Label: ,

ketika hati sedang amburadul ga karuan..
ketika otak kian ribet berantakan..
ketika badan mulai ikut2an glundungan..
ku tau apa yang ku inginkan..





ketika melihat foto ini, Na membayangkan ada sesosok makhluk yang sedang mengintip di sela-sela pepohonan...

eh? luoooh.. kok jadi horor gini...??!! bukan kok!! (hus..hus.. minggir dulu kau)


Maksud Na,

Ketika melihat foto ini, imajinasi Na mulai berpetualang membayangkan di sepanjang jalan ini banyak jangkrik yang sedang bersembunyi di balik rerumputan

Suasana hening yang berbalut sunyi itu pecah karena suara jangkrik yang saling sahut menyahut,

" krik..krikk..krik..krikk "

Tak hanya jangkrik yang sibuk berceloteh melainkan para angin yang menggesekkan dedaunan pun ikut meramaikan suasana,

" ............ " (eh, bunyi daun yg ketiup angin itu gimana ya? ya.. poko'e begitulah teman..kau pasti pahamlah maksudku~ )


Itu baru dua "suara" yang Na bayangkan yang ada di dalam foto ini. Bagaimana dengan Nabi Sulaiman a.s yang bisa mendengar "suara" selain suara manusia ya? pastinya... rame sekali ya..

Ketika sedang asik memainkan imajinasi ini, Na teringat dengan beberapa firman Allah yang menyebutkan bahwa sesungguhnya apa yang ada di langit dan di bumi ini bertasbih memuji Allah

Di telinga kita sih nyampe nya suara jangkrik itu " krik..krikk..krik..", tapi sebenarnya dibalik " krik" nya jangkrik adalah kalimat tasbih

Subhanallah... padahal dia kan cuma jangkrik ya..


Ah, kalau lagi membayangkan suasana alam begini jadi ingat waktu jaman2nya ikut tafakur alam. Ada yang pernah ikut?

Waktu masih jamannya ingusan, Na pernah ikut tafakur alam bareng Uni dan Abang bersama temen2 ngaji di masjid depan rumah. Dulu sih asal ikut2 aja. Namanya juga jalan2, siapa juga yg ga mau ikutan? tapi ketika diminta untuk membawa Al-Qur'an terjemahan... loh? buat apa? katanya mo jalan2?? kok malah disuruh bawa terjemahan??

Sesampainya di tempat tujuan, sambil duduk di dekat sungai yang airnya mengalir dengan indahnya, kami diminta untuk mulai membuka terjemahan Al-Qur'an tersebut. Lalu, guru ngaji Uni dan Abang Na mulai asik berceramah...

" Air sungai yg sekarang sedang gemericik ini ternyata sedang sibuk memuji Allah. Ikan2 yang asik main di sungai ini pun ternyata sedang memuji Allah. Bahkan, pepohonan yang ada disekitar kita pun sesungguhnya sedang memuji Allah ......"

Sampai mikir jumpalitan pun takkan pernah terdengar "suara" mereka yang sedang memuji Allah. Dengan pikiran penuh dangkal dan serba keterbatasan bahkan kekurangan, ucapan guru ngaji tersebut pun Na abaikan begitu aja (maaf ya pak..)


Kini, barulah Na memahami arti "suara" mereka yang memuji Allah yang seperti apa dan Na juga baru memahami mengapa saat itu kami diminta untuk membawa terjemahan Al-Qur'an (wah, pahamnya lama bener.. kudu lewat berpuluh2 tahuun!!)


Na baru menyadari,
bahwa sesungguhnya apa yg ada di langit dan di bumi ini semua tunduk pada Allah. Mereka taat akan perintah Allah. Ketika Allah memerintahkan angin mendung untuk memuntahkan isinya berupa air ke bumi, maka turunlah hujan. Ketika Allah memerintahkan agar matahari mulai berganti "shift" nya dengan bulan, maka hari yang tadinya cerah berganti gelap karena malam. Ketika Allah memerintahkan jangkrik untuk mengeluarkan suara "krik" akibat gesekan kaki-kakinya, maka terdengarlah suara "krik" dari seekor jangkrik (bukan "wekwek" atau "gukguk")

Terdengar simple ya? tapi bisa dibayangin kalau itu semua terjadi tak pada tempatnya...

Ternyata Allah sudah menciptakan semuanya dengan segala kebaikan di dalamnya. Matahari, bulan, bintang, langit, awan, pohon, air, ikan, dsb telah Allah ciptakan untuk kita, manusia, dimana semua ciptaan Allah itu sudah sepatutnya kita syukuri karena Allah telah menciptakan semuanya untuk kita..

Subhanallah...

ini semua untuk kita loh... untuk kita.. manusia yang jarang menyadari akan hal ini..


Ketika Na merasa cukup "hebat" karna sudah mencoba melaksanakan dzikir pagi petang, saat mendengar suara jangkrik yang ada di belakang kamar Na (yang selalu meramaikan suasana malam), ah.. dibuat malu jadinya..

Jangkrik yang cuma se-"umi" itu sama sekali ga merasa besar kepala karna tiap detiknya dia sibuk berdzikir memuji Allah

Astaghfirullah..

Ya Allah.. Maafkan aku TT__TT


Rasa2nya kini Na harus lebih sering lagi memperhatikan sekitar Na. Ga cuma sekedar perhatiin, tapi berpikir dan merenungi akan kebesaran Allah akan ciptaan-ciptaan-Nya..


Ah, postingan yang ga jelas arah dan tujuannya.. maafkan aku teman..



Na hanya ingin mengatakan, bagi siapapun itu.. jika sedang merasa pusing.. penat..rasanya pengen jedotin kepala karna mendapatkan masalah yg tak kunjung datang solusinya (eh tapi jangan beneran jedotin kepalanya..sakit loh..)

mungkin sudah saatnya untuk mengheningkan cipta.. menyerahkan segala-galanya kepada Allah SWT..


ambil air wudhu, sholat 2 rakaat, puaskan diri untuk berlinang air mata..
setelah selesai sholat jangan langsung berdiri.. tapi duduklah sejenak..
sambil dzikir dan penuh kesunyian..
nikmatilah "suara" alam yang sedang bertasbih..




semoga Allah meringankan bebanmu...
sobat..

amiin ya Allah
Baca Selengkapnya "semesta bertasbih"

Label: , , , , ,

" Kak! tulisannya begini bener ga? "
" Wah.. iya! bener! pinter!! "



Semenjak jadi guru yang ikut bantuin anak2 belajar ngaji di musholla dekat rumah, rasanya Na baru menyadari bahwa yang namanya mempunyai anak murid yang pintar itu sangat menyenangkan. Senang sekali melihat ada yang bisa menjawab dengan benar pertanyaan2 yang Na dikte kan. Berkali-kali pujian Na lontarkan ke dirinya karna merasa kagum akan kecerdasannya. Seperti ada perasaan bangga, padahal sih emang karna anaknya pinter (bukan karna dari didikan Na.. iya lah Na~). Bahkan, saking senangnya dengan anak2 yang pinter ini, kalau mereka tak masuk ngaji rasanya Na kesepian dan sibuk bertanya tentang dirinya..


Ketika Na melontarkan pujian kepada mereka, spontan terlihat senyum merekah dari bibir mereka sambil berkata,

" Yes! aku bener!! "


Dan sepertinya memberikan pujian seperti ini adalah sesuatu hal yang dapat membangkitkan semangat mereka


Tapi.. Hey~ ga hanya mereka yang 'anak-anak' aja loh yang suka dipuji2. Ternyata semua orang senang dipuji, termasuk Na yang kalau dipuji langsung nyengir kuda dan malu2 (tapi mau..)

Dulu waktu masih jamannya kuliah, pernah belajar tentang pemberian re-inforcement positif. Apaan tuh? Bahasa gampangnya sih 'kasih pujian'. Seperti anak2 yang tanpa disuruh orangtua, mau belajar dengan kehendak mereka sendiri. Anak2 yang seperti ini patut diberikan re-inforcement positif (pujian) agar kelak mereka jadi terpacu untuk melakukan hal yang sama lagi

Ga cuma anak2 aja yang bisa dapet re-inforcement positif, melainkan semua orang juga layak. Intinya sih agar dari diri kita timbul suatu keyakinan dalam diri bahwa kita bisa melakukannya dan jadi semangat untuk melaksanakannya lagi. Misalnya saat kita lagi beresin rumah (maklum, berhubung sang penulis kerjaannya cuma beresin rumah jadi contohnya ini aja yak). Rada madesu juga kalo udah beresin rumah tapi rumah tak kunjung beres. Kalo udah begini biasanya jadi timbul rasa ga pede dan ujung2nya jadi males. Saat itulah si re-inforcement positif diberikan, seperti..

" Eh Na, begini juga dah lumayan loh! kalo aku bisa2 malah makin ngeberantakin "

Atau hal yang senada lainnya seperti di atas..

Terlihat sepele sih, tapi ternyata gitu2 itu bisa membangkitkan semangat 45 loh!! Para ilmuwan (khususnya di bidang kejiwaan) bilang bahwa dengan memberikan re-inforcement positif itu bisa mengurangi timbulnya ketidak percayaan dalam diri (ga pede) yang kalau dibiarkan berlarut2 bisa menyebabkan gangguan kejiwaan yang disebut harga diri rendah..

Weh... kok jadi kuliah gini sih..


Lanjut ah,


Kalau yang tadi kan kata buku dan kata para ilmuwan. Bagaimana kah kalau katanya Rasulullah Saw??

Salah seorang sahabat Na bilang, Rasulullah Saw melarang para sahabatnya saling memuji karena amalan yang mereka lakukan. Khawatir amalan yang awalnya mereka lakukan dengan ikhlas lalu karena dipuji berubah menjadi riya' dan besar kepala

Pikir dipikir, benarlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah Saw tersebut.
Na mengakui bahwa kalau ada orang yang memuji Na karna amalan yang Na lakukan, rasanya hidungku jadi kembang kempis dan... " uwoogh.. aku dipuji!! " dan lama kelamaan akhirnya tujuan Na jadi melenceng pesat, yang awalnya semata2 pengen dapet pahala dan ridho-Nya Allah.. berubah menjadi pengen dapet pujian.. (Ya Allah.. maafkan aku.. TT___TT)

Teringat pula dengan kisahnya salah seorang artis yang pernah terjun di dunia dakwah (yang kini sudah almarhum -semoga Allah melapangkan kuburnya..amiin ya Allah). Beliau pernah bilang katanya seorang artis kalau sudah naik ke atas panggung, rasanya untuk mendapatkan tepuk tangan dan pujian dari penonton itu adalah hal yang paling utama. Seolah2 tak adalagi tujuan yang lain selain mendapatkan pujian dari mereka..

Astaghfirullah.. apa iya kita sebegitu haus akan pujian manusia ya.. ?


Lalu, gimana caranya biar kita bisa terus bersemangat dalam melakukan amalan2 ibadah tanpa harus dipuji?

Don't worry be happy teman~

Ternyata, dengan membaca kisah2nya para anbiyaa' dan para sahabat itulah yang bisa membangkitkan semangat kita dalam beribadah. Keliatannya sih emang berat dan susah.. tapi dah pernah nyoba belum? dicoba aja.. dan buktikan manfaatnya! (kok kaya lagi jualan gini..)

Biasanya orang2 alim yang sudah sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya, dengan membaca kisah2 para anbiyaa' dan para sahabat bisa menggugah semangat mereka dalam beribadah. Perjuangan2 para anbiyaa' dan para sahabatlah yang membakar semangat mereka

Itu kan mereka yang udah alim..

Kalo yang masih cupu model saya? haaaw.... ???


Kalau bagi Na sendiri yang masih dalam tahap perbaikan begini, paling senang saat mengetahui bahwa banyak pahala yang 'terpendam' dibalik tiap2 amalan ibadah yang bisa kita lakukan. Kesenangan tersebutlah yang membuat Na jadi bersemangat dalam beribadah. Contoh kecil misalnya mengucapkan salam. Ketika Na mengetahui bahwa dengan mengucapkan salam dengan lengkap bisa 'berbuah' 30 pahala... uwawww.. ini sama saja seperti kita yang lagi asik tidur dan bangun2 sudah ada duren disamping kita!! (mencoba tidak membenci duren...). Hal inilah yang membuat Na jadi bersemangat untuk mengucapkan salam dengan lengkap (walau sampai kini kadang lengkap kadang ngga..hee..)

Inilah yang dimaksud dengan keutamaan dalam beramal/beribadah (fadhilah amal). Dengan mengetahui keutamaan2 di tiap2 amalan ibadah ternyata bisa membuat kita tergerak dan bersemangat dalam melaksanakan ibadah. Jadi, tanpa dikasih pujian pun kita masih bisa bersemangat

Tapi tunggu duluuw kawaan..~

Setan senantiasa 'menggelitik' hati kita. Apalagi kita2 yang masih lemah iman gini. Heung.. lumayan jadi sasaran empuk baginya..

But, once again.. don wori bi hepi mai pren~

Kata Rasulullah Saw, ketika setan datang menghampiri hati kita dan membelokkan niat kita, buru2 beristighfar sebanyak2nya dan ucapkan, " Laa haula wa Laa quwwata Illa billah " [ Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah ], maka setan pun akan segera menjauhi kita.. insya Allah


Na jadi membayangkan,

Tentunya Allah amat mencintai hamba2-Nya yang 'pintar'. Pintar dalam artian agama maksud Na. Hamba2-Nya yang selalu mengejar2 seluruh amalan demi mendapatkan pujian dari-Nya, demi mendapatkan kasih sayang-Nya, demi mendapatkan perhatian-Nya dan demi mendapatkan ridho-Nya. Bahkan bukan hanya itu saja, tetapi Allah sudah menyiapkan 'hadiah' bagi hamba2-Nya yang Ia cinta. Yaitu kenikmatan yang selamanya abadi ketika sudah berada dalam surga-Nya..

Subhanallah..

kalau dah begini, apa ada gitu yang mau nolak?




Semoga kita termasuk hamba2-Nya yang Ia cintai..

Amiin ya Allah..




Jadi,

Yuk kita sama2 berlomba2 dalam beribadah !!
Baca Selengkapnya "bukan sembarang puji"

Label: , , , , ,


" Doh.. plis deh Chan.. jilbabnya di 'manis' in dikit.. "





Bagi yang merasa bosan dengan postingan tentang jilbab.. harap maklum.. karna kali ini Na akan membahas tentang jilbab lagi loh :D


Sebelumnya, pastinya semua dah pada kenal yang namanya perintah untuk berjilbab itu datangnya dari Allah. Ada banyak ayat yang menyebutkan tentang betapa wajibnya seorang perempuan yang sudah baligh untuk memakai jilbab. Otomatis (hayah bahasanya..otomatis..), kalau udah wajib, pertanda kalau dilarang berarti hukumnya.... tau sendiri kan ^__^


Bukan perihal 'wajib' kok yg ingin Na sampaikan, akan tetapi perihal "apa yang dipandang dari jilbab" itu..


Tentunya teman2 banyak kenal dengan model2 jilbab terkini. Terakhir yang Na ketahui ada jilbab model 'Aisyah' (?) atau siapa pun itu namanya. Kata Mba2 penjualnya, kini model jilbab lagi di trend-kan oleh para artis sinetron. Sekarang lagi mem-'booming' sinetron2 yang 'berbau' Islam, dimana para tokoh utama wanita nya menggunakan jilbab. Jilbab yang mereka pakai lucu2 dan terlihat manis.. hingga akhirnya membuat hati para penonton terkesima. Inilah yang menyebabkan 'trend jilbab' turun ke pasaran. Ada jilbab model 'Aisyah', ada pula 'Safira' dan ntahlah.. Na ga terlalu mengikuti 'nama2' jilbab itu (andaikan ada jilbab dengan model 'Na'...ahahaha... pasti ga laku..)

Awalnya sih biasa aja dengan adanya 'tren jilbab' di pasaran. Sempet bergembira hati karna kini untuk memakai jilbab bukan lagi suatu halangan bagi kami. Bahkan para artis pun ikut menyemarakannya. Kalau dilihat emang cantik2 nan lucu2 jilbab yang jadi 'mode'. Ada yang begini.. ada yang begitu.. ada yang warnanya pastel.. ada juga yang warnanya gelap namun tetap terkesan glamour. Dulu waktu Na dan teman2 lihat majalah yang lagi ada iklan jilbabnya, kami semua terkesima dengan jilbab2 yang model baru itu..

" waaa..lucu banget jilbabnyaaa..!!! manis ya keliatannya.. "

" iya.. manisnya karna yang make orangnya manis.. kl kita yang make tu jilbab jadi ga ada manis2nya lagi "


Tadinya Na hanya menganggap itu sebagai guyonan nan celaan yang cukup dalam bagi kami para pemakai jilbab yang wajahnya benar2 biasa. Na juga mikir, bener juga sih apa kata temen Na itu. Jilbab yang 'manis' itu baru kelihatan 'manis' kalau yang memakainya memang orang 'manis' (unlike us yang wajahnya sepet). Namun kini Na baru sadar, kalau seandainya Na ingin pakai jilbab itu agar ikut terlihat 'manis', pertanda jilbabku ini hanya sebagai pe 'manis' aja kah?


Mau jawab jujur atau bohong, tentunya Allah Yang Maha Mengetahui sudah tau isi hati Na (ya iyalah Naaa~)


Tapi yang perlu diketahui dan perlu digaris bawahi (jangan ditengah ya..nanti ga keliatan..), sesungguhnya jilbab itu dipakai sebagai 'alat' untuk memproteksi diri. Dari apa? wuih.. buanyak! salah satu diantaranya, jilbab itu melindungi kita dari 'lirikan' para lelaki yang bukan mahramnya

Lalu, bagaimana dengan kasus sekarang ini? kebanyakan jilbab yg sekarang beredar adalah untuk dilirik oleh banyak orang. Apakah kalau sudah begini, Jilbab masih menjadi alat memproteksi diri?


Teringat dengan ocehan dulu antara Na dan seorang teman kampus tentang jilbab kucel VS jilbab manis

Na dulu termasuk anak perempuan yg kalau pakai jilbab itu biasa2 aja. Maksudnya ga bisa dibuat 'manis' jilbabnya. Sudah mencoba pentul sana-sini atau memakai bros atau menggunakan jilbab yang bercorak... ah.. tetap saja muka ku tak bisa berubah jadi putri cantik. Yang ada, habis di 'ucek2' jilbabnya gara2 nyoba di pentul2.. jilbabnya jadi lecek dan ada bolong2nya..


" Chan.. jilbabmu ko' lecek gitu..ga disetrika ya..trus kok bolong2? "

" bukaaan..di setrika tauu.. ini gara2 nyoba pengen kaya anak2 perempuan lainnya yg jilbabnya kliatan manis karna bisa 'begini-begitu', eh gara2 kebanyakan nyoba trus pentulnya masuk-keluar..akhirnya jilbabnya jadi lecek dan ninggalin jejak deh TT____TT "

" iya Chan, dari semua anak rasanya kamu termasuk anak yg jilbabnya super duper biasa aja.. "

" Lah kamu sendiri? jilbabmu ga ada yg warna nya menarik gitu? pasti ga pernah jauh2 dari warna item..biru tua..ijo tua..abu2...sekali2 coba warna pink.. biru muda..oren gitu... "

" Hiiy.. aku anti Chan sama warna2 pastel.. lagipula aku pakai jilbab bukan ingin agar menarik perhatian orang.. "

" Tapi kan setidaknya biar yg liat enak gitu. Dah berjilbab trus jilbabnya manis juga.. "

" Chan, kan jilbab itu bukan perhiasan. Yang penting jilbabku itu rapih. Dicuci, dijemur, disetrika.. kalau jilbabku ada yg robek atau bolong.. ya jilbabnya ga aku pake lagi, cari jilbab lain yg ga bolong2 kaya jilbabmu itu... "

" ....jangan gitu dong......."



Dulu sih terlalu menanggapi si 'bolong', tapi ternyata kini Na baru menyadari maksud pembicaraan temanku itu..

Ternyata, jilbab dipakai bukan untuk dijadikan perhiasan. Bukan pertanda jilbab yg kita pake adalah jilbab yang kotor, de-kil en de-kumal, bahkan sampe ada yang bolong. Seperti yg temanku bilang, pada intinya jilbabnya dipakai bukan dengan niat agar dilihat orang banyak (misal terlihat cantik/manis). Karena kalau sudah timbul niat seperti itu, sayang... kita jadi merusak nilai jilbab yang sungguh mulia itu..

Kemarin saat mempertanyakan masalah seperti ini pada sahabatku, sahabatku berkata..

" Kalau memang untuk perhiasan, tentulah para sahabiyah akan mempercantik diri mereka dgn pakaian yg berwarna warni, cantik, lucu, fancy, dan imut "


Mendengar jawabannya, Na hanya bisa terdiam dan.. angguk2..


Heung..


Oh iya, bukan berarti kita ga boleh berhias ya dengan jilbab ini~ Boleh kok.. boleh banget!! selama yang melihat indahnya jilbab kita ini hanya mahramnya sendiri ya ^__^

Haaa...~

Rasanya kita harus mulai meluruskan niat lagi. Niat pake jilbab bukan karna untuk diperhatiin orang tapi semata2 karena menjalankan perintah Allah dan mendapatkan ridho-Nya...Amiin ya Allah



Jadi,

ada yang mau beliin saya jilbab polos?

(eh?)
Baca Selengkapnya "jilbabku bukan perhiasanku"

Label: , , ,

ah.. aku belum siap nerima hidayah..
terlalu 'heboh' kalo tiba2 berubah jadi orang baik..




Hari Sabtu lalu, kebetulan Na bersama keluarga pergi mengunjungi Nenek di rumahnya. Seperti biasa, kalau kita lagi main kesana pasti aktivitas yang sering dilakukan selain makan bersama adalah nonton bersama (nonton DVD maksudnya). Ketika pada asyik nonton, aku duduk dekat tumpukan majalah2 yang Nenek punya. Sambil melirik, ah.. sepertinya yang ini menarik.. alhasil tontonan yang seharusnya menarik itu berubah menjadi tidak menarik lagi karna ketertarikanku berpindah ke majalah~

Ada satu topik yang menjadi tema di majalah itu. Yap, tentang hidayah..

Pastinya udah pada sering denger kata2 'hidayah', tapi sebenarnya... apa sih hidayah itu??


Ngga seperti salah satu temanku yang senantiasa mencari kata2 yang tak dipahaminya lewat kamus. Aku mengartikan hidayah itu adalah seperti 'sesuatu' yang dikasih sama Allah pada orang2 tertentu. Apakah 'sesuatu' itu? Heung... apa ya.. banyak!

Tapi pada intinya Na mengambil kesimpulan bahwa yang namanya hidayah itu adalah 'sesuatu' yang membuat kita jadi manusia yang bertobat..


Contoh kasusnya,
Ada seorang sahabatku yang dulu belumlah berjilbab. Dia mengatakan bahwa keinginan untuk memakai jilbab itu sudah ada tapi masih ada hal lain yang mengganjal di hatinya hingga keinginan itu tetap menjadi keinginan belaka (maksud'e ga terjadi gitu..). Sampai pada suatu ketika datanglah sebuah musibah yang menimpa dirinya. Sahabatku ini ditinggal oleh Ayahnya selama-lamanya. Tak lama beberapa bulan kemudian, sahabatku bermimpi bahwa Ayahnya 'datang' berkunjung di mimpinya. Sang Ayah mengatakan,

" Nak.. pakailah jilbabmu... "

Dan besok paginya, Alhamdulillah.. hingga kini sahabatku masih istiqamah dengan jilbabnya (dan semoga untuk selama hidupnya.. amiin ya Allah..)

Sahabatku menceritakan bahwa dulu sebelum Ayahnya wafat, Ayahnya pernah meminta dirinya untuk menggunakan jilbab. Namun karna dulu masih sebatas 'keinginan', sahabatku ini hanya meng- 'iya' -kan saja keinginan Ayahnya ( iya.. tapi nanti.. ntah kapan.... )

Ketika mimpi itu datang, sahabatku mengatakan seolah-olah ia seperti mendapatkan 'hidayah' dari Allah lewat Ayahnya


Begitulah 'hidayah' yang didapat oleh salah satu sahabatku,



Masih mau contoh yang lain? adalagi nih...~


Ada seorang pemuda yang tiap hari kerjaannya tak pernah luput dari rokok, mabok2an dan judi. Ketika maghrib menjelang, si pemuda ini sedang berleha2 di sudut pojokan saung tempat ia senantiasa berjudi dengan teman-temannya. Saat itu ia hanya sendiri. Tiba2 saja ada seorang laki-laki yang datang menghampirinya sambil berkata,

" Mas.. sholat berjemaah di masjid, yuk "

Si pemuda yang lagi asyik dengan leha2nya spontan terkejut tetapi tak menunjukkan wajah kagetnya itu pada laki2 yang mengajaknya. Si pemuda hanya diam sesaat dan bertanya pada laki2 yang mengajaknya sholat itu,

" Emang.. orang kaya saya boleh sholat di mesjid? "

Laki2 itu hanya tersenyum simpul sambil menjawab pertanyaan si pemuda,

" Boleh kok mas, yang penting kita bersih dari najis "

Akhirnya, kini si pemuda tersebut menjadi pemuda yang tak lagi berleha2 di dalam saungnya sambil menghisap rokok, menenggak minuman haram dan bermain judi. Melainkan jadi pemuda yang senantiasa 'berleha2' dalam mendekatkan diri pada Allah SWT


Bisa dibilang kalo si pemuda itu juga mendapatkan 'hidayah' dari Allah lewat laki2 yang mengajaknya sholat berjamaah di masjid

Dan kalau mau ditilik2 lebih dalam lagi, tentunya ada buanyuak bhuangedh kisah2 hidayah (eh tapi bukan yang kaya di tipi2 ye..)


bek tu majalah yang eke baca,


Disitu dibilang, kalau yang namanya hidayah itu kudu dicari. Walau sesungguhnya Allah yang Menghendaki pada siapa Ia memberikan hidayah-Nya, tetapi tetap aja yang namanya usaha mencari dan meminta hidayah itu tetep jalan. Kita ga ada yang tau, pada siapakah Allah akan memberikan hidayah-Nya. Bisa jadi seseorang yang kita anggap alim dari penampilannya ternyata ga dikehendaki Allah untuk diberikan hidayah-Nya, sedangkan orang yang jelas2 ga baik (seperti kisah si pemuda di atas) ternyata di kehendaki Allah untuk mendapatkan hidayah-Nya

Lantas dengan pengetahuan yang serba kurang, kita langsung berprasangka buruk dan menuduh, " kalau begitu.. Allah ga adil dong????

Astaghfirullahal'adziiim...

kalau sampai timbul pernyataan seperti di atas, cepat2lah beristighfar sebanyak2nya..


Sudah pasti kita yang salah karena Allah itu Maha Adil dan Allah Maha Mengetahui. Kita sama sekali ga punya hak untuk me 'nilik2' rahasia Allah. Mengapa? ya sudah pasti karena ini semua kehendak-Nya Allah

Bisa jadi yang kita anggap orang itu adalah alim ternyata memiliki hati yang ga alim sedangkan orang yang benar2 ga alim ternyata memiliki hati yang mulia. Who knows?


Okeh2..kita balik lagi ke 'hidayah'

Yang mengetahui bahwa kita lagi dikasih hidayah sama Allah tentunya hanya orang yang bersangkutan yang menyadarinya. Ketika kita sadar bahwa hidayah itu sedang menghampiri kita, maka lekas2lah disambut hidayah itu sebelum Allah mengunci hati kita

Loh.. kok gitu?

Pernah lihat orang2 yang di 'kunci' hatinya oleh Allah?

Dengan pengetahuan agama Na yang masih minim ini, Na hanya bisa mengatakan bahwa orang2 yang dikunci hatinya oleh Allah adalah orang2 yang sudah diberikan peringatan berkali2 oleh Allah namun ga sadar2 juga. Bukan hanya peringatan, tapi Allah sudah menunjukkan bahwa Ia sedang murka. Namun kemurkaan-Nya sama sekali tak membuat dirinya 'sadar'. Sadar dalam artian bertobat. Kembali ke jalan Allah..


Sayang berjuta sayang kalau seandainya hidayah dari Allah ini di-sia2 kan begitu aja. Padahal begitu banyak orang yang bersujud, berdoa.. bahkan sampai menangis sejadi2nya, memohon agar Allah memberikan hidayah pada semua orang. Sedangkan kita malah... mengabaikan hidayah-Nya..


Lalu, bagaimana kalau kita ga siap nerima hidayah-Nya Allah?

Ah.. kalau yang ini Na pun juga ga ngerti gimana menjawabnya dan apa jawabannya. Seperti, siap ga siap harus siap dan mau ga mau harus mau! lagipula.. adakah orang yang ga mau jadi orang baik?

Bagi siapapun itu yang merasa sudah mendapatkan hidayah-Nya Allah, senantiasa memohon agar Allah tidak mengambil hidayah-Nya dari kita

Bisakah itu terjadi?

Woh.. pasti bisa!!

Pernah lihat orang yang dulu semasa masih sekolah, dia termasuk anak yang alim (misal berjilbab atau rajin sholat di masjid sekolah) lalu selepas keluar dari sekolahnya, lepas pula jilbabnya atau rajinnya ia sholat di masjid..

Innalillahi....

Sahabatku ada yang pernah menyampaikan,

Seberapa besar kebutuhan kita terhadap Allah tentunya akan membuat kita senantiasa bertindak agar Allah tidak mengambil hidayah-Nya dari kita. Seperti minum dengan air laut, semakin diminum semakin terasa haus. Begitu pula pola kebutuhan kita pada Allah. Semakin berusaha diri ini untuk bertobat maka semakin sering pula kita memohon agar hidayah Allah turun pada kita semua

Gimana caranya supaya Allah ga mengambil hidayah-Nya dari kita?

Yang pasti, dengan berdoa.. berdoa agar Allah tidak mencabut hidayah-Nya dari kita..

Lalu yang pasti lagi dengan berusaha. Berusaha agar tetap berada di 'rambu2' Nya Allah (which is mean.. tetep jadi orang baiklah..). Berusaha tetep istiqamah dengan apa yang sudah dilakukan. Semisal, udah mulai rajin nih sholat lima waktu.. so.. tetep dirajin-in lima waktunya. Akan lebih baik lagi kalo ditambah jadi 'tepat waktu' plus sholat2 sunnah lainnya (wuih.. mantap!!). Begitu juga dengan amalan2 lainnya..



Ya, begitulah ~


Maaf ya teman, Na belakangan ini benar2 berposting yang agak ribet dan tetep ribet. Mohon dimaklumi karna gaya bahasa Na dalam menyampaikan ga ringkas dan banyak kekurangan dimana2.. mohon maaf ya.. TT____TT



semoga Allah senantiasa memberikan hidayah-Nya pada kita semua

dan semoga Allah senantiasa mengistiqamahkan kita untuk berada di jalan-Nya

Amiin ya Allah..






Jadi,

sudahkah anda mendapatkan hidayah-Nya ?
Baca Selengkapnya "hidayah"

Label: , , , ,

kurban.. korban.. sacrifice..
loh.. bunuh diri ??



Heningnya saya beberapa waktu yg lalu membuat otak saya harus diputar 3600 derajat (gimana caranya??). Butuh uraian air mata berlinang bak hujan gerimis di pagi hari untuk memahami ke-hening-an saya sendiri..

tunggu.. kenapa jadi sok puitis gini????

Tapi emang itulah yang kemarin terjadi pada saya..

Rasanya kalau ada yang mengganjal di hati, perlu dikeluarkan lewat mata. Kalau ada yang mengganjal di otak, perlu diputer-dikocok-dipanasin dan baru deh.. seperti nge-klik refresh di page yg lagi error~

Saat merasa diri sedang error dan agak drastis mengalami penurunan iman.. tiba2 saya harus di 'geber' lagi dengan sebuah pernyataan (atau pertanyaan?) yang datangnya timbul dari diri saya sendiri


" pernahkah kau berkorban harta, waktu dan diri untuk orang lain? "


Pikir dipikir, sepertinya saya termasuk orang yang sangat rela membanting diri sampai berjibaku demi menyenangi orang lain (terlebih lagi itu untuk seseorang yang disukai -curcol's mode: ON- ). Bahkan sampai membuat diri ini dijadikan bahan lawakan pun, saya masih rela demi mendapatkan senyumannya. Pertanda cinta saya seperti cinta yang membutakan segalanya ya. Tak merasakan lagi yang namanya uang banyak dikeluarkan untuk membeli sesuatu seperti kado atau mentraktir dia.. Tak merasakan lagi banyak waktu yang terbuang ketika bersamanya.. bahkan sampai tak merasakan lagi bahwa sesungguhnya saya sudah membuang harga diri saya demi dia..

Butakah saya? ngga kok.. hanya buram aja karna minus.. tapi hati saya? ya.. sepertinya hati saya menjadi buta karenanya..

Mengapa??

Karena saya mencintainya..

Salahkah tindakan saya??

Menurut saya ngga, karena bukankah yang namanya cinta itu fitrah ???

Ya.. inilah yang saya pegang.. mencintai seseorang adalah sesuatu yang fitrah.. jadi.. wajar2 saja..




Lalu......
Seiring berjalannya waktu, kini pertanyaan (atau pernyataan) di atas berlanjut berubah kata


" pernahkah kau berkorban harta, waktu dan diri untuk agama ? "


Ketika kalimat di atas hadir dalam benak saya, satu jawaban yang pertama kali tercetus adalah..

" do we have to ? "



Ada seorang sahabat yang senantiasa bersabar dalam berkisah pada saya perihal orang2 yang hidupnya penuh dengan pengorbanan. Mereka selalu mengorbankan harta mereka demi agama, waktu mereka demi agama, bahkan diri mereka sendiri pun dijadikan sebagai ' bahan kurban' demi agama.

Sampai detik ini pun saya masih 'mempelajari' kisah-kisah 'mereka'. Pada awalnya sih jujur, saya ga tertarik (ya..maklumlah.. dulu biasanya kalau ada orang yg berbicara perihal agama agak2 gimanaa gitu..antara malas-menolak dan terpaksa untuk mendengarkan). Tapi lama kelamaan saya menjadi sedikit terobsesi dengan apa yang 'mereka' lakukan..

Lagi-lagi datang pertanyaan yang cukup membuat otak saya kembali berputar 3600 derajat untuk memikirkan jawabannya..

" mengapa mereka mau berkorban demi agama ?? "



Sedikit mereview kembali tulisan2 lama saya dimana saya mengungkapkan betapa saya amat menyenangi orang2 yang hidup dengan sunnahnya Rasulullah Saw. Mereka yang berpenampilan berjanggut, bersorban/peci/kopiah, bergamis/jubah, berjilbab lebar, bercadar dan ber-ber lainnya... mereka adalah orang2 yang rela mengorbankan segalanya demi agama mereka, which is my agama juga gitu loh (halah..bahasanyo..piye toh..)

Sahabatku mengatakan bahwa karena kecintaan mereka pada Allah dan Rasul-Nya lah yang membuat mereka mau mengorbankan segalanya. Mereka adalah orang2 yang memiliki tingkat keimanan yang tinggi karena bisa merasakan manisnya iman ketika mereka berkorban

Ribet? pasti... wong saya aja yang hampir tiap hari di-jejali perihal ini masih 'kopong' alias ga mudeng..

Gampangnya begini,

Manusia yang masih cupu seperti saya ini, benar2 rela mengorbankan segala-galanya demi seseorang yang dicintainya. Contoh kasusnya, dulu saya rela menyisihkan uang jajan untuk ditabung supaya nanti bisa beli kado untuk si dia. Saya rela cuma jajan es teh manis plus risoles doang, saya ikhlas jalan kaki ga naik ojek, saya menahan diri ga belanja ini itu demi ngirit..

Ini adalah contoh kasus orang yang mau berkorban harta demi orang yang dicintainya

Lantas, bagaimana dengan mereka yang berkorban harta demi agama?

Manusia yang memiliki keimanan yang tinggi, benar2 rela mengorbankan hartanya demi agama yang dicintainya. Contoh kasusnya banyak sekali, misalnya ada seseorang yang sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Saat itu dia naik angkutan umum dengan mengantongi uang yang hanya tersisa 5000 rupiah. Dia berpikir dengan uang 5000 itu benar2 PAS untuk sampai di depan rumahnya. Ketika dia sedang bersiap2 ingin turun dari angkutan umum, tiba2 ada seorang Ibu2 yang sudah tua datang kehadapannya sambil meminta-minta. Tanpa pikir panjang, orang ini langsung memberikan sisa uangnya yang 5000 rupiah itu pada si Ibu tua dengan muka yang berseri-seri

Mungkinkah hal ini terjadi?

Mungkin saja dan.. hey.. banyak loh ternyata orang2 yg kaya dia itu..


Sahabatku melanjutkan,
mereka sama sekali tak bertujuan pada dunia melainkan akhiratlah yang mereka capai. Pikiran mereka penuh dengan cinta yang benar2 berlandaskan pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka senantiasa berpikir bahwa pengorbanan yang sudah dilakukan masih belum sebanding dengan rahmat dan kasih sayang yang diberikan Allah pada manusia. Apa yang mereka korbankan hasilnya tak ditunggu di dunia melainkan penantian mereka terletak di akhirat nanti..

Mengapa kita bisa sebegitu mencintai manusia yang padahal belum tentu juga dia membalas cinta kita? sedangkan jika kita mencintai Allah sudah pasti cinta itu akan terbalas, bahkan kalau kita ga cinta sama Allah, Allah tetap mencintai kita. Salah satu bukti cinta-Nya pada kita adalah ya saat ini kita masih diizinkan hidup dengan menghirup udara dengan gratis-tis-tis... bisa bayangin gimana nelangsanya kita kalau udara yg lagi masuk ke lubang hidung kita sekarang ini punya ' tagihan' nya? (atau mungkin bisa tanya sama orang2 yang pernah dirawat di RS dimana mereka membutuhkan tabung oksigen sebagai perawatan)

Jika sudah melihat salah satu bukti cinta yang besar seperti itu, apa iya kita masih ga bisa juga berkorban demi mendapatkan cintanya Allah? tak malukah kita... ??


Waw...

saya hanya bisa ternganga melihat penjelasan2nya.. lalu kemudian diam... lalu kemudian berpikir..


" iya juga ya.. kenapa kalo demi manusia yang jelas2 ga juga cinta sama saya, saya bisa mati2an berkorban, sedangkan untuk Dia yang telah menciptakan saya... saya ga.. bisa.....???? "



Boleh jadi hal inilah yang membuat saya ingin tobat (tobatlah kau Nak.. tobaat.. tobaaaat~). Dan semoga Allah menerima taubat kita semua... Amiiin ya Allaah..


Para Nabi dan Rasul serta para sahabatnya adalah orang-orang yang rela mengorbankan segala-galanya demi agama. Mungkin masih pada inget kisah2nya Rasulullah Saw yang sampai dimaki2, diludahin, ditimpukin batu bahkan.. sampai ada yang ingin membunuh beliau Saw, hanya karena Rasulullah Saw meminta agar umatnya menyembah hanya kepada Allah dan mempercayainya sebagai utusan Allah..

Kini.. para anbiyaa dan sahabat sudah tiada.. dan ternyata tugas pengorbanan tersebut berlanjut pada diri kita masing2..

Kelihatannya berat ya.. iya lah.. namanya juga berkorban... apalagi yang dikorbankan adalah diri sendiri (eh tapi bukan berarti bunuh diri ya!! ). Tapi ini semua kan demi mendapatkan cinta-Nya.. demi memohon ridho-Nya..


Ah.. maaf ya.. tiba2 bahasa saya jadi berat begini... tapi ntah kenapa saya merasa berkewajiban untuk menyampaikan hal ini.. (sepertinya karna beberapa hari ini saya dapat mimpi ketemu dgn orang2 yg berpakaian sunnah terus TT___TT )


Yuk, kita bareng2 mulai belajar berkorban untuk agama. Belajar mengorbankan waktu, yang tadinya waktunya banyak dipake buat berleha2 sekarang waktunya dipake buat sholat atau baca buku Islam atau apa aja yg ada kaitannya dengan agama. Belajar mengorbankan harta, yang tadinya duitnya banyak dipake buat belanja2 sekarang duitnya dipake buat sedekah (ga usah pelit2 sedekahnya :D ). Lalu belajar juga mengorbankan diri, yang tadinya biasa pake baju yang auratnya terbuka, sekarang auratnya ditutup... yaaaa ^___^~

Masih banyak contoh pengorbanan yang lain yang bisa dilakukan demi agama. Asal jangan lupa, semua pengorbanan ga akan berarti kalau niat kita bukan karena ingin mencari atau mendapatkan cinta-Nya Allah.. so.. bikerpuuuul preeeeen~~


Udah ah... kepanjangan nih... maaf ya...




jadi,


ada yang mau berkurban??


Baca Selengkapnya "pengorbanan itu.."

Label: , , , ,

" Bu.. bolehkah aku memakai cadar? "



Heung,
Belakangan ini Na senang sekali untuk curhat ya? tapi.. gpp kan? boleh kan? boleh dong! *pakai nada memaksa


Sebenarnya ini 'curhat'an ini sudah lama Na pendam. Awalnya dulu karna Na sering sekali di-suguhi pemandangan2 (foto2) akhwat bercadar. Saking seringnya, tak jarang aku memimpikan mereka. Bahkan belum lama kemarin, aku bermimpi lagi dikerumuni oleh akhwat2 bercadar

Begini ceritanya,

Di mimpi itu, aku duduk dengan para akhwat bercadar yang sedang duduk membentuk lingkaran. Sepertinya disitu kami sedang membahas sesuatu (apa lagi ta'lim?ah.. ntahlah..). Aku tak begitu mengingat ada berapa wanita yang bercadar yang ikut duduk bersamaku. Hanya yang kuingat, dari keseluruhan wanita yang kulihat dalam mimpiku itu.. hanya aku yang tidak bercadar...

Setelah selesai, lingkaran yang kami bentuk saat duduk itu pun membuyar. Masing2 langsung sibuk melakukan aktivitasnya dan sisanya duduk di sofa -termasuk Na-. Tanpa ada komando, tiba2 aku bertanya pada salah satu akhwat bercadar disitu,

" Mba, ngga susah Mba pake cadar? "

Dengar pertanyaanku, aku tau si Mba yang kutanyai ini tersenyum di balik cadarnya itu

" Insya Allah, ngga sayang.. "

Lalu, tiba2 ada seorang akhwat bercadar lainnya yang berdiri mendekatiku sambil membawa nampan berisikan air, ikut menimpali

" Ga yang seperti kamu bayangin kok, kami nyaman2 saja memakai cadar.. "

" Hooo.. ", Singkat jawabku sambil angguk2


Tak lama kemudian, ada lagi seorang akhwat bercadar lainnya yang berpesan padaku,

" Ga usah khawatir Na, Allah Maha Mengetahui ... "

Belum sempat kujawab pernyataan akhwat itu, tiba2 aku mendengar suara seseorang di telingaku..


" Na.. pakai cadar ya... "


Tersentak kaget, akhirnya aku terbangun dari alam bawah sadarku...


" Masya Allah... mimpi apa tadi... ?? "



Aku bercadar? ah... Ya Allah, Engkau sungguh memainkan hatiku..

Belumlah tuntas niatku untuk mulai berpakaian sunnah hanya karena Allah dan Rasul-Nya, aku sudah disuguhi 'lagi' untuk lebih menjaga diri dengan memakai cadar ???


Ya Allah, apa aku sanggup?


Kadang saat berpikir mengenai bercadar ini membuat Na jadi memikirkan pula bagaimana perasaan para muslimah yang belum berjilbab. Perasaan yang mungkin sama dan tentunya juga pasti ada yang ga sama. Na seperti bisa merasakan perasaan mereka yang bimbang saat ingin mulai berjilbab,

" takut ini... takut itu.. khawatir ini.. khawatir itu... "

dan biasanya kalau sudah begini jadi ga jalan2. sudah... berhenti disitu.. nanti kalau ada 'perasaan' ingin berhijabnya kembali datang, proses itu kembali mengulang..


Hal yang sama terjadi padaku,

Aku hanya bisa terpesona melihat jilbab2 bercadar itu digantung2 di toko2 muslimah. Aku hanya bisa tersipu malu saat bertemu akhwat2 bercadar dan aku hanya bisa memandangi dengan hati tak menentu saat aku menyentuh jilbab cadarku..

" Ya Allah, sungguh... aku benar2 ingin memakai cadar.. tapi aku khawatir keinginanku ini bukan semata2 karena Allah dan Rasul-Mu.. "


Akhirnya keinginan kuat itu jadi padam... dan.. tenggelam.. walau kadang muncul lagi ke permukaan...

Begitu banyak kisah yang membuatku berdecak kagum melihat perjuangan para akhwat yang mulai menutupi dirinya lebih sempurna lagi dengan bercadar. Tapi begitu mengetahui latar belakang niat mereka bercadar... aih... malunya aku...

Teringat dengan percakapanku dengan salah seorang sahabat ketika kami membahas 'cinta yang karena Allah'. Rasanya aku seperti menelan ludah sendiri karna aku sangat sering mengumbar cinta yang berlabel-kan 'karena Allah', tetapi ketika diteliti lebih dalam, aku jadi bertanya2,

" Siapa yg kucintai? Allah-kah? atau makhluk-Nya ??????? "


Kadang kalau merasa ketahuan (walau sesungguhnya Allah Maha Mengetahui), Na maluuu sekali.. aku seperti orang yang munafik, men-cap diri sebagai seseorang yang senantiasa melakukan sesuatu hanya karna Allah dan Rasul-Nya tapi pada kenyataannya... aku jauh dari itu..


Na harus benar2 memperbaiki niat lagi. Niat yang semata2 hanya karena untuk Allah dan Rasul-Nya. Niat yang menjadi pondasi dalam melakukan sesuatu, karena yang kutahu, Allah itu melihat niat kita. Sehebat apapun amalan ibadah yang dilakukan tapi ketika Allah mengetahui bahwa niatannya semata2 hanya karena riya' atau bukan karena Allah, kan sayang... beribadah yang harusnya bisa membuat Allah senang malah berakibat fatal karena niat yang terselubung tadi...



Ya Allah... lindungilah kami dari segala perbuatan yang membuat-Mu murka...

Ya Allah.. luruskanlah kembali niat kami semata-mata hanya karena ingin mencari ridho dari-Mu..


Amiin ya Allah...



sepertinya..

aku harus menumpahkan air mata lagi..
Baca Selengkapnya "hening"

Label: , , , ,

~this is just my story~



Alhamdulillah,

Beberapa hari yang lalu, aku telah melewati hari lahirku (horee~) dengan hati penuh suka (dan duka). Beberapa sohib sudah memintaku untuk melewati malam pergantian hari bersama mereka (nginep bareng) di rumah salah satu sahabatku. Walau dengan keadaan gusi sedang bengkak dan gigi super senat-senut.. kupaksakan diri ini untuk memenuhi undangan itu

" tak apalah... demi mereka... "


Yap, bisa ditebak apa yg terjadi saat kami bertemu. Tak jauh dari bagaimana yg biasa terjadi jika lima anak perempuan bertemu setelah sekian lama tak bersua. Kami sibuk bercerita tentang kehidupan masing-masing. Penuh riang dan canda tawa. Kecuali saya... yang sibuk mojok..

" Ah teman.. maafkan daku.. daku tak bisa bercengkrama sambil makan ciki2 itu.. "

Salah satu sohibku saking gemasnya melihat pipiku yang sudah bengkak makin bengkak, sampai berkata..

" Duh Na... sampe ga bisa bedain mana yg bengkak mana yg ngga... "



Hiks TT____TT


Rasanya cukup sedih karna aku tak bisa menikmati malam pergantian hariku dengan riang gembira. Selain emang merasa ngilu, ada perasaan resah dan agak sedikit sedih.. ntah.. aku sendiri ga ngerti apa yg diresahkan dan disedihkan. Mungkin hanya efek mellow aja pikirku...

Ketika para sohibku sedang membeberkan kegiatan keseharian mereka, tibalah saatnya diriku yang ditanya,

" Lalu Na.. sekarang Na sibuk apa? "

" Biasa. Na masih di rumah. Alhamdulillah, diminta tolong jadi guru ngaji di musholla sebelah perumahan... "

" Wah, asik dong Na! "

[ awalnya aku sudah menduga bahwa pertanyaan seperti ini akan keluar, tapi ketika mereka tertarik dengan kisahku, tiba2 saja rasa ngilu itu hilang seketika dan tergantikan dengan nafsuku yang menggebu-gebu dalam bercerita tentang kisahku dengan anak2 yg kuajarkan mengaji itu.. ]

" Banget!! disana anak2nya macem2. Ada yang patuh, sopan, ada pula yang jail.. dan kayanya ada yang rese' dan maunya buat Na harus melototin dia.. bla.. bla.. bla... "


Dan obrolanku jadi ngalor ngidul kemana-mana. Bahkan saking 'ngalor ngidul ga jelas jluntrungan', aku sampai main tebak2an dengan para sohibku..

" Hayooo.. coba sebutin Rukun Imaaaan... ~~ "

" Ah.. t..tunggu... pertama.. hmmm... hmmmmmmmmmmm.... "

Begitulah, akhirnya kisahku ini berujung pada kesadaran masing2 dari kami bahwa pelajaran iman yg teramat mendasar sudah menguap dari kepala...


Lanjut,

Masih dengan perasaan suka berbalut duka. Suka karna di malam pergantian hari jadiku, aku dikerumuni oleh para sahabatku dan dukanya karena di pagi harinya, ketika sedang asik menyantap sarapan bersama para sahabat, aku disuguhi berita duka dari Situ Gintung (tentunya, sudah banyak yg tau tentang hal ini)

Betapa sedihnya, disaat aku merayakan hari jadiku, tak sedikit pula Allah telah mengambil nyawa korban Situ Gintung. Sarapan mie rebus yang sengaja dibuat oleh salah satu sahabatku yang jadi tempatan, menjadi hambar tak berasa ketika melihat pemandangan menyedihkan itu

Lalu, dimulailah percakapan diantara kami..


" sedih ya.. padahal katanya bendungan itu dah rusak dari dulu.. "

" iya.. biasa deh jadi main salah2an. bilangnya pemerintah ga mau nolongin lah, ada yg korup lah.. "

" ah, kalo dah bencana begini mainnya salah2an mulu "

" iya lah Na, siapa pula yg mau ngakuin kesalahannya sendiri.. "

" padahal yang rugi kan kita2 juga.... "

" wah, ini mah bakalan jadi ladangnya para caleg nih... pasti mereka cari hati dari sini... "

" banget..!! bla bla bla bla bla.... "


Lalu perbincangan kami malah berlanjut ke arah iklan politik (loh, kok benar2 ga ada sambungan begini ya?? )



Saat teman2ku berbicara hal politik, jujur aku agak diam seribu bahasa karna aku termasuk orang yg kurang menyukai hal2 politik. Pikiranku malah melalang buana kemana-mana...


Aku hanya berpikir, ketika aku merayakan hari lahirku.. bersyukur karna Allah telah memberikanku nikmat-Nya hingga aku masih hidup sampai saat ini dan bergembira karna berada dekat dengan orang2 yang kusayangi.. tapi di sisi lain, Allah telah memperlihatkan murka-Nya padaku dan seolah2 mengingatkanku bahwa di dunia ini tak ada yang abadi... sekejap Allah menghidupkan seseorang, sekejap pula Allah mampu melenyapkan suatu kaum..

Huff..



Lanjut,

dikarenakan badanku terasa agak lemah karna malam hari aku tak bisa tidur dengan nyenyak (ditambah gigiku yg masih ngilu), akhirnya aku izin dengan teman2ku untuk pamit lebih dulu. Akhirnya, setelah sarapan pagi dan bebenah diri.. aku pun.. pulang kerumah...

sesampainya dirumah yang kukerjakan hanya..

tidur... dan... tidur...

" Ya Allah... enak nian tidur di kasur si Mamah.. Alhamdulillah... "

Mungkin ada yang sependapat denganku bahwa obat paling mujarab itu adalah melihat wajah Ibu. Yap, aku salah satunya..

Setelah semalaman tak bisa nyenyak tidur, akhirnya rasa lelah itu tergantikan sudah dengan kepuasan tersendiri saat berbaring di kasur si Mamah~ (fuaaa... )

Singkat cerita, di malam harinya -tanpa ditemani Papah dan Abang- aku pergi makan2 sekeluarga (ditambah dgn saudariku ini..hehehe)


Lanjut,

Merasa kurang 'nampol' berbagi kebahagiaan akan perayaan hari lahir sendiri hanya dengan orang2 yang kusayangi, akhirnya.. setelah sekian lama mereka ku ' jahili', ku ' ganggui' dan ku-ku lainnya yang kl dipikir2 lagi aku ini benar2 membuat mereka selalu kerepotan (masya Allah..), dua sahabat baru-ku -yg dengan tanpa kusebutkan namanya disini mereka pasti sudah senyum2 sendiri- ku ajak mereka jalan2 dan makan bersama di salah satu mall yg paling sering dikunjungi olehku (eh maksudnya kl lagi jalan ke mall bareng keluarga pasti ke-situ terus tujuannya)


Jujur, meluangkan waktu bersama mereka berdua sangat menggembirakan hatiku (walau dengan teman2 yg lain juga begitu). Tapi ada yang lain dengan kedua sahabat baruku ini. Aku merasakan tidak jarang pemikiran kami sama atau satu hati (hey, curcol kah ini??). Atau bisa jadi hanya mereka berdualah teman berdiskusiku saat membicarakan perihal agama. Lagi2, itu pasti karena mereka penuh sabar saat mendengarkan celotehku via Ym (atau bisa jadi lagi mereka terpaksa..ahaha.. *tertawa penuh beban)


Yah, begitulah

Allah telah menjadikan hari lahirku penuh kenangan.. Alhamdulillah,

Dapat berkumpul kembali dengan para sahabat lama walau dengan gusi bengkak dan gigi senat-senut.. Alhamdulillah

Dapat makan malam bersama dengan keluarga walau minus Papah dan Abang.. Alhamdulillah

Dapat melihat kedua sahabat baruku tersenyum ria walau pulang dengan hati super dagdigdug karna sendirian pulang malam naik angkot.. Alhamdulillah

Dapat ucapan melalui sms walau tak segambreng yg dulu.. Alhamdulillah

Poko'e, Alhamdulillah... karna Allah SWT masih mengizinkanku untuk hidup lebih lama supaya 'perbekalanku' untuk akhirat nanti tak sia-sia, Insya Allah.. amiin ya Allah


Mungkin ini postingan yang agak basi, tapi izinkan aku 'tuk menyampaikan..




Semoga Allah membalas kebaikanmu teman dengan pahala yang berlipat ganda..

seeing you smiling in front of me

that's the happiest things for me




trimakasih...

teman...



Baca Selengkapnya "my day"