Label: , , , , ,

" Kak! tulisannya begini bener ga? "
" Wah.. iya! bener! pinter!! "



Semenjak jadi guru yang ikut bantuin anak2 belajar ngaji di musholla dekat rumah, rasanya Na baru menyadari bahwa yang namanya mempunyai anak murid yang pintar itu sangat menyenangkan. Senang sekali melihat ada yang bisa menjawab dengan benar pertanyaan2 yang Na dikte kan. Berkali-kali pujian Na lontarkan ke dirinya karna merasa kagum akan kecerdasannya. Seperti ada perasaan bangga, padahal sih emang karna anaknya pinter (bukan karna dari didikan Na.. iya lah Na~). Bahkan, saking senangnya dengan anak2 yang pinter ini, kalau mereka tak masuk ngaji rasanya Na kesepian dan sibuk bertanya tentang dirinya..


Ketika Na melontarkan pujian kepada mereka, spontan terlihat senyum merekah dari bibir mereka sambil berkata,

" Yes! aku bener!! "


Dan sepertinya memberikan pujian seperti ini adalah sesuatu hal yang dapat membangkitkan semangat mereka


Tapi.. Hey~ ga hanya mereka yang 'anak-anak' aja loh yang suka dipuji2. Ternyata semua orang senang dipuji, termasuk Na yang kalau dipuji langsung nyengir kuda dan malu2 (tapi mau..)

Dulu waktu masih jamannya kuliah, pernah belajar tentang pemberian re-inforcement positif. Apaan tuh? Bahasa gampangnya sih 'kasih pujian'. Seperti anak2 yang tanpa disuruh orangtua, mau belajar dengan kehendak mereka sendiri. Anak2 yang seperti ini patut diberikan re-inforcement positif (pujian) agar kelak mereka jadi terpacu untuk melakukan hal yang sama lagi

Ga cuma anak2 aja yang bisa dapet re-inforcement positif, melainkan semua orang juga layak. Intinya sih agar dari diri kita timbul suatu keyakinan dalam diri bahwa kita bisa melakukannya dan jadi semangat untuk melaksanakannya lagi. Misalnya saat kita lagi beresin rumah (maklum, berhubung sang penulis kerjaannya cuma beresin rumah jadi contohnya ini aja yak). Rada madesu juga kalo udah beresin rumah tapi rumah tak kunjung beres. Kalo udah begini biasanya jadi timbul rasa ga pede dan ujung2nya jadi males. Saat itulah si re-inforcement positif diberikan, seperti..

" Eh Na, begini juga dah lumayan loh! kalo aku bisa2 malah makin ngeberantakin "

Atau hal yang senada lainnya seperti di atas..

Terlihat sepele sih, tapi ternyata gitu2 itu bisa membangkitkan semangat 45 loh!! Para ilmuwan (khususnya di bidang kejiwaan) bilang bahwa dengan memberikan re-inforcement positif itu bisa mengurangi timbulnya ketidak percayaan dalam diri (ga pede) yang kalau dibiarkan berlarut2 bisa menyebabkan gangguan kejiwaan yang disebut harga diri rendah..

Weh... kok jadi kuliah gini sih..


Lanjut ah,


Kalau yang tadi kan kata buku dan kata para ilmuwan. Bagaimana kah kalau katanya Rasulullah Saw??

Salah seorang sahabat Na bilang, Rasulullah Saw melarang para sahabatnya saling memuji karena amalan yang mereka lakukan. Khawatir amalan yang awalnya mereka lakukan dengan ikhlas lalu karena dipuji berubah menjadi riya' dan besar kepala

Pikir dipikir, benarlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah Saw tersebut.
Na mengakui bahwa kalau ada orang yang memuji Na karna amalan yang Na lakukan, rasanya hidungku jadi kembang kempis dan... " uwoogh.. aku dipuji!! " dan lama kelamaan akhirnya tujuan Na jadi melenceng pesat, yang awalnya semata2 pengen dapet pahala dan ridho-Nya Allah.. berubah menjadi pengen dapet pujian.. (Ya Allah.. maafkan aku.. TT___TT)

Teringat pula dengan kisahnya salah seorang artis yang pernah terjun di dunia dakwah (yang kini sudah almarhum -semoga Allah melapangkan kuburnya..amiin ya Allah). Beliau pernah bilang katanya seorang artis kalau sudah naik ke atas panggung, rasanya untuk mendapatkan tepuk tangan dan pujian dari penonton itu adalah hal yang paling utama. Seolah2 tak adalagi tujuan yang lain selain mendapatkan pujian dari mereka..

Astaghfirullah.. apa iya kita sebegitu haus akan pujian manusia ya.. ?


Lalu, gimana caranya biar kita bisa terus bersemangat dalam melakukan amalan2 ibadah tanpa harus dipuji?

Don't worry be happy teman~

Ternyata, dengan membaca kisah2nya para anbiyaa' dan para sahabat itulah yang bisa membangkitkan semangat kita dalam beribadah. Keliatannya sih emang berat dan susah.. tapi dah pernah nyoba belum? dicoba aja.. dan buktikan manfaatnya! (kok kaya lagi jualan gini..)

Biasanya orang2 alim yang sudah sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya, dengan membaca kisah2 para anbiyaa' dan para sahabat bisa menggugah semangat mereka dalam beribadah. Perjuangan2 para anbiyaa' dan para sahabatlah yang membakar semangat mereka

Itu kan mereka yang udah alim..

Kalo yang masih cupu model saya? haaaw.... ???


Kalau bagi Na sendiri yang masih dalam tahap perbaikan begini, paling senang saat mengetahui bahwa banyak pahala yang 'terpendam' dibalik tiap2 amalan ibadah yang bisa kita lakukan. Kesenangan tersebutlah yang membuat Na jadi bersemangat dalam beribadah. Contoh kecil misalnya mengucapkan salam. Ketika Na mengetahui bahwa dengan mengucapkan salam dengan lengkap bisa 'berbuah' 30 pahala... uwawww.. ini sama saja seperti kita yang lagi asik tidur dan bangun2 sudah ada duren disamping kita!! (mencoba tidak membenci duren...). Hal inilah yang membuat Na jadi bersemangat untuk mengucapkan salam dengan lengkap (walau sampai kini kadang lengkap kadang ngga..hee..)

Inilah yang dimaksud dengan keutamaan dalam beramal/beribadah (fadhilah amal). Dengan mengetahui keutamaan2 di tiap2 amalan ibadah ternyata bisa membuat kita tergerak dan bersemangat dalam melaksanakan ibadah. Jadi, tanpa dikasih pujian pun kita masih bisa bersemangat

Tapi tunggu duluuw kawaan..~

Setan senantiasa 'menggelitik' hati kita. Apalagi kita2 yang masih lemah iman gini. Heung.. lumayan jadi sasaran empuk baginya..

But, once again.. don wori bi hepi mai pren~

Kata Rasulullah Saw, ketika setan datang menghampiri hati kita dan membelokkan niat kita, buru2 beristighfar sebanyak2nya dan ucapkan, " Laa haula wa Laa quwwata Illa billah " [ Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah ], maka setan pun akan segera menjauhi kita.. insya Allah


Na jadi membayangkan,

Tentunya Allah amat mencintai hamba2-Nya yang 'pintar'. Pintar dalam artian agama maksud Na. Hamba2-Nya yang selalu mengejar2 seluruh amalan demi mendapatkan pujian dari-Nya, demi mendapatkan kasih sayang-Nya, demi mendapatkan perhatian-Nya dan demi mendapatkan ridho-Nya. Bahkan bukan hanya itu saja, tetapi Allah sudah menyiapkan 'hadiah' bagi hamba2-Nya yang Ia cinta. Yaitu kenikmatan yang selamanya abadi ketika sudah berada dalam surga-Nya..

Subhanallah..

kalau dah begini, apa ada gitu yang mau nolak?




Semoga kita termasuk hamba2-Nya yang Ia cintai..

Amiin ya Allah..




Jadi,

Yuk kita sama2 berlomba2 dalam beribadah !!

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comment (1)

yuuug mariii... :D