Label: , , , ,

Beberapa hari yang lalu, terjadilah suatu percakapan antara saya dan saudari saya yang sedang membahas hubungan penyakit dengan jilbab (kebetulan saya sempat mengintip blog seseorang yang membahas mengenai hal yang sama). Tiba2 saja, saya asik menyerocos tanpa berhenti dan nyambung2 kearah.. bagaimana cara memilih jilbab yang baik?

Setelah dipikir-pikir lagi, rasanya saya jadi ingin berbagi dengan temen2 (baik itu yang sudah berjilbab ataupun berkeinginan untuk memakainya -amiin ya Allah-), bagaimana cara memilih jilbab yang baik. Alhamdulillah.. saya sudah berjilbab selama berpuluh2 tahun (sampai sekarang, insya Allah) dan berbagai jenis jilbab sudah saya 'icip' hingga akhirnya saya menentukan.. yap.. this is the best jilbab for me, insya Allah.

Sebelum membaca lebih lanjut, perlu diketahui bahwa tulisan dibawah ini hanyalah hasil pemikiran saya saja ya.. sehingga ga menutup kemungkinan apa yang teman2 pikirkan jauh lebih baik dari pada hasil pemikiran saya ini :D

Yak, dimulai saja ya.. daripada Na makin ngomong ga jelas lagi.. (hehehhe..)

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Biasanya untuk para pemula (para akhwat yang belum berjilbab) memulai langkah mereka dengan menggunakan jilbab yang instan (baca: bergo). Hmm.. udah banyak kok contohnya. Ituloh, jilbab yang langsung pakai. Tinggal 'SET', masuk deh kepala dan menutupi aurat kita bagian kepala. Nah, dulu saya memulai langkah saya dengan bergo yang mini (yang hanya menutupi leher saya). Tentu ini bukanlah jilbab yang baik. Kenapa? soalnya, jilbab yang baik itu adalah jilbab yang menutupi dada.

"Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung"
(QS: An-Nur:31)

Kalau memakai bergo yang hanya menutupi leher, tandanya kita belum memakai jilbab yang baik. Walaupun baru pemula, kurang baik menjadikan alasan "ah, aku kan baru mulai pake jilbab..masa dah pake yg gede2? masih ga betah nih..". Ow..ow.. daripada sama juga bolong kan lebih baik pakai yang gondrong (haaaa... apa sih naaaa~~ ). Maaf..maaf, maksud saya.. tidak sedikit akhwat pemula yang memakai bergo mini yang mengetahui bahwa sebenarnya jilbab yang ia gunakan belumlah sesuai perintah Allah. Jadi, daripada tetap memakai bergo mini karna merasa masih pemula, mengapa tak langsung yang memakai bergo yang panjangnya menutupi dada? kan seperti itu yang disayang Allah, insya Allah :D

Ada pengalaman aneh saya bersama si bergo mini ini. Karena terlalu pendek, saat saya lagi jalan tiba2 ada angin kencang menerpa saya dan membuat bergo saya 'lari' dari kepala saya. Beruntunglah ada abang saya yang berdiri disamping saya sehingga ia sigap menarik dan membetulkan bergo saya yang keluar sambil berkata..

" Makanya.. pake jilbab yang bener.. angin aja ampe gatel pengen nerbangin ini jilbab... "
[ahahaha..iya bang... pendek banget sih ya... T___T )

Nah, itu masalah panjangnya jilbab instan. Terserah teman2, mau pakai yang menutupi dada (eh, benar2 menutupi dada ya.. bukan cuma setengahnya ^^) atau mau pakai yang sampai menutupi perut atau bahkan sampai lutut (subhanallah, benar2 tertutupi secara sempurna deh!). Sekarang kita lanjut ke jilbab persegi. Ada yang tau? ituloh.. jilbab yang biasanya dipakai dengan peniti dan pentul dimana2 ^^

Kenapa dibilang jilbab persegi (jilbab segi empat), karna dilihat dari bentuknya yang persegi empat. Saya mulai memakai jilbab persegi saat duduk dibangku SMA. Biasanya jilbab persegi dipakai untuk acara2 formal (ke sekolah, kantor, kuliah..dsb). Nah, ga hanya si bergo aja yang punya banyak macamnya. Si jilbab persegi-pun juga begitu loh. Kalau di bergo ada bergo mini (yg hanya menutupi leher), di jilbab persegi ada jilbab gaul (yang jilbabnya dipuntir2 pada bagian leher). Saya pun pernah 'icip' akan jilbab gaul ini. Rasanya.. leher saya kaya kecekek.. sesek napas dan geli banget. Sudah gitu saya pun ga bebas bergerak karna seolah2 saya lagi menggunakan collar neck (alat untuk menyangga leher pada pasien yg mengalami patah leher).

Merasa ga nyaman pakai jilbab gaul, akhirnya saya pakai jilbab persegi dengan model biasa aja. Kalau kata Mamah, jilbab yang memakan banyak peniti (karna memang banyak butuh peniti ^^). But don't worry be happy, sekarang sudah ada jilbab persegi yang ngga pakai peniti. Jadi jilbabnya sudah dibentuk dengan manis sehingga kalau kita mau pakai tinggal masukkan saja kepala kita kedalamnya. Hampir mirip dengan bergo juga tapi biasanya ini lebih panjang ^^

Itu sekilas tentang bergo dan jilbab persegi. Sekarang mengenai bahannya. Jangan salah, untuk memakai jilbab yang baik, kita harus pandai juga dalam memilih bahannya loh. Ingat, bahan jilbab kita harus yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk tubuh. Karna kalau pake jilbab yang tipis, selain ini dilarang Allah.. membuat si angin juga gatel untuk menerbangkannya!! (hehehehe). Lalu jilbab yang tidak membentuk tubuh. Hmm.. apa ya nama bahannya, ada tuh.. tapi saya lupa. Bahannya seperti karet. Biasanya untuk bahan2 bergo. Jadi kalau ada bergo yang menutupi dada tetapi bahannya dari bahan ini, secara tidak sengaja bahan itu jadi membentuk badan kita (believe me.. aku pernah merasakannya T___T ).

Sebaiknya pilihlah bergo yang dari bahan kaos. Selain mudah menyerap keringat, ia ngga membentuk tubuh kita kok, insya Allah. (asal beli bergo-nya bukan yang sempit ya..kl ini mah sama aja bolong lagi dong..). Ada juga bergo yang berasal dari bahan bukan kaos, biasanya dipakai sama akhwat2 yang jilbabnya sudah lebar2 dan panjang ^^ Kalau untuk jilbab persegi, biasanya ia berasal dari bahan2 katun atau sejenisnya.

Oh iya, harap diingat. Tidaklah benar kalau ada akhwat yang memakai jilbab lalu jadi ketombean atau jadi bau rambutnya dan yang disalahkan adalah si jilbabnya. Jangan salahkan benda mati, salahkan diri kita sendiri. Tandanya kita masih belum pandai bagaimana memakai jilbab yang baik. Hal ini sering (banget) terjadi. Ada akhwat baru pakai jilbab lalu dia jadi ketombean..eh malah nyesel pake jilbab karna sebelum pake jilbab dia ga pernah ketombean. Atau ada akhwat baru berjilbab dan semenjak berjilbab jadi sakit2an sehingga banyak yg menyalahkan jilbabnya.

Astaghfirullah..

Allah SWT tidak akan meminta kita untuk menutupi aurat kita dengan jilbab jika dengan berjilbab akan merugikan diri kita sendiri.

Keringkanlah rambut terlebih dahulu jika kita baru selesai keramas, jangan memaksa kecuali dalam keadaan tersedak (eh..terdesak). Tidak sedikit akhwat yang malas mengeringkan rambutnya sehabis keramas (termasuk saya) dan langsung memakai jilbab untuk pergi dalam jangka waktu yang lama. Alhasil rambut yang masih basah ini bercampur dengan keringat kita. Inilah pencetus timbulnya ketombe, rambut bau atau yang lainnya. (see..bukan salah jilbabnya kaan..)
Kalau rambut sudah kering, rapihkan dan ikatlah rambut itu (bagi yg berambut panjang) tapi jangan terlalu kencang ya, supaya tidak membuat kepala kita menjadi sakit. Lalu, baru deh pake jilbabnya. Insya Allah kalau begini caranya, takkan ada lagi ketombe atau rambut bau (selama syarat dan ketentuan yang lainnya tetap dilaksanakan ya)

Itu untuk masalah penyakit yang berhubungan dengan rambut. Bagaimana dengan penyakit2 yang lainnya? ayo pelan2 ditelaah lebih lanjut.. benarkah si jilbab yang jadi penyebabnya?
Banyak yang bilang dengan berjilbab kita jadi terbungkus dan otak seperti kekurangan oksigen. Kalau terbungkus ya emang bener terbungkus, tapi kalau otak kekurangan oksigen? heung... saya ragu akan hal ini.

Sepahaman saya, oksigen dalam tubuh itu dibawa oleh darah. Jadi selama darah dalam tubuh kita masih mengalir dengan 'tenang' maka takkan ada istilah otak kekurangan oksigen karena kepala terbungkus lama oleh jilbab. Ada yang merasa sesak napas karena jilbab? lihat lagi, jilbab seperti apa yang kita pakai? jilbab yang 'nyekek' leher atau jilbab yg lebar? kalau jilbab yang 'nyekek' tentulah kita merasa sesak napas. Atau bisa lagi diintip, bagaimana cara kita memakai peniti dibagian leher. Terlalu ketat kah? Nah, kalau terlalu ketat, bukan salah jilbabnya.. tapi salah kita yang kurang pandai menggunakan jilbabnya ^^

Dan masih banyak lagi 'counterattack' dari saya jika ada yang mengatakan bahwa dengan berjilbab timbul banyak kerugian

Subhanallah, sungguh tidak ada kerugian dibalik makna jilbab ini.. semuanya adalah demi kebaikan kita sendiri..

Alhamdulillah.. akhirnya kesampean juga buat postingan tentang jilbab. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari postingan ini, Insya Allah. Mohon maaf dan maklum karna banyak kekurangan dimana2. Na anjurkan teman2 untuk mengintip Al-Qur'an dan hadits yang membahas mengenai kewajiban berjilbab dan keutamaan dalam berjilbab (eh, ada ngga ya??ahaha..kok jadi ngarang begini...)

Yuk, dipake jilbabnya.. sudah ditunggu2 tuh sama Allah ^___^

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (9)

Kenalaan dunk...
Aku YudHa..
Boleh Kan Kita Kenalan?
^^
aku pengen tanya banyak tentang jilbab..
Bisa Bantu aku kan? ^^
Kalo Bisa Sms ya..
Ke 021-99245543
esia nih..^^

kenalan juga boleeh..
aku ina ^___^

wah, senang kl pengen tau banyak tentang jilbab (kebetulan aku pernah posting tentang jilbab nih)

kalau mau tau banyak tentang jilbab, tanya2 lewat sini (blogku) ajaaah ^^

biar teman2 yg lain juga bisa ikut bantuin mba yudha ^___^

ya :D

Assalamualaykum

Bicara tentang jilbab memang menyenangkan. Apalagi mengingat banyaknya pilihan yang tersedia, bentuk, model, dan bahannya pun bermacam-macam. Semuanya bagus. Namun terkadang, harganya juga tidak bisa di bilang murah untuk semua orang. Kira-kira, punya saran ngga?? Terkadang ada penyebab seorang akhwat belum berjilbab bukan karena belum siap. Tapi karena memang itu juga membutuhkan biaya. Baju panjang, celana panjang, rok maksi, jilbab, ciput, manset, intinya adalah untuk semua atribut itu butuh biaya. Bagaimana mengatasinya supaya hal itu tidakl menjadi masalah??

Terima kasih

wassalamualaykum

wa'alaykumsalam warohmatullahi wabarokaatuh

(aku panggil aizzah ya)

apa yang aizzah risaukan memang sudah terbukti. kebanyakan akhwat2 yg belum berjilbab juga sering kebentur perihal 'biaya' yang harus dikeluarkan saat mereka hijrah (dari yg belum berbusana muslimah menjadi berbusana muslim)


Na akui memang harga jilbab,gamis,dan teman2 lainnya lumayan sedikit mengocek dompet. Apalagi kalau kita belinya yg serba ber-merk..waw..saya aja ga sanggup!
karna itulah, beli saja yg bukan ber-merk tapi bagus kualitasnya. Sudah banyak loh pusat perbelanjaan/toko2 yg menjual atribut muslimah tapi dengan harga yang murah meriah ^^
(apa perlu saya temani agar saya jg punya teman utk berbelanja?? hehe :D )

Satu hal lagi yg penting dan perlu diingat..kalau seandainya hijrahnya kita hanya karna Allah semata, Insya Allah.. Allah akan membantu kita. Yakinlah bahwa Allah akan mempermudah kita untuk membeli atribut2 muslimah itu.

Jika kita menolong agama Allah, yakinlah bahwa Allah pasti akan menolong kita ^__^


semoga ini bisa membantu Aizzah dan teman2, insya Allah :)

Assalamualaikum,
panggil aja aku ami. Insya Allah dalam waktu dekat ini ami berencana memakai jilbab..namun satu yang menjadi sedikit gangguan..kenapa teman teman di kantor selalu berkata sebaiknya menunggu saja dahulu setelah menikah baru memakai jilbab..? ami sedih.. karena teman yg mengatakan itupun adalah teman yang telah berjilbab terlebih dahulu. Sedih rasanya..sepertinya niat ami kali ini mendapatkan ujian. satu hal lagi..ami berniat insya allah awal ramadhan akan menggunakannya, namun bagaimanakah memulainya agar orang di rumah ami dan lingkungan ami nantinya tidak pangling dan tidak mengatakan bahwa ami hanya mengikuti trend saja..? please saran ya mbak..? boleh dikirim ke email ami di ah2he@yahoo.com
banyak yang inigin ami tanyakan mengenai jilbab mbak..
Wassalamualikum

Wa'alaykumsalam warohmatullahi wabarokaatuh,

Subhanallah..lagi sedang berjuang mencari hidayah Allah ya.. semoga Allah beri hidayah yg bercurah2 utk kita semua.. Amiin ya Allah..

Kasusnya mba Ami adalah kasus yg paling sering terjadi nih ^__^

Saranku dari yang masih bodoh ini..
Jauh lebih baik tak usah menunggu untuk berjilbab..karna hidayah Allah itu kan semestinya dicari dan janganlah ditunggu2. Nanti keburu disapa sama malaikat izroil..kan takut..

Laa Tahzan (jgn bersedih..hehe..kaya judul buku aja :p ) Niat yg mendapat ujian, itulah manisnya Iman. Allah sedang menguji betapa besar keinginan mba untuk semata2 hanya mentaati perintah Allah, betapa kuat keinginan mba untuk menjadi muslimah yang baik.. dan betapa besar keyakinan mba pada Allah, bahwa hanya Allah yg bisa menolong mba dalam menghadapi ujian yg Dia berikan ke mba :)

Alhamdulillah,niat mba untuk memakai jilbab sudah terhitung pahala, insya Allah (terlebih lagi jika mba langsung melaksanakan niat itu..hehehe)

Untuk memulainya,
Bolehlah mba Ami mengutarakan keinginan mba pada orang2 rumah. Katakan saja kalau mba Ami ingin memperbaiki diri yaitu dgn memakai jilbab. Atau boleh juga mba ami mulai memancing2 perbincangan di keluarga tentang agama..khususnya masalah jilbab, semisal..

" Pak/Bu..dalam islam..wanita itu wajib pakai jilbab kl dia sudah baligh kan? berarti..aku sudah diwajibkan untuk pakai ya? bagaimana menurut Bapak/Ibu? "

Jika mba Ami tak ingin dikatakan hanya mengikuti trend saja, maka buktikan dgn keistiqamahan mba dalam memakai jilbab sampai selama hidup Mba (pertanda ini bukan trend, kan?)

Tidak lupa,perbanyak sholat dan berdoa utk minta pertolongan dari Allah..karena apapun yg terjadi, semua atas kehendak dari Allah ^__^

Mungkin, ini dulu saran dari saya yg masih bodoh dan lemah.. karena saya pun masih belajar memperbaiki diri, insya Allah..

Semoga bermanfaat ya Mba Ami, insya Allah

Semoga Allah mempermudah langkah mba Ami untuk kembali ke jalan Allah.. amiin ya Allah..

ps: mungkin ada teman2 lain yg ingin memberi saran.. boleh loh ^^

hehehehehe..... mba ina blh manggil akuh septi... hehehe...
btw mba yah? hihihi... aq bru sja memakai jilbab.. hhehehe.. dan sedang brfkir jilbab jenis mcm apa kah yg sesuai dgn drikuh... mohon tunjuk ajar na yah hehehe

salam kenal juga Septi ;)

Alhamdulillah, sudah mulai pakai jilbab yah :D semoga tetap istiqomah.. amiin ya Allah

hehe.. mbak sendiri juga masih lemah sayang, belum pandai benar kalau diminta untuk memberikan 'ajaran' :D

tapi kalau untuk nasihat, jilbab apapun yg Septi pakai tentu akan terlihat sesuai dimata Allah, selama jilbab yg Septi kenakan sesuai dengan syari'at :)

Misalnya seperti yg Mbak tulis di postingan ini

Jilbabnya menutupi dada, bahannya cukup tebal hingga rambut kita tidak bisa diterawang2 kalau kena matahari :D lalu sebaiknya jilbab yg dipakai 'minim' dengan aksesoris (maksudnya jilbabnya nggak nge-jreng gitu.. warna warni.. banyak pola..dsb) karna jilbab kita bukanlah perhiasan yg untuk dilihat orang banyak, melainkan jilbab kita sebagai proteksi diri dari orang banyak :)

kalau Septi mau, boleh search di blog Mbak yg tentang tulisan 'jilbab', insya Allah.. disana ada sedikit pengetahuan mengenai jilbab yang baik dan disukai Allah itu yg seperti apa :)

Jadi, selamat bersuka cita dengan jilbabnya ya ^___^

hehehehe okeh mba makasih yah. okeh septi ntar search "jilbab" makasih bnyk yah mba... ^^