Label: , , ,


ketika 'musibah' datang melanda
hati gundah gulana bak diterjang badai merana
hingga berkata pada Sang Penguasa

' Ya Rabb!! betapa hebatnya ujian dari-Mu!!! hamba tak kuasa!!! tolonglah hamba!!! '

Sholat pun jadi khusyu'
air mata mengalir deras tak kenal waktu
dzikir pun hingga merasa lemah dan lesu

namun ketika 'hadiah' datang tak diduga
hati ini hanya berbisik ucap kata gembira
hingga sayup-sayup berkata pada Sang Penguasa

' Ya Rabb.. alhamdulillah... '

Sholat tak ada rasa suka malah biasa
air mata mana mengalir karena tak ada rasa duka
dzikir hanya sekejap saja



Tak tahu malukah engkau, wahai manusia ????





Itulah gambaran betapa licik dan hinanya Na ketika menghadapi situasi senang dan sedih. Rasanya kalau diberikan ujian sama Allah SWT, wuih... sedihnya bukan main! dari awal membuka mata hingga menutup mata, tak kenal lelah untuk mengeluarkan air mata. Sibuk juga memperlihatkan diri ini bahwa ' saya sedang mengalami musibah ' atau ' saya sedang galau ' atau singkat padat dan jelasnya, Na senang membesar-besarkan ujian yang sedang dihadapi bahkan bisa dibilang lebay (berlebihan)

Rasa sakitnya hati tak tertahankan sekali. Inginnya marah tapi nggak tau sama siapa. Akhirnya mengaku lemah dan ucap istighfar banyak2 sama Allah ditiap dzikir, namun perasaan berat di hati tak kunjung hilang. Inikah pertanda belum ikhlas?

Loh kenapa harus ikhlas? toh yang melakukan kesalahan dirimu Nak!!


Tapi coba tengok diri ini ketika dapat 'hadiah' dari Allah Ta'ala. Pernahkah dengan gembiranya mengatakan, " Alhamdulillah!! saya dikasih Allah berupa benda ini!!! " atau " Subhanallah.. Allah kasih saya uang berlimpah ruah tanpa saya duga2!!!! " dan ungkapan kegembiraan lainnya??

Na yakin,
dari keseluruhan kejadian yang pernah Na alami, hanya 'musibah' saja yang senantiasa digembor-gemborkan. Malah bahkan sampai berlarut-larut. Bawaannya sediih bukan kepalang.. sampai membuat orang disekitar Na merasa sungkan karena Na bersedih terus menerus, tak pernah tampil ceria dan bahagia




Tak tahu malukah engkau, wahai makhluk yang bernama Na???





- in memorian of 29 march 2010 -

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (4)

Assalamualaikum Na..

MasyaAllah, bagaikan Na mengejutkan umu dari tidur je layaknya..

Selama ini pun umu tidak sedar2 dgn nikmat Allah swt..

yang umu sedar time di uji je..
itu pun mengeluhnya.... menangisnya.. huhuu..memalukan aje umu ni :(

wa'alaykumsalam warohmatullahi wabarokaatuh

sama lah Umu.. na pun juga begitu.. hanya sadar disaat sedih saja.. saat senang pun terlupa

semoga Allah mau memaafkan kelalaian kita.. amiin.. amiin ya Allah

masya Allah.. Na.. 'kena' telak lagi iki, hehe

mohon maaf kalau 'kena' telak lagi ya Ri.. karna diatas sebenarnya memang kekhilafan Na yang sering diperbuat..

semoga Allah mau memaafkan kekhilafan2 kita..
amiin ya Allah..