Label: , , , , , ,




kemarin Na menelusuri kembali jalan kenangan
bercampur rasa rindu sekaligus duka
rindu karena saat itu na bisa memberdayakan diri untuk membantu orang-orang sakit
namun duka karena profesi itu kini tidak bisa kujalani dengan keadaanku yang sekarang..


" pakaianku menghambat potensiku dalam bekerja "


Sungguh ironi,
Melihat banyak kawan seprofesi yang harus bergelut dengan dunia kesehatan untuk membantu orang-orang sakit namun tidak berdaya melawan arus dunia yang semakin jauh dari sunnah Nabi SAW...

Sahabat-sahabat Na dulu adalah akhwat-akhwat yang luar biasa. Keistiqomahan mereka terhadap pendiriannya membuat diri ini menjadikan mereka sebagai panduan. Ketegaran mereka dalam mengarungi hidup yang penuh ujian membuat diri ini jadi malu yang senantiasa bersedih padahal tidak semestinya hal itu disedihkan secara berlebihan. Belum lagi dengan semangat mereka yang amat membara, memperjuangkan bahwa sebagai wanita, kita harus tetap istiqomah dengan jalur-jalur syar'i yang sudah ditetapkan dalam Islam.. jangan sampai tergoda untuk melepas keteguhan itu.

Namun kini, sejak mereka memasuki dunia pekerjaan.. satu persatu semangat untuk berada di jalur syar'i itu meredup.. dan.. mereka pun sudah tidak seperti yang Na kenal dulu lagi...

Bukan pertanda diri ini merasa hebat, tapi justru merasa takut sekali dengan godaan duniawi. Mereka para hijabers yang punya prinsip yang kuat dan 'keras' bisa dibuat menjadi fleksibel akan prinsip mereka sendiri. Bagaimana dengan saya yang lemah iman begini????



" Islam itu mudah, maka jangan dipersulit "



Baru kali ini Na bisa dengan kuat hati mempertahankan pendapat dan keinginan sendiri (selama ini kemana?). Walau sempat ragu dan bimbang luar biasa antara ingin tetap bertahan atau mundur. Mengingat perjuangan Na yang masih blentang-blentung ini dalam mempertahankan keteguhannya, rasanya sangat disayangkan jika harus kembali ke jaman-jaman jahil itu..

Terkadang jadi bertanya-tanya pada diri sendiri, sebenarnya sampai batas manakah yang harus ditaati mengenai "ke-fleksibilitas" dalam agama Islam..

Ketika terjun di dunia dakwah kampus, sempat mendapat pelajaran bahwa Islam itu mudah maka jangan mempersulit diri dengan aturan-aturan yang ada. Dulu sih setuju banget.. karena masih nggak tau apa2.. dan kini.. lama kelamaan kok saya jadi banyak berpikir ya..

Rasa-rasanya... jadi semakin banyak batas-batas dalam Islam yang saya langgar demi kepentingan saya pribadi. Misalnya seperti penggunaan minyak wangi, dulu ketika Na mengetahui bahwa menggunakan minyak wangi asbab ingin tercium wangi oleh orang lain yang non mahram maka dikatakan sebagai zina, wuih.. bukan berontaknya bukan kepalang

" lah.. daripada dibilang akhwat bau gimana???!! "

Dan masih banyak lagi aturan-aturan dalam Islam yang sengaja Na buat 'fleksibel' dengan meng-atas namakan kepentingan ummat (duh lagaknya.. padahal sih kepentingan diri sendiri..)


Akhirnya kini, apa yang terjadi dalam proses kehidupan hijrah Na banyak tanggapan positif dan negatif di mata orang lain. Ada yang mengatakan bahwa hijrah yang terjadi pada Na sangat hebat terlebih lagi Na terbilang masih anak muda yang pada umumnya kuat akan keinginan menuruti hawa nafsunya, tapi ada juga yang mengatakan Na ini terlalu kaku pada syari'at yang ada..

apakah saya dilanda kebingungan ?

hmm ... ya ... mungkin jawabnya...





bagaimana dengan anda?

apakah anda juga mengalami hal yang sama dengan saya?

seberapa 'fleksible' anda dalam menghadapi syari'at2 dalam Islam ?

pilihan mana yang anda terapkan?

jalur fatwa atau jalur taqwa?

Baca Selengkapnya "kebingungan hati"

Label: , , ,

kalau beramal jangan lupa pakai ilmu
dan kalau berilmu jangan lupa diamalkan..

benar ?



Mengintip sejenak situsnya ustadz tengkuzulkarnain beberapa hari belakangan ini, membuat Na sedikit sadar akan hakikat ilmu dan amal.. (jadi teringat pula dengan point ilmu ma'adzkir)

Nggak jarang Na temukan orang2 yg mengatakan bahwa mencari ilmu itu amatlah penting hingga jangan sampai kita melakukan amalan tanpa dilandasi ilmu. Namun ada juga yang mengatakan, tidak sedikit orang yang berilmu tetapi ilmu yang didapat tidak diamalkan..

Jadinya.. memang keduanya tidak bisa dipisah..

Ah, daripada Na banyak 'cincaw' nya, sekalian aja kita simak tulisan dari ustadz tengkuzulkarnain mengenai ilmu dan amal berikut ini, semoga bermanfaat dan.. jangan lupa.. niat amalkan dan sampaikan ke orang lain ya :D

insya Allah!


*******************************************************************


Ilmu dan Cara Mendapatkannya

Ilmu adalah pemberian Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-hamba yang diinginkan-Nya. Usaha manusia untuk mendapatkan ilmu diwajibkan oleh Allah dalam beberapa hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Artinya, manusia berdosa jika meninggalkan usaha dalam mendapatkan ilmu itu. Sebaliknya, jika usaha sudah dilakukan, sementara ilmu itu tidak juga dapat dikuasai, maka orang tersebut sudah terhindar dari kesalahan, sebab yang wajib adalah menuntut ilmu, bukan mendapatkannya. Adapun mendapatkan ilmu, semata-mata hanyalah karunia Allah saja.


Dengan demikian janganlah merasa kecewa dan putus asa jika seseorang sudah belajar suatu ilmu tertentu pada waktu yang lama, ternyata orang itu gagal menguasai ilmu tersebut. Ini bukan lagi salahnya, akan tetapi memang Allah tidak berkenan memberikan ilmu itu padanya.


Dalam kenyataan hidup ini banyak kita jumpai orang yang belajar membaca Al-Qur’an, misalnya, sudah bertahun-tahun melakukannya dengan sungguh-sungguh, namun ternyata hasil yang dia peroleh tidak sesuai harapan. Dia tetap saja tidak dapat mengucapkan huruf-hurufnya dengan fashih, dan banyak melakukan kesalahan dalam tajwid dan waqaf-ibtida’nya. Kenapa bisa terjadi? Tidak lain karena tidak diberikan oleh Allah. Hal ini sudah Allah jelaskan dalam surat Bani Israil ayat 85 :


Artinya: “Dan tidaklah kamu diberi ilmu pengetahuan kecuali sedikit saja



Bagaimanakah cara mendapatkan ilmu itu?


Ilmu itu dapat diperoleh oleh seseorang dengan melalui beberapa jalan. Tidak seperti yang sering dianggap oleh kebanyakan orang bahwa satu-satunya jalan untuk mendapatkannya adalah dengan belajar dan menuntutnya . Di antara cara mendapatkan ilmu itu antara lain :


1. Belajar, dan menuntut ilmu tersebut dari orang lain.

Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :

Artinya : “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan .”

Dalam hadits yang lain :

Artinya : “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah membuatnya berjalan di salah satu jalan menuju surga. Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena ridha kepada pencari ilmu. Sesungguhnya orang berilmu dimintakan ampunan oleh makhluk yang berada dia langit dan bumi, serta ikan di tengah hari. Sesungguhnya keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada saat purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, namun mewariskan ilmu. Barangsiapa mendapatkannya, ia mendapatkan keuntungan yang besar.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ad Darimi)


2. Diajarkan langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa diajarkan oleh orang lain.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Al Baqarah ayat 31 :

Dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar.”


3. Ilmu didapat dengan beramal.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

Artinya: “Barangsiapa mengamalkan satu ilmu yang telah diketahuinya, maka Allah mewariskan kepadanya ilmu-ilmu lain yang sebelumnya dia tidak tahu.” (HR. Abu Nu’aim).

Tidak heran jika banyak orang-orang sholih yang rajin beramal dianugerahi Allah banyak ilmu sebagai buah amal yang rajin dilakukannya bertahun-tahun. Ilmu yang tidak diperoleh oleh orang-orang yang banyak bicara dan berdebat dengan orang lain!


4. Ilmu didapat dengan bertaqwa.

Firman Allah Subhanallahu Wa Ta’ala Surat Al Baqarah ayat 282:

Artinya: “Dan bertaqwalah kepada Allah dan Allah akan mengajarimu. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”


5. Ilmu dapat diperoleh dengan diajarkan oleh makhluk lain

Di zaman dahulu ketika manusia baru pada generasi pertama, telah terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Qabil, salah satu putera Nabi Adam Alaihissalam, terhadap saudara kandungnya yang sholih, Khabil. Setelah Qabil membunuh saudaranya itu, dia ketakutan dan kebingungan karena tidak tahu bagaimana caranya mengamankan tubuh saudaranya yang sudah menjadi mayat itu. Tiba-tiba dengan perintah Allah turunlah sepasang burung gagak yang saling tempur di depannya, kemudian salah seekor dari gagak itu mati. Kemudian gagak yang menang menggali lubang serta menguburkan gagak yang mati. Maka, terkesimalah Qabil dan dia pun mendapatkan ilmu dari burung itu. Kisah ini ada dalam Al-Qur’an surat al Maidah ayat 30-31.


Beberapa jurus-jurus bela diri terkenal dari mancanegara banyak yang dipelajari dari cara binatang berkelahi, seperti jurus kucing, jurus harimau, jurus bangau, jurus ular dan lain-lain sebagainya.


Dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ada dikisahkan beberapa orang sahabat nabi, justru mendapatkan ilmu sebab diajari oleh syaitan. Kisah tersebut antara lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu telah berkata dia :


“Aku ditugaskan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menjaga hasil zakat pada bulan Ramadhan.Tiba-tiba datanglah seseorang kepadaku, dan mengambil sedikit dari zakat itu, maka aku menangkapnya seraya berkata, ”Kamu akan kuadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.” Orang itu berkata, “Biarkan aku. Sesungguhnya aku orang miskin, punya banyak anak, dan sangat membutuhkan. Maka aku pun melepaskannya. Pada keesokan harinya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Hai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu kemarin ?” Aku menjawab, “Ya Rasulullah, dia mengadukan kemiskinannya dan kelurganya yang banyak, maka aku kasihan dan aku membebaskannya.” Nabi bersabda, “Sesungguhnya orang itu berdusta kepadamu, dan dia akan kembali.” Saya sadar bahwa orang itu akan kembali karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakannya. Maka aku pun mengintipnya. Ternyata ia datang untuk mengambil makanan. Maka aku menangkapnya lagi seraya berkata, “Sungguh aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.” Dia berkata, “Lepaskan aku. Sesungguhnya aku sangat membutuhkan dan punya keluarga yang banyak, saya tidak akan kembali.” Maka aku pun mengasihaninya dan membebaskannya lagi. Keesokan harinya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Hai Abu Hurairah, apa yang telah dilakukan tawananmu kemarin ?” Saya menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan kemiskinan dan jumlah kelurganya yang banyak, maka aku pun kasihan dan membebaskannya lagi.” Nabi bersabda, “Sesungguhnya dia berdusta kepada mu dan dia akan kembali.” Maka pada yang ketiga kalinya aku mengintipnya kembali. Dia datang mengambil makanan. Segera aku menangkapnya seraya aku berkata, “Sungguh aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah. Ini adalah yang ketiga kalinya kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan kembali, namun nyatanya engkau kembali lagi.” Dia berkata,Biarkan aku mengajari mu beberapa kalimat yang dengannya kamu akan beroleh manfaat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” Saya bertanya, “Kalimat apakah itu ?” Dia berkata, “Apabila kamu hendak tidur maka bacalah ayat kursi, “Allah, Tiada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal dan terus menerus mengurus makhluknya….” Dia membaca hingga akhir ayat. “Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan senantiasa menurunkan pelindung bagimu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi”. Maka aku pun membebaskannya. Keesokan hari, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Apa yang telah dilakukan oleh tawanan mu kemarin?” Saya menjawab, “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dia telah mengajariku beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberiku manfaat, maka aku pun melepaskannya”. Beliau bertanya, “Kalimat apakah itu ?” Dia berkata kepadaku, ”Apabila kamu akan tidur, maka bacalah Ayat kursi dari awal hingga dia menyelesaikan ayat “Allah, tiada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluknya…“ Dia berkata kepadaku, “Allah akan senantiasa menurunkan pelindung bagimu dan syaitan tidak akan mendekatimu hingga pagi.” Para sahabat sangat menyukai kebaikan. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Dia telah berkata benar kepadamu, dan sebenarnya dia adalah pendusta. Hai Abu Hurairah, tahukah dengan siapa kamu berbicara selama tiga malam itu ?” Saya menjawab, “tidak.” Nabi bersabda, “Dia adalah Syaitan.” (HR. Bukhari) .


Hadits ini menunjukkan bahwa apabila Allah berkehendak, maka Dia mampu untuk memerintahkan siapa saja, bahkan termasuk syaitan sekalipun untuk memberikan ilmu dan pelajaran kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.


Kisah yang senada dengan kisah di atas pernah dialami oleh beberapa shahabat Nabi yang berbeda. Silakan ruju’ pada kitab Tafsir Ibnu Katsir keterangan pada ayat kursi, surat Al-Baqarah ayat 255.


Di dalam kitab Tanbihul Ghafilin ada lagi dikisahkan sebuah hadits tentang perjumpaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan Iblis la’natullah ‘alaihi, di mana ketika itu Iblis telah diperintahkan oleh Allah untuk mengajari Rasulullah tentang sepuluh jenis manusia sahabat Iblis dan sepuluh jenis yang menjadi musuhnya. Dialog antara Rasulullah dan Iblis itu menjadi pelajaran yang berharga bagi ummat Islam sampai sekarang ini.


Wallahu A’lam Bishshowab

Baca Selengkapnya "Ilmu dan Amal"

Label: , , ,

saat orang-orang menatapku dengan penuh keheranan
hanya mereka yang menatapku tanpa ada kehinaan
bahkan mereka lebih menyenangi pakaian yang kukenakan


Alhamdulillah..


*********************************************************************



" Kak ina, hari Sabtu kemarin, Kakak pergi naik motor ya? "

" Hmm? kamu lihat Kakak dimana? apakah itu pagi-pagi? "

" Iya Kak, aku lihat Kakak di jalan situ, pagi-pagi naik motor "

" Memang Kakak lagi pakai baju warna apa? "

" Warna hitam kan? trus Kakak pakai ini.. " ( sambil menutup sebagian wajah dengan tangannya)

" Hehe.. iya sayang, itu Kakak "



Baru kali ini Na 'ketauan' kalau pakai kain penutup wajah (cadar) sama seorang anak madrasah. Agak lucu juga, kok dia bisa tau itu Na yah? kan wajahku nggak keliatan :D

Mungkin memang benar bahwa hatinya anak-anak itu penuh dengan kepolosan dan belum terbumbui dengan jahatnya suudzon serta penyakit hati lainnya. Na merasakan kepolosan mereka setiap mereka melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Na harus tersenyum simpul sambil terpana dengan keluguan mereka,

" Kak ina.. kenapa Kak ina pakai jilbabnya yang panjang begini? "

" Kak inaaa.. jilbabnya panjang bangeeet.. apa nanti aku juga harus pakai jilbab sepanjang itu?? "

" Kak ina, Ibuku belum pakai jilbab sepanjang Kak ina.. tapi aku lebih suka jilbab yang kak ina pakai.. habis jadi cantik sih keliatannya "



( waw, yang terakhir itu benar2 membuatku malu banget! sudah gitu yang menyatakan 'cinta' nya adalah seorang anak sholeh lagi... hyaa... malunyaaaaa~ )



Kalau ingin mengenangnya, adalah sebuah perjuangan dan sampai saat ini pun perjuangan itu harus tetap diperjuangkan agar senantiasa bisa istiqomah..


Keberadaan pakaian gamis dan jilbab panjang yang hampir selutut ini masih terbilang 'unik' di lingkungan sekitar kehidupan Na. Terlebih lagi jika memakai yang hitam-hitam plus cadar, sudah tentu jadi sorotan masyarakat yang hidupnya masih jauh dari agama...


Namun lucunya, ke-unik-an ini tidak dirasakan oleh anak-anak yang hidup disekitar Na. Justru mereka tidak merasakan hal yang aneh dengan betapa besar dan lebarnya jilbab ini hingga bisa masuk untuk main petak umpet di dalamnya. Mereka (baca: anak-anak) malah bertanya-tanya,


" Mengapa hanya Kak ina yang seperti ini? kenapa yang lain tidak seperti Kak ina? "



Na sadar sekali, ketika diri ini terjun ke dalam lingkungan masyarakat seperti menjadi pekerja atau ikut aktif PKK dan sebagainya, mau tidak mau kita harus mengkondisikan diri ini sesuai dengan lingkungan sekitar. Contoh misalnya, seandainya ada seorang akhwat yang sudah istiqomah mengenakan gamis dan jilbab lebar dan direkrut menjadi seorang guru yang memiliki persyaratan bahwa pakaian guru HARUS mengenakan jas dan rok/celana. Apakah menurut teman-teman si akhwat ini bisa tetap mengenakan pakaian istiqomahnya? tentu tidak bukan?

Itulah yang sedang terjadi dalam kemelut hidup saya saat ini (ciyeeeh..bahasanyee~)

Tawaran untuk menjadi guru TK adalah tawaran yang sangat 'aduhai' dan memang saya nanti-nantikan.. bagaimana tidak? dari semenjak lepas kuliah sampai saat ini, Allah SWT senantiasa mempertemukan Na dengan anak-anak! Dari mencoba menjadi terapis anak-anak penyandangg autisme sampai akhirnya 'mentok' jadi guru iqro di musholla kampung. Belum lagi, keinginan Na untuk dakwah kepada anak-anak kecil lumayan agak kenceng. Melihat otak mereka yang seperti spons (menyerap semua apa yang diterima tanpa memilah-milah mana baik dan mana buruk), rasanya untuk berdakwah kepada anak-anak adalah hal yang sangat baik. Belum lagi saat mengetahui bahwa Rasulullah SAW amat menyukai anak-anak... wuih... makin 'menggila' rasanya dengan anak-anak (tapi bukan penyakit ya :D )

Tapi sungguh disayangkan, keinginan Na ini harus mengalami ujian dulu. Tawaran yang menggiurkan itu dibarengi dengan syarat yang menohok hati dan membuat jidat ini mengkerut..


" harus pake celana?????????????????!!!!!!!!!!! "



Bagi Na, ini sama seperti seseorang meminta Na untuk melepas jilbab dihadapan umum... sudah susah payah Na hijrah tapi dengan mudahnya Allah SWT membolak balikkan hati hamba-Nya..


" Nih.. tak kasih ujian ini.. opo kamu tetep istiqomah... "


Mungkin begitu maksud Allah SWT kepada Na...



Tentunya, yang Na yakini.. nggak hanya Na sendiri yang mengalami kejadian ini. Masih teringat dengan jelas kisah seorang akhwat di luar negeri yang diminta oleh pihak sekolahnya untuk melepas jilbabnya semasa belajar di sekolah namun akhwat itu dengan lantangnya menjawab,

" Satu-satunya cara Ibu/Bapak ingin melepas jilbab ini dari saya hanyalah dengan memenggal kepala saya! "


Subhanallah..!!!


Bagaimana dengan para sahabat radhiallahu'anhum ? wah.. jangan ditanya.. mereka milih mati masuk syurga daripada hidup tetapi dengan murka Allah SWT dan Rasul-Nya


Lalu bagaimana dengan kehidupan yang sudah jauh sunnah seperti saat ini ? dimana sistem masyarakat sudah jauh sekali dari agama dan lebih mengenal budaya sebagai pedoman hidupnya ? apakah kita harus beradaptasi dengan budaya itu demi menciptakan keharmonisan?

Na pun masih belum menemukan jawabannya.. hanya bisa berdoa agar tetap diistiqomahkan dalam keadaan seperti ini (malah ingin lebih mujahadah lagi)





Na sudah jalan sejauh ini.. dan tak mau kembali lagi...








Jadi,

apa yang akan kau lakukan, wahai itik.. ?

Baca Selengkapnya "keinginan VS realita"

Label: , , , , ,

Alhamdulillah..

Janin yang didamba-dambakan akhirnya terlahir di dunia..

Sejenak tangisan kuatnya yang meramaikan suasana ruang operasi membuat hati kami terkejut dan terpana..

Akhirnya, Allah SWT beri kami seorang pangeran di gubuk wanita..


Selamat datang calon da'i Allah..

Ku doakan semoga kelak dirimu bisa menjadi orang pilihan Allah yang ikut menegakkan kalimat thayyibah di muka bumi ini..

Semoga kelahiranmu menjadi asbab hidayah di keluarga kami dan seluruh alam..

dan semoga perjuangan Ibundamu selama merawatmu mampu menghapus segala dosa-dosanya dan mengangkat tinggi derajatnya..


amiin.. amiin ya Allah..










Kemas Muhammad Farrell Dzaky Rahman

- 12 April 2010 -


Semoga Allah SWT mensejahterakanmu di hari kelahiranmu, di hari engkau akan diwafatkan dan di hari engkau akan dibangkitkan......






aren't they cute~
Baca Selengkapnya "little da'i, insya Allah!"

Label: , , , , , ,

berbagi rasa bahagia dengan orang-orang yang tercinta tentu nikmat rasanya
namun ketika berbagi dengan mereka yang 'papa'
subhanallah..
betapa bersyukurnya diri ini karna sudah dihidupkan oleh Allah SWT
dengan segala ketercukupan dimana-mana




Alhamdulillah,
keinginan Na untuk bisa makan bersama dengan para jagoan (anak2 madrasah yang sering jadi tokoh utama di blog ini) dalam merayakan hari lahirku terkabulkan juga. Walau nggak semuanya bisa hadir, tetapi tetap saja.. senyumnya mereka bisa membuat hati Na yang tadinya nggak tawajuh dan luluh lantak kembali ceria :D

Semoga Allah menjadikan mereka sebagai da'i/da'iyah, hafizh/hafizhah dan 'alim/'alimah... amiin ya Allah..


( ah, entri kali ini serupa dengan entri nya umuanisa di sini :D hehe )




kiri-kanan: Rizki - Milzam (Zaim's lil brother) - Zaim - Bagas

Yak, berpose dulu sebelum makanan dihidangkan. Mereka berempat duduk dengan manis sambil bersabar menunggu hidangan sate yang menggugah selera..hehe


Sekedar meningkatkan jazbah dalam beramal,
@ Zaim adalah anak yang baru berusia 10 tahun tetapi hafalan Al-Qur'an juz 30 sudah hampir ia kuasai!!

@ Milzam adalah anak yang amat mempercayai akan adanya malaikat pencatat amal baik dan buruk sehingga setiap ia melakukan / melihat orang yang berbuat salah maka ia akan berkata, " nanti dicatat sama malaikat loh!!" -> maksudnya, habis itu cepat2 istighfar :D

@ Rizki adalah anak yang masih berusia 6 tahun yang sudah istiqomah selepas sholat ia akan mengangkat kedua tangannya dan berdoa dengan menundukkan kepalanya

@ Bagas adalah anak yang baru duduk dibangku kelas 2 SD tetapi menulis arabnya sudah sangat bagus! bahkan jauh melebihi tulisan saya!! (duh.. malu banget deh..)






selesai makan semua kenyang, apa doa selesai makan?
Alhamdulilahilladzi ath'amana wa saqoona wa ja'alana minal muslimiin.
Bagas pun mengatakan sambil memegang perut ndutnya,
" Kak ina, baru kali ini aku makan sampe gelegean (burp),
Alhamdulillah.. ya Allah.. aku kenyang sekali!! "







kiri-kanan: Karin - Ninis - Tasya - Fina - Rendi ( Karin's lil brother )

Nah, kalau ini calon-calon bidadari nih! (amiin ya Allah). Mereka malu-malu ketika Na ambil gambar mereka, saking malunya.. mereka jadi pada nggak bisa diem.. akhirnya nge-blur deh hasilnya.. duh...


kisah perjuangan mereka..

@ Karin: adalah anak paling zuhud yang pernah na temui. Pakaian yg ia kenakan sekarang adalah pakaian yang baru ia dapatkan di awal tahun ini, di tahun sebelumnya, Karin senantiasa mengenakan busana muslimah yang sudah sempit dan celananya berlubang. Itupun setiap mengaji, ia terus mengenakan pakaian yang sama.. Walaupun zuhud, Karin sangat pandai dalam mengingat kisah2 dan ia memiliki buku kisah 25 Nabi yang ia beli di abang2 hanya dengan harga Rp.2500,- itu pun dari kertas daur ulang, tetapi buku itu menjadi buku kebanggaannya

@ Ninis: adalah anak yang sangat suka menabung! orangtuanya yang bekerja dari pagi dan pulang sore hari membuat Ninis tak bisa bermanja2 seperti kebanyakan anak tunggal lainnya. Ia pernah datang ke musholla dengan tampang yang lesu dan ketika ditanya apakah kamu sakit, Ninis menjawab, " nggak Kak.. Ninis belum makan siang.. lapar.. tadi pulang sekolah belum sempat beli lauk karna dirumah Ibu nggak ninggalin makanan.. ". Pernah Ninis mengatakan pada Na, " Kak, nanti saat aku masuk SMP, aku mau masuk pesantren aja sampai kuliah, biar waktu kerja.. bisa jadi guru agama, pekerjaan itu mulia kan ya Kak? "


@ Fina: adalah anak yang Ayahnya menjadi mualaf ketika ia menikahi Ibunya Fina. Walaupun masih duduk di bangku 4 SD, Fina banyak bertanya tentang perbedaan agama yang dulu dianut oleh Ayahnya dan agama yang sekarang amat ia banggakan. Fina mengatakan bahwa saat ini ia merasa sedih karena Ayahnya masih merasa belum mampu untuk menjadi Imam dalam sholat berjemaah. Fina ingin memiliki pengetahuan agama lebih banyak lagi agar kelak bisa membantu Ayahnya untuk menjadi imam dalam sholat

@ Tasya: adalah anak yang mungil dan paling menggemaskan diantara anak2 sholehah lainnya. Siapa yang menyangka, anak yang penuh manja ini sekarang hanya hidup dengan Neneknya saja sedangkan kedua orang tuanya sibuk bekerja di pulau lain





after tho'am, para sholehah ini tidak menghabiskan sate-satenya. Jadinya dibungkus dan dibawa pulang.. untuk makan malam di rumah saja kata mereka :D







dimana kami makan bersama? di... sate maranggi depan sekolahan!!!!!






*****************************************************************************


Mataku dibuat berkaca-kaca, ketika kaki ini kulangkahkan masuk ke pintu musholla yang mungil itu. Mereka berusaha bersembunyi tetapi suara mereka dapat kudengar dengan baik. Sambil mengatakan aba-aba, " Satu.. dua... tiga !!!! "

" SELAMAT ULANG TAHUN.. KAK INAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.. !!! "

Satu per-satu datang menghampiriku sambil mencium tanganku. Subhanallah... kepolosan mereka sungguh membuatku terharu..

Lalu aku benar-benar dibuatnya menangis ketika aku mendapatkan kado-kado spesial dari mereka. Ada yang memberiku tas mungil berwarna ungu.... lalu tempat pinsil berwarna pink yang sangat lovely.. sampai jilbab berwarna hitam yang dihiasi dengan payet-payet berwarna emas....

Masya Allah......

Sungguh aku terharu dibuatnya...



Semoga mereka menjadi asbab turunnya hidayah ke seluruh alam... dan jadikanlah mereka sebagai orang-orang pilihan-Mu yang bekerja menyebarkan agama ke seluruh alam...

amiin... amiin ya Allah
Baca Selengkapnya "my heroes"

Label: , , , ,

ketika melihat orang yang secara lahiriyahnya jauh dari taat kepada Allah SWT lalu pada suatu waktu kita melihatnya dalam keadaan khusyu' bermunajat pada Allah
serta memelas pada Allah


apa yang teman-teman rasakan?





Perasaan kesal dan sakit hati adalah jawaban dari Na..

Ya, Na sangat kesal pada orang-orang yang dalam kesehariannya bisa dibilang 'jarang' menyebut nama Allah SWT. Namun sampai disuatu kondisi seperti musibah yang luar biasa, akhirnya si fulan/fulanah tersebut 'terpaksa' menyebut nama Allah dan meminta-minta kepada Allah SWT

Duh, geramnya bukan main.. seolah-olah ingin mengatakan,

" kenapa cuma inget waktu lagi dapat musibah sih? kemarin2 kemana? "

Belum lagi ketika Na melihat ada fulanah yang sholat di awal waktu dengan khusyu'. Betapa berbunga-bunga hati ini melihatnya begitu tawajuh saat sedang sholat. Namun ketika fulanah tersebut melepas mukena/telekungnya... astaghfirullah.....

yang tadinya auratnya tertutup secara sempurna, dengan sedetik pakaian itu berubah menjadi pakaian serba mini dan... terasa menyayat hati...

" mengapa hanya menutup aurat saat sholat saja saudariku...... "

Itu pun ucapan pilu yang hanya bisa terlontar dari lubuk hati yang terdalam.

Na sendiri bingung dengan perasaan-perasaan yang seperti ini. Sering Na berpikir, apakah wajar jika Na memiliki perasaan itu? apakah Na termasuk orang-orang yang tidak menyukai bahwa hidayah Allah sedang turun kepadanya? atau Na termasuk orang-orang yang dengki dan iri hati??

Astaghfirullahal'azhiim........

Sok sekali dirimu Nak... seakan-akan dirimu yang paling suci.. seakan-akan dirimu yang paling berhak untuk mencintai Allah..

Ya Allah.. ampunilah kami.. ampunilah kesombongan ini...



Kalau Na tidak salah ingat, Na pernah dikisahkan mengenai seorang wali yang dikenal sebagai sahabat Allah SWT

Waliyullah ini (kalau tidak salah ingat lagi namanya Ibrahim bin Adham), pernah mencuci dan membersihkan mulut seorang pemabuk yang ia temui. Sambil mengatakan yang kurang lebih seperti ini..

" Aku tidak mau mulutmu yang berbau khamr ini menyebut nama Allah "

Subhanallah....


Betapa mulianya akhlak Ibrahim bin Adham.. ia tidak mau nama Allah Yang Maha Suci keluar dari mulut yang tidak suci, sehingga membuatnya tergerak ingin membersihkan mulut pemabuk itu..

Sedangkan Na,
mana bisa melakukan hal yang sama! yang ada hanya mengumpat dan memendam rasa kesal..

lagi-lagi sok merasa suci.. padahal dirinya pun masih bergelimangan dosa...

Astaghfirullah.....


Padahal sudah jelas,
adalah menjadi kehendak Allah kepada siapa Dia akan memberikan hidayah-Nya dan kepada siapa Dia akan mencabut hidayah-Nya (na'udzubillah), dan kita tidak pernah mengetahui siapa sajakah orang-orang tersebut..


Namun hati ini masih saja ngeyel
rasanya nggak ikhlas banget pada orang-orang yang biasanya berucap sumpah serapah atau berkata-kata tidak baik, tiba-tiba saat ditimpa musibah jadi sebut2 nama Allah.. tapi habis itu ya lupa lagi. Sama seperti seorang perempuan yang kadang memakai jilbab dengan baik dan syar'i, tapi di suasana lain, berubah total menjadi bertaburan aurat..


Na jadi berpikir lagi,
apakah Allah tidak murka dengan hamba-Nya yang bersikap se-enak tenan itu? (including me, yang baru bisa menangis sejadi-jadinya ketika diberikan musibah namun ketika kesenangan datang menjadi lupa dan biasa saja)


Teringat dengan salah satu hadits yang ada dalam kitab fadhilah amal bab fadhilah dzikir, yang menyebutkan tentang doanya baginda Rasulullah SAW,

" Ya Allah, jadikanlah bathinku lebih baik dari lahirku dan jadikanlah lahirku lebih shalih "

Ternyata, bathin seseorang dapat diketahui dari lahiriyahnya. Jika seseorang secara lahiriyahnya buruk, maka demikian pula bathinnya. Oleh sebab itu, keadaan lahiriyah hendaknya selalu diusahakan agar lebih baik karena bathin adalah pengikut lahiriyahnya. Kebaikan bathin merupakan masalah tersendiri dan kebaikan lahiriyah juga hal yang berbeda, sama seperti doanya Nabi SAW di atas tadi...


Lagipula,
diterimanya sebuah amalan kan hanya Allah SWT yang mengetahuinya, sedangkan kita hanya bisa beramal sejauh mungkin sampai seperti yang Allah SWT inginkan dan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW (sunnahnya)


Again and again,
ini masalah hati yang sedang Na alami..


Masya Allah...

semoga kita lebih bisa mengendalikan diri dan memperbaiki diri sampai tidak ada lagi yang bisa diperbaiki.. amiin ya Allah..




janganlah memandang kesalahan orang lain, tapi lihatlah kesalahan yang ada dirimu sendiri
nanti barulah engkau sadari
siapakah yang sebenarnya lebih baik dihadapan Sang Illahi Rabbi
Baca Selengkapnya "hati dan hati"