Label: , , , , ,

memenuhi tahap perkembangan..
menjalani sunnah..
melengkapkan iman..

kalau saya ?



Menikah,

Heung.. judul yang buat hati langsung tak menentu bagi Na. Melihat usia yang sudah dibilang 'cukup' ini, tengok kanan-kiri-depan-belakang.. wah.. teman2ku sudah banyak yang tidak lagi hidup melajang (bahkan sudah ada yang dikaruniai anak oleh Allah.. subhanallah). Sedih senang campur aduk kaya' rujak jadinya..


Sudah mapan, ditinggal suami bekerja pun ga bengong di rumah jadinya..

Sudah punya skill, mau masak.. menjahit.. buat kue... isi rumah pun bisa disulap menjadi sesuatu yang indah dan menawan..

Sudah dewasa, hingga sudah siap untuk menjadi seorang Ibu.. bersabar dengan tangisan bayi ditengah malam.. ikhlas menggendong bayi kesana kemari..

Sudahlah begitu tambah diberikan kelebihan berupa paras wajah bak bidadari pula! Membuat hati sang suami tiada lelah memandanginya selama-lamanya..

Subhanallah..

Saya?

Alamaak.. kadang inilah yang sering di-curhatkan pada Allah.. malu rasanya kalau saya mau dipersunting sama seorang laki-laki tapi tak ada kelebihan yang bisa saya tawarkan pada dirinya. Na tidak bekerja seperti wanita2 kebanyakan lainnya. Skill memasak? dapur jarang sekali saya sentuh, menjahit? aih.. jahit kain pel pun saya ga bisa! Dewasa? nah..tengoklah.. saya pun masih saja berantem dengan anak-anak madrasah.. masih tak mau kalah jika dijahili oleh mereka.. badanpun lemah, mudah sakit.. ringkih orang bilang, seharian menggendong bayi anak abang yang beratnya 8 kilo pun malamnya langsung meriang, badan pegal2.. ish ish ish..

Wajah bagai bidadari?

Haa.. bukan saya yang bidadari, tapi wanita2 disekeliling saya lah yang bidadari.. saya hanya numpang dan ikut2an jadi bidadari, walau saya bukanlah bidadari..

Kalau sudah begini, tak jarang Na merasa kasihan dengan lelaki yang akan menjadi suami Na kelak. Rasanya ia akan banyak bermujahadah saat sudah berumah tangga nanti.. sampai kadang berpikiran.. " silakan cari wanita yang lebih baik dari saya saja, saya ikhlas... "

(tapi ngomongnya sambil nangis2.. )

Lalu, apa pertanda Na menolak menikah? wah.. ngga juga dong. Siapa yang tak mau menikah? orang bilang, menikah itu untuk melengkapi tahap perkembangan manusia. Ada juga yang mengatakan bahwa menikah adalah salah satu cara menjalankan sunnahnya Nabi SAW. Juga ada yang bilang bahwa untuk melengkapkan iman yaitu dengan menikah. Dan.. masih banyak alasan-alasan lainnya mengapa kita harus menikah..


Na pernah dengar bayan masturoh, disana Pak Ustadz mengatakan bahwa saat ini jika ditanya alasan mengapa anda menikah, sedikit sekali yang mengatakan hanya karena ingin menyenangkan hati Allah SWT dan Rasul-Nya..

Subhanallah.. benar2 hanya Allah dan Rasul-Nya yang dipikirkan ya?


Ada kisah dimana pernikahan menjadi salah satu asbab turunnya hidayah Allah SWT..

Dijaman Bani Israil ada seorang (maaf) pelacur sangat terkenal kecantikannya dan sangat mahal. Ada seorang pemuda yang sangat ingin menggauli pelacur tersebut. Maka si pemuda ini bekerja mengumpulkan uang, bertahun-tahun, agar bisa menggauli si pelacur tersebut. Setelah uangnya terkumpul, pergilah dia ke tempat si pelacur tadi memberikan uang. Sampai dalam kamarnya si pelacur, si pemuda tersebut langsung tersadar, menangis :

Si pelacur bertanya, “Kenapa kamu tiba-tiba menangis ?”
Si Pemuda, “Saya Takut kepada Allah, sudah ambil uangnya, kita tidak jadi. Ini bukan karena kamu, ini karena Allah, saya takut pada Allah. Ambil saja uangnya, saya mau pergi.”

Melihat kejadian ini si pelacur juga terkejut, baru kali ini ada kejadian seperti ini. Maka si pelacur memberanikan diri menanyakan nama pemuda tersebut, tapi si pemuda tidak mau memberi tahu dan bergegas pergi. Si pelacur tetap gigih menanyakannya, ditarik pemuda itu dari belakang. Akhirnya dia menyakan darimana asal pemuda tadi, tinggal dimana dia. Si pemuda tadi akhrinya memberitahu dimana dia tinggal. Keluar dari kamar pelacur tadi, si pemuda lari nangis terisak-isak, takut pada Allah Swt.

Asbab kejadian ini si pelacur tadi tergugah hingga ia bertobat. Maka si pelacur tadi pergi mencari si pemuda tersebut untuk mendapatkan bimbingan. Setelah melakukan perjalanan yang panjang ke desa pemuda tadi, dia mulai bertanya-tanya kepada orang kampung tentang ciri-ciri pemuda tadi. Usut punya usut ternyata si pemuda tadi sudah meninggal, namun mempunya seorang adik yang sholeh. Pergilah si pelacur tadi menemui adiknya untuk mengetahui asbab meninggalnya si pemuda tadi. Setelah bertemu singkat cerita si pelacur tadi menceritakan kisah dia bertobat asbab pemuda tersebut kepada adik pemuda tersebut. Karena keinginannya yang begitu kuat untuk mendapatkan bimbingan dari seorang suami yang sholeh akhirnya si adik pemuda tadi menikahi mantan pelacur tersebut. Asbab tobat yang sungguh-sungguh dari seorang pelacur ini dari pernikahan mereka di anugerahkan keturunan 6 orang Nabi dari kalangan Bani Israil. Dari rahim mantan seorang pelacur lahir 6 orang Nabi Bani Israil, asbab tobatnya yang sungguh-sungguh. ( story taken from here )



Na juga pernah mendapatkan karguzari tentang kisah seorang Ibu yang memiliki risau dan fikir yang tinggi terhadap agama. Ia memikirkan jika hanya lelaki saja yang berdakwah, bagaimana dengan kaum wanitanya? bagaimana dengan anak2 mereka yang secara sunnatullah, Ibu adalah madrasah pertama bagi mereka? singkat cerita, Ibu ini menikahkan putrinya kepada salah satu Ulama yang sudah duda dan akhirnya dari keturunan mereka, lahirlah ulama-ulama besar yang kini menjalankan usaha atas dakwah..


Subhanallah.. betapa hebatnya sebuah pernikahan jika dilandaskan pada agama ya?

Siapa yang dapat mengira bahwa dari rahim kita nanti bisa Allah hadirkan seorang wali Allah?? (boleh punya cita2 sejauh ini kan?? hehe)

Waktu pertama kali mendengar penjelasan Pak Ustadz perihal pernikahan ini, rasanya jadi takjub sendiri.. bahwa, memang semua..benar2 semuaaa yang kita lakukan ini sudah semestinya harus didasari oleh agama yah, agar kelak apa yang kita kerjakan itu diberkahi oleh Allah SWT. Meskipun tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tetapi tak apa karna tetap mendapatkan berkah dari Allah SWT


Menikah,

Mungkin bagi teman2 yang sekarang sedang mempersiapkan diri untuk menikah, ada baiknya memperbaiki niatnya lagi. Mumpung belum ijab qobul. Mumpung masih sempat. Perbaiki niat menikahnya hanya karena mencari ridho-Nya Allah SWT, tak sekedar menjalankan sunnahnya Rasulullah SAW, tetapi benar2 berharap semoga dengan pernikahan itu bisa menjadi salah satu asbab turunnya hidayah ke seluruh alam.. amiin.. amiin ya Allah..


Ah, gini deh kl sudah curhat.. bablas angine tulisannya.. maaf ya kepanjangan... semoga ada manfaatnya, insya Allah



Jadi,
....

ada yang mau menikah?



Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)