Label: , , , , , , ,

" Hana nggak mau sendirian "
" Kan ada Allah "
" Emang Allah lagi ada disini? kok nggak kelihatan ? "
" iya.. karna kita nggak bisa melihat Allah sekarang, tapi Allah bisa lihat kita sekarang "



Allah Maha Melihat

Beberapa hari yang lalu, saat sedang mengajar anak-anak di musholla mungil itu.. terjadi percakapan yang lagi-lagi membuat Na yang lemah ini makin merasa nggak bermakna dihadapan anak-anak. Diawali dengan adanya keributan yang memang biasa terjadi disana dan selepas itu anak-anak yang habis lari-larian terlihat kuyup sampai seperti orang yang habis wudhu,

" Duh..capek Kak.. " sahut si fulan sambil terengah-engah,

" Lagian kamu sih pake lari-lari.. nanti sampai di rumah ditanyain loh sama Mamah.. kamu di tempat ngaji itu belajar ngaji apa belajar lari " jawabku ketus,

" Yah itu mah gampaaang.. ya tinggal bilang belajar ngaji laaah~ masa bilang belajar lari " jawab si fulan enteng sambil dibarengi suara tawa anak-anak yang lain yang mendengarnya


Ternyata jawaban si fulan di dengar oleh guru yang lain hingga akhirnya Bu guru yang kata-katanya penuh hikmah ini memberikan bayan sebelum kami pulang. Bayannya adalah mengenai tentang iman dan bagaimana membuktikan bahwa kita itu adalah termasuk orang yang beriman. Diantara untaian kata-kata dari beliau yang penuh akan hikmah itu, Na sempat tersentil dengan salah satu perkataan beliau,


" Anak-anak.. Allah Subhanallahu wa ta'ala memiliki salah satu dari 99 nama-Nya yang indah yaitu Allah Maha Melihat, jadi Allah Maha Melihat apa yang kita lakukan saat ini. Mau kita ngumpet di kolong meja, Allah tetap bisa melihat kita. Mau kita ngumpet di kamar yang gelaaaaaaaap sekali, Allah pun juga tetap masih bisa melihat kita. Mau kita disini belajar iqro padahal tadi kita hanya main lari-larian trus sampai rumah kita bohong pada Ayah dan Ibu dengan mengatakan kita belajar iqro dengan baik, Allah tadi sudah melihat apa yang kita lakukan.. jadi mau bohong kaya apapun, nggak akan bisa disembunyikan dari Allah.. karena Allah Maha Melihat. Lalu mungkin kalian bertanya, kok kita nggak bisa lihat Allah? mana Allah? nggak ada tuh? Nah, ucapan ini tidaklah benar. Kita manusia yang lemah ini, tidak bisa melihat Allah tetapi Allah bisa melihat kita. Saat kita sendiri dan tidak ada siapa-siapa disekitar kita, itu bukan berarti kita sendirian.. tetapi ada Allah yang sedang melihat gerak-gerik kita.. ada Allah yang menemani kita. Itulah maksud dari Allah Maha Melihat... "


Subhanallah.. rasanya seperti disiram air sejuk disaat merasakan udara panas

Aku yang mendengar langsung tertunduk malu. Mengingat diri ini sering sekali dilanda rasa 'kesepian'. Padahal aku sudah tau tentang Allah Maha Melihat.. tetapi pada prakteknya.. ah... memalukan sekali... T__T


Anak-anak yang mendengar sebagian ada yang khusyu' dan sebagian lagi -khususnya yang nakal-nakal- sibuk dengan anggota tubuhnya (ntah itu goyang2in badan-lah, toel2 teman sampingnya-lah.. ah... memang dasar anak nakal deh...). Namun diantara mereka, ada satu anak perempuan yang ikut menyampaikan,

" Pandangan Allah kan tidak terbatas ya Bu "

" Iya benar, pandangan Allah tidak terbatas seperti kita.. ", jawab si Ibu




Allah Maha Melihat

Hidup dengan keterbatasan dunia 'dewasa' membuat Na kadang bersyukur dan kadang juga jadi bertanya-tanya. Na termasuk dari sekian banyak anak yang dididik oleh Ayahnya untuk tidak mengenal dunia orang dewasa ketika anaknya masih remaja. Alhasil, kini banyak sekali hal-hal tabu yang dulu ditutupi oleh Allah SWT, menjadi terkuak.. karena si anak itu semakin beranjak dewasa

Mungkin Na terlampau bodoh dan lugu. Namun Na sama sekali tidak pernah berpikir bahwa dunia internet yang saat ini sering kugunakan, menjadi salah satu alat pembawa kemaksiatan untuk orang banyak. Na tidak pernah mengira, bahwa dari fasilitas google itu bisa menjadi ladang orang-orang melihat sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilihat. Terlebih lagi, Na tidak pernah mengira bahwa dengan adanya situs jejaring sosial macam si muka buku itu bisa berubah menjadi ajang memamerkan foto-foto yang tidak senonoh...

Astaghfirullahal'adzhim...

Kadang (bahkan sering), Na mengeluarkan jurus " Allah Maha Melihat " ketika Na sedang merasa cemburu.. eh? bukan! maksudnya, ketika Na merasa cukup risau dengan siapapun itu (tentunya termasuk ke diriku sendiri). Dunia maya (internet) ini benar-benar jadi sesuatu yang menakutkan bagiku kalau mengingat-ingat betapa banyaknya orang yang menggunakan internet tapi untuk sesuatu hal yang berbau maksiat. Sedangkan di dunia maya ini, tidak ada hijabnya.. tidak ada pembatas.. dan tidak ada yang bisa melarang ketika seseorang browsing untuk melakukan sesuatu yang maksiat (na'udzubillaah... TT___TT )
Jujur saja, Na termasuk sedih dan cukup sakit hati mengetahui kenyataan yang pahit ini. Na kira, orang-orang yang menggunakan internet ya karena memang mereka ada keperluan.. ah, ntahlah... mungkin inilah dampak dari kebodohan Na. Rasanya Na ingin bilang,

" sebisa mungkin, hindari deh kalau sudah melihat yang nggak baik, bahkan kalau bisa JANGAN SAMPAI MELIHAT! mendingan baca kitab yang sudah menggunung, daripada buka internet yang banyak gambar tampilan-tampilan yang nggak senonoh itu... sereeem TT_____TT "


Ketika kita duduk sendiri di depan layar komputer, tentunya kita merasa nggak ada orang yang melihat kita. Adanya perasaan ini mungkin yang mencetuskan seseorang jadi 'sembunyi2' untuk mencari sesuatu hal yang tidak baik. Padahal, mau kamar kita dikunci, lampu dimatiin dan kita berada di bawah kolong tempat tidur... tetap saja.. ada Allah yang Maha Melihat..

Kasihan kan mata kita.. fitrahnya, dia tak mau melihat hal-hal yang dilarang Allah.. tapi kita memaksanya untuk tidak taat dengan perintah Allah..

ya Allah.. menulis entry tentang ini aku langsung tak bisa tersenyum.. mengingat betapa banyaknya.. pada hari ini, waktu ini dan detik ini.. mata-mata itu sedang menjerit-jerit nangis.. karna dipaksa berbuat maksiat oleh majikannya...



Allah Maha Melihat

Na jadi teringat dengan bayannya seorang ustadz yang mengatakan bahwa puasa adalah suatu amalan yang hanya bisa dilihat oleh Allah SWT. Sholat, sedekah, haji, membaca al-Qur'an.. itu adalah amalan yang dapat dilihat oleh orang lain, sedangkan puasa tidak. Dikisahkan, saat sepasang suami istri sedang sahur bersama, si istri melihat bahwa suaminya makan sahur sehingga ia beranggapan bahwa suaminya akan melaksanakan puasa pada hari itu. Tetapi di siang hari, ketika di kantor, ternyata suaminya ini nggak tahan haus.. hingga akhirnya dia sembunyi2 pergi ke kamar mandi sambil bawa air kemasan dalam gelas dan.. ' glek..glek..glek... aaah... sedapnyaaa~ ', kemudian sampai di rumah lepas pulang kantor, sang istri bertanya, " masih puasa Mas? ", dengan gagahnya sang suami menjawab, " ya iyaa doong ! " sambil berbisik dalam hati.. ' hihihi.. kamu nggak tau tadi aku udah batal puasanya.. '


Itulah sebabnya mengapa ibadah puasa itu hanya untuk Allah sedangkan ibadah yang lain adalah untuk kita sendiri


Allah Maha Melihat dan penglihatan manusia tidak seperti penglihatan-Nya..


Mungkin,
Sudah sewajarnya kita-kita yang sok hebat ini merasa malu. Malu sama Allah.. ketika kita secara tidak sengaja berbuat tidak baik di depan orang yang kita kagumi atau segani saja kita malu, lantas mengapa pada Allah SWT.. kita malah nggak ada perasaan malu sama sekali?

Mungkin,
ini karena kita belum membawa Allah ke dalam hati kita.. belum memasukkan Allah ke dalam hati kita.. belum merasa bahwa Allah itu senantiasa melihat kita.. atau jangan-jangan.. kita belum meyakini.. bahwa Allah itu ada.. ???


Astaghfirullah... cepet-cepet istighfar....


Yuk ah teman,
kita sama-sama perbaiki diri lebih baik lagi. Kita perbaiki iman kita lagi. Jangan sampai kita baru sadar bahwa Allah itu satu-satu-Nya yang berhak disembah saat kita sudah tiada.. nanti kita berakhir seperti Fir'aun... yang baru taubat disaat Allah sudah tidak mau menerima lagi semua kata taubat....


Subhanallah wa bihamdihi, Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduallaa ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilaih..








Jadi,
mulai sekarang.. hati-hati ya dalam berinternet ria
jangan lupa
ada Allah yang Maha Melihat!!!

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (5)

Assalamualaikum wrbt Ina...asyik makhsyuk ummi meniti kata2 dari n3 na ni...memang kita ini siapa di sisi Allah, spt ummi hanya pandai berbicara tapi amalannya kosong. Astaghfirullah...Bila Allah uji sedikit langsung cari2 siapa yg mahu kongsi kesedihanku ini, padahal Allah berada dekat dgn ku, sentiasa Melihatku, sentiasa Mendengarku, walaupun aku tak bicara dgnNya...
Memang internet lbih byk mudharat daripada manfaat...jadi kita usaha gunakan dgn sebaik mungkin.Tapi jgn ada dalam hati bahwa ini adalah cara dakwah yg sesuai, caranya telah ditunjukan oleh Nabi kita saw dan sahabat2 r.anhum iaitu dgn bermujahadah diri, harta, masa untuk agama Allah swt. Pada ummi, apa yg ummi coretkan buat menambah kefahaman diri sendiri dan org lain, dgn izin Allah dan juga sebagai salah satu bahan bacaan yg bermanfaat utk kita...tapi usaha atas iman dan amal tetap bkn di layar maya ini.. yg audience nya hanya segelintir manusia...ramai lagi di luar sana yg perlukan bimbingan dan tunjukajar yg benar untuk menjalani kehidupan beragama dgn sempurna.Wassalam.

wa'alaykumsalam warohmatullahi wabarokaatuh

iya Ummi..Na pun jg begitu, bila datang ujian dari Allah, maka yang dicari bukanlah Allah tapi makhluk-Nya..padahal Allah yang beri masalah dan hanya Allah yang bisa menyelesaikan masalah..Astaghfirullah..

Benar Ummi, internet ni bukanlah cara dakwahnya Nabi SAW (dulu kan belum ada internet juga ya..hehe) satu2nya cara dakwah Nabi SAW dan para sahabat r.anhum adalah dengan jumpa ummat, ya kan Ummi?

Jazakillah khair atas tambahannya, Ummi :)

Assalamu'alaykum wr.wb Mbak Ina...
Sungguh tulisan yang bagus...saya sangat senang membacanya.
Walau dengan kebodohan yang masih jauh dibawah ini...dengan sedikit demi sedikit semoga niat baik untuk memperbaiki diri ini akan menjadi bukit yang bermanfaat...amin^^'
Mbak Ina yang baik...ada Ym nggak? kalau boleh,..bagi dengan saya ya??hehehe...
Rasanya pikir ini ada rasa ngefans dech ama catatan2 Mbak Ina yang bagus"(menurutku^^)
Saya tunggu next page nya ya...heeee!

Wassalamu'alaykum wr.wb

Wa'alaykumsalam warohmatullahi wabarokaatuh

Alhamdulillah, syukurlah kalau bermanfaat tulisan2 ini, Mbak :)

Semoga niat baik utk memperbaiki diri itu, terlaksana ya Mbak.. jadi nggak sekedar niat.. toh kl ada niat baik harus disampaikan (dikerjakan) ya kan? :D hehe.. sama2 Mbak, aku juga nggak lebih pintar dari siapa2..sama2 lagi belajar memperbaiki diri, insya Allah :)

Subhanallah.. jadi malu saya... (ada yg ngefans denganku!!.. eh.. ngefans nya sama catatan2nya ya..bukan orangnya :D )

Kl Mbak Sakini mau, kirim saja alamat Ym Mbak kesini, nanti tulisan Mbak nggak aku publish biar tetap aman ;) insya Allah

Jazakillah khairan katsira ya Mbak Sakini ^___^

Allah Maha Melihat!

Karena itu jika kita ingin berbuat jahat seperti korupsi, mencuri, mencopet, dan sebagainya, ingatlah: meski tidak ada orang yang tahu, tapi Allah melihat perbuatan kita.Allah melihat kita setiap saat. Allah melihat kita di setiap waktu!

Yakinlah selalu meski tidak ada orang lain yang melihat perbuatan jahat kita, namun Allah selalu melihatnya.

Begitu pula malaikat Roqib dan ‘Atid yang ada di sisi kanan dan kiri kita mencatat perbuatan kita. Kelak perbuatan kita akan dibalas oleh Allah SWT.

“…Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [Al Baqarah 233]

Baca selengkapnya di:
http://media-islam.or.id/2010/05/04/allah-maha-melihat-bashor