Label: , , , , ,

produk terbaru tapi berbau ketinggalan jaman..
hari gini masih pake sikat gigi?? wets.. pake siwak dong maaan!!
(*aih.. bisa aja pantunnya~)



Ada yang kenal sama SIWAK ??

Ituloh.. sejenis kayu ranting atau akar segar dari pohon, nama pohonnya Salvadora Persica (cantik ya nama pohonnya..). Pohon ini banyak tumbuh di daerah Timur Tengah, Asia dan Afrika

Kalau siwak ini dikupas, isinya warnanya putih dan banyak serat2nya...

Bingung kaya apa bentuknya?

Iki loh contohnya...

Taraaaa~~
perkenalkan.. saya siwak..


Buat temen2 yang belum kenal, siwak ini adalah alat gosok giginya Rasulullah Saw. Berhubung dulu belum ada sikat gigi dan pasta gigi, maka Rasulullah Saw memakai siwak untuk membersihkan giginya

Nabi Saw sangat menyukai bersiwak, bahkan katanya Rasulullah Saw itu bersiwak setiap waktu. Baik itu mau wudhu, mau sholat, mau baca Al-Qur'an, mau masuk ke dalam rumah, tiap baru bangun tidur.. buanyak deh!!

Kalau Na ga salah ingat, bersiwak adalah termasuk salah satu dari empat sunnah para Rasul selain menikah, memakai minyak wangi dan malu..


Alhamdulillah, Na juga baru mulai merintis melakukan sunnah yang satu ini (mungkin belum ada satu tahun). Pertama kali Na pakai, rasanya paaaiiiiit sekali.. kadang sampai suka lompat2 menahan rasa pahitnya. Kadang juga ada rasa pedas2... Beraneka rasa deh. Tapi itu hanya diawal2nya aja sih.. selanjutnya mungkin karna sudah terbiasa, jadi ngga ada lagi rasa pahit dan pedas itu.. hehe..

Bagi Na yang punya segudang masalah dengan giginya yang sudah bolong2 ini.. dengan bersiwak, Alhamdulillah.. satu persatu Allah bantu kurangi masalah pada gigi Na ini.. Selain itu, semenjak bersiwak hingga sekarang.. Na merasa lidah Na jadi ngga kaku. Maksudnya waktu lagi baca Al-Qur'an seolah2 jadi dipermudah gitu sama Allah.. jadi lancar (walau masih terbata2 juga). Tapi memang terasa enteng dan jadi mudah melafalkan huruf2 arab..

Oh iya ada satu lagi manfaat yang amat terasa setelah bersiwak, yaitu.. menghilangkan bau mulut! Bagi yang punya masalah sama bau naga (emang naga itu baunya kaya gimana sih..?? kok dibilang bau naga ya..? ), silakan ikuti sunnah Rasulullah saw yang satu ini! Insya Allah, bau naga akan lenyap dan digantikan dengan bau mulut.. eh, maksudnya ngga ada lagi bau tak sedap yang keluar dari mulut.. hehehe

Dulu waktu kuliah, Na pernah belajar tentang darimana timbulnya bau tak sedap dari mulut kita. Ternyata selain dari timbunan sisa2 makanan yang tak tersikat di gigi, si lidah pun menjadi salah satu biangnya. Karena itulah, saat sedang bersiwak, tak lupa lidah pun ikut digosok ya.. biar harum bau mulutnya


Apakah anda masih merasa aneh akan kegunaan, fungsi dan manfaatnya?? atau merasa..

" siwak ???.. kuno banget~ "

Hehe, tunggu dulu temaaan..

ingat kan, kalau di dalam sunnahnya Nabi Saw itu terdapat kejayaan? sama halnya dengan siwak ini. Biarpun jaman sekarang sudah canggih, udah pake sikat gigi (bahkan ada sikat gigi elektrik), ternyata masih jauh lebih baik akan kegunaan, fungsi dan manfaatnya siwak daripada sikat gigi loh~

Kalau yang Na ingat, salah satu fadhilah siwak itu bisa membuat lidah jadi ngga kaku saat berdzikir atau membaca al-Qur'an. Siwak juga bisa menguatkan ingatan. Lalu orang yang sholat dengan sebelumnya ia bersiwak, maka ia akan dapat pahala 70 x lebih banyak daripada orang yang sholat tanpa bersiwak..

Hmm... ada yang mau menolaknya???

Teman2 penasaran dengan fadhilah2 (keutamaan) siwak?? silakan cari di internet.. cukup buanyak orang yang dengan berbaik hati berbagi ilmu tentang fadhilah siwak...

Bolehlah teman2 intip blog ini untuk melihat apa saja fadhilah siwak. Disitu juga dibahas siwak dari segi kesehatannya loh.. (bahkan kalau mau beli juga bisa lewat situ.. hehe.. bukan promosi ya.. )

Bagi yang belum bersiwak... yugh, ikutan bersiwak.. biarpun dikata jadul or ga kenal teknologi.. tapi simple is the best (loh, kok kaya tulisan yang ada di jam dinding?). Maksudnya, walaupun dibilang ketinggalan zaman, biarlah.. toh niat kita kan ingin ikut sunnahnya Rasulullah Saw.. siapa tau nanti makin disayang gitu sama Rasulullah saw.. (amiiiin ya Allah.. amiiin... )

Dan bagi yang sudah bersiwak, tetap istiqomah ya teman2.. kita hidupkan kembali sunnah2nya Rasulullah saw.. ayooo semangaaaat~~~





Jadi,

Apa anda mau tukar sikat gigi dan pasta gigi anda dengan siwak ?

kunjungilah toko2 yang jual alat2 sunnah disekitar anda!!

(biasanya mereka jual siwak)

ingat! bukan promosi!!

hehehehhee
Baca Selengkapnya "ayo bersiwak!"

Label: , , ,

anda suka berdebat ?? punya gelar ahli debat ??
.. sebaiknya anda mulai berhati2..


warning : do not try this at home!!!!


Dulu, saat masih kuliah.. ketika ada tugas yang akan dipresentasikan, tentulah sebelum presentasi ditutup akan ada sesi tanya jawab. Biasanya kalau topik yang dibicarakan menarik, maka sesi tanya jawab akan menjadi ladangnya anak2 yang ahli debat.. dari pertanyaan yang masih berhubungan dengan topik sampai yang sama sekali ga ada hubungannya.. Bahkan, sampai2 si presentatornya bilang,

" Maaf, apa yang anda tanyakan tidak ada kaitannya dengan apa yang kami presentasikan.. "

Walau presentator sudah bilang begitu.. tapi kalau ada yang benar2 ahli debat.. tetaaap aja..

Hufff.. jadi terbawa emosi jadinya....


Tadinya Na pikir.. orang2 yang ahli debat sangatlah pandai. Rasanya otak mereka senantiasa berputar-putar untuk berpikir. Na juga berpikir bahwa orang2 yang ahli debat sangatlah hebat, karena dengan sedikit 'selentingan' ucapan yang keluar.. ribuan kata langsung datang bertubi2 hingga kita dibuatnya diam seribu bahasa dan tak bisa berkutik..

Bagi orang2 yang tak suka berdebat, janganlah sedih.. don wori bi hepi.. karena ternyata..

Rasulullah saw meminta kita untuk menjauhi perdebatan loh !!

Kata Rasulullah saw, jauhilah perdebatan karena sesungguhnya perselisihan di antara kita itu bisa merusak iman.. seperti pisau cukur yang mencukur bersih rambut. Seperti itulah perdebatan akan membersihkan agama dari diri kita..

Allah SWT juga sudah memperingatkan agar kita ga usah saling bantah-membantah..

" Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar " ( QS. Al-Anfaal: 46)


Ga jarang diantara kita suka lihat orang yang berdebat dalam masalah agama. Ga usah jauh2, lihat dari beberapa artikel hasil postingan seseorang lalu komennya sampai buanyaak dan puanjang2... kukira itu apaan.. ternyata dalam komentar2 itu isinya semua lagi berdebat satu sama lain..

Buat kita2 yang tak punya ilmu (terlebih lagi dalam agama) sebaiknya menghindari saja untuk berdebat. Mau berdebat gimana? ilmu juga ga punya.. yang ada nantinya kita malah asal ngomong aja tanpa paham sama ucapan sendiri.. bahkan sampai berkata dusta...

Astaghfirullahal'azhiim..

Pada umumnya, perdebatan itu timbul karena seseorang ingin mempertahankan pendapatnya sendiri. Ketika ada orang lain yang tak setuju dengan pendapatnya (dan mungkin diberi sedikit bumbu2 pencetus emosi), maka timbul deh perdebatan yang cukup sengat. Dan kalau sudah begini.. ntah kenapa pula berujung pada berantem.. bahkan ada yang sampai memutuskan tali silaturahmi dengan saudaranya sendiri..

Jadi ingat, dulu waktu kecil.. Na selalu diingatkan oleh orangtua dan guru2, kalau lagi berantem ga boleh lebih dari 3 hari. Ternyata ucapan ini ga sekedar petuah aja loh.. kata2 ini berasal dari Rasulullah Saw.,

Beliau Saw bersabda, " Barangsiapa memutuskan tali silaturahmi dengan saudara muslimnya lebih dari tiga hari, lalu mati dalam keadaan demikian (masih berantem dan belum 'bae-an'), maka ia langsung masuk ke neraka "

Na'udzubillah....

Semoga kita senantiasa menjaga tali silaturahmi antar sesama saudara muslim.. amiin ya Allah..


Ada pula hadits lain yang menyebutkan bahwa setiap hari Senin dan Kamis, semua amalan manusia itu akan dibawa ke hadapan Allah SWT, dan melalui rahmat-Nya (sebagai hasil kebaikannya) akan diberi ampunan kepada manusia, kecuali mereka yang menyekutukan Allah. Akan tetapi bagi dua orang yang berselisih, Nabi Saw bersabda bahwa Allah SWT berfirman, " Biarkanlah dahulu sehingga mereka berdamai "

Masih ada beberapa hadits lain, tapi kesemuanya isinya serupa yaitu tentang mudharatnya orang yang berselisih.. bertengkar.. memutuskan silaturahmi...


The point is,
Na hanya ingin mengajak pada temen2 (dan Na sendiri) agar menghindari yang namanya perdebatan. Jika semisal ada kasus orang lain yang menghina contoh misalnya agama, maka cukuplah diluruskan aja (bukan di-debat).. ini pun sebaiknya kalau kita punya ilmu bagaimana meluruskannya. Kalau ga ada ilmu, maka jangan coba2 asbun alias asal bunyi.. lebih baik diam dan berkata, " Wah, maaf.. kalau tentang hal itu.. saya belum paham... "

Selain itu, kita juga mendoakan orang yang menghinakan (eh maksudnya yang ngajakin debat) itu agar Allah beri dia hidayah dan pemahaman yang baik dan benar..


(beberapa hadits diatas Na kutip dari buku fadhilah amal bagian fadhilah Ramadhan)



Jadi,

Mohon maafkan segala kesalahan dan kekhilafan saya selama ini ya teman2

Semoga kita senantiasa bisa menjaga tali silaturahmi antar sesama muslim dan muslimah..

Amiin ya Allah...



PEACE YAAA!! v(^0^)v

Baca Selengkapnya "no doubt!! eh.. debat.."

Label: , , , ,

sluurrppp.... jadi ngeces lihat gambar ini...


Semua orang pasti sudah kenal rasa. Baik itu pahit, asam, asin, manis.. bahkan yang hambar/sember pun juga termasuk rasa (kok jadi inget hasil masakan saya ya??). Dari segala macam rasa yang sudah diberikan Allah ini pada kita, biasanya.. rasa manis itu dihasilkan dari makanan atau pun minuman yang enak2. Misalnya permen, es krim, susu, buah2an, sirup.. ah..membayangkannya saja sudah membuat air liurku ingin menetes..

Tapi oh tapi, ternyata yang namanya manis itu ngga hanya untuk makanan atau minuman aja. Manis dalam agama juga ada loh...

Ada yang pernah kenal dengan kata " manisnya iman " ?


Salah seorang sahabat Na pernah berkata, bahwa manisnya iman itu bisa dicapai dengan cara mengorbankan seluruh jiwa, harta dan raga untuk agama. Hanya orang-orang tertentu aja yang bisa berkorban kaya gitu.. karna untuk berkorban itu butuh cinta..

Aih..aih... cinta lagi..

Tapi tunggu dulu, maksudnya ini adalah cinta yang amat menggebu2 pada Allah Swt dan Rasul-Nya..

Aih.. aih.. bahasanya berat?

Iya dong, sekarang kan ga jamannya lagi cinta2an.. tapi cinta yang Agung gitu.. (hehehe)

Lanjut ah~

Kalau temen2 mau intip tentang hadits yg membahas 'manisnya iman' ini, coba aja cari di kamus hadits.. nanti ketemu deh.. insya Allah..

Menurut temen2, apa maksud dari manisnya iman?

Kalau menurut Na yang masih bodoh dan lemah ini.. manisnya iman itu, seperti merasakan sesuatu yang "Wooogh!!! " atau " Yeeaaah!!! " atau " Fyuuuh!! " ketika kita berhasil melewati sesuatu rintangan setelah sebelumnya kita penuh berjibaku sampe glundungan untuk tetap bertahan hingga rintangan terakhir itu bisa terlalui

Jika disangkutkan dengan agama, mungkin macam ini contohnya..

Ketika kita sedang berpuasa bukan pada bulan Ramadhan, tentunya godaan itu lebih dahsyat ketimbang kita berpuasa di bulan Ramadhan. Bayangkan saja, saat siang panas terik melejit, orang2 sekitar kita asyik menenggak minuman pelepas dahaga sedangkan kita sendirian asyik menahan haus. Ketika datang waktu istirahat, orang2 sekitar kita asyik menyantap makan siang sambil ngobrol bahkan kadang sambil membahas gosip yang lagi hangat di tipi sedangkan kita sendirian asyik menahan lapar dan menahan godaan ingin ikut bergosip ria..
Poko'e serba sendirian lah.. (bisa jadi dalam satu hari itu, kita sibuk beristighfar sebanyak2nya karna merasa ngga kuat nahan godaan yang segambreng itu..)

Seharian itu kita full berjibaku menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa demi menjaga keutuhan puasa kita. Hingga pada akhirnya.. terdengarlah suara adzan maghrib yang mendayu-dayu...

" Allahu akbar.. Allaaaaahu akbar..!!!!!!! "


Gelas berisi minuman teh hangat dan makanan kecil untuk membatalkan puasa sudah siap di tangan.. dan...

" Allahumma lakasumtu.... Allahumma bariklana.... Bismillaaah... "

SRUPUUUUUUUUUUUUUUUUUUUT~

"Ah...................... Alhamdulillah....... enaknya.... "


( waduh.. rasanya seperti lagi puasa saat Ramadhon beneran ini... ahahaha.. sudah tak sabar jadinya merasakan hal yg senikmat itu...)


Bagi Na yang masih bodoh dan lemah ini, kurang lebih pengertian 'manisnya iman' itu hampir sama seperti kisah di atas. Kenikmatan iman itu bisa dicapai setelah kita berjuang.. berjibaku.. mempertahankan keimanan kita dan sampailah pada akhirnya Allah beri kita rasa nikmat itu berupa sesuatu yang 'manis'

Tapi mungkin perlu diingat, semata2 apa yang kita lakukan itu hanyalah karena ingin cari ridho dari Allah. Karena kalau bukan tujuannya ingin dapat ridho dari Allah.. maka nantinya kita cuma dapet 'manis' yang hampa. Macam orang yang berpuasa hanya karena menahan lapar lalu setelah berbuka ya dia hanya dapat pengganti penahan laparnya, sedangkan orang yang berpuasa hanya karena ingin cari ridho Allah maka setelah ia berbuka, insya Allah.. Allah akan beri ridho-Nya pada orang tersebut..


Melihat kenyataan bahwa tidak sedikit orang yang saat ini sudah atau sedang mengorbankan harta, jiwa dan waktu mereka demi agama (demi dapat cinta-Nya Allah dan Rasul-Nya), Na pikir merekalah orang2 yang pernah merasakan 'manisnya iman' itu..

Laki2 yang tiada henti memperbaiki dan menyebarkan dakwah.. perempuan2 yang tiada henti menjaga diri agar terhindar dari fitnah..

Mungkin, mereka2 itulah para pengecap 'manisnya iman'..

Tapi, walaupun mereka sudah merasakan betapa manisnya iman.. mereka tak pernah terlihat berhenti untuk terus mencari dan mendapatkannya.. Apa ada gitu orang yang bilang..

" Ah, saya kan sudah sekian puluhan tahun berdakwah..sekian puluhan tahun pula saya memperbaiki diri.. saya sudah merasakan manisnya iman.. rasanya itu sudah cukup... "


Kalaupun ada.. wah.. sombongkah orang itu? Habis membandingkan dengan Rasulullah SAW, dimana beliau sudah dijanjikan masuk surga, tapi beliau ga berhenti untuk beribadah.. malah bahkan terus berjibaku dalam beribadah...



Untuk kita2 yang masih dalam level newbie begini, rasanya untuk bisa merasakan manisnya iman itu still faar faar awaaay alias masih jauh sekali. Tapi tetep yg namanya mencoba itu ga ada salahnya.. no problemo dengan paham agama yang masih seumur biji jagung, kalau keinginan untuk memperbaiki diri itu ada, insya Allah.. akan dimudahkan nantinya oleh Allah.. (amiin ya Allah)


Yah, tak usahlah kita sibuk bertanya " apa sih rasanya manisnya iman? ". Toh, gimana mau ngerasain 'manisnya iman' kalau kita belum beriman... (Ya Allah... sindiran yang amat dalam buat diri sendiri ini.. TT____TT )


Intinya, Na hanya ingin mengajak temen2 (sekaligus Na sendiri) untuk sama2 semakin memperbaiki diri lebih dan lebih lagi.. hingga tak ada yang harus diperbaiki lagi.. kita sama2 belajar berjuang bagaimana mengorbankan segala2nya demi mendapatkan manisnya iman.. demi mendapatkan ridho dari Allah.. demi mendapatkan cinta-Nya Allah dan Rasul-Nya..




Jadi,

apa kamu suka yang manis-manis ?

:D
Baca Selengkapnya "mau sesuatu yang manis?"

Label: , , , , , ,

Apa anda sudah melunasi "hutang2" anda?
harap2 cemaslah.. karna sebentar lagi Ramadhan tiba!!!




" Ramadhan tiba... Ramadhan tiba.. Marhaban Yaa Ramadhan.. "

Begitulah kata yang didendangkan oleh seseorang yang amat merindukan dan amat bersuka cita menyambut kedatangan bulan yang mulia itu..

Eh? emang sekarang dah Ramadhan??? belum kaliii~~

Emang belum, tapi sekarang sudah mau berakhir bulan Rajab loh.. which is means, akan datang bulan Sya'ban dan habis itu.. barulah Ramadhan tiba..

Biasanya kalau sudah begini, yang suka ketar-ketir itu adalah kaum hawa yang belum melunasi hutang2nya. Maksudnya, hutang2 saat ia 'cuti' pada Ramadhan tahun lalu. Ketika masih jauh hari sebelum datang bulan Ramadhan, masihlah kita beranggapan..

"Ah, masih ada waktu ini.. bayar puasanya nanti aja lah.. "

Ketika menjelang Ramadhan..

" Ah!!! gimana ini!! hutangku masih banyak dan sebentar lagi dah masuk Ramadhan??!!!! "

Karna itulah teman.. mumpung masih diberi nikmat hidup sama Allah Swt, lebih baik kita lunasi lah hutang2 itu. Namanya juga hutang.. maka hukumnya wajib dilunasi dong.. hehehe


Selain melunasi hutang2 puasa, ada baiknya kita juga mulai belajar mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan. Maksudnya, saat bulan Ramadhan itu kan kita banting tulang tuh untuk beribadah.. dari yang tilawah Al-Qur'an sesering mungkin demi mengejar target satu bulan khatam, sampe sebisa mungkin tidur ga terlalu larut demi mendapatkan sholat tahajjud..

Nah, daripada nanti kita jadi 'jetlag' karna bulan2 sebelumnya ngga biasa melakukan amalan ibadah serajin saat Ramadhan, boleh lah kita mulai "pemanasan" di bulan2 sebelumnya seperti saat bulan Rajab dan Sya'ban esok ini..

Hey, mau olahraga aja kita perlu pemanasan.. masa mau Ramadhan kita ga pake pemanasan?


Pemanasan apa aja yang kita perlu lakukan? Ya.. banyaklah.. itu pun terserah diri kita sendiri, mau mulai memperbaiki amalan kita yang cacatnya ampun2an dari mana..

Kalau boleh saran, mungkin.. ada baiknya kalau kita memperbaikinya dari amalan ibadah yang paling utama, yaitu sholat (karna sholat itu adalah tiang agama, kan?)


super hero lagi sholat berjamaah di masjid..


Seperti yang sudah diketahui, beberapa hari yang lalu kita libur nasional karna memperingati Hari Isra' Mi'raj

Pengetahuan Na tentang Isra' dan Mi'raj sangatlah minim, jadi Na sarankan teman2 mencari tahu pasal Isra' Mi'raj dari seluruh media yang ada. Baik itu buku ataupun internet (karna ada buanyak yg membahas tentang peristiwa Isra' dan Mi'raj)

Tapi ada satu hal yang Na ketahui, yaitu akhir dari peristiwa Isra' dan Mi'raj ini adalah bertumpu pada satu amalan ibadah yang amat luar biasa mengalami perubahan. Bayangkan saja, awalnya Rasulullah Saw diperintahkan untuk menyeru ummatnya melaksanakan sholat sebanyak 50 kali dalam satu hari!!!!! Namun karna kasih sayang dari Rasulullah Saw yang paham dan mengerti akan kondisi ummatnya, maka beliau meminta keringanan dari Allah Swt, hingga akhirnya Rasulullah Saw mendapatkan perintah agar menyeru ummatnya melaksanakan sholat cukup 5 kali dalam satu hari..


Bukanlah hal yang gampang untuk meminta keringanan dari yang 50 menjadi 5. Rasulullah Saw sampai harus bolak-balik di 'langit' demi ummatnya...


Tak bisa Na bayangkan kalau Na harus sholat 50 kali dalam satu hari.. Sholat yang hanya 5 kali dalam sehari aja juga sudah 'sendat-sendut' apalagi kalau harus 50 kali?!!!!


Alhamdulillah,
Inilah bukti cinta-Nya Allah Swt pada manusia dan cintanya Rasulullah Saw pada ummatnya. Hingga akhirnya kita diberi keringanan untuk menunaikan sholat wajib cukup 5 kali dalam satu hari. Kalau sudah begitu, tak malukah kita pada diri kita sendiri kalau sholatnya masih 'bolong-bolong' ?

Kalau Na ga salah ingat, ketika Ramadhan nanti.. Allah akan menjadikan amalan2 yang sunnah berpahala bagaikan amalan2 yang wajib (apalagi kalau emang amalan yang wajib, tentu pahalanya akan melimpah ruah nantinya..). Biasanya, banyak orang saat Ramadhan jadi giat melaksanakan sholat sunnah demi mendapatkan pahala seperti orang yang melaksanakan sholat wajib di bulan lain..

Bagaimana dengan kita yang masih bolong2 sholatnya? Apakah kita mampu sholat sunnah? Duh.. sholat wajib aja juga masih bolong2 gimana mau sholat sunnah???


Nah, karna itulah sebaiknya sekarang kita perbaiki dulu amalan sholat wajib kita..

Mulai belajar sholat lima waktu...

belajar sholat di awal waktu (sebelum adzan berkumandang, kita sudah berwudhu dan duduk manis di sajadah)

belajar sholat dengan khusyu' dan khudu' (sholatnya penuh dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dihadapan Allah dan sesuai dengan sholat yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw)

belajar sholat di masjid dan berjamaah (untuk laki2) dan dirumah (untuk perempuan)

....

Wah, intinya banyaklah yang harus kita mulai perbaiki dengan amalan2 sholat kita. Tentunya dengan ga melupakan niat yang lurus.. yang semata2 melakukan perbaikan ini hanya karena mengharap ridho dari Allah Swt.. insya Allah..


Mumpung masih ada waktu nih sebelum Ramadhan,
Yuk ah bareng2 kita perbaiki amalan2 ibadah kita.. Ramadhan sudah didepan mata.. mari kita bersuka cita menyambutnya.. Ahlan wa Sahlan Yaa Ramadhaan ~ (tiba2 teringat dengan nasyid jadul lagi..~~)


Semoga Allah mengizinkan kita untuk bisa bertemu dengan bulan yang mulia dan penuh keberkahan itu... Amiin ya Allah..






Jadi,

sudahkah anda melunasi hutang anda??

* tukang tagih hutang, mode's : ON
Baca Selengkapnya "menanti sesuatu yang dinanti"

Label: , , , , ,

wawawawawawww... judul yang sangat menggelitik namun membuatku tersenyum sumringah dan hidungku kembang kempis~


Adakah yang mencari diriku yang hilang sejenak dari dunia blog?

Semenjak hari Kamis hingga Selasa lalu (1-6 Juli'09), Na menginap di rumah Nenek tercinta. Kebetulan juga, karena anak2 sekolah lagi libur, jadi madrasah dan TK pun libur.. Dulu pernah punya niatan ingin menginap disana tapi tak pernah tercapai, ternyata Allah berkehendak lewat dengan suatu 'sentilan', akhirnya Na memutuskan untuk pergi kesana~

Apa tujuanku menginap??????

Selain untuk melepas rindu pada Nenek dan Tante (yg juga tinggal bersama Nenek), ada maksud lain yang tersembunyi dalam hati.. yaitu... ingin belajar memasak...



PERHATIAN! ini bukan hasil masakan saya.. ya.... hehehe


Yap,
Secara usia saya sudah 24 tahun tapi tak pernah megang2 penggorengan, panci, kompor, ulekan.. Merasa diri cukup tahu malu karena hanya mampu buat mie rebus atau mie goreng.. akhirnya saya berguru pada ahlinya, yaitu Nenek saya..


Pengalaman Na memasak mungkin takkan diumbar2 disini (karna bisa kacau jadinya nanti). Mungkin Na akan berbagi, pelajaran apa aja yang Na dapatkan selama Na belajar memasak itu..


Na baru menyadari yang namanya memasak itu butuh pengorbanan segalanya..

Pagi2 harus bangun, cari tukang sayur. Sudah ketemu tukang sayur, harus pula bergelut mencari bahan2 masakan yang ingin dimasak hari itu. Ketika sudah ketemu, belum bertanya2 tentang harganya.... lalu 'main' tawar-menawar harga dgn bapak penjual sayur.. belum pula harus mengantri karna yg beli sayur ada buanyak...

Masya Allah... Emak.. betapa sulitnya kau ingin buat masakan untuk kami..

Na juga baru sadar kalau yang namanya bahan2 makanan itu ngga murah. Ayam, ikan, daging.. sayur-mayur juga mahal.. bahkan bumbu macam bawang merah, cabe, kemiri.... Tak bisa membayangkan betapa seorang Istri atau Ibu harus pandai2 mengatur keuangan agar semua kebutuhan terpenuhi..


Sekejap Na jadi berpikir juga dengan kehidupan para istri Nabi Saw yang hidupnya sangat zuhud (sederhana). Kalau lagi baca kisah2 mereka, rata2 makanan paling mewah adalah roti yang dicelupkan ke kuah daging. Itu pun bukan roti yang seperti zaman sekarang yang rotinya lembut dan enak...

Benar2 kehidupan yang penuh mujahadah sekali.. TT___TT

Ada satu hal yang sangat Na perhatikan ketika memasak.. banyak sekali aku menghabiskan waktu saat sedang memasak!!!!!! Kerjaku bagai siput yang jalan sangat perlahan2, belum cekatan juga.. Mengupas bawang bisa2 sampai 1 jam.. ngulek cabe bisa2 hampir satu jam lebih!! Rasanya kemarin tiap masak aku selalu memandang arah jam..

" Ya Allah.. belum Dhuha!! udah jam 10 lewat?!!!! "
Teringat dengan cerita seorang sahabat Na, dia mengatakan bahwa istri-istri para masyaikh (ulama) ketika sedang khidmat di rumah, mereka bisa sambil mengulang kembali hapalan2 Al-Qur'an atau sambil dzikir pagi. Lagi masak, keluarlah hapalan2 Al-Qur'an mereka.. lagi menyapu, sibuklah bibir mereka berucap dzikir..

Subhanallah..

Ingin mencontoh tapi kok ga bisa sama ya.. berhubung hapalan al-Qur'an Na sangatlah terbatas, jadi mampunya cuma berdzikir aja. Tapi kok hatinya ngga ke Allah ya..padahal dzikir itu kan mengingat Allah. Yang ada hatinya malah ke cabe (kebetulan nyoba dzikirnya pas lagi ngulek2 cabe). Belum lagi dzikirnya malah jadi marah2 karena kepanasan..

" Masya Allah.. panasnya.... Allaaahu akbaaar... panaaas..cabenya panaaaas... "
Butuh lebih dari satu jam Na lompat2 kian kemari, merendam tangan di air, melumasi tangan dengan minyak..ah, segala macam cara kukerjakan agar kedua tanganku tak terasa panas..


Gara2 panas ini, Na jadi berpikir.. apa yang Na sentuh bukanlah api melainkan cabe. Tapi panasnya luar biasa.. bagaimana dengan api di neraka? Allah.. tak mampu membayangkannya, cukup berdoa semoga kita dijauhkan dari api neraka.. Amiin ya Allah..


Mungkin, Na agak berlebihan dalam hal merasakan ini semua. But for sure, Na sangat kagum dengan para Istri yang benar2 khidmat untuk suami dan anak2nya. Kadang sampai sebegitu khidmatnya, jari2 si Istri jadi banyak 'bekas' nya..


Ah iya.. jadi inget juga dengan kisahnya putri Rasulullah Saw - Fathimah Az-Zahra - yang diceritain di dalam buku Fadhilah Amal..


Dikisahkan, suaminya (Ali r.a) agak sedih melihat keadaan istrinya. Bagaimana tak sedih, tangan istrinya sudah kapalan karena terlalu sering digunakan untuk menumbuk biji-bijian (untuk memasak), istrinya juga sering mengangkut air (diangkat ke atas pundak..kalau ga salah ingat..), bajunya sudah kumal penuh debu karena sering menyapu dan membersihkan rumah sendiri.. Karna Ali r.a kasihan melihat istrinya, kemudian ia menawarkan istrinya untuk mencari seorang pembantu (khadimat) di rumah Rasulullah saw

Saat Fathimah r.anha datang ke rumah Rasulullah Saw, kebetulan saat itu lagi banyak orang yang datang berkunjung. Akhirnya Fathimah r.anha memutuskan untuk pulang saja. Keesokan harinya, Rasulullah Saw datang mengunjungi rumah putrinya dan menanyakan apa keperluannya datang kemarin ke rumahnya

Fathimah r.anha ngga menjawab karna malu, dan akhirnya yg mengungkapkan keinginannya adalah Ali r.a. Setelah mendengar keluh kesahnya Ali r.a., Rasulullah Saw bersabda,

"Takutilah akan Allah, wahai Fatimah. Perolehilah takwa dan teruslah melakukan tugasmu terhadap Allah swt dan urusan rumah tanggamu. Sewaktu engkau hendak tidur, ucaplah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan AllahuAkbar 34 kali. Dengan ini kau akan mendapatinya lebih berguna dari seorang pembantu. "

Kemudian Fatimah r.anha berkata, "Aku puas dengan keputusan Allah swt dan RasulNya".

(ah, kurang lebih seperti itu bunyi haditsnya.. tolong dibenarkan ya kalau Na salah.. )



Subhanallah... lihat..

Walaupun sudah 'acakadut' begitu, saat beliau ditawari oleh suaminya untuk dicarikan pembantu.. beliau ngga langsung nyahut dan ngangguk dengan kecepatan kilat (kaya kita), bahkan sangat puas dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya..

Memang sih, itu kan putrinya Rasulullah saw.. tapi ga ada salahnya kita ikut mencontoh sifatnya kan?


Na belum begitu memahami sih, khidmatnya seorang istri pada suami dan anak2nya yang semata-mata hanya mencari ridho Allah Swt itu yang seperti apa.. (iya lah, gimana mau paham.. jadi istri juga belum...) Tapi sedikit demi sedikit, Na jadi belajar memahami tentang keadaan seorang wanita yang seluruh hidupnya penuh diabdikan untuk suami dan anak2nya. Ini karena dia memahami bahwa tugas seorang istri adalah bekerja di rumahnya. Mengurus semua keperluan dan kebutuhan suami dan anak2nya..



Yah, beginilah kalau itik disuruh memasak. Jadi banyak merenung dan ingat kejadian2 para sahabiyahnya daripada khusyu' sama masakan sendiri.. hehehe..


Wah, kali ini Na jadi curhat beneran deh.. maaf ya..

Semoga bukan hanya sekedar postingan curhat, tapi ada manfaat yang bisa didapat..insya Allah..







Jadi,

cara yang benar dzikir saat memasak itu gimana ya?

ajarin dong!!!

Baca Selengkapnya "khidmat layaknya seorang istri"

Label: , , , , , ,

timang-timang.. anakku sayang..
jangan menangis.. ibu disini..



Di atas itu lirik lagunya siapa ya..? Na lupa.. ah, sudahlah.. bukan itu kok yang mau dibahas..



Beberapa bulan yang lalu, Na asik membaca buku tentang wanita dalam risau dan pikirnya Nabi Saw., diantaranya ada pembahasan tentang apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang istri yang sedang hamil dan melahirkan loh (walaupun masih bocah begini, boleh lah ya.. belajar..hitung2 buat persiapan... aih maak~)

Ini ada kutipannya, selamat menyimak dan dicatat ya.. (tak lupa diamalkan dan disampaikeun pula ke temen2 yg lain), insya Allah


" Sesungguhnya seorang perempuan yang mengandung, melahirkan hingga menyapih anaknya akan mendapat ganjaran sebagaimana orang yang berjuang di jalan Allah. Apabila ia mati dalam masa tersebut, maka ia mendapat pahala sebagai orang yang syahid. " (HR. Dailami ~ al Firdaus)

Makanan yang dianjurkan bagi Ibu hamil, antara lain:

  1. Buah jambu, delima, apel dan manisan

Diriwayatkan dari Khalid bin Ma'dan r.a., ia berkata: " Makanlah kalian buah jambu, karena dengan memakannya menjadi asbab ketampanan dan kecantikan seorang anak

  1. Kacang-kacangan dan Jadam Arab untuk kecerdasan anak

Nabi s.a.w bersabda, “ Beri makanlah (jadam) Arab kepada wanita-wanita hamil karena hal itu akan menambah kecerdasan bagi sang anak kelak. “ (HR. Dailami)

  1. Habbatussauda (jintan hitam) untuk mengatur haid dan meningkatkan aliran Air Susu Ibu

Rasulullah s.a.w bersabda, “ Gunakanlah Habbassauda karena di dalamnya terdapat obat dari segala macam penyakit kecuali as Sam (maut). “ (HR. Bukhari – Muslim)

  1. Buah anggur dan kurma berfungsi menguatkan otot rahim dan memperbanyak ASI
  1. Buah kelapa muda dan tebu untuk mengurangi produksi asam lambung dalam perut yang mengakibatkan mual
  1. Memperbanyak membaca Al-Qur’an terutama surah Yaasin setiap hari, surah Ibrahim: 32-34 (fadhilahnya/keutamaannya agar anaknya terhindar dari perbuatan syirik dan bid’ah). Surah al-Ahqaf: 15 (fadhilahnya akan menjadi anak yang shaleh, taat dan amanah). Surah an-Nahl: 126-128 (fadhilahnya akan terselamatkan dari keguguran, walaupun sang Ibu pernah mengalami keguguran). Membaca surah Yusuf pada pekan ke-16, Allah s.w.t akan mengaruniakan kesalehan kepada anak-anaknya. Surah Lukman pada pekan ke-20, surah Maryam pada pekan ke-24, surah Al-Kahfi pada pekan ke-30, surah ar-Rahman pada pekan ke-32, surah al-Waqi’ah pada pekan ke-36. Surah Muhammad dan surah Yunus: 31 untuk mempermudah proses kelahiran
  1. Memperbanyak berdzikir, dan qiyamul-lail serta berdoa setiap selesai sholat dengan berdoa,

Bismillahirrohmaanirrahiim,

Allaahummahfazh waladii maadaamafii bathnii, wasyfihi antassyyaa fii laa syifaa-a illaa syifaa u-ka syifaa allaa yughoodiru saqoma. Allahumma akhrijhu mimbathnii yauma wilaa datihi sahlawwatasliima. Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan shoodiqon ‘aaqilan ‘aaliman zaakiyan mu-minan shoolihan. Allahumma ahsan khuluquhu wafshohlisaanahu wa ahsan shoutahuu liqirooo atil qur-aani wal hadiitsi bibarokatu sayyidinaa muhammad sholallaahu ‘alaihi wa sallam

“ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, peliharalah dan selamatkanlah anakku selama dalam kandunganku. Dan sembuhkanlah ia, sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan melainkan penawar-Mu, sembuh yang tiada menimbulkan kesan buruk. Ya Allah, lahirkanlah ia dari kandunganku pada hari kelahirannya dengan kelahiran yang mudah dan sejahtera. Ya Allah, sempurnakanlah kesehatannya, berakal cerdik, berilmu serta beriman dan beramal sholeh. Ya Allah, perindahlah akhlaknya, fasihkanlah lidahnya dan baguskanlah suaranya untuk membaca al-Qir’an dan hadits, dengan keberkahan penghulu kami Muhammad s.a.w “


  1. Apabila bernazar kepada bayi maka wajib menunaikannya, jika tidak mampu maka wajib memberi makan orang miskin sebanyak enam puluh orang. Dianjurkan bernazar kepada bayi untuk berkhidmat (patuh) di jalan Allah, sebagaimana Istri Imran a.s ketika mengandung Maryam a.s.

Hal-hal yang dianjurkan ketka melahirkan dan selama persalinan


  1. Tidak menyerahkan proses kelahirannya kepada orang non muslim dan tidak diperbolehkan bagi wanita muslimah memperlihatkan auratnya, dengan tetap menjaga hijab ketika melahirkan sekalipun dalam keadaan darurat. Bagaimana pun keadaannya syariat tetap mengharamkan wanita berkhalwat (berkumpul/berdua-duaan) dengan lelaki ajnabiah (bukan mahramnya) meskipun dia seorang dokter. (Majmu’al Fatawa)

Rasulullah s.a.w bersabda, “ Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki dan perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Laki-laki tidak boleh berselimut dengan laki-laki dalam satu kain, begitu juga perempuan tidak boleh berselimut dengan perempuan dalam satu kain. “ (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Tirmidzi dari Abu Sa’id al Khudri)


  1. Sebaiknya ada keluarga atau mahramnya yang menyertainya, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w, “ Tidaklah seorang laki-laki berdua dengan wanita lain, kecuali yang ketiganya adalah syetan. “

Diriwayatkan dari Fathimah r.hu, menuturkan pada saat akan melahirkan anaknya, Rasulullah s.a.w mengutus Ummu Salamah r.hu dan Zainab r.hu untuk memberi semangat kepadanya dengan membaca surah Al-Baqarah: 255 (ayat kursi), al-A’raf: 54, Yunus: 3. al-Falaq dan an-Naas, serta membaca ayat berikut ini untuk mempermudah persalinan:

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazhzhoolimiin

“ Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, sesungguhnya aku termasuk di kalangan orang-orang yang zhalim “


  1. Setelah bayi lahir, sang Ibu hendaknya mengucapkan, “ Maasyaa Allaah, Laa quwwata illaa billaah “ (Allah Yang Maha Berkehendak, tidak ada kekuatan kecuali karena Allah)

Rasulullah s.a.w bersabda,

“ Tidaklah Allah s.w.t memberikan suatu nikmat kepada seseorang hamba yang berupa keluarga atau anak, lalu ia mengucapkan, ‘Masya Allah, laa quwwata illah billah’, melainkan ia tidak akan melihat adanya bencana padanya, kecuali takdir kematian. “ (HR. Abu Ya’la)


  1. Mendoakan Ibu yang melahirkan,

Baarokallaahulaka fil mauhuubi laka, wa syakartalwaahiba, wa balagho asyuduhu, wa ruziqtabirroh

“ Semoga Allah memberi keberkahan kepada engkau atas karunia-Nya dan engkau bersyukur karenanya. Semoga Dia memanjangkan umurnya dan engkau diberi karunia dengan anak yang taat. “ (al Adzkar)


  1. Doa Ibu untuk orang-orang yang mendoakan bayinya,

Baarokallaahulaka wa baroka ‘alaika wa jazaakallaahu khoiron, wa rozaqokallaahu mitslahuu wa ajzallaahu tsawaabaka

“ Semoga Allah memberi keberkahan dan menjauhkan hal yang tidak baik kepada kalian. Semoga Allah memberi balasan yang baik dan memberi karunia kepada engkau seperti itu serta memperbanyak pahala engkau. “ (al Adzkar)


  1. Setelah Ibu melahirkan, dianjurkan membaca surah Ibrahim: 40-41 dan berdoa,

Allahumma inni as-alukal’afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaa ya wa ahlii wa maa lii, Allahummastur’aurotii wa aamirrou’ati, Allaahummahfazhnii mimbaini, yadayya wa min kholfii wa ‘ayyamiinii wa ‘ansyimaalii wa min fauqii wa a’uudzubi’azhomatika an aghtaala min tahtii

“ Ya Allah, aku memohon pengampunan kepada-Mu, kesehatan yang baik dalam urusan agamaku, urusan duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah, tutuplah cacatku, peliharalah kecantikan wajahku. Ya Allah, peliharalah aku di depanku, di belakangku, di kanan-kiriku dan di atasku. Dengan keagungan-Mu aku berlindung kepada-Mu dari gangguan pada sisi bawahku. “ (HR. Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud dan Ibnu Majah)


  1. Doa untuk bayi yang baru lahir (ta’widz),

Bismillaahi arqiika min kulli syaiyyu-dziika min syarri kulli nafsin aw’aini haa sidin, Allaahu yasyfiik

“ Dengan nama Allah, aku membuat perlindungan untukmu dari segala sesuatu yang membahayakanmu dan dari kejatan semua orang atau dari mata orang yang dengki. Allah akan menyembuhkanmu. “ (Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri)

Rasulullah s.a.w juga mengucapkan ta’widz kepada cucunya Hasan dan Husain r.a. dengan doa,

A’uudzubikalimaatillaahi ttammaati minsyarri kulli syaithoon wa hammati wa min syarri kulli ‘aini laaammah

“ Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala godaan syetan, dari binatang berbisa, dari pengaruh mata yang jahat. “ (HR. Bukhari)


  1. Setelah dimandikan, disunnahkan memperdengarkan suara adzan pada telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya. Dari Husain bin Ali bin Abu Thalib r.a., bahwa Rasulullah s.a.w pernah bersabda, “ Barangsiapa yang mempunyai anak yang baru dilahirkan, kemudian diadzankan pada telinga kanannya dan iqamat pada telinga kirinya, maka ia tidak akan diganggu oleh Ummu Shibyan. “ (HR. Abu Ya’la)

  1. Membaca surah al Ikhlas dan berdoa,

Allaahumma inniii u’iidu haabika wa dzurriyyatahaa minasysyaithoonirrojiim, Allahummaj’alhu birron taqiyyaa wa ambit-hu fil inslaami nabaa tan hasana, Allaahumma ‘allimhulkitaaba wal hikmata wa faqqihuu fiddiin

“ Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan keturunannya dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, jadikanlah ia anak yang berbakti dan bertaqwa dan tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik. Ya Allah, ajarkanlah kepadanya al-Qur’an dan hikmah dan berilah kepahaman agama kepadanya. “


  1. Selama persalinan dianjurkan membaca surah al-Insyiqaaq dan al-zalzalah. Dan jika anak sering menangis, dianjurkan membaca surah al-humazah, al-falaq dan an-naas, kemudian berdoa,

Syahidallaahu annahu laaa ilaaha illahuwa, wal malaaaikatu wa ulul’ilmi qooimam bilqist, laaa ilaaha illaa huwal’aziizul hakiim, innaddiina ‘indallahil islaam, wa qurrobbi a’uudzubika min hamazatisyyayaathiin, wa a’uudzubika robbi ayyahdhuruun

“ Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga bersaksi), tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama yang paling benar di sisi Allah adalah Islam. Katakanlah, ‘Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari godaan sytetan. Dan aku berlindung kepada-Mu wahai Rabbku dari munculnya syetan. “


saat tali yang menghubungkan kita dengan ibu akan dipotong..




Subhanallah..

Banyak ya.. melihat doa-doa di atas.. sempat terpikir.. apakah iya nanti saat melahirkan bisa sambil dzikir? ternyata.. bisa loh!!! ada seorang Ibu yang sudah mempraktekkan dzikir dan doa (yang doanya itu seperti doanya nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan) ketika beliau sedang saat2nya ingin melahirkan.. (hehehe..lirik2 ke ummie.. )

Yuk, kita ikutan nyoba (eh maksudnya mengamalkan gitu sunnah-sunnah diatas). Biar kelak, Allah memberkahi anak-anak yang lahir dari rahim kita.. insya Allah.. amiin ya Allah..

Semoga bermanfaat ya teman2..







Alhamdulillah,

aku terlahir dari rahim Mamahku dengan sehat dan selamat..

terimakasih

Mah..



Baca Selengkapnya "sayang anak, sayang ibu"