Label: , ,



Rasulullah saw bersabda,
"Seorang mukmin dilanda sakit sebab perintah Allah Ta’ala kepada empat malikat untuk bertindak atasnya. malaikat pertama diperintah untuk renggut kekuatan mukmin tersebut, hingga rasakan lemah. Malaikat ke dua diperintah untuk renggut rasa lezat atas makanan dari lidah si mukmin. Malaikat ke tiga diperintah untuk renggut nur, cahaya, wajah mukmin, hingga pucatlah wajahnya. Malaikat ke empat diperintah untuk renggutkan dosa-dosa mukmin tersebut, sampai dosanya bersih.

Bila Allah kehendaki hamba mukmin itu sembuh, maka Dia utus lagi malaikat berempat tadi Kekuatan si mukmin yang telah malaikat pertama renggut, Allah perintahkan malaikat tersebut untuk mengembalikan, mukmin pun memiliki kekuatan kembali. Rasa lezat si mukmin atas makanan yang telah malaikat ke dua renggut, Allah perintahkan malaikat tersebut untuk mengembalikan, lidah si mukmin pun rasakan kelezatan makanan kembali. Cahaya yang telah malaikat ke tiga renggut, Allah perintahkan malaikat tersebut untuk menyalakan, wajah mukmin pun bercahaya kembali. Namun, Allah tidak perintahkan malaikat ke empat, yang telah menarik dosa-dosa mukmin, agar dosa-dosa si mukmin dikembalikan.

Berempat malaikat itu bersujud.
Ya Allah. Kami berempat ini malaikat yang mentaati perintah-perintah-Mu. Engkau telah perintahkan kepada kami bertiga untuk kembalikan semua yang telah kami renggut. Lalu, mengapa malaikat ke empat tidak Engkau perintahkan agar kembalikan dosa-dosa yang dia ambil dari mukmin itu?

Allah berfirman,
"Tidaklah pantas bagi kemuliaan-Ku, jika Aku perintahkan kau kembalikan dosa-dosa hamba-Ku setelah Aku mempayahkannya dengan sakit."
Malaikat ke empat taati perintah-Nya, "Ya Allah. Apa yang mesti kulakukan dengan dosa-dosanya itu?"

Allah berfirman,

"Bawalah ke laut. Buanglah dosa-dosa mukmin hamba-Ku itu!" Malaikat ke empat melesat ke laut, membuang dosa-dosa mukmin yang ikhlas ditimpa sakit tersebut. Jika mukmin sakit penuh ikhlas hingga meninggal, ia wafat dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.

Rasulullah saw pun bersabda:
"Sakit panas sehari semalam hapus dosa setahun hamba mukmin."




( hadits ini tidak diketahui periwayatnya... )

******************************************************************


mungkin 1 liter air mata sudah keluar..
tapi ini belum cukup untuk menutupi kesalahan sebanyak air di lautan..


Rasanya Na belum sanggup untuk memulai aktivitas tulis-menulis dalam blog ini.. Bukan berarti Na banyak pikiran.. tapi setiap ingin menulis, rasanya ingin nangis..

Allahu Akbar..

Allah SWT. berfirman, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (Al ‘Ankabuut Ayat 2)


Bukan berarti Na tak mau menerima ujian ini.. Bukan berarti Na tak mau diuji lagi...

Allahu Akbar..


"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta’at (kepada Tuhan-nya)" (Shaad Ayat 44)



Subhanallah..

Hanya Allah yang bisa mengetahui apa perasaanku saat ini karna Allah Maha Mengetahui..


Teman,

Na minta maaf ya.. karna tentunya selama ini Na sudah banyak melakukan kesalahan baik yang disadari ataupun tidak. Baik itu kepada para sahabat Na yang senantiasa memberikan semangat (walau tiap hari rasanya aku selalu mengganggu mereka..hehe), kepada teman2 'baru' Na di negeri Jiran sana, yang sudah mau berbaik hati mengajarkan Na tentang agama, kepada para pembaca blog ini... semuanya...



dari lubuk hati Na yang paling dalam..

ku mohon...

maafkan aku ya, teman..


dan semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan untuk kita semua...

amiin.. amiin ya Allah..


jazakumullah khairan katsira


^___________^



*******************************




Ya Allah..

beri aku kekuatan..







Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (2)

Salam...bagus lah awk ada fikir untuk agama,,,kita sama2 doa pada Allah supaya Allah terus istiqomah kita dalam agama yang mubarak ini!!!amin...

amiin..amiin ya Allah.. insya Allah