Label: , , , , ,

sebelum dibaca, saya beri peringatan terlebih dahulu..
tulisan dibawah hanya lah tulisan 'oleh-oleh' perjalanan saya dari Bandung..
jadi ga begitu bermanfaat kalau mau dibaca ^^;;


Alhamdulillah, hari sabtu kemarin (13 Desember 2008) Na beserta keluarga (Uni-suami&anak; ade'ku, saudariku&abangnya) pergi jalan-jalan ke daerah pelosok di sekitar selatan Bandung. Niatan awal yaitu pergi ke kawah putih, silaturahmi dengan saudaranya Papah yang ada di Bandung, habis itu langsung ikutan acara matsuri di Ciwalk). Karena akan pergi seharian, kami harus berangkat pagi-pagi (sekaligus menghindari kemacetan) dan jadilah kami berangkat dari Jakarta menuju Bandung sekitar pukul 05.30 a.m

[ mobil yang membawa kami ke Bandung dipenuhi dengan buanyak makanan! dari nasi, mie goreng telur, otak-otak, ikan bilis (?), jeruk, susu, dan ga ketinggalan.. dus aqua.. hihihi..piknik beneran deh ^^; ]


Tempat pemberhentian pertama adalah, kawah putih-Ciwidey (sekitar pukul 09.00 a.m). Subhanallah, hal yang pertama terpikirkan oleh Na adalah.. " Hwiiiiiiiii~~ ini ase alaminya lebih pol dari ase beneraaan!!!!! ". Yap, disana duingiiiinn buanget!!. Alhamdulillah, Na sudah bersedia antisipasi si dingin dengan memakai gamis agak tebal dan memakai jilbab hitam supaya bisa menyerap panas (jadi ga usah pake jaket lagi..hehe)

Saat melirik jam hape.. waaaagh.. hape-ku lowbaaat!!! (keadaan yang kurang disukai TT___TT). Alhasil hapeku harus ku-mati-hidupkan supaya menyisakan sedikit baterei untuk foto-foto pemandangan. Dan hanya ini foto yang bisa ku-jepret dari hapeku ini..




Ini bukanlah kawah pertama yang Na kunjungi, melainkan kawah kedua. Kawah pertama yang Na kunjungi adalah kawah Ratu (tepatnya di daerah Bogor, ntah dimananya Bogor). Jadi saat melihat si kawah ga begitu takjub lagi. Cuma ada satu hal yang buat Na terkesima, yaitu.. air yang ada di kawah tersebut. Warna nya hijau tosca (beginikah tulisannya?). Indah sekali.. Na sampai membayangkan, apakah telaga air Rasulullah SAW seperti ini ya? ah.. pastinya lebih indah lagi..

Ketika sedang terkesima dengan hasil ciptaan Allah (sekaligus mengabadikannya ke dalam hape), tidak sengaja Na melihat beberapa orang yang ikut berkunjung ke kawah ini. Sangat disayangkan, kebanyakan dari mereka mengagumi hasil ciptaan Allah dengan tertawa-tawa dan saling bersenda gurau. Na juga melihat beberapa pasang kekasih yang sibuk 'jeprat-jepret' di sini. Sayang ya..

Ah, daripada saya sibuk melihat mereka, lebih baik saya memperhatikan diri saya sendiri yang sudah mulai merasa mual dan pusing karena efek belerang dari si kawah. Setelah puas berfoto-foto, kami pun akhirnya kembali ke mobil.. dan melanjutkan perjalanan~


Tempat pemberhentian kedua adalah, penangkaran rusa (sekitar pukul 10.45 a.m). Tempatnya ga begitu jauh dari kawah putih. Dari nama tempatnya, Na mengira rusa yang dirawat ada banyaak dan berseliweran (ntah mengapa anggapan Na seperti ke kebun binatang). Padahal nyatanya, rusa-rusa itu hanya ada lima ekor. Empat jantan dan satu betina (disini Na baru menyadari bahwa kalau rusa jantan itu bertanduk sedangkan yang betina tak bertanduk..ahahaa...bodohnya saya TT___TT). Tempat penangkarannya besar deh, tapi entah kenapa, para rusa hanya mau duduk berdiam diri jauh dari tempat kami melihat (untuk melihat para rusa, kami diminta untuk naik ke atas panggung yang atapnya rendah sekali, sampai ada yang kejeduk ^^; )




Subhanallah, baru kali itu Na melihat rupa rusa liar. Yang jantan (dan sepertinya ia adalah ketua dari grup rusa-rusa itu) tanduknya besaaar dan tinggi sekali. Badannya tegap dan terlihat sangat berwibawa. Mata kami sempat saling beradu. Saat saling beradu, Na berpikir dan bertanya dalam hati.. ' Pak rusa, apakah saat ini bapak lagi bertasbih memuji Allah? ajarkan saya pak.. '

Ya, ketika Na mengetahui bahwa alam semesta ini juga bertasbih memuji Allah, Na hanya bisa berdiam diri dan memikirkan bagaimana cara mereka bertasbih. Jadi teringat dengan kisah Aisyah r.a yang ingin menjadi batu karena ia mengetahui bahwa bahkan batu yang makhluk mati pun senantiasa bertasbih memuji Allah..

Karena hati saya dan hati pak rusa belum bersatu, akhirnya kami ga saling bertaut (ya iyalah Na..ngaco ah). Setelah puas bertatap-tatap ria dengan para rusa dan mengabadikan pemandangan sekitar ke dalam kamera hape, kami melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lainnya~

Pemberhentian ketiga adalah Situ Patenggang (sekitar pukul 11.00 a.m). Jalanan menuju Situ Patenggang dipenuhi dengan hamparan hijau kebun teh. Subhanallah, lagi-lagi dibuat takjub dengan hasil ciptaan Allah. Perkebunan teh nya cantik sekali. Tersusun rapi dan kalau dilihat lagi.. seperti permadani rumput yang dibentangkan Allah di gunung-gunung itu. Saat memandanginya, lagi-lagi pikiranku melalang buana.. Na jadi memikirkan, bagaimana kah bentuk permadani yang disediakan Allah untuk para penghuni surga? tentunya jauh lebih indah dari 'permadani' yang kulihat itu ya..
Sesampainya di Situ Patenggang, kami tak bisa turun karna hujan turun agak lebat. Kami hanya bisa melepas lelah sejenak di dalam mobil sambil menikmati bandrek yang sangat amat menohok itu. Subhanallah... bandrek yang kusruput benar-benar pedes dan membuat air mataku berlinang menahan pedesnya (FYI, ternyata campuran bandrek itu ada merica nya juga loh.. pantesan pedes TT__TT)

Saat meminum bandrek, tercetus pikiran.. kenapa orang-orang yang ada di gunung (maksud Na orang luar Negeri) lebih menyukai alkohol sebagai penghangat badan daripada bandrek ya? eh..tapi kan mereka ga tau bandrek ya.. hmm... ternyata pikiran saya masih ngaco juga..
Karena pikiranku sangat amat tertuju pada bandrek, akhirnya pemandangan di situ patenggang berlalu begitu saja.. (hiks.. maaf ya TT___TT)

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Kami harus bergegas kembali sekaligus mencari tempat peristirahatan yang nyaman (sekalian melaksanakan shalat dzuhur). Akhirnya pemberhentian ke empat adalah ke kampung Pago. Disini.. Allah berkehendak agar saya bertemu dengan salah satu buah yang amat... amat.. ntahlah.. pokoknya yang paling amat! tak lain ia adalah... buah durian..


oh duren..mengapa kau begitu membuatku..


Saking kagetnya (padahal belum turun mobil, baru lihat dari jendela), Na sudah berteriak ngga jelas.. 'U..Uaaa.. i..itu...d..du..reen..' dan.. karena seisi mobil adalah pecinta duren, seketika turun dari mobil mereka bergegas mencari pohon tersebut dan langsung berfoto-foto ria bersama si pohon duren.. hii...saya hanya mampu senyum menyeringis saat ditawari foto bersama si duren

Sehabis shalat dan makan, kami melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Tapi nyangkut dulu ke toko brownies dan rumah baju (eh..kok kayanya ada yg salah..apa ya..). Oh iya, ada adegan unik dan luar biasa saat di rumah ini. Saya dan Mari 'diguyur' sama dua bocah laki-laki yang asik 'ngobak' di kolam ikan. Ahahahaha.. ntahlah.. sepertinya ini kesalahan saya yang melarang mereka memberi makan ikan yang ada di kolam dengan daun ^^; (maaf ya Ri, jadi ikutan disiram juga TT___TT)

Sekitar pukul 17.00 kami pamitan dengan Bandung menuju Jakarta. Selama perjalanan pulang, kepalaku mulai berdenyut hebat lagi. Berniat mengalihkan perhatian dengan rasa sakit itu, aku lihat pemandangan sekeliling yang mulai gelap. Langit pun mulai menghitam dan hujan mulai turun dengan deras...

Awalnya sih biasa aja, tapi saat aku bergumam.. ' Ya Allah, aku takut Engkau murka...'

Jusssssssssssss....

Ga diluar doang yang hujan tapi di dalam juga ikut hujan..

Ntahlah, saat melihat langit yang hitam dan pemandangan yang gelap karena hari sudah malam.. aku jadi terbayang saat hari kiamat datang. Nangisnya karena takut saat itu benar-benar terjadi kiamat sedangkan kami belum menunaikan shalat maghrib (sedangkan waktu maghrib sudah berlalu dan kami masih belum menemukan tempat untuk shalat)

Alhamdulillah.. Allah masih mengizinkan kami untuk melaksanakan shalat maghrib di salah satu tempat pemberhentian tol Bandung - Jakarta

Sekitar pukul 20.00 malam kami sampai di rumah dengan selamat~

Begitulah perjalanan kami,

Ternyata, Na harus pandai-pandai lagi melihat alam sekitar. Ga hanya sekedar untuk dinikmati aja.. tetapi lebih memaknai arti betapa Allah sungguh mencintai manusia karena sudah menciptakan alam semesta ini untuk kita.. mungkin dengan begitu.. jadi hamba Allah yang pandai bersyukur.. insya Allah.. amiin ya Allah


bagi yang membaca, Na mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tulisannya lompat kesana kemari tak ada arahan.. maklum.. masih pemula kl nulis kisah perjalanan ^^;



Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)