Label: , , , , , ,


dari 200 anak yang kami tanyai
hanya sekitar 6 anak yang menulis..


idola saya: Nabi Muhammad SAW



Rasanya ceramah kali itu amat menohok buat Na. Ceramah yang hanya setengah jam itu mampu membuatku tertunduk malu dan tertusuk-tusuk... sakit... malu...

Dua hari yang lalu, Pak Ustadz yang diberi kesempatan untuk menyampaikan beberapa 'pesan' saat shalat tarawih di masjid depan rumah Na, menyampaikan tentang betapa dirinya amat merasa malu sebagai seseorang yang sering membanggakan diri sebagai ummatnya Nabi Muhammad SAW tapi kelakuannya tak sesuai dengan apa yang dibanggakannya

Kata beliau,
Saat ini betapa banyak orang yang sudah melupakan Nabinya sendiri..

Dulu orang tua kita sering bercerita tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW sebelum kita berangkat tidur..

Menceritakan bagaimana perangainya.. bagaimana akhlaqnya.. bagaimana kepribadiannya..

Dengan harapan agar anak-anak mereka bisa mencontoh dan mengidolakan Nabinya sebagai seseorang yang memang selayaknya ditiru

Kini, cerita itu tinggal-lah kenangan..

Anak-anak kita tak lagi mendengar sirah Nabi SAW.. tak kenal lagi dengan kisah-kisah para sahabat Nabi SAW..

Mereka hidup dalam bayang-bayang yang tidak nyata. Mereka percaya dengan dongeng-dongeng putri raja.. kisah-kisah tak berbau Islami.. Mereka jadi jauh dari agama karena kelalaian kita...


Astaghfirullahal'azhiim.....

Sakit... bener2 sakit rasanya saat Pak Ustadz ucap kata itu.. Na hanya bisa menunduk malu karena amat merasa tersindir....

Pak Ustadz melanjutkan kembali tentang kesedihannya,

Beliau berkisah bahwa dulu pada tahun 2002, beliau dan teman2 kuliahnya pernah mengadakan suatu penelitian yang diadakan khusus untuk anak SMA (baik itu SMA negeri ataupun yang berbasis Islam). Beliau menyebarkan kuesioner yang berisi 3 pertanyaan dimana pertanyaan terakhir adalah..

" Siapakah idolamu ? "


Terkejut bukan main ketika Pak Ustadz dan teman2nya mendapatkan hasil bahwa dari 200 anak SMU yang mereka tanyai, hanya 6 anak yang menjawab " Nabi Muhammad SAW "

Pak Ustadz kembali melanjutkan,

Kejadian ini terjadi karena para orang tua tak menghidupkan amalan sunnah dalam rumahnya. Bagaimana anak mau mengidolakan Nabi mereka jika dalam 24 jam orang tuanya tak melakukan satu pun sunnah Nabi SAW ?

Beliau mengandaikan, jika seandainya Nabi Muhammad SAW masih hidup di zaman ini.. mungkin beliau akan menangis sejadi-jadinya dan bertanya-tanya,

" Mengapa kalian jadi begini ???? "


Nada sedih dan marah yang keluar dari Pak Ustadz makin membuat bulu kuduk Na merinding dan ga mampu lagi menahan dahsyatnya sindiran ini..


Na jadi ingat,
bahwa apapun yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu semata-mata untuk kebaikan ummatnya.. beliau SAW sangat tak menginginkan ummatnya menderita karena kesalahannya sendiri..

" Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin " (Q.S At-Taubah: 128)



Pak Ustadz melanjutkan,

Kini tergantung pada diri kita sendiri apakah kita mau membuat anak-anak kita kenal dengan artis terkenal namun tak kenal dengan Nabinya? apakah kita mau membuat anak-anak kita kenal dengan Nabinya tetapi kita sendiri jauh dari sunnah-sunnah beliau SAW ?

Kita hidup sudah jauh dari agama.. jauh dari sunnah Nabi.. maka janganlah makin menjauhkan diri darinya....


Again...and again....,
Mumpung lagi Ramadhan teman-teman.. kita hidupkan kembali sunnah-sunnah Nabi SAW.. no problemo kalau masih rada 'buta' dengan sunnah-sunnahnya Nabi SAW, kita bisa tanya sama ortu.. atau guru ngaji.. atau temen kita yang pengetahuan agamanya lebih baik dari kita.. insya Allah, mereka dengan senang hati akan membantu...

Lagipula ini pun jadi bekal untuk kita di akhirat nanti, agar kelak kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan syafaat dari beliau SAW...

Amiin.. amiin ya Allah..






Apa yang akan kau lakukan jika Rasulullah SAW berkunjung ke rumahmu ?



Akankah kau sibuk mencari-cari buku hadits atau fiqih Islam
dan langsung dipajang dalam lemari bukumu?

Akankah kau sibuk mencari-cari Al-Qur'an
dan segera diletakkan dengan sempurna agar terlihat olehnya?

Akankah kau sibuk mematikan televisi, mematikan komputer, menyingkirkan DVD
dan semua barang yang membuatmu lalai?

Akankah kau sibuk menyiapkan baju-baju gamis.. kopiah.. jilbab-jilbab panjang
agar terkesan bahwa kau seseorang yang mencintai sunnahnya ?


Akankah kau sibuk mencoba menjadi seseorang yang dengan secara mendadak
mencintai dirinya ???



Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)