Label: , ,

wahai penyakit yang bersemayam pada tubuhku

ku tahu bahwa dirimu tak lebih dari sekedar makhluk ciptaan Allah yang sama sepertiku

Allah telah menciptakanku begitu pula dengan dirimu

kita berdua sama-sama makhluk Allah

kau tak kuasa terhadapku.. aku pun tak kuasa terhadapmu

hanya Allah yang berkuasa atas kita




wahai penyakit yang saat ini sedang menemaniku

ku tahu Allah telah menciptakanmu untuk menguji keimananku

Allah ingin tahu apakah aku layak untuk disebut sebagai hamba-Nya

karena itulah aku pun bersyukur pada Allah

sebab melalui dirimu..

aku tahu bahwa Allah sedang menunjukkan padaku..

bahwa Dia-lah Yang Maha Pengasih dan Penyayang pada tiap makhluk ciptaan-Nya




wahai penyakit..

ucapkanlah...

Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadur Rasulullah..

Allah adalah Rabb kita.. dan Nabi Muhammad adalah pesuruh-Nya

hanya pada Allah tempat kita bergantung dan meminta

dan hanya dengan mengikuti sunnahnya Nabi SAW kita bisa berjaya
di dunia ini dan akhirat nanti




wahai penyakit..

apapun yang akan terjadi antara diriku dan dirimu, itu semua sudah menjadi kekuasaan Allah..

aku tak ada kuasa terhadapmu dan dirimu tak ada kuasa atasku

hanya Allah yang berkuasa pada kita..






Ya Allah..

Kau telah menyentuhku dengan penyakit ini

dan sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Baca Selengkapnya "antara aku dan dia"

Label: , , , , , ,







Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah

Taqabbalallahu minna wa minkum

semoga Allah menerima amal ibadah kita semua

mohon maafkan atas segala kekhilafan yang pernah kulakukan, ya teman

semoga lebaranmu menyenangkan



^________________^




- Na -
Baca Selengkapnya "hari raya idul fitri 1430 H"

Label: , , ,

adakah yang ingat dengan keinginanku untuk memakai cadar?

adakah yang percaya bahwa aku 'pernah' pakai cadar?

adakah... ??




Sesungguhnya tulisan ini awalnya tak ingin kubuat karna aku sendiri masih tak percaya dengan tindakanku yang super duper mega 'nekat' itu

Tapi..

Yap..

Na... si itik dari gua hantu (eh bukan.. maksud'e si itik aja), pernah 'icip' bagaimana rasanya jika wajahnya yang sudah sempurna diberikan oleh Allah ditutupi dengan kain penutup wajah.. alias.. cadar..


WHAT??? WHO?? WHEN??? WHY ??? WHERE??? HOW?????????!!!


Masih terekam jelas dalam ingatanku, bagaimana bisa Na yang serba 'amburadul' ini bisa mempertaruhkan segalanya demi memakai kain penutup wajah..

Hari itu adalah hari dimana Na dan teman2 kampus berniat ingin melakukan i'tikaf yang kedua kalinya pada malam ke-25 bulan Ramadhon. Dikarenakan hari itu adalah hari kerja, beberapa temanku langsung datang ke masjid -yang menjadi niatan kami untuk i'tikaf- sepulang kerja (tak seperti hari pertama kami i'tikaf dimana aku bisa bareng pergi ke masjid tersebut). Dari pagi hingga sore, Na masih saja kebingungan karna tak menemukan teman seperjalanan. Sudah telpon teman kesana kemari, sms si ini dan si itu.. ah.. tak ada yang bisa.. Mamahku yang melihat anak gadisnya kluntang-kluntung dan merengek2 dihadapannya, akhirnya memberi ultimatum,

" yasudah sana.. naik busway sendiri aja.. "


Sudah sekian lama Na tak pernah berkelana sendirian dan kini secara mendadak Na harus berada dikerumunan orang banyak tanpa ditemani mahramku ??

NO WAAAAY !!!! (teriak batinku)


Keinginanku untuk beri'tikaf memang sangat tinggi tapi takkan pergi tanpa didampingi mahram juga merupakan keinginan bulatku untuk senantiasa kupatuhi

Ba'da ashar pun sudah lewat, Na hanya bisa berdoa dan pasrah dengan ketetapan Allah. Karna kuyakin, Allah Maha Perencana.. sebaik2 apapun kita berencana tentulah yang akan terjadi itu adalah rencana-Nya..

Hari pun semakin sore dan aku belum ambil keputusan apa2. Salah satu temanku sudah beri kabar bahwa dia sudah datang di masjid dan menanti kedatanganku. Pun dibuat panik menjadi-jadi karna sms itu

Lalu, akhirnya Na meminta nasehat terbaik dari salah seorang sahabat Na

" sebaiknya apa yang kulakukan ? "

" pergilah kalau Ibumu sudah beri izin "

" walau tanpa mahram ? "

" jika sudah diberi izin dari mahram Na, insya Allah tak mengapa.. asal Na juga jaga diri dan doa sama Allah "

selepas baca basmalah dan bershalawat, akhirnya aku pun pergi menuju masjid

Sudah menjadi kebiasaan dikeluargaku, jika kami (aku, adikku dan kakakku) ingin pergi biasanya diantar sama Om. Begitu pun yang kemarin terjadi pada Na. Na diantar sama Om naik motor sampai halte busway terdekat

Selama diperjalanan memikirkan bagaimana cara menjaga diri yang paling baik. Dan ntah mengapa, cadar yang sedang kupakai (ga punya masker, cadar pun jadi..hehe) seolah-olah mengatakan..

" kenapa kau tak pakai aku sebagai alat penjaga dirimu? "

Sempat terjadi pergolakan antara yang baik dan buruk dalam hati Na. Sempat berpikir..

" ah.. nekat kau Na! masa pake cadar sih?!!! pake jilbab gede begitu pun dah cukup!! "

" tak apalah Na.. kapan lagi kau bisa praktekkan keinginanmu ini.. Allah sudah beri jalan.. tinggal melangkah.. "


dan..

KUN FA YA KUN !!


seturunnya Na dari motor, kain yang menutupi hidung serta mulutku itu tak kulepas..

Rasanya saat jalan jantungku mau copot saking terlalu kencang debarannya. Rasanya Na ga kuat mendongakkan kepala saking terlalu 'malu' nya memakai kain penutup wajah ini. Dan memang rasanya saat itu Na menjadi pusat perhatian banyak orang (secara gitu..saya lagi ada di terminal bus..)

Sungguh, Na merasa amat berdosa dan telah mencoreng nama akhwat bercadar. Mereka adalah wanita-wanita yang amat mulia dimana mereka pandai menjaga diri. Mereka tak mungkin keluar tanpa ditemani oleh mahram mereka kecuali dalam keadaan terdesak (amat terdesak, ga bisa ditolerir). Sedangkan aku... duh.. Ya Allah.. moga Kau mau memaafkan kesalahanku.. aku kesana kemari tanpa mahram.. walau sudah menghijabi diri seperti itu tapi tetap saja masih merasa ngga nyaman dan takut karena tak ada mahram disampingku TT____TT

Maafkan aku ya..para perempuan bercadar.. aku pakai 'tabir' itu bukan semata2 hanya karena Allah.. tapi hanya sebagai 'pelindung extra' bagiku...

Maaf ya.. TT_______________TT



Selama Na bersembunyi di balik 'tabir' ini, sedikit banyak hal yang melalang buana dalam pikiranku..



Ya Allah... ternyata ngomong dari balik tabir itu jadi 'meredam' suara sendiri ya...

Ya Allah.. ternyata napas dari balik tabir itu juga buat 'ngap-ngap-an' ya...

Ya Allah.. ternyata kalo banyak angin.. ini tabirnya gampang banget berkibaaaar..!!

Ya Allah.. ternyata ngga semua orang takut lihat wanita bercadar.. masih ada yang ramah tapi ngga sedikit juga yang 'mendelik' dengan mata yang aneh..

Ya Allah.. ternyata seperti ini rasanya tersenyum sama anak2.. mau nyengir kaya apapun ke mereka pun juga ngga bakal keliatan ya..

Ya Allah... inikah rasanya jika aku memakai cadar..... ????




Baca Selengkapnya "na dan cadar"

Label: , , , , , ,

ini pertama kalinya kudengar
puluhan suara bergabung menjadi satu
untuk memuji-Mu
Ya Allah..



Beberapa hari yang lalu, teman2 kesayangan Na mengajak Na untuk i'tikaf. Apa itu i'tikaf? itu loh.. kita bermalam sambil menyibukkan diri untuk beribadah di dalam masjid. Kalau Na ga salah ingat, Rasulullah SAW melaksanakan i'tikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadhon. Bolehkah anak perempuan i'tikaf ?? Alhamdulillah, ternyata kita diperbolehkan untuk beri'tikaf.. selama syarat dan ketentuan dipenuhi


salah satu haditsnya yaitu..

Hukum i’tikaf ini berlaku baik untuk muslim ataupun muslimah sebagaimana yang kabarkan oleh Shafiyyah رضي الله عنها ketika beliau menziarahi Nabi صل اللة عليه وسلم pada saat i’tikaf : “Adalah Nabi صل اللة عليه وسلم (beri’tikaf) di masjid dan di sisinya terdapat istri-istri beliau (sedang beri’tikaf pula)…”. HR. Bukhari dan Muslim


Berhubung saya baru pertama kali ada keinginan untuk i'tikaf (maklum, baru tobat sekarang) dan Alhamdulillah dapat pula izin dari Mamah.. akhirnya dengan segala perasaan yang penuh DAG DIG DUG.. saya pun menyiapkan diri untuk beri'tikaf bersama 3 teman kampus di salah satu Masjid di Jakarta

Amat terkesima dengan jemaah yang hadir pada saat itu. Dari yang masih baby sampai grandma.. pun turut berlomba-lomba mengejar 10 hari terakhir bulan Ramadhon. Dari yang bidadari ber-cadar (*uhuk) sampai calon bidadari (anak perempuan yang belum berjilbab dan moga Allah beri hidayah untuk mereka..amiin ya Allah) juga ikut serta. Dari yang memakai pakaian yang terlihat 'Wuaaah' sampai ' wah..' (kasihan maksudnya) juga ga mau kalah..



Tapi ketika kami bersatu merapatkan diri dan bersujud dihadapan-Nya..

kupikir..



Subhanallah.. kami ini menjadi lemah karna saat bersujud semua sama. Tak ada yang beda jabatan, tak ada yang beda derajat, tak ada yang beda rupa.. kami semua sama2 tunduk kepada Allah Sang Pencipta..





Benarlah apa yang disampaikan oleh sahabatku.. jika kau ingin hidup akan agamamu maka kondisikanlah dan buat suasana sekitarmu hidup akan agama..


Disana, mau ga mau jadi ikut 'hanyut' dengan kondisi tiap jemaah yang sibuk dengan tilawahnya. Rasanya jadi malu sendiri kalau kita malah asyik ngobrol dan canda tawa sedangkan depan-belakang-kiri-kanan kita duduk khusyu' membaca kalam Allah

Ruangan itu seolah2 seperti diisi oleh ribuan lebah.. yang sibuk berdzikir memuji Allah.. bahkan tak jarang ditemukan salah satu diantara ribuan lebah yang meneteskan air mata karena takjub dengan Pencipta-Nya..


Ah.. Subhanallah..

Inikah orang-orang yang mendamba cinta-Mu, ya Allah.. ??

(duh, spontan jadi puitis begini... hehe..maaf..maaf.. )


Lanjut,

Tiga temanku yang paham latar belakangku ini (belum pernah ikut i'tikaf), dengan baik hati melayaniku.. Alhamdulillah.. terimakasih teman2ku.. kalian baik2 sekali TT____TT

Na yang datang dengan persiapan i'tikaf seadanya langsung dapat banyak 'sumbangan' dari teman2. Baik itu berupa makanan bahkan sampe obat2an (balsem.. maklum, gampang masuk angin saya..)

Lalu ketika malam makin tenggelam, salah satu teman Na bilang..

" Oh iya, kita nanti sholat lail nya jam 1 malam ya.. 3 juz banyaknya.. "

Na yang mendengar hal itu hanya bisa duduk menatap wajah temanku dengan wajah cukup panik..

" ..??????????!!!!!!!@#$%^?? ti.. tiga juz... ?!!!! "


Singkat cerita, malam itu saya tak mampu berdiri hingga rekaat terakhir (8 rekaat) karna pada saat rekaat ke-5 saya rubuh (kaki sudah gemetaran, perut sakit dan rasanya ingin muntah)

Seusai sholat lail, Na dan teman2 sempat beristirahat sebelum makan sahur. Kami sempat saling tukar pengalaman berkisah " apa yang kau rasakan saat kau berdiri untuk 3 juz lamanya? "


Pada akhirnya kami jadi malu sendiri ketika kami sibuk bilang,


" Duh.. tadi kakiku gemeteran banget ! "

" wah.. kepalaku udah berat.. sakiit banget rasanya !! "

" mending.. lah aku nguantuk'e puoll.. moga2 aja aku tadi sholatnya ga sambil merem.. "

" gimana Rasulullah SAW kakinya ngga bengkak2 ya.. beliau kan kalau sholat lama banget.. "

" yah Na.. situ dah kejauhan mikirin Rosul.. tadi aku kepikirannya sama para sahabat.. mereka kan cuma orang biasa kaya kita.. nabi bukan.. Rosul apalagi.. tapi kalo dah sholat... beuh.. "




Malu rasanya..

Terlebih lagi jadi merasa amat malu karna tak jarang kita memandang remeh pada orang2 yang hidupnya ikut2in gayanya Rasulullah SAW, tapi sesungguhnya yang kita pandang remeh adalah diri sendiri.. karna kita hanya bisa berkata2.. tapi tak bisa berbuat hal yang sama..

Maksudnya gini,

Ga jarang kita nyeletuk ke orang2 yang lagi pengen belajar sholat khusyu' dan memakan waktu yang cukup lama. Kita asik aja caci-maki dia dengan bilang..

" alaaah.. sok alim banget.. pake dilama2in sholatnya.. khusyu' juga kaga.. "

Padahal sebenarnya saat kita berkata seperti itu.. kita malah lebih bodoh dari dia.. jangankan khusyu' dalam sholat.. sholat pun juga ngga...

Astaghfirullah..




Pengalamanku yang pertama dalam i'tikaf di bulan Ramadhon membuat diri ini banyak merenung dan belajar..

Belajar melihat orang lain yang bersungguh-sungguh ingin mencari ridho Allah..

Belajar memakai adab-adab selama di dalam masjid.. (secara gitu, selama ini kan ke masjid cuma buat taraweh doang.. sekarang bermalam di dalamnya.. gimana hati ngga berdebar2?? )

Belajar... yah.. banyak deh...

Terlalu banyak apa yang ingin Na tuliskan sampai ga tau mau nulis apa lagi karna kayanya dah kebanyakan ngalor ngidulnya.. hehe.. maaf ya..






Jadi,

jangan ucapkan selamat hari Raya dulu ya..

Ramadhon belum usai, kawan

hiks..

TT__________________TT


Baca Selengkapnya "aku dan i'tikaf"

Label: , , , ,

" kenapa kamu sakit ? "

" entahlah.. Allah yang beri sakit ini.. Allah Maha Besar.. "


gambar kuambil dari sini


Sekilas, temen2 mungkin ngga akan menyangka dan mungkin takkan percaya bahwa yang menjawab kata-kata super mega dahsyat diatas adalah seorang bocah laki-laki yang masih berusia 6 tahun

but, believe me... that's the truth!!

Adalagi fakta lain yang cukup membuat wajah ini tertampar keras..

Seorang anak kecil berusia 4 tahun, melihat ada orang tua yang meletakkan al-Qur'an di bawah (sejajar dengan kaki).. dengan lugunya ia berkata,

" Al-Qur'an itu adalah suci.. tak pantas berada dibawah.. " sambil mengambil dan memindahkan Al-Qur'an tersebut ke atas meja


Betapa 'berat'nya kata-kata yang keluar dari bibir2 mereka yang mungil.. Lain dengan kita yang semakin bangkotan.. kata2nya pun ikut 'bangkotan' (Ya Allah.. malu2in diri banget... astaghfirullah... )

Sahabat Na pernah bilang, anak-anak yang hidup bersama dengan orangtua yang paham dengan kebesaran Allah, maka mereka pun akan secara alamiah mengikuti 'jejak' orangtuanya. Apa yang mereka ucapkan pun sesuai dengan ucapan yang senantiasa mereka dengar dari orangtua mereka..

Lagi-lagi,
Mungkin ini terlihat sepele karena permasalahannya ada di bagian 'ucapan', tapi.. apakah ada yang mau bersama-sama menghitung..


Dalam satu hari,
ada berapa orang yang mengajak kita bicara tentang agama ? tentang kebesaran Allah ?



Semenjak Na berkenalan dengan orang-orang yang paham akan agama, rasanya dunia ini jadi berubah..

Ya.. bayangin aja.. masa waktu lagi ceting tiba2 ditanya..



" bagaimana kabar iman kamu hari ini ? "

" .. ??!!!!!!@@@@@@%$^&*#$@... ??!!!!!!"



Masya Allah.....

Selama Na hidup, baru kali itu ditanya tentang kabar iman.. dah gitu, dalam situasi ceting pula.. ( maksudku, bukan lagi dalam pengajian gitu..). Rasanya kaya ada yang nyangkut di tenggorokan waktu ditanya hal itu. Mau jawab apa juga bingung.. ngga jawab juga bingung.. seolah-olah.. yang bertanya itu adalah guru agama.. ah.. bukan.. tapi.. ah..ntahlah..


Kalau sedang ngobrol dengan mereka, rasanya seperti harus menyiapkan jawaban (Nah.. iya kan?? mirip kalo dulu kita mau ditanya2 sama guru agama??? ). Apa yang mereka perbincangkan tak pernah menyinggung tentang dunia.. intinya akhirat.. kejar akhirat.. nabung untuk akhirat.. poko'e dunia itu dijalani untuk menyambut akhirat..


Terlihat berat ?

Ya iya lah.. akhirat gitu.. kita ngomongin antara surga dan neraka.. yo moso enteng (halah..bahasanyo mulai amburadul..)


Mungkin temen-temen masih inget, kalau Allah SWT telah menciptakan malaikat-malaikat dengan 'segudang' tugas. Kalau masih sadar.. sesungguhnya di kanan dan kiri kita ada malaikat yang senantiasa mencatat ANYTHING and EVERYTHING semua tindak-tanduk kita.. termasuk ucapan yang keluar dari mulut manis ini..

" Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir " ( QS. Qaaf: 18)

Teringat pula dengan kebiasaan Rasulullah SAW dimana beliau SAW senantiasa berbicara jika ada keperluan saja (ngga kaya kita yang kalo ngga ngomong dalam beberapa detik rasanya mulut dah gatel pengen ngoceh..) dan jika berbicara pun kata-kata yang keluar adalah kata-kata penuh mutiara (ngga kaya kita yang sekalinya berucap.. mungkin bisa disamakan seperti tong sampah.. karna isinya ga ada yg bermanfaat TT________TT )


Na juga pernah diberitahu bahwasanya maksud membicarakan kebesaran Allah (atau agama) di setiap perbincangan agar kita terbiasa berbicara yang baik-baik aja. Secara gitu, di akhirat nanti kita akan dikasih 'buku' catetan hidup kita. Dari semenjak kita dilahirkan di dunia ini hingga Allah mencabut nyawa kita.. tanpa terkecuali semua ucapan yang keluar dari mulut kita ini sudah tercatat dalam 'buku' itu..

apa kita mau isi buku catatan itu penuh dengan omongan kita yang ga penting banget.. ?


Karna itulah teman..

Yug ah, sama2 kita mulai benahi 'ucapan2' ini.. sebaiknya kita pikir2 dulu sebelum berbicara.. kira2 apa yg ingin kita bicarakan itu banyak manfaatnya atau malah lebih banyak kerugiannya.. Mungkin ada baiknya jika kita senantiasa membicarakan tentang kebesaran Allah di tiap hari.. setidaknya.. biar kita inget gitu sama Allah, bukankah Allah akan mengingat hamba2-Nya yang berusaha mengingat-Nya ?


semoga Allah memudahkan hamba2-Nya yang ingin memperbaiki dirinya secara istiqamah...

amiin.. amiin ya Allah..








Jadi,

bagaimana kabar iman anda hari ini ???


Baca Selengkapnya "chatt-ing ala orang beragama"

Label: , , , , , , ,


sudah sampai juz berapa anda, hari ini ?

*glek..




Ramadhan begini, ga sedikit orang yang jadi makin getol dengan Al-Qur'annya.. rata2 (termasuk saya sendiri) berusaha mengejar targetannya.. yaitu.. khatam Al-Qur'an minimal 1 kali..

Jujur, awal mula baca al-Qur'an.. Na tinggal 'capcus' alias ngga merhatiin bahwa yang namanya membaca al-Qur'an itu ada adab2 yang harus diperhatikan. Tapi ternyata oh ternyata..

ada loh adab dalam membaca al-Qur'an !!

(iya lah.. mo makan aja ada adabnya masa mo baca kalam Allah ngga.. )


Kata buku fadhilah amal bagian fadhilah al-Qur'an, ada syair yang menyebutkan..


" Tanpa adab, seseorang akan kehilangan keutamaan dari Allah "



karena itulah.. tak ingin kan kita kehilangan keutamaan dari Allah?

baiklah.. daripada na makin ngga jelas nulisnya.. kusampaikan saja adab2nya... insya Allah..




ADAB-ADAB MEMBACA AL-QUR'AN

setelah bersiwak (wah..mau ga mau harus punya siwak dong?) dan berwudhu, hendaknya kita duduk ditempat yang sepi dengan penuh hormat dan kerendahan sambil menghadap kiblat. Kemudian dengan menghadirkan hati dan khusyu', kita membaca al-Qur'an dengan perasaan seperti kita sedang mendengarkan bacaan al-Qur'an langsung dari Allah SWT. Jika kita mengerti maknanya, sebaiknya kita membacanya dengan tadabbur dan tafakkur. Apabila menemui ayat-ayat rahmat, hendaknya berdoa untuk mengharap ampunan dan rahmat-Nya. Apabila menjumpai ayat-ayat adzab dan ancaman Allah SWT, hendaknya kita meminta perlindungan kepada-Nya, karena tidak ada penolong selain Allah SWT. Apabila kita menemukan ayat tentang kebesaran dan kemuliaan Allah SWT, maka ucapkanlah Subhanallah. Apabila kita tidak menangis ketika membaca Al-Qur'an, hendaknya kita berpura-pura menangis...

Seandainya tidak bermaksud untuk menghafal al-Qur'an, maka jangan membacanya terlalu cepat. Hendaknya kita letakkan al-Qur'an di atas bangku, bantal, atau di tempat yang agak tinggi. Pada waktu membaca al-Qur'an, kita tidak boleh berbicara dengan siapa pun. Apabila ada keperluan berbicara ketika kita membaca al-Qur'an, maka kita harus menutupnya terlebih dahulu. Selesai berbicara, kita awali lagi dengan membaca ta'awudz (A'udzubillahiminassyyaithoonirrojiim..). Jika orang-orang di sekeliling kita sedang sibuk, sebaiknya kita membaca al-Qur'an dengan suara pelan. Apabila tidak, lebih baik membacanya dengan suara keras.

Alim ulama telah menulis, ada enam adab lahiriyah dan enam adab bathiniyah dalam membaca Al-Qur'an


Adab Lahiriyah
  1. Membacanya dengan penuh rasa hormat, ada wudhu dan duduk menghadap kiblat
  2. Tidak membacanya terlalu cepat, tetapi dibaca dengan tajwid dan tartil
  3. Berusaha menangis, walaupun terpaksa berpura-pura menangis
  4. Memenuhi hak ayat-ayat adzab dan rahmat sebagaimana yang telah diterangkan sebelumnya
  5. Jika dikhawatirkan akan menimbulkan riya' atau mengganggu orang lain, sebaiknya membacanya dengan suara pelan. Jika tidak, sebaiknya membaca dengan suara keras
  6. Bacalah dengan suara yang merdu, karena banyak hadits yang menerangkan supaya kita membaca al-Qur'an dengan suara yang merdu

Abad Bathiniyah
  1. Mengagungkan al-Qur'an di dalam hati sebagai kalam yang tertinggi
  2. Memasukkan keagungan Allah SWT dan kebesaran-Nya karena Al-Qur'an adalah Kalam-Nya
  3. Menjauhkan rasa bimbang dan ragu dari hati kita
  4. Membacanya dengan merenungkan makna setiap ayat dengan penuh kenikmatan. Rasulullah SAW pernah berdiri sepanjang malam sambil berulang-ulang membaca ayat: " Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. " (QS. Al-Maaidah: 118)
  5. Hati kita mengikuti ayat-ayat yang kita baca. Misalnya, apabila membaca ayat-ayat rahmat, hendaknya hati kita merasa gembira dan senang. Sebaliknya ketika membaca ayat-ayat adzab, hati kita merasa takut
  6. Telinga benar-benar ditawajuhkan seolah-olah Allah sendiri sedang berbicara dengan kita dan kita sedang mendengarkannya


Kesimpulan dari adab membaca Al-Qur'an adalah Al-Qur'an hendaknya benar-benar dianggap sebagai firman-firman Allah SWT yang kita sembah, sebagai perkataan Dzat Yang kita cintai dan kita cari. Bagi seseorang yang telah merasakan cinta tentu mengetahui nilai surat cinta, tulisan atau ucapannya, yang benar-benar terasa di dalam hati (heeee.. kok saya senyum sumringah???!!!). Perasaan dan gelora cinta yang ada pada saat itu tidak mungkin dapat dilukiskan dengan rumusan dan kata-kata (waaaaah.. mukakuuuuu~)

Al-Qur'an adalah firman Dzat Yang kita cintai dan Mahabijaksana. Oleh sebab itu, membaca kalam-Nya dengan menunaikan kedua adab tersebut sangatlah penting. Apabila Ikrimah r.a (salah satu sahabat Nabi SAW) hendak membaca al-Qur'an, begitu membukanya ia hampir terjatuh pingsan dan dari mulutnya keluar kata-kata:

" Ini adalah perkataan Rabbku, ini adalah perkataan Rabbku "



************************************


Begitulah teman2.. Semoga bermanfaat ya teman2...

niatkan dalam hati untuk mengerjakannya dan menyampaikannya ke teman2 yang lain, insya Allah..








Jadi,

sudah sampai juz berapa hari ini?

TT__________TT
Baca Selengkapnya "al-qur'an..oh al-qur'an.."

Label: , , ,

surga itu mahal.. na..



Ujar salah satu temanku yang sudah kuanggap sebagai Kakakku sendiri. Padahal dulu kami tak saling kenal, tapi Allah SWT menyatukan hati kami berdua dalam 'islam'.. semenjak itulah.. rasanya kalau tak bertemu dengan Kakak beberapa lama.. aih.. rindu sekali dengannya..



Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah untuknya..
amiin.. amiin ya Allah..



Awalnya pembicaraan kami membahas orang-orang yang mau mengorbankan harta, waktu, jiwa dan raga untuk agama ( dulu sudah pernah Na tulis disini )

Sebenarnya Na masih ngga terlalu paham mengapa mereka bisa seperti itu. Mengapa mereka mau bersusah payah 'hanya' untuk agama mereka ? (eh, agama saya juga sih..)


Mengapa mereka mau mencontoh kehidupan Rasulullah SAW yang serba sederhana..?

Mengapa mereka mau mengikuti jejak-jejak para sahabat nabi SAW yang 'kejar' akhirat.. ?

Mengapa mereka mau tak tertarik dengan 'kemewahan' dunia.. ?



Ternyata pertanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan mudahnya..

" itu karena surga Allah mahal harganya.. ina.. "



Bagi Na yang masih ingusan ini, kata-kata ini terlalu melangit rasanya untuk dipahami dan dicerna..

Na benar-benar dibuat berdecak kagum.. terpesona.. bahkan sampai luluh hati ini melihat seseorang yang mempertahankan agamanya dengan mengorbankan apa yang ia cintai..


Bayangin aja,
Hidup di zaman yang penuh akan kemaksiatan begini.. saat setan dengan mudahnya merayu2 wanita untuk mengumbar aurat.. ada segelintir wanita (mungkin mereka adalah bidadari di surga Allah) yang istiqamah dengan pakaian yang menutupi auratnya dengan sempurna..

Ga cukup hanya dengan menutupi aurat, mereka pun menutupi kelakuan (menjaga diri). Tak banyak berkeliaran kesana kemari dgn tujuan yg tak jelas ( misal kaya kita.. jalan keluar cuma pengen hang out aja bareng temen2..)


Belum lagi dengan 'cacian dan makian' yang mereka terima dari sekitar mereka..

" Ngapain sih pake jilbab panjang2 begitu ?? "

" Alaah.. sok alim banget pake sholat tepat waktu.. "

" Aah.. basi deh ngomongin agama mulu.. ga ada yg lain ?? "


Subhanallah.. kalau saya yg di-'gitu' in mungkin seketika saya akan banjir dan nangis meraung-raung dihadapannya..

Tapi mereka ngga begitu,

Cukup Allah yang mengetahui kelemahan mereka.. Cukup Allah sebagai tempat mencari perlindungan... Cukup Allah sebagai tempat memohon.. Cukup Allah sebagai 'pegangan' mereka..



*****

Wahai engkau yang teramat ingin mencintai Allah dan Rasul-Nya sepenuh hati..

Beritahu kami, bagaimana caranya engkau mau mengorbankan segala-galanya hanya untuk mendapatkan ridho illahi..

Ajari kami, bagaimana caranya engkau hidup di dunia untuk akhirat..

Ajak kami, agar kami bisa ikut masuk surga bersama-sama dirimu..


*****


Wahai engkau yang bisa menikmati kesulitan hidup yang dijalani karna yakin dengan janji-janji Allah..

Jangan engkau tinggalkan kami yang bodoh dan lemah ini..

Jangan engkau palingkan wajahmu karena wajah kami yang senantiasa memicingkan mata ketika melihatmu..

Jangan buat kami menyesal di dunia ini..


*****


Wahai engkau yang menghendaki kehidupan akhirat..

sungguh mulut ini tak henti-hentinya mencaci maki dirimu..

namun sesungguhnya kami hanya iri padamu..


*****


Wahai.. siapapun disana...

kami haus akan agama!

kami haus akan iman!

kami pun..

ingin seperti kalian!!

*****




( duh maaf ya tman2.. postingan agak kacau.. maklum.. rasanya Ramadhan ini Allah banyak beri ujian untuk kita.. jadinya begini deh.... )
Baca Selengkapnya "wanna be like you"