Label: , , , , ,

apa ada yang aneh dengan diriku?



Belum lama ini, Na 'agak' disadarkan mengenai pakaian yang biasa kukenakan kemana-mana, yang ternyata.. masih banyak mengandung kontroversi dan membuat beberapa orang yang saat itu berjalan berdampingan dengan diriku, merasa sedikit was-was atau parahnya merasa kurang nyaman..


Betapa sedihnya jika dengan pakaian ini, Na jadi menyulitkan orang lain.. TT___TT


Padahal yang Na kenakan adalah pakaian yang menutup aurat, seperti wanita-wanita lainnya yang berusaha melindungi dirinya dan orang lain yang menatapnya agar tak terjerumus oleh godaan setan yang terkutuk itu

Jilbab yang lebar sampai menutupi telapak tangan dan gamis yang tak ada corak.. dan terkadang antara jilbab dan gamis keduanya memiliki warna yang sama... kadang hitam-hitam, biru-biru.. yah, gelap-gelap lah.. belum lagi ditambah 'aksesoris' berupa cadar atau purdah..


Mengapa pakaian ini lebih dikenal sebagai pakaian para istri teroris dibandingkan pakaian yang sesuai dengan apa yang Allah minta ? (baca: syar'i)

Sebenarnya dibilang teroris atau anak teroris sih ga masalah, karena.. hey.. aku bukan seorang teroris dan Ayahku juga bukan teroris :D

Hanya saja yang tetap membuatku sedih adalah ketika ada orang lain yang 'kena getahnya' karena Na berpakaian seperti itu.. ah.. betapa hancurnya hati saya.. remuk waktu mengetahuinya.. TT___TT


Ketika melihat wanita-wanita lain yang juga berpenampilan 'sama' denganku, kadang Na berpikir.. apakah mereka juga memiliki masalah yang sama ya denganku? apakah keluarganya sudah satu paham mengenai pakaian yang sesuai syari'at itu seperti apa? apakah teman-temannya juga sudah mengenal dan memahami bahwa jilbab adalah pakaian dan bukanlah perhiasan? dan apakah keluarga atau teman-temannya dari teman dia juga sudah memiliki paham yang sama?


Tentunya yang kuyakini, bukan hanya Na saja yg mengalami 'penderitaan' seperti ini. Masih banyak teman-temanku yang lain yang berjuang dan penuh mujahadah dalam mempertahankan agama Allah...


Ada yang keluarganya selalu mencibir jika anaknya mulai ikut-ikutan memanjangkan jilbab dan mulai mengenakan pakaian serba kebesaran. Ada yang saudara atau family lain yang secara terang-terangan mengatakan keberatan dan tidak suka dengan pakaian yang ia kenakan itu. Ada yang tetangga-tetangganya sibuk berbisik dari satu pintu ke pintu lain membicarakan betapa anehnya pakaian 'teroris' itu. Dan mungkin ada yang sampai meregang nyawa, dimasukkan penjara atau hal-hal tragis lainnya... padahal yang ia kenakan hanyalah pakaian ketaqwaan.. pakaian yang menunjukkan bahwa ia ingin Allah suka, maka ia kerjakan apa yang Allah suka.. dan ia ingin mengikuti sunnah Nabi nya, maka ia melakukan apa yang pernah dilakukan Nabinya..


Jadi ingat.. ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa barangsiapa yang bersungguh-sungguh mencintai Rasulullah SAW maka bersiap-siaplah untuk menjadi fakir, dan barangsiapa yang bersungguh-sungguh mencintai Allah 'Azza wa jalla maka bersiap-siaplah untuk menerima cobaan.. ( HR. Tirmidzi )


Pertama mendengar dan membaca tentang hadits ini, lantas Na jadi berpikir... wah, kok susah ya kedengerannya... mencintai untuk bersusah payah... yang satu jadi fakir.. yang satu lagi untuk nerima cobaan.. but then again, mengapa sampai saat ini tetap saja ada orang yang mau bersungguh-sungguh mencintai Rabb dan Rasul-Nya ?


Apakah karena mereka yakin dengan cintanya itu bisa menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat? Apakah karena mereka sudah tau bahwa hidup di dunia ini memang akan terasa sulit dan penuh ujian yang menghadang namun di akhirat nanti akan ada sesuatu yang indah yang sudah menanti mereka? Apakah karena di hati mereka hanya ada Allah SWT ?


Seharusnya, dengan adanya situasi seperti ini tak membuat Na harus melepaskan pakaian yang syar'i yang sesuai diminta Allah SWT. Harusnya Na tak terkesan dengan segala suasana dan kondisi. Bukan yang kalau lagi mengaji pakai hijab yang panjang-panjang lalu saat jalan ke mall jadi pakai hijab yang mini dan trendy.. melainkan dalam keadaan dan kondisi apa pun... tetap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya..


Mungkin... memang ada yang aneh dengan diriku

Ntahlah... jadi sedih rasanya jika memikirkan hal ini....






maafkan Na ya teman..

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (5)

Assalammualaikum wrt wbt,

Na ... untuk menjadi hamba yang taat dengan perintah Allah dan sunnah Rasulullah saw adalah sangat-sangat susah. Itulah mujahadah namanya ...

Tapi banyakkan bersabar, Insya-Allah ganjaran yang besar lagi abadi menanti mu di sana ... Insya-Allah

Ummie doakan agar kamu tetap istiqomah dengan apa yang kamu lakukan. Take care ya :D

Wa'alaykumsalam warohmatullahi wabarokaatuh

Iya Ummie.. na paham.. maklumlah Ummie.. iman masih lemah, jadi masih terasa berat sekali bagi na..

jazakillah khairan katsira ya Ummie..

insya Allah, Ummie.. na mohon doa juga utk teman2 yg lain yg sedang berjuang, semoga kami diberikan kekuatan oleh Allah agar tetap menjalankan perintah Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW..

amiin ya Allah..

assalamu'alaikum ukhti...

tetap istiqamah ya...

ana kagum sama ina dan saudari2 yg sdh mampu secara kaffah mengenakan hijab*-*

wa'alaykumsalam warohmatullahi wabarokaatuh, anum..

sama2 Anum.. kita semua harus tetap istiqomah, demi meraih ridho-Nya :)

Anum juga yah.. tetap istiqomah.. apapun yg terjadi :) insya Allah

iya, apapun yg terjadi....istiqamah! Allahuakbar!!!^_^

ina, boleh tau alamt emailnya?