Label: , , , ,

kurban.. korban.. sacrifice..
loh.. bunuh diri ??



Heningnya saya beberapa waktu yg lalu membuat otak saya harus diputar 3600 derajat (gimana caranya??). Butuh uraian air mata berlinang bak hujan gerimis di pagi hari untuk memahami ke-hening-an saya sendiri..

tunggu.. kenapa jadi sok puitis gini????

Tapi emang itulah yang kemarin terjadi pada saya..

Rasanya kalau ada yang mengganjal di hati, perlu dikeluarkan lewat mata. Kalau ada yang mengganjal di otak, perlu diputer-dikocok-dipanasin dan baru deh.. seperti nge-klik refresh di page yg lagi error~

Saat merasa diri sedang error dan agak drastis mengalami penurunan iman.. tiba2 saya harus di 'geber' lagi dengan sebuah pernyataan (atau pertanyaan?) yang datangnya timbul dari diri saya sendiri


" pernahkah kau berkorban harta, waktu dan diri untuk orang lain? "


Pikir dipikir, sepertinya saya termasuk orang yang sangat rela membanting diri sampai berjibaku demi menyenangi orang lain (terlebih lagi itu untuk seseorang yang disukai -curcol's mode: ON- ). Bahkan sampai membuat diri ini dijadikan bahan lawakan pun, saya masih rela demi mendapatkan senyumannya. Pertanda cinta saya seperti cinta yang membutakan segalanya ya. Tak merasakan lagi yang namanya uang banyak dikeluarkan untuk membeli sesuatu seperti kado atau mentraktir dia.. Tak merasakan lagi banyak waktu yang terbuang ketika bersamanya.. bahkan sampai tak merasakan lagi bahwa sesungguhnya saya sudah membuang harga diri saya demi dia..

Butakah saya? ngga kok.. hanya buram aja karna minus.. tapi hati saya? ya.. sepertinya hati saya menjadi buta karenanya..

Mengapa??

Karena saya mencintainya..

Salahkah tindakan saya??

Menurut saya ngga, karena bukankah yang namanya cinta itu fitrah ???

Ya.. inilah yang saya pegang.. mencintai seseorang adalah sesuatu yang fitrah.. jadi.. wajar2 saja..




Lalu......
Seiring berjalannya waktu, kini pertanyaan (atau pernyataan) di atas berlanjut berubah kata


" pernahkah kau berkorban harta, waktu dan diri untuk agama ? "


Ketika kalimat di atas hadir dalam benak saya, satu jawaban yang pertama kali tercetus adalah..

" do we have to ? "



Ada seorang sahabat yang senantiasa bersabar dalam berkisah pada saya perihal orang2 yang hidupnya penuh dengan pengorbanan. Mereka selalu mengorbankan harta mereka demi agama, waktu mereka demi agama, bahkan diri mereka sendiri pun dijadikan sebagai ' bahan kurban' demi agama.

Sampai detik ini pun saya masih 'mempelajari' kisah-kisah 'mereka'. Pada awalnya sih jujur, saya ga tertarik (ya..maklumlah.. dulu biasanya kalau ada orang yg berbicara perihal agama agak2 gimanaa gitu..antara malas-menolak dan terpaksa untuk mendengarkan). Tapi lama kelamaan saya menjadi sedikit terobsesi dengan apa yang 'mereka' lakukan..

Lagi-lagi datang pertanyaan yang cukup membuat otak saya kembali berputar 3600 derajat untuk memikirkan jawabannya..

" mengapa mereka mau berkorban demi agama ?? "



Sedikit mereview kembali tulisan2 lama saya dimana saya mengungkapkan betapa saya amat menyenangi orang2 yang hidup dengan sunnahnya Rasulullah Saw. Mereka yang berpenampilan berjanggut, bersorban/peci/kopiah, bergamis/jubah, berjilbab lebar, bercadar dan ber-ber lainnya... mereka adalah orang2 yang rela mengorbankan segalanya demi agama mereka, which is my agama juga gitu loh (halah..bahasanyo..piye toh..)

Sahabatku mengatakan bahwa karena kecintaan mereka pada Allah dan Rasul-Nya lah yang membuat mereka mau mengorbankan segalanya. Mereka adalah orang2 yang memiliki tingkat keimanan yang tinggi karena bisa merasakan manisnya iman ketika mereka berkorban

Ribet? pasti... wong saya aja yang hampir tiap hari di-jejali perihal ini masih 'kopong' alias ga mudeng..

Gampangnya begini,

Manusia yang masih cupu seperti saya ini, benar2 rela mengorbankan segala-galanya demi seseorang yang dicintainya. Contoh kasusnya, dulu saya rela menyisihkan uang jajan untuk ditabung supaya nanti bisa beli kado untuk si dia. Saya rela cuma jajan es teh manis plus risoles doang, saya ikhlas jalan kaki ga naik ojek, saya menahan diri ga belanja ini itu demi ngirit..

Ini adalah contoh kasus orang yang mau berkorban harta demi orang yang dicintainya

Lantas, bagaimana dengan mereka yang berkorban harta demi agama?

Manusia yang memiliki keimanan yang tinggi, benar2 rela mengorbankan hartanya demi agama yang dicintainya. Contoh kasusnya banyak sekali, misalnya ada seseorang yang sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Saat itu dia naik angkutan umum dengan mengantongi uang yang hanya tersisa 5000 rupiah. Dia berpikir dengan uang 5000 itu benar2 PAS untuk sampai di depan rumahnya. Ketika dia sedang bersiap2 ingin turun dari angkutan umum, tiba2 ada seorang Ibu2 yang sudah tua datang kehadapannya sambil meminta-minta. Tanpa pikir panjang, orang ini langsung memberikan sisa uangnya yang 5000 rupiah itu pada si Ibu tua dengan muka yang berseri-seri

Mungkinkah hal ini terjadi?

Mungkin saja dan.. hey.. banyak loh ternyata orang2 yg kaya dia itu..


Sahabatku melanjutkan,
mereka sama sekali tak bertujuan pada dunia melainkan akhiratlah yang mereka capai. Pikiran mereka penuh dengan cinta yang benar2 berlandaskan pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka senantiasa berpikir bahwa pengorbanan yang sudah dilakukan masih belum sebanding dengan rahmat dan kasih sayang yang diberikan Allah pada manusia. Apa yang mereka korbankan hasilnya tak ditunggu di dunia melainkan penantian mereka terletak di akhirat nanti..

Mengapa kita bisa sebegitu mencintai manusia yang padahal belum tentu juga dia membalas cinta kita? sedangkan jika kita mencintai Allah sudah pasti cinta itu akan terbalas, bahkan kalau kita ga cinta sama Allah, Allah tetap mencintai kita. Salah satu bukti cinta-Nya pada kita adalah ya saat ini kita masih diizinkan hidup dengan menghirup udara dengan gratis-tis-tis... bisa bayangin gimana nelangsanya kita kalau udara yg lagi masuk ke lubang hidung kita sekarang ini punya ' tagihan' nya? (atau mungkin bisa tanya sama orang2 yang pernah dirawat di RS dimana mereka membutuhkan tabung oksigen sebagai perawatan)

Jika sudah melihat salah satu bukti cinta yang besar seperti itu, apa iya kita masih ga bisa juga berkorban demi mendapatkan cintanya Allah? tak malukah kita... ??


Waw...

saya hanya bisa ternganga melihat penjelasan2nya.. lalu kemudian diam... lalu kemudian berpikir..


" iya juga ya.. kenapa kalo demi manusia yang jelas2 ga juga cinta sama saya, saya bisa mati2an berkorban, sedangkan untuk Dia yang telah menciptakan saya... saya ga.. bisa.....???? "



Boleh jadi hal inilah yang membuat saya ingin tobat (tobatlah kau Nak.. tobaat.. tobaaaat~). Dan semoga Allah menerima taubat kita semua... Amiiin ya Allaah..


Para Nabi dan Rasul serta para sahabatnya adalah orang-orang yang rela mengorbankan segala-galanya demi agama. Mungkin masih pada inget kisah2nya Rasulullah Saw yang sampai dimaki2, diludahin, ditimpukin batu bahkan.. sampai ada yang ingin membunuh beliau Saw, hanya karena Rasulullah Saw meminta agar umatnya menyembah hanya kepada Allah dan mempercayainya sebagai utusan Allah..

Kini.. para anbiyaa dan sahabat sudah tiada.. dan ternyata tugas pengorbanan tersebut berlanjut pada diri kita masing2..

Kelihatannya berat ya.. iya lah.. namanya juga berkorban... apalagi yang dikorbankan adalah diri sendiri (eh tapi bukan berarti bunuh diri ya!! ). Tapi ini semua kan demi mendapatkan cinta-Nya.. demi memohon ridho-Nya..


Ah.. maaf ya.. tiba2 bahasa saya jadi berat begini... tapi ntah kenapa saya merasa berkewajiban untuk menyampaikan hal ini.. (sepertinya karna beberapa hari ini saya dapat mimpi ketemu dgn orang2 yg berpakaian sunnah terus TT___TT )


Yuk, kita bareng2 mulai belajar berkorban untuk agama. Belajar mengorbankan waktu, yang tadinya waktunya banyak dipake buat berleha2 sekarang waktunya dipake buat sholat atau baca buku Islam atau apa aja yg ada kaitannya dengan agama. Belajar mengorbankan harta, yang tadinya duitnya banyak dipake buat belanja2 sekarang duitnya dipake buat sedekah (ga usah pelit2 sedekahnya :D ). Lalu belajar juga mengorbankan diri, yang tadinya biasa pake baju yang auratnya terbuka, sekarang auratnya ditutup... yaaaa ^___^~

Masih banyak contoh pengorbanan yang lain yang bisa dilakukan demi agama. Asal jangan lupa, semua pengorbanan ga akan berarti kalau niat kita bukan karena ingin mencari atau mendapatkan cinta-Nya Allah.. so.. bikerpuuuul preeeeen~~


Udah ah... kepanjangan nih... maaf ya...




jadi,


ada yang mau berkurban??



Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)