti membereskan BARAK-D (plesetan kami, BARAKUDA) ^^;

Sekedar informasi, panti werdha tempat kami praktek ini merupakan panti sosial yg dikelola pemerintah. Jadi, semua lansia yg ada ditempat ini adalah hasil jaringan dari polisi ( mereka adalah lansia yang terlantar dan sebatang kara..). Kukira mereka benar-benar sebatang kara dan tidak memiliki keluarga sama sekali, padahal.. tidak sedikit dari mereka yang ternyata memang 'dibuang' oleh keluarganya sendiri.. Masya Allah, sedih banget kalau lagi dengar cerita para Mbah (kami biasa memanggil mereka dengan sebutan 'Mbah). Padahal kalau keluarganya tau, para Mbah2 ini sangat merindukan mereka.. mungkin mereka ngga akan 'membuang' Ibu mereka sendiri...

Ya Allah, maafkanlah kesalahan kami..

Lanjut lagi,
Dari hasil kerja bakti kami, tidak sedikit debu dan kotoran yang kami temukan (alias.. BUANYAAAK BUANGET!!). Selain tadi membersihkan tempat tidur, lemari, kaca dan yang lainnya, aku dan temen2 kelompok sempat memandikan 2 Mbah yang nggan untuk mandi. Subhanallah, beginikah rasanya jika nanti aku lansia? rasa2nya motivasi diri untuk membersihkan diri itu...suliiiit sekali. Aku yang melihat para Mbah yang garuk sana garuk sini jadi ikut2an gatel (dan memang, setelah bersih2 ruangan..alergi debuku kambuh... ini muka langsung merah2 dan bersin2 terus!).
Aku dan Indah, tadi memandikan seorang lansia yang baru mulai termotivasi untuk mandi (hanya) karena dapat baju baru. Beliau memang sebatang kara dan terlantar, jadi tidak ada persediaan baju. Alhasil perlengkapan mandi seperti sabun, handuk dan lainnya juga harus minjem dulu.
Ya Allah, terimakasih Ya Allah.. karena Engkau telah memberikan aku sepasang kaki. Sungguh betapa aku merasakan nikmatMu karna telah diberikan kaki untuk melangkah secara jejak dan mampu melangkah dengan baik.
Perjalanan dari tempat tidur Mbah ke kamar mandi menghabiskan waktu sekitar 15 menit (padahal kalau bagi kita yang mampu melangkah dengan sempurna, kurang dari 1 menit juga dah sampe..). Begitu juga waktu proses mandi.. bisa kalian membayangkan, dengan kamar mandi yg hanya sepetak lalu diisi oleh 2 mahasiswa dan 1 lansia? hmm.. rame deh ^^;

Alhamdulillah, sepertinya kami sempat membuat si Mbah senang karna merasa segar dan bersih (walaupun beberapa menit kemudian si Mbah mulai berdiam diri lagi dan tak mau bersuara..)

Yak, itu tadi sekilas info mengenai kegiatanku dipagi hari (Dari jam 07.00-14.00 WIB). Selanjutnya, sesuai dengan rencana, aku berniat pergi silaturahmi kerumah saudariku tercinta (sahabatku dari SMA, yang sudah tak pernah bersua selama 2 tahun lamanya..). Dengan perbekalan berserah diri hanya pada Allah swt dan modal PD, kulangkahkan kaki ini pergi ke daerah rawamangun dari cililitan dengan menaiki busway (padahal aku ngga tau harus kemana dan berhenti dimana..). Alhamdulillah, Allah telah mempermudah langkahku. Ada seorang petugas busway yg rela menemaniku untuk sampai di daerah rawamangun (terimakasih ya Mas, semoga Allah memberkahimu).
Secara, sudah 2 tahun aku tak mengunjungi rumah saudariku ini.. alhasil tadi aku buta peta. sok tau jalan tanpa tanya sana sini dan jadilah...aku kesasar di jalan kunci (padahal rumahnya temanku ini ngga jauh dari tempat aku kesasar). Alhamdulillah, lagi2 Allah mempermudah langkahku. Dengan gerak-gerikku yang menandakan bahwa aku orang yg sedang kesasar, ada seorang anak laki2 yang sedang asik main layangan, yang mau membantuku mencari rumah temanku (terimakasih ya Dik, Semoga Allah membalas kebaikanmu).

Tepat pukul 16.00 aku tiba di rumah temanku. Uwwaah..rasanya rindu sekali dengannya ^__^~
Padahal tadinya aku berniat ingin membeli oleh2 untuk temanku dan keluarganya, tapi toko kue yg ingin kudatangi ternyata sudah tidak buka (hiks) dan tadi.. aku memang ngga sempat makan siang di panti (kan ngga lucu, kl aku beli kue untuk mereka tapi aku ikutan makan..). Dan lagi2 Allah memang mengetahui keadaan setiap hamba-hambaNya, Alhamdulillah.. aku disuguhi makanan besar oleh mamahnya temanku!! Subhanallah..rasa2nya sampai ingin nangis.. (kl boleh muluk2, pengen banget bilang.. 'TANTEEE...KO TAU AKU KELAPERAAAN?!!). Semoga Allah selalu mencintaimu Ibu..~
Setelah melepas rindu, akhirnya yang ditunggu datang juga. Aku diperkenalkan oleh calon suami dari temanku (aiiih.... jadi mau :p)
Subhanallah, ngga nyangka.. teman sebangku-ku waktu SMA, akan melangsungkan pernikahan.. dan sekarang aku dipertemukan dengan calon suaminya. Tadi temanku sempat bertanya2 mengenai kantor KUA dekat2 sini.. ya Na jawab aja.. 'walah...mana na tau... belom pernah ngurusin gituan atuh...'

fufufufu, lain deh kl ngeliat perempuan yang sudah dilamar dan ingin menjalankan proses pernikahan. Na melihat temanku sudah banyak mengalami perubahan.. diantaranya... wajah temanku jadi lebih bercahaya!! (uwaaah..silaaaau!!)
hehehe, ternyata seperti ini toh melihat seseorang yang wajahnya bercahaya ^__^

Semoga Allah mempermudah langkah foni dan toni untuk menjalankan sunnah Rasul (yah, kesebut juga namanya..)

Ba'da Maghrib, aku sudah izin utk pamitan. Mengingat besok aku masih harus bertemu dengan para Mbah ^__^
dan lagi2 aku bertemu dengan sesuatu yg membuatku takjub.
Di angkot, aku bertemu dengan 2 adik kecil (adik-kakak) yang sedang dipangku oleh Ibunya. Ngga tau kenapa (atau ada tisu atau sisa makanan yang nempel di muka Na..) si kakak-adik itu terus menerus memandangiku sampai aku malu sendiri. Si Kakak mulai cengengesan liatin aku. Si adik juga mulai tersipu malu melihatku (dan aku semakin bingung..jangan2 beneran ada nasi yang nempel di muka..). Dengan berusaha bersikap terbuka dan ramah, aku mulai memainkan mimik muka anak kecil sambil berbisik bertanya.. 'namamu siapa sayaang..'
Eh, si kakak langsung toel2 kaki si adik.. bilang.. 'tuh, ditanyain tante, namanya siapa..'
dan tau apa respon si adik? si adik langsung tersenyum (manis dan lucuuuuu sekali!!!) dan mengatakan.. 'ini mamah..'
spontan si mamah tertawa dan nyium bibir si adik dan bilang.. 'sayang, tantenya nanyain, nama kamu siapa..'
lalu si kakak menjawab dengan tegas 'namanya katlin tante..' (mungkin maksudnya catherine).
Percakapan kami terputus karna aku harus turun,
dan yang lebih menggemaskan lagi..sewaktu aku turun.. si kakak-adik itu melambaikan tangannya padaku sambil berteriak.. 'tantee..hati2 yaaaa..'
Kyaaaaaaaa~~ kawaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~~
Aku yang masih terkesima dengan lambaian tangan mereka dan sibuk membalas lambaian tangannya, hampir ditinggal metro yang akan kunaiki (fyuhh..syukurlah... untung masih sempat terkejar ^^;)

Begitulah hari ini... cukup berwarna warni menurutku...
dari yang bertemu Mbah di pagi hari.. ditutup dengan bertemu dengan 2 gadis kecil nan mungil..

Ya Allah, terimakasih..
Hari ini rasanya menyenangkan sekali ^___^
Sungguh, hal ini tidak akan terjadi jika bukan karena adanya bantuan dari Mu

-kututup malam yang indah, bersujud padaMu.. Allah-
Baca Selengkapnya "Alhamdulillah, hari ini warna warni sekali~"

Label:

bismillahirrahmaanirrahiim

assalamu'alaykum wr wb,

gimana kabarmu teman? baik? alhamdulillah...syukurlah
Akhirnya hari ini hampir terlewati juga. Penasaran kenapa na make judul blog seperti di atas? gini kisahnya..

Sudah beberapa hari ini, di gramed kota depok (*sekalian promosi) lagi ada diskon 20-40% untuk menyambut kelahiran kota depok. Kebetulan sekali hari ini Na pergi ke kampus utk mengumpulkan laporan jiwa (akhirnyaaaa~ yg semalam bergadang ria..baru tidur jam setengah3..sampe jurus nulis sambil tidurpun akhirnya dilakukan juga~). Baru keluar dari kampus sekitar jam 10-an. Na bergegas langsung menuju gramed. Dengan hati yg dag dig dug (karna terlalu niat untuk membeli buku), Na pun langsung menuju lantai 2

"Uwaaaaaaaaah....banyak bukuuuu baruuuuuuu!!!! serbuuuuuuuuuuu!!!"

ahaha..aku dah kaya ayam liat makanan..langsung nyerbu buku2 itu.
Pertama yg dituju itu, pesenannya foni. Buku persiapan untuk pernikahan.. (hueeeeeeeeeee...aku mauuuuuuuuuuu.. *eh, maksudnya.. aku maluuuuuuuuuuuu..), berdiri dideretan buku2 itu serasa akhwat yg bentar lagi mau nikah. dah gitu jadi GR, kayanya diliatin ama orang2. makanya na langsung buru2 ngambil buku 'be a great husband and wife' yang emang dah sepaket. lalu waktu melihat harga bukunya... 'glek'... mahal bu... sudah gitu sms na pending pula untuk foni.. alhasil buku itu ngga jadi na beli buat foni.. (hiks, maaf ya fon.. padahal kalo dah foni beli, nti na ikutan minjem.. :p)

lalu tujuan kedua, mencari buku Rabi'ah-mabuk cinta dengan sang Khalik (eh, kayanya judulnya salah... lupa aku...). nyari buku ini rada2 membutuhkan ketelitian. karna bukunya nyempil dideretan buku2 khusus utk muslimah (padahal ngga juga, ternyata buku ini sudah dijejer di buku2 'best seller'). Buku ini mengkisahkan mengenai seorang akhwat yang sangat jatuh cinta pada Sang Khalik. Cinta kepada-Nya melebihi segala2nya.. (Subhanallah... bagaimana caranya biar aku bisa seperti dia ya?). Na sih dah ngintip isi buku itu... tapi yg diintip pas bagian tentang orangtuanya Rabi'ah.. jadi Na belum tau bagaimana Rabi'ah bisa mabuk cinta pada Allah (lagipula, waktu lagi liat buku ini..tiba2 datang segerombolan ikhwan2 yang mencari buku tentang 'tips mencari akhwat yg baik untuk dijadikan istri' ->maaf..aku berlebihan..) tapi emang beneran.. mereka lagi nyari buku2 utk menjadikan standard, istri yg baik itu yg seperti apa.
saking malunya, jadilah aku langsung meng-grab itu buku Rabi'ah tanpa lihat ada cacat atau ngganya.

lalu, tujuan ketiga. Ini dia yg membuat proses aku berada di gramed sampai 3 jam lebih!!!! bingung mau beli buku apa buat aku sendiri. karna kemarin sempat ingin belajar bagaimana cara shalatnya Rasulullah SAW. jadinya na mencari dan membeli buku 'sifat shalat nabi'..

dan akhirnya, sampai pada alasan mengapa aku memasang judul diatas pada blog ini.
ketika aku mencari buku keempat yg ingin kubeli buatku sendiri.. tiba2 saja aku dihadapkan dengan 2 gadis kecil yg sedang sibuk sendiri memilah-milah buku. aku hanya tersenyum2 sendiri mendengar mereka membisikkan kata2.. 'duh, bukunya ada banyak... mau beli yg mana?? udah gitu ga ada tulisan diskonnya lagi..katanya diskon..'
aku sengaja membiarkan mereka tetap berkutat satu sama lain (hehe..ini ngga jahat kan?). sampai akhirnya aku sendiri yg berkutat kebingungan mau beli buku apaan..
sudah terlihat gelagat mereka ingin bertanya pada diriku, karna sebelumnya salah satu dari mereka mengatakan.. 'tanya sama ibu itu aja'

dan akhirnya mereka bertanya..

'bu..maaf.. kira-kira buku ini cocok untuk tugas agama ngga?'

spontan aku langsung tertawa sendiri. pertama, dia memanggilku dengan sebutan 'ibu', padahal gelagatku daritadi yg sudah menjatuhkan banyak buku sama sekali ngga menggambarkan bahwa aku ini adalah seorang 'ibu'. kedua, baru kali ini ada anak yg memanggilku dengan sebutan 'ibu' -mengingat dulu ada salah satu anak pasienku yg mengatakan aku ini tak pantas dipanggil tante atau ibu karna mukaku terlalu kekanak-kanakan-

lalu kujawab saja..
'memang untuk tugas agama yg seperti apa? mengenai shalatkah? puasakah? atau apa?'
anak kecil: ' apa aja bu, yang penting tentang agama islam..soalnya sama guru kita disuruh nyari dari buku...'
aku: ' hoo, yasudah, yg ini ngga papa ko. ini bukunya tentang amalan bulan Ramadhan'
anak kecil kedua: ' kalau yg ini bu? ini juga boleh kan?'
aku: ' iya, insya Allah itu juga bisa'
kedua anak kecil: ' makasih ya Bu dah bantuin kita..assalamu'alaykum..'
aku: 'wa'alaykumsalam wr wb..'

proses interaksi tadi itu, aku sambil membungkuk karna tinggi mereka yg terlalu mungil ^^;
setelah ngobrol sama mereka, rasa2nya ko aku seperti guru agama juga ya? ahahahaha..

dan ngga lama kemudian, aku menemukan buku yg ingin aku beli (bukan ingin sih..wong ngga ada rencana). lagi2 aku membeli buku dari pengarang Laa Tahzan (judul buku: jangan takut hidup). tadinya ina mau membeli buku mengenai kekasih Allah atau yg berhubungan dengan cinta Allah.. tapi sempat bingung.. karna ada dua buku yg jadi pertimbangan, yang satu dengan judul 'Rindu tanpa akhir' karangan Imam Al-Ghazali, dan satu lagi buku 'Kekasih Allah' karangan.... siapa ya... lupa... syekh siapa gitu... dan, berhubung keuangan tidak mencukupi jika membeli dua buku itu, alhasil ngga jadi deh ^^;

ah iya, besok insya Allah aku akan ke UI lagi... hmmmmmmmmmmm.... mungkin bisa jadi aku ke gramed lagi... dan mungkin aku bisa bertemu dengan anak2 yg menyebutku 'ibu' lagi ^___^

Allah telah menakdirkan aku bertemu dengan orang2 tadi...
segerombolan ikhwan yang sibuk mencari buku mengenai akhwat yang seperti apa yg baik untuk dinikahi,
dua anak kecil yang sibuk mencari buku untuk memenuhi tugas PR agamanya,
seorang Bapak-bapak yang sama2 mencari buku mengenai cinta Allah (kami berdua sempat lihat2an buku yang sudah kami pegang ^^;)
Mba2 SPG yang sedang menyusun buku2 dan secara ngga sengaja aku menjatuhkan buku2 yg tersusun dilantai itu karna tersibak gamisku (hiks...maafkan aku ya Mba..)
dan seorang ikhwan berjanggut yang berseliweran (sama kaya aku) yang sedang mencari buku juga (kenapa aku mengingatnya? karna dia juga berhenti ditempat buku yang sudah aku baca.. hmm.. ntahlah...)

Subhanallah, aku sudah banyak bertemu orang hari ini..
Allah lah yg telah mengatur supaya aku bisa bertemu dengan mereka...
semoga esok aku dipertemukan dengan orang-orang yang bisa aku temui dalam surgaMu, Ya Allah...
Baca Selengkapnya "'bu... kira-kira buku ini cocok untuk tugas agama ngga?'"

Label:

“Siapa yang segera berangkat ke masjid dan kemudian (setelah shalat) keluar darinya, niscaya akan Allah sediakan baginya suatu tempat di syurga setiap kali dia berangkat dan keluar dari masjid.”

[HR Bukhari]

Baca Selengkapnya "disediakan tempat di syurga untukmu"

Label:

Rasulullah SAW bersabda, hendaklah kamu merasa malu kepada Allah SWT dgn malu yg sebenarnya.” Para sahabat menjawab, “Ya Nabiyullah, alhamdulillah kami sudah merasa malu.” Kata Nabi,”Tidak segampang itu. Yg dimaksud dgn malu kepada Allah SWT dgn sebenarnya malu adlh kemampuan kalian memelihara kepala beserta segala isinya, memelihara perut dan apa yg terkandung di dalamnya, banyak-banyak mengingat mati dan cobaan (Allah SWT). Siapa yg menginginkan akhirat hendaklah ia meninggalkan perhiasan dunia.Siapa yg telah mengamalkan demikian, maka demikianlah malu yg sebenarnya kpd Allah SWT.”

[HR Tirmidzi dari Abdullah bin Mas'ud]
Baca Selengkapnya "malu yang sebenarnya"

Label:

19 Keistimewaan Wanita Menurut Hadis (tidak dicantumkan asal haditsnya...)

1. Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda , " Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.

3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah .Dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam syurga.

5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah.Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.

6. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.

9. Daripada Aisyah r.a." Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.


10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga solat dan puasanya.


12. Aisyah r.a berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?" Jawab Rasulullah SAW "Suaminya." " Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah SAW, "Ibunya."


13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.


14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
Baca Selengkapnya "19 keistimewaan wanita"

Label:

Renungan 6 Pertanyaan

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.

Lalu Imam Al Ghozali bertanya....

Pertama,

"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab \"orang tua,guru,kawan,dan sahabatnya".

Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Ali Imran 185)

Kedua....

"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid -muridnya menjawab "negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang".

Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawapan yang mereka berikan itu adalah BENAR. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga....

"Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab "gunung, bumi dan matahari".

Semua jawapan itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU" (Al A'Raf 179).

Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

keempat

"Apa yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab "besi dan gajah".

Semua jawapan adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.
Kelima

"Apa yang paling ringan di dunia ini?"... Ada yang menjawab \"kapas, angin,debu dan daun-daunan". Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kita meninggalkan sholat.

keenam

"Apakah yang paling tajam di dunia ini?"... Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang". Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
Baca Selengkapnya "enam pertanyaan renungan"

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamu'alaykum wr wb

teman, barusan saja Na iseng membuka kembali blog lama Na yang ada di FS. ternyata dulu Na pernah menuliskan mengenai ajal... akan ku pastekan kesini ya..

aku ingin mengucap 'Allah'

sepanjang perjalanan pulang kerumah dari rumah nenek, na melihat awan dilangit sudah menghitam dan banyak kilatan (padahal sebelumnya, kebetulan sekali na membaca buku mengenai malaikat guntur dan kilat ^^)

selama beberapa menit, na membayangkan ketika terdengar suara gemuruh dari atas langit, sang malaikat guruh sedang bertasbih pada Allah dan kilatan-kilatan yg aku lihat seperti pecutan atau tangkisan pedang (seandainya aku bisa mengimajinasikannya, sungguh...imajinasiku takkan sampai!!)

melihat pemandangan sekeliling perjalanan di tol gelap gulita, na langsung mengingat tulisan yang kemarin na tulis di blog ini

"Ingatlah Allah dimana pun dan kapanpun..sebutlah Allah.."

lalu kusebutlah nama Allah. pertama hanya dalam hati.
"Allahu...Allahu...Allahu..."
lalu, aku berpikir.... 'katanya, kalau menyebut nama Allah..akan bergetar hatinya. ko aku ngga ya? biasa2 aja tuh..apa harus pake mulut ya?'
lalu kucobalah...berbisik menyebut nama-Nya
"Allahu..Allahu..Allahu..."
terdiam sejenak.... 'ah...ngga ada bedanya sama yg tadi... ko ga geter2 juga ini hati? segitu kerasnya kah hatiku?'

lalu aku terdiam lagi..daripada menanyakan kenapa hati ini ga geter2 juga padahal sudah menyebut nama Allah, aku mulai sibuk lihat ke kanan dan kiri... liat pemandangan jalan yang semakin gelap..

melihat pohon2 yang berbaris bergoyang karena tertiup angin, lalu melihat bebatuan dipinggir jalan tol... aku jadi teringat dengan perkataannya Aisyah r.a "seandainya aku batu..seandainya aku tanah...aku pasti akan terus bertasbih menyebut nama Allah.."

tiba2 aku terhanyut dalam pikiranku.. 'batu sama tanah aja bisa bertasbih..terus menerus pula... lah ini.. manusia... punya nyawa..punya otak..punya hati... ko' ya ga bisa gitu kaya mereka...'
lalu, aku teringat kembali dengan cerita bahwa dilangit itu tidak ada sisa sejengkalpun karena terisi dengan Malaikat-Malaikat Allah yang sedang sujud atau rukuk bertasbih kepada Allah sampai akhirnya nyawa mereka dicabut oleh Allah melalui Malaikat maut

Ya Allah, mengapa mereka bisa seperti itu ya? padahal kami sama2 makhluk ciptaan-Mu. tapi kenapa...aku ngga bisa seperti mereka?
lalu tiba2 saja air mata ini mengalir..

dan aku berpikir. jika suatu saat nanti nyawaku dicabut. apakah aku masih tidak bisa bergetar hatinya ketika menyebut nama Allah? lalu, bagaimana nantinya jika mulutku sudah terkunci? apakah aku bisa menjawab 'Allah' ketika ditanya.. 'Siapa Tuhanmu?'

aku langsung teringat dengan liriknya lagu alm.chrisye yg belakangan ini ntah kenapa selalu terngiang-ngiang dalam kepalaku..

AKAN DATANG HARI
MULUT DIKUNCI
KATA TAK ADA LAGI
AKAN TIBA MASA
TAK ADA SUARA
DARI MULUT KITA
BERKATA TANGAN KITA
TENTANG APA YANG DILAKUKANNYA
BERKATA KAKI KITA
KEMANA SAJA DIA MELANGKAHNYA
TIDAK TAHU KITA
BILA HARINYA
TANGGUNG JAWAB, TIBA?
RABBANA
TANGAN KAMI
KAKI KAMI
MULUT KAMI
MATA HATI KAMI
LURUSKANLAH
KUKUHKANLAH
DI JALAN CAHAYA
SEMPURNA
MOHON KARUNIA
KEPADA KAMI
HAMBAMU
YANG HINA


setelah mengamati dengan khusyuk arti dari lirik lagu alm chrisye..
tiba2 aku merasa sesak..sesak sekali..dadaku terasa sakit...aku sulit bernapas dan jantungku berdebar kuat sekali.

Allah...Allah...Allaah... tolong hamba! ada apa ini? apa yg terjadi denganku??
semakin aku berteriak..aku semakin merasa sesak dan merasa air mata ini terus mengalir deras dan aku semakin berpikiran... 'inikah waktuku??? jangan Ya Allah... jangan ambil nyawaku...aku...aku belum bisa menyebut nama-Mu dengan baik...
aku...aku masih mau hidup lebih lama... izinkan aku agar aku bisa menyebut nama-Mu sekaligus memahami dan mengerti arti nama-Mu, Ya Allah..'

dan ternyata...
aku...
masih diizinkan oleh-Nya untuk hidup...
dan menceritakan pengalaman ini yang sangat berarti bagiku...

*aku tak bisa berkata apa2 lagi... karna air mata ini tak berhenti dari awal aku menulis...



Allah.. ternyata dulu aku pernah mengalami kejadian ini..
Baca Selengkapnya "aku ingin mengucap 'Allah'"