Label: , , , ,

Beberapa hari yang lalu, terjadilah suatu percakapan antara saya dan saudari saya yang sedang membahas hubungan penyakit dengan jilbab (kebetulan saya sempat mengintip blog seseorang yang membahas mengenai hal yang sama). Tiba2 saja, saya asik menyerocos tanpa berhenti dan nyambung2 kearah.. bagaimana cara memilih jilbab yang baik?

Setelah dipikir-pikir lagi, rasanya saya jadi ingin berbagi dengan temen2 (baik itu yang sudah berjilbab ataupun berkeinginan untuk memakainya -amiin ya Allah-), bagaimana cara memilih jilbab yang baik. Alhamdulillah.. saya sudah berjilbab selama berpuluh2 tahun (sampai sekarang, insya Allah) dan berbagai jenis jilbab sudah saya 'icip' hingga akhirnya saya menentukan.. yap.. this is the best jilbab for me, insya Allah.

Sebelum membaca lebih lanjut, perlu diketahui bahwa tulisan dibawah ini hanyalah hasil pemikiran saya saja ya.. sehingga ga menutup kemungkinan apa yang teman2 pikirkan jauh lebih baik dari pada hasil pemikiran saya ini :D

Yak, dimulai saja ya.. daripada Na makin ngomong ga jelas lagi.. (hehehhe..)

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Biasanya untuk para pemula (para akhwat yang belum berjilbab) memulai langkah mereka dengan menggunakan jilbab yang instan (baca: bergo). Hmm.. udah banyak kok contohnya. Ituloh, jilbab yang langsung pakai. Tinggal 'SET', masuk deh kepala dan menutupi aurat kita bagian kepala. Nah, dulu saya memulai langkah saya dengan bergo yang mini (yang hanya menutupi leher saya). Tentu ini bukanlah jilbab yang baik. Kenapa? soalnya, jilbab yang baik itu adalah jilbab yang menutupi dada.

"Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung"
(QS: An-Nur:31)

Kalau memakai bergo yang hanya menutupi leher, tandanya kita belum memakai jilbab yang baik. Walaupun baru pemula, kurang baik menjadikan alasan "ah, aku kan baru mulai pake jilbab..masa dah pake yg gede2? masih ga betah nih..". Ow..ow.. daripada sama juga bolong kan lebih baik pakai yang gondrong (haaaa... apa sih naaaa~~ ). Maaf..maaf, maksud saya.. tidak sedikit akhwat pemula yang memakai bergo mini yang mengetahui bahwa sebenarnya jilbab yang ia gunakan belumlah sesuai perintah Allah. Jadi, daripada tetap memakai bergo mini karna merasa masih pemula, mengapa tak langsung yang memakai bergo yang panjangnya menutupi dada? kan seperti itu yang disayang Allah, insya Allah :D

Ada pengalaman aneh saya bersama si bergo mini ini. Karena terlalu pendek, saat saya lagi jalan tiba2 ada angin kencang menerpa saya dan membuat bergo saya 'lari' dari kepala saya. Beruntunglah ada abang saya yang berdiri disamping saya sehingga ia sigap menarik dan membetulkan bergo saya yang keluar sambil berkata..

" Makanya.. pake jilbab yang bener.. angin aja ampe gatel pengen nerbangin ini jilbab... "
[ahahaha..iya bang... pendek banget sih ya... T___T )

Nah, itu masalah panjangnya jilbab instan. Terserah teman2, mau pakai yang menutupi dada (eh, benar2 menutupi dada ya.. bukan cuma setengahnya ^^) atau mau pakai yang sampai menutupi perut atau bahkan sampai lutut (subhanallah, benar2 tertutupi secara sempurna deh!). Sekarang kita lanjut ke jilbab persegi. Ada yang tau? ituloh.. jilbab yang biasanya dipakai dengan peniti dan pentul dimana2 ^^

Kenapa dibilang jilbab persegi (jilbab segi empat), karna dilihat dari bentuknya yang persegi empat. Saya mulai memakai jilbab persegi saat duduk dibangku SMA. Biasanya jilbab persegi dipakai untuk acara2 formal (ke sekolah, kantor, kuliah..dsb). Nah, ga hanya si bergo aja yang punya banyak macamnya. Si jilbab persegi-pun juga begitu loh. Kalau di bergo ada bergo mini (yg hanya menutupi leher), di jilbab persegi ada jilbab gaul (yang jilbabnya dipuntir2 pada bagian leher). Saya pun pernah 'icip' akan jilbab gaul ini. Rasanya.. leher saya kaya kecekek.. sesek napas dan geli banget. Sudah gitu saya pun ga bebas bergerak karna seolah2 saya lagi menggunakan collar neck (alat untuk menyangga leher pada pasien yg mengalami patah leher).

Merasa ga nyaman pakai jilbab gaul, akhirnya saya pakai jilbab persegi dengan model biasa aja. Kalau kata Mamah, jilbab yang memakan banyak peniti (karna memang banyak butuh peniti ^^). But don't worry be happy, sekarang sudah ada jilbab persegi yang ngga pakai peniti. Jadi jilbabnya sudah dibentuk dengan manis sehingga kalau kita mau pakai tinggal masukkan saja kepala kita kedalamnya. Hampir mirip dengan bergo juga tapi biasanya ini lebih panjang ^^

Itu sekilas tentang bergo dan jilbab persegi. Sekarang mengenai bahannya. Jangan salah, untuk memakai jilbab yang baik, kita harus pandai juga dalam memilih bahannya loh. Ingat, bahan jilbab kita harus yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk tubuh. Karna kalau pake jilbab yang tipis, selain ini dilarang Allah.. membuat si angin juga gatel untuk menerbangkannya!! (hehehehe). Lalu jilbab yang tidak membentuk tubuh. Hmm.. apa ya nama bahannya, ada tuh.. tapi saya lupa. Bahannya seperti karet. Biasanya untuk bahan2 bergo. Jadi kalau ada bergo yang menutupi dada tetapi bahannya dari bahan ini, secara tidak sengaja bahan itu jadi membentuk badan kita (believe me.. aku pernah merasakannya T___T ).

Sebaiknya pilihlah bergo yang dari bahan kaos. Selain mudah menyerap keringat, ia ngga membentuk tubuh kita kok, insya Allah. (asal beli bergo-nya bukan yang sempit ya..kl ini mah sama aja bolong lagi dong..). Ada juga bergo yang berasal dari bahan bukan kaos, biasanya dipakai sama akhwat2 yang jilbabnya sudah lebar2 dan panjang ^^ Kalau untuk jilbab persegi, biasanya ia berasal dari bahan2 katun atau sejenisnya.

Oh iya, harap diingat. Tidaklah benar kalau ada akhwat yang memakai jilbab lalu jadi ketombean atau jadi bau rambutnya dan yang disalahkan adalah si jilbabnya. Jangan salahkan benda mati, salahkan diri kita sendiri. Tandanya kita masih belum pandai bagaimana memakai jilbab yang baik. Hal ini sering (banget) terjadi. Ada akhwat baru pakai jilbab lalu dia jadi ketombean..eh malah nyesel pake jilbab karna sebelum pake jilbab dia ga pernah ketombean. Atau ada akhwat baru berjilbab dan semenjak berjilbab jadi sakit2an sehingga banyak yg menyalahkan jilbabnya.

Astaghfirullah..

Allah SWT tidak akan meminta kita untuk menutupi aurat kita dengan jilbab jika dengan berjilbab akan merugikan diri kita sendiri.

Keringkanlah rambut terlebih dahulu jika kita baru selesai keramas, jangan memaksa kecuali dalam keadaan tersedak (eh..terdesak). Tidak sedikit akhwat yang malas mengeringkan rambutnya sehabis keramas (termasuk saya) dan langsung memakai jilbab untuk pergi dalam jangka waktu yang lama. Alhasil rambut yang masih basah ini bercampur dengan keringat kita. Inilah pencetus timbulnya ketombe, rambut bau atau yang lainnya. (see..bukan salah jilbabnya kaan..)
Kalau rambut sudah kering, rapihkan dan ikatlah rambut itu (bagi yg berambut panjang) tapi jangan terlalu kencang ya, supaya tidak membuat kepala kita menjadi sakit. Lalu, baru deh pake jilbabnya. Insya Allah kalau begini caranya, takkan ada lagi ketombe atau rambut bau (selama syarat dan ketentuan yang lainnya tetap dilaksanakan ya)

Itu untuk masalah penyakit yang berhubungan dengan rambut. Bagaimana dengan penyakit2 yang lainnya? ayo pelan2 ditelaah lebih lanjut.. benarkah si jilbab yang jadi penyebabnya?
Banyak yang bilang dengan berjilbab kita jadi terbungkus dan otak seperti kekurangan oksigen. Kalau terbungkus ya emang bener terbungkus, tapi kalau otak kekurangan oksigen? heung... saya ragu akan hal ini.

Sepahaman saya, oksigen dalam tubuh itu dibawa oleh darah. Jadi selama darah dalam tubuh kita masih mengalir dengan 'tenang' maka takkan ada istilah otak kekurangan oksigen karena kepala terbungkus lama oleh jilbab. Ada yang merasa sesak napas karena jilbab? lihat lagi, jilbab seperti apa yang kita pakai? jilbab yang 'nyekek' leher atau jilbab yg lebar? kalau jilbab yang 'nyekek' tentulah kita merasa sesak napas. Atau bisa lagi diintip, bagaimana cara kita memakai peniti dibagian leher. Terlalu ketat kah? Nah, kalau terlalu ketat, bukan salah jilbabnya.. tapi salah kita yang kurang pandai menggunakan jilbabnya ^^

Dan masih banyak lagi 'counterattack' dari saya jika ada yang mengatakan bahwa dengan berjilbab timbul banyak kerugian

Subhanallah, sungguh tidak ada kerugian dibalik makna jilbab ini.. semuanya adalah demi kebaikan kita sendiri..

Alhamdulillah.. akhirnya kesampean juga buat postingan tentang jilbab. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari postingan ini, Insya Allah. Mohon maaf dan maklum karna banyak kekurangan dimana2. Na anjurkan teman2 untuk mengintip Al-Qur'an dan hadits yang membahas mengenai kewajiban berjilbab dan keutamaan dalam berjilbab (eh, ada ngga ya??ahaha..kok jadi ngarang begini...)

Yuk, dipake jilbabnya.. sudah ditunggu2 tuh sama Allah ^___^
Baca Selengkapnya "pake jilbab yuk!"

Label: , , , ,

pernah dengar istilah..
you are what you eat
or.. you are what you read .. ??

Saat kuliah dulu, Na pernah mendengar kedua istilah diatas. Tepatnya, ada buku yang memiliki judul seperti diatas. Maksudnya apaan? kata bukunya sih, apa2 yang kita makan menandakan itulah kita (baca: pribadi diri sendiri). Contohnya, kita suka makanan junk food, serba instan dan cepat saji (lah, ini mah sami mawon atuh...). Hal ini menandakan bahwa kita adalah orang yg serba cepat saji (atau buru2). Maunya yg ga rumit, ringkas, simple (ah, lagi2 mengulang kata2 yang sama artinya...). Sama halnya dengan buku yg kita baca. Bisa ditebak seperti apakah orang yang menyukai buku2 komik cinta, novel2 percintaan dan hal yg lainnya..

Itu kalau dasarnya adalah makanan dan buku.. tapi kalau sholat?

He?? apa hubungannya sama sholat??

Selidik punya selidik, ternyata perilaku kita dalam sholat itu menggambarkan kehidupan sehari2 kita loh. Bingung?? samaaa.. yuk.. pelan2 kita telaah lebih dalam lagi..

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabuut: 21)

Pernah merasa dengar or inget sama ayat Al-Qur'an di atas? coba intip kata2 ini lagi ya..

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.

Jadikan kata2 ini sebagai landasan. Maksudnya??

Yap, ternyata dengan shalat itu kita bisa merubah akhlak kita. Allah SWT mengatakan bahwa shalat itu mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Jadi otomatis, orang2 yang melakukan shalat itu pasti perbuatannya yang baik2. HEE... iyakah??? kok buktinya banyak yg ngga kaya gitu tuh??? buktinya saya (lagi2 sebuah pengakuan), saya masih sering melakukan perbuatan2 yang buruk (masih suka lalai dan malas2an kalau lagi beribadah T__T ). Kalau kata2 diatas adalah benar.. harusnya saya ga gini dong??

Nah, setelah sekian lama mencari jawaban dari pertanyaanku sendiri, akhirnya aku menemukannya. Dan ternyata, yang salah itu bukan orangnya.. melainkan cara orang itu melakukan shalat (baca: kualitas shalat) nya. Tidak sedikit orang yg melakukan shalat karna hanya ingin melakukan kewajiban dan rutinitas. Loh, emang ada alasan lainnya? woh.. ada dong! apa itu? yaitu merasa butuh. Butuh? Maksudnya??

hemm.. semakin banyak pertanyaan saya sendiri ya disini..

Dulu Na mengira bahwa shalat hanyalah sebagai salah satu rukun Islam. Kalau kita dah mengerjakannya, ya udah.. selesai. Dan pemikiran ini terus berlangsung berpuluh2 tahun sampai pada akhirnya Allah mempertemukan saya dengan salah seorang sahabat yang paham akan shalatnya. Dia pernah bertanya,

" Na.. kenapa kamu shalat? "

"ya karna dah kewajibannya?' [jawab saya dengan tampang bodoh]

" Hanya itu? "

" He?? emang ada lagi jawaban selain itu? " [jawab saya lagi dengan tampang makin bodoh]

" kalau lagi sholat, apa yang Na lakukan? "

" .... " [diam tak berkutik]

" .......... " [ masih diam semakin tak berkutik]

......

Percakapan kami berakhir saat sahabat saya itu menyadari bahwa saya shalat bukanlah karna butuh.. melainkan hanya karna kewajiban dan rutinitas saja. Sedikit demi sedikit, akhirnya mulai terungkaplah pengertian 'butuh' dalam shalat itu. Sahabatku menyebutkan bahwa butuhnya kita akan shalat itu sama seperti kita butuh oksigen untuk bernapas. Kenapa butuh bernapas? ya karna untuk hidup. Thats it.. kita seharusnya shalat dengan alasan butuh untuk hidup (karna orang yang sudah meninggal tak lagi shalat melainkan dishalatkan). Dan masih banyak lagi yang dapat digali dari alasan 'butuh' ini. Salah satu diantaranya yaitu, untuk bertemu dan berkomunikasi dengan Allah.

Heung.. bahasanya jadi agak sulit begini ya.. maaf2.. saya coba dipermudah lagi..

Saat Na mengetahui bahwa alasan shalat tidak hanya sekedar menunaikan perintah Allah, Na berusaha memahami dan mempraktekkan alasan lainnya yaitu sebagai suatu kebutuhan. Jika dianalogikan shalat sama dengan oksigen, mau gak mau kita harus shalat terus kan? kalo ngga shalat nanti bisa mati dong. Pemikiran ini membuatku tergerak juga untuk mencoba melaksanakan shalat tepat lima waktu dan tidak menunda-nundanya (kalau telat tandanya kita bakal lebih cepat menghadapi kematian).

Apakah itu sudah lebih baik?? kalau masih bingung.. maafkan saya, cuma mampu segitu doang T__T

Itu tentang alasan shalatnya. Sekarang ada hal lain yang bisa merefleksikan kehidupan kita sehari2 lewat shalat kita. Apa itu? yaitu.. ya.. shalatnya sendiri. Maksudnya???

Jika kutanya.. " Sebenarnya, apa pada tau arti bacaan dalam shalat?? itu kita doa apa aja sih? "
Ngga usah malu menjawab 'saya tidak tahu', karna.. believe it or not.. saya pun baru mengetahui arti bacaan dalam shalat itu.. beberapa bulan yg lalu (Masya Allah.. Ya Allah.. Maafkan akuu T___T ). Ngga sedikit kok buku2 yang sudah beredar membahas tentang bacaan dalam shalat. Awalnya aku malu sekali.. karna aku baru tau arti bacaan2 dalam shalat.. tapi justru dengan malu itu aku jadi tergerak untuk mengetahuinya (hayo.. malu bertanya sesat selamanya loh... hati2..).

Ingatkan kata2 sahabat saya bahwa dalam shalat itu sebenarnya kita sedang berkomunikasi dengan Allah? nah, bisa dibayangkan kalau kita sibuk ngoceh (berdoa) dalam shalat tapi ngga tau apa artinya. Yang ada doa kita ngga nyampe karna kita sendiri ngga tau.. kita lagi berdoa apa.
Ada salah seorang sahabatku yang pernah mengikuti latihan shalat (heung..aku lupa nama pelatihannya apaan...) dimana setelah ia mengikuti pelatihan ini, dia menceritakan apa yg ia dapatkan selama pelatihan itu.

" Sebenarnya kl lagi sholat dan khusyu, ga mungkin sholat kita bisa ngebut "

" Eh? iya emang?? hubungannya apaan?? "

" Ya iyalah.. secara gitu.. bacaan kita dalam sholatkan bahasa arab sedangkan kita orang indonesia, kl orang ga mau khusyu dan sabar.. dia asal tancep aja bacaan itu..padahal ngga ngerti dia lagi ngomong apaan "

" .... bener juga ya"

" makanya mulai sekarang dicoba khusyu' saat sholat.. sabar.. pahami bacaan yg lagi kita baca. Kalo ini dah dilakuin.. ga adalagi yg namanya sholat deples (the flash a.k.a ngebut) "

Begitulah.. ternyata aku banyak melewatkan hal2 penting dalam hidupku. Sampai2 aku ga tau arti bacaan dalam shalatku (memalukan...). Semenjak itu sampai sekarang.. aku berusaha memahami arti bacaan2 dalam shalatku (walaupun masih belum bisa khusyu'2 amet.. ). Dan ini mau gak mau.. melatih kesabaran kita. Lewat kesabaran saat melaksanakan shalat-lah kita bisa belajar bersabar menjalani hidup. Insya Allah

Dari shalat-pun kita juga bisa belajar tidak sombong, belajar bersih dan rapi, belajar merasa takut akan siksa, belajar menangis.. wah.. masih banyak deh rahasia dalam shalat yang sebenarnya mempunyai efek luar biasa bagi kehidupan sehari2 kita.

Yuk.. bareng2 kita perbaikin shalat kita. Ingat, shalat adalah amalan pertama yang akan ditanyakan di akhirat nanti loh.. jadi.. be careful~~

Semoga postingan ini tak sekedar postingan biasa.. semoga ada hikmah yang bisa diambil darinya (amiin ya Allah). Oh iya, sangat amat kusarankan supaya teman2 ngintip Al-Qur'an dan hadits2 mengenai keutamaan shalat. Soalnya dalam postingan ini banyak kekurangan dimana-mana.. mohon maaf dan dimaklumi yaaaa..

Hmm.. kalau ada orang yang shalatnya sampai luamaaa banget.. trus sampe nangis2.. Subhanallah.. mungkin orang itu benar2 khusyu' dan berdoa untuk semua orang ya.. baik sekali dia..

Baca Selengkapnya "you are what you pray"

Label: , , ,

Ada yang ingat akan Rumah Autis?
Ini adalah salah satu postingan tentang itu..

Tidak sedikit dari para sahabatku yang kuceritakan betapa inginnya aku bekerja sebagai guru terapis untuk anak penyandang autis. Setidaknya aku sampai menggembor2kan pula kejadian di hari pertamaku dalam blog ini (makanya, baca yg ini dong :p )

Manusia yang berencana, Allah-lah yang menentukan. Apa yang aku pikir baik untuk diriku belum tentu baik bagiku tetapi jika Allah sudah menentukan hal yang baik untukku, tentu itulah yang terbaik bagiku. Na yakin dengan janji Allah ini.. karna itu, Na berusaha ridho dengan segala ketentuan-Nya

Kukira, untuk melangkah ke Rumah Autis memang sudah di-ridhoi oleh Allah. Tapi nyatanya tidak demikian. Papah keberatan dengan tindakan 'maut' ku ini. Banyak hal yang menjadi alasan mengapa beliau jadi tidak menyetujui keputusanku untuk bekerja disana. Dari masalah jarak yang cukup jauh sampai mengarah kepada kesehatanku yang belakangan ini suka naik-turun (kok kaya iman aja ya..). Dan pada akhirnya, Papah mengatakan sesuatu hal yang cukup 'dalam' bagiku. Beliau berkata,

" Na.. Na ga boleh bosan untuk berada dirumah ya. Na harus sabar menunggu.. "

Masya Allah.. Masya Allah..

Setelah mendengar ucapan ini spontan mataku langsung burem dan ingin rasanya menelpon salah satu sahabatku untuk menumpahkan perasaan. Lagi-lagi aku berbuat 'nekat'. Aku telah memaksakan diri untuk bekerja dan memaksa beralasan 'ingin mendekatkan diri pada Allah' sebagai pondasinya. Dan ternyata, Allah tidak ridho akan hal itu (kupikir memang karna ada alasan lain yang terbesit dalam hatiku.. dan itulah yang menyebabkan Allah tidak ridho..)

Ya Allah Yang Maha Pengampun.. Ampunilah hamba..

Cukup lama aku menenangkan diri dari tangisan ini. Sampai2 aku malu karena merasa seperti menelan ludah sendiri. Ternyata untuk belajar ridho atas ketentuan Allah tak segampang yang kukira.. atau bisa jadi karna aku belum benar2 cinta pada Allah..

Sungguh, Allah Maha Baik.. Maha Penyayang..

Setelah hatiku cukup reda. Kupikir dengan hati yang bersih, memikirkan.. mengapa Allah belum ridho atas pekerjaanku itu? Dan ternyata, banyak hal yang sebenarnya memang berbahaya bagiku jika aku terus melanjutkan pekerjaan itu. Salah satunya adalah, kesehatan dan keselamatanku. He? Maksudnya??

Yak, kuakui saja. Di hari pertama aku bekerja, aku tak sempat sarapan.. dan aku baru 'ketemu' nasi pada jam 5 sore (kayanya ini rekor deh..). Kok bisa begitu? tak ada yg lain alasannya kecuali, saya benar2 disibukkan dengan aktivitas bersama anak2 penyandang autis disana. Lalu, di hari kedua.. sepulang dari tempat bekerja.. saat aku menaiki angkot K22 A jurusan pondok gede-walikota, suddenly.. my nose was bleeding (bener ga tulisannya?) alias.. saya mimisan~
Laki2 yang melihat saya kebat-kebit menutupi hidung sambil mendongak bertanya..

" Mba.. kenapa?????? "
" A..a..i..s..saya mimisan mas... hehe..ga punya tisu.. " (jawabku sambil malu2 dan berusaha menutupi hidung dengan tangan)

Spontan 5 orang penumpang (termasuk saya dan pak sopir) langsung heboh cari tisu. Alhamdulillah, ada Mbak2 yang baik hati yg menawarkan saya tisu. Dan akhirnya, kusumpel aja ini hidung dengan tisu itu..

See, aku ga tau gimana jadinya kalau aku terus memaksakan diri untuk bekerja disana. Jangan2 nanti malah pingsan lagi.. (ahahaha, kenapa jadi kembali ke masa2 TK ya?). Sepulang dari sana, bermaksud ingin menutupi si jejak mimisan ini, tapi tak bisa..karna ada noda darah yang nempel di manset saya. Alhasil, tante dan adik saya tau.. dan mereka bilang..

" Hayah... gimana mo jadi guru terapis? diri sendiri kudu di terapi dulu tuh.. "

[Huff... ya, inilah saya.. inilah si itik.. si bocah yang berusaha kuat tapi sebenarnya memang ga kuat2 amat..]

Subhanallah.. Alhamdulillah..

Allah telah melindungiku (walaupun aku ga menyadarinya saat itu juga). Allah benar2 menepati janji-Nya. Memang untuk berada dirumah saat ini adalah yang terbaik bagiku dan juga untuk orang2 yang berada disekitarku. Adanya kejadian ini membuatku sadar dan kapok.. ngga lagi2 deh ngumpetin sesuatu dari Allah.. padahal sih ngga ngumpetin.. hanya ada alasan yg sempat terbesit aja.. tapi ternyata ketahuan juga..

Akhirnya, aku tak jadi melangkah. Aku tetap berada di rumah bersama keluargaku ^^

Menunggu tapi tak ada yang ditunggu

Eh.. ada sih yang ditungguin.. yaitu ridhonya Allah akan hidupku.. insya Allah ^^

Semoga dengan postingan ini,
teman2 yang lagi merasa ga ikhlas atas apa yang telah terjadi.. ikhlaskanlah..
coba dilihat secara seksama.. dilihat lebih dalam lagi..
Ingatlah, apa yang baik menurut kita belum tentu itu baik bagi kita, tetapi jika itu baik menurut Allah pastilah itu yang terbaik untuk kita..

Sekarang, berpikirlah.. bagaimanakah yang baik menurut Allah?

Silakan berpikir ^___^
Baca Selengkapnya "ridho atas ketentuan Allah"

Label: , , , ,

Beberapa hari yang lalu, saat mengutak-atik Al-Qur'an digital yang ada di kompie ini, aku menemukan istilah baru.. yaitu Istidraj. Ada yang tau akan arti Istidraj?

" Saya dari dulu jarang shalat, jarang baca Qur'an, masih suka merokok dan melakukan perbuatan keji lainnya.. tapi kok sampe sekarang.. ga pernah kesulitan tuh.. buktinya sekarang saya hepi2 aja.. "

Kalau ada yang mengatakan hal ini padamu, maka bersegeralah menyadarkannya untuk bertaubat. Karena sesungguhnya Allah SWT sedang membuat lupa akan kesalahan2nya dan Allah SWT menangguhkan waktu (menunda) untuk menghukumnya sehingga pada akhirnya orang ini tak menyadari bahwa secara perlahan-lahan Allah SWT menariknya kearah kebinasaan.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh. (QS. Al-A'raaf: 182-183)

Serem ya.. Kalau bagi Na, mendingan dihukum duluan daripada dibiarkan terlena dengan kemaksiatan. Manusia kan selalu mengikuti hawa nafsunya, kalau Allah SWT sampai membiarkan si hawa nafsu ini mengendalikan hidup kita.. apa jadinya?

Setelah mengetahui arti Istidraj ini, Na jadi berpikir dengan orang2 yang suka korupsi lalu melakukan kejahatan2 lainnya.. tetapi mereka masih hidup mewah dan ngga merasa kesulitan. Na pikir mereka ngga bisa disalahkan karena ngga sedikit dari mereka yang paham dengan arti penangguhan ini, jadinya ya mereka tetep hepi2 aja. Yang menyeramkan.. ini salahnya orang2 yang sudah paham tentang arti Istidraj tetapi ngga mau menyampaikannya kepada mereka.

Na makin merasa was-was. Bagaimana kalau seandainya saat ini Allah SWT sedang menangguhkan waktu hukuman untuk kita?? Sebenarnya kita sudah sering tertimpa banyak musibah dan sesungguhnya itulah bentuk murka Allah pada kita.. tapi kita tetep asik melakukan kesalahan yang terus dan terus dilakukan tanpa merasa berdosa..

Ya Allah Yang Maha Pengampun.. Ampunilah kami..

Betapa mengerikannya jika perasaan berdosa itu diambil oleh Allah sehingga Allah membutakan mata hati kita.. baik di dunia maupun di akhirat nanti..

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."

Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"


Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."


Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

(QS. Thaahaa: 124-127)


Sungguh, aku takkan berhenti untuk terus mengingatkan bahwa Allah SWT selalu memperhatikan kita. Bertaubatlah sedini mungkin. Azab Allah itu nyata dan keras. Jangan pernah bosan untuk meminta maaf pada Allah.. karna sesungguhnya kita tak pernah luput dari kehinaan..

Yuk teman, kita tolong-menolong untuk kebaikan. Saling mengingatkan untuk selalu berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan. Semoga apa yang kupostingkan disini tidak sekedar tulisan.. Maaf, hanya ini yang bisa kulakukan lewat dunia maya.. Semoga Allah SWT mengampuni dosa2 kita.. Amiin ya Allah..
Baca Selengkapnya "warning!!"

Label: , , , ,


" Mengapa kau berteman denganku? "
" Cuma karna pengen aja....lagian, emang butuh alasan untuk berteman?"

===

Apakah ada yang punya alasan yang sama dengan di atas? kalau Na.. sepertinya na kurang setuju dengan alasan itu.. Mengapa? Menurutmu??

Aku pernah bertanya pada salah seorang sahabatku,

" Mengapa kau mau berteman dengan bocah yg sering buat masalah dan membawamu dalam masalah itu?? dah gitu, bawaannya nyebelin pula.. "

" Aku hanya ingin berteman karna perintah Allah dan Rasul-Nya.. "

Wuss.. sekejap aku dibuat linglung sekaligus takjub.. baru kali ini dengar jawaban se-dahsyat itu. Biasanya hanya mendengar kata2, ' ya.. ngga mungkin lah pake alesan kl mau temenan..aneh ah pertanyaannya..'

Mungkin hal yang sepele, tapi kalau dipertanyakan.. juga bingung untuk menjawabnya karna kita menganggap berteman dilakukan semata2 hanya karna ingin aja.. ga ada tujuan yg lain.. Padahal sudah jelas, apa yang kita lakukan itu sesuai dengan niat awalnya (bisa baca di sini tentang niat).

Lalu, aku berusaha memahami maksud dari jawaban sahabatku itu.. maksudnya apaan sih? berteman karna Allah dan Rasul-Nya? emang ada perintahnya kah???

Pernah dengar ' amar ma'ruf nahi munkar' ?? [melakukan perbuatan baik dan menjauhi yang buruk] Atau pernah punya teman (atau sekarang ada teman) yang suka sibuk mengingatkan diri kita agar terus melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan? ternyata, inilah yg menjadi landasan sahabatku itu. Kemudian, ia memintaku untuk mengintip beberapa ayat di Al-Qur'an..

...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al-Maa'idah: 2)

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. ( QS. An-Nisaa': 69)

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)



Setelah melihat arti surat2 di atas, Na jadi diam dan takjub.. Aku baru menyadari (lagi) bahwa yang namanya berteman tak sembarang berteman. Ternyata untuk berteman itu harus punya tujuan. Sudah ga jamannya lagi berteman supaya bisa tenar atau terkenal atau tujuan2 yang lainnya yang semata2 hanya ingin kenikmatan sementara aja. Sekarang jamannya berteman supaya kita bisa bertemu lagi di dalam surga Allah, agar kita dan temen2 tidak termasuk golongan yang dimurkai Allah. Amiin ya Allah..

Pastinya lelah dan bosan jika kita terus2an dihadapkan dengan teman yang senantiasa mengajak pada kebaikan dan mengingatkan kita agar tidak melakukan keburukan. Dan mungkin sampai terlontar ucapan, ' Ngapain sih sok sibuk ngingetin aku shalat? sedekah dan yang lainnya.. toh yang masuk neraka kan bukan dia.... ' (Na'udzubillah... semoga benar2 tak ada yg berpikiran seperti ini...)

Dan ternyata, Allah sudah menjawabnya untuk orang2 yang merasa bosan untuk berteman dengan orang2 seperti di atas

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan[*] itu teman akrab(ku). ( QS. Al-Furqan: 28)

[*] Yang dimaksud dengan si Fulan, ialah syaitan atau orang yang telah menyesatkannya di dunia.

Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. ( QS. Al-Furqan: 29)



Masih merasa berteman itu ga butuh alasan? Masih merasa jenuh dan penat dengan teman2 yang sibuk mengajak kita untuk berbuat baik dan menjauhi sikap buruk? Semoga dengan adanya postingan ini, tak ada lagi pikiran2 seperti itu..

Aku jadi berpikir, betapa indahnya hidup kalau kita dikelilingi dengan teman2 yang baik. Mungkin inilah puncaknya nikmat berkasih sayang hanya karena Allah dan Rasul-Nya. Terlebih lagi jika nantinya kita akan dipertemukan dalam surga Allah dengan wajah yang berseri-seri. Subhanallah.. apa iya ada yang menolak nikmat ini? Silakan memilihnya ^^
Baca Selengkapnya "berteman tak butuh alasan?"

Label: , , ,

Cinta itu tak berarti harus memiliki dan kalau sudah cinta pertanda siap untuk melepaskannya

Ah, lagi2 si itik dilanda cinta.. oh.. tunggu dulu.. saya lagi ingin berbagi untuk 'meluruskan' cinta nih!

Salah seorang sahabat pernah bercerita, ia pernah mendengar kata2..

" if you're ready to fallin love, you have to ready to let it go" (kurang lebih seperti inilah..maaf..bad english..)

Pesan dari kata2 itu adalah, jika kita siap untuk jatuh cinta, maka persiapkan diri ini untuk melepas cinta itu. Ini sih cinta dalam artian biasa. Maksudku, biasanya orang2 yang sedang jatuh cinta dengan orang yang disukainya, suka lupa diri, memaksakan cintanya dan sangat amat berharap bahwa dia-lah jodohnya. Saat Allah berkehendak lain, ia tak mau menerimanya. Lalu menganggap bahwa Allah tidak adil.. tidak sayang padanya.. dan alasan2 lainnya yang sering aku ucapkan juga ketika menghadapi ketentuan Allah yang tak sesuai dengan keinginanku.. (Ya Allah, maafkan aku...)

Menurutku, itu-lah mengapa dikatakan bahwa 'cinta itu buta'

Bek tu topik,

i'm not your's and you're not mine

Aku bukanlah milikmu dan kamu bukanlah milikku. Kita semua adalah milik Allah.. Allah-lah yang memiliki kita.

Jangankan untuk cinta, intiplah sejenak apa yang telah Allah karuniakan pada kita. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya bukanlah milik kita. Kadang aku merasa, 'ah.. kayanya aku sendiri juga dah sadar kok.. kl semua ini milik Allah...', tapi... apakah iya???

Tidak jarang aku bersedih hati saat kehilangan benda yang kusukai. Mengetahui dompet dicuri, sedihnya minta ampun, panik dan takut diomelin Mamah-Papah. Apalagi saat kehilangan orang yang kusukai. Berkali-kali Na merasakan cinta tidak bertepuk (hihi, aku suka menggunakan istilah sendiri..), maksudnya.. orang yang na sukai ternyata menyukai orang lain. Berkali-kali pula aku sakit hati. Padahal-kan, kalau Allah yang ada di hati Na.. tak sepantasnya na merasa sakit hati ya.. (tapi tetap saja.. karna aku masih bodoh dan belum paham.. )

Ini adalah bukti nyata bahwa aku belum sadar.. atau tak mau menyadari.. bahwa semua..seluruh alam raya ini adalah kepunyaan Allah..

Allah SWT telah berfirman,

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisaa': 141)


Aku harus memperbaiki imanku dulu agar aku paham bahwa segalanya adalah milik Allah. Ya, bagaimana aku bisa memahami perihal kepemilikan ini, jika imanku masih lemah begini. Ingin rasanya menyediakan hati ini khusus hanya untuk Allah, tapi untuk mengarah kesana.. ternyata harus lewat banyak ujian..

i'm not yours and you're not mine, we belongs to Allah

Allah.. rasanya aku sesak lagi.. malu karna merasa masih jauh dengan Allah.. tapi kepengen hanya Allah yang mengisi hati ini..

Ya Allah..

Ajarkan hamba cara untuk mencintai-Mu lagi..
Baca Selengkapnya "i'm not your's and you're not mine"

Label: , , ,

" Aduh, kenapa bisa lupa bawa dompet ya?!!! "
" Aduuh.. kok macet siih... "
" Aduh, plis deeh.. masa gitu aja ngga bisaaa... "

===

Terbiasa mengucapkan kata 'aduh' di tiap keluh kesah? Yap.. aku mengakuinya. Kebanyakan bukan 'aduh' sih yang terlontar.. melainkan kata2 yang ga bermakna seperti.. "HAAAA..!!" or " HEEEEEE..!!!! " atau jeritan (secara spontan) lainnya ketika menghadapi kelalaian sendiri.

Ingatkah, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah mengeluh selama hidupnya? Apakah itu hal yang mungkin terjadi sama kita juga? Atau hanya karna Beliau adalah seorang yang ma'shum (bebas dosa) jadi hanya Beliau yang mampu seperti itu?

Well.. mengapa kita tidak belajar untuk mengubah kata2 si 'aduh' ini menjadi sebuah doa?

Barusan Na mengintip artikelnya Aa Gym yg ada di kompi. Judulnya 'keluh kesah'. Setelah membaca artikel ini, spontan aku cengengesan sendirian (baca: malu sama diri sendiri) karna contoh2 buruk disitu melambangkan diri saya sekali..(hiks.. TT___TT)

Secara ngga disadari, sebenarnya kata2 keluhan yang terucap saat kita mengalami musibah, tidak sedikitpun membantu mengurangi penderitaan yang sedang dihadapi. Yang ada malah makin membuat suasana menjadi 'HOT' dan penuh emosi. Wah.. sudah jelas, ini pertanda si setan berhasil menguasai kita. Na'udzubillah..

Biasanya, waktu2 dimana kita berkeluh kisah itu disaat seperti.. kena macet, kena tilang, sudah gitu kena omelan orang, merasa sudah banyak berkorban tapi tak dihargai.. Wah, ntahlah.. kalau saya mengalami ini, apakah saya bisa bertahan untuk tidak mengatakan 'aduh' sambil sakit hati..

Dalam artikel tersebut disebutkan bagaimana cara kita mengubah keluh kesah kita menjadi sebuah kata2 yang baik. Dimisalkan kita terjebak macet. Daripada sibuk mengumpat, lebih baik kita memasang kaset murattal atau mendengarkan ceramah atau sibukkan diri dengan berdzikir. Karna aku tak pernah mengendarai mobil sendirian (gimana mo bawa mobil, naik motor aja sudah ajut-ajutan..), jadi.. maafkan aku.. karna tidak bisa merasakan betapa tidak menyenangkannya teman2 yang mengalami kemacetan luar biasa dan hanya dihadapi oleh diri sendiri. Setidaknya aku berusaha cari cara agar teman2 tidak terbawa hawa nafsu yang buruk saat mengalami kemacetan itu.

Jadi yang terbiasa berkendara sendirian, persiapkanlah peralatan 'anti aduh' untuk teman2. Seperti yg kusampaikan di atas. Teman2 bisa membawa CD/kaset murattal/ceramah. Nah, saat2 macet melanda, lebih baik putarlah CD itu, kurangi memasang/memutar lagu2 yang rock/metal. Kebanyakan merasa lagu2 aliran ini membuat hati makin tenang.. tapi, semua ada pilihannya. Kalau aku... tentunya akan lebih merasa teduh dan nyaman hati ini menghadapi si kemacetan dengan murattal/ceramah daripada lagu yang harus headbang kl lagi didengerin itu (atau yang lebih dahsyat lagi, bayangkanlah jika saat kita memutar lagu rock/metal itu, tiba2 Allah mengambil nyawa kita.. lalu Allah bertanya, 'apa yang kau dengar saat ajalmu tiba?', tak malukah kita untuk menjawab... 'lagu rock/metal ya Allah..')

Pernah dengar kata2 bijak yang mengatakan, 'kelembutan menaklukan kekerasan' (eh..yah..semacam inilah kata2nya..). Ini ada kaitannya dengan si 'aduh' dan kata2 baik. Aku sendiri pernah mengalaminya. Saat panik karna kelalaianku yang luar biasa terjadi, aku histeris sendiri. Berucap kata2 ngga jelas.. 'Gyaaa.. Haaa.. Huaaaa...', lalu mengusek2 kepala dan tindakan bodoh (dan sedikit memalukan) lainnya. Alhasil saya makin panik dan terus panik. Lalu seorang sahabat mencoba menenangkan hatiku. Padahal ia hanya berucap, "Semoga Allah menenangkan hatimu ya Na... "
Tapi seketika hati ini langsung.. cesss... ademnya....

Aku membayangkan kalau ada orang yang lagi bertengkar, dua-duanya adalah orang yg memiliki tempramen tinggi (ahahaha..tiba2 saja teringat jika aku dan hana lagi bertengkar). Ya, kami berdua ngga ada yg mau mengalah dan selalu saja berakhir dengan tangisan dan jeritan. Padahal seharusnya aku ga bersikap gitu ya (memalukan.. padahal yg kuhadapi itu anak kecil). Salah seorang sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khattab, termasuk orang yang memiliki tempramen tinggi. Tapi Allah SWT telah menaklukan watak kerasnya dengan ayat Al-Qur'an (beliau jatuh tersungkur dan menangis saat mendengar adiknya membaca Al-Qur'an)

Begitulah, kalau kekerasan bertemu dengan kelembutan..

Kalau mau berpikir lagi..yaa, buat apa kita berkeluh kesah saat menghadapi musibah kalau tak ada manfaat yang timbul dari situ? terlebih lagi.. ucapan yang keluar dari mulut kita ini akan dicatat oleh malaikat. Akan jauh lebih menguntungkan (plus dapat pahala, insya Allah) jika kita mau mengubah kata si 'aduh' ini dengan kata2 baik.

Dalam artikel dicontohkan seperti ini,

"Aduh, terlambat nih! gila.. macet banget!!(yg ini tambahan dari saya ^^; )" diganti dengan "Ya Allah, semoga saya datang tepat waktu, semoga ada jalan keluar dari kemacetan ini"

atau, misal ada yg ketinggalan..

" Aduuh.. dompetnya ketinggalaan!!!" diganti dengan " Masya Allah, dompetku tertinggal.."

Kurang lebih..seperti itu-lah contoh2nya.

Oh iya, ada yg perlu diingat, ternyata keluh kesah bisa termasuk penyakit hati. Yaitu sebagai bentuk ketidaksabaran kita menerima ketentuan dari Allah. Ada hadits qudsi yang menyatakan bahwa, "Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku" ( HR. Bukhari dan Muslim)

Ya Allah.. maafkanlah segala kesalahan kami.. tentunya kami sering sekali tidak sabar atas musibah yang Kau beri pada kami...

Karna dari itu, belajar bareng2 yuk untuk berucap baik sejak sekarang. Niatkan dalam hati kalau kita ingin mengubah kebiasaan buruk dalam berkeluh kesah ini. Lalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Bagi siapa pun itu, kalau bertemu dengan Na dan melihat Na masih berkeluh kesah.. tolong ingatkan aku yaa!!!

Jadi..
Apa ada yang mau ber 'aduh' ria lagi?? :D
Baca Selengkapnya "ADUH..??!!!"

Label: , ,


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."

(QS. Ali 'Imran: 190-195)
Baca Selengkapnya "merendahlah"

Label: , , ,

" yakin besok mau berangkat sendiri? bukannya itu jauh? dah tau jalannya? "
" heung.............."
" Insya Allah, dah yakin.. siap nyasar deh !! "

===

Pagi ini, akhirnya aku melangkahkan kaki ke 'bumi' Bekasi. Daerah yang sama sekali tak ada bayangannya dipikiranku dan harus kulalui sendiri bersama orang-orang yang tak kukenal (baca: saya naik angkot sendirian dan tanpa ditemani mahram saya T__T). Kemana si itik ini mau pergi? ke Rumah Autis yang berada di daerah jatikramat.

Karena sudah mempersiapkan diri untuk nyasar, betul juga.. akhirnya aku nyasar karna sikap malu bertanya sesat di jalan ini tetap kupelihara. Yang seharusnya aku sampai ditempat tujuan dalam waktu 2 jam, karna sempat berjalan kesana kemari tanpa tau arah.. akhirnya jadi menghabiskan waktu 3 jam ^^;;

Sesampainya disana, aku merasa jantung ini berdebar kencang sekali. Saat membuka pintu itu sambil mengucap salam, dalam hati kuberkata, " Allah Ya Rabbi.. permudahkanlah hamba.. izinkanlah dan ridhoilah kegiatan hamba hari ini.. "
Baru saja kududuk-an badan ini ke bangku mungil, tiba-tiba saja terdengar suara jeritan dan bantingan barang-barang dari salah satu ruang terapi yang tertutup..

" AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA... HUAAAAAAAAAAAAAAAAAA.. AAAA..!!!! "

Jerit salah satu anak..

Masya Allah, baru juga duduk sudah harus mendengar jeritan seperti ini.. rasanya aku harus makin siap dengan 'jeritan' lainnya.

Melihat ada sesosok mba2 mungil (???) yang mukanya acakadut dan semrawut (baca: saya), salah satu terapis menghampiriku. Dan akhirnya kami berkenalan dan selanjutnya aku diminta untuk mulai melihat keadaan.

" Bu, sekarang kita mau olahraga.. mau ikutan? hayuk.. bantuin kita.. Ibu megang dia ya.. " ujar salah satu Ibu guru terapis sambil menunjuk anak asuhannya..

JENG JEEEEEEEEEEEEEEEENG...

Dengan tampang setengah panik dan bingung, akhirnya si itik menuntun (apa dituntun?) salah satu anak asuhan ibu terapis yang beliau maksud..

Baru kali itu aku bermain dengan anak-anak penyandang autis. Penuh dengan hati was-was dan agak takut juga. Habis ini benar2 yang pertama kalinya bertemu mereka. Setengah takjub, sedih, senang.. ah.. tak bisa kuungkapkan... semuanya bercampur jadi satu.

Harusnya bermain itu menyenangkan, tapi tadi yg terjadi hanyalah berontakan tiap anak. Ada yang menangis meraung-raung sampai guling2an dibawah, ada yang iseng main2in benda disekitar tempat bermain.. ada pula yang hanya duduk diam menyendiri.

Kami belajar sambil bermain. Anak-anak diminta berlari mengelilingi lapangan sebelum bermain. Setelah itu mereka belajar melempar, menangkap dan menendang bola. (Ada yang semangat lempar bola dan masuk ke rumah yg ada anjing galaknya.. ahahaha.. syukurlah si pemiliknya berbaik hati mengeluarkan bola tersebut dan bukan mengeluarkan hewan peliharaannya..).

Setelah puas bermain, kami pun kembali ke rumah. Dan... saatnya.. belajar!!

Subhanallah.. lagi-lagi aku dikejutkan dengan hal luar biasa. Baru kali ini (lagi) aku belajar dengan 'ramai' nya. Saking 'ramai'nya, tadi aku sempat kejungkang dari tempat duduk karna adik peganganku (penyandang autis) berontak ga mau belajar denganku dan dia mendorong meja dan alhasil.. ia merubuhkan saya.. (huooo.. ntah kenapa situasi ini mirip sekali dengan yang di grogol dan bogor ^^;; )

Adik asuhku ini baru masuk loh.. ia baru seminggu masuk sekolah. Alhasil tadi kami baru belajar nulis huruf dan melafalkan huruf 'A'. Belajar disiplin. Belajar fokus. Belajar tidak mengganggu teman. Belajar menggunting dan menempel.. wah.. rame deh..

Selesai belajar dan sudah masuk waktu dzuhur.. kami shalat bersama.. bener loh.. mereka shalat!! sambil dituntun tentunya ^^
(hayoo yg belum bisa shalat atau masih males2an shalatnya... ga malu nih sama anak2 penyandang autis? mereka aja shalat masa yg normal ngga...~~ )

===

Allah ya Rabbi...

Rasanya aku ingin menangis saat melihat mereka berdiri di hadapanku..
Tak kuasa saat melihat mereka berdoa setelah belajar..

Yaa Allah..

kumohon akan ridho-Mu..
semoga ini adalah langkah yang tepat bagiku..

Hayuk Na.. mulai diatur langkahmu.. siapkanlah diri untuk melangkah sedikit demi sedikit. Sibukkanlah diri dengan mengingat Allah, agar hatimu hanya terisi oleh-Nya.. Insya Allah

Amiin ya Allah
Baca Selengkapnya "akhirnya, aku melangkah"

Label: , , ,

Jum'at, 14 November 2008

Aku mendapat kabar berita duka dari saudariku yang mengatakan,
" Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun... Na.. Ayahnya Yessi.. "

Tanpa melanjutkan kata-kata, kami berdua hanya saling memandang satu sama lain. Lalu ia bergegas untuk mencoba kembali menghubungi teman terdekatnya itu.

Siang itu, setelah mendapat kabar duka.. kami jadi bingung dan hening. Bingungnya karena masalah 'pergi melayat dengan siapa dan kendaraan apa' dan heningnya karena merasa.. 'ini cepat banget...'

Na hanya mengenal Yessi dari Mari. Saat ke JI Expo lalu, kami bertemu. Aku diberitahu oleh Mari, saat hari Minggu lalu.. Ayahnya masih ada.. dan masih menemani Yessi ke PRJ.. dan sekarang.. Allah telah memanggilnya untuk kembali..


Saat mendengar orang-orang melantunkan lafaz, 'Laa ilaaha illallah..'
sekujur tubuhku merinding hebat
membayangkan bahwa aku-lah yang sedang berada di-pembaringan
bahwa aku-lah yang sedang di doakan

Aku berpikir..
Bagaimana proses kematianku kelak?
akankah aku mati dalam keadaan baik?
atau malah melakukan hal yang hina dan membuat Allah murka?

Saat aku mengetahui bahwa ini adalah detik-detik terakhirku,
apakah yang ada dalam pikiranku?
siapakah yang akan kusebut dan kupanggil?

Aku semakin larut dalam sedih,
tak kuasa menahan air mata,
akhirnya aku menutup wajahku,

Yaa Rabb..
Semoga Engkau menghapus segala kesalahan Ayahnya Yessi..
Semoga Engkau menerima segala amalan yang telah dilakukan Ayahnya Yessi..
dan semoga Engkau memberikan ketabahan pada Yessi dan keluarganya..

Amiin Ya Allah..
Baca Selengkapnya "saat aku menutup wajahku"

Label: , , ,



kusadari,
diri ini hanya sebutir debu
di hamparan pantai-Mu

izinkanlah kubersujud
menyebut nama-Mu
sepenuh kasih
sepenuh cintaku

karna diriku
penuh dosa dan kesalahan

sendiri di kegelapan

aku butuh cahaya-Mu,

Yaa Rabb..

berikanku ampunan
untuk setiap kesalahan
yang telah dan belum aku..
lakukan


( Amiin ya Allah... )


ps: sebenarnya ini lirik lagu nasyid jaman baheula sekali tapi Na lupa nama grup nasyid siapa dan judul lagu ini apa.. aku hanya menyukai kata2nya..
Baca Selengkapnya "kata cinta"

Label: , , , , ,

Assalamu'alaykum wr wb

Alhamdulillah, hari minggu lalu (9 November 2008), Allah telah mengizinkan Na untuk pergi bersama2 keluarga (tepatnya: adik, kakak-suaminya-anaknya, dan saudariku plus abangnya) pergi bersama ke pameran jepang-indonesia di PRJ. Hari itu bukanlah hari pertamaku datang ke acara tersebut, melainkan hari ke.. (itung2 dulu..) 4.. (wah.. dah 4 kali kesana ^^; ) . Hari minggu adalah hari penutupan, jadi BUANYAK BUANGET orang yg datang kesana..

Saking banyaknya, setiap mau masuk hall, kami harus mengantri (kaya antrian mau naik wahana di dufan). Sudah begitu, ada pula pemeriksaan tas yang kaya di airport2 itu loh (*udiknya kambuh). Alhasil, walaupun kami bertujuh memiliki kartu 'panitia' (sebenarnya yg panitia asli hanya kakakku saja..) ternyata kami harus ikut sabar mengantri.

Tujuan utama hari ini adalah, 'bertemu Doraemon!!!!'. Itulah yang diminta2 oleh hana dari kemarin2. Katanya sih hari ini bakalan ada Doraemon (dan gosipnya ada temen2nya juga). Jadilah, aku ikut jejingkrakan bareng hana... "asiiik.. .ketemu doremoon... poto ma doremoon..."

Sesampainya di Hall D. Seperti biasa, Na diminta utk mem-baby-sitter-kan si Hana. Wuih... si hana lincahnya bukan main. Minta liat ini.. itu.. kesana.. kemari.. dan lumayan membuat tantenya yang lagi memakai gamis serba hitam ini berteriak, " Hanaa.. capee Naaaa~~ "

Acara di hall D berlangsung sangat meriah, tapi aku ga begitu bisa menikmatinya karna sambil berlari2an dengan Hana. Lalu saat yang ditunggu2-pun tiba, kami berdua heboh sendiri.. ah.. tunggu! bukan berdua.. tapi sendiri!! Ya! Hana tiba2 jadi takut dan hampir nangis sesungukan dipelukan Ayahnya saat mengetahui bahwa ia harus berfoto dengan Boneka Kucing Besar yang dominan berwarna biru itu..

Pembawa acara mengatakan akan ada sesi foto bersama dengan si Dora pada waktu2 tertentu dan salah satu diantaranya adalah pukul 12.20-12.40. Ternyata Allah belum mengizinkan kami berdua untuk foto bersama si Dora. Karna keterbatasan tiket dan waktu, akhirnya kami yang sudah ikut mengantri untuk foto bersama, mengundurkan diri karna tiba2 saja panitia berkata,

" Maaf ya Ibu2..ternyata tiket sudah habis dan waktu utk berfoto tinggal 10 menit lagi, jadi yg ingin foto sekarang, silahkan.. tidak usah mengantri.. "

Masya Allah.. yang tadinya antrian sudah rapi, langsung buyar saat itu juga untuk menyerbu si boneka kucing itu.

" Ah, ga usah ikutan antri deh Na.. kasian hana kl desek2an gitu.. " Ujar Ayahnya hana

Dan tragedi doraemon itu ditutup dengan ucapannya Hana yg membuatku tertawa..

" Tante Na.. Hana mau (maaf) pup.. sakit perut nih.. "

ahahaha... hana.. hana... dan akhirnya pun aku menemani-nya ke kamar mandi..

Sesudah itu kami makan siang bersama2 (ntah kenapa disini hana jumpalitan kesana kemari sampai2 makanannya tumpah.. haduh.. haduuuh -_____- ;; )

==

Di atas adalah sesi pertamaku menjadi baby sitter buat hana. Sekarang, aku jadi baby sitter buat Ayu. Ho.. siapakah Ayu? dia adalah gadis mungil yg baru duduk di bangku kelas 2 SD. Ayu adalah adiknya Ghur. Saat bertemu dengannya, aku langsung nemplok dengan Ayu (selalu terkesima dengan rambutnya yg panjang dan lurus itu... oh indahnyaaaa~ ) dan Ayu juga nemplok sama aku (sama yg lain juga sih).

Petualangan kami dimulai saat aku memutuskan untuk tidak ikut mendengarkan band2 indonesia yg membawakan lagu2 jepang (rada pusing juga kl terus2an didengerin). Kami berdua akhirnya berkeliling melihat ini-itu. Mencoba ini-itu. Membaca ini-itu. Berlari kesana-kemari.. (hey... kenapa ngga ada bedanya dengan si Hana???). Ada sih bedanya, kl Hana masih minta digendong... kalau Ayu.. membuatku harus membungkuk setiap dia berbicara, karna tinggi Ayu setinggi pinggangku ^^;

Baru kali ini aku jalan dengan anak2 dengan dituntun (baca: Ayulah yang memegang tanganku dan menarikku.. bukan aku yang jadi pengendalinya >_< ). Ayu sama lincahnya dengan hana. Lucunya, dia lupa dengan namaku, jadi setiap manggil selalu menyebut,

"Eh.. ah.. aku manggilnya tante apa mba sih... namanya nina apa ina? " sambil narik2 lengan gamisku (Huwiiii.. makin gemesy jadinya sama ayu ^^~ )

Selama kami berjalan2, Ayu sering membicarakan kehidupan sehari2nya.. dia banyak cerita loh ama Na (loh, kok bangga??). Ayu cerita kalau dia punya sahabat dikelasnya (aduh, aku lupa siapa nama sahabatmu De'), dia juga cerita kalau dia punya teman yang sombong karna dia jadi ketua kelas. Lucunya, saat Ayu bercerita tentang temannya yg sombong ini, Ayu lekas2 menjawab..

" Kan kita ngga boleh sombong ya Mba Ina, nanti ga disukain sama Allah.. "

Subhanallah... duh.. makin gregetan sama anak kecil deh.... ga nahaaaaaaaaaaaaan ^^~

Kami berdua sempat main ikan2-an yang dipantulkan oleh proyektor (persis seperti ikan2 di blog-ku ini, bedanya.. mereka harus diinjek..bukan di-klik..). Lalu kami nonton tentang efek global warming di salah satu stand. Sesudah menonton, kami main quiz disana.. pakai komputer layar sentuh.. kalau semua pertanyaan sudah dijawab.. kami bisa berfoto seperti foto box (dan ini gratis loh! Horeee!!!).

Oh iya, tujuan Ayu datang ke PRJ tak beda denganku. Ayu sangat ingin melihat Doraemon. Saking inginnya, saat Ayu mengetahui bahwa pukul 6 sore ada sesi foto bersama dengan Doraemon, akhirnya setiap 5 menit dimulai dari pukul setengah lima sore, Ayu bertanya..

" Mba.. sekarang dah jam berapa?? " (aku jadi ingat film Shrek dimana si Donkey bertanya tiap detiknya, 'Are we there, yet?' )

Setelah jam hapeku menunjukkan pukul 5.30 sore, kami langsung bergegas menuju tempat yang dimaksud. Prosedurnya sama seperti yg kulakukan bersama hana. Dan Alhamdulillah, akhirnya kami bisa berfoto bersama dengan si Dora.. (dan nyatanya, hanya Dora saja.. teman2nya ga ada..)


Doraemon dan Ayu

Hehe.. tak jadi dengan Hana.. dengan Ayu-pun juga boleh ^___^

===

Subhanallah.. ternyata untuk mengasuh anak-anak itu ga gampang ya.. harus siap keringat dan lelah!!

Hari sudah makin larut dan akhirnya kami berpisah. Ayu kembali ke pangkuan Kakaknya dan Hana tetap berada dipangkuan Ayah dan Ibunya. Dan saya kembali ke pangkuan Ibu saya... (hehee... i'm going home... )

Disini aku sempat menginjak 'hancur' kacamata seorang perempuan yang sedang ingin shalat..Maafkan aku ya, bagi siapa saja yg merasa kacamatanya diinjak oleh perempuan berbaju gamis hitam dan berjilbab hitam.. aku siap menggantinya Mba.. hiks.. TT___TT

Oh iya, bagi yang merasa sudah menemani Na dan Ayu berkeliling kesana kemari. Terimakasih yaa.. jangan kapok menemani kami lagi ^^
Baca Selengkapnya "i'm a baby sitter @ JI Expo"

Label: , , , , ,

Ada yang ingat akan kisah Nabi Luth a.s beserta kaumnya, kaum Sodom? Kebetulan tadi Na habis 'jalan-jalan' membaca kisah mereka. Sedikit ingin berbagi dan semoga ada hikmah yang dapat dipetik dari postingan ini, insya Allah..

Usia bumi sudah tua. Tak seharusnya perilaku para penghuninya ikut2an 'menua'. Tapi lihatlah kenyataannya kini, tak sedikit orang yang menganggap bahwa 'Gay' atau ' Lesbi' adalah hal yang lumrah bahkan tidak sedikit pula orang yang menyetujui dan berkata bahwa mereka punya kebebasan tersendiri dalam mengungkapkan cinta.

Ya Allah, ampunilah kami yang penuh hina ini ...

Allah SWT telah memperlihatkan murka-Nya kepada kaum Sodom (kaumnya Nabi Luth) dikarenakan mereka melakukan tindakan yang menyimpang dan sangat dilaknat oleh Allah SWT, yaitu homoseksual. Sudah sangat jelas bahwa perilaku mereka sangat menyimpang dari fitrah yang Allah berikan pada kita, dimana Allah telah memberikan rahmat-Nya pada kita untuk menyukai lawan jenis

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)

( arti 'dari jenismu sendiri' disini adalah manusia, bukan sesama jenis 'gender' )

Di dalam Al-Qur'an, tidak sedikit ayat yang menceritakan mengenai kisah kaumnya Nabi Luth a.s. Baik itu dari perilaku mereka yang lebih menyukai menyalurkan (maaf) nafsu syahwatnya kepada laki-laki, perjuangan dakwah Nabi Luth a.s kepada kaumnya, sampai dengan azab yang Allah berikan kepada mereka.

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu[*], yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" (QS. Al-A'raaf: 80)

[*]. Perbuatan faahisyah di sini ialah: homoseksual sebagaimana diterangkan dalam ayat 81 berikut.Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (QS. Al-A'raaf: 81)

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri." (QS. Al-A'raaf: 82)
Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, (QS. Asy-syu'araa: 160)
Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji[**]. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" (QS. Hud: 78)

[**]. Maksudnya perbuatan keji di sini ialah: mengerjakan liwath (homoseksuall).
Mereka menjawab: "Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir" (QS. Asy-syu'araa: 167)

Nabi Luth a.s terus meminta agar kaumnya meninggalkan perbuatan keji tersebut namun selalu dibantah bahkan istri Nabi Luth a.s termasuk golongan yang mendustakan beliau.

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat[***] kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)." (QS. At-Tahrim" 10)

[***]. Maksudnya: nabi-nabi sekalipun tidak dapat membela isteri-isterinya atas azab Allah apabila mereka menentang agama.

Karena sikap kaum Nabi Luth a.s inilah, Allah SWT menurunkan azab-Nya yang amat dahsyat. Allah telah meruntuhkan kota tempat tinggal mereka. Allah menjungkir-balikkan tempat mereka berpijak.

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, (QS. Hud: 82)
Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. (QS. Al-Hijr: 74)

Karna Allah telah menjungkir balikkan kota itu, akhirnya banyak peneliti yang menganggap bahwa kota Sodom adalah kota yang hilang, "The lost of sin city, Sodom". Hal ini membuat para peneliti mencari tau mengenai kabar hilangnya kota ini.

Penelitian arkeologis mendapatkan keterangan, kota Sodom semula berada di tepi Laut Mati (Danau Luth) yang terbentang memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania. Dengan sebuah gempa vulkanis yang diikuti letusan lava, kota tersebut Allah runtuhkan, lalu jungkir-balik masuk ke dalam Laut Mati.

Sebenarnya masih banyak penemuan2 lainnya yang membuktikan bahwa kaum Nabi Luth a.s yang telah dikisahkan dalam Al-Qur'an adalah nyata. Berhubung yang lagi buat postingan ini juga harus muter otak saat membacanya, kupersilahkan teman2 untuk membacanya sendiri di sini

===

Saat membaca kisah Nabi Luth a.s beserta kaumnya membuatku sedih sekaligus takut. Bagaimana tidak sedih.. bagaimana perasaan kita jika kita diberikan amanat sebagai pemimpin tetapi orang2 yang akan kita pimpin tak ada yang mau mendengarkan? bahkan mencaci maki dan mendustakan kita? lebih sedih lagi, istri yang seharusnya menjadi teman setia-pun ikut mendustakan kita.
Lalu, bagaimana tidak takut..
Kisah Nabi Luth a.s sudah terjadi di masa lampau dan Allah tidak segan2 menurunkan murka-Nya yang amat dahsyat itu kepada kaumnya pada saat itu juga. Sedangkan sekarang, di zaman serba kaya akan ilmu pengetahuan ini, ternyata kita masih diliputi akan kebodohan. Tidak sedikit orang2 yang sudah paham mengenai agama Islam tetapi tidak sedikit pula orang yang bangga akan ketidakpahamannya. Apakah orang2 yang memiliki perilaku seperti kaumnya Nabi Luth a.s belum tersentuh akan dakwah Islam? Atau mereka termasuk kaum yang dilupakan? Atau kita tidak takut akan murka-Nya Allah, saat Dia menjungkir balikkan kota Sodom, tidakkah kita berpikir bahwa Allah akan memberikan azab yang lebih dahsyat dari itu pada kita?

Semoga dengan postingan ini, tak ada lagi kata 'biarkan saja mereka' ketika kita melihat orang2 yg berperilaku Gay atau Lesbi, melainkan kita mendoakan mereka agar Allah memberikan hidayah kepada mereka. Tak hanya itu saja. Giatkan lagi pengertian bahwa perilaku Gay atau Lesbi adalah sesuatu yang dimurkai Allah SWT, kepada siapa saja. Karna jika kita menganggap bahwa Gay atau Lesbi adalah hal yang biasa, maka kita termasuk golongan mereka. Na'uzubillah..

Alhamdulillah.. akhirnya keinginanku membuat postingan tentang kisah Nabi Luth a.s tersampaikan juga. Maaf ya, banyak kekurangan dimana-mana (tentunya). Jika teman2 ingin membaca lebih banyak lagi, silakan di'intip' dalam Al-Qur'an masing2..

Wallahu a'lam bisshawwab..
Baca Selengkapnya "Kisah Nabi Luth a.s dan kaum Sodom"

Label:

" Assalaamu'alaykum warahmatulloohi wabarokaatuh... !! "

" YA?"

--

Itu adalah percakapan via telpon beberapa tahun yang lalu yang takkan pernah kulupakan. Kejadian yang sangat lucu dan menggelikan sekaligus memalukan bagiku. Tepatnya pada sore hari saat si bocah ini mengangkat telpon yang berdering dengan lugu..

" Assalaamu'alaykum warahmatulloohi wabarokaatuh... !! " ucap seorang Bapak dengan logat Arab yang sangat kental dan sudah tentu bisa ditebak.. Bapak ini bukanlah orang Indonesia

Karena mendengar sesuatu yg tidak lumrah di telinga dan ucapannya sangat fasih dan cepat.. tiba2 saja aku malah berucap,

" YA?"

Spontan saat menjawab "YA" ini mukaku langsung tanda tanya besar. LUOOOH KOK MALAH JAWAB "YA"???? >_______<

Begitulah kondisiku dulu yang tidak terbiasa mendengar salam lengkap lewat telepon..

Lalu, bagaimana dengan yg sekarang?

Saat aku menjalani masa peralihan ini, sedikit demi sedikit aku mulai membiasakan utk mengucap salam (walau kadang belum lengkap) baik itu lewat tatap muka, sms, e-mail, yahuu mesenjer atau yg lainnya. Sebisa mungkin semua orang tanpa dikhususkan selalu kusapa dengan salam (tapi kl utk bertegur sapa dengan orang yg dijalan...aduh.. aku masih malu2... ^^; )

Memang kita hidup di Indonesia dan hidup dengan berbahasa Indonesia. Tapi apakah kita mengetahui, bahwa di balik kata " Assalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokatuh " itu mengandung sebuah penghormatan dan doa? yuk, diintip apa arti salam yang diajarkan Rasulullah ini..

Arti dari " Assalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokatuh " adalah.. Semoga sejahtera atas dirimu dan semoga Allah memberikan rahmat dan berkah-Nya padamu

Subhanallah, apa ada yg menolak di-doakan seperti itu? belum lagi, ternyata dibalik salam sunnah ini, banyak mengandung pahala kebaikan!!

Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau.
Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].

Dulu, Na pernah membahas mengenai ucapan2 yang tenar di Indonesia. Seperti 'selamat pagi/siang/sore/malam'. Seorang sahabat bertanya, " yg diselamati apanya ya? si paginya? siangnya?". Saat ia berkata seperti itu, aku jadi berpikir... benar juga ya... apa yg diselamati? apakah diucapkan 'selamat' itu karna ternyata kita masih selamat pada pagi hari itu? ah... bingung...

Tapi saat mengetahui dibalik salam yang disunnahkan itu mengandung doa dan berpuluh2 pahala. Rasanya jadi enggan untuk menukarnya dengan " selamat pagi! " (atau yg lebih terlihat keren berucap, good morning! ohayou gozaimasu! dan bahasa2 dari negara2 lainnya.. )

Tidak sedikit hadits yang mengemukakan mengenai keutamaan berucap salam, diantaranya..

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim)

Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)


Dan masih banyaak lagi hadits2 lainnya..

Lalu, saat kita mengucap salam, ternyata oh ternyata (apa sih Na.. ), orang yg mendengarnya itu wajib untuk menjawabnya loh! ingat.. waaajiiib !! bagaimana cara menjawabnya? yaitu dengan, "
Wa'alaykumsalam warohmatullohi wabarokatuh" yang artinya, " Dan semoga atas kalian juga "

Mungkin lidahku masih kaku untuk mengucap salam yang lengkap, tapi lucunya untuk menjawab salam aku bisa berucap lengkap (ahahaha.. aneh ya -___- ; )

Jadi teringat dengan lagu TK saat adikku masih kecil... ia diajari lagu 'salam' oleh guru2nya..

" Assalaamu'alaykuum.. salam selamat dan sejahteraa.. saling mendoakan diantara kita.. jawablah.. wa'alaykumsalaam .. "

Jaadiii ... pilih mana? pilih salam 'selamat' pagi/siang/malam, atau salam yang memberikan kebaikan baik itu yang mengucap atau yang diucapkan?silakan memilih :D
Baca Selengkapnya "salam~ salam~"

Label: , , , ,

" Saya pernah mencoba bunuh diri . . " Ujar seorang gadis berjilbab

" WHAAA... ??!! KOK BISA??? KE..KENAPA??! "

--

Everyone has a past,

Setelah melewati beberapa hari 'mendung', akhirnya Na memutuskan untuk bangkit lagi. Memang 'mendung' ini terasa sedikit pilu dan buat hati makin mellow.. tapi pada akhirnya kuhempaskan segala kegundahan yang ada hanya kepada Allah SWT..

Ini sedikit (atau banyak) hubungannya dengan alasan 'mendung' yang menimpa Na. Allah menghendaki Na agar mengingat kesalahan fatalku yang cukup hebat yang pernah kulakukan di masa lampau (Hey.. bukan berarti ucapan di atas adalah ucapanku ya!). Keburukan yang pernah kulakukan terbuka kembali dan muncul ke permukaan .. dan rasanya sangat menyakitkan sekaligus malu .. makin merasa hina sebagai hamba Allah..

Ya Allah, maafkanlah kami..

Ketika merasa terpuruk karena 'luka lama' ini terbuka lagi. Allah seakan2 tak menginginkan aku terus bersedih. Tiba2 saja aku teringat dengan perjuangan orang2 yang melawan masa lalunya yang 'kelam'.

Kalau bisa dihitung, mungkin seluruh manusia yang diciptakan oleh Allah SWT pernah mengalami masa kelam (karna manusia tak luput dari kesalahan). Bahkan dari nenek moyang kita, Nabi Adam a.s, beliau pun juga memiliki masa kelam (yaitu saat tergoda oleh bisikan setan untuk memakan buah yang dilarang Allah). Tapi bukan berarti kita berhak mengatakan dengan bangga, "Nabi saja pernah berbuat salah, apalagi saya! wajar dong!" (dan akhirnya malah tetap melakukan kesalahan secara sengaja)

That's not the point. Harusnya dengan adanya kesalahan itulah kita bisa belajar memperbaiki diri. Tapi tunggu dulu.. Setelah kupahami baik2.. ternyata untuk belajar memperbaiki diri dari kesalahan yang pernah dilakukan bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Beribu ujian dan cobaan menantang. Benarkah itu? kalau begitu, kita lihat contohnya..

Ingat kasus saat orang2 mengatakan bahwa Aa Gym punya 'raport merah' ? aku tak ingat tepatnya apa yg dimaksud dengan 'raport merah' nya Aa Gym, tapi yang pasti itu adalah ulah orang2 yang sibuk melihat masa lalunya seseorang yang sedang berusaha berubah dan memperbaiki kesalahannya. Lalu, setelah terungkap 'raport merah' Aa Gym, jadi banyak orang yang memandangnya dengan sebelah mata sambil berkata,

" Gak nyangka ya.. dulu si Aa kaya gitu.. padahal kan dia ustadz sekarang.. "

Kebetulan aku mengetahui hal ini dari dosenku yang amat menyukai Aa Gym, tapi setelah mengetahui bahwa si Aa punya 'coreng' di masa lalunya, tiba2 ia berubah membencinya.

" Hey! Kenapa dibenci? toh sekarangkan beliau sudah bertobat.. bukankah itu yang jauh lebih penting??? " ucapku, (dalam hati)

[ NB: dengar2 dari teman dan membaca salah satu artikel mengenai 'raport merah Aa Gym', ternyata yg dimaksud 'raport merah' disini bukanlah masa lalunya yang kelam melainkan masalah dakwah yang dipermasalahkan oleh orang banyak.. hmmm..ternyata jadi menyimpang ya berita yg kudengar itu.. mohon maaf ya, karna saya hanya mendengar dari satu orang saja, ngga di cross check dengan faktanya ]

Lalu, bagaimana dengan preman2 yang dulunya pernah mencuri, merampok bahkan membunuh orang tetapi dia bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya? masihkah ia tidak diterima?

Apakah Na akan bisa menerima dengan lapang tanpa melirik2 lagi masa lalunya jika Na memiliki seorang teman yang (semisalnya) dulu ia adalah seorang pencuri dan sekarang sudah berubah menjadi gadis muslimah yang berakhlak luar biasa? aku meragukannya..

Padahal jika kasusnya dibalik,
Bagaimana perasaan kita, jika sekarang kita adalah seorang yang dikatakan alim padahal dulunya kita adalah pencuri kelas kakap, lalu ingin berteman seperti biasa tetapi ditolak karna masa lalu kita yang 'pahit'. Bukankah itu menyakitkan?

Hasbunallah wa ni'mal wakiil [sebaik-baik pelindung hanyalah Allah semata]

Mungkin jika kita ingin berteman hanya karena Allah, tentunya masa lalu dari sahabat2 kita tak sebaiknya kita gubris (kecuali jika memang ingin dibicarakan oleh si empu-nya). Dan jika kita termasuk orang2 yang tertolak itu, berbesar hatilah karna Allah lebih mencintai kita dibanding mereka, Insya Allah

everyone has a past,

Biarkanlah Allah yang menilai kita. Walau kita hidup bertetangga tetapi jika hal terbaik sudah kita lakukan dan tetap saja tidak diterima, tidak usah berkecil hati. Lemparkanlah segala-galanya pada Allah karena tentunya dibalik segala ujian yang ada, Allah sudah mempersiapkan 'hasil' yang jauh lebih baik untuk kita. Insya Allah

PS: Postingan ini sebenarnya untuk membesarkan hatiku juga.. hehehe..
Baca Selengkapnya "everyone has a past"

Label: , , ,


Rasulullah SAW tidak pernah mengeluh,

Rasulullah SAW tidak pernah berkata 'tidak' kecuali ketika Beliau sedang shalat (dalam tasyahud),

Rasulullah SAW tidak pernah . . berbuat hal buruk,


Ya Allah . . kuatkanlah hati kami . .

Ya Allah . . singkirkanlah segala kegundahan kami . .

Ya Allah . . lindungilah kami dari segala perbuatan yang Engkau murkai . .

Ya Allah . . istiqamahkanlah kami untuk mengerjakan apa yang Engkau perintahkan dan menjauhi apa yang Engkau larang . .


--

Sepertinya aku butuh duduk sejenak . . dan meminta pada Allah agar menenangkan hati ini . .

Sepertinya . . akan mendung lagi . .
Baca Selengkapnya "mendung lagi"