Label: , , , ,

Beberapa hari yang lalu, saat mengutak-atik Al-Qur'an digital yang ada di kompie ini, aku menemukan istilah baru.. yaitu Istidraj. Ada yang tau akan arti Istidraj?

" Saya dari dulu jarang shalat, jarang baca Qur'an, masih suka merokok dan melakukan perbuatan keji lainnya.. tapi kok sampe sekarang.. ga pernah kesulitan tuh.. buktinya sekarang saya hepi2 aja.. "

Kalau ada yang mengatakan hal ini padamu, maka bersegeralah menyadarkannya untuk bertaubat. Karena sesungguhnya Allah SWT sedang membuat lupa akan kesalahan2nya dan Allah SWT menangguhkan waktu (menunda) untuk menghukumnya sehingga pada akhirnya orang ini tak menyadari bahwa secara perlahan-lahan Allah SWT menariknya kearah kebinasaan.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh. (QS. Al-A'raaf: 182-183)

Serem ya.. Kalau bagi Na, mendingan dihukum duluan daripada dibiarkan terlena dengan kemaksiatan. Manusia kan selalu mengikuti hawa nafsunya, kalau Allah SWT sampai membiarkan si hawa nafsu ini mengendalikan hidup kita.. apa jadinya?

Setelah mengetahui arti Istidraj ini, Na jadi berpikir dengan orang2 yang suka korupsi lalu melakukan kejahatan2 lainnya.. tetapi mereka masih hidup mewah dan ngga merasa kesulitan. Na pikir mereka ngga bisa disalahkan karena ngga sedikit dari mereka yang paham dengan arti penangguhan ini, jadinya ya mereka tetep hepi2 aja. Yang menyeramkan.. ini salahnya orang2 yang sudah paham tentang arti Istidraj tetapi ngga mau menyampaikannya kepada mereka.

Na makin merasa was-was. Bagaimana kalau seandainya saat ini Allah SWT sedang menangguhkan waktu hukuman untuk kita?? Sebenarnya kita sudah sering tertimpa banyak musibah dan sesungguhnya itulah bentuk murka Allah pada kita.. tapi kita tetep asik melakukan kesalahan yang terus dan terus dilakukan tanpa merasa berdosa..

Ya Allah Yang Maha Pengampun.. Ampunilah kami..

Betapa mengerikannya jika perasaan berdosa itu diambil oleh Allah sehingga Allah membutakan mata hati kita.. baik di dunia maupun di akhirat nanti..

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."

Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"


Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."


Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

(QS. Thaahaa: 124-127)


Sungguh, aku takkan berhenti untuk terus mengingatkan bahwa Allah SWT selalu memperhatikan kita. Bertaubatlah sedini mungkin. Azab Allah itu nyata dan keras. Jangan pernah bosan untuk meminta maaf pada Allah.. karna sesungguhnya kita tak pernah luput dari kehinaan..

Yuk teman, kita tolong-menolong untuk kebaikan. Saling mengingatkan untuk selalu berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan. Semoga apa yang kupostingkan disini tidak sekedar tulisan.. Maaf, hanya ini yang bisa kulakukan lewat dunia maya.. Semoga Allah SWT mengampuni dosa2 kita.. Amiin ya Allah..

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)