Label: ,

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamu'alaykum wr wb,

Alhamdulillah, hari ini aku menyempatkan diri untuk datang ke acara pekan tarbiyah di GOR Bulungan. Bersama Nugi dan Echi, kami bertiga berangkat bareng2 dari blok m. Sesampainya disana sempat dikejutkan dengan berseliwerannya ukhty2 yang bergamis-berjilbab lebar- malah ada yang bercadar!!! Subhanallah... Sampai2 kami takut salah tempat.. tapi setelah lihat spanduk besar yang terpampang di depan pintu gerbang, baru yakin deh ^^

Kebetulan tadi sempat terjadi kebingungan lagi karna didepan pintu masuk ditempelkan jadwal acara hari ini, dimana dituliskan bahwa pada pukul 13.00-15.00 adalah BREAK. Spontan kami bertiga langsung... 'HEEEEEEEEEEEEEEEEE???? kok ngga sama dgn jadwal yg kami terima?' -karna kami menerimanya pada jam tersebut dimulai diskusi dengan tema peran muslimah dalam berdakwah-. Kecewa, tapi juga ngga bisa marah. Akhirnya kami memutuskan untuk tetap masuk (lihat apa aja deh yg bisa dilihat, habis nanggung..). Alhamdulillah, ternyata Allah masih mengizinkan kami untuk mendengarkan diskusi. Ketika masuk ke dalam, ternyata ada seorang bapak2 (panitia) yg mengatakan.. 'Ayo silakan masuk Mba', acaranya mau dimulai'
(ternyata ada perubahan jadwal lagi, didekat pintu masuk yg didalam dituliskan pukul 13.00-15.00 adalah diskusi). Waduh..... jadi bingung sendiri jadinya ^^;

Untuk isi materi, Na akui banyak banget hal yang menarik yg disampaikan oleh pembicara. Tapi berhubung Na mendengarkan materi dalam keadaan perut kosong, jadinya Na kurang konsen (sampai2 nama pembicaranya na lupa semua T___T). Temanya seperti yg sudah Na sebutkan di atas, insya Allah isinya kurang lebih seperti ini (maaf, tapi ini benar2 kurang sekali..karna hanya ini saja yang masih nyantol dikepala Na ^^;)

Disebutkan bahwa dalam Islam, muslimah pun juga memiliki peranan penting dalam berdakwah. Baik itu dakwah dalam keluarga sendiri (baca: kita sebagai anak -single- or sebagai istri/Ibu -berkeluarga-) atau dengan masyarakat. Saat ini masalah yang sering dihadapi oleh seorang muslimah dalam berdakwah yaitu dalam perizinan untuk pergi berdakwah. Dikisahkan seorang aktivis akhwat yang pergi pagi pulang petang (4P) dan keesokannya sang Ayah tidak mengizinkan putrinya untuk pergi lagi. Lalu dikisahkan juga seorang istri yang dulunya sebelum menikah, aktif dalam berdakwah (baik itu ikut pengajian rutinan atau yg lainnya) tetapi setelah menikah jadi ngga diizinkan oleh suami untuk berdakwah lagi.

Kami diingatkan lagi oleh sang ustadzah, bahwa masalah perizinan letak kuncinya adalah di komunikasi. Mengapa sampai ada Ayah yg tidak mengizinkan putrinya untuk aktif berdakwah atau suami yg tidak mengizinkan istrinya pergi keluar untuk berdakwah karena tidak adanya komunikasi diantara mereka. Kebanyakan seorang akhwat 'suka lupa' mengatakan tujuan mereka pergi keluar tiap harinya. Baru ngomong waktu sudah pulang sesampainya dirumah, 'Yah, tadi aku ada acara rohis disekolah/kampus' atau 'Mas, tadi aku ada acara pengajian sama Ibu2 komplek'. Jelaslah hal ini membuat orang yang menerima ucapan kita jadi cemberut dan terima dengan paksa -karna sudah dilakukan-. Malah yg lebih berbahayanya jika sang suami jadi tidak ridho dan murka dengan apa yang dilakukan oleh istrinya, karena pada mulanya berniat ingin mencari pahala tetapi malah berujung mendapatkan murka Allah (Na'udzubillah..)

Disebutkan juga bahwa dalam berdakwah, jangan lupa untuk niat yang seikhlas2nya hanya karena Allah semata dan selalu mencari ridho dari Allah. Insya Allah. Wallahu alam

Yak, itu doang yg Na inget.. sisanya sudah membuyar karna suara perut Na yang makin berisik (baca: laper..).

NB: tadi juga bisa dibilang seminar pra-nikah sih, habis berhubungannya dengan berkeluarga juga. Malah disebutkan kriteria yang harus ada pada calon suami dan kriteria yang harus ada dalam diri kita (akhwat) untuk menjadi istri yang shalehah.. hehehe jadi malu sendiri...

Udah ah,
Semoga bermanfaat ya teman (insya Allah). Maaf jika banyak kekurangan dimana-mana. Tentunya hanya Allah swt jualah yang Maha Mengetahui.

Jika Sahabat Menyukai Artikel ini, Silahkan Bagikan ke Teman Anda!



Comments (2)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

assalamu'alaykum wr wb..
Ina... saya ga bisa ikut kemarin. Maaf ya.. (lho knapa minta maaf ke Ina?).

Iya bener muslimah tuh sama tanggung jawab dan perannya dalam berda'wah seperti kaum pria. Bener juga bahwa banyak kendala non teknis yg mengakibatkan muslimah (baik yg sudah atau belum menikah) menurun aktivitas da'wahnya disebabkan oleh miskom dg suami/ortu. Memang harusnya ini tak perlu terjadi, dan tak boleh terjadi.
Semoga para muslimah diberikan kekuatan untuk mengatasi tantangan tersebut. Dan buat para suami/ortu hendaknya arif juga dalam menggunakan haknya memanage istri/anaknya..