Label: , , ,


rasanya berat untuk melihat lima tahun itu menjadi tumpukan kertas..
for all those years.. this is the time to say..
good bye~


Salah satu keadaan yang Na sukai sekaligus tidak terlalu menyukainya adalah memasukkan barang2 yang sudah tak terpakai ke dalam dus2 dan ditumpuk untuk dikasih ke orang yang membutuhkan (baca: tukang kardus/kertas/apa pun itu). Suka nya karena saya suka bersih2, kurang menyukainya karna kalau lagi bersih2 muka saya jadi gatel2~

Pagi ini Na mulai membongkar dan menyusun kembali buku2 dan diktat2 masa penjajahan doeloe (aih..berlebihan sekali sayaa~). Dari jamannya Na masih jadi anak maba (mahasiswa baru) sampe terakhir jadi tukang rawat di rumah sakit pendidikan.. wuih, ternyata.. tumpukannya jadi segambreng nan menggunung! Satu persatu Na susun lagi untuk dimasukkan kedalam box besar (karena saya belum tega untuk membuang 'kertas2' itu). Subhanallah.. dari kertas2 inilah Na akhirnya bisa jadi lulusan perawat (yang saat ini sedang 'berdiam' diri dirumah :D ). Saking terpesonanya sama 'kertas2' itu, mata ini sempat buram.. habis, ditiap buku dan diktat itu ada kenangannya. Kebetulan Na ini orang yang sering corat-coret dimana2, jadi kebanyakan buku2 dan diktat Na itu ada sisa jejak coretannya ^^;

Saat melihat coretan2 itu, Na jadi flash back ke masa jadul. Masa dimana Na sering sekali berceloteh betapa bosannya mendengar dosen sedang menerangkan kuliah.. betapa laparnya perut saya sehingga suara 'perut' saya ikut berceloteh.. oh, ada juga loh tulisan2 dari temen2 sebelah saya. Dulu, pernah main surat2-an ga sama temen sebangkunya? Yap, kebanyakan isi diktat saya itu juga dipenuhi sama tulisan surat2-an itu.. ahahaha~ sudah gitu isi suratnya ga penting juga, malah nulis, "Eh, ga ngerti nih si Ibu ngomong apaan.. " "Sama, dah gitu perut keroncongan banget..makin ngga ngerti deh.." dan bla bla bla bla.. tiba2 tulisan celoteh kami jadi diktat.. hihihihi, diktat dalam diktat deh :D

Jadi ingat, kalau lagi mau ujian biasanya Na dan temen2 sibuk ngumpulin diktat2. Pokoknya semuanya harus ada tanpa terkecuali (padahal dibaca semua juga ngga), tapi hanya merasa 'aman' aja kl punya semua diktat. Lalu malamnya, suasana kamar yang tenang dan rapi berubah jadi suasana perang dunia ke-empat. Semua diktat digelar kaya mau jualan. Dah ga ada lagi ruangan untuk berpijak. Padahal, lagi-lagi ga semua diktat itu terbaca. Yang penting digelar deh! ahaha.. hebat bener ya saya..

Oh iya, akhirnya Na menemukan buku gambar Na yang dulu! (Na dulu sangat suka menggambar..walaupun gambarnya masih acakadut sih). Huaaa.. rindu sekali dengan gambar2 itu. Kebanyakan gambarnya seperti gambar anime2-an dan chibi2. Setelah diperhatikan lagi, ternyata dulu Na sangat suka menggambarkan kejadian atau perasaan itu lewat gambar. Seolah2 buku gambar itu jadi diary. Tiap gambar pasti ada keterangannya. Dan kebanyakan keterangannya itu tentang.. duh, malu.. tentang orang yang disukainya.. hihihi

Lalu, Na juga menemukan setumpuk kertas hasil riset Na. Ya Allah.. buanyak banget kertasnya!! dan sekarang mau ga mau dikasih ke pemulung agar bisa mereka gunakan lagi (aaah, padahal dulu ngerjain riset itu sampe tumpah air mata inii TT__TT). Seandainya kertas2 itu bisa bicara mungkin mereka akan berkata, " Heeey.. kau sudah banyak mengeluarkan uang, tenaga dan pikiran untuk menghasilkan saya! sekarang saya hanya jadi sampah begini??!!"

Hiks.. maafkan aku kertas..

Setelah dipikir2 lagi, Na jadi merasa boros sekali. Selama lima tahun Na sekolah menggunakan uang Mamah-Papah untuk membeli buku2 dan kertas2, dan sekarang berakhir pada tukang pemulung?? Na ga tau apakah tindakan 'membuang' ini benar atau salah, abis mau diapain lagi? kalaupun disimpan cuma bikin sumpek rumah (dibaca pun juga ngga), bukannya lebih baik dikasih ke mereka yang membutuhkan?

Tapi gimana ya perasaan Na saat melihat kertas yang digunakan untuk membungkus nasi uduk atau gorengan bertuliskan, " Nama: Marina Eliza, Judul riset: Perbandingan..blablablabla.. "
Rada malu dan sedih kali ya.. (mungkin saat mengetahui bahwa kertas yg dijadikan pembungkus itu adalah dari saya, saya akan bilang ke Ibu penjualnya.. "Bu..bu.. ini kan kertas saya yang dulu..nih ada nama saya.." )

Memang, di dunia ini ga ada yang bisa kita miliki.. terkecuali ilmu yang berguna kali ya :D

Yah, tak apalah hasil lima tahun itu harus diberikan pada tukang pemulung. Semoga bisa menjadi manfaat bagi mereka, insya Allah. Dan, semoga ilmu yang sudah Na dapat selama lima tahun kemarin tak berakhir di recycle bin, karna katanya di akhirat nanti.. Allah akan meminta pertanggung jawaban akan ilmu yang didapat di dunia

Dadaah kertas.. terimakasih sudah mau menjadi temanku yang setia ^__^


Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah..
ternyata saya sudah banyak diberikan ilmu yang bermanfaat! Semoga ilmu ini bisa saya gunakan untuk kepentingan di dunia dan akhirat nanti.. amiin ya Allah


Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (2)

hehehe.. aku masih ada nih na buku 'surat-surat'an sama temen sbangku, klo nostalgia lucu banget (apalagi ngobrolin gebetan masing2, hala hala..) jadi gak tega buangnya, tapi entah kenapa klo buku2 pelajaran tega bener di singkirkan dengan cepat (ngasih ke pemulung) -_-a

baru-baru ini baru merasa ilmu baru itu baru penting (loh..)

dulu sempat ingin punya 'time capsule' kaya di dorama2. trus masukkin deh surat2-an yg ama tmn sbangku..tapi itu cuma jadi andai2-an doang ^^;

kl lagi nostalgia dgn surat2 itu,seneng ya..ternyata dulu pernah terjadi hal seperti itu :D