Label: , , , ,

mengapa namamu Bahlul ?

karena tak ada yang lebih bodoh daripada saya, Tuan..




Ini adalah sebuah kisah yang pernah Na baca di sebuah majalah Islam. Kisah yang sangat biasa namun memiliki makna luar biasa. Sebelum membacanya, Na sarankan kepada para pembaca untuk menanamkan dalam hati pikiran bahwa, hidup di dunia itu adalah fana dan akhirat itu nyata..

Semoga bermanfaat.. Insya Allah...


******************************************************************************

Pada suatu hari, ada seorang Raja yang diberitakan kepadanya bahwa ada salah satu rakyatnya yang bernama Bahlul. Raja diberitahu bahwa si Bahlul teramat bahlul (baca = bodoh) hingga tak sedikit orang yang mencaci-maki dan menghinanya karena dia sangatlah bodoh

Raja pun amat penasaran dengan si Bahlul. Akhirnya Raja meminta pesuruhnya untuk memanggil si Bahlul ke istananya. Tanpa pikir panjang, Bahlul pun segera memenuhi panggilan sang Raja


" Apakah tuan Raja ingin saya datang menghadap? " tanya Bahlul dengan lugu

" Ya.. aku dengar kisah tentang dirimu dari para pesuruhku. Mereka katakan kau sekarang sering dihina dan mulai membuat orang-orang disekitarmu senantiasa mengejekmu.. " sahut Raja

" Benar tuan Raja. Saya memang sering dihina karena nama saya "

" Siapa namamu sebenarnya ? "

" Bahlul, Tuan Raja "

" mengapa namamu Bahlul ? "

" karena tak ada yang lebih bodoh daripada saya, Tuan.. "



Karena Raja merasa kasihan pada si Bahlul, akhirnya Bahlul diizinkan untuk tinggal di istana dan dipekerjakan sebagai pesuruh Raja

Tak disangka, beberapa lama kemudian Raja pun mulai akrab dengan Bahlul karena sikap Bahlul yang senantiasa hormat dan patuh dengan perintah-perintah Raja

Sampai suatu ketika, Sang Raja menderita sakit parah dimana para dokter sudah mengatakan bahwa ajalnya sudah semakin mendekat. Tak banyak orang yang mengetahui tentang keadaan sang Raja, termasuk diantaranya si Bahlul..

Hari demi hari Raja melalui kehidupannya dengan mulai merapihkan barang-barang. Ia mulai mempersiapkan segalanya untuk sepeninggal dirinya nanti. Kemudian sang Raja pun berkata pada Bahlul..


" Wahai Bahlul, datanglah menghadapku.. "

" Ada apa Tuan Raja ? "

" Bahlul.. aku akan pergi... "

" Pergi kemana Tuan Raja ? "

" Aku akan pergi sangat jauh.. jauh sekali.. ke tempat yang tiada diketahui orang.. karena aku akan pergi sangat lama dan mungkin tidak akan kembali, aku titipkan padamu tongkat kebesaranku ini padamu karena aku percaya kepadamu, Bahlul... "

" Tuan mau pergi untuk waktu yang sangat lama hanya dengan persiapan sedikit ini.. ? " Tanya Bahlul keheranan melihat barang-barang yang sudah dipersiapkan oleh Sang Raja

" Ya Bahlul.. kenapa kamu bertanya keheranan ? "

" Tuan... semua orang tahu bahwa jika kita ingin pergi jauh dan mungkin tak akan kembali maka akan banyak persiapan yang diperlukan. Terlebih lagi Tuan adalah seorang Raja, tak mungkin Tuan hanya punya persediaan yang sedikit.. Tuan, saya kira saya adalah orang paling bodoh di dunia yang pernah ada.. tapi ternyata Tuan lebih bodoh dari saya.. " Ucap Bahlul sambil mengembalikan tongkat kebesaran milik Sang Raja kepada pemiliknya lalu pergi meninggalkan istana


Sang Raja yang mendengar hanya terduduk lemas. Ia merasa tertampar dengan perkataan-perkataan yang barusan terucap oleh pesuruhnya yang bahlul. Sang Raja tahu bahwa sesungguhnya Bahlul tak memahami maksud kepergian yang jauh itu adalah sebuah kematian, tapi Sang Raja tak tahu bahwa ternyata... si Bahlul lebih pandai daripada dirinya...


*****************************************************************************


Dunia itu fana dan akhirat itu nyata,

Ini adalah kata-kata yang teramat sering Na jumpai dimana-mana. Baik itu di buku.. di artikel.. di majalah..terlebih lagi di dalam Al-Qur'an... dan ternyata kata-kata ini memang sebuah peringatan dari Allah Swt pada kita yang menegaskan bahwa kita hidup di dunia yang fana untuk menuju akhirat yang nyata

Bahlul yang teramat bodoh saja paham bahwa jika ingin menuju suatu tempat yang amat jauh dan mungkin tak kan kembali maka dibutuhkan banyak persiapan..

Sama seperti kita yang saat ini lagi hidup yang sesungguhnya sedang banyak melakukan persiapan menuju tempat terakhir.. yaitu akhirat..

Rada merinding dan serem ??

Iyalah.. siapa pula yang ngga takut sama akhirat ??


Dunia itu fana dan akhirat itu nyata,

Allah Swt sudah mengizinkan kita untuk hidup di dunia untuk mempersiapkan segala-galanya untuk akhirat yang selama-lamanya..

Yuk'ah.. kita bareng2 mempersiapkan diri.. mumpung beberapa hari kedepan.. ada bulan Ramadhan yang sudah menanti kita.. maka jangan sia-siakan kesempatan ini, teman~~



kisah diatas tak sesuai dengan apa yang kubaca di majalah..maaf.. banyak lupanya...






Jadi,

apakah kita sudah lebih pandai dari si Bahlul ?

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)