Label: , , , , , ,

ada gula ada semut

ada marah ada sabar

eh..


Masih lanjutan dari tulisan yang kuambil dari buku Ihya' Ulumuddin karangan Imam Al-Ghazali. Kalau kemarin tentang marah, dengki dan dendam.. sekarang tentang fadhilahnya sabar, maaf dan keramahan. Na yakin, kita-kita yang lemah ini pasti pernah marah dan tentunya pernah juga bersabar menahan emosi. Sekejam apapun kita disakiti, tentunya kita juga pernah memaafkan suatu kekhilafan.. dan seburuk apapun perilaku seseorang, tentu ia memiliki keramah-tamahan terhadap seseorang..


Dah ah, daripada makin ngalor ngidul.. kumulai sajah :D


semoga bermanfaat untuk kita semua ya.. amiin.. amiin ya Allah



===============================================================

Bismillahirrahmaanirrahiim..



Keutamaan Bersabar



Ketahuilah bahwa kesabaran adalah lebih utama daripada menahan marah. Berpura-pura sabar, memaksakan diri bersikap sabar dan sabar alami merupakan indikasi kesempurnaan akal. Hancurnya kekuatan marah berada di bawah kebijakan akal. Kadang-kadang permulaannya adalah dengan berpura-pura sabar, kemudian menjadi panutan dan kebiasaan.

Rasulullah SAW bersabda:

“ Ilmu itu diperoleh dengan belajar dan kesabaran diperoleh dengan berusaha bersabar. Barang siapa yang memilih kebaikan, maka ia akan mendapatkannya. Barang siapa yang menjauhi kejahatan, maka ia akan dijauhkan darinya.”

“ Carilah ilmu, dan carilah bersama ilmu itu ketenangan dan kesabaran.”

“ Hendaklah kamu mengetahui orang-orang yang mengajarimu dan orang-orang yang belajar darimu. Janganlah kamu menjadi ulama yang sewenang-wenang, karena kebodohanmu akan mengalahkanmu.”

Di dalam doanya, beliau mengucapkan, “ Ya Allah, kayakanlah aku dengan ilmu, hiasilah aku dengan kesabaran, muliakanlah aku dengan ketakwaan dan baguskanlah aku dengan pemaafan.”

Di dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,” Carilah kedudukan yang tinggi di sisi Allah. “ Para sahabat bertanya, “ Bagaimana caranya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “ Engkau menyambung tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskannya darimu, memberi kepada orang yang mengharamkan pemberian kepadamu dan bersikap sabar kepada orang yang berbuat jahil kepadamu.”


Allah SWT berfirman, … dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata baik (QS. Al-furqaan: 63)


Para ulama dalam menafsirkan ayat di atas mengatakan, “ jika mereka dijahili, mereka tidak membalasnya dengan berbuat kejahilan.” Jika seseorang mencaci dan menggunjingmu, atau membuka aibmu, maka hendaklah engkau bersabar. Di dalam kesabaran terdapat keselamatan di dunia dan akhirat. Di dunia, bertambahlah kemuliaannya, dan di akhirat, berlimpahlah pahalanya. Rasulullah SAW bersabda, “ Jika seseorang membuka aibmu, janganlah engkau membuka aibnya.”



Keutamaan Pemaafan

Yaitu, ia mempunyai suatu hak, lalu menggugurkannya, seperti pemaafan dari qishaash atau harta dan denda. Allah SWT berfirman, jadilah engkau pemaaf (QS. Al-A’raaf: 199)
Dan firman-Nya pula, jika kamu memaafkan, maka itu lebih dekat kepada takwa (QS. Al-Baqarah: 237)

Rasulullah SAW bersabda:

“ Tiga perkara, demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya, aku bersumpah atasnya. Yaitu: pertama, sedekah tidak akan mengurangi harta, maka bersedekahlah. Kedua, seseorang tidak memaafkan kezhaliman karena mengharap keridhoan Allah kecuali Allah menambah kemuliaannya pada hari kiamat. Ketiga, seseorang tidak membuka pintu meminta-minta kecuali Allah membukakan baginya pintu kefakiran.”

“ Kerendahan hati tidak menambah bagi seorang hamba kecuali ketinggian. Maka berendah hatilah, niscaya Allah meninggikanmu. Pemaafan tidak menambah bagi seorang hamba kecuali kemuliaan. Maka maafkanlah orang yang berbuat salah padamu, niscaya Allah akan memuliakanmu. Sedekah tidak menambah bagi seorang hamba kecuali keberlimpahan. Maka bersedekahlah, niscaya Allah mengasihimu.”

“ Barang siapa mendoakan kebinasaan bagi orang yang telah menzhaliminya, maka ia pun telah berbuat zhalim “



Keutamaan Keramahan

Ketahuilah bahwa keramahan itu terpuji. Keramahan merupakan buah dari akhlak yang baik. Kebalikannya adalah kekejaman dan kebengisan. Rasulullah SAW berkata kepada A’isyah r.ha, “ Barang siapa yang diberikan kepadanya keramahan, maka telah diberikan baginya kebaikan dunia dan akhirat. Barang siapa yang diharamkan baginya keramahan, maka telah diharamkan baginya kebaikan dunia dan akhirat.”

Di tempat lain beliau bersabda, “ Apabila Allah mencintai suatu penghuni rumah, maka Dia memasukkan pada mereka sifat ramah di antara sesama mereka. “



Wallahu a'lam bisshawwab...


==============================================================





Jadi,
sudahkah kita bersabar hari ini?
sudahkah kita memaafkan kesalahan seseorang pada hari ini?
sudahkah kita bersikap ramah pada saudara kita hari ini?



Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)