Label: , ,

Lagi-lagi sebuah peringatan datang. Kali ini bukan 2x..atau 3x.. melainkan sampai EMPAT HARI berturut-turut!!

Apa yang Allah peringatkan padaku, kali ini? Hanyalah persoalan yang mudah. Bahkan banyak orang yang menganggapnya hanya perkara yang kecil dan tak berarti. Yaitu.. BERDUSTA a.k.a bohong.

Diawali dari tulisan di buku " Kangen sama Rasul ", dimana sang penulis menyebutkan bahwasanya, Rasulullah SAW adalah orang yang paling jujur. Baik dari perkataannya ataupun tindakannya (bahkan sampai isyarat mata [hebat ya, ternyata dengan isyarat mata saja kita bisa berbohong]).

Banyak hadits yang meriwayatkan mengenai kejujuran beliau, salah satunya:

" sesungguhnya kejujuran akan menuntun pada kebaikan dan kebaikan akan menuntun jalan menuju surga. Seseorang yang terus menerus berbuat jujur akan dicatat di sisi Allah SWT sebagai orang yang sangat jujur... " [HR.Bukhari dan Muslim]

Ini adalah peringatan pertama yang datang dari sebuah buku. Awalnya Na masih bersikap biasa. Dan hanya berucap, "Subhanallah.. sampe isyarat matapun harus jujur.. gimana caranya??" Lalu, sudah. Hanya lewat begitu saja..

Datanglah peringatan kedua yang datang di hari berikutnya. Sungguh Allah Maha Berkehendak. Pada bulan Ramadhan ini, aku ada kerjaan. Yaitu menghapal surat Ash-Shaf. Begitu mengetahui, spontan langsung mengernyitkan dahi sambil bergumam, "Waduh, juz30 aja belum komplit.. ini langsung loncat!!".
Tak sabar ingin menengok suratnya, setelah menengok surat yang dimaksud, makin dibuat tertegunlah diri ini.. bagaimana tidak? karna pada ayat kedua dan ketiga dari surat Ash-Shaf berbunyi..

" Hai orang-orang yg beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan " [QS. ASH-SHAF: 2-3]

Astaghfirullah....
Syok.. gemeteran.. seperti ditampar rasanya saat mengintip surat ini. Na benar2 merasa seperti ditusuk2. Dalam sekali arti ayat tersebut. Aku membayangkan, betapa seringnya mulut ini berkata dusta. Seharian penuh otak ini mutar kesana kemari. Takutnya bukan main. Karna lidahku ini pandai sekali untuk berdusta dan sering sekali tidak menyadarinya..

Setelah membaca surat ini dan menghayati artinya, ingin sekali berbagi dengan teman2. Agar supaya tidak terjerumus dengan masalah yang sering dianggap sepele ini. Tapi, ntah kenapa sepertinya Na belum sanggup untuk menuliskannya di blog, ataupun bersms tausiyah pada teman2, karna Na malu.. Na masih sering melakukan kedustaan itu.. Akhirnya kuurungkan niatku.

Di hari ketiga, Allah SWT kembali memperingatiku akan hal yang sama!! Kali ini datang dari seorang ustadz yang sedang berceramah di masjid depan rumahku. Sang ustadz sedang memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang membatalkan keimanan. Diantaranya, adalah.. berdusta!!

Subhanallah, kaget banget waktu mendengar ucapan pak ustadz. Serasa mau copot jantung ini. Ya Allah... lagi-lagi mengenai dusta????!!

Sang ustadz menceritakan mengenai perilaku Rasulullah SAW yang selalu bersikap jujur. Sebagian besar apa yang diungkapkan oleh pak ustadz, ada di dalam buku " kangen sama Rasul". Yang membuatku panik, saat sang ustadz berucap,

" Sering kali kita mendengar atau malah ikut2an berucap hal yang buruk walau hanya sekedar bercanda gurau, mengenai orang2 yang mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Contohnya seperti, melihat laki2 yang memanjangkan janggutnya dibilang kaya' kambing, melihat laki2 yang memendekkan celana sampai diatas tumitnya, dibilang kebanjiran, lalu melihat wanita berjilbab lebar dan panjang, dibilang ninja.. dan ejekan lainnya, walau jika ditanya akan kebenarannya, mereka hanya berkata, "kita cuma bercanda doang kok.. ngga beneran.." "

Lalu pak ustadz mengatakan, Allah telah berfirman dalam surah At-Taubah ayat 63-66..

Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya Barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar. Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

Masya Allah..
Hati Na makin ngga karuan saat mendengar penjelasan pak ustadz. Betapa banyaknya manusia yang tidak menyadari, bahwa kesendagurauan kita atau kedustaan2 kita, sebenarnya dibenci oleh Allah???

Semalaman Na jadi berpikir, bagaimana caranya agar mulut ini terhindar dari kata2 dusta? Bahkan dusta yang dilakukan untuk membuat orang2 tertawa pun dilarang?

Masih diliputi akan ketakutan akan berdusta, sekali lagi, Allah SWT memperingatkan diriku lewat kejadian yang lainnya.
Hari ini, ceramah di sela-sela tarawih, membahas mengenai shaumnya Rasulullah SAW. Pak ustadz (yg lain dari hari kemarin), berucap, ada lima hal yang membuat shaum kita jadi nol (ga bermakna melainkan hanya menahan haus dan lapar), diantaranya... BERDUSTA!

Ya Allah.. Ampunilah kami yang sering berdusta ini,

Sungguh, tadi rasanya ingin menangis meraung-raung. Empat hari berturut-turut aku dijejali akan 'kedustaan'. Aku makin merasa sebagai hamba yang hina..

Jadi teringat dengan salah satu hadits yang mengatakan, bahwa dua perkara yang menyebabkan kita masuk neraka adalah.. mulut dan kemaluan (baca: mulut karna sering berdusta/ghibah(gosip)/mengadu domba, dan kemaluan karna tak mampu menahan syahwat).

Tak bisa berkutik, karna mengingat kejadian-kejadian ini.. Menangis pun rasanya kurang..
Hanya bisa bertobat pada Allah SWT atas segala kedustaan yang pernah terucap..

Teman, maafkan aku yang pernah mengatakan hal dusta padamu. Baik itu yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Baik itu dusta yang keluar dari mulutku atau dari perilaku ku.
Semoga dengan postingan ini, kita bisa belajar untuk tidak menambah catatan kedustaan kita. Insya Allah..

Semoga Allah SWT meridhoi kita.. Amin Ya Allah..

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (2)

hemm..bener2 paling rawan yah masalah ini ^^ terutama klo gak sadar..

kebetulan banget na lg bahas masalah ini, kemaren siang ada 'seorang' yg nanya aku.. "naa, td Z bohong, kira2 puasa nya batal gak ya? sebaiknya diterusin gak puasanya?"

*haduh! kenapa nanya saya yoh?? ustadzah bukan, sesama 'pendusta' meibi yess*

kujawab "kok bisa bohong? kan udah tau dilarang" (terutama puasa)
*berhubung baru baca2 artikel yg spertinya rutin dikirim massal via email dengan 'seorang lainnya' yah...*

tadinya aku mau bilang "pahalanya ilang.." (halusnya 'sia-sia')

tp setelah aku tau duduk pokok masalahnya, dan dia bilang "tp Z bohong demi kebaikan..."

"err..." aku lgsg binun! mau jawab 'enggak batal' wong aku bukan ahli-nya..mau jawab 'batal'? bukan ahli-nya pula n kok rasanya gak tega..dan lagipula yg tau diterima enggaknya puasa nya itu kan cuma Allah yah??

aku terdiam, setelahnya aku cuma bilang "klo A buat salah,dan udah tau salah dan menyesal, apa yg A lakukan??

doi bilang "ya..minta ampun.."

"nah, yaudah, berharap ridho-Nya ajah sambil berusaha (maksudnya sih diterusin puasanya juga), klo bisa jangan diulang yah"

*ngeeng..

aku gak bisa berkomentar lebih jauh, krn aku juga klo 'ngomong' masih gak sadar kesana kemari, hoo~

tp bagaimana ituu nasib bung Z~ >< ??

*wohh..maap na, jd berasa nulis blog di blog org laen (baca : curhats), XD hahaha

tak apalah curhats disini, namanya juga blog.. (lalu apa?hayah..nda jelas ^^;;; )

yup2,tul bgt apa yg mari bilang. Di bulan Ramadhan ini,dgn boong puasa kita jadinya malah sia2. cuma dapet laper dan haus doang. mau? ngga kan..

tenang ri,ga harus jadi ustadzah kok utk membahas mengenai masalah seputar agama. Buktinya,emang na ustadzah?bukan kan?? lagi pula, kita pun juga sesama pendusta. Smua manusia pasti pernah berdusta, kecuali baginda Rasulullah SAW. Karna itulah kita harus mencontoh sikapnya yang sangat jujur~

bohong demi kebaikan yang seperti apa dulu ri? bohong yang diperbolehkan dalam agama adalah bohong untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Kadang kita suka 'nyeleneh', menganggap kebohongan kita itu adalah bohong demi kebaikan..padahal sih kl diliat2 lagi bukan..
tentunya hanya Allah SWT yang mengetahui apa maksud kebohongan kita. Wallahu a'lam

Benar,setelah tau kita melakukan kesalahan,tentunya haruslah bertobat dengan sungguh2 (baca:shalat dan memohon maaf pada Allah karna tlah melakukan kesalahan dan berjanji tdk akan mengulanginya lagi). Jika diulangi lagi? ya tobat lagi.. tapi kl kebohongan ini dilakukan terus menerus secara sengaja, namanya ngga belajar dong..

Na pun jg masih ngomong ngalor ngidul ri. Justru dgn datangnya bulan Ramadhan ini,jadi belajar nahan bicara yg ga penting. Apalagi waktu peringatan ttg berdusta datang bertubi2, makin dibuat ga berkutik..

sama2 belajar ri. kl mari sudah tau mana yg benar dan mana yg salah,sampaikan jg sama tmn2 mari. Ga mau kan kl temen mari berdosa krn mereka ga tau sedangkan mari tau? itulah kl sudah cinta pada teman berlandaskan pada Allah SWT.

Indah bukan ^^~

Wallahu a'lam..

[ga sadar..p..panjang banget bales komennyaaaa~ maaaaaf~~~]