Label: , , , , ,

wawawawawawww... judul yang sangat menggelitik namun membuatku tersenyum sumringah dan hidungku kembang kempis~


Adakah yang mencari diriku yang hilang sejenak dari dunia blog?

Semenjak hari Kamis hingga Selasa lalu (1-6 Juli'09), Na menginap di rumah Nenek tercinta. Kebetulan juga, karena anak2 sekolah lagi libur, jadi madrasah dan TK pun libur.. Dulu pernah punya niatan ingin menginap disana tapi tak pernah tercapai, ternyata Allah berkehendak lewat dengan suatu 'sentilan', akhirnya Na memutuskan untuk pergi kesana~

Apa tujuanku menginap??????

Selain untuk melepas rindu pada Nenek dan Tante (yg juga tinggal bersama Nenek), ada maksud lain yang tersembunyi dalam hati.. yaitu... ingin belajar memasak...



PERHATIAN! ini bukan hasil masakan saya.. ya.... hehehe


Yap,
Secara usia saya sudah 24 tahun tapi tak pernah megang2 penggorengan, panci, kompor, ulekan.. Merasa diri cukup tahu malu karena hanya mampu buat mie rebus atau mie goreng.. akhirnya saya berguru pada ahlinya, yaitu Nenek saya..


Pengalaman Na memasak mungkin takkan diumbar2 disini (karna bisa kacau jadinya nanti). Mungkin Na akan berbagi, pelajaran apa aja yang Na dapatkan selama Na belajar memasak itu..


Na baru menyadari yang namanya memasak itu butuh pengorbanan segalanya..

Pagi2 harus bangun, cari tukang sayur. Sudah ketemu tukang sayur, harus pula bergelut mencari bahan2 masakan yang ingin dimasak hari itu. Ketika sudah ketemu, belum bertanya2 tentang harganya.... lalu 'main' tawar-menawar harga dgn bapak penjual sayur.. belum pula harus mengantri karna yg beli sayur ada buanyak...

Masya Allah... Emak.. betapa sulitnya kau ingin buat masakan untuk kami..

Na juga baru sadar kalau yang namanya bahan2 makanan itu ngga murah. Ayam, ikan, daging.. sayur-mayur juga mahal.. bahkan bumbu macam bawang merah, cabe, kemiri.... Tak bisa membayangkan betapa seorang Istri atau Ibu harus pandai2 mengatur keuangan agar semua kebutuhan terpenuhi..


Sekejap Na jadi berpikir juga dengan kehidupan para istri Nabi Saw yang hidupnya sangat zuhud (sederhana). Kalau lagi baca kisah2 mereka, rata2 makanan paling mewah adalah roti yang dicelupkan ke kuah daging. Itu pun bukan roti yang seperti zaman sekarang yang rotinya lembut dan enak...

Benar2 kehidupan yang penuh mujahadah sekali.. TT___TT

Ada satu hal yang sangat Na perhatikan ketika memasak.. banyak sekali aku menghabiskan waktu saat sedang memasak!!!!!! Kerjaku bagai siput yang jalan sangat perlahan2, belum cekatan juga.. Mengupas bawang bisa2 sampai 1 jam.. ngulek cabe bisa2 hampir satu jam lebih!! Rasanya kemarin tiap masak aku selalu memandang arah jam..

" Ya Allah.. belum Dhuha!! udah jam 10 lewat?!!!! "
Teringat dengan cerita seorang sahabat Na, dia mengatakan bahwa istri-istri para masyaikh (ulama) ketika sedang khidmat di rumah, mereka bisa sambil mengulang kembali hapalan2 Al-Qur'an atau sambil dzikir pagi. Lagi masak, keluarlah hapalan2 Al-Qur'an mereka.. lagi menyapu, sibuklah bibir mereka berucap dzikir..

Subhanallah..

Ingin mencontoh tapi kok ga bisa sama ya.. berhubung hapalan al-Qur'an Na sangatlah terbatas, jadi mampunya cuma berdzikir aja. Tapi kok hatinya ngga ke Allah ya..padahal dzikir itu kan mengingat Allah. Yang ada hatinya malah ke cabe (kebetulan nyoba dzikirnya pas lagi ngulek2 cabe). Belum lagi dzikirnya malah jadi marah2 karena kepanasan..

" Masya Allah.. panasnya.... Allaaahu akbaaar... panaaas..cabenya panaaaas... "
Butuh lebih dari satu jam Na lompat2 kian kemari, merendam tangan di air, melumasi tangan dengan minyak..ah, segala macam cara kukerjakan agar kedua tanganku tak terasa panas..


Gara2 panas ini, Na jadi berpikir.. apa yang Na sentuh bukanlah api melainkan cabe. Tapi panasnya luar biasa.. bagaimana dengan api di neraka? Allah.. tak mampu membayangkannya, cukup berdoa semoga kita dijauhkan dari api neraka.. Amiin ya Allah..


Mungkin, Na agak berlebihan dalam hal merasakan ini semua. But for sure, Na sangat kagum dengan para Istri yang benar2 khidmat untuk suami dan anak2nya. Kadang sampai sebegitu khidmatnya, jari2 si Istri jadi banyak 'bekas' nya..


Ah iya.. jadi inget juga dengan kisahnya putri Rasulullah Saw - Fathimah Az-Zahra - yang diceritain di dalam buku Fadhilah Amal..


Dikisahkan, suaminya (Ali r.a) agak sedih melihat keadaan istrinya. Bagaimana tak sedih, tangan istrinya sudah kapalan karena terlalu sering digunakan untuk menumbuk biji-bijian (untuk memasak), istrinya juga sering mengangkut air (diangkat ke atas pundak..kalau ga salah ingat..), bajunya sudah kumal penuh debu karena sering menyapu dan membersihkan rumah sendiri.. Karna Ali r.a kasihan melihat istrinya, kemudian ia menawarkan istrinya untuk mencari seorang pembantu (khadimat) di rumah Rasulullah saw

Saat Fathimah r.anha datang ke rumah Rasulullah Saw, kebetulan saat itu lagi banyak orang yang datang berkunjung. Akhirnya Fathimah r.anha memutuskan untuk pulang saja. Keesokan harinya, Rasulullah Saw datang mengunjungi rumah putrinya dan menanyakan apa keperluannya datang kemarin ke rumahnya

Fathimah r.anha ngga menjawab karna malu, dan akhirnya yg mengungkapkan keinginannya adalah Ali r.a. Setelah mendengar keluh kesahnya Ali r.a., Rasulullah Saw bersabda,

"Takutilah akan Allah, wahai Fatimah. Perolehilah takwa dan teruslah melakukan tugasmu terhadap Allah swt dan urusan rumah tanggamu. Sewaktu engkau hendak tidur, ucaplah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan AllahuAkbar 34 kali. Dengan ini kau akan mendapatinya lebih berguna dari seorang pembantu. "

Kemudian Fatimah r.anha berkata, "Aku puas dengan keputusan Allah swt dan RasulNya".

(ah, kurang lebih seperti itu bunyi haditsnya.. tolong dibenarkan ya kalau Na salah.. )



Subhanallah... lihat..

Walaupun sudah 'acakadut' begitu, saat beliau ditawari oleh suaminya untuk dicarikan pembantu.. beliau ngga langsung nyahut dan ngangguk dengan kecepatan kilat (kaya kita), bahkan sangat puas dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya..

Memang sih, itu kan putrinya Rasulullah saw.. tapi ga ada salahnya kita ikut mencontoh sifatnya kan?


Na belum begitu memahami sih, khidmatnya seorang istri pada suami dan anak2nya yang semata-mata hanya mencari ridho Allah Swt itu yang seperti apa.. (iya lah, gimana mau paham.. jadi istri juga belum...) Tapi sedikit demi sedikit, Na jadi belajar memahami tentang keadaan seorang wanita yang seluruh hidupnya penuh diabdikan untuk suami dan anak2nya. Ini karena dia memahami bahwa tugas seorang istri adalah bekerja di rumahnya. Mengurus semua keperluan dan kebutuhan suami dan anak2nya..



Yah, beginilah kalau itik disuruh memasak. Jadi banyak merenung dan ingat kejadian2 para sahabiyahnya daripada khusyu' sama masakan sendiri.. hehehe..


Wah, kali ini Na jadi curhat beneran deh.. maaf ya..

Semoga bukan hanya sekedar postingan curhat, tapi ada manfaat yang bisa didapat..insya Allah..







Jadi,

cara yang benar dzikir saat memasak itu gimana ya?

ajarin dong!!!


Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (5)

Hihihi.. Dah kuduga ina ke rumah emay mau blajar masak,uhuii.. Smangat inaa~ kmu pasti bisaa..
learning by doing,practice makes perfecto.. (nge-cheer up,tp diri sndiri masih acakadut)

na..klo ga salah ina pnah bilang ke aku.. 'klo bisa dzikir sambil masak,bukan masak sambil dzikir' .. Wondering how tu? .. xD

hehe..iya Ri,makanya waktu itu na ajak Mari ikut nginap bersama.. (kapan2 kita main masak2an nyok!)

Nah, betul..dzikir sambil masak bukan masak sambil dzikir..

Mungkin kalau para wanita yg imannya sudah tinggi, mereka itu dzikir sambil masak..

Tapi buat kita2 yg pengen mencontoh..baru bisa masak sambil dzikir..

Caranya? yah.. na jg ga tau ri..ini pun masih cari2 cara yg bener.. hehe.. mungkin ada orang lain yg tau??

Assalammualaikum wrt wbt ...

Dzikir waktu memotong,
"Faza bahu ha wama kadu yaf a'lun"

Dzikir waktu mengacau kuah,
"Laisa laha mindunillah hi kasyifah".

*Kacaunya melawan arah putaran jam*

Insya-Allah :)

waa... setelah sekian lama ga main,

T_T

jadi pengen.. (belajar masak maksudnya.. :))
jadi inget juga, kalo lagi bantuin ibu masak, yang ada cuma ngerecokin, udah gitu, kalo goreng, pasti sedikit2 nanya.. ibu.. ini udah belum gorengannya.. :D
ternyata kita sama ya mba..

hayoo.. mba ina.. SEMANGAT.. biar nanti jadi istri yang disayang sama suami *loch!!*

@ Ummie (ahliah nizam):
wa'alaykumsalam warohmatullahi wabarokoaatuh..

duh..sudah mencoba mempraktekkan tapi kok na ga hapal2 ya? yg teringat hanya shalawat aja TT__TT

jazakillah khairan katsira ya ummie :D

@ Lani:
hihihi.. kan kita emang sama Lan.. sama2 jagonya buat mie rebus doang :p

hayugh..kita juga sama2 semangat belajar jadi istri yg solehah..biar disayang Allah!! (amiin ya Allah..)