Label: , ,

masuk ke 10 hari kedua di bulan Ramadhan ini, ntah kenapa tiba2 Na jadi makin sering banjir dimana-mana. Sudah memang kodratnya kalau wanita itu punya perasaan yang rapuh, tapi kok ya ini 'kebanjiran' mulu?

Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa sepuluh hari kedua bulan Ramadhan adalah hari yang penuh maghfirah (baca: ampunan). Bukankah ini pertanda sekaranglah saat2 penting buat minta maaf sama Yang Maha Pengampun?
Lalu, apa hubungannya si banjir dengan si sepuluh hari penuh dengan ampunan?

Begini kisahnya,
Awal mulanya berasal dari datangnya tradisi 'BUBAR' (baca: buka puasa bareng). Sebenarnya bukan tradisi, melainkan malah Rasulullah SAW mengatakan bahwa barang siapa yang menyajikan makanan untuk orang yg berpuasa maka pahalanya sama seperti dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala si orang yg berpuasa! (kalau aku salah mohon dibenarkan ya teman). Subhanallah, siapa yg tidak mau dengan tawaran seperti itu??
Tapi tunggu dulu. BUBARnya di zaman Rasulullah SAW tentunya sangat berbeda dengan BUBARnya zaman kini. Dan tentunya..teman2 tau perbedaannya..
Sekarang mall2 dipenuhi sama orang2 yang mau BUBAR-an. Baik itu bersama teman, sahabat atau keluarga. Malah terkadang, ada yang menyambi reuni akbar! Lalu, tak luput pula dengan penggunaan kata2 silaturahmi.
Ribet bacanya? hmmm.. maksud Na gini..

Semisal, kita ikutan BUBAR-an di mall atau tempat makan mana sajalah (kecuali rumah dan rumah makan yang dekat dengan masjid). Biasanya pada kumpul dari sore hari (biasanya setelah ashar sudah kumpul), lantas sambil menunggu berbuka puasa.. aktivitas yg biasa dilakukan yaitu.. ngobrol..bercanda..tanya kabar..ngalor ngidul ini itu.. kl yang di mall malah cuci mata (baik itu cuci mata liat2 baju atau liat pemandangan2 yang tidak layak untuk dipandang). Dan yang lebih menyedihkan lagi, ada yang menunggu waktu untuk berbuka puasa dengan pergi ke Bioskop...

Begitu adzan tiba, wussssss.. semua minuman dan makanan yang sudah dipesan langsung disantap ria. Atau ada juga yang beli makanan kecil (ta'jil) dulu seperti minuman kotak dan roti. Lalu setelah cukup terisi barulah shalat maghrib di mushalla.
Sudah selesai shalat maghrib, kelar? hooow..tentu tidaaak.. tadi kan baru makan kecil..belum makan gedenyaa~
Kembalilah kita ke meja makan bersama teman2 sambil bersantap ria. Selesai makan.. pulang? hooooooooow... itu jarang sekaliiiiiiii~
Biasanya acara dilanjutkan dengan 'bergosip' ria. Apalagi yg kaum hawa yang sudah tak bertemu selama berbulan2. Hmmm...mulut kami pun tak berhenti berucap. Paling berhenti hanya jika ingin mengambil napas, batuk atau bersin.
Sudah kami ngomong ngalur ngidul ngga jelas jluntrungan.. melihat jam.. wah! sudah larut! tandanya harus pulang nih!
Ga shalat isya' ? ah..gampang.. dirumah bisa..
Taraweh?? aah..itu lagi... kan ngga wajib.. gampanglah dirumaah..

Mau menyangkal? silahkan.. Karna yang tadi diatas kujabarkan tak lain adalah perilaku diriku sendiri. Mungkin ada teman2 yang tak seperti itu..

Lantas, kenapa banjir?
karna Na baru menyadari.. betapa sayangnya Na menyia-nyiakan 'hidangan' dari Allah SWT selama Na berbuka puasa di mall atau ditempat lainnya. Na benar2 rugi dunia dan akhirat..
Sudah uang habis untuk beli makanan dan minuman, ditambah pula untuk ongkos.. sudah gitu pahala pun jadi berkurang karna Na melewati shalat isya' berjamaah di masjid, shalat tarawih dan witir berjamaah.. dan banyak amalan2 ibadah yang bisa Na lakukan jika Na berbuka puasa di rumah.

Ada seorang sahabat yang memberikan perumpamaan yang sangat baik mengenai hal ini (kebetulan sedang membahas pergi ke bioskop saat ngabuburit)..

sang sahabat berkata,
Yang saya rasakan jika ada orang yang menghabiskan waktu dalam bulan Ramadhan ini dengan pergi ke bioskop adalah tentu akan sedih dan merasa sayang sekali. Ini seperti dihidangkan makanan mewah,bergizi dan nikmat lengkap dengan buah-buahan serta minuman jus dan susu, tapi malah memilih beli gorengan soft drink dulu,berpikir nanti saja makan makanan mewah dan lezat itu. Maksudnya kita tahu Allah sudah berikan janji dan keutamaan yang luar biasa di bulan Ramadhan, tapi lebih memilih bersenang-senang dengan kehidupan dunia dulu dan menunda2 untuk menyambut hal baik yang dihidangkan Allah, berpikir nanti saja kalau sudah saatnya. Padahal tidak ada jaminan makanan lezat itu bertahan lama dari basi atau tidak, masih tersedia atau tidak. Tidak ada jaminan keutamaan dan kesempatan dari Allah itu masih tersedia lagi untuk tahun depan atau tidak. Gorengan dan soft drink cuma enak diawal waktu makan dan minumnya saja, tapi manfaatnya dalam tubuh kemudian hanya seberapa saja atau malah lebih banyak mudharatnya utk tubuh.Begitulah dunia menipu manusia. Surga dan keridhaan Allah dibeli dengan dunia yang tidak seberapa.

Ya.. itulah dunia yang penuh dengan kenikmatan dan kesenangan.. sementara.
Setan telah menjadikan semua perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT, terasa nikmat dan terus menggoda kita untuk tetap melakukannya sehingga kita tidak tahu menahu bahwa kita sudah melakukan kelalaian yang luar biasa. Kita dibuat rela membayar karcis untuk nonton di bioskop dibandingkan karcis untuk pergi ke surga. Memang klise.. tapi itulah faktanya..

Sedihkah dirimu?
Sedangkan dalam bulan Ramadhan ini, Allah SWT telah membelenggu semua setan-setan, mengunci pintu-pintu neraka dan membuka semua pintu surga.
Lalu.. siapa yang menggoda kita? bukankah itu setan? bukannya Allah telah mengikat mereka semua? lalu.. itu.. siapa? atau.. kitakah.. setannya??

Mungkin akan lebih baik jika kita berbuka puasa di salah satu rumah sahabat kita. Selain si pemilik rumah mendapatkan pahala, kita tetap bisa menjalankan ibadah shalat maghrib, isya dan tarawih berjamaah, Insya Allah jika sudah diniatkan seperti itu. Saat menunggu berbuka, kita bisa mengisinya dengan saling bertausiyah.. atau mungkin ikut membantu si pemilik rumah dalam menyiapkan makanan..

Sekarang sudah hari ke 15 Ramadhan, masih ada sisa 5 hari untuk meminta maaf dan memohon ampunan yang sebenar-benarnya pada Allah SWT. Memohonlah dengan menangis.. memohonlah dengan hati yang sedih.. akuilah bahwa diri kita adalah makhluk yang lemah.. berdoalah dengan penuh rasa takut dan berharap..

Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan hamba-hambaNya yang penuh harap dan ridho dariNya..

Amin ya Allah..

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (0)