Label: , , ,

Ada yang ingat akan Rumah Autis?
Ini adalah salah satu postingan tentang itu..

Tidak sedikit dari para sahabatku yang kuceritakan betapa inginnya aku bekerja sebagai guru terapis untuk anak penyandang autis. Setidaknya aku sampai menggembor2kan pula kejadian di hari pertamaku dalam blog ini (makanya, baca yg ini dong :p )

Manusia yang berencana, Allah-lah yang menentukan. Apa yang aku pikir baik untuk diriku belum tentu baik bagiku tetapi jika Allah sudah menentukan hal yang baik untukku, tentu itulah yang terbaik bagiku. Na yakin dengan janji Allah ini.. karna itu, Na berusaha ridho dengan segala ketentuan-Nya

Kukira, untuk melangkah ke Rumah Autis memang sudah di-ridhoi oleh Allah. Tapi nyatanya tidak demikian. Papah keberatan dengan tindakan 'maut' ku ini. Banyak hal yang menjadi alasan mengapa beliau jadi tidak menyetujui keputusanku untuk bekerja disana. Dari masalah jarak yang cukup jauh sampai mengarah kepada kesehatanku yang belakangan ini suka naik-turun (kok kaya iman aja ya..). Dan pada akhirnya, Papah mengatakan sesuatu hal yang cukup 'dalam' bagiku. Beliau berkata,

" Na.. Na ga boleh bosan untuk berada dirumah ya. Na harus sabar menunggu.. "

Masya Allah.. Masya Allah..

Setelah mendengar ucapan ini spontan mataku langsung burem dan ingin rasanya menelpon salah satu sahabatku untuk menumpahkan perasaan. Lagi-lagi aku berbuat 'nekat'. Aku telah memaksakan diri untuk bekerja dan memaksa beralasan 'ingin mendekatkan diri pada Allah' sebagai pondasinya. Dan ternyata, Allah tidak ridho akan hal itu (kupikir memang karna ada alasan lain yang terbesit dalam hatiku.. dan itulah yang menyebabkan Allah tidak ridho..)

Ya Allah Yang Maha Pengampun.. Ampunilah hamba..

Cukup lama aku menenangkan diri dari tangisan ini. Sampai2 aku malu karena merasa seperti menelan ludah sendiri. Ternyata untuk belajar ridho atas ketentuan Allah tak segampang yang kukira.. atau bisa jadi karna aku belum benar2 cinta pada Allah..

Sungguh, Allah Maha Baik.. Maha Penyayang..

Setelah hatiku cukup reda. Kupikir dengan hati yang bersih, memikirkan.. mengapa Allah belum ridho atas pekerjaanku itu? Dan ternyata, banyak hal yang sebenarnya memang berbahaya bagiku jika aku terus melanjutkan pekerjaan itu. Salah satunya adalah, kesehatan dan keselamatanku. He? Maksudnya??

Yak, kuakui saja. Di hari pertama aku bekerja, aku tak sempat sarapan.. dan aku baru 'ketemu' nasi pada jam 5 sore (kayanya ini rekor deh..). Kok bisa begitu? tak ada yg lain alasannya kecuali, saya benar2 disibukkan dengan aktivitas bersama anak2 penyandang autis disana. Lalu, di hari kedua.. sepulang dari tempat bekerja.. saat aku menaiki angkot K22 A jurusan pondok gede-walikota, suddenly.. my nose was bleeding (bener ga tulisannya?) alias.. saya mimisan~
Laki2 yang melihat saya kebat-kebit menutupi hidung sambil mendongak bertanya..

" Mba.. kenapa?????? "
" A..a..i..s..saya mimisan mas... hehe..ga punya tisu.. " (jawabku sambil malu2 dan berusaha menutupi hidung dengan tangan)

Spontan 5 orang penumpang (termasuk saya dan pak sopir) langsung heboh cari tisu. Alhamdulillah, ada Mbak2 yang baik hati yg menawarkan saya tisu. Dan akhirnya, kusumpel aja ini hidung dengan tisu itu..

See, aku ga tau gimana jadinya kalau aku terus memaksakan diri untuk bekerja disana. Jangan2 nanti malah pingsan lagi.. (ahahaha, kenapa jadi kembali ke masa2 TK ya?). Sepulang dari sana, bermaksud ingin menutupi si jejak mimisan ini, tapi tak bisa..karna ada noda darah yang nempel di manset saya. Alhasil, tante dan adik saya tau.. dan mereka bilang..

" Hayah... gimana mo jadi guru terapis? diri sendiri kudu di terapi dulu tuh.. "

[Huff... ya, inilah saya.. inilah si itik.. si bocah yang berusaha kuat tapi sebenarnya memang ga kuat2 amat..]

Subhanallah.. Alhamdulillah..

Allah telah melindungiku (walaupun aku ga menyadarinya saat itu juga). Allah benar2 menepati janji-Nya. Memang untuk berada dirumah saat ini adalah yang terbaik bagiku dan juga untuk orang2 yang berada disekitarku. Adanya kejadian ini membuatku sadar dan kapok.. ngga lagi2 deh ngumpetin sesuatu dari Allah.. padahal sih ngga ngumpetin.. hanya ada alasan yg sempat terbesit aja.. tapi ternyata ketahuan juga..

Akhirnya, aku tak jadi melangkah. Aku tetap berada di rumah bersama keluargaku ^^

Menunggu tapi tak ada yang ditunggu

Eh.. ada sih yang ditungguin.. yaitu ridhonya Allah akan hidupku.. insya Allah ^^

Semoga dengan postingan ini,
teman2 yang lagi merasa ga ikhlas atas apa yang telah terjadi.. ikhlaskanlah..
coba dilihat secara seksama.. dilihat lebih dalam lagi..
Ingatlah, apa yang baik menurut kita belum tentu itu baik bagi kita, tetapi jika itu baik menurut Allah pastilah itu yang terbaik untuk kita..

Sekarang, berpikirlah.. bagaimanakah yang baik menurut Allah?

Silakan berpikir ^___^

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (4)

NA! ini isi 'quantum ikhlas' !!
aku baru nyadar~!!

hehehe, subhanallah ya Na :D :D :D

ayo semangat! Allah pasti merencanakan sesuatu yang baik buat Na..!

*power UP* \(*U*)9

he he

subhanallah..akhirnya ketemu juga sama si 'quantum ikhlas' (ternyata ini toh maksudnya Allah ^^ )

iya, subhanallah.. masih banyak rahasia Allah yang sesungguhnya merupakan nikmat buat kita :D

Insya Allah!! Amiin ya Allah..

Allah pun sudah memiliki ketetapan yang baik untuk mari, insya Allah

Semangka!! p(^0^)q

sabar ya... Dia yang Maha Tau yang terbaik untuk kita :)

insya Allah mba', jika ini memang keinginan Allah tentu saya akan bersikap sabar.. insya Allah

Ya.. karna Allah Maha Mengetahui ^^