Label: , , , , ,




Masih dalam rangka maulidur Rasul.. ingin sekali berbagi tentang kisah-kisah teladan dari Baginda Rasulllah SAW, walaupun mungkin sebagian sudah sering membaca atau dikisahkan
diulangi lagi nggak apa2 ya.. hehe...

Teringat dengan sebuah kisah,

Ada seorang santri yang bertanya pada gurunya, bagaimana caranya agar dirinya bisa memimpikan Baginda Nabi SAW di tiap tidurnya. Kemudian sang guru memberikan sebuah perintah dimana si santri diminta untuk berpuasa dari minum seharian penuh. Keesokan harinya, si santri kembali menghadap gurunya dengan membawa kekecewaan,

" Guru, mengapa semalam aku tidak memimpikan Rasulullah? "

" Memang mimpi apa kamu semalam, Nak? "

" Aku malah mimpi minum di tengah2 lautan guru ! "

Sang guru pun hanya tersenyum sambil berkata,

" Jika kau ingin memimpikan Rasulullah SAW, maka selama seharian penuh, kau harus banyak baca kisah tentang beliau SAW, juga harus banyak berkisah tentang kehidupan beliau SAW.. dan hal lainnya yang membuat kerinduanmu pada Rasulullah SAW semakin menjadi-jadi hingga akhirnya kau pun memimpikannya "



Semoga tak sekedar bisa bermimpi bertemu dengan kekasih dari semua kekasih, pecinta dari semua orang yang dicinta, semoga di akhirat nanti pun bisa bertemu dan tinggal dekat dengan Baginda Rasulullah SAW..

amiin.. amiin ya Allah..

====================================================================


Bentuk tubuh Rasulullah

Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. yang pernah hidup bersama Rasulullah SAW, berkata:

"Saya bertanya kepada paman saya, Hind bin Abi Halah -yang selalu berbicara tentang Nabi yang mulia- untuk menceritakan kepada saya berkenaan dengan Nabi, agar kecintaan saya bertambah. Ia berkata, 'Nabi Allah sangat berwibawa dan sangat dihormati. Wajahnya bersinar seperti purnama. Ia lebih tinggi dari orang-orang pendek dan lebih pendek dari orang-orang jangkung. Kepalanya agak besar dengan rambut yang ikal. Bila rambutnya itu bisa disisir, ia pasti menyisir rambutnya. Kalau rambutnya tumbuh panjang, ia tak akan membiarkannya melewati daun telinga. Kulit wajahnya putih dengan dahi yang lebar. Kedua alisnya panjang dan lebat, tapi tidak bertemu.

Di antara kedua alisnya, ada pembuluh darah melintang yang tampak jelas ketika beliau marah. Ada seberkas cahaya yang menyapu tubuhnya dari bawah ke atas, seakan-akan mengangkat tubuhnya. Jika orang berjumpa dengannya dan tidak melihat cahaya itu, orang mungkin menduga ia mengangkat kepalanya karena sombong.'

'Janggutnya pendek dan tebal; pipinya halus dan lebar. Mulutnya lebar dengan gigi-gigi yang jarang dan bersih. Di atas dadanya ada bulu yang sangat halus; lehernya seperti batang perak murni yang indah. Tubuhnya serasi (semua anggota tubuhnya sangat serasi dengan ukuran anggota tubuh yang lain). Perut dan dadanya sejajar. Bahunya lebar, sendi-sendi anggota badannya gempal. Dadanya bidang. Bagian tubuhnya yang tidak tertutup pakaian bersinar terang. Segaris bulu yang tipis memanjang dari dada ke pusarnya. Di luar itu, dada dan perutnya tidak berbulu sama sekali. Lengan, bahu dan pundaknya berbulu. Lengannya panjang dan telapak tangannya lebar. Tangan dan kakinya tebal dan kekar. Jari-jemarinya panjang. Pertengahan telapak kakinya melengkung, tidak menyentuh tanah, air tidak membasahinya. Ketika berjalan ia mengangkat kakinya dari tanah dengan dada yang dibusungkan. Langkah-langkahnya lembut. Ia berjalan cepat seakan-akan menuruni bukit. Bila berhadapan dengan seseorang, Ia hadapkan seluruh tubuhnya, bukan hanya kepalanya. Matanya selalu merunduk. Pandangannya ke arah bumi lebih lama daripada pandangannya ke langit. Sesekali ia memandang dengan pandangan sekilas. Ia selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya di jalan.'"


Cara bicara Rasulullah

Kemudian Imam Hasan berkata, "Ceritakan kepadaku cara bicaranya."

Hind bin Abi Halah berkata, "Ia selalu tampak sendu, selalu merenung dalam, dan tidak pernah tenang. Ia banyak diamnya. Ia tidak pernah berbicara yang tidak perlu. Ia memulai dan menutup pembicaraannya dengan sangat fasih. Pembicaraannya singkat dan padat, tanpa kelebihan kata-kata dan tidak kekurangan perincian yan diperlukan. Ia berbicara lembut, tidak pernah kasar atau menyakitkan. Ia selalu menganggap besar anugerah Tuhan betapapun kecilnya. Ia tidak pernah mengeluhkannya. Ia juga tidak pernah mengecam atau memuji berlebih-lebihan apapun yang ia makan

Dunia dan apapun yang ada padanya tidak pernah membuatnya marah. Tetapi, jika hak seseorang dirampas, ia akan sangat murka sehingga tidak seorang pun mengenalnya lagi dan tidak ada satu pun yang dapat menghalanginya sampai ia mengembalikan hak itu kepada yang punya. Ketika menunjuk sesuatu, ia menunjuk dengan seluruh tangannya. Ketika terpesona, ia membalikkan tangannya ke bawah. Ketika berbicara,terkadang ia bersedekap atau merapatkan telapak tangan kanannya pada punggung ibu jari kirinya. Ketika marah, ia palingkan wajahnya. Ketika tersinggung, ia merunduk. Ketika ia tertawa, gigi-giginya tampak seperti untaian butir-butir hujan es.

Imam Hasan berkata, “Saya menyembunyikan berita ini dari Imam Husain sampai suatu saat saya menceritakan kepadanya. Ternyata ia sudah tahu sebelumnya. Kemudian saya bertanya kepadanya tentang berita ini. Ternyata ia telah bertanya kepada ayahnya (Imam Ali) tentang Nabi, di dalam dan di luar rumah, cara duduknya dan penampilannya, dan ia menceritakan semuanya.”


Akhlak Rasulullah ketika masuk rumah

Imam Husain berkata, “Aku bertanya kepada ayahku tentang perilaku Nabi ketika ia memasuki rumahnya. Ayahku berkata, ‘Ia masuk rumah kapan saja ia inginkan. Bila berada di rumah, ia membagi waktunya menjadi tiga bagian; sebagian untuk Allah, sebagian untuk keluarganya, sebagian lagi untuk dirinya. Kemudian ia membagi waktunya sendiri antara dirinya dan orang lain; satu bagian khusus untuk sahabatnya dan bagian lainnya untuk umum. Ia tidak menyisakan waktunya untuk kepentingan dirinya. Termasuk kebiasaannya pada bagian yang ia lakukan untuk orang lain ialah mendahulukan atau menghormati orang-orang yang mulia dan ia menggolongkan manusia berdasarkan keutamaannya dalam agama. Di antara sahabatnya, ada yang mengajukan satu keperluan, dua keperluan, atau banyak keperluan lain. Ia menyibukkan dirinya dengan keperluan mereka. Jadi, ia menyibukkan dirinya untuk melayani mereka dan menyibukkan mereka dengan sesuatu yang baik bagi mereka.

“Ia sering menanyakan keadaan sahabatnya dan memberi tahu mereka apa yang patut mereka lakukan. ‘mereka yang hadir sekarang ini harus memberitahukan kepada yang tidak hadir. Beritahukan kepadaku orang yang tidak sanggup menyampaikan keperluannya kepadaku. Orang yang menyampaikan kepada pihak yang berwenang keluhan seseorang yang tidak sanggup menyampaikannya, akan Allah kokohkan kakinya pada Hari Perhitungan’. Selain hal-hal demikan, tidak ada yang disebut-sebut dihadapannya dan tidak akan diterimanya. Mereka datang menemui beliau untuk menuntut ilmu dan kearifan. Mereka tidak bubar sebelum mereka menerimanya. Mereka meninggalkan majlis Nabi sebagai pembimbing untuk orang di belakangnya.’


Akhlak Rasulullah di luar rumah

“Aku bertanya kepadanya tentang tingkah laku Nabi yang mulia di luar rumahnya. Ia menjawab, ‘Nabi itu pendiam sampai ia merasa perlu untuk bicara. Ia sangat ramah kepada setiap orang. Ia tidak pernah mengucilkan seorang pun dalam pergaulannya. Ia menghormati orang yang terhormat pada setiap kaum dan memerintahkan mereka untuk menjaganya kaumnya. Ia selalu berhati-hati agar berperilaku yang tidak sopan atau menunjukkkan wajah yang tidak ramah kepada mereka. Ia suka menanyakan keadaan sahabat-sahabatnya dan keadaan orang-orang di sekitar mereka, misalnya keluarganya atau tetangganya. Ia menunjukkan yang baik itu baik dan memperkuatnya. Ia menunjukkan yang jelek itu jelek dan melemahkannya. Ia selalu memilih yang tengah-tengah dalam segala urusannya.’

“Ia tidak pernah lupa memperhatikan orang lain karena ia takut mereka alpa atau berpaling dari jalan kebenaran. Ia tidak pernah ragu-ragu dalam kebenaran dan tidak pernah melanggar batas-batasnya. Orang-orang yang paling dekat dengannya adalah orang-orang yang paling baik. Orang yang paling baik, dalam pandangannya, adalah orang-orang yang paling tulus menyayangi kaum muslimin seluruhnya. Orang yang paling tinggi kedudukannya disisinya adalah orang yang paling banyak memperhatikan dan membantu orang lain.’”


Cara Rasulullah duduk

Imam Husain berkata, “Kemudian aku bertanya kepadanya tentang cara Rasulullah duduk. Ia menjawab, ‘Rasulullah tidak pernah duduk atau berdiri tanpa mengingat Allah. Ia tidak pernah memesan tempat hanya untuk dirinya dan melarang orang lain duduk di situ. Ketika datang di tempat pertemuan, ia duduk dimana saja tempat tersedia. Ia juga menganjurkan orang lain untuk berbuat yang sama. Ia memberikan tempat duduk dengan cara yang sama sehingga tidak ada orang yang merasa bahwa orang lain lebih mulia ketimbang dia. Ketika seseorang duduk di hadapannya, ia akan tetap duduk dengan sabar sampai orang itu berdiri atau meninggalkannya. Jika orang meminta sesuatu kepadanya, ia akan memberikan tepat apa yang orang itu minta. Jika tidak sanggup memenuhinya, ia akan mengucapkan kata-kata yang membahagiakan orang itu. Semua orang senang pada akhlaknya sehingga ia seperti ayah bagi mereka dan semua ia perlakukan dengan sama. Majlisnya adalah majlis kesabaran, kehormatan, kejujuran dan kepercayaan. Tidak ada suara keras di dalamnyadan tidak ada tuduhan-tuduhan yang buruk. Tidak ada kesalahan orang yang diulangi lagi di luar majlis. Mereka yang berkumpul dalam pertemuan memperlakukan sesamanya dengan baik dan mereka satu sama lain terikat dalam kesalehan. Mereka rendah hati, sangat menghormati yang tua dan penyayang kepada yang muda, dermawan kepada yang fakir, dan ramah kepada pendatang dari luar.’


Cara Rasulullah bergaul dengan sahabatnya

“Aku bertanya kepadanya bagaimana Rasulullah bergaul dengan sahabat-sahabatnya. Ia menjawab, ‘Rasulullah ceria, selalu lembut hati, dan ramah. Ia tidak kasar dan tidak berhati keras. Ia tidak suka membentak-bentak. Ia tidak pernah berkata kotor, tidak suka mencari-cari kesalahan orang, juga tidak suka memuji-muji berlebihan. Ia mengabaikan apa yang tidak disukainya dalam perilaku orang begitu rupa sehingga orang tidak tersinggung dan tidak putus asa. Ia menjaga dirinya untuk tidak melakukan tiga hal: bertengkar, banyak omong, dan berbicara yang tidak ada manfaatnya. Ia juga menghindari tiga hal dalam hubungannya dengan orang lain: mengecam orang, mempermalukan orang, dan mengungkit-ungkit kesalahan orang. Ia tidak pernah berkata kecuali kalau ia berharap memperoleh anugerah Tuhan. Bila ia berbicara, pendengarnya menundukkan kepalanya, seakan-akan burung bertengger di atas kepalanya. Baru kalau ia diam, pendengarnya berbicara. Mereka tidak pernah berdebat di hadapannya. Jika salah seorang di antara mereka berbicara, yang lain mendengarkannya sampai ia selesai. Mereka bergiliran untuk berbicara di hadapannya. Ia tertawa jika sahabatnya tertawa; ia juga terkagum-kagum jika sahabatnya terpesona. Ia sangat penyabar kalau ada orang baru bertanya atau berkata yang tidak sopan, walaupun sahabat-sahabatnya keberatan. Ia biasanya berkata, “Jika kamu melihat orang yang memerlukan pertolongan, bantulah ia.” Ia tidak menerima pujian kecuali dari orang yang tulus. Ia tidak pernah menyela pembicaraan orang kecuali kalau orang itu melampaui batas. Ia menghentikan pembicaraannya atau berdiri meninggalkannya.’


Diamnya Rasulullah

“Kemudian aku bertanya padanya tentang diamnya Nabi. Ia berkata, ‘Diamnya Nabi karena empat hal: karena kesabaran, kehati-hatian, pertimbangan, dan perenungan. Berkaitan dengan pertimbangan, ia lakukan untuk melihat dan mendengarkan orang secara sama. Berkaitan dengan perenungan, ia lakukan untuk memilah yang tersisa (bermanfaat) dan yang binasa (yang tidak bermanfaat). Ia gabungkan kesabaran dengan lapang-dada. Tidak ada yang membuatnya marah sampai kehilangan kendali diri. Ia berhati-hati dalam empat hal: dalam melakukan perbuatan baik sehingga orang dapat menirunya; dalam meninggalkan keburukan sehingga orang berhenti melakukannya; dalam mengambil keputusan yang memperbaiki ummatnya; dan dalam melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat.”

(Ma’ani Al Akhbar 83; ‘Uyun Al Akhbar Al Ridha 1:246; Ibnu Katsir, Al Shirah Nabawiyah 2:601; lihat Thabathabai, Sunan Al Nabi SAW 102-105).


taken from: http://www.alkisah.web.id/2010/01/sifat-dan-sebagian-ahlak-rasulullah-saw.html
Baca Selengkapnya "Muhammad bin Abdullah"

Label: , , , , ,

hari ini..
bergembiralah mereka yang sedang dimabuk rindu oleh kekasihnya,
bersuka citalah mereka yang sedang mengenang semua kebaikan orang yang dicintainya,
satu sama lain saling menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang amat mencintai dambaan hatinya,


sedangkan aku sendiri,
duduk termenung memikirkan apa yang harus kulakukan,
agar dia yang kukasihi membalas kasih cintaku,
agar dia yang kucintai mau menanggapi cintaku yang terkadang dibuatnya aku menderita... karna cemburu dengan orang-orang yang mampu membuktikan cintanya mereka pada dirimu..


wahai kekasihku,
layakkah diriku yang hina ini memanggilmu dengan sebutan kekasihku?
sudah pantaskah diriku yang bodoh ini menganggap bahwa engkau adalah kekasihku?


di hari dimana engkau begitu dimuliakan.. begitu disebut-sebut dalam banyak majelis...

aku malah tak bisa melakukan apa-apa..

karena aku ini terlalu bodoh.... tak tahu apa yang bisa kulakukan.. untuk merayakan hari lahirmu...








wahai kekasihku...



Hatiku berdegup kencang mendengar orang lain menyebut-nyebut namamu,
Air mataku mengalir membaca tulisan kisah-kisah perjuanganmu,
Namun aku tetap tidak mengerti..

apa yang harus kulakukan... agar hatimu menjadi suka... agar aku juga bisa menunjukkan pada dirimu...

Bahwa aku... mencintaimu.....



untuk orang yang saya cintai...
untuk orang yang saya rinduiii....


Muhammad bin Abdullah


nama mu meniti di bibir..tiap kali aku berselawat ke atas diri mu...
Ya Rasulullah...
( by: umuanisa )




selamat menyambut Maulid Nabi SAW 1431 Hijriyah

-Allahumma sholli ‘ala Muhammadin ‘abdika wa rasulika kama shollaita ‘ala Ibrohim..-

semoga kelak di akhirat nanti...
kita termasuk golongan yang mendapatkan syafa'at dari Baginda Nabi Muhammad SAW..

amiin..

amiin ya Allah....
Baca Selengkapnya "rindu tiada akhir denganmu"

Label: , , , , , , ,

" Hana nggak mau sendirian "
" Kan ada Allah "
" Emang Allah lagi ada disini? kok nggak kelihatan ? "
" iya.. karna kita nggak bisa melihat Allah sekarang, tapi Allah bisa lihat kita sekarang "



Allah Maha Melihat

Beberapa hari yang lalu, saat sedang mengajar anak-anak di musholla mungil itu.. terjadi percakapan yang lagi-lagi membuat Na yang lemah ini makin merasa nggak bermakna dihadapan anak-anak. Diawali dengan adanya keributan yang memang biasa terjadi disana dan selepas itu anak-anak yang habis lari-larian terlihat kuyup sampai seperti orang yang habis wudhu,

" Duh..capek Kak.. " sahut si fulan sambil terengah-engah,

" Lagian kamu sih pake lari-lari.. nanti sampai di rumah ditanyain loh sama Mamah.. kamu di tempat ngaji itu belajar ngaji apa belajar lari " jawabku ketus,

" Yah itu mah gampaaang.. ya tinggal bilang belajar ngaji laaah~ masa bilang belajar lari " jawab si fulan enteng sambil dibarengi suara tawa anak-anak yang lain yang mendengarnya


Ternyata jawaban si fulan di dengar oleh guru yang lain hingga akhirnya Bu guru yang kata-katanya penuh hikmah ini memberikan bayan sebelum kami pulang. Bayannya adalah mengenai tentang iman dan bagaimana membuktikan bahwa kita itu adalah termasuk orang yang beriman. Diantara untaian kata-kata dari beliau yang penuh akan hikmah itu, Na sempat tersentil dengan salah satu perkataan beliau,


" Anak-anak.. Allah Subhanallahu wa ta'ala memiliki salah satu dari 99 nama-Nya yang indah yaitu Allah Maha Melihat, jadi Allah Maha Melihat apa yang kita lakukan saat ini. Mau kita ngumpet di kolong meja, Allah tetap bisa melihat kita. Mau kita ngumpet di kamar yang gelaaaaaaaap sekali, Allah pun juga tetap masih bisa melihat kita. Mau kita disini belajar iqro padahal tadi kita hanya main lari-larian trus sampai rumah kita bohong pada Ayah dan Ibu dengan mengatakan kita belajar iqro dengan baik, Allah tadi sudah melihat apa yang kita lakukan.. jadi mau bohong kaya apapun, nggak akan bisa disembunyikan dari Allah.. karena Allah Maha Melihat. Lalu mungkin kalian bertanya, kok kita nggak bisa lihat Allah? mana Allah? nggak ada tuh? Nah, ucapan ini tidaklah benar. Kita manusia yang lemah ini, tidak bisa melihat Allah tetapi Allah bisa melihat kita. Saat kita sendiri dan tidak ada siapa-siapa disekitar kita, itu bukan berarti kita sendirian.. tetapi ada Allah yang sedang melihat gerak-gerik kita.. ada Allah yang menemani kita. Itulah maksud dari Allah Maha Melihat... "


Subhanallah.. rasanya seperti disiram air sejuk disaat merasakan udara panas

Aku yang mendengar langsung tertunduk malu. Mengingat diri ini sering sekali dilanda rasa 'kesepian'. Padahal aku sudah tau tentang Allah Maha Melihat.. tetapi pada prakteknya.. ah... memalukan sekali... T__T


Anak-anak yang mendengar sebagian ada yang khusyu' dan sebagian lagi -khususnya yang nakal-nakal- sibuk dengan anggota tubuhnya (ntah itu goyang2in badan-lah, toel2 teman sampingnya-lah.. ah... memang dasar anak nakal deh...). Namun diantara mereka, ada satu anak perempuan yang ikut menyampaikan,

" Pandangan Allah kan tidak terbatas ya Bu "

" Iya benar, pandangan Allah tidak terbatas seperti kita.. ", jawab si Ibu




Allah Maha Melihat

Hidup dengan keterbatasan dunia 'dewasa' membuat Na kadang bersyukur dan kadang juga jadi bertanya-tanya. Na termasuk dari sekian banyak anak yang dididik oleh Ayahnya untuk tidak mengenal dunia orang dewasa ketika anaknya masih remaja. Alhasil, kini banyak sekali hal-hal tabu yang dulu ditutupi oleh Allah SWT, menjadi terkuak.. karena si anak itu semakin beranjak dewasa

Mungkin Na terlampau bodoh dan lugu. Namun Na sama sekali tidak pernah berpikir bahwa dunia internet yang saat ini sering kugunakan, menjadi salah satu alat pembawa kemaksiatan untuk orang banyak. Na tidak pernah mengira, bahwa dari fasilitas google itu bisa menjadi ladang orang-orang melihat sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilihat. Terlebih lagi, Na tidak pernah mengira bahwa dengan adanya situs jejaring sosial macam si muka buku itu bisa berubah menjadi ajang memamerkan foto-foto yang tidak senonoh...

Astaghfirullahal'adzhim...

Kadang (bahkan sering), Na mengeluarkan jurus " Allah Maha Melihat " ketika Na sedang merasa cemburu.. eh? bukan! maksudnya, ketika Na merasa cukup risau dengan siapapun itu (tentunya termasuk ke diriku sendiri). Dunia maya (internet) ini benar-benar jadi sesuatu yang menakutkan bagiku kalau mengingat-ingat betapa banyaknya orang yang menggunakan internet tapi untuk sesuatu hal yang berbau maksiat. Sedangkan di dunia maya ini, tidak ada hijabnya.. tidak ada pembatas.. dan tidak ada yang bisa melarang ketika seseorang browsing untuk melakukan sesuatu yang maksiat (na'udzubillaah... TT___TT )
Jujur saja, Na termasuk sedih dan cukup sakit hati mengetahui kenyataan yang pahit ini. Na kira, orang-orang yang menggunakan internet ya karena memang mereka ada keperluan.. ah, ntahlah... mungkin inilah dampak dari kebodohan Na. Rasanya Na ingin bilang,

" sebisa mungkin, hindari deh kalau sudah melihat yang nggak baik, bahkan kalau bisa JANGAN SAMPAI MELIHAT! mendingan baca kitab yang sudah menggunung, daripada buka internet yang banyak gambar tampilan-tampilan yang nggak senonoh itu... sereeem TT_____TT "


Ketika kita duduk sendiri di depan layar komputer, tentunya kita merasa nggak ada orang yang melihat kita. Adanya perasaan ini mungkin yang mencetuskan seseorang jadi 'sembunyi2' untuk mencari sesuatu hal yang tidak baik. Padahal, mau kamar kita dikunci, lampu dimatiin dan kita berada di bawah kolong tempat tidur... tetap saja.. ada Allah yang Maha Melihat..

Kasihan kan mata kita.. fitrahnya, dia tak mau melihat hal-hal yang dilarang Allah.. tapi kita memaksanya untuk tidak taat dengan perintah Allah..

ya Allah.. menulis entry tentang ini aku langsung tak bisa tersenyum.. mengingat betapa banyaknya.. pada hari ini, waktu ini dan detik ini.. mata-mata itu sedang menjerit-jerit nangis.. karna dipaksa berbuat maksiat oleh majikannya...



Allah Maha Melihat

Na jadi teringat dengan bayannya seorang ustadz yang mengatakan bahwa puasa adalah suatu amalan yang hanya bisa dilihat oleh Allah SWT. Sholat, sedekah, haji, membaca al-Qur'an.. itu adalah amalan yang dapat dilihat oleh orang lain, sedangkan puasa tidak. Dikisahkan, saat sepasang suami istri sedang sahur bersama, si istri melihat bahwa suaminya makan sahur sehingga ia beranggapan bahwa suaminya akan melaksanakan puasa pada hari itu. Tetapi di siang hari, ketika di kantor, ternyata suaminya ini nggak tahan haus.. hingga akhirnya dia sembunyi2 pergi ke kamar mandi sambil bawa air kemasan dalam gelas dan.. ' glek..glek..glek... aaah... sedapnyaaa~ ', kemudian sampai di rumah lepas pulang kantor, sang istri bertanya, " masih puasa Mas? ", dengan gagahnya sang suami menjawab, " ya iyaa doong ! " sambil berbisik dalam hati.. ' hihihi.. kamu nggak tau tadi aku udah batal puasanya.. '


Itulah sebabnya mengapa ibadah puasa itu hanya untuk Allah sedangkan ibadah yang lain adalah untuk kita sendiri


Allah Maha Melihat dan penglihatan manusia tidak seperti penglihatan-Nya..


Mungkin,
Sudah sewajarnya kita-kita yang sok hebat ini merasa malu. Malu sama Allah.. ketika kita secara tidak sengaja berbuat tidak baik di depan orang yang kita kagumi atau segani saja kita malu, lantas mengapa pada Allah SWT.. kita malah nggak ada perasaan malu sama sekali?

Mungkin,
ini karena kita belum membawa Allah ke dalam hati kita.. belum memasukkan Allah ke dalam hati kita.. belum merasa bahwa Allah itu senantiasa melihat kita.. atau jangan-jangan.. kita belum meyakini.. bahwa Allah itu ada.. ???


Astaghfirullah... cepet-cepet istighfar....


Yuk ah teman,
kita sama-sama perbaiki diri lebih baik lagi. Kita perbaiki iman kita lagi. Jangan sampai kita baru sadar bahwa Allah itu satu-satu-Nya yang berhak disembah saat kita sudah tiada.. nanti kita berakhir seperti Fir'aun... yang baru taubat disaat Allah sudah tidak mau menerima lagi semua kata taubat....


Subhanallah wa bihamdihi, Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduallaa ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilaih..








Jadi,
mulai sekarang.. hati-hati ya dalam berinternet ria
jangan lupa
ada Allah yang Maha Melihat!!!
Baca Selengkapnya "Allah Maha Melihat"

Label: , , , ,

Mampu baca buku novel
yang tebalnya sampai ratusan halaman dalam waktu satu hari?



Sudah lama, Na tak pernah meng-copy-paste tulisan seseorang ke dalam blog ini. Kali ini, tulisan yang di kopas sangatlah panjang namun amatlah bermanfaat, insya Allah

Jangan lupa.. niat amalkan dan sampaikan pula ke orang lain ya... insya Allah..

==================================================================

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Jika Allah SWT sudah mencintai hambanya maka Allah akan memberikan kepada hambanya itu perkara yang paling penting yaitu Agama. Allah akan mudahkan orang itu untuk amalkan agama. Sebaliknya jika Allah sudah tidak suka atau murka dengan hambanya maka Allah akan jauhkan dia dari amal-amal Agama dan Allah akan matikan dia dalam keadaan bermaksiat kepada Allah Ta’ala. Nikmat tertinggi dari Allah adalah pertolongan dari Allah dalam melakukan ketaaatan terhadap perintah-perintahNya. Dari 6 Milyar manusia semuanya Allah kasih nafas, penglihatan, pendengaran, detak jantung, sinar matahari, tetapi hanya orang tertentu yang Allah kasih nikmat ketaatan. Hari ini kita suka iri sama yang namanya status dan kebendaan yang dimiliki orang. Jangan sampai salah faham itu semua hanya titipan dari Allah, sebagai amanah, apakah kita bisa dapat dipercaya. Apakah kita bisa menggunakannya sesuai dengan yang Allah mau. Semua yang namanya status dan kebendaan ini, Allah berikan untuk dimiliki oleh semuanya bahkan kepada musuh-musuh Allah sekalipun. Ini yang namnya sifat Rahman, Maha Pemberi, Allah.

Didunia ini siapa yang sanggup mengampunkan dosa, menaikkan derajat, memberikan banyak kebaikan, ini hanya Allah yang bisa lakukan. Ini bisa dilakukan hanya dengan melangkahkan kaki kita ke mesjid lima kali sehari tiap hari. Hanya dengan menjaga sholat berjamaah di mesjid di awal waktu Allah mampu menyelesaikan seluruh masalah kita sebelum dan sesudah mati. Di dunia ini hanya dengan menjaga sholat saja, Allah berikan kita keberkahan Rizki. Sesudah mati Allah akan angkat siksa kubur kita, di Mahsyar diberi buku amal ditangan kanan, melewati shirath secepat kilat, dan masuk surga tanpa hisab. Ini semua masalah yang akan dihadapi semua orang dan yang semua orang cemaskan. Semua dapat Allah selesaikan hanya dengan menjaga sholat.

Namun orang yang dapat melangkahkan kakinya ke mesjid hanya orang-orang yang yang dipilih Allah saja walaupun orang itu berilmu, kuat tenaganya, banyak hartanya, dekat rumahnya dengan mesjid, semua ini tidak ada jaminannya. Walaupun ini kelihatannya mudah tapi tidak semua orang dapat melakukannya, hanya orang-orang pilihan saja. Allah mengundang kita lima kali sehari untuk datang kerumahnya karena ada acara, bagaimana kalau presiden mengundang kita ke Istana untuk menghadiri acara kepresidenan. Hari ini orang mau ketemu presiden aja harus mengeluarkan uang banyak dan usaha yang keras, jadi pejabat dulu, buat yayasan yang besar dulu, buat partai dulu dan lain-lain. Kalau ketemu Allah cukup dengan sujud saja, itu sudah saat yang paling deket dengan Allah, yaitu rajanya para raja dan presiden. Dan ini Allah undang 5 kali sehari. Dan yang dipanggil Allah ini hanya orang beriman saja, yaitu yang ketika dipanggil ia datang. Seperti kita manggil tukang baso, kalau memang yang dipanggil itu tukang baso, maka dia akan datang memenuhi panggilan kita, kalau tidak datang cuek aja berarti dia bukan tukang baso mungkin tukang asongan, bubur ayam, atau yang lain. Begitu juga orang beriman yang dipanggil Allah untuk datang kerumahnya, yang datang dan yang nyaut itulah orang beriman.

Dalam Mahfum Hadits Nabi SAW :

“Jika kamu melihat ada orang yang kerjanya mondar mandir ke mesjid saksikanlah bahwa orang itulah orang yang beriman.”

“Nanti Allah akan bertanya kepada para Malaikat dimana tetangga-tetangganya, lalu para malaikat akan bertanya, “Siapakah tetangga-tetanggamu ya Allah ?” Lalu Allah berfirman, “Tetangga-tetanggaku adalah orang-orang yang memakmurkan mesjidku.”

Hari ini di acara-acara kalau ada artis yang dateng buat pertunjukan maka orang-orang akan ramai-ramai datang. Namun jika dalam acara itu tidak ada amal maka tidak akan ada nilainya disisi Allah. Beda dengan acara mudzakaroh di mesjid, walaupun tidak ada artis yang datang hanya beberapa orang saja tetapi ini punya nilai disisi Allah. Majelis seperti ini akan dihadiri oleh malaikat sebagai tamu yang lebih mulia dari pada artis. Malaikat ini datang beramai-ramai bersusun-susun sampai ke arasy Allah. Tetapi ke acara yang tidak ada amal walaupun banyak artisnya malaikat tidak akan datang. Segala sesuatu mendatangkan nilai disisi Allah jika ada Iman dan Amal. Dunia ini disisi Allah tidak ada nilainya walaupun itu hanya sebelah sayap nyamuk. Kenapa hari ini Allah tidak lepaskan angin sekuat-kuatnya seperti topan, kenapa tanah tidak Allah getarkan seperti gempa yang dahsyat, kenapa gelombang air masih Allah berikan ukuran batasan ketinggian, bumi masih bisa bergelantungan berputar mengelilingi matahari tanpa ada tali atau tiang tetapi tidak bertabrakan, ini semua karena masih adanya orang beriman. Jika tidak ada Iman dan Amal maka Allah tidak akan ragu-ragu menghancurkan semuanya.

Hari ini orang demi yang namanya kesehatan mereka rela pergi keluar negeri habiskan biaya yang banyak korbankan harta benda. Ini dikarenakan kesehatan dimata mereka lebih mahal dan lebih bernilai dari harta benda yang mereka miliki. Berapa banyak orang yang korbankan seluruh hartanya demi kesembuhan dan kesehatan. Berapa banyak orang yang korbankan hartanya agar kencingnya tidak macet lagi, nafasnya bisa normal lagi, penglihatannya bisa pulih lagi, dan lain-lain. Orang dipaksakan berolah raga demi mendapatkan yang namanya kesehatan. Tapi rencana Allah lain, ditengah jalan ketika berolah raga atau dalam pengobatan tau-taunya mati. Maka semua rencana-rencana yang mereka usahakan menjadi sia-sia. Dikubur gak ada iman dan amal maka masalah jadinya. Tidak ada kata sakit lagi atau perlu olah raga lagi, yang ada hanya ada pertanyaan mengenai Iman dan Amal, bukannya ada atau tidaknya berolah raga waktu hidup.

Kini manusia sibuknya hanya memperbaiki keadaan, karena mereka merasa dibalik keadaan ada kebahagiaan. Seperti kalau ada uang pasti bahagia dan kalau tidak ada uang pasti menderita, kalau ada mobil pasti bahagia dan kalau tidak ada mobil pasti menderita. Kalau ada ini dan itu pasti bahagia, kalau tidak ada ini dan itu pasti menderita. Ini sangat tidak benar dan keliru, dan ini yang namanya salah faham. Kebahagiaan manusia itu sebetulnya tidak ada hubungannya dengan keadaan-keadaan. Yang namanya kebahagiaan itu sebenarnya apabila manusia dapat menjalankan perintah-perintah Allah dalam berbagai keadaan. Kalau menurut kita, kini yang namanya kebahagiaan itu masih tergantung pada keadaan-keadaan. Kalau banyak duit kita bahagia, kalau tidak ada duit kita akan susah. Ini yang namanya keadaaan, padahal menurut Allah tidak begitu. Allah dapat membahagiakan siapa saja dalam keadaan apa saja. Dan yang Allah mau adalah agar kita taat dalam segala keadaan, nanti Allah buat keadaan-keadaan untuk bahagiakan kita. Mau ada uang atau tidak ada uang tidak ada masalah. Allah mampu membuat kita senang dalam keadaan susah dan Allah mampu buat kita susah dalam keadaan senang. Seperti nabi SAW dapurnya tidak mengepul selama 3 bulan tetapi setiap pulang beliau berkata Bayyiti Jannati, rumahku surgaku. Dalam keadaan susah Allah mampu memberi kesenangan penghuni surga kepada Nabi SAW. Beda dengan Firaun yang Allah telah buat dia susah dikerajaannya sendiri. Firaun dibalik kesenangan yang nampak Allah telah buat dia menderita dan merasa susah. Jadi Allah mampu melakukan segalanya. Allah Maha Kuasa, Dia yang menciptakan segala sesuatu, selain Allah tidak bisa apa-apa. Allah tidak bergantung pada keadaan-keadaan untuk dapat membahagiakan kita. Allah tidak perlu mahluk, tetapi mahluk perlu Allah. Ini perlu kita yakini.

Kini kalau kita suruh manusia untuk membuat daun siapa yang bisa, sementara ada berapa milyar daun yang Allah telah buat dari jaman Nabi Adam AS sampai sekarang. Bagaimana Bayi yang lahir dari jaman Nabi Adam AS, sampai sekarang, dari matanya, mulutnya, rambutnya, badannya, tingginya, semuanya Allah ciptakan dengan perbedaan-perbedaan, Allah tidak pernah kekurangan stock mata, rambut, mulut, dan lain-lain. Allah Maha Kaya dan kekayaan Allah ini tanpa batas. Allah Maha Kuasa, dan kekuasaannya tanpa batas.

Allah menciptakan segala sesuatu dengan sifat-sifat, dan sifat-sifat ini adalah milik Allah. Air mempunyai sifat menenggelamkan, sifat menenggelamkan ini adalah Allah yang kasih. Sifat panas pada Api, inipun panasnya api atas izin dari Allah Ta’ala. Seluruh sifat-sifat yang ada pada mahluk Allah ini dapat berubah ubah tergantung pada keinginan Allah Ta’ala. Contoh, Api yang panas dapat menjadi menyejukkan dan menyelamatkan bagi Ibrahim AS. Atas perintah Allah api yang mempunyai sifat membakar menjadi menyejukkan dan menyelamatkan bagi Ibrahim AS. Air yang mempunyai sifat menenggelamkan dapat menjadi keras seperti dinding yang dilewati oleh Bani Israil dan Nabi Musa AS. Jadi semuanya ini dapat berubah-ubah tergantung keinginan dari Allah Ta’ala.

Begitu juga Matahari terbit dan terbenam atas aturan Allah Ta’ala. Semua planet yang ada berputar tidak saling berbenturan ini karena yang mimpin adalah Allah Ta’ala, semuanya bergerak atas komando Allah Ta’ala sendiri. Planet-planet dan bintang-bintang yang jumlahnya milyaran bergerak tidak berbenturan padahal tidak ada rel yang mengatur peredaran. Kalau kereta bergerak tidak diatas rel pasti akan terjadi tabrakan. Tapi lihat bintang-bintang, planet-planet, matahari semuanya bergerak tanpa ada relnya. Ini karena semuanya Allah yang pimpin, dan semuanya dibawah komandonya Allah Ta’ala. Coba kalau matahari telat datangnya, atau kalau planet-planet bergerak asal-asalan sesukanya pasti akan berantakan saling tabrakan. Tapi ini semua tidak terjadi karena yang mengaturnya adalah Allah Ta’ala. Tidak ada yang bergerak sendiri-sendiri, semuanya bergerak menurut tertib yang Allah kasih. Allah tidak pernah tidur atau mengantuk dalam pemeliharaannya, dan Allah tidak pernah letih dalam menjaganya. Semuanya dalam 24 jam dibawah pengawasan Allah Ta’ala. Jadi semua yang kita lihat ini dibaliknya ada kekuasaan Allah Ta’ala dan ada aturan Allah Ta’ala. La Illaha Illallah.

Bagaimana Jantung berdetak dalam diri kita, tanpa perlu kita repot-repot ngatur detaknya. Kita tidak perlu pusing mikirin darah yang harus keluar masuk dari jantung sebanyak 12 liter darah per menit, 2200 galon per hari. Ini semua siapa yang ngatur darah keluar masuk, kita tidak bisa merintah jantung tetapi jantung tetap aja bergerak sendiri, dan jumlah darah yang keluar masukpun tidak pernah meleset. Kalau Allah kasih kita urus detak jantung dan ngurusin darah yang keluar masuk mungkin waktu kita habis ngurusin jantung. Jadi Jantung ini berdetak dibawah komando Allah, Allah yang ngatur, dan Allah yang pimpin jantung tersebut. Sekarang berapa milyar Jantung yang Allah atur saat ini. Kalau jantung Allah putuskan untuk berhenti maka tidak ada yang bisa mencegahnya. Semuanya Allah yang pimpin dan semuanya berjalan atas aturan dari Allah Ta’ala. La Illaha Illallah.

Bagaimana dengan Nafas yang keluar masuk ke dalam paru-paru kita, tanpa perlu kita atur-atur. Coba kalau Allah serahkan urusan nafas pada kita, mungkin pas tidur bisa bisa kita kelupaan mengurus nafas kita. Kalau Allah sudah perintahkan paru-paru ini untuk berhenti maka mau kita pompa pake tabung gas pun paru-paru tetap aja tidak akan bergerak lagi.

Bagaimana air masuk ke badan atas aturan dari Allah Ta’ala, kita tidak perlu repot-repot mikirin air harus pergi kesini atau kesana didalam badan. Coba kalau air masuk ke lobang paru-paru, apa jadinya. Jadi mengalirnya air dibadan kita ini atas aturan Allah Ta’ala. Allah yang mimpin dan Allah pulalah yang mengatur. Jadi kita semua ini sangat bergantung kepada Allah Ta’ala. La Illaha Illallah.

Hanya ada satu yang mampu memberikan segala sesuatu yang kita perlukan, yaitu hanya Allah Ta’ala yang mampu lakukan. Allah Ta’ala kasih air, makanan, pakaian, kendaraan, semuanya dari mana asalnya. Manusia hanya bisa merubah-rubah atau mengolah saja tetapi tidak ada yang bisa menciptakan sebagaimana Allah Ta’ala telah ciptakan daun dan tidak ada satu manusiapun yang mampu.

Allah telah ciptakan tanah dan dari tanah yang sama keluar berbagai macam tumbuhan, buah-buahan, makanan dan lain lain, tidak ada habis-habisnya. Semuanya Allah yang mengeluarkan dari tanah dan Allah tidak pernah kekurangan dan tidak pernah kehabisan. Tidak ada dalam kamus Allah yang namanya kekurangan stock. Dari tanah yang sama bisa mengeluarkan padi, jagung, buah, dan lain-lain. Kita tinggal menanam selebihnya Allah yang melakukan, yang mendatangkan panas yang cukup, hujan yang cukup, kesuburan tanah. Ini semuanya hanya Allah yang mengerjakan dan hanya Allah yang mampu. Kita tinggal nunggu dan memodifikasi sedikit, seperti dari serat bambu menjadi kertas, dari karet menjadi ban, dan lain-lain. Tetapi pada dasarnya semuanya dari Allah. Coba kalau manusia disuruh buat karet, kapas, gandum, mana bisa. La Illaha Illallah.

Sekarang yang kita perlu belajar adalah yakin yang betul tidak cukup dengan hanya tau saja. Apa yang perlu kita yakini ? yang perlu kita yakini adalah Hanya Allah yang bisa selain Allah tidak bisa apa-apa. Semua orang pingin bahagia, pingin merasa cukup, tidak ada yang mau susah. Ini semua hanya Allah yang tau persis caranya, selain Allah tidak ada yang tau bagaimana caranya.

Dalam Hadits Qudsi Allah berfirman Mahfum :

“Wahai hamba-hambaku Aku punya Kehendak kalian punya keinginan. Jika kalian penuhi KehendakKu maka Aku akan penuhi Keinginanmu. Jika kalian tidak penuhi KehendakKu maka aku akan persulit dirimu mencapai keinginanmu. Tetapi percayalah hanya KehendakKu yang akan terjadi.”

Kalau kita mau ikuti kehendak Allah nanti Allah akan bantu kita dan penuhi keinginan kita. Semua keadaan nanti akan Allah buat untuk memenuhi keinginan kita. Kita harus percaya dan yakin kalau Allah bisa buat apa saja. Jangan terlalu percaya pada akal, apa yang diakal belum tentu bener. Kini karena akal, kehebatan Allah jadi hilang. Kini mana ada orang yang percaya ada orang lahir tanpa ibu dan bapak, tapi Allah telah ciptakan Adam AS tanpa ibu dan bapak. Kini tak ada yang akan percaya kalau laki-laki bisa melahirkan perempuan, padahal Allah telah lahirkan Hawa AS dari Adam AS. Begitu juga tentang anak lahir tanpa bapak, seperti Isa AS. Jadi pertama kita perlu yakini dulu kalau Allah kuasa dan hanya Allah yang bisa selain Allah tidak bisa apa-apa. Jangan sampai salah bergantung dan jangan sampai tertipu. Semuanya tidak ada yang memberikan apa yang kita perlukan, yang bisa hanya Allah.

Kunci kesuksesan itu hanya ada pada Allah Ta’ala, jadi kini yang perlu kita lakukan adalah buat sambungan yang benar dengan Allah Ta’ala. Kalau kita ada hubungan baik dan sambungan yang benar dengan Allah Ta’ala maka semuanya akan beres, tidak ada masalah. Hanya dengan cara mempunyai sambungan yang benar dengan Allah baru Allah berikan kesuksesan. Kesuksesan itu tidak Allah letakkan pada keadaan-keadaan seperti miskin atau kaya, sakit atau sehat. Kesuksesan itu adalah ketika Sehat kita taat dan ketika sakit tetap taat, ini baru sukses. Ketika kaya taat dan ketika miskinpun tetap taat, ini baru sukses. Punya sambungan yang baik dengan Allah maka hidupnya akan baik. Tetapi jika tidak ada sambungan dengan Allah walaupun punya banyak harta dan kekuasaan yang luas maka hidupnya akan penuh masalah seperti Firaun dan Qorun.

Agar kita bisa nyambung dengan Allah Ta’ala makanya kita perlu Agama. Hanya dengan Agama kita bisa nyambung dengan Allah Ta’ala, karena Agama ini isinya adalah keinginan dan kehendak Allah. Nanti hanya Orang yang nyambung dan punya hubungan baik dengan Allah Ta’ala yang akan dimenangkan oleh Allah Ta’ala. Bagaimana Ibrahim AS punya sambungan yang benar dan hubungan baik dengan Allah Ta’ala sehingga api yang panas dibuat sejuk oleh Allah Ta’ala. Ini secara logika tidak kena dan tidak mungkin, tetapi bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin2x aja, dan Allah masih banyak cara lagi yang kesannya tidak mungkin oleh akal. Bagaimana Yunus AS Allah Ta’ala pelihara dalam perut Ikan di kedalaman laut. Ini semua dapat terjadi karena mereka punya hubungan baik dan sambungan yang benar dengan Allah Ta’ala. Yang paling penting Iman dan Amal jika ini ada maka semuanya akan beres.

Allah dapat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan akal sesuka Allah. Walaupun secara logika tidak masuk diakal tetapi apa yang Allah telah buat ada kenyataan dan faktanya. Seperti kisah pemuda yang hidup tanpa minum dan makan 309 tahun tertidur di goa. Ini siapa yang bisa percaya kalau ada manusia dapat hidup tanpa minum dan makan. Jadi siapa yang menghidupkan ? Allah. Atau seperti Bayi Musa AS yang dicari-cari Firaun musuh Allah, yang sampai-sampai membuat Firaun membunuh 70.000 bayi tiap tahunnya agar Bayi Musa AS dapat dimusnahkan. Tetapi apa yang Allah buat, Allah mampu buat bayi Musa AS selamat dari pembunuhan massal bahkan dibawa langsung oleh Allah ke istana Firaun dan dirawat dibawah naungan Firaun laknatullah Alaih. Ini siapa yang bisa buat seorang Raja merawat musuhnya sendiri. Ini semua adalah kerjaan Allah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Bagaimana Nabi SAW dapat selamat dari kejaran 100 pedangnya pendekar-pendekar terbaik orang Quraish hanya dengan sarang laba-laba. Padahal sarang laba-laba ini rumah yang paling rapuh kena tiup angin saja bakal rusak dan pendekar-pendekar Quraish itu kalau melihat kebawah kakinya maka Nabi SAW dapat terlihat tetapi tidak ada yang mampu menundukkan kepalanya untuk melihat ke bawah. Ini menunjukkan betapa lemah logika dan kekuatan manusia disisi Allah. La Illaha Illallah.

Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana kita fikirkan diri kita agar bisa menjadi hamba yang baik. Jika kita bisa menjadi hamba yang baik maka nanti Allah akan berikan kita kebaikan-kebaikan yang banyak sekali, di dunia dan di akherat. Kini kita lihat anjing aja yang baik dengan tuannya, maka tuannya akan menyediakan segala kebutuhannya dan akan merawatnya. Dia akan dimandikan, di sediakan makanannya, sakit dibawa kedokter hewan, bahkan kini ada salon dan restoran untuk anjing agar anjing ini bisa senang. Beda dengan anjing liar, tidak patuh pada majikannya, maka dia akan dibiarkan, makan nyari sendiri susah-susah, dikejar-kejar orang mau dipukulin, tidak ada yang ngerawat, tidurnya tidak enak. Bagaimana dengan manusia jika dia mau jadi hamba yang baik, maka semuanya akan Allah bereskan kebutuhan dan masalahnya.

Yang paling baik adalah bagaimana kita ini jadi hamba saja yang baik dijamin tenang dan senang, Hayatun Thoyibah. Contohnya, seorang anak kecil ngtidak pernah pusing mikirin listrik, air, makan, baju baru, karena ia yakin orang tuanya akan menyelesaikan segala urusannya. Nah kalau kita punya keyakinan seperti ini maka Insya Allah kita bisa mendapatkan Hayatun Thoyibah. Nabi SAW pernah berkata :

“Allah lebih mencintai hambaNya melebihi seseorang Ibu kepada anaknya 70 kali lipat”

Seharusnya dengan hadist ini kita bisa lebih santai menghadapi hidup ini melebihi santainya seorang anak kecil. Karena kita yakin Allah akan menyelesaikan masalah-masalah kita sebagaimana seorang ibu menyelesaikan masalah anaknya.

Inilah yang diajak Nabi-nabi dari dulu dan ini yang Allah mau kita jaga. Sampai-sampai Allah kirim 124.000 nabi-nabi agar kita semua dapat selamat dan punya yakin yang benar. Selamat dari adzab Allah di dunia dan di akherat. Jangan sampai tertipu dan jangan sampai salah bergantung, inilah yang diajak nabi-nabi. Gantungkan diri kita hanya pada Allah karena dari dulu orang-orang yang menang, sukses, dan bahagia dunia dan akherat hanya orang-orang yang punya hubungan baik dengan Allah dan gantungan yang benar. Kalau ada perlu minta aja langsung pada Allah, Allah seneng diminta. Tidak usah takut, kita ada Allah yang semakin diminta semakin seneng. Allah hanya perlu kita yakin seperti yakinnya anak kecil, yaitu yakinnya anak pada orang tuanya. Uang tidak bisa buat apa-apa, kalau kita dikejar anjing apakah anjing dapat disogok ? Laa Illaha Illallah.

Di alam arwah Allah telah bertanya pada semuanya, “Apakah Aku Rabbmu ?” semua mengakui dan sepakat bahwa Allah adalah Rabb kita. Jadi dunia ini adalah tempat untuk menguji apa yang telah kita sepakati dan kita akui di alam arwah. Masalahnya kebanyakan dari kita setelah sampai di alam dunia, Allahnya tidak keliatan. Allah tidak pernah berubah, tetapi kitanya yang berubah. Dari jaman Adam AS sampai sekarang Allahnya tetap sama dan tidak berubah, tetapi kitanya yang selalu berubah-ubah kepada Allah. Keyakinan kita berubah-ubah ketika di dunia. Nanti di kubur akan ditanya lagi, kalau jawabannya benar maka akan dikatakan benar. Kalau jawabannya bohongpun nanti Allah akan kasih tau.

Orang yang beragama, baik ibadahnya, ini tidak otomatis dia jadi kaya, atau pangkat naik. Tetapi agama ini adalah memberikan keberkahan yaitu menghilangkan ketakutan dan kesusahan walapun miskin. Dengan agama ini Allah akan masukkan rasa kaya walaupun dia hidup miskin. Sekarang masalahnya adalah hati yang miskin, hati yang selalu merasa kurang, tidak pernah cukup, selalu was-was. Inilah masalah semua orang hari ini. Tapi karena Allah ini Maha Baik maka Allah berikan kita agama. Jadi agama itu adalah keberkahan dan ketenangan bukan untuk mendatangkan kekayaan atau kenaikan pangkat. Modal hidup yang terbaik adalah bagaimana kita dapat hadirkan Allah dalam hati ini dengan Agama. Agama adalah tertib hidup yang Allah kasih untuk manusia. Kalau matahari tidak mau ikut tertib yang Allah kasih, bintang tidak mau ikut tertib yang Allah kasih, maka yang ada kerusakan. Begitu juga kita jika kita tidak mau ikut tertib yang Allah kasih maka kita akan rusak dan merusaki. Karena tanpa agama hati orang ini akan rusak walaupun hatinya dipenuhi seluruh isi langit dan bumi, tetap aja tidak akan pernah merasa tercukupi atau terpuasi, selalu merasa kurang. Kalau hati udah rusak maka rusaklah seluruhnya. Hidupnya akan rusak dan merusaki. Banyak orang yang kelihatan sukses dari kebendaan dan pangkat tetapi susah hatinya. Ini karena tidak nyambung dengan Agama. Tetapi kalau ada Agama hati orang ini akan baik. Jika baik hatinya maka akan baik badannya, dan kehidupannya. Hati ini akan tenang, tidak stress, tidak merasa susah dan sedih. Tenang aja, kan ada Allah. Laa Illaha Illallah.

Dunia ini hanya tempat untuk persiapan untuk kehidupan yang abadi, tempat untuk usaha. Sedangkan akherat adalah tempat untuk menerima hasil atau gaji. Sukses dan gagalnya seseorang nanti di akherat bukan di dunia. Banyak orang kelihatan dari segi kebendaan sukses ternyata susah. Firaun dan Qorun dari segi kebendaan dan kekuasaan kelihatannya sukses tetapi ternyata didunianya saja sudah menderita, apalagi setiap ketemu Musa AS, selalu keluh kesah. Kehidupan yang sukses sebenarnya adalah kehidupan yang dapat mengantarkan kita ke surganya Allah. Daripada hidup terkenal, kaya raya, dan berkuasa tetapi ujungnya masuk neraka, ini namanya kegagalan.

Dunia ini bukannya tempat untuk memenuhi kemauan kita, tapi tempat untuk bersabar atas keinginan-keingan kita. Sekarang ini adalah tempat untuk ikuti maunya Allah, nanti Allah baru penuhi maunya kita di surga. Nanti akan ada satu kesempatan Allah akan sempurnakan seluruh kemauan kita, sesuka kita. Tapi sekarang kita sempurnakan dulu maunya Allah. Dunia ini hanya tempat ujian dan penjara bagi orang beriman. Tidak ada kebebasan bagi orang beriman selama di dunia. Semuanya harus ikut aturan seperti dalam penjara. Bebas nanti kalau masuk surganya Allah. Didunia ini kita di uji untuk ikuti perintah Allah yang kelihatan hasilnya. Kalau dilihatin hasil dari 27 derajat sholat maka kontan mesjid akan ramai jadi tempat antrian. Bahkan kini yang taat terlihat susah dan yang tidak taat telihat senang. Ini karena dunia ini adalah tempat untuk bersabar bagi orang beriman, senangnya nanti di akherat.

Seperti dalam suatu kisah ada 2 orang pemancing yang satu kafir yang satu beriman. Ketika mereka pergi mancing ketempat yang sama, pada waktu yang sama, dengan perlengkapan yang sama. Orang beriman mengucapkan bismillah ketika memancing dan yang kafir mengucap nama tuhannya. Namun ketika selesai memancing yang kafir mendapatkan hasil yang banyak sedangkan orang beriman tidak mendapatkan satu ekor ikanpun. Malaikat bertanya kepada Allah mengapa demikian. Ini karena hasil jerih payah orang kafir ini di balas di dunia sedangkan orang beriman di akherat. Lalu Allah perlihatkan Neraka sebagai tempat kembalinya orang kafir dan Allah perlihatkan surgabuat orang beriman yang sabar. Maka para malaikatpun sepakat bahwa tidak ada artinya susah di dunia bagi orang beriman dibanding kesenangan yang Allah berikan di akherat. Dunia tempat sandiwara saja. Kini dipanggil adzan tidak ada untungnya mendingan dagang di pasar banyak untungnya. Nanti dulu lihat akhirnya, hanya orang-orang yang mau meyakini bahwa keuntungan hanya ada di balik amal yang akan bahagia pada akhirnya. Hasil dari pasar hanya bisa dinikmati ketika hidup, tetapi amal yang sedikit dapat dinikmati sampai mati.

Alam dunia ini seperti mimpi kata ulama. Di dalam mimpi seakan-akan kita memeluk harta kita seperti kenyataan, setelah bangun ternyata hanya mimpi yang dipeluk bantal. Begitu juga di kubur seperti terjaga dari mimpi, baru nangis-nangis menyesal, tidak ada gunanya lagi. Nanya mana hartanya, mana rumahnya, mana mobilnya, kata malaikat, “mimpi kamu.” Ada yang mimpi senang tau-tau setelah bangun dalam keadaan susah. Ada yang mimpi susah setelah bangun dalam keadaan senang. Ada di akherat orang yang taat tetapi hidupnya susa, tetapi setelah diperlihatkan Kenikmatan Surga oleh Allah malah merasa dirinya tidak pernah susah hidupnya. Begitu juga kesenangan kehidupan orang kafir di dunia setelah di perlihatkan Neraka merasa tidak pernah hidup senang ketika di dunia.

Sebenarnya yang kita perlukan adalah bukannya harta, pangkat, ekonomi yang maju, tetapi Ridho Allah, hanya ini tidak ada yang lain. Kalau Allah Ridho pada kita maka semuanya akan beres. Untuk mendapatkan Ridho ini perlu usaha, sebagaimana para sahabat berusaha mendapatkan Ridho Allah. Akan datang masa dimana seluruh yang kita usahakan akan hilang dan yang dulu seperti cerita akan nampak nyata menjadi kenyataan. Kalau mau lihat balasan terhadap amal nanti di akherat kalau diminta sekarang rugi karena apa yang Allah berikan di akherat tidak ada bandingannya. Kita ini punya kebiasaan mintanya buru-buru, ini kerugian. Padahal yang Allah mau kita ini bersabar dulu. Orang-orang yang masuk surga ini nanti adalah orang-orang yang mau bersabar ketika di dunia. Sedangkan Surga ini adalah tempat untuk memuaskan hawa nafsu bahkan dilipat gandakan oleh Allah nafsu kita menjadi 100x. Jangan sampai tertipu dengan yang ada di dunia.

Apa yang ada di Surganya Allah tidak ada bandingannya dan tidak sebanding dengan yang ada di dunia. Rugi, bangkrut, kalau mau ditukar dengan dunia, inilah orang-orang yang tertipu dan mau dibodohi.

1. Di dunia perempuan yang cantik kalau berumur tua sudah tidak dapat mendatangkan selera lagi. Kalau tidak mandi bisa bau apek, kalau tidak dandan tidak keliatan cantiknya. Kalau kentut baunya bukan main. Andaikata kita bisa melihat isi perutnya, pasti jadi jijik kita jadinya. Kadang-kadang suka ngelawan pada kita. Tapi kalau di Surganya Allah, dimana wanita langsung dibuat oleh Tangan Allah sendiri yang bersih dan suci. Dikatakan kalau Bidadari ini diturunkan kedunia maka semua laki2x akan berkelahi memperebutkannya. Bapak rela bunuh anak dan anak rela bunuh bapaknya demi bidadari tersebut. Yang mati akan hidup jika diperlihatkan bidadari tersebut. Pertama kali ngeliat bidadari kita akan terpana, bengong selama 40 tahun sangking cantiknya, mengagumi kecantikan bidadari tersebut, itupun baru pembantunya. Orang tersebut harus melewati beberapa pintu untuk bertemu dengan bidadari yang sebenarnya itupun setiap melewati pintu maka setiap bidadari yang ditemui jauh lebih cantik dari yang sebelumnya. Yang dikatakan kulitnya ini seperti telur yang baru dikupas kulitnya. Tidak pernah disentuh dan dijamah oleh siapapun. Matanya bagaikan mutiara menyejukkan dan menyenangkan jika dipandang. Tidak pernah mengeluarkan bau-bau yang tidak menyedapkan. Suaranya indah, parasnya menawan. Semakin dipandang semakin bertambah kecantikannya. Bajunya saja ada 70 lapis dan bila setiap lapisan dibuka akan bertambah kenikmatannya. Tidak akan pernah melawan kepada suaminya, selalu taat dan selalu dalam kondisi menghibur suaminya. Hebatnya saat ini mereka merindukan kita. Dan disana kita akan mempunyai Nafsu yang dilipat gandakan oleh Allah, syahwat yang tidak pernah melemah.

2. Di dunia untuk pembantu saja, kita harus cari dulu yang benar setia dan jujur. Belum lagi malasnya kalau kerja, mukanya masem melulu kalau disuruh kerja. Tapi nanti di Surganya Allah, Allah akan berikan pelayan-pelayan yang menyenangkan dipandang mata, rajin-rajin. Pakaiannya bagus-bagus dari jenis laki-laki dan perempuan. Mereka akan senantiasa melayani kita. Tidak ada lagi tuh pelayan yang tidak jujur, yang tidak setia, yang mukanya tidak enak dilihat. Semuanya ada disana untuk menyenangkan kita. Semuanya pelayanan kelas 1, makanan apapun, kendaraan apapun, baju macam apapun yang akan kita minta akan diberikan, semuanya kelas satu.

3. Di Surga, rumah yang Allah Ta’ala berikan jauh lebih baik dari pada yang ada di dunia bahan materialnya, designnya, luasnya, keindahannya, tidak sebanding dengan yang ada di dunia. Cukup dengan usaha yang sedikit, satu Subhanallah saja, Allah mampu berikan rumah yang jauh lebih baik di Surga, seperti kerajaan dan kita adalah rajanya. Disini kalau mau buat rumah usahanya musti keras, dan dengan kredit lagi. Bahannya hanya terbuat dari koral bata, dan kayu. Tapi disurga, Allah akan bangunkan Istana yang bahannya terbuat dari mutiara, emas dan permata. Didalam Istana itu kita bisa memasukkan aliran sungai atau mengeluarkannya sesuka hati kita. Lantainya ada yang terbuat dari kaca sehingga kita bisa melihat air mengalir dibawahnya. Tangganya terbuat dari emas permata, dan didalam Istana itu terdapat tujuh puluh kamar, yang didalamnya telah siap bidadari-bidadari melayani kita disetiap kamar. Belum lagi makanannya bermacam-macam yang setiap makanannya dapat mempunyai tujuh puluh rasa. Setiap dicoba semakin bertambah kenikmatannya.

4. Belum lagi kemampuan kita yang Allah kasih di Surga seperti Tingginya nabi Adam AS, Parasnya Yusuf AS, Suaranya Daud AS, Kekuatannya Musa AS, Umurnya Isa AS, Akhlaqnya Rasullullah SAW dan ditambah satu kelebihan lagi yang kelebihan ini tidak pernah Allah kasih kepada mahluk lain selain manusia. Yaitu kekuatan “Kun Fa Ya Kun” nya Allah, apapun yang kita minta disurga akan terjadi.

5. Luasnya Surga, bagi yang terakhir masuk Surga saja ini Allah berikan 10x lipat lebih luas daripada langit dan bumi. Ada yang masuk seperti bangsawan, ada yang masuk seperti raja-raja tergantung pada amalnya masing-masing. Semuanya disambut disurganya masing-masing.

Jadi jangan sampai tertipu dengan dunia yang ada sekarang dan jangan mau dibodohi. Allah pingin kita masuk Surga makanya Allah kirim sampai dengan 124.000 Nabi. Kita harus pikirkan ini dari sekarang. Prinsip hidup itu bukannya bagaimana nanti ? tapi nanti bagaimana ? kecuali yang tidak mau masuk surga yaitu orang tertipu dan dibodohi oleh dunia. Inilah mengapa Ali RA pernah berkata dia pernah mendengar Nabi SAW bersabda Mahfum :

“Tidak sempurna Iman kamu sebelum kamu mempercayai Apa yang ada ditangan Allah lebih baik daripada yang ada ditanganmu.”

Iman ini walaupun sebesar biji debu, Allah akan gantikan kerajaan 10 kali lipat lebih besar dari dunia dan seisinya. Padahal untuk orang yang keluar dijalan Allah ini setiap pahala dikali 700.000 kali itu buat yang belum nikah, kalau sudah dikali 70 kali lagi, jadi 49.000.000 pahala. Sedangkan satu pahala saja Allah kasih 10x lebih besar dari langit dan bumi. Jawabannya Tidak pernah terdengar oleh telinga, tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terbesit dalam hati. Inilah Kehebatan, Kekuasaan, dan Kekayaan Allah.

Iman ini lakunya selama masih belum kelihatan, masih ghaib, lalu kita percaya dan kita takut ini Iman namanya. Seperti percakapan antara Allah dan malaikatnya yang baru datang mengunjungi manusia yang baru selesai buat amalan. Allah bertanya kepada malaikat walaupun Allah Ta’ala telah mengetahuinya, firmannya, “Dari mana kalian ?” Malaikat menjawab, “Kami dari mengunjungi hambamu, yang mengingatmu.” Lalu Allah bertanya, firmannya, “Apakah mereka pernah melihatku ?” jawab malaikat, “Tidak pernah ya Allah.” Allah berfirman kembali, “Bagaimana jika mereka melihatku ?” malaikat menjawab, “Mereka akan tambah rajin beribadah kepadamu.” Allah berfirman kepada para malaikat, “Apa yang mereka Minta ?” Malaikat menjawab, “Surgamu ya Allah”, Allah berfirman, “Apakah mereka pernah melihat Surga ?” jawab Malaikat, “Belum pernah ya Allah”, Allah berfirman, “Apa yang mereka takuti ?” jawab malaikat, “Nerakamu Ya Allah”, Allah berfirman, “Apakah mereka pernah melihat Neraka tersebut?”, Malaikat menjawab, “Belum pernah ya Allah.” Lalu Allah berfirman, “Maka saksikanlah oleh kalian aku akan memberikan apa yang mereka minta dan menjauhkan mereka dari apa yang mereka takuti.” Ini baru namanya Iman yaitu ketika belum melihat tapi meyakininya.

Tapi nanti di akherat ketika semua yang ghaib dan yang terdengar seperti cerita ketika di dunia telah menjadi kenyataan, baru orang-orang semuanya sepakat, “Ya Allah kami melihat dan kini kami bersaksi, kirimlah kami balik ke dunia, kami akan beriman dan beramal kepadamu.” Tetapi ketika itu yang namanya Iman dan Tobat sudah tidak laku lagi. Penyesalan tidak akan diterima dan kita tidak akan dibalikkan ke dunia lagi. Setetes air mata yang keluar karena Allah ketika di dunia, ini dapat memadamkan api neraka. Tetapi di akherat nanti nangis tidak ada gunanya, walaupun air mata itu keluar banyak sampai menjadi air mata darah lalu menjadi nanah, tetap aja tidak dipe duliin oleh Allah. Semua pintu tobat sudah di tutup oleh Allah. Bahkan Allah tidak suka dipanggil-panggil namanya oleh mereka, ahli neraka, sehingga suara mereka Allah ubah menjadi suara keledai.

Sedangkan kini kita dalam program transmigrasi di akherat. Orang-orang sibuk mudik pulang kampung. Padahal kamupung kita yang sebenarnya adalah akherat. Dunia ini adalah tempat kerja untuk Allah, apa yang Allah mau harus kita ikuti. Nanti di akherat tinggal kasih laporan kerjanya. Sahabat nanya kepada Rasullullah siapakah orang yang palin pinter itu. Rasullullah SAW tidak menjawab orang yang punya titel, harta yang banyak, perusahaan yang besar, rumah yang mewah, pangkat yang tinggi bukan itu. Tetapi Rasullullah SAW menjawab orang yang pintar itu adalah orang yang senantiasa mengingat mati. Dengan begitu dia akan mempersiapkan amalnya untuk hari nanti. Tapi masalahnya kini banyak dari kita yang over confidence, terlalu yakin, terhadap Iman kita menjelang sakratul maut, merasa aman saja. Padahal menjelang sakratul maut ini tidak ada jaminan orang mampu meninggal dengan membawa Iman. Jadi kita kini jangan merasa aman dulu dengan keadaan Iman kita. Umar RA saja yang sudah dijamin Surganya oleh Allah Ta’ala masih merasa takut akan kondisi Iman dan Amalnya menjelang mati. Dia bilang, “Andaikata dosa Umar seimbang dengan kebaikan yang Umar dibuat maka itu telah cukup bagiku.” Apalagi kita kini yang belum ada jaminannya.

Mati dan Akherat merupakan urusan yang paling penting saat ini. Ketika kita sedang makan untuk hidup tiba-tiba kantor manggil, lalu makan kita tinggalkan karena panggilan kantor lebih penting. Begitu juga ketika di kantor, istri sakit manggil kita, lalu kita pulang karena panggilan istri lebih penting. Dan mati ini perkara yang pasti dan perkara yang lebih penting dari semuanya. Tidak bisa ditunda-tunda, dan tidak bisa kompromi dengan malaikat maut. Orang yang pinter ini adalah orang suka inget mati dan mempersiapkan diri untuk mati. Bukannya mempersiapkan harta untuk mati, rumah besar, pakaian-pakaian yang indah, ini semua tidak akan laku di kubur.

Di dunia ini tidak ada yang pasti, yang pasti hanya mati. Orang kini bisa kaya, besok tidak ada jaminan dia masih bisa dalam keadaan kayak bisa aja jatuh miskin karena utanglah, bangkrutlah. Saat ini kita bisa dalam keadaan sehat, tetapi semenit dari sakarang, sejam dari sekarang, kita bisa jatuh sakit. Hari ini kita berpangkat, tau-taunya besok kita dipecat, dan lain-lain. Yang pasti hanya Mati. Sahabat melangkah dengan kaki kiri tetapi tidak yakin masih bisa melangkah dengan kaki kanan. Tetapi kini kita sukanya merancang jauh-jauh kedepan, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi. Padahal semua ini tidak ada jaminan. Ini namanya panjang angan-angan. Kita akan dibangkitkan sebagaimana kita dimatikan. Hidup penuh amal dan ketika mati dalam keadaan beriman dan membawa amal maka bangkit akan dalam keadaan beriman dan membawa amalan. Tetapi jika hidup penuh maksiat dan mati dalam keadaan membawa murka Allah maka ketika dibangkitkan dia akan bangkit dengan membawa murka Allah dan membawa dosa-dosa maksiatnya.

Hazrat Ibnu Umar RA, memberi nasehat :

“Ketika kamu dipagi hari janganlah menunggu waktu malam, ketika kamu dimalam hari janganlah kamu menunggu waktu pagi. Persiapkan dirimu untuk masa sakitmu ketika masih sehat dan persiapkan bekalmu untuk mati ketika kamu masih hidup.”

Jadi jangan nunggu-nunggu lagi dalam beramal kapan ada waktunya kerjakan, karena waktu ke depan tidak ada jaminannya. Sahabat Saad bin Abi Waqqash RA ditanya Nabi bagaimana dia sholat ? Saad RA menjawab saya sholat Ashar seakan-akan saya tidak akan dapat hidup sampai Maghrib. Saya sholat maghrib seakan-akan saya tidak akan hidup sampai waktu Isya, dst. Bahkan ada Sahabat yang berkata saya salam kekanan seakan-akan saya tidak bisa salam ke kiri. Itupun masih dibilang panjang angan-angan oleh Rasullullah SAW.

Hari ini dibagi 3 :

1. Kemarin Tidak akan kembali lagi sampai kapanpun
2. Hari Esok Tidak ada jaminan masih hidup, panjang angan-angan
3. Saat ini Waktu terbaik untuk beramal

Ali RA berkata :

1. Jika hari ini sama dengan hari yang kemarin, rugi namanya.
2. Jika hari ini lebih buruk daripada hari kemarin bangkrut namanya
3. Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, ini baru beruntung

“Demi Masa, Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian kecuali orang yang beriman, beramal sholeh, dan yang saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.” ( Al Ashr : 1-3 )

Menurut Allah semua manusia dalam keadaan merugi karena mereka tidak bisa memanfaatkan waktu dalam beramal. Amal yang tidak dilakukan dalam waktu yang telah lewat tidak akan bisa dapat ditebus, kita hanya dapat beramal untuk waktu yang sekarang. Waktu yang akan datang tidak ada jaminan. Jadi kita perlu memikirkan Iman kita dan amal kita saat ini. Iman dan Amal penting tetapi usaha atas Iman dan Amal lebih penting lagi. Iman dan Amal tidak bisa datang dengan membaca buku tetapi harus lewat pengorbanan. Ini resep dari Allah. Jika pengorbanan kita diterima maka Allah akan memberikan kita kefahaman-kefahaman dan kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna. Kini mau makan harus usaha cari makan, mau uang harus usaha cari uang. Tidak bisa uang dan makanan datang sendiri, ini sunatullah. Caranya dengan meninggalkan rumah. Begitu juga dengan Iman dan Agama. Tidak bisa datang sendiri, harus diusahakan. Sebagaimana para Nabi dan sahabat usaha atas Iman dan Amal, yaitu dengan pengorbanan, tinggalkan rumah, anak, dan isteri.

Iman dan Amal ini seperti Iklan, tidak bisa dengan mendengarkan saja atau melihat saja, tetapi harus dipraktekkan. Seperti Ikaln pepsodent, kalau mau tau kegunaannya maka harus dibeli dan dipake, tidak bisa dengan hanya melihat iklannya saja. Kalau kita mau Iman dan Amal maka harus segera praktek, nanti Allah kasih tau kegunaannya.





taken from: http://usahatasiman.blogspot.com/2010/01/targhib-iman-dan-amal.html
Baca Selengkapnya "targhib iman dan amal"

Label: , , , , , ,


isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang benar dan tepat

"yang menggerakkan mobil mainan adalah"

baterai
.....




Setelah sekian lama mengakhiri waktu di bangku kuliah, baru kemarin Na dipertemukan dengan lembar kerja siswa (LKS) murid 1 SD. Maksudnya, sudah lama sekali Na tidak menyentuh 'barang-barang sekolahan'. Terlebih lagi melihat LKS yang dibuat dari kertas daur ulang itu.. wah.. membuat memori semasa kecilku terulang kembali..

Namun bukan masalah childhood memories yg ingin Na sampaikan, tapi ini masalah keyakinan yang dibentuk saat kita kecil hingga kini..

Ada yang pernah mengetahui atau mendengar kata " Nafi Isbat " ?

Singkatnya, Nafi Isbat adalah tentang pelajaran menafikkan hal yang nyata dan meyakini yang ghaib. Misalnya begini,

Obat tidak dapat menyembuhkan. Allah yang menyembuhkan. Obat untuk menyembuhkan berhajat kepada Allah. Allah menyembuhkan tidak berhajat kepada obat. Jika Allah berkehendak Allah bisa menyembuhkan dengan obat, jika Allah berkehendak Allah bisa menyembuhkan tanpa obat. Jika Allah berkehendak ada obat tapi tidak sembuh-sembuh. Laa ilaaha illa Allah

Dari rangkaian kalimat di atas, bisa kita tarik kesimpulan..

Makhluk tidak bisa, Allahlah yang melakukannya
Makhluk untuk bisa berhajat pada Allah, Allah melakukannya tidak berhajat pada makhluk
Jika Allah berkehendak bisa dengan makhluk, jika Allah berkehendak bisa tanpa makhluk
Laa ilaaha illa Allah



Keyakinan pada yang ghaib dan menafikkan yang nyata merupakan hal yang sangat minim ditemui di zaman yang serba canggih ini. Ternyata hal ini salah satu sebabnya juga karena sedari kecil, kita sudah diperkenalkan untuk lebih mempercayai hal yang nyata ketimbang hal yang ghaib. Mengapa bisa begitu?

Ya itu, salah satu (lagi) contoh kasusnya adalah ketika kutemui pertanyaan 'aneh' dalam LKS sepupu mungilku itu. Di dalam LKS itu banyak pertanyaan2 yang membuatku harus berpikir keras..

" Yang menggerakkan mobil mainan adalah.... A) tangan B) roda C) baterai "

Spontan dalam hati bertanya

" kok nggak ada opsi 'Allah' atau 'Tuhan' ya.. ? "

Tentunya adik sepupu Na yang masih kecil ini dengan lugunya menjawab bahwa yang menggerakkan mobil mainan adalah baterai. Memang ada penjelasan sebelumnya di LKS tersebut bahwa yang menggerakkan mobil mainan adalah baterai, sehingga sekarang adik sepupuku meyakini bahwa yang bisa menggerakkan mobil mainan itu adalah baterai.. dan bukan Allah..


Teringat juga dengan kejadian ketika salah seorang anak di madrasah bertanya pada Na. Dia bertanya apakah dengan berpose badan telengkup dan kedua kaki di ke-atas-kan bisa membuat salah satu dari keluarganya meninggal. Sebelum Na menjawab, temannya sudah ada yang berkomentar..

fulan B: " Yah, ga mungkin lah! gimana sih! "

fulan A: " ya abis kata temen begitu.. "

fulan B: " ya memang kamu percayanya sama siapa? sama temen kamu apa sama Allah? yang nyabut nyawa kan Allah "


Na yang mendengar pun hanya tersenyum2 sambil membenarkan kata si fulan B. Memang pose seperti itu dulu pernah membuat 'heboh' dunia anak2. Katanya, dengan berpose seperti itu maka akan membawa kesialan pada salah satu keluarga kita.. ternyata.. itu sekedar kepercayaan adat aja....


Na pernah bertanya pada sahabat Na sambil bercerita bahwa anak-anak madrasah terkadang sering menyatakan keyakinan mereka bahwa memang ada malaikat pencatat amal baik dan buruk pada pundak mereka. Na bertanya, apakah kita saat kecil masih terlalu lugu dan polos hingga mempercayai hal-hal ghaib yang dikisahkan oleh kedua orangtua kita dengan begitu saja? tidak seperti orang-orang dewasa, yang baru bisa menerimanya jika sesuai dengan akal logika mereka?

Ternyata bukan itu jawabnya, melainkan karena suasana agama

Sahabat menjelaskan bahwa jika kedua orangtua kita dulu paham agama dengan baik maka dengan mudahnya suasana2 agama terbentuk ketika kita masih kecil. Orangtua kita sudah memasukkan akan keyakinan2 terhadap hal yang ghaib kedalam pikiran kita ketimbang keyakinan terhadap hal yang nyata

Ketika kita berbuat salah, maka kita ditakutkan bukan kepada murkanya makhluk melainkan kepada murka Allah. Ketika kita sakit, maka kita diingatkan bahwa yang bisa menyembuhkan hanya Allah dan bukan obat. Ketika kita mau meminta sesuatu, maka kita diharuskan untuk meminta sama Allah bukan sama Ayah atau Ibu kita..


Lain dengan kita yang sekarang tumbuh dengan keyakinan penuh pada benda nyata daripada hal yang ghaib. Contohnya lagi ketika waktu Na sakit, sebagian besar memang lebih menyarankan Na untuk mengkonsumsi obat-obatan kimia.. walau memang sebagian yang lain juga menyarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan sunnah seperti madu, habbats, menjalankan amalan2, dan sebagainya

Jika ada orang yang sakit dan berusaha ingin sembuh dengan menggunakan cara2 yang sunnah.. maka orang2 disekitarnya seperti mengeluarkan pernyataan, jika tetap menggunakan secara sunnah.. maka tidak akan sembuh.. atau seperti ragu akan sunnahnya Rasulullah SAW..

Padahal sudah jelas,

Di dalam sunnahnya Nabi SAW ada kejayaan

Namun otak ini sudah dipenuhi dengan keyakinan akan benda-benda yang nyata. Kalau belum menggunakan benda2 ini rasanya kurang sip.. kurang PD.. nggak yakin.. dan kalau kita ketahuan lebih percaya dengan hal ghaib dibilang cupu.. tradisionil banget.. memalukan... bahkan ada yang sampai mengatakan, " Itu kan dulu.. jaman Nabi belum kenal nasi! "
Astaghfirullah.....



Benar-benar menyedihkan ya sebenarnya kita...

Kita sudah mengganggap alat2 teknologi super canggih yang ada di zaman ini membawa kita pada era ke-emasan, kepandaian, kesuksesan.. tapi siapa yang mau sadar, bahwa di zaman yang serba modern ini, masih ada aja yang namanya perang? di zaman yang serba mewah ini masih ada aja yang mati kelaparan? di zaman yang serba pandai ini.. masih ada orang yang buta huruf?
dan di zaman yang sudah mau mendekati Kiamat ini.. masih ada aja orang yang tidak sholat ??


Astaghfirullah.....



Na sendiri baru mendapat tarbiyah dari Allah SWT akan Nafi Isbat ini..dan sekarang pun masih tertatih-tatih untuk mengamalkannya. Kembali mengumpulkan keyakinan-keyakinan pada yg ghaib yang sudah tercecer dan hilang dimakan waktu. Kembali mentarbiyah diri sendiri bahwa Allah Kuasa makhluk tak kuasa.. Laa ilaaha illa Allahu..


Yuk ah teman, kita selamatkan diri kita sendiri dari fitnah yang makin merajalela di dunia ini. Semua teknologi canggih itu hanyalah sekedar alat yang bisa berkarat dan akhirnya rusak. Tidak seperti Rabb kita yang Maha Kekal. Sudah ada ketika menciptakan suatu keadaan dan tetap ada ketika mengakhirkan suatu keadaan. Kita tanamkan dalam diri kita, untuk menafikkan yang nyata dan meyakini yang ghaib.. insya Allah..






Jadi,
percayakah engkau..
bahwa dengan sepotong kayu
lautan bisa terbelah ?
Baca Selengkapnya "nafi isbat"