Label: , , ,

ah.. aku belum siap nerima hidayah..
terlalu 'heboh' kalo tiba2 berubah jadi orang baik..




Hari Sabtu lalu, kebetulan Na bersama keluarga pergi mengunjungi Nenek di rumahnya. Seperti biasa, kalau kita lagi main kesana pasti aktivitas yang sering dilakukan selain makan bersama adalah nonton bersama (nonton DVD maksudnya). Ketika pada asyik nonton, aku duduk dekat tumpukan majalah2 yang Nenek punya. Sambil melirik, ah.. sepertinya yang ini menarik.. alhasil tontonan yang seharusnya menarik itu berubah menjadi tidak menarik lagi karna ketertarikanku berpindah ke majalah~

Ada satu topik yang menjadi tema di majalah itu. Yap, tentang hidayah..

Pastinya udah pada sering denger kata2 'hidayah', tapi sebenarnya... apa sih hidayah itu??


Ngga seperti salah satu temanku yang senantiasa mencari kata2 yang tak dipahaminya lewat kamus. Aku mengartikan hidayah itu adalah seperti 'sesuatu' yang dikasih sama Allah pada orang2 tertentu. Apakah 'sesuatu' itu? Heung... apa ya.. banyak!

Tapi pada intinya Na mengambil kesimpulan bahwa yang namanya hidayah itu adalah 'sesuatu' yang membuat kita jadi manusia yang bertobat..


Contoh kasusnya,
Ada seorang sahabatku yang dulu belumlah berjilbab. Dia mengatakan bahwa keinginan untuk memakai jilbab itu sudah ada tapi masih ada hal lain yang mengganjal di hatinya hingga keinginan itu tetap menjadi keinginan belaka (maksud'e ga terjadi gitu..). Sampai pada suatu ketika datanglah sebuah musibah yang menimpa dirinya. Sahabatku ini ditinggal oleh Ayahnya selama-lamanya. Tak lama beberapa bulan kemudian, sahabatku bermimpi bahwa Ayahnya 'datang' berkunjung di mimpinya. Sang Ayah mengatakan,

" Nak.. pakailah jilbabmu... "

Dan besok paginya, Alhamdulillah.. hingga kini sahabatku masih istiqamah dengan jilbabnya (dan semoga untuk selama hidupnya.. amiin ya Allah..)

Sahabatku menceritakan bahwa dulu sebelum Ayahnya wafat, Ayahnya pernah meminta dirinya untuk menggunakan jilbab. Namun karna dulu masih sebatas 'keinginan', sahabatku ini hanya meng- 'iya' -kan saja keinginan Ayahnya ( iya.. tapi nanti.. ntah kapan.... )

Ketika mimpi itu datang, sahabatku mengatakan seolah-olah ia seperti mendapatkan 'hidayah' dari Allah lewat Ayahnya


Begitulah 'hidayah' yang didapat oleh salah satu sahabatku,



Masih mau contoh yang lain? adalagi nih...~


Ada seorang pemuda yang tiap hari kerjaannya tak pernah luput dari rokok, mabok2an dan judi. Ketika maghrib menjelang, si pemuda ini sedang berleha2 di sudut pojokan saung tempat ia senantiasa berjudi dengan teman-temannya. Saat itu ia hanya sendiri. Tiba2 saja ada seorang laki-laki yang datang menghampirinya sambil berkata,

" Mas.. sholat berjemaah di masjid, yuk "

Si pemuda yang lagi asyik dengan leha2nya spontan terkejut tetapi tak menunjukkan wajah kagetnya itu pada laki2 yang mengajaknya. Si pemuda hanya diam sesaat dan bertanya pada laki2 yang mengajaknya sholat itu,

" Emang.. orang kaya saya boleh sholat di mesjid? "

Laki2 itu hanya tersenyum simpul sambil menjawab pertanyaan si pemuda,

" Boleh kok mas, yang penting kita bersih dari najis "

Akhirnya, kini si pemuda tersebut menjadi pemuda yang tak lagi berleha2 di dalam saungnya sambil menghisap rokok, menenggak minuman haram dan bermain judi. Melainkan jadi pemuda yang senantiasa 'berleha2' dalam mendekatkan diri pada Allah SWT


Bisa dibilang kalo si pemuda itu juga mendapatkan 'hidayah' dari Allah lewat laki2 yang mengajaknya sholat berjamaah di masjid

Dan kalau mau ditilik2 lebih dalam lagi, tentunya ada buanyuak bhuangedh kisah2 hidayah (eh tapi bukan yang kaya di tipi2 ye..)


bek tu majalah yang eke baca,


Disitu dibilang, kalau yang namanya hidayah itu kudu dicari. Walau sesungguhnya Allah yang Menghendaki pada siapa Ia memberikan hidayah-Nya, tetapi tetap aja yang namanya usaha mencari dan meminta hidayah itu tetep jalan. Kita ga ada yang tau, pada siapakah Allah akan memberikan hidayah-Nya. Bisa jadi seseorang yang kita anggap alim dari penampilannya ternyata ga dikehendaki Allah untuk diberikan hidayah-Nya, sedangkan orang yang jelas2 ga baik (seperti kisah si pemuda di atas) ternyata di kehendaki Allah untuk mendapatkan hidayah-Nya

Lantas dengan pengetahuan yang serba kurang, kita langsung berprasangka buruk dan menuduh, " kalau begitu.. Allah ga adil dong????

Astaghfirullahal'adziiim...

kalau sampai timbul pernyataan seperti di atas, cepat2lah beristighfar sebanyak2nya..


Sudah pasti kita yang salah karena Allah itu Maha Adil dan Allah Maha Mengetahui. Kita sama sekali ga punya hak untuk me 'nilik2' rahasia Allah. Mengapa? ya sudah pasti karena ini semua kehendak-Nya Allah

Bisa jadi yang kita anggap orang itu adalah alim ternyata memiliki hati yang ga alim sedangkan orang yang benar2 ga alim ternyata memiliki hati yang mulia. Who knows?


Okeh2..kita balik lagi ke 'hidayah'

Yang mengetahui bahwa kita lagi dikasih hidayah sama Allah tentunya hanya orang yang bersangkutan yang menyadarinya. Ketika kita sadar bahwa hidayah itu sedang menghampiri kita, maka lekas2lah disambut hidayah itu sebelum Allah mengunci hati kita

Loh.. kok gitu?

Pernah lihat orang2 yang di 'kunci' hatinya oleh Allah?

Dengan pengetahuan agama Na yang masih minim ini, Na hanya bisa mengatakan bahwa orang2 yang dikunci hatinya oleh Allah adalah orang2 yang sudah diberikan peringatan berkali2 oleh Allah namun ga sadar2 juga. Bukan hanya peringatan, tapi Allah sudah menunjukkan bahwa Ia sedang murka. Namun kemurkaan-Nya sama sekali tak membuat dirinya 'sadar'. Sadar dalam artian bertobat. Kembali ke jalan Allah..


Sayang berjuta sayang kalau seandainya hidayah dari Allah ini di-sia2 kan begitu aja. Padahal begitu banyak orang yang bersujud, berdoa.. bahkan sampai menangis sejadi2nya, memohon agar Allah memberikan hidayah pada semua orang. Sedangkan kita malah... mengabaikan hidayah-Nya..


Lalu, bagaimana kalau kita ga siap nerima hidayah-Nya Allah?

Ah.. kalau yang ini Na pun juga ga ngerti gimana menjawabnya dan apa jawabannya. Seperti, siap ga siap harus siap dan mau ga mau harus mau! lagipula.. adakah orang yang ga mau jadi orang baik?

Bagi siapapun itu yang merasa sudah mendapatkan hidayah-Nya Allah, senantiasa memohon agar Allah tidak mengambil hidayah-Nya dari kita

Bisakah itu terjadi?

Woh.. pasti bisa!!

Pernah lihat orang yang dulu semasa masih sekolah, dia termasuk anak yang alim (misal berjilbab atau rajin sholat di masjid sekolah) lalu selepas keluar dari sekolahnya, lepas pula jilbabnya atau rajinnya ia sholat di masjid..

Innalillahi....

Sahabatku ada yang pernah menyampaikan,

Seberapa besar kebutuhan kita terhadap Allah tentunya akan membuat kita senantiasa bertindak agar Allah tidak mengambil hidayah-Nya dari kita. Seperti minum dengan air laut, semakin diminum semakin terasa haus. Begitu pula pola kebutuhan kita pada Allah. Semakin berusaha diri ini untuk bertobat maka semakin sering pula kita memohon agar hidayah Allah turun pada kita semua

Gimana caranya supaya Allah ga mengambil hidayah-Nya dari kita?

Yang pasti, dengan berdoa.. berdoa agar Allah tidak mencabut hidayah-Nya dari kita..

Lalu yang pasti lagi dengan berusaha. Berusaha agar tetap berada di 'rambu2' Nya Allah (which is mean.. tetep jadi orang baiklah..). Berusaha tetep istiqamah dengan apa yang sudah dilakukan. Semisal, udah mulai rajin nih sholat lima waktu.. so.. tetep dirajin-in lima waktunya. Akan lebih baik lagi kalo ditambah jadi 'tepat waktu' plus sholat2 sunnah lainnya (wuih.. mantap!!). Begitu juga dengan amalan2 lainnya..



Ya, begitulah ~


Maaf ya teman, Na belakangan ini benar2 berposting yang agak ribet dan tetep ribet. Mohon dimaklumi karna gaya bahasa Na dalam menyampaikan ga ringkas dan banyak kekurangan dimana2.. mohon maaf ya.. TT____TT



semoga Allah senantiasa memberikan hidayah-Nya pada kita semua

dan semoga Allah senantiasa mengistiqamahkan kita untuk berada di jalan-Nya

Amiin ya Allah..






Jadi,

sudahkah anda mendapatkan hidayah-Nya ?

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (4)

insya Allah.. ^^

*eh, kok tiba2 speechless..*

amiin ya Allah ^__^

Thanks ya ina, saya baca dari awal sampai selesai tulisan kamu. saya salut, selama ini saya ga sadar kalau akan hidayah Allah, saya lebih mentingin Duniawi saja :(

alhamdulillah, syukurlah kl bermanfaat ^^

kl gitu kita sama2 ga mentingin duniawi tapi ada akhirat yg sudah siap menanti :D