Label: , , ,

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(QS. Yunus: 107)


Belakangan ini Na merasa semakin terombang-ambing dengan perasaan Na. Lagi-lagi perasaan ini 'bermain' dengan senangnya. Tentunya bukan si hati-lah yang sedang 'bermain' melainkan Allah telah berkehendak agar Na merasa seperti itu.

Tak bisa ditutup-tutupi, tapi memang Na akui.. paling ngga enak kalau memikirkan masalah 'perasaan'. Ntah kenapa tak ada ujungnya dan mentok2 Na akan menangis TT____TT

Semalam saat tak bisa tidur, tiba-tiba saja teringat dengan beberapa ayat Al-Qur'an yang menyebutkan tentang kehendak Allah dan salah satunya adalah surat Yunus ayat 107 (di atas). Allah sudah berkehendak membuat Na ga bisa tidur, Allah juga sudah berkehendak supaya Na merenung.. dan Allah juga sudah berkehendak membuat saya tidak mau sahur (Ya Allah, maafkan aku TT____TT)

Segala kebaikan dan keburukan yang terjadi padaku adalah sesuai kehendak Allah. Tidak hanya padaku, tetapi kepada seluruh makhluk ciptaan Allah.

Seharusnya apa yang Allah kehendaki untuk Na, itulah yang terbaik untuk Na dan Na wajib menerimanya dengan ikhlas. Tapi sering kali 'hati' ini dihinggapi setan, sehingga Na sering didatangi oleh 'penyakit hati'. Tidak jarang Na merasa apa yang dikehendaki Allah tidak sesuai dengan kehendak atau keinginan Na. Ya Allah, maafkanlah hamba..

Sesungguhnya Na merasa hina sekali saat melihat 'kenyataan' yang harus Na jalani terasa pahit karena tidak sesuai dengan keinginan.. kehendak.. logika.. perasaan.. dan bumbu-bumbu lainnya, yang sebenarnya inilah yang membuat hati Na semakin 'mati'.

Na jadi berpikir, apakah semua orang mengetahui bahwa apa-apa yang terjadi dalam kehidupan ini tak pernah luput dari kehendak Allah? dan apakah mereka menerima akan kehendak Allah tersebut? bagaimana cara mereka menerimanya? dengan ikhlas-kah? dengan marah-marah-kah? atau dengan penuh tanya seperti saya sekarang??

Kehendak Allah turun kepada siapa saja tanpa terkecuali. Baik itu berupa kebaikan atau kemudharatan (keburukan). Tanpa pandang bulu, Allah langsung berkehendak. Bisa jadi seorang pemabuk berat dan penjudi adalah yang dikehendaki Allah untuk diberikan hidayah-Nya sehingga saat adzan ashar berkumandang, ada seseorang yang mengajaknya untuk datang ke masjid dan tanpa ba-bi-bu, ia pun ikut datang ke masjid bersamanya untuk shalat berjamaah dan tidak berapa lama setelah si pemabuk ini bertaubat, Allah berkehendak untuk bertemu dengannya sehingga ia wafat dalam keadaan husnul khatimah. Atau seseorang yang sangat alim dimana seluruh hidupnya ia gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, adalah yang dikehendaki Allah untuk dicabut hidayah-Nya darinya sehingga sengaja ia tidak menundukkan pandangan pada wanita yang bukan muhrimnya dan saat itu pula Allah berkehendak ada motor yang melintas didepannya sehingga ia wafat dalam keadaan suul khatimah. Na'udzubillah.. semoga Allah senantiasa melindungi kita dari perbuatan2 yang membuat-Nya murka..

Inilah yang ntah kenapa (atau tepatnya, kehendak Allah) terus menerus berada di dalam otak Na. Sampai sesak memikirkan hal ini. Bagaimana tidak sesak, semuanya adalah atas kehendak Allah, tidak ada campur tangan siapapun. Tak ada yang bisa menolak!

Masya Allah.. Masya Allah..

Apa yang Na tulis disini pun adalah kehendak Allah ya..

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)