Label: , , , , ,

" kak.. emang kalau mau masuk surga.. butuh tiket ? "



Na kembali di 'celetuk' oleh celotehan anak-anak madrasah. Seorang anak kecil yang baru duduk di bangku 1 SD (junior school), spontan bertanya seusai kami saling bermudzakaroh tentang 99 asmaul husna..


" kak.. emang kalau mau masuk surga.. butuh tiket ? "

Anak lain yang duduk di dekatku spontan (juga) tertawa lepas dan si kecil membantah tawa temannya dengan berkata,

" ih.. iya tau... kata ibu saya begitu..!! "

'Bermain' bersama anak-anak membuat Na mau tak mau mempelajari gaya hidup mereka. Celotehan, gurauan, candaan atau bahkan ucapan-ucapan mereka baik yang lagi serius ataupun tidak.. sedikit demi sedikit jadi menguak tabir bagaimana mereka didik oleh orangtua, terlebih khusus adalah ibu mereka..


Ibu adalah madrasah bagi anak-anak mereka..


Bosen dengan topik ini? hehe.. mohon dimaklumi ya... karna ini penting sekali nih..


Betapa besar peranan seorang wanita dalam agama hingga seolah-olah, agama itu dalam genggaman kita.. bayangkan saja.. seorang anak yang baru lahir dari rahim kita, bisa jadi anak ini menganut agama Islam atau yang lainnya 'hanya' karena pengaruh dari orangtuanya.. dan tentunya, kita sebagai ibunya..

Allah SWT sudah memberikan bukti nyata yang jelas tentang peranan wanita dalam usaha agama..


Ada yang ingat dengan kisahnya Nabi Nuh a.s ? itu loh.. yang anaknya bernama Kan'an. Kan'an tak mau ikut Ayahnya yang mengajak masuk ke dalam kapal tapi dengan syarat harus bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, melainkan Kan'an malah ikut Ibunya yang membangkang akan perintah suaminya untuk taat kepada Allah..

Bandingkan dengan kisahnya Nabi Ismail a.s., yang ikhlas mengorbankan dirinya ketika Nabi Ibrahim a.s mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk 'mengorbankan' anaknya. Mengapa Nabi Ismail a.s mau tanpa harus berpikir panjang? karna.. lihatlah.. itulah hasil didikan dari seorang Ibu yang taat pada perintah Allah.. yaitu, Siti Hajar..

Padahal keduanya sama2 anak Nabi, tapi kenapa bisa beda 'haluan' ? itu karena yang memberikan pengaruh adalah Ibu mereka



Mungkin, Na yang secara masih dalam status sebagai anak ini.. masih banyak kekurangan dimana-mana hingga akhirnya hanya bisa bercuap-cuap aja tentang peran wanita, khususnya peran Ibu dalam usaha agama ini sangat penting. Namun, sedikit demi sedikit.. Allah SWT benar-benar menunjukkan pada Na.. bedanya anak yang di-didik oleh Ibu yang punya risau dengan agama dan Ibu yang punya risau dengan dunia..


Contoh kecilnya ya di atas itu..

Si kecil yg bertanya tentang tiket surga, tentunya dia bertanya seperti itu karna Ibunya senantiasa 'mendongeng' kan tentang surga. Kebetulan, Na kenal baik dengan Ibu si kecil. Beliau sudah mengenalkan agama pada anak-anaknya sedari dini.. hingga terlihat dari perilaku dan tutur katanya pun masih sesuai dengan agama.

Si kecil suka memperingatkan kawannya yang suka berkata kasar atau berkata bohong dengan ancaman,

" eh.. jangan begitu.. nanti dicatet sama malaikat loh! kan dia ada disini.. " sambil nepuk2 bahunya sendiri

Begitu juga abang si kecil.. dimana si abang baru berusia 9 tahun, namun hapalan surahnya sudah mampu membuat Na 'keblinger'


Na: " Ayo dek.. semua.. hapalin surat2 pendek mulai dari An-Naas ya.. sampai.. Al-ikhlas aja.."

si Abang: " Ya Kakak.. jangan surat2 pendek dong.. saya baru ngapalin sampai surat At-takwiir "

Na: " ..... kamu ini salah paham apa nyindir kakak sih... "

Benar-benar hasil didikan dari seorang Ibu yang luar biasa kan? belum lagi kalau lihat hasil didikan dari para orangtua yang ikut terjun dalam usaha dakwah. Kecil-kecil sudah bisa sholat 2 rekaat hanya untuk meminta sesuatu.. kecil-kecil tapi sudah bisa jadi hafiz / hafizhah.. kecil-kecil tapi sudah hidup sunnah... Subhanallah...



picture taken from here


Menanamkan cinta agama pada anak kecil akan jauh lebih mudah jika dibandingkan mengenalkan agama 'kembali' pada orang dewasa. Ibu yang berperan sebagai role model (panutan) bagi anak, mau tak mau.. segala tindak tanduk Ibu akan terserap dengan baik dalam ingatan anak. Kalau dosen anak di kampus Na bilang, otaknya anak kecil itu bagaikan sponge dimana kecepatan daya serapnya amat tinggi..


Jadi ingat, kemarin dikisahkan sama salah seorang sahabat Na..

Ada seorang Bapak yang sudah bertaubat dimana dulunya ia adalah seorang pemabuk. Bapak ini berkisah kalau dulu ketika dia baru pulang mabuk2-an, istrinya sudah setia menunggu di depan rumah. Membersihkan mulutnya, mencuci kakinya.. badannya.. Dan ini dilakukan semua tanpa ada rasa marah ataupun mengeluh. Paginya, ketika anak2 si Bapak ini mau berangkat sekolah, sang istri tak mengizinkan satupun anaknya untuk berangkat tanpa mencium tangan Bapak terlebih dahulu. Walaupun mereka tahu bahwa Bapaknya adalah seorang pemabuk

Kini, anak2 si Bapak sudah menjadi anak2 yg sholeh dan berguna..


Subhanallah,
Dahsyat nian ternyata ya peran seorang istri dan Ibu...


Sekarang,
tergantung kita... mau dijadikan sebagai apa anak-anak kita kelak.. mau diarahkan untuk cinta dunia dan lupa akhirat.. atau hidup di dunia sementara untuk kekekalan yang selama-lamanya di akhirat ?


Lalu.. bagi kita (termasuk saya sendiri) yang masih berstatus belum menjadi istri (uhuk..ehem.. uhuk-uhukk), sebaiknya kita mempersiapkan diri untuk dijadikan sebagai madrasah terhebat di dunia bagi anak-anak kita kelak. Siap2 pula jadi istri cerdik yang sholehah.. penyejuk mata..penawar hati..~ (yah.. jadi berdendang nasyid jadul begini...)


sudah ah.. maaf ya, jadi ngalor-ngidul lagi... semoga bermanfaat ya teman2.. insya Allah








Jadi,
maukah kau menjadi istri
yang sholihah ?
(*ngangguk cepet)






Baca Selengkapnya "wanita dan agama"

Label: , , , ,


" buuu... celananya si fulan bolong buuu "
" hee.. kamu ngeliatin aja.. ngga malu ya?? "
" abis keliatan bu.. "




Biasa, celoteh anak-anak madrasah di musholla mungil itu ada-ada aja. Ini lah.. itu lah.. si fulan begini-lah.. si fulanah begitu-lah. Tapi ngomongin masalah malu, Na jadi inget dengan ceramahnya pak ustadz dimana beliau membahas malu dan minder


Malu dan Minder ... serupa tapi tak sama..


kok serupa tapi tak sama? iyap, soalne sampe sekarang kita masih aja 'keserimpet' bedain mana malu dan mana minder. Bahkan ga sedikit orang yang bilang kalau malu dan minder itu sami mawon alias sama aja.. padahal.. beda loh

Tentunya temen2 sudah pada 'akrab' dengan hadits yang menyebutkan bahwa malu itu sebagian dari iman. Itu kan malu.. kalau minder? apakah minder sebagian dari iman juga ?


Pak ustadz kasih contoh 'malu' begini..

ada anak perempuan yang berpakaian celana mini sedang berolahraga bertemu pak ustadz di jalanan. Lalu anak perempuan ini dengan malu-malu nya menyapa pak ustadz,

" eh.. a.. ada pak ustadz.. duh.. jadi malu pake celana pendek begini... lagi.. olahraga pak.. he..hehe.. "


sedangkan contoh 'minder' begini..


A: " kok kamu ga dateng ke acara semalem ? "

B: " malu ah... saya ga punya baju bagus.. baju saya jelek semua.. "


dari dua contoh di atas, sudah bisa keliatan kah bedanya malu dan minder?


Pak ustadz bilang, malu itu adalah sesuatu yang melanggar peraturan dalam agama dimana kita merasa malu kalau banyak orang yang tau kita telah melakukan kesalahan..


eh, kok bahasanya kaya nya susah.. maksud Na gini loh..


kaya contoh si anak perempuan tadi, kenapa dia merasa malu keliatan bercelana mini di depan pak ustadz.. karna anak perempuan itu sadar kalo celana yang dia pakai itu melanggar aturan agama.. alias.. dia buka aurat..


sedangkan kalau minder itu sebenarnya sombong dalam posisi hina. Minder dan sombong hampir sama, hanya posisinya aja yang beda.. (bayangin aja.. sudah sombong.. ada di posisi hina lagi.. hii... )


Minder itu umumnya terkait dengan kekurangan sesuatu..

malu ga punya mobil... malu ga punya rumah sendiri.. malu bertubuh pendek.. malu berwajah tak rupawan.. malu ga punya baju bagus..

Itu semua sebenarnya bukan malu tapi minder dimana dalam islam.. minder itu tercela


Pak ustadz juga menyampaikan, kalau perasaan malu itu mendatangkan kebaikan sedangkan minder itu mendatangkan keburukan



Iya juga sih,
tiba-tiba jadi teringat dengan istilah ' urat malu nya udah putus ' atau ' muka tembok' . Istilah2 ini kan sering terlempar untuk mereka-mereka yang bagi kita, sudah tak punya lagi rasa malu. Kaya misalnya, udah tau berpakaian serba mini trus ketemu pak ustadz.. eh.. pak ustadz nya malah digodain.... astaghfirullah..... na'udzubillah... hiiiiiiiiiiii... paling sebel kalo ketemu orang kaya gitu.. !!! TT____________________________TT


Biasanya, kalau kita sudah merasa malu.. akan timbul rasa bersalah dan 'kapok' (heung..apa ya bahasa indonesia yg baku untuk kapok..). Yang tadinya ke-gap sama pak ustadz jogging pake celana mini, akhirnya besok2 pake celana panjang untuk jogging... trus yang tadinya ketauan nyontek ama bu guru, akhirnya besok2 berusaha untuk ga nyontek lagi (bukan berusaha nyontek dan ga ketauan ya..hehe). Poko' e, pada intinya.. perasaan malu itu mendatangkan kebaikan


Sedangkan untuk minder, ini malah akan mendatangkan keburukan..
Iyalah.. yang ada nanti kita makin ga sadar kalau diri sendiri sudah sombong dan makin hina..


Pak Ustadz bilang, kita harus meningkatkan dan menjaga rasa malu dalam diri kita karena perhiasan iman adalah malu


tunggu.. kok saya jadi malu-malu begini ya.. ?? duh.. teringat akan sesuatu yang memalukan ini >___<




Jadi,
ayo..ayo..ayo....
tingkaatkan maluu..
ayo..ayo..ayo..
tingkatkan malu..

(ngikutin gaya pak ustadz)


Baca Selengkapnya "anda malu? atau minder?"

Label: , , , , ,

sesuatu yang kecil akan terlihat besar jika kita punya hati yang sempit
dan sesuatu yang besar akan terlihat kecil jika kita punya hati yang lapang




Ikhlas dan Ridho,

Berkali-kali pelajaran ini kupaksa 'pelajari', tapi yang namanya teori akan tetap jadi teori.. ga akan mudeng dan hanya masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan (bahkan mungkin malah mental). Pelajaran ini baru akan berarti maknanya kalau sudah bisa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari, mudahnya.. teori akan tetap jadi teori kalau ga ada kejadiannya..


Ikhlas dan Ridho,

Kuyakin bahwa semua orang kenal dengan ikhlas dan ridho. Sejauh pemahamanku, ikhlas itu baru terlihat saat kejadian yang pertama. Semisal gini, kita kena musibah kecopetan.. saat kita mengetahui bahwa dompet kita dicopet pak pencopet.. wuih.. bukan main manyun dan pedasnya kata-kata yang terucap dari bibir kita..


" Kurang AJAR!!! Moga-moga yang nyopet tangannya gatel-gatel!!!! "

Beberapa lama kemudian teman-teman kita mengetahui musibah ini dan memberikan semangat pada kita..


" iya... saya dah ikhlas kok dicopet... mo gimana lagi... "

Nuah.. iki nama'e bukan ikhlas karna waktu awal kita asik menghujat si pak pencopet. Mungkin kalau ikhlas itu saat kita tau bahwa dompet kita dicopet,


" innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun.. dompetku dicopet!! moga Allah memberikan hidayah untuk pak pencopetnya... amiin ya Allah "

Wesss, subhanallah.. sudah mengamalkan sunnah karna mengucap 'innalillahi' saat ditimpa musibah.. abis itu pake mendoakan pula, doa orang yang dizholimi itu kan doa yang mustajab.. mantap niaan kalau kita bisa seperti ini..



Lalu.. apa bedanya dengan Ridho ?

As far as i know (aih maak.. sok english on de way~), ikhlas dan ridho bedanya tipiiis deh..
Ambil contoh, kita sudah ikhlas seperti kasus yang diatas. Andaikan kita ridho akan musibah yang terjadi pada kita, maka kita ga perlu tuh mengungkit-ungkit tentang kejadian musibah ini ke orang lain..


" iya pren.. aku abis dicopet.. duit ga banyak sih.. cuma masih syok aja gitu.. yah.. namanya juga udah takdir... "

Eleuh- eleuh,
kalo kita masih kaya begitu, pertanda kita belum ridho sama takdir Allah. Awalnya memang kita sudah bisa ikhlas, tapi ini ikhlas yang ga ridho namanya..

Mungkin kalau kita sudah ikhlas dan bisa ridho, kita hanya senyum-senyum (bukan berarti ga waras ya) dan merasa bersyukur atas musibah yang terjadi


" Alhamdulillah.. iya pren, tadi abis kecopetan.. udah lama saya ga sedekah akhirnya Allah negur saya, jadi pengen buru-buru sedekah nih.. "


Ikhlas dan Ridho,

lagi dan lagi.. ini semua hanya akan jadi teori kalau kita ga pernah mempraktekkannya. Mungkin sebagian besar orang menganggap, bicara itu mudah tapi pelaksanaannya berat.. memang benar, tulisan ini terlihat mudah dibaca dan mudah diketik tapi ketika hal ini terjadi pada diri kita masing-masing.. butuh banting tulang berderai air mata untuk belajar apa yang namanya ikhlas dan ridho



Kalau boleh jujur, Na termasuk orang yang serba mempersulit keadaan. Hal yang kecil dan seharusnya bisa tak terlalu dipikirkan.. ntah bagaimana caranya, si kecil ini bisa berubah menjadi besar dan bahkan menjadi raksasa dalam pikiran Na. Sampai-sampai ada yang mengatakan..

" kau seperti hidup dalam duniamu sendiri, Na... "


Maksud'e, Na ini jaraaaang sekali berbagi.. sharing.. curhat ke sahabat-sahabat terdekat (laaah, ini blog bukannya isinya curhatan saya semua???). Tapi memang Na mengakuinya, Na ini suka sekali mempersulit hal yang mudah, mungkin karena itu Na jadi banyak pikiran dan akhirnya.. tuit~ mudah sakit deh


Na paham bahwa Allah memberikan ujian yang berbeda-beda untuk kita.
Mungkin bagi Na, sakit seperti ini luar biasa membuatku jungkir balik memikirkan masa depanku sedangkan bagimu, no problemo.. karna tiap sakit itu ada obatnya kecuali mati. Atau bagimu, deritamu adalah puncak dari segala penderitaan orang sedangkan bagiku, ah.. nanti juga terlewati..


Kenapa bisa beda-beda begini ya interpretasi nya?

Ternyata karena semua ini tergantung dari 'bentuk' hati kita...

kalau kita punya hati yang sempit, masalah kecil yang masuk akan buat hati makin sumpek dan makin sempit akhirnya si kecil ini jadi keliatan besar.. sedangkan jika kita punya hati yang besar (lapang), sebesar apapun masalah yang masuk ke hati akan tetap terlihat kecil karna kita punya hati yang seluas mata memandang ga ada ujungnya..





Bagi teman-temanku yang sedang sakit.. bersabarlah.. bersyukurlah karna Allah sedang membuktikan cinta-Nya padamu..


Dont be sad kalau dengan sakit itu kau jadi dijauhi teman-teman.. karena ada Allah yang senantiasa menemanimu,

Dont be sad kalau dengan sakit itu kau jadi merasa beban pada orang-orang disekitarmu karena sesungguhnya mereka sangat mengkhawatirkanmu dan menginginkan kesembuhanmu,

Dont be sad kalau dengan sakit itu kau jadi menghitung hari akan usiamu.. karena kita semua pun akan mati,

Dont be sad kalau dengan sakit itu kau jadi kehilangan orang yang dikasihi.. karena ada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,

Dont be sad...

Karena aku pun merasakan apa yang teman-teman rasakan..




Yakinlah untuk sembuh, teman-teman

karena jika aku sakit.. maka Allah yang akan menyembuhkan..
sebarkanlah energi positif dalam diri kita dan jangan terenyuh dengan keadaan yang ada

yuk.. banyak-banyakin senyum dan amalan ibadah yang lain



^______________________^




cepat sembuh ya !!






Baca Selengkapnya "it's alright"

Label: , , , , ,


duduk manis dalam sebuah saung yang dikelilingi hamparan ladang hijau.. tak jauh dari sana ada sungai kecil yang mengalir indah..
ditemani dengan angin yang semilir..
dan canda tawa dari bocah-bocah desa yang asik main disana..

aah.. subhanallah... nikmat sekali..


Mungkin, bagi kita orang kota yang hanya setahun sekali mudik ke desa.. gambaran di atas mampu membuat kita lupa dengan segala kesibukan dan kepenatan dari aktivitas harian di kota. Terlebih lagi dengan orang-orang yang senantiasa mengejar impian dan cita-citanya. Baru punya motor, ngiri..karna teman-temannya sudah pakai mobil.. baru punya kontrakan, banting tulang bekerja sampai ninggalin istri dan anak demi membeli rumah modern minimalis.. terus.. dan terus.. akan terus berlanjut hingga sang pemimpi ini menyadari bahwa segala apa yang diinginkan sudah terpenuhi dan pada suatu saat dia menemukan kejenuhan yang luar biasa..

" mau ngapain lagi ya? semua udah ada.. "

Bahkan.. sempat melihat artikel yang mengatakan bahwa ada seorang jutawan (ya poko'e orang kaya lah) sudah merasa bosan dan bingung karna uangnya tak kunjung 'amblas'. Tau apa yang ia lakukan? yap... dia mencoba bunuh diri karna merasa.. semua yang ada di dunia ini sudah dia kuasai.. kecuali satu.. ingin tau apa rasanya mati

astaghfirullah.. ini benar-benar menunjukkan manusia itu bodoh sekali ya TT___TT


Kalau boleh jujur,
Na baru tau loh.. ternyata dengan adanya cita-cita itu bisa membuat seseorang semangat untuk hidup (lah selama ini kamu hidup untuk ngapain aja Naa~ )

Maklum.. Na benar-benar ga memikirkan hal ini.. kupikir, semua orang hidup karna ya.. hidup aja. Na menganggap impian dan cita-cita itu hanya sekedar impian saja.. cita-cita saja.. seperti untuk penggembira hidup.. kalau di makanan.. seperti sebuah bumbu.. memberi rasa dalam makanan..


apakah ada manusia yang hidup tanpa impian dan cita-cita .. ?


Heung.. biasanya sih kita punya ya.. tapi bukan itu masalahnya..


Berdasarkan kenyataan bahwa manusia itu rakus dan bosan, jika kita hidup dengan impian dan cita-cita yang 'mudah' digapai maka dikhawatirkan kita bisa kaya orang jutawan di atas.. memutuskan untuk " BUNDIR " sebagai satu-satunya hal yang belum di-icipi


Mungkin,
jika kita meletakkan impian dan cita-cita kita hanya sebatas pada hal yang 'mudah' digapai maka ketika impian tersebut sudah dicapai.. walau ada rasa kesenangan tak terduga.. tapi ini hanya berlangsung sementara aja ya (sepertinya loh..)


Mengingat contoh sendiri,
ketika dulu pernah bercita-cita ingin menjadi perawat profesional. Awalnya amat menggebu-gebu ingin menggapai cita-cita itu. Bahkan walau sampai sakit dan hampir pingsan pun tetap dikejar apa yang kuinginkan itu.. memang ada kepuasan tersendiri sih karna merasa sudah berusaha walaupun belum jadi perawat yang pro.. dan ketika Na sudah menjadi perawat.. hanya beberapa bulan perasaan 'bangga' itu datang di dalam diri Na.. selanjutnya.. ya.. lihatlah kenyataannya sekarang.. bahkan Na pun tak menyesal tak menjadi apa yang dulu di-cita-cita kan (apa ini cuma saya ya yang kaya begini..hehe..)


Maksud Na begini teman..
Andaikan kita meletakkan impian dan cita-cita kita hanya sebatas pada kesenangan duniawi aja, khawatir ini amat disayangkan. Bukan pertanda ga boleh begitu sih, tapi sayang aja kalau kita dibuat terlena dengan angan-angan yang panjang ini karena kalo ga salah angan-angan yang panjang itu kerjaannya setan.. hiii.. kan serem..

apa angan-angan yang panjang itu?

Na kurang tau juga sih, tapi bagi Na.. angan-angan yang panjang itu.. kaya.. kita ngimpi punya rumah segede istana kastil.. atau punya pohon duit yang ga mati-mati.. atau punya belahan jiwa yang ganteng atau cantiknya bagaikan model-model..

Sepertinya itu terlalu berlebihan? he.. ternyata ngga juga.. karna kalau mau dikulik-kulik lebih dalam.. masih banyak diantara kita yang secara sadar atau ngga, memiliki salah satu keinginan di atas..



Lalu, sebaiknya diapain dong impian dan cita-cita ini?

Gantunglah cita-citamu setinggi langit !! pasti susah deh menggapainya! ya kan? hehe..

Kalau orang-orang yang paham agama.. mereka ini punya impian dan cita-cita yang ga ada di dunia. Mereka ngga kaya kita yang pengen punya rumah bagus di dunia.. punya mobil mewah di dunia.. punya suami/istri dan keturunan yang baik di dunia..

Mereka lebih senang 'dunia' nya diganti dengan akhirat

Mau sampai kapan pun, punya rumah di surga itu hanya akan bisa terjadi kalau sudah di akhirat kan? di dunia kudu banting tulang ngosh-ngosh-an buat beli mobil mewah yang kalau lecet sedikit langsung buat kita 7 hari 7 malem ga tidur2, sedangkan kalau pengen mobil mewah di surga.. tinggal minta sama Allah.. lalu.. ' BLEK', nah.. silakeun deh dipake mobilnya..

Cuma ya ga segampang itu kita bisa masuk surga-Nya Allah.. hanya dengan Rahmat-Nya lah kita bisa masuk ke dalam sana.. makanya itu.. sekarang di dunia kita pinter-pinter deh 'mengemis' akan Rahmat dan Kasih sayang Allah..



Bagaimana dengan impian dan cita-cita ku.. ??

Tetap dong.. jadi bidadari surga.. walaupun jauh banget.. tapi tak apalah.. mungkin saat ini Na lagi 'digojlok' biar bisa jadi bidadari surga (amiiin.. amiiin.. amiin ya Allah). Na pun berkeinginan kelak punya keluarga yang dicintai Allah.. bercita-cita pula ingin hidup dengan amalan-amalan sunnah Nabi SAW.. punya impian bisa pake cadar (amiin ya Allah).. dan masih banyak lainnya yang ingin kulakukan...




Walaupun tertatih-tatih.. setidaknya.. Na masih ingin bersemangat agar bisa masuk surga Allah bersama orang-orang yang disayangi.. amiin ya Allah..


Ah, maaf ya teman-teman.. rasanya jadi ngalor ngidul postingan ini.. hehehe...





Jadi,
apa impian dan cita-citamu?
apakah untuk duniamu..
atau untuk akhiratmu ?






Baca Selengkapnya "impian dan cita-cita"

Label: , , ,


syukuri apa yang ada.. hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini.. melakukan yang terbaik..




Kata-kata yang cukup ma'nyus ini sering berputar dan berputar dalam ingatan Na. Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh group band yang ntah bagaimana caranya, mamahku bisa mengenali suara sang vokalis group band ini..

Dalam keadaan yang sedang 'tersandung' begini rasanya membuat hal sekecil apapun yang nyangkut di hati jadi membias kemana-mana. Termasuk diantaranya lirik lagu di atas.. padahal Na bukanlah orang yang sadar akan lagu (jujur..saya amat jarang mendengarkan lagu.. paling2 kalau lagi di mobil saja..hehe), denger lagu aja jarang apalagi liriknya..

Awalnya, Na lumayan menyukai lagu ini. Dengan petikan gitar yang mellow dan nada yang pilu serta lirik yang lain daripada biasanya (*menurutku), tiba2 saja lagu ini jadi favorite bagiku.. lagi2.. merasa 'klop' dengan kenyataan yang sedang Na alami..



" mensyukuri apa yang Allah sudah berikan pada kita karena Allah sudah beri kita hidup dan hidup itu anugerah.. sesakit..semenderita..sekejam apapun hidup yang sedang dialami..kita harus tetap jalani hidup..dan melakukan yang terbaik... "



Tak lama kemudian, secara tak sengaja Na menonton video clip dari lagu ini.. yang pada intinya secara keseluruhan dikisahkan seorang penari jalanan yang sakit2an tapi terus berjuang demi hidupnya.. dan pada akhir kisah diperlihatkan si ibu penari jalanan ini sudah menjadi 'nyonya besar' yang naik mobil mewah


" yah.. sayang sekali kalau video clipnya begini... " spontan ucapan ini keluar seusai melihat lagu yang tetap menjadi favorite walau hanya sejenak


Melihat si Ibu penari jalanan itu menari-nari sambil menahan rasa sakit tapi berusaha sekuat tenaga agar tetap tersenyum demi orang-orang yang menikmati tariannya.. mengingatkan Na tentang kisah salah satu sahabat Nabi SAW, yaitu Umar r.a yang menangisi seorang rahib yang bermujahadah (susah payah) dalam melakukan amalan ibadah..


Umar r.a. menangis melihat sang rahib yang banting tulang beribadah.. dan berkata.. " betapa malangnya ia.. bersusah payah tapi hanya untuk masuk neraka.. "

seperti dalam surah al-Ghaasyiyah: 3-4

" bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), "


kenapa masuk neraka ??

karna amalan ibadahnya bukan ditujukan untuk Allah semata... (note: sang rahib itu bukan beragama islam)


Na miris melihat tayangan video clip itu.. kasihan.. si Ibu merasa dengan tetap berjuang menjadi seorang penari jalanan.. itulah yang terbaik baginya..

Ntah mungkin Na yang berlebihan atau bagaimana.. tapi Na berpikir..

jika Na sakit-sakitan dan paham bahwa sakit Na ini 'memakan' usia Na (alias penyakit yang tak kunjung sembuh dan sekalinya sembuh sudah menyatu dengan tanah), mungkin jalan terbaik yang kulakukan adalah banyak2in ibadah dengan ibadah yang sebenar-benarnya..

Ini pun juga terjadi di zaman2 sekarang kan? banyak2in ibadahnya saat udah tua.. karna merasa kalau sudah tua itu sebentar lagi bisa menyatu dengan tanah.. alias.. mati..

Tapi memang sulit.. kalau kita masih dikuasai dengan hawa nafsu ya.. kita berkoar-koar bilang... " pokoknya harus melakukan yang terbaik !! " tapi terbaiknya itu masih versi kita.. bukan versinya Allah..


melakukan yang terbaik..

Ntah kenapa kata2 ini amat berat bagi Na.. melakukan hal yang baik aja harus dipaksa2.. bagaimana dengan yang terbaik ? (ah.. begini nih kalau kebanyakan mikir sebelum bertindak..)

mungkin.. saat di dunia ini.. yang terlihat terbaik itu adalah..

kaya.. punya rumah bak istana.. mobil mewah.. sekolah tinggi sampai S yang tak terhingga.. yah intinya hidup penuh dengan kelebihan lah..


Padahal dulu.. Rasulullah SAW hidup serba kekurangan tapi bisa jadi manusia yang paling mulia..


kenapa bisa begitu ?

Ya karena baginda rasulullah saw melakukan hal yang terbaiknya dengan versi Allah.. bukan versi hawa nafsunya..


Lagipula.. yang terbaik itu ada di sisi Allah kan.. ??


Aah.. ntahlah.. pikiranku berputar-putar begini... betapa risaunya diri ini.. takut seperti apa yang Allah firmankan.. capek-capek bekerja keras bahkan sampai banting tulang.. tapi sebenarnya hanya untuk masuk neraka....

na'udzubillah..


semua yang hidup itu pasti mati.. tapi bukan berarti kita enggan hidup karna kenyataan akan mengalami kematian.. Allah menghadiahkan kita hidup untuk mempersiapkan diri membawa bekal menuju kematian kita..


maaf ya teman2.. kalau postingan kali ini amat aneh... postingan kali ini mengalami editan selama berkali-kali.. karna setiap Na mengetik.. perasaan Na masih 'remuk'.. masih bimbang.. masih campur aduk..




Ya Allah.. kuatkanlah hati kami..








tetaplah melakukan yang terbaik untuk Allah SWT..
walau banyak rintangan yang dihadapi..
tetap jalani.. jangan menyerah..
karna Allah sudah menyediakan kesenangan yang tak tergambarkan di surga-Nya untukmu..




Baca Selengkapnya "do the best"

Label: , ,



Rasulullah saw bersabda,
"Seorang mukmin dilanda sakit sebab perintah Allah Ta’ala kepada empat malikat untuk bertindak atasnya. malaikat pertama diperintah untuk renggut kekuatan mukmin tersebut, hingga rasakan lemah. Malaikat ke dua diperintah untuk renggut rasa lezat atas makanan dari lidah si mukmin. Malaikat ke tiga diperintah untuk renggut nur, cahaya, wajah mukmin, hingga pucatlah wajahnya. Malaikat ke empat diperintah untuk renggutkan dosa-dosa mukmin tersebut, sampai dosanya bersih.

Bila Allah kehendaki hamba mukmin itu sembuh, maka Dia utus lagi malaikat berempat tadi Kekuatan si mukmin yang telah malaikat pertama renggut, Allah perintahkan malaikat tersebut untuk mengembalikan, mukmin pun memiliki kekuatan kembali. Rasa lezat si mukmin atas makanan yang telah malaikat ke dua renggut, Allah perintahkan malaikat tersebut untuk mengembalikan, lidah si mukmin pun rasakan kelezatan makanan kembali. Cahaya yang telah malaikat ke tiga renggut, Allah perintahkan malaikat tersebut untuk menyalakan, wajah mukmin pun bercahaya kembali. Namun, Allah tidak perintahkan malaikat ke empat, yang telah menarik dosa-dosa mukmin, agar dosa-dosa si mukmin dikembalikan.

Berempat malaikat itu bersujud.
Ya Allah. Kami berempat ini malaikat yang mentaati perintah-perintah-Mu. Engkau telah perintahkan kepada kami bertiga untuk kembalikan semua yang telah kami renggut. Lalu, mengapa malaikat ke empat tidak Engkau perintahkan agar kembalikan dosa-dosa yang dia ambil dari mukmin itu?

Allah berfirman,
"Tidaklah pantas bagi kemuliaan-Ku, jika Aku perintahkan kau kembalikan dosa-dosa hamba-Ku setelah Aku mempayahkannya dengan sakit."
Malaikat ke empat taati perintah-Nya, "Ya Allah. Apa yang mesti kulakukan dengan dosa-dosanya itu?"

Allah berfirman,

"Bawalah ke laut. Buanglah dosa-dosa mukmin hamba-Ku itu!" Malaikat ke empat melesat ke laut, membuang dosa-dosa mukmin yang ikhlas ditimpa sakit tersebut. Jika mukmin sakit penuh ikhlas hingga meninggal, ia wafat dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.

Rasulullah saw pun bersabda:
"Sakit panas sehari semalam hapus dosa setahun hamba mukmin."




( hadits ini tidak diketahui periwayatnya... )

******************************************************************


mungkin 1 liter air mata sudah keluar..
tapi ini belum cukup untuk menutupi kesalahan sebanyak air di lautan..


Rasanya Na belum sanggup untuk memulai aktivitas tulis-menulis dalam blog ini.. Bukan berarti Na banyak pikiran.. tapi setiap ingin menulis, rasanya ingin nangis..

Allahu Akbar..

Allah SWT. berfirman, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (Al ‘Ankabuut Ayat 2)


Bukan berarti Na tak mau menerima ujian ini.. Bukan berarti Na tak mau diuji lagi...

Allahu Akbar..


"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta’at (kepada Tuhan-nya)" (Shaad Ayat 44)



Subhanallah..

Hanya Allah yang bisa mengetahui apa perasaanku saat ini karna Allah Maha Mengetahui..


Teman,

Na minta maaf ya.. karna tentunya selama ini Na sudah banyak melakukan kesalahan baik yang disadari ataupun tidak. Baik itu kepada para sahabat Na yang senantiasa memberikan semangat (walau tiap hari rasanya aku selalu mengganggu mereka..hehe), kepada teman2 'baru' Na di negeri Jiran sana, yang sudah mau berbaik hati mengajarkan Na tentang agama, kepada para pembaca blog ini... semuanya...



dari lubuk hati Na yang paling dalam..

ku mohon...

maafkan aku ya, teman..


dan semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan untuk kita semua...

amiin.. amiin ya Allah..


jazakumullah khairan katsira


^___________^



*******************************




Ya Allah..

beri aku kekuatan..






Baca Selengkapnya "Laa Tahzan wa Laa Takhaf.."