Label: , , ,

belakangan ini, kenapa Na jadi sering berpikir ya?


Ada yang tau surat At-Tiin? atau hapal dengan surat tersebut?

Beberapa bulan yang lalu, saat Allah memberikan Na ujian yang lumayan dahsyat bagi Na, ntah mengapa tiba-tiba saja surat At-Tiin menjadi salah satu surat favorit saya. Sebenarnya sih karena di bagian akhir surat ada ayat yang mengatakan, " Bukankah Allah adalah hakim yang seadil-adilnya? "

Sedikit ngga nyambung dengan pengertian secara menyeluruh dari surat At-Tiin dan kebetulan memang Na masih bodoh untuk memahami makna tiap-tiap ayat Allah. Na mengira surat itu bisa dijadikan 'tameng' saat Na merasa disakiti oleh orang lain (ahaha.. paham yang aneh). Ketika ujian itu datang, dimana Na benar-benar merasa tersakiti oleh seseorang.. Na ga tau lagi harus bagaimana, akhirnya Na 'comot' aja salah satu surat Al-Qur'an untuk meredakan hatiku yang sakit itu (hiks..). Lagi-lagi dengan kebodohan yang luar biasa ini, Na menganggap bahwa arti dari ayat " Bukankah Allah adalah hakim yang seadil-adilnya? " tak lain adalah Allah adalah hakim yang paling adil. Saat Na merasa tersakiti itu, Na ga bisa membalas rasa sakit yang Na derita sehingga Na melemparkannya kepada Allah, seolah-olah berkata pada orang itu.. " Biarlah aku disakiti dan aku takkan bisa menghukum-mu karna tindakanmu. Hanya Allah yang bisa menghukum-mu karena Allah adalah hakim yang seadil-adilnya.. "

Setelah dipikir-pikir lagi, kok Na malah jadi merasa jahat ya sama orang itu? padahal kalau Na ngga merasa disakiti, Allah pasti ngga menghukum orang itu (tapi Na sudah terlanjur berdoa seperti itu.. Ya Allah, ampunilah segala kesalahannya.. ). Eh tapi belum tentu juga ya doa Na didengar Allah.. yah semoga Allah tidak jadi menghukum orang itu.. kasihan.. karena sebenarnya dengan adanya kejadian Na merasa disakiti akhirnya Na berusaha mengembalikan perasaan yang sakit ini pada Allah.

Ga nyambung kan? tapi kejadian ini terus membuat Na berpikir sampai sekarang ^^;

Lalu sekarang, lagi-lagi Na melakukan kegiatan yang sama. Tiba-tiba saja ada ayat yang menjadi favorit dalam bacaan shalat Na. Ada yang tau dengan ayat-ayat terakhir dari surat Al-Baqarah? yang ada arti, " Kami dengar dan kami taat" ??

Saat Na merasa lemah pada beberapa hari yang lalu, tercetuslah keinginan untuk membaca ayat ini dan mengulang-ulangnya dalam bacaan shalat. Na yang lagi merasa bimbang dengan keadaan 'perasaan', rasanya ingin mengungkapkan keluh kesahku lewat ayat itu pada Allah. Sebenarnya sih ingin menyadarkan diri, bahwa saat Na menghadapi kebenaran dan itu datangnya dari Allah dan Rasul-Nya, harusnya Na bersikap " kami dengar dan kami taat". Bukan sebaliknya, " kami dengar tetapi kami tidak taat"

Kalau mau mengungkitnya lagi, sesungguhnya sangat teriris hati ini saat mengetahui bahwa hati ini harusnya diisi hanya oleh Allah dan bukan yang lainnya. Secara gitu, saya hanyalah makhluk bodoh dimana saya belum bisa menata dan me-manage hati saya. Berat rasanya saat mendengar bahwa takkan bisa hati ini jatuh cinta pada Allah jika letak Allah belum di hati. Terus menerus hal-hal yang ga penting lainnya jadi masuk dalam hati saya dan secara tidak disadari tak ada ruang lagi untuk Allah dan Rasul-Nya dalam hati saya.

Saking inginnya memasukkan Allah ke dalam hati ini, terkadang Na suka berantem dengan perasaan Na sendiri. Saat Na merasa sakit hati, seolah-olah ada yang mengingatkan.. " Hey, kalau Allah yang ada di hati.. tentunya Allah takkan merasa sakit hati! sesungguhnya hanya nafsu-lah yang membuatmu sakit hati " dan di sisi lain ada yang mengompori .. " Ya iyalah, wajar aja kalau kamu sakit hati! siapa yg ga sakit hati kalo digituin??? "

Aaaaah.. baik dan buruk nya suka berantem!! Na tau, bukan seperti inilah yang seharusnya terjadi. Jika Na bisa mengaplikasikan arti " kami dengar dan kami taat", sudah tak ada lagi perdebatan dalam hati Na saat mengetahui akan kewajiban-kewajiban, larangan, sunnah-sunnah dan semuanya yang berasal dari Allah dan Rasulullah SAW. Tak ada lagi kata 'tapi' saat mengetahui kebenaran.. dan kebenaran bukanlah sesuatu yang pahit, karena Allah SWT sudah mengkondisikan sebaik mungkin bahwa kebenaran itu adalah hal yang paling baik bagi makhluk-Nya


Masya Allah.. Masya Allah..

Mungkin Allah menginginkan Na agar lebih peka lagi terhadap keadaan sekitar. Dan mungkin Allah menginginkan agar Na lebih mengasah otak ini agar senantiasa berpikir..

Ya Allah, berilah kami ilmu yang baik dan paham yang benar..


kalau masalah 'sepele' begini aja sudah pusing
bagaimana dengan Baginda Rasulullah SAW yang memikirkan seluruh umatnya ya?

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (4)

baginda rasul kan memang luar biasa :D

betul banget mba! dan sekarang kita juga harus belajar seperti beliau.. belajar cara berpikir dan risau seperti Rasulullah SAW :D

wooh.. ternyata 'mereka' juga sering berantem di Na yah.. he he

ayo berpikir..berpikir..dan berpikir....

......

......
......

he-eh,makanya saat cerita hal yg sama, na rada ngerti sama perasaan mari ^^ (dan kukira semua orang juga suka berantem loh si 'mereka' itu..hihihi)

semoga Allah meringankan 'beban' apa2 yang dipikirkan mari..

Amiin ya Allah :D