Label:

Mengingat sudah 2 hari ini Na membaca buku Rabi'ah Al-Adawiah, rasanya aku semakin bingung bagaimana harus bersikap dan bertindak agar bisa mencontoh beliau.
Ya Allah,
bagaimana caranya membuat agar setiap denyut jantung yang berdetak ini mengucap namaMu? bagaimana caranya agar setiap nafas yang terhembus ini senantiasa bertasbih padaMu? dan bagaimana caranya agar aku bisa membalas cintaMu, Ya Allah?

Sakit hati dan malu sewaktu membaca tulisan ini..
" Siapakah yang lebih berhak untuk dicintai jika bukan pada Allah swt? "

Ketika membaca buku ini, rasanya Na malu sekali..
pantaskah diri ini mengharap cinta Allah swt?
seorang hamba yang lemah, yang jarang bahkan sangat sedikit waktunya untuk bermunajat pada Allah swt, yang masih bergantung pada dunia, yang masih terus melakukan kesalahan-kesalahan..
pantaskah diri ini untuk memohon cinta-Nya?

Aku sadar bahwa Allah sangat mencintai hamba-hambaNya,
buktinya, sampai saat ini aku masih diberikan nikmat sehat hingga bisa hidup sampai detik ini.
Kebangetan.. sungguh2 keterlaluan kalau aku masih saja tidak berusaha untuk membalas cinta Allah..

Ya Allah,
aku tak bisa seperti angin yang berhembus yang selalu bertasbih menyebut namaMu,
aku tak bisa seperti burung-burung yang berkicau menyebut namaMu,
aku tak bisa seperti tanah yang terlihat diam namun sebenarnya dia terus berdzikir,

Ya Allah,
aku baru bisa mengingatmu jika aku sedang sendiri,
aku baru bisa mengingatmu jika aku tertimpa kemalangan,
aku baru bisa mengingatmu jika aku sedang membaca buku-buku islam..
baru segitu saja kemampuan hamba Ya Allah..
Maukah Engkau menerima cinta hambaMu ini?

Ya Allah,
tolong ajari hamba bagaimana cara mencintaiMu dengan sepenuh hati,
izinkan hamba untuk belajar mencintaMu dengan sebaik-baiknya cinta seorang hamba pada Penciptanya,

Ya Allah,
semoga aku bisa mencintaiMu...

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)