Label: , , , ,

" seribu tigaa.. seribu tigaa~ "



Pastinya temen2 yang pernah pergi ke pasar tradisional, pernah denger jeritan hati para penjual yang menyuarakan suara2nya. Antar pedagang ga ada yang mau kalah menunjukkan betapa besar suara mereka. Saking ingin mencuri hati para pembeli, terkadang sampai ada yang rela menurunkan harga secara drastis. Yang tadinya dengan uang sepuluh ribu rupiah bisa mendapatkan 3 macam barang, kini hanya dengan uang seribu, anda bisa mendapatkan 3 barang yang anda suka..

Tunggu, Na bukan mo jualan kok.. hehehe (tadi cuma pengantar doang~)

Ternyata ucapan " seribu tiga" itu ga hanya santer terdengar di pasar2 tradisional, tetapi juga santer terdengar di bilik2 kamar anak perempuan..

Loh? maksud'e ????


***********************


Menggunakan jilbab selama belasan tahun tentunya banyak kenangan yang membekas di hati. Baik sedih, senang, suka, duka.. campur aduk kaya rujak dicampur gado2 (huee..ada gitu?). Termasuk Na, yang hingga kini masih saja mengalami pengalaman yang seru nan mengasyikkan hingga punya kesenangan sendiri ketika mengingatnya kembali pada 'jilbab2' Na yang dulu..

Na pernah mengalami beberapa kali kejadian " lepas jilbab " dari semenjak awal Na menggunakan jilbab hingga sekarang..


Dari kejadian yang ga sengaja terlihat oleh teman SMP saat sedang membuka jilbab, lalu peniti jilbab yang copot (hingga akhirnya membuat si jilbab jadi lepas) saat pengambilan nilai basket di SMA, dan masih banyak lagi kejadian2 aneh dan lucu kalo diingat2 lagi..

Menjaga jilbab benar2 dibutuhkan semangat yang sungguh luar biasa. Apalagi ketika diri sudah mulai belajar malu. Saat kuliah adalah masa2nya Na menjadi pengobral " seribu tiga ". Ucapan ini selalu terlontar ketika Na bersama teman2 kost lagi berleha2 di kamar. Merasa kami semua adalah mahram jadi tak ada yg perlu memakai jilbab. Namun ketika salah seorang dari kami keluar dari kamar dan pintu kamar terbuka lebar2 (FYI: jika pintu kamar terbuka langsung berhadapan dengan jalanan/gang kecil), kami yang lagi berleha2 langsung panik dan teriak pada teman yang membuka pintu itu..

" Huaaaheeeyyyyyy.. seribu tigaaa neeeeeeeeeeeeeeeeh.. !!! "

Maksud dari "seribu tiga" adalah segitu murahnya " harga " kami yang tanpa jilbab. Hingga akhirnya kami merasa amat malu kalau ada orang yang melihat kami tanpa 'tabir' ini. Seorang sahabat pernah berkata, katanya kalau ada non mahram yang melihat seorang wanita tanpa hijab dengan tidak sengaja, maka ada dua pilihan yang boleh dilaksanakan yaitu ia boleh menikah dengan wanita tersebut dikarenakan ia sudah melihat aurat wanita itu atau wanita itu dibunuh..

" Kalo yang liat kita ga pake jilbab itu orang ganteng.. gapapa deh.. kan bisa jadi istrinya dia.. "

" Iya kalo yg liat ganteng.. kalo ngga.. nyodorin piso aja daah.. minta dibunuuh... "


[ ah, kejam juga sih TT_______TT tapi ini Na belum tau benar apa ngga nya dan sepertinya ini hanya sebuah pendapat aja, bukan kutipan dari Al-Qur'an atau hadits.. ]


Itulah asal mula si "seribu tiga" terjadi...


Kejadian " seribu tiga " kini sering terjadi di rumah sendiri. Ketika Na sudah harus berhadapan dengan non mahram yang tinggal seatap dengan Na, waw.. hati penuh tanya jadinya

" Eh, dia kan bukan mahram kita.. berarti.. kudu pake jilbab gitu di rumah? "

" Ya iyalah Na..!! ahaha.. siap2 deh selalu ngibrit! "

Itulah ucapan salah seorang sepupu Na pada Na. Dia berkata seperti itu ketika Kakak ipar Na mulai tinggal bersama Na. Awalnya ga paham kenapa Na harus siap2 ngibrit, tapi ternyata.. maksud ngibritnya itu adalah ketika Na sedang di rumah dan si Kakak ipar belum pulang kerja, tentunya Na bisa bersantai2.. tapi ketika pintu sudah diketuk dan ada yang teriak..

" Naaaa... dah pulaaaaang... "

Dengan ambil langkah "seribu tiga", Na lari secepat kilat menuju kamar untuk mengambil jilbab dan jaket. Ga cuma si Kakak ipar aja yang buat ngibrit, tapi kalau sudah ada yang mengetuk pintu tanpa diketahui siapa pengetuknya... Wuuuuusssssssssssssh~ mungkin 'the flash' kalah cepat deh (ahaha..maaf.. hiperbol..)

Maklum, seisi rumah Na dominan adalah perempuan. Jadi kalau ada non mahram yang datang berkunjung.. seisi rumah dibuat ngibrit :D



************************



Sekarang, ketika diri makin beranjak dewasa (semoga..) semakin banyak pula yang diperhatikan. Na baru menyadari bahwa untuk menjaga jilbab adalah benar2 tugas yang tak mudah. Mungkin terlihat sepele, namun banyak kisah perjuangan yang patut dicontoh dari para wanita yang semangat mempertahankan jilbabnya

Teringat sebuah kisah yang diceritakan seorang sahabat. Ada kisah seorang anak perempuan yang tinggal di daerah benua Eropa (kalau tak salah ingat). Dia bersikeras mempertahankan jilbabnya ketika semua orang disekitarnya sudah banyak yang memohon kepadanya untuk melepas jilbab itu. Hingga pada akhirnya salah seorang guru sekolahnya berkata,

" Katakanlah apa maumu agar engkau bisa melepaskan jilbabmu itu.. "

Dengan tegasnya sang anak menjawab,

" Ambilah sebilah pisau dan silakan Ibu memotong leher saya, barulah Ibu mendapati jilbab ini terlepas dari saya "


Subhanallah.. betapa kuatnya iman dia..


Masih banyak lagi kisah2 perjuangan seorang perempuan yang mempertahankan jilbabnya. Jangankan di benua Eropa, di negara sendiri, tak sedikit perempuan yang rela berkorban demi mempertahankan jilbabnya..

Tak sedikit Na mendengar berita pemecatan seorang perempuan karena ia mulai memakai jilbab. Ada pula berita2 yang dulu sempat heboh dimana banyak rumah sakit yang menolak pegawai wanita yang berjilbab (Alhamdulillah, sekarang sudah ga begitu lagi..). Dan masih banyak lagi pengorbanan2 lainnya yang terjadi demi cintanya mereka pada jilbabnya.. demi tetap melaksanakan perintah-Nya.. demi mendapatkan ridho-Nya..



Lagi dan lagi teman..


Na mengajak teman2 untuk mulai berjilbab (bagi yg belum) dan mempertahankan jilbab dengan sebaik mungkin (bagi yg sudah). Kenakanlah jilbabmu sebelum Malaikat Izrail datang menyapamu, pertahankanlah jilbabmu walau setan menawarkan ribuan kenikmatan yang fana. Memakai jilbab tak hanya sekedar menutupi rambut, tetapi aurat yang lainpun ikut ditutup. Memakai jilbab tak hanya sekedar di waktu sekolah/kantor/pabrik tetapi sampai akhir hayat...

Jagalah diri kita selama Allah masih senantiasa menjaga kita hingga detik ini..

Hapuskanlah segala keraguan tentang jilbab karena perintah jilbab datangnya dari Allah Yang Maha Benar..

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang2 yang dikehendaki-Nya untuk mendapatkan hidayah-Nya... Amiin ya Allah..


Ini semua Na tulis demi cintaku padamu, teman ^___^~




Jadi,

ada yang punya uang seribuan?

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (2)

nya haha.. awal2 kubaca post ina yg ini, aku cekikikan ndiri..

mbayangkan... brarti banyak yg boleh nikahin aku ya na? apa emang aku pantas dibunuh oleh banyak orang?? hahahaa~.. (loh kok malah ketawa?) *dan syukurlah klo ini hanya pendapat saja TTuTT*

tapi setelah baca ke tentang pengorbanan demi jilbab *glek* nelen ludah deh (;^^)> a..ha..haha

btw..aku punya nya gope-an na...

hehehe.. he'eh, pendapat yg ajaib jg kl dipikir2 (ntah ini pendapat asal mulanya dari mana,,)

yap, begitulah kl sudah mau berkorban..apapun dikorbankan demi mendapatkan cinta-Nya (harta,waktu dan diri)

ah..gpp ri..ni aku ada gope-an satu..kl digabung jadi seribu-an deh :D