Label: , , , , ,

sesuatu yang kecil akan terlihat besar jika kita punya hati yang sempit
dan sesuatu yang besar akan terlihat kecil jika kita punya hati yang lapang




Ikhlas dan Ridho,

Berkali-kali pelajaran ini kupaksa 'pelajari', tapi yang namanya teori akan tetap jadi teori.. ga akan mudeng dan hanya masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan (bahkan mungkin malah mental). Pelajaran ini baru akan berarti maknanya kalau sudah bisa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari, mudahnya.. teori akan tetap jadi teori kalau ga ada kejadiannya..


Ikhlas dan Ridho,

Kuyakin bahwa semua orang kenal dengan ikhlas dan ridho. Sejauh pemahamanku, ikhlas itu baru terlihat saat kejadian yang pertama. Semisal gini, kita kena musibah kecopetan.. saat kita mengetahui bahwa dompet kita dicopet pak pencopet.. wuih.. bukan main manyun dan pedasnya kata-kata yang terucap dari bibir kita..


" Kurang AJAR!!! Moga-moga yang nyopet tangannya gatel-gatel!!!! "

Beberapa lama kemudian teman-teman kita mengetahui musibah ini dan memberikan semangat pada kita..


" iya... saya dah ikhlas kok dicopet... mo gimana lagi... "

Nuah.. iki nama'e bukan ikhlas karna waktu awal kita asik menghujat si pak pencopet. Mungkin kalau ikhlas itu saat kita tau bahwa dompet kita dicopet,


" innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun.. dompetku dicopet!! moga Allah memberikan hidayah untuk pak pencopetnya... amiin ya Allah "

Wesss, subhanallah.. sudah mengamalkan sunnah karna mengucap 'innalillahi' saat ditimpa musibah.. abis itu pake mendoakan pula, doa orang yang dizholimi itu kan doa yang mustajab.. mantap niaan kalau kita bisa seperti ini..



Lalu.. apa bedanya dengan Ridho ?

As far as i know (aih maak.. sok english on de way~), ikhlas dan ridho bedanya tipiiis deh..
Ambil contoh, kita sudah ikhlas seperti kasus yang diatas. Andaikan kita ridho akan musibah yang terjadi pada kita, maka kita ga perlu tuh mengungkit-ungkit tentang kejadian musibah ini ke orang lain..


" iya pren.. aku abis dicopet.. duit ga banyak sih.. cuma masih syok aja gitu.. yah.. namanya juga udah takdir... "

Eleuh- eleuh,
kalo kita masih kaya begitu, pertanda kita belum ridho sama takdir Allah. Awalnya memang kita sudah bisa ikhlas, tapi ini ikhlas yang ga ridho namanya..

Mungkin kalau kita sudah ikhlas dan bisa ridho, kita hanya senyum-senyum (bukan berarti ga waras ya) dan merasa bersyukur atas musibah yang terjadi


" Alhamdulillah.. iya pren, tadi abis kecopetan.. udah lama saya ga sedekah akhirnya Allah negur saya, jadi pengen buru-buru sedekah nih.. "


Ikhlas dan Ridho,

lagi dan lagi.. ini semua hanya akan jadi teori kalau kita ga pernah mempraktekkannya. Mungkin sebagian besar orang menganggap, bicara itu mudah tapi pelaksanaannya berat.. memang benar, tulisan ini terlihat mudah dibaca dan mudah diketik tapi ketika hal ini terjadi pada diri kita masing-masing.. butuh banting tulang berderai air mata untuk belajar apa yang namanya ikhlas dan ridho



Kalau boleh jujur, Na termasuk orang yang serba mempersulit keadaan. Hal yang kecil dan seharusnya bisa tak terlalu dipikirkan.. ntah bagaimana caranya, si kecil ini bisa berubah menjadi besar dan bahkan menjadi raksasa dalam pikiran Na. Sampai-sampai ada yang mengatakan..

" kau seperti hidup dalam duniamu sendiri, Na... "


Maksud'e, Na ini jaraaaang sekali berbagi.. sharing.. curhat ke sahabat-sahabat terdekat (laaah, ini blog bukannya isinya curhatan saya semua???). Tapi memang Na mengakuinya, Na ini suka sekali mempersulit hal yang mudah, mungkin karena itu Na jadi banyak pikiran dan akhirnya.. tuit~ mudah sakit deh


Na paham bahwa Allah memberikan ujian yang berbeda-beda untuk kita.
Mungkin bagi Na, sakit seperti ini luar biasa membuatku jungkir balik memikirkan masa depanku sedangkan bagimu, no problemo.. karna tiap sakit itu ada obatnya kecuali mati. Atau bagimu, deritamu adalah puncak dari segala penderitaan orang sedangkan bagiku, ah.. nanti juga terlewati..


Kenapa bisa beda-beda begini ya interpretasi nya?

Ternyata karena semua ini tergantung dari 'bentuk' hati kita...

kalau kita punya hati yang sempit, masalah kecil yang masuk akan buat hati makin sumpek dan makin sempit akhirnya si kecil ini jadi keliatan besar.. sedangkan jika kita punya hati yang besar (lapang), sebesar apapun masalah yang masuk ke hati akan tetap terlihat kecil karna kita punya hati yang seluas mata memandang ga ada ujungnya..





Bagi teman-temanku yang sedang sakit.. bersabarlah.. bersyukurlah karna Allah sedang membuktikan cinta-Nya padamu..


Dont be sad kalau dengan sakit itu kau jadi dijauhi teman-teman.. karena ada Allah yang senantiasa menemanimu,

Dont be sad kalau dengan sakit itu kau jadi merasa beban pada orang-orang disekitarmu karena sesungguhnya mereka sangat mengkhawatirkanmu dan menginginkan kesembuhanmu,

Dont be sad kalau dengan sakit itu kau jadi menghitung hari akan usiamu.. karena kita semua pun akan mati,

Dont be sad kalau dengan sakit itu kau jadi kehilangan orang yang dikasihi.. karena ada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,

Dont be sad...

Karena aku pun merasakan apa yang teman-teman rasakan..




Yakinlah untuk sembuh, teman-teman

karena jika aku sakit.. maka Allah yang akan menyembuhkan..
sebarkanlah energi positif dalam diri kita dan jangan terenyuh dengan keadaan yang ada

yuk.. banyak-banyakin senyum dan amalan ibadah yang lain



^______________________^




cepat sembuh ya !!







Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (2)

mbak ina kalau sakit iman gimana ?
it's alright or it'snt alright ?
(bener nggak tulisannya)

heung..sakit iman ya... yang pasti thats not rite.. justru yang paling serem itu sakit iman kan? isn't it ?