Label: ,

"Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah"

Pernahkah disadari, sudah berapa kali kita menyebut kalimat itu dalam sehari?
Bagi yang melaksanakan shalat 5 waktu, kalikan dua (ucapan dalam duduk tasyahud) berarti 10. Tambahkan lagi dengan shalat2 sunnah lainnya, baik itu shalat witir, tahajjud, dhuha, dsb.
Subhanallah... banyak ya!!

Tapi, apakah kita menyadari saat mengucap kalimat syahadat itu, kita sedang melakukan perjanjian dengan Allah?

Dua hari yang lalu (kl tidak salah), ketika sedang mengkaji Al-Qur'an. Aku sampai di surat Al-A'raf (lupa ayat berapa, tetapi kurang lebih lagi di ayat-ayat yang menceritakan mengenai kaum-kaum para Nabi).
Dikisahkan bahwa para Nabi terus memperingati kaumnya untuk menyembah hanya kepada Allah dan meyakininya (sang Nabi) sebagai utusan Allah. Tetapi kaum-kaum itu tetap membangkang, selalu meminta bukti atas Kebesaran Allah, namun setelah diperlihatkan malah menghina dan mencaci maki.

Lalu, apa hubungan kisah diatas dengan bersyahadat?

Tiba2 saja setelah membaca ayat-ayat tersebut, aku jadi berpikir..
"apakah aku sama seperti mereka?"

Aku mencoba menelaah lebih dalam lagi.
Lalu tiba2 teringat dengan kisah temanku yang mempermasalahkan kewajiban wanita untuk menutupi auratnya (baca: pakai jilbab menutupi dada).
Temanku mengatakan bahwa jika ada seorang wanita yang masih enggan menggunakan jilbab, baik itu dengan alasan belum siap-lah, merasa ngga pede-lah, ngga diizinkan sama orang kantor-lah, atau malah menolak utk menggunakan jilbab (Na'udzubillah) padahal jelas2 mereka itu beragama Islam..tandanya mereka tidak memahami makna syahadat!!

Aku makin merasa kalut, sampai2 aku sms seorang temanku dan bertanya.. "mengapa kaumnya para Nabi tetap membangkang? padahal mereka sudah dengan jelas diperlihatkan akan Kebesaran Allah?"

Otak ini rasanya semakin berputar-putar..
Tiba2 saja aku teringat dengan kajian yang kudengar di sebuah radio belakangan ini yang mengatakan..
"Jika kita sudah mengucap Tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai Rasul-Nya, maka tidak adalagi keraguan dalam diri kita untuk mentaati semua perintah Allah dan Rasul-Nya!"
Ngga ada lagi bantahan.. ngga ada lagi alasan.. untuk tidak mematuhi-Nya
kenapa?
karna kita telah berjanji.. berjanji dengan Allah.. dimana sebuah janji akan diminta pertanggung jawabannya..

*glek..

Bulu kudukku terasa berdiri.. keringatku mulai bermunculan.. dan badan ini rasanya jadi gemetar..

Bagaimana bisa, selama ini...sudah 23 tahun.. kulewati hidupku dengan mengikat janji kepadaNya tetapi aku tidak menyadarinya????

Aku masih saja sering beralasan untuk tidak melakukan apa yang sudah menjadi kewajiban bagiku.
Apalagi untuk mengerjakan apa yang menjadi sunnah..karna aku berpikiran, ' ah, sunnah ini... ngga dosa kan kalau ngga dikerjain?' padahal, para sahabat Nabi banyak yang mengerjakan sunnah demi mendapatkan pahala..

Ya Allah..
Betapa hinanya diri hamba..
Tiada hari yang kulalui tanpa dengan ucapan bersyahadat kepada-Mu,
Tetapi hamba tetap membangkang, mencari-cari alasan, bahkan menolak atas janji hamba sendiri pada-Mu, Ya Allah..

Ya Allah..
Maafkanlah kesalahan-kesalahan kami..
Maafkanlah karna kami belum bisa beribadah dengan sebaik-baiknya ibadah kepada-Mu..
Berikanlah kami hidayah-Mu..
Bimbinglah kami menuju surga-Mu..

Ya Allah..
Berikanlah kami kekuatan untuk menjalankan apa yang Engkau perintahkan dan menjauhi apa yang Engkau larang,
Istiqamahkanlah kami dalam mengerjakan sunnah-sunnah Rasul-Mu,
Permudahkanlah langkah kami,
Ringankanlah beban kami,

Ya Allah..

Terimalah taubat kami..

Amin Ya Rabbal'Alamin..

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comment (1)

maaf, ada tambahan, bacaan surahnya itu QS.Al-A'raf: 52 -67

terimakasih :)